Posted in 13 Days with Seventeen, Fanfiction, Fluff, Romance

[Day 11] Burned Like an Ice Cream

1452395126759.png

Cast: The8 (Minghao) x OC’s Hyura ▲ Genre: Romance, Fluff ▲ Length: 717wc ▲ Rating: PG-13

Soundtrack: Omi – Cheerleader

Summary:

Kautahu, rasanya dia terbakar seperti es krim bakar yang terkenal itu

 

 

Mereka telah mengitari taman itu setidaknya satu jam lamanya, dan restoran yang Minghao maksud belum ketemu sama sekali.

Hyura bersumpah sudah tiga kali melewati arena bermain dan patung kelinci itu, tapi Minghao tetap bersikeras membaca peta kecilnya dan bilang bahwa dia paham ke mana mereka harus pergi.

“Nah, di depan, kita belok ke kanan lalu ke kiri. Ambil jalur kanan dan lewati toko souvenir, berjalan sedikit sampai bertemu perempatan dan pos sepeda. Di dekat situ restorannya,” ceracau lelaki bertubuh kurus itu. Tangannya terulur untuk mengajak Hyura kembali berjalan. “Ayo.”

Minghao sudah lama berceloteh soal restoran yang punya es krim bakar, kira-kira sejak seminggu lalu. Dia bercerita heboh pada Hyura di sekolah, katanya es krim restoran itu bisa dibakar dan tidak meleleh sama sekali. “DAN HEBATNYA KITA BISA MEMAKANNYA!” teriak Minghao waktu itu dan Hyura terpaksa menutup mulutnya.

Dan hari ini, di kencan kedua mereka, Minghao terlihat begitu ceria, bersemangat dan senang. Ruam-ruam kebahagian jelas mewarnai kulitnya. Ditambah penampilan sederhana-namun-menggemaskan membuat Hyura semakin tidak mengerti bagaimana cara untuk marah padanya. Pemuda itu memakai snapback warna merah, kemeja flanel bermotif kotak-kotak, ditambah Vans senada dengan snapback-nya. Minghao memukau dilihat dari setiap sisi sehingga Hyura harus ekstra hati-hati karena…jangan sampai Minghao dilirik gadis lain.

Hyura juga mengerti Minghao tidak mau merusak kencan mereka. Minghao berpikir keras saat membaca petanya. Dan Hyura juga enggan menghancurkan gelembung kebahagiaan Minghao. Biarlah dia mengikuti apa mau pacarnya.

“Aku yakin kali ini kita tidak akan tersesat. Tenang saja.” Well, dia terdengar begitu yakin.

Mereka terus berjalan dan berjalan. Tanpa terasa hari semakin siang, panasnya mulai terasa di kulit dan air seolah menguap dari pori-pori mereka. Ditambah, rasa lapar mendera cukup parah. Hyura mau saja berjalan sampai ujung dunia (oke, dia mulai terdengar sarkastik), namun begitu mereka bertemu patung kelinci itu LAGI untuk keempat kalinya, ada kubangan lava panas yang bergejolak di ujung kepalanya.

“Minghao…”

“Ah, kita ada di sini lagi! Ugh, seharusnya tadi kita mengikuti insting—“

“Ming,”

“—lalu belok kiri dan ambil jalur kanan. Lalu—“

“MINGHAO!”

Pemuda itu berhenti bicara. Dia mengerjapkan kedua matanya yang bulat itu dan menatap Hyura tak percaya. Setahunya, gadis itu adalah gadis paling lembut di sekolah. Kelembutannya setara dengan mentega atau krim kocok di atas cupcake. Hyura bukan seseorang yang perlu diantisipasi teriakannya. Tidak di hadapan Minghao.

“Y-ya?”

“Kita…” Hyura menyadari sikapnya tadi dan berdeham, “tersesat lagi, ‘kan?”

“Ya…tapi tidak juga—“

“Kita tersesat,” tegas Hyura. Tiba-tiba gadis itu melepaskan genggaman tangannya. Sekejap wajah Minghao berubah jadi sedih. Namun, detik berikutnya Hyura menangkup wajah murung itu dan berkata, “Lupakan restorannya. Minghao. Demi Tuhan, kita tidak akan menemukannya.”

Momen tegang itu terlihat akan berakhir dengan perang dunia, tapi dengan sedikit kesabaran dan ingatan Mengapa-Aku-Memacari-Minghao, Hyura memutuskan untuk memejamkan mata dan berjinjit kurang lebih 3 cm. Hyura pun menciumnya—

—di pipi.

Dan Minghao mau tak mau hanyut ke dalam sensasi itu. Benar apa kata orang, Hyura memang selembut mentega. Bibir itu membuktikan segalanya. Aroma parfumnya memabukkan ketika Minghao sadar betapa dekatnya jarak di antara mereka. Dia menutup mata, tangannya dengan grogi mencengkeram ujung kausnya sendiri.

Kecupan di pipi terasa ajaib. Kau tahu, rasanya tubuh itu seolah terbakar di luar, namun ada rasa sejuk mengaliri setiap pembuluh darahnya.

Saat momen indah itu usai, Minghao menggumamkan sesuatu di mulutnya. Sekedar memeriksa apakah kakinya masih berpijak di bumi atau dia sudah menembus lapisan langit keberapa; apakah itu Hyura atau bidadari yang sengaja turun untuk memberinya hadiah.

“Apa?” tanya Hyura.

Minghao tersenyum lebar, matanya masih terpejam. “Es krim bakar.”

“Huh?”

“Aku merasa seperti es krim bakar.”

Hyura tak mengerti apa yang Minghao bicarakan. Kata orang, nama tengah Minghao adalah ‘Unik’ dan ‘Aneh’. Tapi, ah biarlah. Hyura sendiri tak keberatan barang sedikit pun.  Mereka membiarkan es krim bakar itu berlalu dan pulang kembali ke rumah masing-masing.

Anehnya, tak ada yang merasa kecewa.

.

.

.

.

“Hyura.”

“Ya?”

“Bagaimana kalau kita beli es krim di swalayan dan membakarnya sendiri di rumah?”

“Memangnya kau tahu bagaimana cara membakarnya?”

“Kita bisa pakai bensin atau minyak tanah sejenisnya untuk memicu api.”

“Um—bagaimana kalau…tidak?”

“Oh, oke.”

“Yeah…”

“Tapi—“

“Kautahu, Ming, aku rasa kita harus melupakan es krim bakar itu sekarang.”

a/n:

Selamat debut di Hangukffindo, Minghao!🙂

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

14 thoughts on “[Day 11] Burned Like an Ice Cream

  1. Sialan kau, Minghao!
    Kenapa kau polos sekali sih? Ugh, sial (lagi)

    Wadu wadu kak diraa, ini beneran manis kayak kembang gula, lembut layaknya mentega, menggiurkan bak es krim bakar yang disebut-sebut Minghao😄😄😄
    Iya, Minghao nyebelin sih, masa iya ngelewatin patung kelinci sampe 4 kali kan kasian Hyura:””v
    Untung Hyura baik, kalau engga, mungkin enyahlah-kau-dengan-es-krim-terkutuk-itu bisa berlaku buat Minghao(?)😆

    Mao ngoceh apa lagi yhaaaa:3333
    Bingung kak, ficmu seringkali bikin speechless soale wkwkwk😃
    Semangat kakkkkk💪💪

  2. Ketika masuk ke blog belum ada updatean Day 11, pas buka twitter eh ada parkdobigogi bawa ini link, ya udah klik…
    Pas liat covernya… trus pas baca summarynya, oke… kayaknya lucu ya udah deh baca…
    Dan ternyata mereka nyari es bakar… eh emang ada? Yang aku tau sih es goreng… oke ntar ajak Minghao heee * modus

    Kayaknya es bakar itu ciuman Hyura deh kekeke…

    Bagian akhir gue setuju sama Hyura, lupain aja ming es bakarnya… dari pada eksperimen pke apa tadi buat micu api? Bensin? Meledak ming… ntar nongol lagu kompor mleduk… *alah sesat ( kayaknya aku tersesat deh, dan tak tau arah komen) * oke lupakan

    Oke…( dari tadi banyak oke, ya gak sih?) Project 13 days with 7teen ini aku belom baca semua loh kak, makanya jangan heran, aku kadang2 nongol kadabg2 gak nongol *tenggelam
    Aku baca yang pengen aku baca aja hahahaa *ketawa ala kyu…

    Pokoknya kak Dira jjang!!!

    Kak, Alcapone kapan comeback? Udah lama nggak liat mereka manggung…
    (Ceritanya gue penonton alaynya rock n roll, terus kak Dira managernya Alcapone)

  3. Hehhhhh. Sumpah ya bikin greget Minghao nya >.< Emang ada es krim bakar :v dan mungkin kalau aku jadi Hyura, aku bakal tinggalin Minghao :v jelas lah ya, bolak-balik melewati tempat yang sama dan kelaperan. Bisa pingsan ditempat :v but, so sweeettttt banget😄

  4. Bensin atau minyak tanah.
    okey-,-
    Untung yang sama kamu itu Hyura ya, Ming? Coba kalo Kak Dira ((emang kenapa?))

    Gemesin banget ficnya ><

    Itu bocah memanglah sangat lugu. . .

    Nice^^ Keep Writing!!

  5. Dasar minghao unyu tapi gak ngaku, untung pacarnya baik hati dan tidak sombong. Hehe
    Kyaaa, dira suka seventeen jugaaa. Yes yes yesss, aku baca dari jeonghan nih dir..

  6. ihhh, minghao kan lucu ajak kencan tapi tersesat gituu, udah bawel sama es krim bakar terus hahahaha. minghao minghao ini memang kayanya personalnya beneran memang lucu gitu. wajahnya aja lebih imut dia daripada kucing tetangga /lah/ udah ah daripada ngawur terus cukup sekian kak dir..
    🙂

  7. As expected, Minghao ngga jadi playboy kayak 97liner yg laen 😂
    Ya iya juga sih, cowok unyu kayak Minghao punya sisi playboy dari mana coba >.<

    Ini singkat, tapi manissss. Cukup lah buat melepas hati ini dari belenggu kegalauan kemarin-kemarin😀 (fic-nya) (?)

    Jadi inget juga aku sampe sekarang belum kesampean makan es krim bakar………
    Makan bareng yuk, Minghao! 😉 hahaha
    ((digeplak Hyura))

  8. aku suka author ini 💕 aku tuh agak ngga suka OC karena…?

    tapi ketika baca fanfict ini, aku seneng dan malah wahhh 😃😃😃 keren keren, /tepuk tangan/ 👏👏

    Jujur, aku tuh seneng gini, posternya ngga di edit ada ulzzang2nya gitu..

    Jadi, aku bisa bayangin OC nya sendiri secantik apa.. 💕 tetep gini ya 💞💞

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s