Posted in EXO, Fanfiction, Friendship, Hurt/Comfort, Romance

Say You Will (Promise Me)

wpid-1442905098760.jpg

Cast(s): Seulgi [Red Velvet] & Kai [EXO-K] ▲ Genre: Friendship, Romance, Fluff ▲ Duration: > 1000wc ▲ Rating: PG-15

Soundtrack: Train – Marry Me

Summary:

Malam ini dia menyerah akan Soojung dan memutuskan berlari bersama Seulgi.

 

Jongin tidak mengenal kata menyerah, namun malam ini dia sangat akrab dengan kata itu.

Ternyata tak semudah itu mendapatkannya; tak segampang saat Jongin menari di atas panggung dan meluluh lantakkan ribuan hati para gadis. Tak semudah itu juga menaklukannya, Jongin merasa selama ini dia sedang berusaha memacari tembok super tebal yang tak akan pernah mengatakan ‘ya’ atas ajakan kencannya.

Malam ini dia menyerah akan Soojung dan memutuskan berlari bersama Seulgi temannya.

“Jadi kau menyerah?” tanya Seulgi mencomot ceri dari cocktail-nya. Mati mereka jika sang manajer tahu ke mana mereka pergi, apa yang mereka minum, apa yang selama ini Jongin rasakan terhadap Soojung. Alhasil, Seulgi harus pintar-pintar membual. Untung saja bar ini sepi dari pengunjung. “Setelah empat tahun? Seriously?”

“Bukan aku yang memutuskan untuk menyerah. Kondisi yang memaksaku.”

“Cih, kau belajar dari mana kalimat bijaksana seperti itu, huh?”

“Tidak penting.”

Seulgi tertawa meskipun dia tahu persis tak ada yang lucu. Ditambah Jongin terlihat menderita. Di bawah temaram lampu bar ini, Jongin memandang nanar gelas birnya. Tersorot kesedihan mendalam, luka yang tertoreh adalah salah satu jenis yang mematikan, maka itu Seulgi berada di sana bersamanya. Terkadang cinta membuat orang jadi super bodoh. Jongin bodoh, lalu dia sedang sakit hati. Seulgi takut temannya itu mengakhiri hidup dengan cara yang sama sekali tidak pintar.

“Jangan sedih,” Seulgi merangkulnya prihatin. “Well, Soojung—“

“Oh, please, jangan sebut nama itu dulu,” Jongin mengibas-ibaskan tangannya. “Aku merasa ada yang terbakar setiap kali mendengar namanya. Jadi, jangan sebut dulu.”

Jeez, lelaki memang berlebihan. “Jadi aku menyebut namanya nanti—setelah semuanya membaik, begitu?”

Dengan polosnya Jongi mengangguk. Ugh, Seulgi hanya bisa memutar kedua bola matanya. Sungguh, pesona seorang Jung Soojung telah membutakan setiap mata. Apa yang gadis itu punyai? Rambut panjang, tubuh indah, wajah cantik, kaki jenjang, mata yang mengerling jenaka setiap kali berbicara. Yeah, pantas saja sih Jongin jatuh cinta padanya. Namun, empat tahun mengejarnya tanpa mendapatkan respon terasa sedikit keterlaluan.

Jongin tak seharusnya berlari sedemikian lama. Itulah yang Seulgi tidak terima. Sebagai teman, hanya ini yang bisa dia lakukan; menemani Jongin dalam kebisuannya akan kata-kata. Sayup-sayup terdengar lantunan lagu Marry Me milik Train. Begitu mendayu-dayu, tidak cocok dengan suasana hati Jongin.

“Aku tidak mengerti…” gumam lelaki itu menyisir rambutnya ke belakang, membiarkan jemarinya tertahan di sana. “Empat tahun—God, empat tahun! Semuanya terasa sia-sia.”

“Hei, hei, hei,” Seulgi menarik tangannya dan meletakkannya di meja seperti sedia kala. “Empat tahun juga merupakan masa menjadi trainee, apa kau pernah menyerah, apa pernah terpikirkan untuk berhenti walaupun semuanya sulit dilakukan? Tidak, Jong. So stop it. Just shut up. Drink your beer or eat this.

Seulgi tidak tahan. Dia menyumpalkan ceri ke mulut Jongin dan memaksanya untuk mengunyah. Jongin menurut, namun dia tak kunjung membaik. Buah ceri yang manis tidak dapat menawarkan hatinya yang masih sangat-sangat pahit.

“Apa yang salah dariku?” tanya Jongin lagi, kali ini lebih pelan dengan sedikit amarah bercampur di sana.

“Tidak ada yang salah denganmu, Jong.”

Lucu ya hidup ini, pikir Seulgi sembari menatap sebutir ceri menari di dasar gelasnya. Kau bisa saja menyalahkan ini itu dan berakhir menaruh beban terberat di pundakmu sendiri. Hari ini Jongin meletakkan terlalu banyak di bahunya, bahkan dia lupa membaginya dengan Seulgi yang jelas-jelas rela memberikan bahunya—entah untuknya meletakkan kepala atau beban tersebut.

Seulgi tidak membenci Soojung yang terlalu cantik itu.

Dia benci Soojung yang membawa pergi musim panas dari Jongin dan meninggalkan musim dingin tak berujung.

“Jongin.” Seulgi harap temannya itu tidak terlalu mabuk.

Jongin mengangkat kepalanya sedikit, dia menoleh dan matanya bertemu Seulgi. “Apa?”

Seulgi bukanlah teman yang punya segudang kata motivasi, dia juga tak pandai mengelus punggung Jongin guna meredakan rasa sakit itu. Tapi, setidaknya inilah yang bisa dia lakukan.

“Ayo berdansa.”

Belum sempat Jongin memberi jawaban ya atau tidak, Seulgi langsung menggamit tangannya.

“Seulgi-a, apa yang kau lakukan?!”

Lagu Train yang satu ini sepertinya punya durasi yang lebih panjang daripada lagu lainnya, atau itu hanya perasaan Seulgi?

Saat mereka sampai di tengah-tengah bar itu, mereka terlihat biru di bawah keremangan lampu dansa. Jongin tak punya waktu untuk protes, Seulgi dengan cepat menaruh tangan Jongin di pinggangnya dan melingkarkan kedua lengan di leher lelaki itu. Seulgi menutup mata, enggan menerima celotehan yang Jongin lontarkan.

“Seulgi, what the hell—“

Shut up, Jongin-a. Kau merusak lagunya.”

“Tapi—“

“Sst!”

Together can never be close enough for me

To feel like I am close enough to you

“Seulgi…” Jongin mulai merengek bagaikan anak kecil. Gadis itu malah semakin merapatkan tubuhnya sehingga Jongin bisa melihat setiap helai bulu mata yang dilapisi maskara. Seulgi begitu dekat, Jongin dapat membaui aroma manis—perpaduan antara parfumnya dan cocktail tadi. Seulgi begitu dekat, salah melangkah saja Jongin bisa menciumnya.

Seulgi terasa familiar, maka Jongin membiarkan jarak mereka tereliminasi begitu saja sehingga tanpa sadar, entah di bawah pengaruh alkohol atau tidak…bibir mereka bertemu di satu titik.

Sontak Seulgi membuka matanya, namun satu tangan Jongin terlanjur menahan kepalanya seakan-akan dia tahu Seulgi akan menolak ciuman itu.

Ini bukan pertama kalinya Seulgi mencium seseorang, hanya saja Jongin tidak berada di deretan ‘Orang-Orang Yang Pernah dan Akan Seulgi Cium’. Jongin bukan pencium yang baik, dia pun bukan pencium yang buruk; tekstur bibirnya kering, dia bergerak begitu perlahan, memiringkan kepalanya untuk memperdalam ciuman itu, membuat Seulgi kehilangan napasnya beberapa detik…namun sejumlah rasa tentu jelas terkecap di bibirnya; rasa kecewa, lelah, kesedihan, luka, dan sedikit bir, dan samar-samar tembakau.

Saat momen itu berhenti sejenak, sekedar untuk mengambil napas, Seulgi nyengir. “Dari mana kau dapatkan rokok itu, keparat?”

Jongin mengerutkan dahinya. Dia tidak ingat. “Kurasa Park Chanyeol yang menyodorkannya padaku.”

Liar.”

Jongin tersenyum.

Oh, akhirnya dia TERSENYUM.

Tak peduli kebohongan macam apa yang Seulgi terima semenjak Jongin sudah berjanji padanya waktu itu: aku tidak akan merokok lagi. Siapa peduli. Siapa yang cukup peduli ketika Jongin memiringkan kepalanya lagi dan menangkup bibir Seulgi. Tarian mereka berlangsung sedikit lama dari apa yang Seulgi harapkan. Tapi tak apa, Jongin mulai menyukainya. Kepalanya terkulai lemah di pundak gadis itu.

Promise me

You’ll always be

Happy by my side

 

“Jongin?”

“Yeah?”

“Berjanji padaku satu hal.”

“Aku Kim Jongin berjanji tidak akan merokok lagi—“

“Bukan itu, idiot.”

“Lalu?”

Jangan siksa hatimu sendiri. Tak ada yang bisa menjaganya selain dirimu seorang, bodoh. Berhenti jadi orang konyol dan melangkahlah. “Jangan minum terlalu banyak di situasi seperti ini. Tingkahmu aneh. Aku tidak mau membopongmu keluar dari sini karena kau mabuk. Kau berat tahu!”

Jongin mendengus.

Dan kau…menciumku, batin Seulgi.

I promise to

Sing to you

When all the music dies

Lagunya berhenti tepat jam satu dini hari. Mereka pulang naik taksi yang berbeda.

Jongin memandang langit gelap yang ramai akan bintang di atas sana. Seulgi melakukan hal yang serupa. Klise memang saat mereka menganggap hari ini berlalu dengan aneh, menimbulkan efek yang aneh, meninggalkan jejak perasaan yang aneh ketika menutup mata tiba-tiba sulit dilakukan.

***

Kyungsoo menemukan Jongin setengah melamun di dapur dorm mereka. Jam tiga dini hari.

“Tidak bisa tidur, huh?”

Jongin mengangguk.

“Kenapa?”

Jongin mengedikkan bahunya, “Entahlah.” Dia menghabiskan susunya dan menaruh gelas itu di tempat cucian.

“Rasanya seperti baru saja naksir seseorang.”

Kyungsoo tidak mengerti apa yang temannya itu katakan. Sebelum dia bertanya, Jongin sudah berlalu.

 

 

Now the weight has lifted

Love has surely shifted my way

THE END

a/n:

fanfic lama yang pernah di-post di aff ._.v

Ah kaiseul…

Say something, I’m giving up on you @KaiStal

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

33 thoughts on “Say You Will (Promise Me)

  1. Hiks, antara senang dan sedih. Entah kenapa kesan ceritanya begitu, atau memang begitu ya?
    Sebenarnya, diatas kenyataan Jongin menyerah atas Soojung aku masih berharap KaiStal tetap abadi dan tidak terusik. Tapi… terserah Jongin aja, aku cuman bakal denger ceritanya aja.
    Dan buat kak Dira… good… finally muncul lagi setelah (berapa hari ya?) bulak balik buka blog ini akhirnya ada yang baru. Thanks ya kak… wkwkw

    1. percayalah…aku juga berharap begitu (shipper semenjak 2012 dan tak mau karam) hahahaha
      iyaaa terima kasih juga ya udah baca dan komen hehehe
      ke depannya mungkin ada beberapa fanfic baru hehehe

  2. Huhuhu, kakak ini kok kaya sedih tapi nahan diri untuk nggak nyiper kai/seulgi. Seriusan.

    Tbh, masih (mau) bertahan sama kaistal. Sudahlah kak…. Ditunggu ya ff lainnya

  3. Hhuuaahah hahahahag… ini pasangan gak pernah Kepikiran sama aku.. tapi tampak nya aku bakal nge-ship-in mereka.. hahhagg…😄
    Akan kah.. jongseul ingi jonggi inseul (atau apalah nama ini pairing ) akan berlanjut? Entah lah.. hanya author yg tahu.. hahag..
    Abob nya manaaaaaa????? Apa gg bakal d lanjutin lagi? Aku rindu abob…

  4. Ini ff sedih kan ya, tapi baca percakapan2 kaiseul bikin ngakak wkwk. Suka banget pas Seulgi manggil Jongin idiot, aduuuh dua bias. Ya, kak Dira bikin penjelasan ciuman Jongin, bibir Jongin, dan segala tetek-bengeknya kayak kita yang baca jadi bener2 pernah cium bibir nyebelin itu, ugh. Oke, “Rasanya seperti baru saja naksir seseorang.”, itu Kyungsoo, ‘kan? Iya ‘kan, kak? Udah jujur aja pasti ujung2nya ff ini ff KaiSoo, HARUS! (#kaisooshipperyangtidakbisadigangugugat)

  5. mungkin soojung cuma nganggep kamu hoobae aja, jong, yang sabar ya! ;__;
    tapi iya sih, kok kai-seul rasanya….. cocok gimana gitu sih ya ? wkwk
    jadi ya, suka aja sih apalagi part kai bilang ke DO “rasanya seperti baru saja naksir seseorang” tuh jederrrr banget, mood nya langsung ganti, dari sedih jadi iseng ngetawain jongin wkwk
    keep writing~

  6. Mungkin harusnya Kai meraih Seulgi yg dkt drpd Krystal yg jauh?😀
    Ini sih judulnya cinta bersemi di lantai dansa saat ciuman pertama kita dimalam yang kelam saat aku menyerah mengejar cinta soojung..ahaha..abaikan plis..😄
    Btw,ff nya keren seperti biasa..hoho..

  7. yeaaaay dpet notif di email dan malem ini ga da bacaan.
    hehhee

    Suka kai yg janji buat engga ngerokok lg. but bukan itu maksud seulgi haha.
    laki bener dah kai ngerokok wkwkwk

  8. Pas liat castnya, aku langsung tereak tereak. Ya ampun. Aku belum bisa dibilang shipper mereka, tapi mereka lucu aja. Ampun deh kerasa banget feelsnya. Itu sifat jongin banget. Polos polos gampang tersakiti. Suka bgt sama fic ini. (Ya mungkin karna aku bukan kaistal shipper kali)

    Tapi emang semua ff kak dira memberi kebahagiaan❤

  9. omaigaatt kak dira balik bawa si jongong /peluk cium/
    pas diawal aku baca short summarynya, udah ngebatin kok kayaknya ini bakal ada pahit pahitnya gitu. dan pas baca, eh ternyata beneran u.u
    deuuh kok kristal disini berasa cewek nyebelin yang jual mahal abis gitu ya -_-
    btw aku tuh suka banget model friendship kayak kaiseul gitu. dari mulai seulgi yang gak bisa ngasih kata2 bijak buat sahabatnya tapi berusaha ngelakuin cara biar si jongong senyum lagi. sumpa deh kak dira, yang bagian kaiseul dansa itu manis banget >_<

    Udahlah bang kai mupon aja. kak dira bikin lagi dong kaiseul. aku seneng karakternya seulgi itu cewek cool gimana gitu(?) wkwkwkk
    keep writing!

  10. waw aku baru sadar. seulgi kai adalah salah satu perpaduan yang setimpal. seulgi yang pura-pura cuek padahal peduli dan kai yang ga ngerti kalo seulgi itu cuma pura-pura cuek.. wkwkwk aku jadi seneng seulgi x kai nih….

  11. KAK INI KAYAK SEMI CRACK SHIPPER dan huhuhu jangan pisahkan Kaistal aduh gue gaikhlas masa -_- sebenarnya sweet as always tapi ahh..

  12. AAAAAAAAAAAAAA~ kok akunya jadi malah envy siiiih >.< aku tak rela Jongin dengan siapapun :""( sebenernya sadar sih aku lagi baca ff apaan, tapi demi baca tulisan kak Dira (setelah sekian lama) + karena ada cast Jongin, diri ini tetep ngotot buat baca :") tapi ya itu… berakhir dengan hati ini yang-ugh! sulit buat digambarin #weleeeh

    itu.. aduh! aku selalu kelelep sama dialog buatan kak Dira, apalagi yg itu… soal Jongin berjanji buat ga merokok lagi sampe ke bawah~

    sama itu… aduu~ kenapa bibir Jongin pake dijelasin segala sih.. kan diri ini jadi baper *pose nglipet tangan sebel*

    tapi tak apa.. yg penting bisa baca ff kak Dira lagi yg terbaru :3

  13. it so good fics…!!!
    sebernernya lebih ngefeel sama kaistal sih tapi kaiseul juga ga kalah romantis, ya berkat jari lihaynya ka dira juga😀
    good job ka. Ditunggu ya fics yang selanjutnya😀

  14. hahahahha kakakkkkk.
    emang kopel ini udah banyak yg ngeship. belom sedapet kaistal sih feelnya… tapi entah kenapa yaaa yg pas dansa itu oke punya!
    mungkin ke depannya bisa ngeship mereka juga/? hahaha
    dan kocak seperti biasa kakdiiir. love yaaa!

  15. aku suka Kai-Seulgi tapi aku juga suka Kai-Krystal, jadi gimana dong .-. hahahaha

    tapi kalo lagi liat mereka masing-masing berdua terasa auranya beda deh, hahaha. efek feels pairing yang sudah terlanjur tercetak selama bertahun-tahun kayaknya, hm. tapi susah ngejelasin dimana perbedaannya .-. hahahaha
    intinya sih kalo Kai lagi sama Krystal mereka tuh keliatan kayak pasangan yg sama-sama diem, kalem, serius gitu-gitu ._. sedangkan kalo Kai lagi sama Seulgi tuh udah kayak temen lama aja haha, anaknya sama-sama diem tapi ngga seserius Kai-Krystal ((omonganku ini membingungkan sekali, tbh)).

    btw aku udah lamaaaa ngga baca fenfiknya Kak Dira. entah gara-gara aku yg udah lama ngga baca atau gimana, kok aku ngerasa tulisannya Kak Dira agak berbeda ya .-. hahahaha. TAPI AJAIBNYA FEELS-NYA TETEP SAMA!❤
    jago banget nulis fluffy things sampe kita yg baca jadi geregetan sendiri😄 hahahaha
    keep awesome, Kak Dir! *-*)/

  16. dikirain mereka bakal jadian begitu.. ehh ternyata cuma berakhir saling cium doang… aaakkk greget tau kak.. greget.. tapi aku gak maksa buat sekuel si.. gak kok.. enggak..

  17. enak banget ya lu kai, nyium2 anak gadis orang trus lupa seketika karna abis minum alkohol. seulginya ngerti pula keadaan mabuk lu itu. hohoho
    sebagai kaistal shipper, aku mengerti kegundahanmu dir. moment mereka kalo gak disetting fotoshoot gak bakal ada. hiks.. bahkan kristal ada moment tertawa dengan manis bareng junmyeon… bareng kai kapan kristal cantikkuuu

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s