Posted in Comedy, Fanfiction, Romance

[Winner] Sixwords Summary Fic #3

image

#3 falling in love with random strangers

[Mino x You]

Soundtrack: Winner – Don’t Flirt

(P.S: Sixwords summary fic adalah fanfic yang mengambil tweet dari akun @sixwordshort untuk dijadikan prompt)

___

Aku tertawa.

Ini konyol, batinku.

Ini terlalu konyol untuk terjadi di pagi hari. Matahari saja belum terlalu tinggi bergantung di langit biru, toko kue milik Seokjin saja belum buka, dan aku sudah bertengkar dengan orang asing…hanya karena sebutir melon di swalayan.

Damnit! Seharusnya ada bahan lain yang bisa kami pertengkarkan selain buah konyol warna hijau ini. Karena–please, aku berurusan dengan pria paling tampan di Seoul (maaf jika aku berlebihan tapi kau harus lihat sendiri).

Pria ini tinggi, kulitnya sedikit gelap, rambut hitamnya tersisir ke belakang, mengenakan celana pendek, serta kemeja warna putih yang digulung hingga siku. Aku berpikir, dia mau beli melon atau menggoda setiap wanita yang dia temui di jalan? Dia menarik–tidak! Dia sangat menarik. Dan semakin aku membuatnya sebal, dia semakin terlihat…seksi? Salahkan mataku kalau begitu.

“Maaf, nona. Tapi aku rasa akulah yang pertama melihat buah ini,” dia kesal, namun cengiran penuh makna itu terpampang di wajahnya. “Itu berarti–” dia menarik melon itu. “–melon ini milikku.”

Aku menarik kembali melon itu dari tangannya dengan perlahan, tak lupa menyelipkan senyuman. “Aku juga minta maaf, tuan. Tapi seingatku, akulah yang sampai ke sini LEBIH dulu dan mengambil melon ini.”

“Aku tidak ingat kau lebih dulu datang. Kita SAMPAI di counter ini secara bersamaan, nona.” Melon itu menggelinding ke tengah meja di mana tangan pria itu berusaha menariknya sementara aku menahannya. Tangan kami hampir bersentuhan.

Penjaga swalayan yang berada di balik meja itu hanya bisa melihati kami berdua bingung. Aku mau saja melepas melon itu kalau saja kakakku tidak hamil dan sangat menginginkan buah ini. Aku harus mendapatkannya, tapi setelah kulihat siapa yang kuhadapi, aku rasa aku bisa memberikannya secara cuma-cuma. Tapi di detik-detik terakhir, aku berubah pikiran.

Sepertinya menyenangkan jika aku bermain-main sebentar karena kulihat dari kerlingan matanya, dia juga tahu bahwa kami berdua sedang mencoba mempermainkan satu sama lain. Dan sialnya, kami menikmati momen itu.
Aku berdecak, seolah jengah akan tingkah lakunya. “Kau ini keras kepala ya.”

“Aku bukannya keras kepala,” dia tergelak. “Aku hanya teguh pada pendirianku.”

Bola mataku otomatis berputar. Dasar pria! Egonya sebesar gunung everest, rasa malu hanya setinggi meja ruang tamu. “Bisakah kau mengalah padaku?” Kataku berusaha terlihat kesal sekaligus memohon. “Kau sedang berhadapan dengan perempuan!”

“Aish–tuan, nona. Berhentilah bertengkar di sini, kumohon. Besok kami akan menyetok persediaan buah melon kami,” sang penjaga swalayan berkata; berusaha menengahi kami berdua. “Untuk sekarang salah satu dari kalian harus mengalah–”

“Aku tahu aku sedang berhadapan dengan perempuan. Tapi maaf, meskipun kau sangat cantik–”

Apa dia bilang!?

“–aku membutuhkan melon ini untuk adikku yang sedang sakit.”

Mendengus, bukan karena jengkel, lebih tepatnya aku merasa sebuah takdir sedang berusaha mempertemukan kami berdua. Membeli melon untuk saudara. Tidakkah menurutmu ini menarik? Buatku, ya, sangat menarik. Kira-kira dengan cara apa pria ini pada akhirnya menyerah?

“Aku juga membutuhkan melon ini untuk kakakku yang sedang hamil, sekedar info saja. Dan menurutku, keadaan kakakku lebih darurat.”

“Oh ya?” Dia ikut mendengus. “Aku rasa tidak. Adikku lebih membutuhkannya.”

“Tidak. Kakakku lebih membutuhkannya. Vitamin dalam buah melon baik bagi janinnya.”

“Dan buah melon sangat baik bagi kesembuhan orang sakit.”

“Menurutmu siapa yang pantas membawa pulang buah ini?” Aku bertanya pada sang penjaga swalayan. “Aku atau dia, hm?”

“Err…entahlah, aku rasa…nona–”

“Ha! Kau dengar itu? Dia bilang aku yang–”

“Astaga, dia bahkan belum menyelesaikan kalimatnya. Ayo, coba katakan siapa yang seharusnya membawa pulang melon ini?”

Kami berdua tahu tidak ada gunanya menagih keputusan dari sang penjaga swalayan. Dia menggaruk kepalanya frustasi, memandang kami berdua dan memekik, “Aku tidak tahu! Kenapa kalian tidak kembali lagi ke sini besok? Kalian bisa membeli satu truk buah melon kalau mau!”

“Tidak, aku datang ke sini untuk membeli melon dan aku pulang harus dengan buah itu. Titik.”

Sial, apa yang harus kulakukan? Benteng pertahanannya tak mudah diruntuhkan. Apa semua pria seperti ini–khususnya yang memakai gel di rambutnya dan terlihat keren di pagi hari? Apa semua pria bertingkah seperti ini; melemparkan cengirannya dan menarik ulur buah melon sebagi objeknya demi menggoda perempuan?
Keterlaluan.

Tapi aku suka.

Detik itu aku menghela napas lelah. Tidak ada cara memenangkan perselisihan ini selain menyerah dan pulang dengan tangan kosong atau buah lain, lalu meratapi kekalahan ini, membiarkan pria ini menang. Tapi demi Neptunus, aku tidak mau. Jika pria memiliki kekuatan dalam berargumen, dia pasti punya kelemahan yang berarti. Seperti superman yang lemah terhadap kryptonite, mungkin yang satu ini bisa jadi kryptonite-nya.

Sang penjaga swalayan masih saja berusaha meyakinkan kami selagi aku melepaskan tanganku dari buah melon itu. Pria itu sedikit kaget, dia mengangkat alisnya. “Akhirnya kau memutuskan untuk menyerah?”

Aku setengah tersenyum sebelum melangkah ke dekatnya dan berjinjit, satu tangan di bahunya lalu aku meletakkan satu ciuman singkat di bibirnya.

Hell! Aku mencium seseorang yang belum kukenal demi sebutir melon!

Kurasakan genggamannya pada buah melon itu mulai mengendur. Perlahan namun pasti kuraih buah itu hingga sepenuhnya berada di tanganku. Ciuman itu hanya berlangsung lima detik. Saat pria ini mulai merespon, aku menarik diri dan menyisakan jarak setipis mungkin di antara kami.

“Tuan,” kataku setengah berbisik. “Cari buah yang lain saja, oke?”

Dia tidak berkutik.

Kemudian dengan senang hati aku memasukkan buah itu ke keranjang belanjaanku dan berjalan ke kasir tanpa menoleh lagi.

Ini pagi yang luar biasa. Ada keinginan untuk menoleh dan melihat reaksi pria itu, namun aku mengurungkannya demi menyelamatkan harga diriku. Ada juga keinginan untuk melupakan pagi ini, namun aku menyimpannya baik-baik di kepalaku. Ada keinginan untuk tidak kembali lagi ke swalayan itu seumur hidupku, namun diri ini bertanya terus selama menyetir pulang.

“Apa dia biasa belanja di sana?”

Ah, ini gila.

Lebih gila lagi ketika satu minggu kemudian kakakku bilang dia ingin buah naga dan–demi Neptunus, aku harus kembali ke swalayan itu!

Aku bertemu lagi dengan si penjaga swalayan yang waktu itu. Dia hanya menatapku kosong. Aku yakin dia masih trauma atas pertunjukkan kecilku bersama pria tanpa nama itu seminggu lalu.

“Hai,” sapaku ceria. “Aku cari buah naga. Kau punya kan?”

Dia mengangguk. Raut wajahnya seperti memadukan rasa cemas dan lega. Dia mengantarkanku ke bagian buah. “Wah, kau sangat beruntung, nona. Buah naganya tinggal satu dan–”

Dia berhenti, aku pun berhenti. Kami baru saja melewati keranjang buah melon. Kini mereka punya banyak dan aku mau tertawa mengingatnya.

Tapi kali ini aku tidak mau tertawa. Meja buah naganya kosong. Tidak ada satu pun tersisa di sana.

“Kau bilang–” aku mulai berang.

“I-ini pasti–ah, nona. Sungguh, tadi aku melihat masih ada satu!”

“Kau bohong ya–”

Tiba-tiba pandanganku tertutupi oleh sesuatu berwarna ungu kemerahan. Begitu dekat sampai-sampai aku harus menjauhkan diri dan melihat ternyata itu adalah buah naga. Aku tersenyum. Alam semesta sedang berpihak padaku–

“Kau mencari buah ini?”

Coret yang tadi. Alam semesta sedang SANGAT berpihak padaku. Oh yeah, aku kenal suara itu. Suara berat yang seminggu lalu menggodaku, membuatku sebal setengah mati sekaligus jatuh sepenuh hati. Aku bahkan masih hafal bagaimana rasanya mencium pemilik suara tersebut.

Aku berbalik, mendapati dia hanya berdiri beberapa senti dariku. Tersenyum lebar, aku bisa membaui cologne-nya yang maskulin. Masih setampan yang kuingat, masih semenarik saat aku meninggalkannya waktu itu.

“Kali ini aku lebih cepat darimu. Buah ini milikku.”

Aku diam saja.

“Tapi kebetulan adikku tidak sakit, dan aku juga tidak terlalu menyukai buah ini.”

Tanganku pun terulur. “Kalau begitu berikan padaku.”

“Kau pikir semudah itu mendapatkannya?”

“Kau mau aku menciummu lagi? Oh maaf, tuan…?”

“Mino,” jawabnya. Ah, akhirnya aku tahu namanya.

“Ya, Tuan Mino. Aku tidak ingin mencium siapapun pagi ini dan kau bisa berikan buah itu padaku semenjak kau hanya akan membuang uang jika membelinya?”

Aku berusaha meraihnya, namun Mino mengangkatnya tinggi-tinggi–di luar jangkauanku. Aku mendelik ke arahnya. “Kau benar-benar–” desisku.

“Makan siang bersamaku.”

Perkataannya tersebut sukses membuatku tercengang. “Apa?”

“Makan siang bersamaku dan kau bisa mendapatkan buah nagamu.” Dia tersenyum nakal dan menyembunyikan buah itu di belakang punggungnya. Ugh, dia kembali bermain-main, tapi kali ini aku tahu siapa pemenangnya, siapa yang akan memakan debu kekalahan namun masih bisa tersenyum.

“Bagaimana jika aku menolaknya?” Tantangku.

Mino berdecak, salah satu tangannya dimasukkan ke dalam kantung–bergaya seolah acuh. “Kalau begitu aku akan pergi ke kasir itu dan membayar buah ini seperti yang kaulakukan waktu itu.”

Damnit!

“Fine,” dia menang, kuakui kekalahanku. “Makan siang bersamamu di kafe terdekat dan aku mendapatkan buahku.”

Dia memberikan buah itu ke tanganku, setengah membungkuk. “Go on, princess.”

Jadi mungkin inilah yang terjadi jika kau naksir seseorang yang belum pernah kau kenal sebelumnya. Rasanya menyenangkan seperti naik roller coaster, rasanya manis seperti buah melon, rasanya seperti mendapatkan kejutan di hari ulang tahun ketika makan siang antara aku dan Mino berjalan layaknya teman lama yang akrab.

A/n: setuju gak sih kalo mino ini pasti kalo ditulis di ff selalu dapet karakter cowok flirting flirting gitu? Next time, karakter Mino harus anti-mainstream #semangat

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

56 thoughts on “[Winner] Sixwords Summary Fic #3

    1. KAK DIRAAA, ANW INI LUPA INTRO HUHU TOLONG DIMAAFKAN. Rindra, 99L, inner circle /nyes/ baca ini jadi /duar/ makin cinta sama bias sendiri wkwk. KAK DIRA BESOK INI SEUNGHOON KAN? YAYAYAYAYAAAA TAT

  1. ya ampun kok mino mino ini ganteng yak, masa aku yg lg ngantuk pas liat cover ff ini lgsg melek wkwkwk apalagi liat itu alisnya aduh >.< smfdjfpwvtnvpwqlz

  2. subhanallah..super sekali ff.nya kak dira.. Demi apa mau dong digodain mino /eaaaa..

    klo aku cewenya mah belum sampe nyium, masih rebutan melon abis itu liat mino senyum udah yg sesak napas trs pingsan duluan bisa-bisa /abaikan..

    Mino ini emg pas bgt kalo jdi cowo-cowo tengil tukang tebar pesona tuh haha..

    ditunggu banget kak karya selanjutnya.. ^^

  3. *terdiam* dan kaya nya aku jatuh cinta deh😐
    sungguh kak dira setelah liat Mino tadi malam di MAMA 2014 yg duet sama IU aku gk bisa lupain dia dan.. dan sekarang kakak bikin ff ini huhh gk bsa ngomng lagi deh

  4. KAKAK!!!!!! OH TIDAAAAK INI BENER2 TERLALU MANIS BANGET /minum teh pahit/? MINO ADUH, KAMU KENAPA BEGINI /CUBIT PIPI MINO OPPA/
    Anw waktu itu aku lupa intro haha. Jessica 97L EXO-L ARMY ^^

  5. Ya Allah ya Tuhanku.

    itu posternya…

    *uget2*

    Mino ini ya.. ya ampun aku cuinta sama cowok satu ini… trus kalo gini harus gimana?

    Brarti kalo ketemu mino di indomaret harus dicium. Noted.

    *salahkan dira untuk efek samping dadakan*

  6. Kak, ini udah pict Minonya seperti itu dan FFnya bikin gregetan setengah idup. Emang yang namanya Mino pas banget kalo dijadiin cowok badboy yang suka flirting sama cewek😄
    Manis parah dan love this to moon and back❤

  7. Menggelinjang. Oke. Mino ku. Thanks Dira, kamu sudah buat aku kepikiran untuk beli melon ke supermarket sekarang #siapatahubisaketemuMino #SiapatahuMinolagibelimelondiIndomaretatauAlfamart #KemudianrebutanmelonsamaMinolalucinlok :””””’)

  8. wahaha setuju. wajahnya mendukung banget ^^v. di episode winner tv waktu wajahnya dibaca(?) dia juga dibilang gitukan,…

    coba buat yang psycho dong thor hehe

    kapannih Kang seungyoonnya❤ wait for it

  9. belum baca yang lain tapi udah kepincut sama yang ini, karena MINO!!!
    udah cover(?)nya menggoda gitu,karakter mino di ffnya juga menggoda

  10. WOOW!!!! Woowow! Apa ini?!!! Ma man, Song Minho!! Ey, its his style? Haha, i like it! Ka, aku selalu suka sama FF yang di buat kaka. Selain unik, dan seru, ff ini pun menarik! Ah, aku gila sama ff ini 😝😍❤ setelah FF ‘Fix me’ Xi luhan🙂 keep writing and Jinsheng! (Semangat dlm bahasa mandarin)

  11. Jadi ketemu orang asing, karena dia tampan nggak masalah dong sedikit adu argumen buat senang-senang. Dan kedua, karena dia tampan nggak masalah dong nyium dia di tempat umum, haha bercanda. Nice fanfiction kak Dira, semangat ya buat karakter Mino anti-mainstreamnya. Semangaaaatttt kak.

  12. AAAAAA SONG MIN-HO AAAA KAK DIRA INI KEREN BANGET!!!
    DAPET BGT FEELNYA BENERAN DEH!!
    Kenapasih kak ffnya keren keren?! Aku bener2 terimakasih sama temen aku udah ngerekomendasi tempat ff yg bagus bagus! AAA kak Dira keep writing ya!!! Love!!! wkwk😀

  13. dapet banget feelnya
    ugh tapi ini cerita cheese banget hahaha
    daaaaaaan kenapa wanita itu berani sekali mencium mino ????? hahhaha
    keep writing

  14. mau ngekpresiin pake bahasa kalbu sajalah kalu begini😦, yaampun mino kau..menggoda seperti buah melon/? lol no. entah cuman aku aja atau siapa pas ngebaca ini feelnya kek lagi ngebaca ff yang milk itu/? apalah mungkin maafkan kekonyolanku sekian terima kasih. eh belum sekian deh tapi..ah sudahlah udah ajah malas ngespam hm😦

  15. astagaaaa aku baru nemu ff ini dan omg ini ff favoritku banget >_< jarang2 nemu fanfic mino bahasa indo hahaha
    muka mukanya mino emang tipe rada playboy terus demen ngelawak gitu sih. tapi gatau kenapa aku ngeliat muka dia rasanya pengen ngejerit aja, feel badboy di dia tuh dapet banget! kekeke
    tulis fanfic mino lagi yaaaa~ bbuing bbuing :3 /apa /ditabok. fighting!

  16. YA TUHAAAN!!! OH MY GOODNESS!! Fiction yang ini efek sampingnya bikin ngibrit ke swalayan terdekat buat ngecek ada yang semacam Mino apa nggak. Dan… bikin gereget banget asliiiii!!! MINO, NEO…. /peluk cium/

  17. Demi neptunus, demi spongebob jadi spons, demi celana dalam Yixing warna ungu polkadot *gua mulai aneh*…. Dan entah demi apa lg FF ini bikin gua melting setengah idup, bikin gua senyum” sndri pas bca *jadi pengen cakar authornya*… Ahh~~ pokok’y great buat kakak yg punya ide kayak gini… 0.0

  18. AAAAAAAAAA AKU SETUJU SAMA TETEH. MINO EMANG COCOK JADI COWOK PLAYBOY ANU LAH POKOKNYA.
    ini ff Mino yang pertama kali aku baca. Dan langsung buat aku jatuh cinta seketika sama dia dan karya teteh. Aku serasa kena bius kalo abis baca semua ff karya teteh. SEMANGAT TERUS TETEH! Lanjut Seunghoon dan Seungyoon nya ya!
    Overall, iloveit<3

  19. aaaaaaaa…melting bgt bacanya><
    MINOOOOO!!

    kak dira sukses buat aku makin jatuh cinta sama mino:D
    FFnya bagus bener kak, walaupun singkat, tapi membekas *plak
    ditunggu bgt cast member winner selanjutnya ya kak, aaaarghh gak sabarrr:D
    KEEP WRITING & fighting!!:)

  20. Yaampun kak. Cocok banget kalo mino karakternya suka flirting gitu yaampun cocok banget
    Ini kenapa ffnya nyata banget sampe bikin ketawa ketawa sendiri yaampun

  21. Mino karakternya pas banget yah disini :’v mukanya(?) itu lhoo cocok buat karakter yang kaya gini /kaya gini itu gimana aku susah jelasin/ :’v
    mau comment apa ya? bingung :’ pokoknya ini KEREN. Satu kata itu udah menjelaskan semuanya kan kak :’3
    kak selanjutnya Namtae yang so sweeet yaaa xD aku tunggu karyamu yang selanjutnya ‘3’)9 semangat buat kak dira❤❤

  22. sejujurnya aku engga tau siapa mino ini, sama kaya dicerita lah kalo si mino ini orang asing bagi tokoh cewenya -apaini- tapi kenapa aku jadi ikut penasaran sama minonya setelah baca ff ini. serius, ff kakak selalu berhasil ngudek-ngudek perasaan pembaca. ini manis kak ffnya, hahha.

  23. sejutuuuuuuuuuuuuuuuuuu s’mino aka the dumd boy emang cocok banget dgn karakter ngeflirt2 gitu pas banget ama muka badan warna kulit tone suara aarrgggg kaki jadi jelly mikir’a

  24. Aw, ceweknya nekat banger. Lucu banget, kak, sesi pertengkaran si Mino sama si cewek. Unyu-munyu(?) pingin cubit, kak😄
    Mino emg dianugerahi wajah2 orang yg suka goda2 cewek, kak. Cocok banget dia kalau memerankan karakter kayak gitu. Berasa udh jd takdirnya dia selalu dpt peran yg bad boy. Mahahaha😄
    Lanjut, dong, kak. Aku nunggu Seungyoon, kak. Semangat, ya!😄

  25. iya kak mino cocok banget emang apalagi alisnya begitu uh TAPI LEBIH COCOK LAGI KALO KANG SEUNGYOON KAK UGH DIA PENGGODA IMAN SEJATI WKWKWWK
    ah agak aneh baca mino karakternya so cool begini biasanya kan dia ngaco gt wkwkwkwkw xD

  26. Sukaaaaaaa
    Suka banget sama karakter mino dan YES dia emang cocok banget jadi karakter yg flirty flirty gitu
    Aku bener2 bisa mbayangin mukanya mino gimana waktu dia dengan tengilnya senyum gitu kyaakk
    (Still) love your work😉

  27. UWAH. Keren banget. Kena sampai dihati. Mau Minonya doong satu ajan Nggak pake berantem dulu. Cium makan siang boleh.
    Jadi penjaga swalayannya pasti trauma berat dapat pelanggan macam mereka. sungguh. Pembeli lupa daratan. Tapi aku suka. hahaha

    XOXO
    GAL

  28. Kak Dira ni ff awalnya emang ya manis banget kaya gula-gula , bikin senyum-senyum eh pas diakhir ternyata mereka cuman temen lama . kak dira bener-bener daebak bikin ff dengan kejutan-kejutannya😀

  29. Ahhhh apa ini??? udah lama ga baca ff km. skrg pas ubek2 lagi wordpress km aku nemu ff winner. daebak ff ini sukses buat aku senyum2 sendiri
    Makin kereeeeeen aja kak Dira. eh msh inget aku ga ya???

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s