Posted in 13 Days with Seventeen, Fanfiction, Fluff, Romance, Seventeen

[Day 10] Back to Me

1452392790777.png

Cast: Joshua (Jisoo) x You ▲ Genre: Romance, Fluff ▲ Length: 690wc ▲ Rating: PG-13

Soundtrack: Mario – How Do I Breathe

Summary:

Dia bilang ini adalah misi mengejar mimpi.

Aku bilang ini adalah salah satu penyiksaan paling sadis.

 

 

Dia bilang ini adalah misi mengejar mimpi.

Aku bilang ini adalah salah satu penyiksaan paling sadis.

Aku memandangnya dari sudut kamarnya yang berdinding biru terang. Tak ada salahnya memeluk diri ini sendiri selagi Jisoo sibuk membereskan pakaiannya. Dia tidak mengabaikan presensiku, koper-koper itulah yang justru meminta diberi perhatian lebih.

Aku bertanya apakah hukuman ini pantas kuterima? Setahuku, aku selalu bersikap baik, aku tidak seperti kekasih laki-laki lainnya yang suka merengek, manja dan cemburuan. Aku adalah kekasih yang baik, aku pantas menerima hadiah dari Santa Claus meskipun hari natalnya sudah lewat. Namun mengapa—mengapa pula Jisoo berniat meninggalkanku?

Tidak. Dia tidak berniat meninggalkanku. Hanya saja mimpi memanggilnya mendekat dan yang bisa kulakukan adalah menguatkan diri saja. Astaga, aku rasa aku tak siap dengan semua ini.

“Hei.”

Suaranya memutus lamunanku. Jisoo berdiri di hadapanku namun aku tak pernah sanggup melihatnya seperti hari kemarin. Bagaimana jika aku lepas kendali dan merajuk setengah mati agar dia tidak pergi? Bagaimana jika aku memiliki pemikiran gila dan merantainya di salah satu teralis jendela? Apakah itu akan menahannya di sini bersamaku selamanya?

“Hm?” balasku, memandang kaus kakiku sendiri. Tidak, belum saatnya menangis.

“Hei,” dia berbicara lagi, kali ini lebih lembut. Dua jarinya mengangkat daguku sehingga tatapan kami bertemu. Aku dapat melihat raut wajahku di kedua bola matanya. Wajah itu penuh kesedihan dan dengan lihainya Jisoo membaca semua itu. “Jangan sedih.”

Aku tertawa. “Kenapa aku harus sedih? Kau pergi mengejar mimpimu dan itu bagus.” Bohong. Dasar pendusta kacangan! Bahkan suaramu bergetar, kau pikir Jisoo akan memercayainya?

Jisoo menggelengkan kepala. Tangannya meluncur di permukaan kulit wajahku, menghapus sesuatu yang terasa lembab di sana. Tanpa sadar air mata segar baru saja membuat dua aliran di pipiku. Sejak kapan aku menangis? Apa dari tadi?

Please, don’t cry.”

Aku tidak bermaksud untuk terdengar lebih sedih daripada yang seharusnya, tapi kuakui aku tidak sanggup menahan nada memelas yang berbaur membumbui suaraku. “Aku dengar Pledis Entertainment adalah perusahaan yang baik. Mereka menerbitkan artis-artis berbakat.”

Dia diam, berulang kali menyeka air mata yang sialnya tak mau berhenti.

“Katanya…katanya setelah kau debut, akan sulit bagimu untuk berhubungan dengan orang luar. Apa itu artinya kita tidak bisa berkomunikasi?”

Suaraku bergetar parah seperti orang kedinginan. Aku yakin aku kelewat konyol menangis di depannya, apalagi dengan hidung merah dan mata bengkak. Aku tampak jelek, dan Jisoo akan semakin mudah meninggalkanku.

Aku tak melarang Jisoo pergi mengejar cita-citanya. Aku tidak akan pernah mau menghalanginya beraksi di atas panggung jika itulah yang selama ini membayangi mimpi-mimpi malamnya. Aku juga tidak punya niat untuk membuatnya bingung dengan memberikan pilihan antara aku atau mimpinya. Aku dan mimpinya sebagai penyanyi merupakan dua hal yang tak bisa Jisoo pilih. Sama saja seperti memilih es krim rasa Oreo atau red velvet. Sulit, sangat sulit.

Namun bayangan-bayangan tentang bagaimana hubungan kami akan berjalan setelah ini adalah satu yang membutuhkan perhatian. Kami bukan anak kecil yang terlalu buta soal perasaan, pun kami juga tidak yakin soal jodoh dan takdir. Kami berada di tengah-tengahnya.

Pada akhirnya, aku tetap menangis. Tangisanku pecah saat sapuan di pipiku berlangsung lima belas detik lamanya; kencang dan memalukan. Tapi aku tidak peduli. Aku membiarkan semuanya meluap, membuncah ke permukaan dan tumpah. Iya, aku menumpahkan segala macam kesedihan yang sebelumnya terikat di hati. Tetesan demi tetesan jatuh ke kemejaku dan kini membasahi kemeja warna hijaunya.

“Sshh…” dekapannya terasa seperti akan berlangsung selamanya; menenangkan sekaligus membohongi. Hatiku diremas-remas oleh kenyataan bahwa ini tidak akan berlangsung lama. Jisoo akan melepaskanku entah dua atau lima menit kemudian. Dan saat dia melakukannya, butuh waktu yang lama untuk merasakannya kembali.

“Berhentilah menangis. Kau membuatku merasa seperti orang jahat.”

Kau memang orang jahat, Ji. Kau orang paling jahat yang pernah kutemui.

“Jangan biarkan waktu meracuni pikiranmu. Aku bersumpah akan kembali padamu,” dia meletakkan satu ciuman di dahi, “hanya untukmu,” bibirnya memberikan efek sapuan ringan bak sayap kupu-kupu yang tengah menari di bibirku, “kembali untukmu.”

Lalu satu bisikan merangkum segalanya. “Peganglah kata-kataku.”

Aku memejamkan mata, berada di ambang kenyataan dan ilusi. Saat Jisoo menghapus jarak di antara kami, detik itu aku merelakannya. Jisoo boleh pergi bersama kopernya. Jisoo boleh berada jauh dari penglihatanku dan berlatih sekeras mungkin. Jisoo boleh mengejar mimpinya karena dia bilang dia akan kembali.

 

Kembali untukku.

 

Aku pegang kata-katamu, Ji.

 

a/n:

ehehe mau cerita sedikit (di luar kebaperan yang semakin merajalela ini ya hahahaha).

Fanfic pertama yang bikin aku bener-bener seriusin diri di dunia perfanfiksian adalah fanfic yang mengambil tema sama seperti ini. Banyak ya pasti, ini umum banget soale. Tapi serius, dulu aku baca fanfic tema kayak gini di exofanfiction dan castnya si baekhyun x oc. Itu…apa ya, feelingnya dapet aja dan sejak saat itu aku langsung kayak “oke, aku akan menulis sesuatu” gituh.

Aku lupa judulnya apa, authornya siapa, soalnya itu udah lama bangeeeeeet. Sekitar pertengahan 2012 kan ha-ha-ha. Jadi mungkin kalo ada yang nemu gitu bisa kasih tau aku ya hehehe aku ingin bernostalgia wkwkwkwk

DAN MAAF YA UPDATE-NYA MALEM2 GINI HUHUHU

DAN HAYO HAYO SILENT READERS KETAUAN YA BELAKANGAN INI SEMAKIN AHEM AHEM.

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

26 thoughts on “[Day 10] Back to Me

  1. Wadu baper….
    Sial, kenapa aku yang serasa ditinggal jisoo?:’v

    Yaampun sebelumnya aku mau excited sendiri ini karena demi apapun yang kumakan tadi, ini jisoo. Ini Hong Jisoo. Joshua Hong, yang kuidam-idamkan ceritanya dari kemaren-kemaren *0*
    Astaga kak, kenapa ficmu ini singkat tapi ngejleb gitu waduuh. Sukses beneran bikin orang baper weh kak, bertanggung jawablah atas semua ini (apa) 😆😆

  2. DIRAAAAAAAAAAAAAAAAA *nggelinding dari Sabang sampai Merauke terus balik lagi*
    PELIS OH PELIS MBA, FIRASATKU BENER KAN YHA FICNYA JISOO PASTI BAPER. DEMI APA BACA SUBUH2 MBA DIRA DUHEH << belum tidur soale

    TERUS ITU MANIS2 MASIH SEMPET NGEHAPUS AIRMATA SAMA KECUP DAHI DAN BERAKHIR PAHIT GEGARA DITINGGAL KAN. JADI RASANYA MADU-BROTOWALI (?) ALIAS MANIS2 PAHIT.
    TAPI GAPAPA MAS (?) JISOO. DAKU RELA KAMU TINGGAL PERGI MENGGAPAI MIMPI KENDATI TERSIKSA BATIN INI. SEMOGA KITA BISA BERSUA KEMBALI LIKE BEAUTIFUL SERENDIPITY EEEEAAAA

    MAAF YA DIRA CAPSLOK JEBOL, BIKOS INI FIC YANG AKU TUNGGU DARI KEMAREN2 DAN GA SABAR BUAT BACA HEHEHEHEHE

    Oke sekian berebe tidur dan SEMANGAT!! ♥

  3. Aku telat!
    Baper ini mah, pacar sama impian itu emang lebih penting impian, tapi kalo model cewenya kaya gini, Jisoo bingung pasti! Awas tuh lupa ntar mentang-mentang udah jadi artis, huhu. Argh baper, serasa aku yang mau ditinggalin. Gimana kalo nanti dia gak setia, pulang-pulang bawa cewe lain, haaaa sakit pasti #please deh, ini cuma fiction! Semangat Kak, sorry nih telat mulu, belum isi kuota #curhat ini mah. Fighting!

  4. Bayanganku Jisoo ditaruh (?) di fict lucu dan menggemaskan, dan tiba-tiba jadi buyaaarr hahah
    Jisoo mengapa kau pergi????? Gak pengen ngajak aku gitu???*plaaak
    Aaaah pasti kau sangat sulit melakukannya, tak apa aku akan menunggumu selama apapun itu.🙂
    Menyedihkan itu karena bukan karena harus memilih, tapi karena tidak ada pilihan. Entah karir maupun cita-cita, mungkin kelak kita juga akan mengalaminya.
    yah, everything always brings its own risk, you might didn’t choose it, but God chose you.🙂

  5. Kak Diraaaa, maaf aku baru sempet nongol hari ini ;;-;; dan maaf juga karena aku baru bisa baca fenfiknya Jisoo doang. Fenfiknya Seungkwan belum sempet kebaca; karena niatku tadi pagi kan mau ngebut baca dua-duanya, eh laptopku ngga mau nyalaaaaaa ㅠㅠ ngga tau itu kenapa, huhuhue padahal banyak fenfikku di sana ㅠㅠ mohon doanya ya kak, biar laptopku cepet sembuh 🙍

    Ini… Aku baca dan komennya lewat hape ((dan jujur rasanya ngga senyaman lewat laptop ;;-;;)), dan aku baca fenfiknya Jisoo dulu karena dia yg paling aku tungguin dari kemaren. Efek ngebias, huhu harap dimaklumi ;;-;;

    Aku yang lagi galao akibat laptop yg tbtb ngambek, sekarang makin galao grgr fenfiknya Jisoo…
    DAN DEMI APA KAK DIR, KOK AKU JADI PUNYA PEMIKIRAN KALO JISOO PUNYA PACAR DI AMERIKA SIH ㅠㅠ abis bohong banget lah ya kalo anak LA ngga pernah pacaran -.- hahaha.
    Ah Kak Dir bikin aku baper nih -.-

    Tapi itu Jisoo soswit banget demi apaaaa ;;-;; hahahaha
    Dan itu kata-katanya… “Hanya kembali padamu…”ㅡbikin aku beneran ngerasa kalo jangan-jangan Jisoo ngeginiin pacarnya dulu pas dia mau berangkat ke Korea -_- hahahaha.
    ADUH KAK DIRA INI BAPER. Sebenernya ngga se-baper punyanya Hoshi, atau Dino, atau Jun, atau Uji sih; tapi berhubung ini punyanya bias utamaku jadi aku… Mikir hal yg pait-pait 😐

    Huhuw. Udah deh, segini aja dulu.
    See you soon, Kak Dir! 💕

    ((p.s. maaf kalo komennya dikit ya Kak Dir, entah kenapa ngetik banyak lewat hape itu kurang nyaman .-.))

  6. Wah telat baca aku(‘:

    Barusan aja liat preview Jisoo yang gantengnya naudzubilah di timeline twitter trus baca ini. YA ALLAH KAKDIR AKU GAKUAT INI KENAPA NGENA BANGET BIKIN BAPERㅠㅠㅠㅠㅠ

    Aku kehabisan kata-kata (lagi) huhu baper berat ini kak pen mewek aja rasanya;; /apa

    Ga kerasa 3 hari lagi series ini selese ya kak, duh bakal kangen pasti(‘: Ntar tulis fanfict make cast sebeuntin lagi ya kaak hehehe ditunggu~

  7. Makasih kak dir, gara-gara fanfic ini bias list aku ambyar sudah
    Hahahahaha~
    Bagus banget, feelnya dapet >~<
    Good job kak~!

    (NB: Btw aku penasaran ama fanfic yg bikin kak dira mulai nulis
    Mungkin kakak bisa kasih clue ceritanya atau apanya?
    Hehe)

  8. “aku selalu bersikap baik, aku tidak seperti kekasih laki-laki lainnya yang suka
    merengek, manja dan cemburuan.”
    Kak Dir, ku bingung, si ‘aku’ ini cowok atau cewek ya? .-. maafkanlah daku yang terlampau o’on karena pas baca ini sampe tengah-tengah keinget tugas mandarin yang belum selese, jadi agak nge-blank ‘-‘
    Ah, tapi tak masalah, mau cewek, mau cowok sama aja, soalnya aku pemakan (?) segala fanfic, muehehe.
    Dan fic-nya manis-manis sepet .-.
    TAPI AKU SUKA SEKALI KARENA INI JOSHUA HING JISOO YANG KALO NGOMONG ENGLISH BIKIN MELELEH DAN KALO LAGI MAIN GITAR BIKIN AKU PENGEN KURSUS GITAR AJA KE DIA DUH JISOO-YAAAAA!!
    Nice fic^^ Keep Writing!!

  9. Aku pegang kata – katamu Ji

    ok, bingung mau komen apa, gak usahlah ya
    jadi penasaran sama cerita yang castnya baekhyun itu, jangan2 gegara fic itu juga kamu ngefans baekki

  10. AHAHAHAHAAA, aku bingung antara mau senang atau sedih pas baca ini, kak >,< terlepas aku jadi baper /bukan karna tuliannya tapi karna note di bawahnya/ ^^ , tema kaya gini memang selalu bisa buat siapapun yang baca bakal baper, ahhahaa

    tema mengejar mimpi kemudian meninggalkan seorang gadis yang akan menunggu mereka seperti orang gila /ini lebih tepat dibilang sub tema daripada tema/ selalu juara sih buat aku pribadi. percaya ga percaya aku punya cerita dengan latar belkang gini lebih dar lima ((aku gatau aku harus bangga apa enggak)) tapi entah kenapa tiap nulis dengan tema kaya gini lebih cepat keluar idenya, atau mungkin pengaruh cast-nya juga lah yaa, hahahaa

    and, damn bisa romantis lucu gini, aku kan sukaa kak dir❤. aku paling payah buat scene romantis yang jatuhnya romantis bukannya menjijikkan /aku lebih sering jatuh ke 'menjijikkannya', kak hahaha/ apalagi bagian menahan tangisan, aduhhh, juara deh🙂 iya kalau jisoo-nya balik kalau enggak kan genrenya jadi angst, hahhaaaa

    ^^

  11. Oh My Josh!! Ini lagi satu bias wrecker (kayaknya emang anak seventeen semua bias wrecker deh)
    seriously josh? Kamu itu emang suka bikin baper kalo di ff apalagi kalo yg nulis ffnya kak dir hahaha

  12. Duh silent reader *gelungbalikselimut*…. Hihi😁😁 gajadi ko beneran dehh.. Hadahh lagian ane kudet bett ga ksini ktinggalan banyak.. Pengennya baca smuaaa, kolom terakhir komen baru dah bikin chapter hahayy aww selalu cinta sama critanya, sama kaka nya juga. *kakakjisoomaksudnya*😘😘😘😝😝😝 keep up! Keren!

  13. Hai Kak Dira🙂 ini pertama kalinya aku berani komen di blog kakak. aku sebenernya udah lama tau sama blog Fanfic ‘Hangukffindo’ dan itu berkat rekomendasi temen. ya belum lama juga sih. dan maaf, selama ini aku jadi silent reader hihi. maapkeun.
    menurut aku ff kakak itu simple tapi ah gimana ya, pokoknya bikin pembaca nya itu gak mikir berat gitu. kenapa gak jadi penulis aja kak? eemm maksud aku jadi Penulis Novel gitu. aku ngefans sama kakak. semua fanfic kakak aku suka. ya belum baca semua sih hehe..
    pokoknya ff kak dira keren dan keep writing ya kak^^ fighting!!

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s