Posted in 13 Days with Seventeen, Fanfiction, Fluff, Romance

[Day 7] Escape

1452392232933[1]

Cast: S.Coups (Seung Cheol) x OC’s Arra ▲ Genre: Romance, Fluff ▲ Length: 1080wc ▲ Rating: PG

Soundtrack: Owl City – Deer In The Headlights

Summary:

Gadis itu ingin berlari.

Gadis itu butuh bantuannya.

 

 

Gadis itu ingin berlari.

Gadis itu butuh bantuannya.

Dari gerak-geriknya, Seung Cheol tahu Arra tak suka berdiri di belakang mesin kasir. Seragamnya tampak kumal dan topinya sedikit miring. Rambut kuncir kudanya melorot setiap kali dia bergerak. Setelah 5 jam berdiri, Arra kelihatan siap berubah menjadi Hulk kapan saja. Apalagi ketika ada satu pelanggan menyebalkan yang protes dan membuat harinya semakin rusak.

“Aku lihat harga deterjen ini dua ribu won, kenapa sekarang jadi lima ribu won?”

“Anda mungkin salah melihat label harganya—“

“Hei, gadis muda! Apa aku terlihat sangat tua bagimu, huh?” Wanita paruh baya itu berkata sambil membetulkan tatanan rambutnya yang tampak seperti baru keluar dari salon. “Aku tidak mungkin salah melihatnya!”

Arra tersenyum, meskipun Seung Cheol melihat dia berusaha mati-matian membentuk senyuman tersebut. “Kalau Anda perbolehkan, aku akan mengecek label harga di rak untuk memastikan—“

Aish! Tidak perlu!” bentaknya kasar. Dia memberikan uangnya dan bersumpah tak akan pernah mau berbelanja di swalayan itu lagi.

Seung Cheol menonton ‘drama’ itu dari antrean paling belakang. Saat tiba baginya untuk membayar, dia menyerahkan Pringles itu pada Arra, mendengar sekelebat helaan napas beratnya.

“Harganya tiga ribu won. Aku sudah memastikannya tadi,” ujar pemuda itu dan kali ini Arra benar-benar tersenyum.

“Hari yang melelahkan, huh?” kata Seung Cheol lagi.

“Yeah, begitulah.”

Yeah, begitulah. Gadis itu selalu begitu sabar, bahkan jawabannya terdengar tenang. Seung Cheol mengenalnya dua minggu lalu, terpana akan kecantikannya atau sikap ramahnya terhadap pelanggan, dia tidak peduli, yang jelas Seung Cheol sudah pasti jatuh cinta padanya. Lalu itu menjadi kebiasaan yang selalu berulang setiap harinya; datang ke swalayan itu dan membeli…apa saja, entah sabun, entah shampo, kadang telur, kadang juga wortel—barang-barang yang sebenarnya tidak Seung Cheol perlukan tapi dia perlu bertemu Arra.

Dia perlu bertemu Arra agar tetap waras. Dunia mahasiswa tingkat akhir memang mampu menaruh orang di ambang kegilaan.

Dan satu lagi tentang Arra yang Seung Cheol paling sukai: dia superrrr perhatian. Inilah yang terkadang tak Seung Cheol temukan dalam diri perempuan mana pun. Maksudnya, perhatian yang Arra berikan bukan satu yang palsu; bukan sesuatu yang dibuat-buat. Itu memang sudah melekat dalam dirinya.

Contoh nyatanya adalah hari ini. Saat mendengar Seung Cheol batuk, Arra menghentikan aktivitasnya sebelum dia memasukkan Pringles itu ke dalam kantung plastik. “Kau batuk?”

“Huh? Apa?” Choi Seung Cheol, fokus!

Arra menaikkan sebelah alisnya. “Kau batuk. Suaramu serak.”

“Eumm, ya…?” Apa dia mau bilang bahwa suaraku seksi atau—

Dan kau mau makan Pringles?!” tanya gadis itu seolah-olah Seung Cheol sudah terlalu frustasi dengan skripsinya dan berakhir mau minum obat pembasmi hama.

“Er, ya…?” apa ini aneh? Apa Arra pikir aku orang aneh karena makan Pringles?

Arra menggelengkan kepala, lalu membatalkan transaksinya. Pringles itu dia letakkan di keranjang terpisah. Hei! Seung Cheol tidak mengerti.

“Obat batuk ada di counter nomor empat. Silakan kembali lagi jika kau menemukan obat yang cocok untukmu.”

“O-obat batuk?” Well, obat batuk tidak ada di list-belanja-harian-Seung-Cheol-demi-bertemu-Arra. Batuk bukan hal yang perlu diantisipasi karena hal itu jarang terjadi padanya. Tapi kalau jatuh cinta, mungkin apa pun bisa terjadi.

Pemuda itu berjalan ke counter nomor 4 dengan langkah gamang dan pikiran yang melayang-layang.

Jatuh cinta tidak pernah seindah ini.

.

.

Keesokannya, Seung Cheol menemukan gadis itu dalam kondisi yang sama seperti hari-hari sebelumnya. Dan…

Seung Cheol pikir gadis itu ingin berlari.

Seung Cheol pikir gadis itu butuh bantuannya.

Jadi…yeah,  Seung Cheol melakukan yang memang seharusnya dia lakukan sejak pertama kali bertemu dengan Arra. Dia menyempatkan diri menonton beberapa film aksi (sebagai referrensi tentu saja) yang menyediakan misi pelarian yang, menurutnya, sangat keren. Eumm, walaupun dia tidak punya mobil layaknya James Bond, tapi vespa kesayangannya mungkin bisa jadi alat melarikan diri paling dahsyat.

Hari ini swalayannya tidak terlalu ramai akan pengunjung, namun ‘drama’ tetap terjadi. Drama itu diperankan oleh seorang remaja perempuan yang marah-marah karena Arra menolak memberikan rokok padanya. Arra tahu anak itu tidak membeli rokok untuk ayahnya, gadis itu pasti sedang mencoba menipunya.

“Berikan rokoknya! Aku sudah bilang itu untuk ayahku!”

Arra mengabaikannya.

“Kau benar-benar menyebalkan! Aku akan melaporkan ini pada manajermu!” jeritnya keras-keras.

Mendengarnya saja, Seung Cheol tidak tahan. Dia menjatuhkan keranjang belanjanya yang hanya berisi pasta gigi dan menyeruak antrean di depannya, tanpa memedulikan protes keras dari orang-orang.

“Yah! Apa yang kau lakukan?!”

“Apa kau gila?!”

“Hei, antre yang benar!”

Seung Cheol tidak peduli karena jika dia membiarkan Arra berdiri di sana lebih lama, mungkin dia akan ikut meledak bersamanya menjadi keping-keping amarah yang membara. Pemuda itu pun meluncurkan aksinya dengan menarik tangan Arra cukup kuat, namun penuh makna dan kelembutan yang dia harap Arra rasakan.

“Seung Cheol, apa—“

“Diamlah dan ikut aku.”

Arra tidak menolak. Seung Cheol terus menggenggam tangannya sampai akhirnya terpaksa berlari ketika sang manajer meneriaki si kasir-yang-melarikan-diri-dari-tugasnya agar kembali. Tanpa ragu, mereka berlari ke pintu keluar dan sesampainya di sana vespa milik Seung Cheol sudah menunggu.

“Pakai ini,” ujar Seung Cheol, menyerahkan satu helm untuk Arra dan satu helm untuk dirinya sendiri.

Vespa yang diparkirkan tepat di depan pintu keluar.

Dua helm.

Apa ini—

“Kau sudah merencanakan ini?” tanya Arra perlahan.

Seung Cheol membantunya memakai helm dan tersenyum, “Aku mau membawamu kabur dari tempat menyebalkan itu. Apa kau keberatan?”

“Hei! Kembali kau!”

Sang Manajer toko ternyata tak menyerah juga. Mukanya merah padam mirip tomat matang. Arra pun memutuskan untuk melepas semuanya. Dia telah menunggu momen ini selama berbulan-bulan lamanya. Dia menyadari kesempatan kali ini datang bersama Seung Cheol dan melepaskannya adalah gila. Hidup ini harus dipenuhi dengan petualangan tak terduga.

“Keberatan? Apa kau gila?! Tentu saja aku akan pergi bersamamu!” ujar Arra kepalang bersemangat. Dia segera menduduki kursi penumpang dan melingkarkan tangannya di pinggang Seung Cheol.

“Kau siap?” seru Seung Cheol, mulai menyalakan vespanya. Arra bisa menghirup aroma kebebasan.

“Aku siap!”

Kemudian mereka pergi. Arra mengaku belum pernah mengecap rasa kebebasan sebelum Seung Cheol datang dan menyelamatkannya. Gadis itu bertanya dalam hati: ke mana saja kau selama ini?

.

.

.

Seminggu kemudian.

 

“Kau harus bertanggung jawab, Seung Cheol.”

“Ya?”

“Carikan aku pekerjaan lagi. Aku tak mungkin menganggur selamanya!”

Pelarian mereka hari itu sukses berat. Konsekuensinya diterima dengan lapang dada. Arra resmi menjadi pengangguran dan dia minta pertanggung jawaban lelaki itu.

Seung Cheol nyengir. Dia benar-benar mengabaikan status pengangguran yang melekat di dahi Arra, karena hari ini dia sangat menikmati harinya. Sabtu malam, dua tiket bioskop, dan satu bucket popcorn extra butter. Sempurna.

Dia merengkuh tubuh Arra mendekat, iklan-iklan di bioskop menciptakan sinaran warna-warni yang menari-nari di permukaan wajah Arra. Cantik, indah, polos. Seung Cheol terlihat seperti hendak mencium Arra (eww, klise sekali!), namun sesungguhnya dia hanya ingin membisikkan sesuatu. Gadis itu perlu mendengar perkataannya kali ini. Sumpah, ini sangat serius.

“Kau bisa mencoba bekerja menjadi pacarku. Aku rasa itu awalan yang bagus untuk karirmu.”

Arra tertawa sambil mendorong Seung Cheol menjauh. Dia rasa ada sesuatu yang rusak dalam kepala pemuda itu. Skripsi jelas telah membuatnya setengah gila, setengah waras, dan…sepenuhnya jatuh cinta.

 

Bekerja jadi pacar Seung Cheol?

 

Yeah, mungkin itu patut dicoba.

 

 

a/n :

mau dong kerja jadi pacar kamu. Kayaknya menyenangkan deh ((KAYAKNYA)) ((MENYENANGKAN)) *gak santai* xD

Selamat debut leader!!!

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

43 thoughts on “[Day 7] Escape

  1. WEH KAK, AKU MILIH NOLAK TIDUR DEMI MELENGKAPI SERIES INI (gak nyante)
    Wadu kak, kumau juga di ajak lari sama mas lider dan bekerja jadi pacarnya juga kuterima (meski konsekuensinya aku bakal di sepak joshua) :3333
    Kenapa sih kak, tulisanmu suka bikinku baper? Ha, kenapa kak? KENAPA KAK DIRA, KENAPA? (geplak aja kak)
    Jadi kak, sebelumnya perkenalkan. Aku echaa garis 00 (yang sebenernya udah pernah mengenalkan diri di fic-fic kakak yang lama, dan pastinya juga jarang ikut komen gegara susah nyempetin waktu buat menjamahi blog orang) (curcol aja kak, muup) dan aku adalah korban kesepuluh juta yang berhasil dibuat terombang ambing dengan fic khas buatanmu kak. Okelah kak dira, mumpung lagi wenaque buat menjamahi blogmu, ijinkan diri ini menyampahi notifmu bwehehehehe😆😆

    1. YAAMPUN JANGAN BEGITU DONG ENTAR AKU DIDEMO ORANGTUA MURID HAHAHAHAHA

      tapi sebelumnya makasih loh udah menyempatkan diri heuheu aku terhura-hura :”)

      kita udah kenalan bukaaaaannya ya chaaa?? heuheu

      ((korban kesepuluh juta)) ((oke nak kamu berlebihan)) hahahaha

      pokoknya makasih udah baca dan komen🙂 hehe

  2. /Kayak yang lalu-lalu, komenku nyampah doang ini wkwk./
    /Ya emang Je gajago komen jagonya ngerusuh doang:” /

    Dear Kak Seungcheol, aku juga mau diajak kabur besok pas sekolah, atau dari upacara mulai juga nggak masalah. Bawa lari ke pelaminan, nggak apa-apa. /dijiwir Jungkook/
    Oh iya Kak Dira, aku nunggu Mr. 10:10 Kaaak wkwkwkwk /plak/ lalu aku belum baca yang lainnya, pokoknya kalau sempet mampir, aku pasti ngerusuh lagi ~(*0*~) mangatseu Kak! xD

    Je❤

    1. ya ampun hahahaha gak nyampah laaah sumpah wkwkwkw

      mendingan kamu diajak kabur pas upacara ajalah, itu momen di sekolah yang paling melelahkan /ngajarin gabener /ditendang para orangtua murid hahaha

      yehey! mampir-mampir lagi ya kalo berminat sist! ((lah dikira olshop))
      makasih udah baca dan komen🙂

  3. dedeq juga mau dong bang cheoolllll. gimana ya rasanya diajak kabur(dari dunia yang kejam yang penuh dengan tugas sekolah yang laknat ini) pake vespa dibomcengin akang sengcol……………….

  4. KOCAK KOCAK KOCAK😀
    cieee kangmas, kenalan sama mbak-mbak minimarket cieee :3
    aku kira si Seungcheol kenal Arra dari nametag yg dipake di seragam doang. eh ternyata mereka ‘kenalan’ secara harfiah ya😄

    dan aku selalu ngga tahan kalo nemu fenfik dimana Seungcheol jadi cheesy, suka ngegombal, dan uh… gitu deh pokoknya .-. gatau kenapa…
    TAPI AKU MAU DEH NGELAMAR JADI PACARNYA KAMU, MAS. SERIUS. DENGAN SENANG HATI. TAPI GAJI AKU DENGAN CINTAMU YA, MAS ;;-;; HAHAHAHAHA
    ((digeplak satu-satu sama deretan bias))

    hah, aku gatau mau komen apa lagi. aku bingung. karena terlalu speechless. speechless Seungcheol diginiin sama Kak Dira(?). hahahaha
    yang jelas Kak Dira sukses lagi bikin aku (makin) jatuh cinta dadakan sama main cast cowok di sini :3 uwww~~

    see you soon, Kak Dira ^^

    1. ehehehehe MAKASIH BANYAK YA AMPUN AKU TERHURA SETIAP KALI NGELIAT KOMENMU KAYAK…hufth…entahlah, seperti pembangkit listrik hahaha makasih ya shaaaaay udah baca dan komen hehehe🙂

      1. Aaaaaa, komenanku dibales sama Kak Dira *-*
        Wkwk iya kak, sama-sama ^^
        Duh senengnya dibilang udah ngasih suntikan semangat 💕 hahahaha

        Sip deh! Ditunggu koleksi yg lainnya ya, Kak Dir😉

  5. Bekerja sebagai pacar, oke, patut dicoba itu, kayanya sesuatu, hahaha. Telat again komennya, gak papa lah ya. Next day ditunggu. Kaya biasa, no typo, bahasanya gak ribet, tetep lanjut! Semangat Kak! #so kenal banget nih orang -_-

  6. Aku histeris sendiri liat ini di timeline. Kek ‘demi apa sekarang bagian Seungcheol?’ trus teriak2 gajelas saking senengnya. Lebay emang, tapi dari awal series ini dimulai aku nunggu banget yang cast-nya Seungcheol (secara dia ub-ku hehe) dan hasilnya sama sekali ga mengecewakan(‘: Suka banget kak, fluff sekali menurutku. Ga sia-sia penantianku selama ini HAHAHA

    Akhir kata, semangat terus ya Kak Diraaa!

  7. Kenapa aku suka banget baca fanfic Seungcheol dimana dia jadi anak rusuh alias anak gak bener .-.
    AING JUGA MAU MAZZ DIBAWA KABOR DARI SEKOLAH, MAZ COUP YANG DATENG KE KELASKU DAN TARIK TANGANKU MAZ, BAWA AKU KELUAR DARI SANA! /maaf rusuh-,-/
    Yah, pokoknya aku suka fic ini dan aku suka coups juga :* :* >< *inget si mingyu yang nunggu di rumah Sil, inget!*
    Nice fic, keep writing, Kak Dira ^o^

    1. Hahahaha makasih bangeeeet udah baca dan komen yaaa Sisil (is it right?)

      hayo, hayo daftar dulu ya kalo mau jadi pacarnya Seungcheol. Kudu bersabar soalnya ada ribuan yang ngantre hahahaha xD

  8. KAK DIRAAAAAAAAA!!!

    aku bisa apa coba di saat kepala pening dengan semua soal hitungan yang memuakkan terus refres otak bentar baca ini❤ ihh, aku senyum-senyum sendiri kaya orang gila ((dan kayaknya beneran gila karena seungcheol)) aku sukaaaaaa❤

    ketawa mati waktu baca ini,
    Dia perlu bertemu Arra agar tetap waras. Dunia mahasiswa tingkat akhir memang mampu menaruh orang di ambang kegilaan.
    aduh, aku yang belum tingkat akhir aja udah sesak napas gimana kalau mau tingkat akhir. yah
    kecuali kalau aku berakhir kaya arra, ketemu mas-mas ganteng di supermarket terus ajak nikahan
    ((kayaknya))
    ((aku udah beneran gak waras gara-gara baca ini, kak dir :D)

    udah ah, aku gatau mau bilang apa lagi. derita hidup sekali baca ini padahal wa mau ujian nanti siang ditambah lagi baca fic bias ane. ga lucu kan nanti aku jawab soal ujian pakai jawaban aku-bosan-kuliah-maunya-dilamar-seungcheol-aja-tanda seru-
    daripada aku semakin ngawur, mari akhiri disini, pokoknya aku sukaaaaa ini, kak dir❤

    me loves you🙂

  9. Aku mau kerja jadi pacar kau sekopppp
    Duh scoupseeeee bias wrecker kedua setelah junhuii yang buat hati dd meleleh leleh tiap liat dia senyum2 hahahaha
    Scoups a.k.a seungchol a,k,a babeh a.k.a kembaran irwansyah(?) telah membuktikan bahwa gak perlu tinggi buat jadi biasku wkwkwk peace :v

  10. Mau dong ‘bekerja’ jadi pacar Seung Chol #DibunuhMingyu😄
    Emang deh tahap” mau skripsi itu rada” membuat orang jadi gila…
    Pengen lari yg jauh tapi skripsi ny piye hahahaha

  11. HUWWAAAAAAAAA AKU GAGAL POKUSSSS…. >.<
    semua pada komen pada pengen kek si Arra, bisa diajak kabur sama si lider sepentin, dan alih kerja jadi pacarnya…mmmmhhh memang tawaran yg sangat menggoda, tapi….
    bagiku, aku pengen juga ada orang yg narik aku dari kerjaanku sekarang *lah?!! curcol? mampuss!!*
    udah gitu aja, soalnya inti cerita ini kan soal itu, jadinya kebawa sama dunyat aku sendiri…:" *duh! mengedihkan gak sih*

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s