Posted in 13 Days with Seventeen, Fanfiction, Fluff, Romance, Seventeen

[Day 13] To the Moon and Back

1452393806292.png

Cast: Wonwoo x OC’s Minyoung ▲ Genre: Romance, Fluff, Slight!Comedy ▲ Length: 1290wc ▲ Rating: PG-15

Soundtrack: Beyonce – Love on Top

Summary:

“Aku akan pergi ke bulan.”

“Oke, hati-hati di jalan.”

 

 

“Aku akan pergi ke bulan.”

“Oke, hati-hati di jalan.”

“Jeon Wonwoo, aku benar-benar akan pergi ke sana.”

“Iya, aku tahu. Kau baru saja mengatakannya.”

“Aku—bulan itu jauh, Woo!”

“Iya, makanya aku bilang ‘hati-hati’.”

Minyoung menyerah.

Bukan niatnya memulai pertengkaran itu, bukan niatnya pula mengadu mulut dalam artian yang negatif dengan kekasihnya, tapi—ah sudahlah. Itu tidak penting lagi.

Minyoung tidak benar-benar menyerah, sih. Dia hanya butuh waktu untuk mendinginkan kepalanya yang panas dan pergi ke suatu tempat (bukan bulan, serius!) demi ketenangan batinnya. Ini semua disebabkan oleh ulah Wonwoo yang menganggap masalah seputar lupa-hari-jadi adalah sungguh hal yang sepele. Mereka hanya sedang sarapan bersama pagi itu. Semuanya tenang dan damai sampai suatu saat Minyoung iseng bertanya, “Kau ingat hari jadi kita tanggal berapa?”

Kala itu juga Wonwoo berhenti mengunyah. Minyoung kira ini adalah pertanyaan termudah yang pernah dia lontarkan, tapi maaf, Minyoung, rasanya itu agak sulit bagi Wonwoo.

Satu kedikan bahu dan Minyoung menahan dirinya untuk tidak berubah jadi monster. “Aku lupa. Kenapa?”

‘Kenapa’? Ke-na-pa?? Dia masih bisa bertanya ‘kenapa’?

Minyoung menyalahkan Wonwoo untuk apa yang terjadi pada hari ini, karena demi Tuhan, dia tidak pernah lupa hari pertama mereka mengikat perasaan—dimana Wonwoo menarik lengannya malam itu dan dekapannya mencegah Minyoung pergi, bisikannya menahan waktu berdetik, “Aku menyukaimu, Minyoung. Jangan pergi.”

Namun, hari ini Minyoung mengerti ego pria setinggi gunung es. Salahkan mereka, maka kau akan kena reruntuhan batu-batu dari atas.

Pagi ini, serealnya jadi tidak lagi manis, apalagi susu stroberinya. Minyoung beranjak dari kursinya dan mengambil mantel, tinggalkan sesi sarapan mereka.

“Benar kata orang,” gadis itu berujar sembari tertawa pahit. “Kau memang tidak pernah benar-benar mencintaiku.”

“Siapa yang bilang?”

“Apa itu penting bagimu?”

“Tentu saja.”

“Orang-orang.”

“Orang-orang yang mana?”

Wonwoo bisa saja bertanya sepanjang hari dan Minyoung sanggup menyahutinya, tapi tidak hari ini. Tidak disaat Minyoung ingin terbang ke luar angkasa dan berharap bertemu dengan Anakin dari film Star Wars itu. Mungkin Anakin bisa lebih sedikit hangat daripada Wonwoo. Atau Anakin bisa mengingat sedikit lebih banyak daripada yang bisa Wonwoo ingat.

Astaga, kenapa tiba-tiba Anakin muncul di tengah-tengah cerita ini?

Oke, lupakan Anakin-nya dan beralih pada detik-detik kepergian Minyoung dari apartemen.

“Aku pergi.” Minyoung memakai sepatunya, bersiap membuka pintu, lantas setengah keyakinannya masih menunggu Wonwoo—Wonwoo yang menahan tangannya, atau lebih bagus kalau dia melakukannya seperti di drama-drama itu. Perlahan mendekati, satu sentuhan di bahu, dan satu pelukan erat seakan tak mau berpisah.

Well, Minyoung harus membuang jauh-jauh bayangan itu. Adegan itu hanya akan terjadi di mimpinya, dan ini kenyataan. Kenyataannya adalah Wonwoo masih saja duduk di sana, menikmati serealnya sambil baca majalah.

Terima kasih. Minyoung tak perlu menontonnya lebih lama.

Dia tidak mengucapkan selamat tinggal atau sampai jumpa. Karena Minyoung tidak yakin hubungan 3 tahun mereka berakhir sekonyol ini, tapi dia juga tak mampu melihat wajah Wonwoo detik itu.

Udaranya dingin di luar sana. Minyoung tidak siap pergi dengan hati dan cuaca yang membeku. Tak yakin harus ke mana, Minyoung menaiki taksi pertama yang dia temui di pinggir jalan raya. Aroma pewanginya membuat kepala gadis itu berputar tak karuan.

“Ke mana tujuanmu, Nona?”

Minyoung tidak merespons beberapa saat. Sudah dibilang tadi, dia tidak tahu! Dia marah, dia kesal. Dia mau pergi ke semua tempat yang menjauhkannya dari Wonwoo. Dia mau pergi ke matahari saja dan membiarkan amarah terbakar bersama panasnya sang cakrawala. Lalu dia ingat, baginya, Wonwoo adalah matahari—pusat kehidupan seorang Kim Minyoung. Dia jadi muak. Kemudian gadis berambut panjang itu memutuskan untuk pergi ke bintang, dan tiba-tiba dia ingat bahwa Wonwoo selalu menganggapnya sebagai bintang di langitnya yang gelap. Minyoung jadi super kesal. Kenapa mereka dengan bodohnya membuat perumpamaan-perumpamaan tolol itu?! Lihat! Kini semua tempat mengingatkan Minyoung akan hubungannya dengan Wonwoo.

“Aku tidak tahu.” Bawa aku ke neraka, bawa aku ke Black Hole! Entah lah, ke mana saja agar dia tidak perlu menemukanku—ha! Memangnya dia peduli. Bahkan mungkin sekarang dia sedang mencuci mangkuk sarapannya dan nonton teve. Sial!

“Hah?” Sang supir menatapnya bingung lewat kaca spion. “Nona yang serius?”

Serius? Coba tanyakan pada laki-laki di lantai tiga itu, apakah dia memang serius padaku atau tidak!

Mereka saling bertatapan beberapa detik sebelum Minyoung memuntahkan air matanya beserta curahan hatinya. “Aku baru saja bertengkar dengan pacarku, Pak! Aku bahkan tidak tahu apa kami akan kembali bersama setelah ini!”

Pertengkaran bukan hal yang tabu bagi pasangan yang telah bersama selama tiga tahun. Tapi jika terlalu banyak rasanya seperti menuangkan banyak air ke dalam ramyun; rasanya jadi tidak enak. Minyoung sedih. Minyoung tak mau makan ramyun yang kebanyakan air.

Pria paruh baya itu tersenyum. Tidak, dia bukannya menertawai kesedihan Minyoung. Dia memegang kemudinya, bersiap mengendarai mobilnya, lalu tak lama kemudian dia menoleh ke belakang.

“Nona bisa turun di sini.”

“Apa?” Minyoung mengangkat wajahnya yang basah. “Bapak tidak mau mengantarku?”

“Aku sudah mengantarmu, kok.”

Aneh. Minyoung baru saja mendudukki kursi penumpangnya sekitar 2 menit, dia juga tidak mendengar suara mesin dinyalakan atau mobil ini bergerak. Dan semuanya—sekelilingnya—masih sama; apartemen itu, toko pernak-pernik yang menjual boneka Gudetama, toko kacamata, toko roti kesukaan Wonwoo, dan toko laundry yang menghilangkan syal merah milik Wonwoo.

Sang supir meliriknya lagi, dia tersenyum hangat. “Kau tidak punya tujuan, Nona. Kau hanya akan membuang-buang bensinku dan uangmu. Lagi pula, aku harus mengantarmu ke mana lagi jika tempat inilah yang selalu kau tuju, hm?”

Pria itu benar. Minyoung baru menyadarinya. Tubuhnya bisa berada di mana saja—di galaksi sebelah, di perut bumi terdalam, maupun di dunia yang lain. Namun hatinya akan tetap berada di sini. Tungkai-tungkainya akan selalu membawanya menyusuri jalan kecil demi sampai di apartemen nomor 38.

Selalu.

Selamanya.

“Dan,” kata supir itu lagi memecah gelembung-gelembung pikiran Minyoung. “
“Kalau aku tidak salah, pemuda dengan sweater abu-abu di sebelah sana adalah pacarmu? Cepat turun dari sini sebelum dia mengira aku berbuat macam-macam padamu, Nona.”

Ya, Jeon Wonwoo ada di sana. Berdiri membelakangi matahari pagi bersama majalah dalam dekapannya. Sial, dalam kondisi paling menyebalkan sekali pun, dia masih terlihat tampan dan mengundang. Matanya menatap Minyoung namun tak secuil ekspresi cemas atau khawatir tertoreh wajahnya. Terbuat dari apa sebenarnya Jeon Wonwoo ini, huh? Kekasihnya bisa saja gegabah dan lari menaiki mobil penjahat nomor satu di Korea Selatan, tapi yang dia lakukan hanyalah menatapnya dalam diam seperti sebuah standee toko kosmetik?!

Tak ada yang bisa gadis itu lakukan selain keluar dari mobil dan menghampiri Wonwoo yang sedang bersedekap tangan. Wajahnya datar, dia seolah memang telah menunggunya sedari tadi.

“Sudah pergi ke bulannya?”

“Sudah,” balas Minyoung kesal.

“Kenapa kau kembali secepat ini?”

Minyoung ingin membalasnya dengan sejumlah jawaban sarkastik paling parah sejagat raya. Tidak hanya itu, Minyoung juga ingin memukul kepalanya, menggigit tangan kurusnya, atau meniban kakinya dengan batu super besar. Tapi seluruh kekuatannya telah habis dimakan waktu. Daripada berbuat yang tidak mungkin, Minyoung berjinjit dan mengecup singkat bibir Wonwoo, berusaha hapuskan kejadian hari ini.

“Aku bermaksud pergi ke bulan dan menikahi Anakin,” bisiknya tak masuk akal. “Tapi sesampainya di sana aku malah bertemu Darth Vader. Dia bilang aku harus kembali karena Anakin tak cocok denganku. Dia memprediksikan jika kami bersama, kami akan bertengkar seribu kali banyaknya dalam sehari.”

Wonwoo jadi nyengir dibuatnya. Tangannya melingkari pinggang gadis itu. Tak pedulikan beberapa orang yang lewat menatap mereka heran. “Lalu apa reaksimu?” suara beratnya melantun.

“Aku pikir Darth Vader-ssi benar. Satu pertengkaran setiap hari denganmu jauh lebih baik daripada seribu kali bertengkar dengan orang lain, ‘kan? Jadi kuputuskan kembali lagi saja.”

Wonwoo tertawa dan mencium Minyoung santai. Dia bergumam setelahnya, “12 September 2012.”

Minyoung menjauhkan diri. Kalau dia tidak salah dengar, tadi Wonwoo baru saja menyebutkan tanggal jadi mereka. “Jadi kau ingat?!”

Pria itu tidak menanggapinya, malah merangkulnya kasual seolah-olah dia hanya pura-pura lupa pagi ini. “Ayo kita masuk. Di luar dingin.”

.

.

.

.

.

.

.

Padahal sih, setelah Minyoung pergi, Wonwoo buru-buru mengecek ponselnya dan melihat kalender. Syukurlah ada reminder di sana. Soalnya, dia benar-benar lupa.

a/n:

MOHON MAAF MOLOR SEHARI HUHUHU

Yap! Tibalah kita di penghujung hari (cielah) maksudnya di penghujung projek 13 Days with Seventeen yang berujung menjadi 14 Days with Seventeen HAHAHAHA oke maaf, aku bener-bener minta maaf.

Terlepas betapa sulitnya ngepost di tengah-tengah kesibukan perkantoran (yeah perkantoran) (anak kantoran banget muahaha), sebenernya aku sangat menikmati 13 Days with Seventeen ini hahaha soalnya jarang2 kan aku ngepost hampir setiap hari gitu kan hm hm Hangukffindo kan biasanya males ngepost apa-apa gitu kan hahaha

Oke, aku harap semua yang mampir ke sini bisa menikmati seperti saat aku menulis semua fanficnya dan—MAKASIH BANGET YAAAAAA! Makasih yang udah baca dan meninggalkan jejak (dan yang tidak meninggalkan jejak), memberi semangat di kotak komen, makasih buat dukungannya, kritik sarannya, dan semuanya! Dan mohon maaf ya kalo ngepostnya suka malem-malem berbarengan sama kelelawar nyari makan, sama keluarga Cullen berburu rusa di tengah hutan /heh! /enggak. Maaf kalo typo-typo kecil yang mengganggu membuat mata kalian pedih dan meninggalkan fanfic ini di tengah jalan sebelum sempat ngata-ngatin di kotak komen ((haha gak gitu juga ya)) atau segala kekurangan dalam setiap fic yang ada ya. Aku janji akan memperbaiki semuanya di kemudian hari hohoho

Baiklah, ini fanfic terakhir (untuk projek 13 Days with Seventeen). DAN INI PUNYA WONWOO UWOUWOUWOHHHH *teriak ala ala Jane pacarnya Tarzan* ((gapapa kalo Tarzan-nya Jeon Wonwoo hahaha))

Semoga hari kalian menyenangkan dan sampai jumpa di fic lainnya hehehe🙂

See yaa!❤

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

38 thoughts on “[Day 13] To the Moon and Back

  1. HAI KAK DIRAAAAA /maafkeun juga aku yang selalu komen tengah malam dan kadang ngawur/ hahahaha, ga kerasa ini ini fic terakhir daari project 13 hari anak2 manis nan lucu seventeen ini, kapan2 buat lagi fic mereka yaa kak dira😀

    selain tawa yang menggelitik perut aku hampir senyum dari awal baca sampai akhir. manis aja dengan keluhan minyoung yang ingin ke bulan walaupun aku lebih sayang sama supir taksi di fic ini. ada enggak ya mas2 supir taksi kaya gitu di real-life, hahaha. oh ya, jangan lupakan wonwoo yang melupakan hari jadiannya. kadang memang cowok itu bisa ngeselin di hal kecil kaya gitu. kan sebel aja hari jadian bisa lupa, udah tiga tahun lagi kalau kasus minyoung, hahahaha. aku suka ah sama wonwoo-minyoung.

    semangat kerjanya ya kak dira yang sekarang udah jadi anak kantoran🙂
    aku tunggu postingan lain di hanguk yaa, kak.

    Love ya!❤

  2. Waaaaaa finally!!!
    Sweet as always! Good job dear writer!
    (P.S: This is my first comment errr udah baca dari 2 minggu yg lalu dan baru berani comment hihihi)

  3. OMO! OMO! OMOOOO!
    KENALKAN SAYA READER SETIA ANDA YANG BARU MUNCUL SEKARANG (HUHUHU) TAPI SERIUSAN DEH INI BENERAN SWEET, 12 FIC LAIN JUGA SWEET, SEMUA FIC SWEET! AAA KAK DIRA BENERAN DEH PINTER SEKALI MENGUTAK ATIK HATI READERS HUHU THANK YOU FOR ALL THESE LOVELY FICS~ MADE MY DAY! HAHA XOXO ;)))

  4. OMG! SWEET AS ALWAYS! KAK aku senyum2 sendiri. Btw kenalin aku tuh reader setia kakak tapi baru muncul sekarang huhuhu sweet bgt. Wonwoonya bikin gemes

  5. Ciye Kak Dira udah jadi anak kantoran nih yee~~~ hahahaha

    Btw ini fic terakhir, Kak, tapi kenapa Wonwoo kamu bikin jadi begitu racun seperti ini ;;;-;;;
    Oke, aku tau Wonwoo emang racun. Dia bisa meluluhlantakkan list bias setiap cewek dengan mudahnya kapan saja dan dimana saja. Tapi kok adegan ini… Yang akhirannya itu…
    Mereka bisa kayak gitu dengan santainya di depan gedungㅡpersis pengalamanku yg waktu itu sempet ngeliat dua orang kayak gitu di depan mall -_- hahahaa, aku yg celangap sampe heboh ditanyain temen-temen waktu itu ._. (oke ini curhat banget ya)

    Ah iya. Mengingat Kak Dira udah jadi anak kantoran sekarang, berarti Kak Dira bakalan jarang banget nulis fenfik dong mulai sekarang? ☹
    Atau malah mulai ada pikiran mau berhenti??
    Duh, kok aku sedih banget yaaa… Satu persatu author kesukaan aku mulai punya kesibukan, sementara aku di sini cuma bisa nunggu apdetan doang :”

    Eh, tapi tetep semangat ya, Kak Dir! Semoga setelah ini bakalan ada project sambungan lagi 🙏 amiin…

    Muehehehe~ see you soon!

  6. Hai kak dira , ah maaf baru komen di series trakhir.
    Suka banget sama semua ceritanya . Tapi aku lebih suka cerita si alien boo seungkwan sama si auburn . Makin semangat nulisnya kak , fighting !!

  7. WAAHH KAK DIRAA INI FAV BANGET YA AMPUN WONWOOㅠㅠㅠ /nangis bombay

    Ga ngerti lagi kenapa dia dengan teganya merusak bias list-ku;; Plus gara2 baca fanfic ini aku langsung kek “duh wonwoo lenyap aja deh lo” /gak

    Penutup yang perfect ini kak, dari semua cerita mungkin ini kali ya yg paling berkesan. Entah karena Wonwoo itu bias wrecker aku ato karena aku bacanya dalam keadaan baper /lah

    Pokoknya Kak Dira jjang! Ga kerasa ini udah cerita terakhir huhu berarti udah gada lagi yang kutunggu2 tiap buka wordpress pas pulang sekolah(‘: Makasih buat fanfict2nya kaak aku suka semua dan mereka menghibur bangeet hehe sekali lagi makasih ya! Kutunggu karya-karya selanjutnya, semangat Kak Diraa! ^^

  8. Wonwoo… sedikit sebel sama dia deh… tapi kalau jd minyoung kayaknya aku juga gak bakalan bisa marah…
    Bertengkar…Marahan…Pergi….ujung2nya balik lagi…

    Duh beneran deh aku cumq baca beberapa member aja…
    Enon, om jojo, ming, wonwoo(the next Yunho), hoshi, babeh sekop, siapa lagi ya? Heee

    Suka banget yang Mingyu sama Hoshi, pasti kangen banget deh…

    Oke… kalau novelku habis kebaca semua, baru aku baca semua membernya… haaa

    1. Salah orang deh ya akunya… masa Minghao ku bilang Hoshi… oke perlu kita luruskan… yang udah aku baca itu ceritanya Enon, Om Jojo, Mingyu, Minghao, Babeh Sekop sama Wonwoo…

  9. KAKDIRAAAAA ASTAGA ASTAGA ASTAGA AKU NGAP-NGAPAN ;;;

    kenapa sih bisa semanis ini, kenapa YaTuhan orz Kak Dira mah kalo bikin fic pasti enak banget gitu dibacanya heu kasih tips dong kak /halah

    POKOKNYA INI FAVEU KAK❤❤❤

  10. baper
    baper banget, wonwoo keren aja gitu
    imho seri ini yang paling dapet feelnya dari 13 hari (14 maksudnya) ini, jadi senyum2 sendiri
    kirain pura2 lupa, ternyata beneran lupa, terus act sok cool pula -_-
    dan kenapa Dir? kenapa pas bagiannya jeonghan gak ada kotak komennya? padahal jeonghan yang paling kutunggu😦
    udahlah, numpang sini aja. cuma mau ngomong sih, mau rambut panjang atau pendek, jeonghan tetep ganteng. terus…eumm, gak nyangka aja dia jadi ngambek cuma gegara haircut. (Ya bisa sih, aku juga ngambek gara2 kris wu gundulin rambutnya #gaknyambung)
    ok, kepanjangan nih. biarinlah udah terlanjur, hehe #kabur

  11. curang abis. mentang mentang bias terus ceritanya paling bagus. kan kesel -,-

    jeon wonwoo itu aaarrrgghhh mau di asli mau di ceritamu tetep aja ya…. GANTENG😄

    keep writing diraaaa~~~ we’ll always love your story🙂

  12. Sudah selesai ya project nya? ini terakhir ya? hmm ‘-‘

    PENUTUPANNYA ASOOOY BANGET ALALA (?)
    Keren banget! Halah aku ra eroh arepe komen piye iki amergo iki uapik puol (?) ((maaf ya ini bahasa lain hehehe))
    .
    Ini bagus banget!!
    .
    Tapi masih lebih bagus Illegal, okey fic ini posisi dua!

    Keep Writing^^

  13. Ughh this boy,
    jang wonwoo itu..,,, idk hahaha what can i say? He’s the sexy rookie nowadays and i love him hahahaha
    Ngebayangin wonwoo natap minyoung pake tatapan nya yang katanya sexy kalo lagi sakit wkkwwk lucu pasti,
    Oke mkasih banyak ya kadir buat 13 daya with sevwnteen nya. Aku sebagai penikmat fanfic yang udah lama gak baca ff bahasa bener2 menikmati fanfic2 nya kak dir yang nano nano ini
    Thankyouuu

  14. aaaaahhhh aku stalkerin seventeen gara gara ka diraaaa!! hahahahaha

    pengen banget ih bisa buat FF kaya ka dira, FF yang ringan dan sumpah ga ngebsenin buat dibaca walaupun udah berkali kali.

    kebawa banget deh sama suasananya..

    KEREN!

  15. demi apa kak Dira. aku sesungguhnya gak kenal 17 hahhahaha cuma karena ini ynag nulis kakak jadi baca juga wkwk

    dan aku sukaaaaa aaaakk ini manis bangeet. khas kal dira lah. dan ini aku lama lama jadi suka 17 nih hahaha

  16. oh sial! wonwoo tipe cowo cuek tapi mempesona, ya mau gimana lagi pasti kemana pun pergi pen balik ke dia lagi haha
    tapi ya asli cwo mah suka gitu tanggal jadian tuh gk penting biasanya, gpp lah wonwoo boong dikit buat kebaikan😀
    ditnggu project lainnya kak dira🙂

  17. Setelah bertahun-tahun(?) ga mampir kesini ternyata ada fanfictnya Seventeen, langsung gercep baca edisi si wonwoo. ulala sweet sekaliiiii author-nim! Semangat buat the next fanficts. Ditunggu update an selanjutnyaaa😀

  18. YAAMPUN PLEASE INI UGGGGHHHHH AKHIRNYA SELAMA DARI KAPAN TAU DAN MAMPIR KESINI LAGI LANGSUNG DIJABANIN SAMA FF YG BIKIN DIABETES KEK GINI, SARANGHAE BGT YHAAAA KEEP WRITING!(:

  19. Aku usah mengira sangaaaat sangat mengira bahwa Wonwoo sangat sweet krn dia inget tanggal jadian karena aku udah bergerak kayak gurita gara” ngira dia sweet. Dan aku sangat sangat malu pas selanjutnya ternyata Wonwoo liat kalender -_- its oke wonwoo still de best soal pura pura cool ya🙂

  20. AAAAAAAAAAAAAAAA~ SWEET BANGEEEEEET:”333 padal aku ga kenal para anggota Seventeen loh, tapi kalo yg bikin fic nya kak Dira jadi berasa beda.
    kak Dira, aku tu selalu suka fic karyamu, dgn cast siapa aja selalu suka soalnya pembawaan ceritanya selalu nyenengin, meski ga kenal castnya jadi tetep suka.. btw, aku suka setiap dialog yg kak Dira tulis.

    semangat ya kak… kerja kantoran kan kadang emang butuh ketelitian ekstra, dan semoga selalu ada waktu buat nulis karya2 selanjutnya.. ku selalu menunggu…:””3

  21. Hallo kak.. Ahh, manis bgt sih.. Padahal aq plg males kalo baca ff bukan punya bias. Apalagi aq gak tau seventeen. But,aq sama sekali gak nyesel baca ini. Super duper sweet lah😀 oh ya, salam kenal kak

  22. hai min, aku reader baru disini, sebenernya sih udah lama tapi baru komen. maafkan selama ini ga komen dam jadi sider. ff di sini selalu bagus dan ringan buat dibaca, ga ngecewain deh. tapi sayangnya ff ikon dikit banget dan castnya cuma chanwoo wkwkwk ga apa apa deh tapi bagus bangettt. salam kenal

  23. Astagahhh lama banget ngga pernah baca ff disini lagi. Dan skrg udah masukin svt aja, cocok deh segala bb favorit lengkap disini semua wkwk. As always ya kak, kamu tuh emang jagonya bikin fluff kok sampe aku ga tau aku ini abis baca ff apa makan gulali. Manis bgt tau ngga sih kak T.T. Btw maap ya kak, dulu aku sider mu loh ahahah. Tapi kamu selalu jadi favorit ku kok, abis ff nya fluffy mulu ihik ihik

  24. wonwoo kok nyeselin /ngutuk dalam hati/
    gajadi deh ngutuknya, nanti ga balik perform sama svt😦 ehehe
    cie udah ngantor :3 selain rajin kerja, rajin update juga ya kak hehehe

  25. ceritanya so sweet dan lucu gemesin😄 biasanya aku g suka baca ff dgn cast yg bkn idol favoritkuuu tp ini bedaaa😄 tulisan ini baguuuus banget😄 ringan tp pas kena dihati *plak* btw aku nyasar disini gara2 liat komen2 di blog yg bilang katanya blog disini ff nya oke2😄 dr dulu kepingin baca ff disini tp g jadi teruuus soalnya lagi males *plak*
    salam kenal yaaaa😄

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s