Posted in 13 Days with Seventeen, Fanfiction, Friendship, Hurt/Comfort, Romance

[Day 6] Leave

wp-1452356891336.png

Cast: Woozi x You▲ Genre: Friendship, Hurt/Comfort, Romance ▲ Length: 568wc ▲ Rating: PG

Soundtrack: Ed Sheeran – Wake Me Up

Summary:

Kadang, jatuh cinta nampak seperti sebuah misteri yang tak punya banyak cara untuk menjawab tanyaku.

Di luar hujan deras. Suara ketukan air di atas jalan raya yang tak bernada teredam dengan sangat sempurna. Tak satu pun dari mereka mampu menembus lapisan dinding dan jendela yang membatasi kami. Mereka ribut sendiri di luar sana.

Nampaknya langit sangat sedih hari ini. Atas beberapa alasan dia menangis dan menumpahkan seluruh kesedihannya ke atas bumi. Keras dan berlangsung sangat lama. Kira-kira apa alasan di baliknya? Semua orang pasti mau tahu.

Tapi aku tidak.

Sementara langitnya menangis, Woozi malah sakit. Sudah dua hari belakangan ini dia demam. Kini waktunya untuk belajar di kampus kesayangan tersita oleh jadwal tidur yang mustahil diabaikan. Woozi tertidur di atas tumpukan bantal serta lapisan selimut setelah mencobanya beberapa saat yang lalu.

Aku berada di dorm-nya, duduk di kursi terdekat dengan tempat tidurnya sembari diam-diam mencuri kehangatan yang menguar dari tubuhnya. Detik-detik di mana Woozi mulai menyerahkan segala rasa sakit dan peningnya pada fase awal tidur adalah salah satu scene terbaik. Matanya terpejam, deru napasnya terdengar berirama menyaingi ketukan lembut jarum jam di dinding. Walaupun begitu, aku tetap takut. Demamnya tak mau turun, menetap pada angka 39 derajat celcius.

Aku harap ada seseorang yang bersedia menyeka air mata langit. Buatlah dia berhenti menangis, kumohon. Demam Woozi sulit turun jika cuaca tetap bersikeras begini terus. Aku juga tak hentinya merapal doa demi doa, menyebut namanya berulang kali agar Tuhan mendengarku. Woozi benci terlihat lemah, dia bilang: “Aku benci membuatmu terpaksa menemaniku di sini. Maaf ya.”

Tapi lalu aku berpikir dia pantas mendapatkannya. Dia pantas sakit. Apa yang sebenarnya sedang kulakukan di sini? Seharusnya diri ini berada di sudut kampus dan membaca buku pelajaranku, mengerjakan beberapa tugas yang menumpuk, dan mencari kesibukan lain selain memandangi orang yang tak pernah memberi mata padaku. Aku seharusnya menerima takdir selain ini. Sumpah. Aku tak seharusnya menemani seseorang yang sakit karena berusaha menumpulkan rasa rindunya pada gadis lain.

Aku tahu kau merindukan rumah, Woozi. Terlebih lagi kau merindukan ‘dia’.

Kadang aku berpikir, apa sebenarnya permainan yang tengah dipermainkan alam semesta. Seperti, kenapa kau harus jadi pihak ketiga ketika kau bisa menjadi pihak kedua; kenapa kau punya hati sekuat baja menyikapi semua yang terjadi; kenapa mulutmu terkatup rapat dikala kau merasa tak pernah siap untuk menerima konsekuensinya.

Kadang, jatuh cinta nampak seperti sebuah misteri yang tak punya banyak cara untuk menjawab tanyaku. Kata ‘mencintaimu’ bermakna pahit seperti orang lupa membubuhi gula dalam minumannya, garam dalam makanannya, cat pada dinding kosong yang menanti. Aku menyerah.

Aku tak bisa menetap lebih lama lagi, maka kutinggalkan sebuah pesan singkat berisi: “Woozi, ada sup di dapur. Minum obatmu setelah makan, dan istirahatlah sebanyak mungkin. Get well very soon.

Tak hanya itu, aku juga meninggalkan sebuah kecupan ringan tepat di dahinya yang terbakar demam. Rasanya…rasanya seperti mencium matahari di musim semi; hangat namun mustahil dimiliki selamanya.

“Aku pergi,” bisikku sekali lagi di ceruk telinganya. “Berjanjilah kau akan sehat besok.”

Woozi bukan orang yang sering mengumbar janji. Menurutnya, sekali orang berjanji dan mengingkarinya, tak akan ada yang percaya padanya lagi. Jadi, dia tidak berjanji padaku. Dia tidak berjanji akan mengembalikan perasaanku, dia tidak berjanji akan sembuh besok. Hanya merespons dengan membuat beberapa guratan kecil di antara kedua alisnya dan kembali terlelap.

Langkah-langkah berat yang kubuat serta merta mengiringi kehancuran hati seorang perempuan. Anak-anak tangga tersebut jadi saksinya, betapa aku berharap Woozi dan seluruh kenangannya boleh tinggal di masa lalu serta menjadi sejarah. Aku nyaris tak menoleh lagi saat berlari keluar.

Hujan mengatakan bahwa aku boleh bergabung bersamanya.

a/n:

Selamat atas debutnya di Hangukffindo, kembarannya Suga aka Woozi-a!! \(^.^)/

Dan ini…for someone aja deh HAHAHAHAHHABHAY!

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

34 thoughts on “[Day 6] Leave

  1. KAK KOK POSTINGNYA MALEM TUMBEN?
    MAU TIDUR KAN GA JADI *plak*

    Kemaren baper sekarang baper lagi duheh ya mba tiap hari galau mulu *disepak*

    Aku jujur agak kurang paham ya tapi yang aku dapet intinya Wuji suka sama cewe trus ngasih perhatian ke dia tapi si cewe udah punya pacar? *karepmu bae lah Rin*

    Tapi pokoknya tetep sukaaaa dan tetep kece ala Dira~~

    SEMANGAT!! ❤❤

    1. HAHAHAHAHA DEK NARIN BISA SAJA NIH JANGAN BUKA KARTU DI SINI DOOOONG!!!😄

      hah? aku bahkan juga tak mengerti kenapa si cewek udah punya pacar seperti yang kamu deskripsikan ._.

      okelah tak apa. hahaha

      makasih udah baca dan komen yaaa riiiin🙂 :*

  2. Yah dibuat sakit hati.. huhu.. lagi ngarep fluffy” biar snyum” gaje uhh.. tp skli lagi aku terpesona.. dengan diksimu dir.. sbuah crta sdrhana bsa jadi tak sdrhana jika pnyampaiannya ciamik kayak punyamu huhu.. Ok bingit :V

  3. Oke, Kak, aku telat komen -_- Yang ini ngewakilin banget, serasa aku yang maen dan Woozi-nya itu “dia” #apasih. Gak tau harus komen apa, yang jelas aku suka tulisan Kakak, hampir perfect gitu, lancar gak kesandung gitu. Maaf dipostan kemarin belum sempet komen, HPnya nih ngajakin ribut mulu, kolom komentar gak ketampilin, tau ah sebel. Jadi pembaca tak terlihat kan jadinya -_- Heu, maaf Kak malah curhat, bukannya gak mau apresiasi🙂

    1. waduh jangan kesandung atuh entar kalo jatuh sakit hahahaha

      waah, ndak apa2. titipan like-nya sudah seperti berkah bagiku, apalagi kalo dikomenin hehehe

      makasih udah baca dan komen yaaa🙂

  4. sakiiiiit…sakiiiit……sakiitttt *plaaaak
    kenapa jatuh cinta dapat berubah menjadi semenyakitkan ini? TT
    yah jatuh cinta mungkin terasa manis, tapi kadang menjadi sangat pahit saat kau mengumpulkan cinta itu berlebihan dan tak ada yang membatasi. :’)
    Oke gue baper –“

  5. deh, ini fenfik kedua yg bikin aku baper setelah fenfiknya Jun ;;-;; hahaha
    ngga tau kenapa aku selalu baper sama kisah one sided love .-. /g

    oh… aku agaknya paham sih sama apa yg diceritakan di sini. jadi Uji ngga bisa move on gitu ya? dan si ‘aku’ ini sebenernya sayang sama Uji, sampe rela nemenin Uji yg lagi sakit meskipun seharusnya dia ada jadwal kelas; tapi si Uji ngga nyadar kalo ‘aku’ sayang dan peduli sama dia lebih dari sekedar temen ;;-;; hahaha
    DUH. INI BAPER, KAK DIR ;;;-;;;

    oke! untuk selanjutnya, aku nunggu edisi anak ayam yang lain :3 ((spesial sih buat Joshua sama Hoshi, HAHAHA))

    see you soon, Kak Dira!! (/^.^)/

    1. ngga tau kenapa aku selalu baper sama kisah one sided love…..

      aku juga sama di sini huhu makasih banyak loh diingatkan heuheu T_T

      iyap, kamu benar deee :”)

      anak ayam…heuheu kenapa aku jadi ketawa sendiri ngebayangin mereka jadi 13 anak ayam yang ciap ciap warna kuning itu hahaha

      see you soon deee, makasih banyak lho udah mampir hehehe🙂❤

      1. Hahahaha, soalnya aku orangnya baperan kak ._. Jadi ya gitu deh ;;-;; huhuw~

        Mereka selalu diidentikkan dengan anak ayam kak, jadi mulai sekarang aku terbiasa aja manggil mereka anak ayam :3 hahahaha (alasan macam apa ini…)

        Sip kak! Sama-sama 💕

  6. Rasanya seperti mencium matahari musim semi, hangat namun mustahil dimiliki selamanya.
    Kalimat itu kok membekas ya di hati? pas baca langsung ‘waaaduuuuhh bikin baper nih kalimat’
    Blog nya Kak Dira full seventeen yah? Aku jadi kesemsem /eh/ soalnya aku lagi gandrung sama mereka ><
    Fic nya sedih, jadi keinget aku yang dulu (sekarang gk gitu lagi, udah bebas)
    Nice^^ Keep Writing!!

  7. Wadu aku nyesek
    Wadu aku baper
    Wadu fic nya dahsyat
    Wadu kata-katanya ngejleb
    Wadu wadu wadu dan segala macam wadu, perlukah kuketik di sini, kak?:3 (gausah chak, nyampah tau ga)

    Aduh kak dira, kenapa ini kok sukses (selalu) bikin aku terombang-ambing dalam gejolak yang sulit di definisikan? (lebay najis)
    Imi ficnya…..ah, aku sulit berkata-kata kak. Singkat, tapi…ngjleb nya itu yaampun, fiksimu luar byazaaaa kak diraaa💞

    Aku padamu kak dira zenpay💞

  8. one sided love! heuheueheuu, masa iya pag-pagi gini aku udah baperan aja /sekaligus melupakan sejenak kalau hari ini aku uas/😀

    kenapa dengan wajah seimut itu ceritanya malah sedih menyayat hati gitu kak dir? yah walaupun kisah one sided love itu memang selalu membawa luka, sih hahahaha

    aku mau baca yang lain lagi yaaa, kak dir🙂
    Semangat!!!

    1. waaaaa jangan baper dong Vaaan hehehehe

      heuu abisnya woozi kan mukanya angst gitu hahaha (enggak sih dia lebih ke imut tapi sifatnya nyeremin hahaha)

      makasih udah baca dan komeeeen Vaaan!❤

  9. Hai Kak Dir, kemaren agak sibuk jadi baru baca sekarang. KOK WOOZI ANGST BANGET INI??! aku gak bisa komen diksi. terlalu enak dibaca dan diresapi. Jadi Woozi ini udah punya “dia” yg lain. tapi, yg si cewek ini suka sama Woozi. haduhhh, angst banget. tapi bagussssss.

  10. Jadi ini intinya aku suka sma Woozi tapi Woozi suka cewe lain ya?
    Kenapa gak noleh ke aku aja? T.T
    Suka bgt sma kalimat “rasanya seperti mencium matahari di musim semi; hangat namun mustahil dimiliki selamanya”

    Mencintai seseorang yg gak pernah melihatmu terlalu menyakitkan #eakkk … ini mah aku banget kayanya😄
    Kak, ini kurang panjang beneran deh. Jadi galau akunya hahahhaha

  11. aku sudah peringatin kamu loh kak kalau aku bakal ngisi notif kamu ._.
    aku sudah masuk ke pembaca terlihat kan?? ehehehe
    INI ONE SIDED LOVE YA,
    BAPER LAGI KAN
    /jongkok diujung kamar/
    uji tega ya :’ peka dong, dipikir enak nunggu tanpa kepastian._. rasanya bagai hidup di dunia kelabu tahu -.-

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s