Posted in BTS, Fanfiction, Friendship, Hurt/Comfort, Romance

[BTS] Three of Us

wpid-1433156654725.jpg

“Jean…”

“Apa?”

“Kau…ada di rumah.”

Uh huh.”

“Dan belum siap-siap?”

Yup.”

“Kenapa?!”

Hari ini hari Sabtu. Malamnya memang tidak secerah malam-malam sebelumnya, namun malam ini tentu lebih spesial dari malam-malam yang pernah mereka lewati. Prom night. Oh yeah.

Acaranya mulai tepat pukul tujuh di hall utama sekolah. Jimin dan dasi kupu-kupunya tampak menawan, ditambah balutan jas juga kemeja putih di baliknya. Rambut hitamnya diberi gel dan disisir ke samping. Park Jimin sungguh memikat malam ini. Semua gadis bisa-bisa bertekuk lutut dan memujanya. Bahkan Jean bisa membaui aroma parfumnya dari jendela kamarnya di lantai dua sementara sang sahabat berdiri di depan pagar rumahnya.

Tidak. Jean tidak siap untuk malam prom.

“Ayah tidak mengizinkanku,” jawab Jean selagi menggigit biskuit jahenya. Pukul tujuh kurang dua puluh menit dan piyama sudah melekat di tubuhnya.

“Bohong! Aku baru saja bertemu ayahmu dan dia juga bingung kenapa kau tidak pergi,” Jimin berseru kesal.

“Kalau begitu ibu. Ibu melarangku. Takut aku mabuk dan kehilangan kendali atas diriku sendiri. Kau ingat, aku satu-satunya anak di keluarga ini.”

What the hell,” umpat Jimin. “Ibumu adalah ibu paling liberal di dunia ini. Kau pergi ke ujung dunia pun dia akan membiarkanmu.”

Jean memutar kedua bola matanya, tahu semua ini tidak masuk akal. Dia juga tahu tak ada jalan untuk memenangi perdebatan ini. Jimin terlalu mengetahui dirinya, semuanya. Ugh, siapa sih yang menyuruh mereka berteman sejak umur empat tahun? Tentu saja bukan keinginan siapa-siapa. Itu takdir, kata ibu Jean.

“Oke, alasan terakhir. Kau tidak bisa menggugat yang satu ini,” kata Jean mengumumkan keras-keras. “Aku tidak pergi ke prom karena ada masalah perempuan. End of case, Park Jimin.”

Tidak. Tidak bisa berakhir begitu saja meskipun Jimin mengerti betul apa itu ‘masalah perempuan’.

“Apa kau kehabisan pembalut?” remaja berumur 17 tahun itu tidak malu saat menanyakannya. Biar saja semua orang mendengar. “Aku bisa membelikannya. Dammit, aku akan membelikan sepuluh jika kau mau, Jean!”

“Aku mengalami PMS, oke? Perutku berkontraksi parah dan rasanya sakit!”

“Kau bisa duduk sepanjang acara berlangsung dan—dan minum limun di meja,” Jimin masih bersikeras.

“Kau pemaksa, ya.”

“Kau banyak alasan, ya.”

Mereka saling memelototi satu sama lain. Jimin hampir menghancurkan tatanan rambut klimis era 70’an miliknya itu jika dia tidak ingat ada acara prom night yang begitu BERHARGA untuk dilewati. Sedangkan di jendela itu, Jean terlihat kesal oleh tingkah sahabatnya. PMS-nya telah berlalu. Iya, dia sedikit mendramatisir keadaannya, dan sayangnya, Jimin melihat itu di kedua matanya.

“Aku tidak pergi, Jim Jim,” ucap Jean menghela napas.

“Katakan alasannya.”

“PM—“

“Yang lain.”

Jean mengembuskan napasnya lagi. Oke, dia punya banyak alasan: rambutnya sedang tidak oke, diet kentang rebusnya gagal, dress prom-nya jadi sedikit sempit, ada dua jerawat di pipi kanannya, bekas jerawat minggu kemarin tidak berhasil hengkang dari dagunya. She’s such a mess, actually. Tapi dia memiliki pasangan dansa untuk prom nanti. Jadi…dia tidak terlalu hancur.

“Apa Rapmon—“

“Oh, tidak, tidak. Aku yang membatalkannya,” Jean buru-buru menyela. “Dia terdengar sedih ketika aku memberitahunya lewat telepon tadi siang. Tapi dia bilang dia akan mencari pasangan lainnya. Jadi, kurasa aku tidak terlalu merusak malam prom-nya, kan?” gadis itu menyelesaikan kalimatnya dengan sebuah cengiran. Jimin benci melihatnya.

“Kau benar-benar…”

“Brengsek? Iya, aku tahu. Tapi apa yang bisa kulakukan dan—hei!” Jean melirik jam dinding kamarnya. “Bukankah kau harus menjemput Lana?”

Jimin masih tidak mengerti. “Lana bisa menunggu. Justru kau—“

“Oh God, laki-laki macam apa yang membuat seorang gadis menunggu di malam prom? Kau pikir kau setampan James Dean, sampai-sampai Lana mau menunggumu?”

Kenapa kau harus membawa-bawa James Dean dan Lana sementara kita sedang berbicara tentangmu, pikir Jimin.

Lana—gadis kelas sebelah—bisa menunggu sampai kapan pun. Jimin tidak peduli. Lana bisa membencinya setelah ini karena Jimin tak mau menghabiskan malam prom tanpa sahabatnya. Memang, Jean sahabat terparah yang pernah Jimin miliki. Mungkin jika dia berjenis kelamin laki-laki, Jimin sudah pergi naik ke atas dan meninjunya. Sayang, Jean adalah perempuan dan dia sedang PMS, berdasarkan pengakuannya tadi.

“Jean…”

“Jimin…”

Mereka saling bertatapan, saling memohon untuk ‘Please, ikut acara prom night ini’ dan ‘Please, biarkan aku di rumah’.

“Oke.” Jimin yang pertama mengatakannya—seperti biasa, tentu. “Oke, kau boleh menghabiskan biskuit jahe kesukaanmu di rumah sambil nonton The Simpsons dan tidak pergi ke acara prom night. Terserah. Aku tidak peduli.”

“Bagaimana kau tahu aku akan menonton The Simpsons malam ini?” Jean terpukau.

“Seperti ada acara lain yang kau tonton selain kartun itu!”

Jean merasa lega saat mendengarnya. Dia tersenyum lebar hingga wajahnya sakit, jerawatnya ikut bersorak girang. “Thanks. Kau sungguh baik dan pengertian.”

“Ya, sama-sama.” Wow, dia terdengar tulus.

Jimin meninggalkan rumah Jean tepat di mana Lana meneleponnya 15 menit kemudian. Gadis itu tidak marah ketika Jimin mengatakan dia sedikmit terlambat, gadis itu juga tidak marah saat Jimin terlihat kurang semangat mengajaknya berdansa. Padahal Lana begitu cantik dalam balutan dress satin warna kuning dan hiasan bunga di gelungan rambut cokelatnya. Semua mata memandangnya, namun Lana hanya mampu memberikan atensinya pada Jimin seorang. Sudah pasti ini yang dinamakan jatuh hati pada pandangan kesejuta kalinya. Tiga tahun waktu yang cukup lama bukan?

Lagunya melantun pelan, Unchained Melody. Begitu mendayu-day mengarahkan kaki dan tubuh mereka. Kepala Jimin bersandar di bahunya dan tanpa sadar aksi itu mengambil seluruh napas Lana. Selagi gadis itu berusaha mengembalikan akal sehatnya, Jimin sibuk memikirkan seseorang yang mungkin tengah berada di kamar, sendirian dan melahap kue jahe sampai sakit di perutnya hilang dan menertawai Homer si ayah super konyol itu.

Seseorang yang satu bulan lalu berkata, “Tentu aku tidak akan berpasangan denganmu di prom night. Rapmon sudah mengajakku kemarin dan aku mengatakan ‘ya’. Cari pasanganmu sendiri, Jim Jim.”

“Tentu saja. Aku juga tidak berniat mengajakmu sebagai pasanganku,” balas Jimin waktu itu.

Andaikan aku lebih cepat…

Tak jarang, Jimin berpikir harus seberapa cepat dia berlari demi menggapai tangan Jean, harus seberapa lambat dia berjalan ketika Jean memilih untuk merangkak. Mereka memang sahabat, hanya saja jalan mereka tak seirama soal ini; di mana Jimin menyimpan perasaannya sendirian terhadap Jean dan gadis itu tidak akan pernah menyadarinya.

“Jimin.” Suara Lana terdengar berbisik di telinganya.

“Hm?”

“Boleh aku tanya sesuatu?”

“Tentu, Lana.”

“Di mana Jean? Kenapa malam ini dia tidak kelihatan?” tanyanya penasaran. Dia melihat Rapmon berdansa dengan orang lain.

Jimin ingin menjawabnya secara sarkastik, tapi dia ingat ini Lana—ini gadis paling lembut di alam semesta, bukan seseorang yang suka mencuri chicken nugget-nya dan mendorong kepalanya sesuka hati.

“Jean sakit perut. Dia ada di rumah.”

“Parahkah?”

Parahkah? Ah, dia juga baru menyadarinya dan cemas di waktu yang bersamaan. Haruskah dia meninggalkan Lana demi memastikan Jean mengompres perutnya dengan botol air panas dan meminum obat pereda sakit perutnya? Haruskah Jimin menepuk-nepuk punggungnya hingga rasa sakit itu pergi dan Jean dapat tidur tenang? Haruskah?

“Dia akan baik-baik saja, Lana. Aku yakin.”

Namun, kedengarannya suara Jimin sedikit tercampur setetes keraguan. Well, bisa jadi Lana salah mendengarnya. Lagunya cuma terlalu keras.

.

.

a/n:

ugh, gak tau ini sebenernya mau ke mana jalan ceritanya. Uhuhuhu. Kalau ada waktu aku bakalan lanjutin, tapi mungkin tidak. Aku mau bikin akhirannya Jimin sama Lana. Jadi, kalo seandainya gak jadi dilanjutin, kalian tau lah ya dengan siapa dia berakhir hehehehe #lahgitu #seenaknya

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

51 thoughts on “[BTS] Three of Us

  1. waaah, cerita friendzone lagi nh naganaganya….. *menggelindingkan diri sampe antartika*
    oh ya, ada typo tuh tadi~~~

  2. duuh plis dek kak. . gue udah bayanfin yg romance eh gak taunya ‘kaebssong’!!! gue kejebak diantara cintanya jimin sama jean*eh
    kalo aku boleh saran lanjutin aja ceritanya dan jimin berakhir ama jean. happy end lebih memukau kak!! :v
    ajib ceritanya! ringan, menghibur, dan itu rapmon dansa sama aku dianya*abaikan

  3. Speechless .__.
    Kak dira, ak nggak tau kenapa tpi please don’t let jimin with another girl u.u
    I ship him with Jean, yeah wooo*what the..*
    Tpi terserah kakak sih, kan ceritany kak dira :3
    Keep writing kak😀

  4. Oke fix aku baper gara2 ini
    Masih rada bingung sih
    Itu jimin sama lana udah jadian selama 3 tahun?
    Dan apa lebih dari 3 tahun itu jimin mendam rasa ke jean?
    Aku yakin jean juga suka jimin, jean gamau dateng prom karna bakal envy liat jimin dansa sama lana
    Wait… terus apa arti jimin dan lana udah jadian selama 3 tahun itu …. gak ada rasa cinta dari jimin tapi kok ya bisa tahan lama….
    Jadi dua manusia itu saling mendam rasa dan gak tau menahu sama sekali gitu?
    Aaaaaahhhh sompreeeetttt baperlah ini bapeeeerrrr
    Tanggung jawab aaaaa kak diraaaaa

  5. Sempat rada gimana gitu pas liat covernya… Ternyata friend zone… Ugh poor Jimin… Hey, panggilan untuk jimin boleh juga tuh… Jim jim…. Hmmm #manggut2

  6. Kak dira…..

    Aku pikir ini endingnya bakalan kayak 14 years later dimana xiumin udah punya pacar tp kisah cintanya berakhir sama sahabatnya sendiri (setelah satu tahun yg lalu aku baca ini dan sekarang masih inget ceritanya wew)

    Aku pikir jimin ke prom night sama lana tp ntar ujung2nya dia pacaran sama jean

    Tapi kok………GANTUNG AKHAKHAKH TT

    yaudah ya karena aku ngambek ini gantung jd aku minta al capone nya buruan dikeluarin /ceritanya ini maksa

    keep writing kak dira!

  7. Baru aja buka new post di wp, ternyata kak Dira punya banyak yang baru hehe senenglah jadinya~

    Si Jean belum tahu ya kalo Jimin suka, aku kira Jean begitu biar Lana ga sakit hati. Atau emang begitu ya? -_-

    Selalu suka sama hasil karyanya kak Dira, semoga selalu ada yang baru2 setiap hari wkwk

  8. Hai kak dira~
    Seperti biasa ceritanya menarik dan memukau, entah kenapa gitu there is something unique about your plot
    Aduuuuh friendzone, jadi inget seseorang pas bacanya :3
    Lanjutin aja kak, pengin tahu nih gimana sI Jimin sama gadis terlembut sedunia

  9. Wooooooow kak Dira apakah dirimu sedang cuci gudaaang ???
    Seneng bgt dari kemaren ff baru teruuuuuus🙂
    Aaah kangen bgt bacain ff kakak

  10. oke fix ini bikin baper
    Jimin difriendzone sama Jean duh kasihannn (dalam hati : duh jadi keinget someone)
    Lanjutin dong kak plisss >< pengen tau lanjutannya Jimin sama Lana, soalnya agak miris gitu kan Lana lemah lembut banget tapi diduain di hatinya Jimin padahal udah pacaran /apa sih ==
    thanks kak atas FF yang bikin baper ini huaaa :'3

  11. asli gemeeessss bgt sama genre friendzone kyk gini><
    baper bgt akuuu *plak
    butuh sequel kak dirrrr..
    dan overall, ff kakak selalu bagus. keren. aku selalu suka sama bahasa & kata" yg kakak tulia utk semua tulisan yg kak dira buat:D

  12. Friendzone anjir. Lana-nya baik bgt ya keknya aw. Kebalikannya jean banget wkwk. Kasian ya kena friendzone.
    Aduh mau juga diperhatiin jimin😦
    Sahabat setampan jimin… A-aku…. Aku gakuat tq.

  13. kakak dira, ff nya sweet tapi klo inget nasib jimin, malah jadi inget sama pengalaman aku sendiri. jadi aku juga punya seseorang yang aku anggap sahabat, soalnya dia hero banget. dan aku suka dia, tp aku telat nyadarin perasaan itu, so i jut let him go with another girls and it doesn’t make any pain, it just make me dissapointed of myself cause i can’t tell him te truth (maaf curhat) anyway FF KAKA LUAR BIASA

  14. Hai min .. aku readers gelap mu yang baru tulis comment di sini😀
    Aku udah lama suka sama semua ff kakak , semua nya keren – keren ..
    Aku fans kakak ^^ .. haha salam kenal , semoga ff selanjut nya bisa jauh lebih keren lagi .. aku nantikan kelanjutan nyaaaa

  15. Friendzone ya?? iya nih bener friendzone?? kak, friendzone cerita yg bikin atit ati teu;( Jimin sama keak aku gt ya telat ((lha curhat kamu u)) tp biar makin mirip sama aku nanti jadian ya sama jean trs putus setelah 2bulan pacaran #GAK

  16. Aaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh

    Kenapa aku ngga mau tau akhirnya ya ? Oh my , you know what kak diraa ? Jimin itu biaaaas akyuuu dan..
    Membayangkan klimis rambutnya itu ,
    Huaaaaaaaa

    But

    DIbandinh sama Jimin
    AKu terlanjur jatuh cinta sama gaya bahasamu kak !!

    AWESOME !!!!

  17. ketika terjebak di dalam ‘friendzone’ kadang tanpa sadar itu begitu menyakitkan. Poor, Jimin
    ff mu selalu bagus, thor! diksinya favorit bgt. Cerita sederhana tp selalu bikin pembaca terkesan

  18. hai kak dira aku sbnernya dah lama mantengin wp kmu dan ngasih konen jg, cma baru skrg aku bru smpet mau ngenalin dri biar lebih nyaman/? wkwk kenalin kak aku feby tpi biar lebih akrab panggil aja ebhy /dihngarep/ lol. krna aku 98l jd aku manggilnya kak jg ya ngikutin yg lainnya wkwk.
    nah untuk ffnya aku smpet speechless pas masuk kalimat terakhir, tbtb udh selesai aja😐 aku suka smua karyamu kak jd jgn gantungin aku kya gini/? dan untuk endingnya jimin jadian sm jean aja dong aku suka crita friendzone bgini walopun kdg gaenak klo ngalamin haha

  19. jadi ceritanya Frienzone, paling sebel denger kata2 itu -___-
    Jimin sebenernya suka kan sama Jean? kalo Jeannya sendiri gimana?? kenapa Jean nolak tawarannya Rapmon??
    endingnya Jimin sama Jean?? aaah aku pengen tau endingnya..

  20. kaaaaaaaaaaaakk diraaaaaaaaaa i missssss youuuuuuu ulalalalala akhirnya di unlock ya ampun ya ampun ya ampun >.<
    ahhhhh ff mu mengalihkan dunia ku kak uuuu ^0^
    dan ini rada rada friendzone gitu amit amit yaampun semoga aku kagak ngalamin
    ehehehehe kangen juga sama fic jimin yang btw dia seksi banget di i need u gilaa kak
    udah ya kak, let's meet up in another fic of yours ehehe

  21. Kak Dir, demi apa, ini masih ngegantung -.-
    tapi aku ngerti sih sensasinya nulis cerita dengan akhiran menggantung itu gimana😄 yahahaha

    Jimin…… kasian ya ._.
    kadang dia suka dibercandain begitu mengenaskan sama anak Bangtan, dan di ff pun sepertinya dia satu-satunya pairing yg ‘kurang’ berhasil ._. hehe. Stay strong, Chimchim ~

    aku sih penasaran sama perasaannya Jean. dia suka sama Jimin juga apa engga? atau…. dia punya cowok lain yg disuka? Namjun? ._.
    atau…. penjelasan lebih lengkap mengenai perasaannya Lana?
    jadi pairingnya Jimin siapa? Lana atau Jean?
    ((kebanyakan pertanyaan))

    dan….. oh ya. cover fenfiknya gitu banget sih kak ._. Nyesss.
    lalu kemudian aku langsung kepikiran video klipnya Sherina yg lagu Pergilah Kau itu, soalnya ada adegan si cowok diem-diem pegangan tangan sama sahabat ceweknya di belakang punggung ceweknya sendiri.
    /oot/

    1. Hahaha ya begitulah. Aku emang suka nulis sepotong-sepotong gak selesai gitu. Jadi kebanyakan pasti orang bingung gitu kan ya haha

      Yaudah nanti kalo ada kelanjutannya , aku post, kalo enggak ya enggak #yaiyalah wkwkw

      Makasih ya say udh baca dan komen fufu🙂

  22. Halo kak ._.

    AKHIR NYA KAKAK KEMBALI!!!
    WOHOOOOO /tebar confetti/
    AKU MANTAN SIDERS KAMU LOH KAK
    (Ngaku)
    Tapi mumpung bulan ramadhan aku kau tobat dulu huehehe

    ._.disini Jiminnya diem diem nyimpen perasaan ke Jean?._. Jadi mereka friendzone gitu ya heehe
    Kalo aku sih lebih nge ship Jimin sama Jean karena mereka lucu kayaknya kalo berdua?
    Kalo sama Lana kan kalem gitu hoho
    Jadi hubungannya agak garing..

    1. Hayoo tobat toba loh lagi puasa, entar ga dapet kolak #lah wkwkwk

      Makasih ya udah baca dan komen. Hehehe

      Haha ngeship ya ampun wkwk iya nanti liat aja deh ceritanya gimana heh

  23. Q mau komen ttg adanya james dean, the simpsons dan unchained melody. Itu item2 jadul dan jarang2 bgt kpoper line akhir 90an sampe 2000 yg tau. Kl blh tau, author line brp y? Di ff yg roller way itu pun nyebutin penyanyi2 yg booming di era 90an. Bukannya gmn2, tp smw itu kesukaanku. Hehe utk ceritanya c super simple. Q malah jd inget film2 remaja th 90an, ky nostalgia jadinya. Diksinya bagus. G trllu kaku, jd nyaman bgt dibaca. ^^

    1. HAHAHAHAHAHA! Aku kelahiran 93 kok, gak tua banget kan wkwkwk
      Kamu kelahiran taun berapa? Iya jujur aku suka sih lagu2 jadul itu, dan semua film-filmnya. Kayaknya mainstrem aja gitu ya kalo nyelipin hal2 yang lagi kekinian gitu hehehe #menurutakusih

      Oke, makasih ya udah baca dan komen🙂

  24. Intinya seluruhnya fuction kamu bagus. Termasuk yang ini. Kisah cinta sepasang sahabat. Tapi ketidakpekaan itu jadi masalah. Beneran suka sama karakter Jimin, apalagi gambaran Lana itu indah bener.
    Mohon kelanjutannya~

  25. MAU SPOT. EH LANGSUNG AJA DAH BACA.

    jujur yang ini aku kurang ngeh, jadi sebenernya pemeran utamanya siapa(?) baiklah maafkan keterlambatanku. tapi hey cim cim pasti terlihat seribu kali lebih tampan dengan penjelasan kakak diatas! kenapa.dia ga ajl aku aja ke prom:/

    1. heheeh mungkin harus ada intronya dulu kalik ya di atasnya. maklum, draft lama yang iseng dikeluarin ya jadi gini hehehe maaf ya kalo ganyaman dibacanya🙂

      makasih udah baca dan komen🙂

  26. uwooo kasian lana nya, abisnya aku kira jimin lebih cocok sama jean sih haha
    eumm tapi friendzone jadi yasudahlah gmn kak dira aja maunya nanti jimin sama siapa😀

  27. friendzone lagi jadi virus ini. nyeri, galau, bimbang, manisnya jadi satu. tapi parahnya mereka semua engga peka. lakonnya pada engga peka disini, ngegemesin.
    yah, seengganya jimin ada feedback ke lana, walaupun sedikit. haha. tapi pengennya jimin sama jean, kak. gimana dong?

  28. Akhirnya!! akhirnya aku bisa baca fanfic mu lagi author-nim TT__TT sedih beberapa waktu yang lalu aku ga bisa buka blog mu TT___TT dan aku kangen banget sama fanficmu yang ringan tapi ngena gini :”pedih sih, friendzone,tapi kasian juga sama Jimin, Jean nya kayak ga peka sih :” I really love this! love you author-nim❤

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s