Posted in EXO, Fanfiction, Friendship, Sad

Untitled

 

You miss him…

 

Pernahkah kau kehilangan sahabat terbaik dalam hidupmu?

Tidak, dia tidak meninggal dalam suatu kecelakaan atau ada penyakit mematikan yang membuatnya menghilang dari sisimu; meninggalkan jejak kenangan yang sulit dihapus.

Tidak, dia tidak dibunuh oleh seorang penjahat atau diculik dan dijual ke luar negeri; meninggalkanmu sendirian tanpa topik terangkat ke permukaan di pagi hari.

Well, dia hanya berjalan ke arah yang berlawanan denganmu. Dia berbelok ke kiri, kau pergi ke kanan. Dia melangkah ke arah barat, kau mengambil langkah ke arah timur—dimana saat kau menoleh, kau hanya akan bertemu punggungnya.

 

 

Sahabat menghilang begitu saja, tapi herannya…kau masih bisa melihatnya, kau masih bisa mendengar suaranya dengan jelas, meskipun dia tidak berubah jadi hantu atau makhluk halus lainnya. Kau memang tidak bisa menyentuh kulitnya, menggenggam tangannya, mencium aroma tubuhnya. Tapi kau tahu dia baik-baik saja. Hanya sebatas itu. Seperti ada dinding pemisah kasat mata yang membuat jarak di antara kalian begitu terasa jelas menjauhkan.

 

Dan terkadang…

 

Setelah kepergiannya, kau menginginkan dia berada di sini—berdiri di sebelahmu. Kauingin hari-harimu diisi dengan suara tawamu dan tawanya yang berpadu di udara musim panas. Kau ingin berbaring di rerumputan yang lembab sehabis hujan, kau mau mengorbankan jaket kesayanganmu dipakai untuk alas kepalanya karena sahabatmu tak mau rambutnya basah. Kau mau dia melucu di pagi hari dan kaulah satu-satunya yang tertawa, walaupun leluconnya terkesan garing dan tidak terlalu lucu.

 

Dan tak jarang…

 

Setelah kepergiannya, kau mau dia kembali di sini, meskipun itu tak mungkin terjadi.

 

 

 

Junmyeon mengalaminya.

 

Dia tidak ingin mengingat nama itu sebenarnya. Semenjak kepergian orang itu, Junmyeon menyuruh hatinya untuk membenci sosok itu dari ujung kaki hingga ujung rambutnya. Tak segan-segan memaksa otaknya untuk melupakan nama panggungnya bahkan nama aslinya. Berpura-pura tak pernah mengenal Wu Yifan dalam hidupnya.

Namun pagi itu, entah apa yang membuat Junmyeon mengingat lagi seseorang seharusnya ada di sana untuk membantunya; melakukan satu hal sederhana di dapur.

Kotak sereal itu nampak tidak terlalu tinggi, itu prasangka Junmyeon awalnya. Namun ketika dia berjinjit semampunya—sampai kakinya keram, ternyata kotak sereal itu tetap saja jauh dari jangkauannya.

“Sial! Siapa sih yang menaruhnya di sana?!” gerutu Junmyeon tetap berusaha. Padahal dalam hatinya, dia tidak terlalu ingin sarapan dengan sereal manis itu. Dia bisa saja mengambil roti di kulkas atau sup kimchi sisa semalam.

Tapi Junmyeon bersikukuh. Aku seharusnya bisa meraih kotak sereal keparat ini!

Atau sebenarnya…

Seharusnya ada seseorang yang bisa membantu mengambilkannya, seperti biasanya.

Ya, seperti biasanya.

Biasanya ada sosok yang cukup tinggi untuk meraih kotak sereal itu di atas rak. Biasanya sosok itu akan mengambilkannya dengan muka datar, seolah dia bingung mengapa ada orang yang tidak bisa meraih benda di tempat serendah itu. Biasanya sosok itu menertawainya, memukul kepalanya pelan dengan kotak sereal sembari memberikannya.

Dasar pendek, begini saja tidak bisa.” Biasanya sosok itu berkomentar demikian.

Detik itu, Junmyeon menyerah. Dia bersandar pada meja dapur, memejamkan matanya dan bernapas dalam-dalam.

Dia tidak ingin mengingat nama itu, tapi dia tetap mendengar suaranya sendiri bergema dalam kepala, mengatakan:

Wu Yifan seharusnya berada di sini.”

Junmyeon menghela napas. Tangannya gemetaran hebat selagi menghapus air mata yang gagal jatuh dari pelupuk matanya.

“Ya ampun.”

 

.

.

.

 

Sehun mengalaminya.

 

Dia tidak manja, hanya saja terkadang membeli Bubble Tea sedikit banyaknya membutuhkan teman pendamping. Entah mengapa tiba-tiba perjalanan menuju toko itu terasa sangat jauh dan membosankan. Sehun menginginkan seorang teman untuk mengobrol dengannya selagi kaki mereka melangkah menuju toko itu.

Sehun ingin ada tangan yang bisa dia pegang ketika mereka menyeberang jalan. Tidak, Sehun tidak takut menyeberangi jalan, hanya saja rasanya nyaman jika ada seseorang yang berjalan di sampingnya.

Lalu ketika salah seorang yang pernah mendampinginya pergi, dia bersumpah akan berjalan membeli bubble tea itu sendirian. Dia tidak lagi pernah mengajak siapapun untuk pergi bersamanya. Tidak Jongin, tidak Luhan, tidak Baekhyun, tidak juga dengan Tao.

Namun siang itu, Sehun merasa setiap langkah yang dia ambil terasa berat dan dia mengingat…seseorang seharusnya bersamanya kala itu.

Bukan Jongin, bukan Luhan, bukan Baekhyun, bukan juga Tao.

Hanya seseorang yang seharusnya merangkul bahu kurus milik Sehun, seseorang yang memastikan bahwa tak ada mobil yang akan melintas di jalan raya, seseorang yang menggerutu ketika diminta untuk menemaninya.

Kau sengaja mengajakku karena tidak mau mati sendirian kan kalau tertabrak mobil saat menyeberang?Seseorang itu berkata.

Dan kali ini, Sehun hampir terserempet mobil karena baru menyeberang saat lampu lalu lintas berubah jadi hijau. Bodohnya dia.

Pemuda itu bersandar pada salah satu tiang listrik di sana, berusaha mengatur napas serta detak jantungnya. Suara klakson mobil yang berteriak marah membuatnya menangis, atau adakah alasan lain?

Entah apa yang membuat Sehun tersenyum dalam tangisnya siang itu. Dia bergumam sambil memejamkan matanya:

“Aku sengaja mengajakmu agar kita bisa mati berdua jika tertabrak, atau jika kita beruntung…kita berdua dapat hidup sampai di seberang jalan, hyung.

 

.

.

.

 

Jongin mengalaminya.

 

Dia adalah orang yang paling mudah menerima kenyataan. Kim Jongin menerima nama panggungnya adalah Kai—hanya terdiri dari tiga huruf sederhana. Dia menerima kenyataan bahwa kulitnya tidaklah seputih Sehun atau Kyungsoo. Dia menerima kenyataan yang terpampang jelas setiap kali dia bercermin bahwa….hidungnya tidaklah semancung Tao atau Lay.

Dia menerimanya.

Dia menerima setiap fakta yang bermunculan di hidupnya. Tak pedulikan itu menyakitkan untuk sekedar ditolerir hatinya atau fakta itu menghempaskan harga dirinya jatuh ke dasar.

Namun ada beberapa yang tak dapat dia terima. Kim Jongin menolaknya seakan bisa membuat kenyataan menjadi khayalan; fakta jadi fiksi. Hari dimana berita itu sampai ke telinga semua orang dan membuat mereka marah.

Malam itu, dia berharap seseorang tidak pergi, walaupun kenyataannya orang itu memang akan tetap meninggalkan mereka.

Dan malam ini, Jongin berharap Jongdae tidak memindahkan satu kursi kosong dari meja makan mereka. Dia bertanya, “Hyung, kenapa kau pindahkan kursi itu?”

Dia lupa? Atau sengaja melupakan kenyataan yang ada?

“Jongin, kumohon…” gumam Jongdae terlampau pelan. Ada nada sedih terselip di setiap silabelnya.

Ketika mereka semua selesai makan malam, beberapa dari mereka mencuci piring di dapur dan Jongin masih terpaku menatap kursi yang berdiri sendirian di sudut dorm mereka.

Karena lamat-lamat dia mendengar memori berbincang-bincang padanya; me-reka ulang kejadian untuk menunjukkan siapa yang selalu duduk di sana.

Kursi ini terlalu kecil untuk raksasa sepertiku. Aku takut suatu hari aku akan menghancurkannya.”

Jongin berharap Wu Yifan duduk bersama mereka saat ini dan memprotes sesuka hatinya. Karena itulah kenyataan yang seharusnya dia hadapi, bukan yang lainnya.

 

.

.

.

 

Jongdae mengalaminya.

 

Hari-hari Jongdae selalu dipenuhi dengan tawa dan canda yang super duper berisik. Rasanya tak ada yang perlu dikhawatirkan saat harus berdiri sendiri karena lelucon mereka yang lucu akan selalu mengikuti kemanapun dia pergi.

Kim Jongdae tak takut merasa sendirian.

Tapi untuk kali ini dia harus akui, dia sangat takut. Sangat, sangat takut hingga semua bulu kuduknya berdiri.

Saat kembali ke Cina, kembali ke dorm lama mereka dan tidur di satu kamar yang seharusnya diisi dua orang, Jongdae menemukan hanya ada satu orang yang mengisi ruangan itu. Hanya dia. Sendirian. Terlalu aneh dirasa.

Malam tidaklah terlalu dingin, namun Jongdae menutup sekujur tubuhnya dengan selimut tebal. Dia melirik ke kasur sebelah dan separuh hatinya menginginkan seseorang datang untuk tidur di sana. Entah Minseok, entah Luhan, entah Tao, entah Lay.

Siapa pun.

Lalu dia bermimpi ada orang yang masuk ke dalam kamar, berjaket hitam dan bertopi. Dia duduk di tepi kasur sambil tersenyum hangat. Aroma parfumnya tercium familiar. Sosok itu juga familiar, seakan-akan Jongdae telah mengenalnya seumur hidup.

“Kau kembali?” tanya Jongdae mencoba enyahkan keburaman di matanya.

Sosok itu mengedikkan bahu dan menghilang.

Kim Jongdae bangun keesokan pagi harinya dan berharap ada keajaiban yang mau berbelas kasihan pada hatinya yang terluka.

“Kau tidak kembali,” ujarnya, menghela napas.

Jongdae menyentuh kasur itu, kainnya yang masih licin menyisakan kenangan. Hanya bisa memeluk bantal yang bersisa aroma shampoo Wu Yifan. Dan menangis sesungguhnya bukan hal yang memalukan.

Terlebih lagi untuk seseorang yang teramat berharga bagimu.

 

.

.

.

 

Luhan mengalaminya.

 

Dan dia tidak mau mengakuinya.

 

“Dia pergi. Itulah pilihannya.”

 

Jawaban itu terasa seperti kaset rusak yang terus berputar tanpa henti. Luhan selalu memberikan jawaban kasual dengan gaya yang santai setiap kali rekan atau anggota keluarganya bertanya soal Wu Yifan. Seorang sahabat pergi dan dia tidak mau ambil pusing soal itu.

Dia ingat, satu minggu pertama adalah waktu terberat bagi Yixing. Pemuda itu hanya berbaring di tempat tidur setiap kali mereka pulang. Air mata tak henti-hentinya mengalir, membasahi semua bantal tidurnya.

“Yixing…sudahlah—“

“Bagaimana bisa kau mengatakan ‘sudahlah’?” ujar Yixing tiba-tiba kembali menemukan nyawanya. “Tidak ada yang pernah sudah di sini! Tidak akan!” sergahnya keras-keras.

“Dia pergi. Itulah pilihannya, Yixing—“

Mata bengkak Yixing menyipit; tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. “Semudah itu membiarkan seseorang pergi? Semudah itu kau—“

“Apa yang bisa kita lakukan? Tidak ada—“

“—melepaskan seseorang yang sangat berharga—“

“—Dia pergi, Yixing. Kenapa kau tidak bisa menerima kenyataan itu—”

Mereka berdebat. Mereka berdebat hingga kata-kata tak sanggup meladeni amarah mereka. Teriakan demi teriakan meluncur. Tangan Luhan mengepal di sisi tubuhnya dan merasakan euforia yang kuat. Terpaksa menahan diri untuk tidak memukul Yixing.

“Kenapa, Yixing? Jawab aku! Apa dia begitu berarti bagimu? Apa dia ada hubungan darah denganmu? Apa dia—“

“Hei, hei, hei! Kalian berdua berhenti!” Junmyeon menyeruak masuk, memisahkan keduanya. Chanyeol dari belakang berusaha menahan Luhan, dan Junmyeon hanya bisa berdiri tanpa daya menatap kedua orang itu.

Merutuk, mengumpat berapa kali pun tak akan bisa menyembuhkan luka. Junmyeon tahu tak ada artinya mengangkat topik itu kembali. Dia terlalu lelah, lalu bagaimana dengan Yixing dan Luhan? Tidakkah mereka lelah dan memutuskan untuk berhenti meributkan hal ini lagi dan lagi?

Karena pada akhirnya, mereka semua harus lupa; hapus memori itu.

“Berhenti, oke?” dia memohon pada keduanya. “Please, Luhan…Luhan-hyung, pergilah ke luar.”

Luhan melepaskan diri dari Chanyeol. Secara kasual melangkah ke luar kamar sebelum telinganya menangkap kata-kata Yixing.

Kata-kata keparat yang sejak lama dia tanamkan, namun hari ini dia tidak ingin mengingatnya.

 

“Karena dia sahabat kita, Lu. Itulah alasanku tak bisa membiarkannya pergi.”

 

***

 

Luhan mengalaminya.

 

Luhan kehilangan sahabat terbaik dalam hidupnya.

 

Namun dia tidak mau mengakui bahwa dia butuh sahabat itu kembali ke kehidupannya.

 

Waktu terus berjalan.

 

Musim silih berganti.

 

Pagi menjemput malam.

 

Setiap detiknya dia habiskan dalam usaha mencoba lupa, namun persis seperti apa yang dikatakan Yixing; karena dia sahabat kita, kita tak bisa membiarkannya pergi begitu saja.

 

Luhan tertawa dalam diam ketika melihat seorang Wu Yifan bernyanyi lagu All Of Me di layar ponselnya. Entah apa yang harus dia komentari selain ‘suaramu sumbang’, ‘di mana pitch control-mu, hah?’, ‘pilihan lagu yang buruk’. Menurutnya, akting Wu Yifan tidaklah jauh berbeda dengan realita yang ada; berusaha terlihat keren. Tagline itu telah melekat erat di dahi Wu Yifan. Selamanya.

“Kautahu, Yixing?”

“Hmm?” yang bersangkutan mendongakkan kepalanya dari buku yang tengah dia baca.

Luhan melambaikan ponselnya. “Jika dia bisa berakting untuk sebuah drama,” Luhan berhenti sejenak. “Mengapa dia tidak bisa berakting bersama-sama kita—di sini?”

Yixing tertegun beberapa detik. Seulas senyuman tipis mengembang di wajahnya. “Entahlah. Aku tidak tahu, Lu.”

Luhan tahu, luka itu belum sepenuhnya sembuh. Semua orang terluka, semua orang menangis, semua orang bersedih, dan pada akhirnya…senyuman penuh duka yang kini menghiasi wajah mereka. Butuh waktu—mereka butuh waktu lebih banyak, lebih panjang dari yang mereka punyai.

Luhan berjalan ke arah jendela kamar mereka, menatap matahari yang hampir tenggelam di antara tumpukan awan lembut.

“Bukankah hidup ini juga sebuah drama?” tanyanya pelan.

Yixing datang menghampirinya. Tangannya melingkar di bahu Luhan dan berbisik, “Aku merindukannya.”

Ah ya, merindukan ya?

Luhan bukannya mati akan rasa rindu. Dia hanya ingin terbiasa berenang di dalam kolam kenangan tanpa harus mengingat.

Dia mengangguk tanpa mengatakan: “Aku juga merindukannya.”

Dia lebih memilih: “Aku lapar. Ayo makan—Wow, aktor Do, apa kau memasak spaghetti kimchi? Hei, sepertinya ada yang hangus.”

 

Luhan melenggang pergi begitu saja. Suara cerianya terdengar di seluruh penjuru dorm dan itu membuat Yixing tersenyum.

 

“Kau merindukannya.”

 

 

 

THE END

 

 

a/n:

  • tak seharusnya sih ngepost ini, tapi aku ngerasa pengen aja ehehehehe
  • err…sorry?
  • Maaf untuk diksi dan kawan-kawannya yang mungkin sangat sangat berantakan. Yeah, sangat berantakan. Uhum.
  • Untitled, karena…AKU GANGERTI HARUS DIKASIH JUDUL APA😦
  • Jangan dibawa serius ah, namanya juga fiksi…sepeda fiksi tuh ((ITU FIXIE!)

 

 

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

Ditandai:

105 thoughts on “Untitled

  1. Waw TT
    Aku hampir nangis bacanya Kak Dira… Ini itu kaya berharap banget Yi Fan balik lagi, tapi pada kenyataannya tidak bisa.😦
    Aku terkadang sampai marah sendiri, bilang kalau tidak seharusnya dia menjadi anggota jika hanya seperti jadinya. Hal pertama yg membuatku tidak terlalu lagi respect dgn EXO
    Boyband pertama yg berhasil mengikutsertakan sakit di hati. Rasanya itu kaya pengen nangis, tapi bingung gimana caranya :-\
    Jadi flashback ke masa-masa itu deh.

    Joomnyeon,Jongdae, dan Luhan part yang pling aku suka. Sampai terenyuh bacanya Kak Dira~~
    Mending juga Jongdae mimpiin aku yg datang -_- #abaikan
    Aku gak bisa bayangin klau akhirnya aku dan sahabat kelak akn menutuskan jln masing2. Berpisah dan hidup sendiri.

  2. Aku pikir ini cerita galau curhatanmu kak._. Ternyata… KENAPA JADI NGARAH KE MANUSIA JANGKUNG GANTENG SATU ITUUU HUHUHU
    PENGEN NANGIS INII
    aaah i miss wu yifan but i’m letting him go but still i miss him.
    Oh iyaa yifan nyanyi all of me ya? Aku belom liat ehehe mau liat ah
    Kak diraa kok bagian chanyeol sama tao sama xiumin sama kyungsoo ga ada? Ato emang sengaja ga buat semua versinya? Hihiihi
    Disaat mataku masih belekan karena bangun jam tiga pagi, ini cukup bikin hati tersayat. Pedih😦 tapi baguss

  3. ay ay ay kak~

    awalnya aku pikir ini ori-fic karena paragraf awal yang gambarin secara umum eh, ternyata….

    entah kenapa aku paling sedih malah yang bagiannya Lu. mungkin karena aku juga sering baca fanfic lay-lu-kris yang mereka itu aduh kek gitulah /? terus pas bagian junmyeon aku malah keinget pas showtime waktu kris bilang ‘terimakasih telah mengingatku sebagai leader’ huua sakitnya tuh di sini :””
    pokoknya fic ini membuatku mengingat kris dan sedih :””” keep writing kak~ semangat! :””

  4. pagi-pagi dibuat sesenggukan ini gimana ya ampuuuuunnnn /histeris/😥

    bagian junmyeon itu lucu sebenernya karna yeah tinggi badan dia emang enak dibuat lawakan, tapi terserempet kenangan seseorang itu entah kenapa jadi sedih. dan puncaknya emang dibagian Luhan. kata-katanya ngena banget ㅡngejleb gitu!

    ya Luhan, seharusnya dia bisa berakting bersama kalian. seharusnya sesulit apapun, dia akan bertahan bersama kalianㅡlagi.

    jujur aku bukan EXO-L tapi membaca fiction tentang kenangan mereka bersama makhluk tinggi itu always bikin aku mewek. huaaaaaaaaaa /histeris/ㅡlagi

    dan ini sedih. keren. bahasanya ngalir gitu aja. dan SUKA ^^

  5. Diraaa ada apa dengan dirimu..Ngebuat jadi Kangen banget sama sesosok Wu yi fan yang Sekarang Ga tau Kabar persisnya..Meskipun yang baca bukan EXO-L tapi tetep aja jadi Nyesss di hati beneran..

    Eh tapi awal Cerita Itu mirip aku banget..sama sahabatku yang emang sekarang kita lagi berbeda arah Dia dikiri dan aku dikanan
    .sedih ahhh jd Inget kaaaan

    tanggung jawab lhoo..

    but it overall all its okay..Aku suka bgt sama Fanfiction buatamu asli deh…bt atau lagi.mumet pasti Buka blog kamu..

    rajin-rajin post yaaa.. semangat!!!:)))

  6. Hai! salam kenal ya, dira, ini pertama kalinya aku baca ff kamu ((dan pertama kalinya aku sampai komen di postingan orang–sudahlah)).
    aku suka ceritanya ㅜㅜ karena yifan ultimate bias aku dari dulu sampai sekarang ㅜㅜ Yang terutama aku suka itu, makna ceritanya nggak disampaikan secara eksplisit, melainkan lewat permainan kata, enak dibacanya dan nggak berbelit-belit. Terus–menurut aku pribadi–ini cerita pertama yang aku baca tentang exo dan yifan pasca 15 mei dan sifatnya netral, nggak menjatuhkan pihak manapun (ceilah). Memang, cerita ini diungkapin cuma dari sudut pandang exo, tapi bahkan mereka pun nggak digambarkan seakan mereka benci sama rekan mereka yang pergi; malah, mereka dalam hati ngerasa kangen dan kehilangan, walau nggak ditunjukin ke permukaan. Ini bagus, bukan karena aku fans yifan ya, hehe, tapi karena seringkali pembaca terpengaruh sama ff, padahal jelas itu merupakan fiksi belaka. Mungkin itulah kenapa banyak yg menghimbau buat nggak nge-publish ff tentang exo-wyf di internet.
    Ah, sudahlah, lama-lama ini komen jadi nggak jelas juga poinnya, hahaha, maaf ya ‘ㅅ’ keep writing and be an even better writer in the future!😀

  7. kak….. kak dira….. *mata berkaca kaca*
    kak dira terga banget ih sumpah tega banget aku jadi kangen temen temenku huhuhuhu….. iya mereka masih idup di dunia ini, masih bisa line-an bbm-an tapi….. gabisa kaya dulu lagi…. gabisa berpelukan bercengkrama dan merusuh bersama lagi… (lintang salah fokus)

    ih kak sumpah ya ini sedih banget, sediiiiih pooool sedih sesedih sedihnya aku sampe sekarang masih gapercaya si yifan udah pergi, aku nganggepnya dia ngambek terus masih menenangkan pikirannya nanti balik lagi kalo ngambeknya udah reda, kaaaaak tanggung jawab kaaaaaakkk…. syedihnya tuh di sini kak *tunjuk ulu hati yang abis ketonjok*
    kangen banget sama tuh cakwe, kangen banget apalagi kalo ada momen krisyeol apa taokris apa sehunkris gitu, aku sering nonton ulang exo’s showtime kak nyeri banget nyut nyutan gitu ketawanya gak selepas dulu, tawa yang sekarang menyimpan seribu arti….. kenapa dia harus ambil jalan yang berbeda? apa dia gak bisa pura – pura ambil jalan yang sama kayak yang lainnya sampe dia lupa kalo dia lagi pura – pura? *menatap dramatis kak dira*

    kan kak aku jadi sedih padahal belum makan kak pasti nanti makanku banyak deh kayak kuli angkut gitu kan perlu energi bersinergi gitukan makannya harus banyak buat mengangkat beban di punggungnya kalo aku biar kuat mengangkat beratnya beban hidup yang tersampir di pundakku huhuhuu…… (syedih)

    TAPI KAK DIRA, AKU SAYANG KAK DIRA SAYANG BANGET UYEEAAAHH~~~~ AI LAF YUUUHH BEYBEEEHH~ WO AI NI~ THARANGHAE SARANGHAEYOO~❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

  8. Aaaah kak Diraaaaaa…..
    Ngena kaaak…
    Aku nangis kaaaaak…
    Idung rasanya engap ga bisa nafas karna nangis disaat pilek kak….
    Waktu part nya Luhan tu lhooo…
    Buatin yang Baekhyun dong kak…
    Mr. Galaxy, i miss youuu

  9. Demi Tuhan…

    Astaga,Dira … bohong kalo aku cuma bilang cerita ini menyentuh… cerita ini saking menyentuhnya bikin aku nangis dan tiba2 ingat TLP mereka yg di Beijing … satu langit, satu kota tapi beda tempat dan event … mereka pasti rindu berat … T_T

    Galaxy FanFan … baik-baik kau di sana…jangan lupa untuk sesekali menghubungi mereka meski hanya sekedar lewat telephone ataopun media sosial …

  10. mba…

    mba…

    mba…

    yifan yifan eum bukan kris ya namanya sekarang?? mba sakitnya tuh di sini mba, di sini..

    apa daya dia udah pergi duh, mungkin itu aunya ya,, dan fidio yifan yang nyanyi itu, plis ya suaranya coy, ternyata asik juga duh, kenapa dulu ga jadi vocalist huhuhu padahal asoy banget lah suaranya bikin cewek cewek pemuja wyf pada jejerita astaga..

    dan fic ini kayak kembali ke diksidiksi jaman bebisittin terus ficnya mba dir kayak yang a party without you atau nggak macem white tshirt itu, jadi plis ya DIKSINYA MBA DIRA ITU TETEUP BAGUS YA MBAA BAGUSS BANGET HEUUU ((seriuusss))

    sekian lah, wyf sudah membuatku salah fokus gegara suaranya yang asoy bisa bisa ngalahin dks, haha lumayan kan dks punya lahan baru jadi oppa oppa para aktor gitu ((nah loh, salah fokus lagi))

    sekian mba, maaf yaa jarang bnget komen sekarang, padahal aku baca huhuhu (dilempar swallow)

    seperti biasa i lav it mumumu <33

  11. Ya Allah ㅠㅠ

    Reaksiku sama bgt kayak luhan. Pura2 tegar. Menolak rasa sedih. Ngelawan rasa rindu (?) Intinya aku bisa pelukan ma lulu di cerita ini *sigh*

    *lempar remote ke bang ipan*

  12. ka dira, ini sedih. sumpah Kaka jahat, kenapa gitu aku jadi kangen kris hwaa, ka aku bacanya ngumpet nih aku nangis T.T aku suka bagian Lulu, itu yang paling nyesek ka, ya ampun ka, aku jadi mikirin kris mulu kan T-T ka dira the best deh, salam kenal ya ka aku baru baca baca web kaka

  13. Kan.. Aku jadi nangis begitu baca ini.
    Bagus banget!
    Bittersweet – dan buat aku bagian suho yang paling jleb.jleb.jleb.
    Aku kangen yifan juga kak! Aku rasa semua exol juga kangen si galaxy hyung.. T_T
    Kak dira kangen juga ya ama yipan? Huhu

    Kak dira, aku selalu suka pemilihan kata-kata kakak! Bagus banget.. Kak kak aku minta rekomendasi buku bacaan dong, aku kepingin nambah referensi bacaan aku, supaya bisa dapet ilham. Hihihi

    NB:
    (Oiya.. Boleh engga aku rikues ff chansoo?
    Umm
    .
    .
    Ngga dikabulin gapapa. Tapi aku ngarep banget penulis favorit aku nulis ttg mereka..)
    Makasih kak dira!😀

  14. TT
    membuka luka lama nih kak Dir, baca nya sampe ngulang beberapa kali per kalimat nya buat meresapi perasaan mereka yg kaya beneran emang mereka rasain, mungkin. ga tau aja gimana perasaan kris nya sendiri setelah pergi dan heol ini bikin pen nangis apalagi pas bagian luhan yg nanya knp kris gk milih akting sama mereka hufttt itu justru lebih menyakitkn buat mereka sama kris nya sendiri.
    kalo gk ada sudah seperti kata lay, baiklah kalian jalani hidup masing2 dgn kenangan yg ada tapi tetap melangkah k depan

  15. YaAmpun! Kak Dira! Aku kira pertama baca kata-kata, ku kira ini sebuah curhatan Kak Dira. Tapi ternyata? Uh, aku bacanya mau nangis tapi susah, aku jadi keinget Wu Yi Fan :’), keinget tingkah konyolnya setiap aku liat dilayar😥, keinget ekspresinya, keinget yaa keinget kenangan dia bersama EXO dulu😥. FF ini udah bisa buat aku terenyuh! >< Dilanjut yaa, Kak FF yang lainnya❤

  16. ugh, aer mataku langsung keluar aja pas bagian Suho..
    ngga tau, aku kaya yang ngerasain jga apa yng dia rasain, secara mereka kan sama2 leader…
    aku bener2 kaya ada di posisi Suho,
    *yaampunberlebihan

    jarang bnget aku nangis pas baca ff..
    tapi– tapi ini laen, ah ya ampun…
    sumpah, aku kangen bnget sama namja tiang listrik ituh,

    ya sudahlah, aku selalu seneng klo baca di blog yng kece ini,
    pemilihan kalimatnya tuh ya, deuh.

    yah, poko’ny daebak lah..

    semangattt…

    aku masih nunggu loh al Capone n ABOB series’nya..😀

  17. KAK DIRAAAAA!!!! APA INI KAK!!! APAAAAA HUWAAAAAAAAA KAK!!!
    tak tahukan kakak disini ada seseorang krisho shipper yg mencoba untuk move on tapi jadi gak bisa krna suatu ff. oke kak, bendera krisho masih berkibar dalam hatiku kak.
    entah mengapa kak, bukan krna bias. tpi pas yg punya junmyeon itu berasa sesuai banget sama ekspetasi ku huhuhuhuhuhu

    terima kasih atas kegalauan yg kakak buat. huhuhuhuhu

  18. Kak Dira………aku………mewek:”(((
    Sedih banget keinget empat bulan lalu:”(
    Jujur aja selama empat bulan ini aku ga pernah ngerasa bener bener kehilangan dia, karena selama ini aku ga penrnah anggep dia bukan bagian dari exo. Tapi semenjak lihat dia nyanyi All Of Me yang errr (not bad but i think kelebihan dia itu emg di rap) dan baca fic ini…..beuh baru keinget kalo mereka udah ga sama sama lagi:”) baru kerasa kehilangannya:”) baru kerasa kalo mereka emg ambil jalan yang berbeda:”) ugh Yi Fan ssi, andai kamu emang bener bener balik seperti mimpi Jongdae……andai aku bisa lihat kamu on the same stage with the others……andai:”)

    Aku paling suka part suho sama jongdae kak, ngena banget….apalagi aku emang lagi dilanda kangen sama mom-dad-momentnya kris suho:’) but but but kok gaada part chanyeol kak??? Pas awal baca tadi aku kira bakal ada…..soalnya kalo aku perhatiin chanyeol selalu kasih tempat kosong buat kris:”) aku pikir dia yang paling kehilangan:”)

  19. Kak dir, gimana kalau kita ganti judulnya jadi ‘Losing’ atau ‘Empty’? #seenakjidatgantigantijudulceritaorang

    Aku bacanya- nyesek!
    Aku nggak tau kenapa, tapi rasanya ngena banget!
    Kayak aku ngerasa ‘nggak lengkap kalau nggak ada yi fan’ atau bahkan ‘kenapa dy nggak bisa stay di ‘sana’ dan berpura-pura jadi bagian dari mereka?’

    Aku- jadi kayak bukan fans yang baik, aku berasa udah nggak jadi fans mereka.

    Yifan itu tuh kayak mood bosternya mereka selain Chanyeol, si happy virus. Aku berasa ada yg kurang tanpa si Yifan.

    Kemudian aku berpikir, ‘ah, aku baru inget, mereka tinggal sebelas, tanpa ayah (Yifan). Ibarat keluarga, mereka yatim’

    #duhkokakujadicurcol

    Huwaaaaaaa sedih T,T

  20. Kangen Yi Fan, Kangen Yi Fan, Kangen Yi FANNNNNNN…
    Setelah baca ff ini aku jadi ngerasa kasian sama member EXO, pertama kali ngedengar berita Kris ngajuin tuntutan pasti mereka semua langsung nge-drop, secara, ga ada angin ga ada hujan Kris tiba-tiba pergi. Dan, aku setuju sama Luhan, Kris itu, aktor yang paling hebat menurut aku, disaat dia sakit, justru dia ngehilangin sakit itu sama candaan dia yang lucu di EXO’s Showtime, gaya dia yang cool, emang susah kan ngelupain orang kaya gitu, kalau dari awal dia masang muka sedih terus baru ga apa-apa, yah ini? Muka nya selalu dipenuhi sama candaan, Kris, missing you😦

  21. Seriusan gua nangis baca ini😂😂. Feel nya ngena banget. Gimana engga, gua kangen to the max sama kris. Kangen joke nya kangen gayanya kangen suaranya dll. Apa lagi waktu showtime. Variety show favorit ❤❤ Semenjak mama era, kris lah yang buat gua jadi kepincut ama ekso dan dia malah pergi <\\3

  22. okey, please dont slap me bec this. but i’m going to cry now. uh aku ga tahu harus sebel sama siapa.
    thats really great. ah kenapa kak? kenapa? aku kira ttg cerita fluff atau angst yang ‘aman2 aja’.
    sudahlah, semua kangen yifan. aku juga. sampai kapanpun.
    *take a sheet of tissue*

  23. liat babeh wu muncul dibeberapa tempat dan waktu bikin kangen sedikit berkurang tapi nyeseknya masih nambah.. mungkin ini yang mereka rasakan ya kak..

  24. Good ff….. GoodJob

    Lulu….. Dia yg paling kangen ama kris… Sampek dia bermain drama untuk kehidupannya dan berperan sebagai luhan yang merelakan kris pergi.

    Akh…. Jd melo tengah malam….

  25. semacam kena boong lagi huft. kenapa ya kalo baca ff kak dira kaya ketipu terus. awalnya aku kira ini bkn ff tapi kaya semacam curhat gitu. eh taunya ini ff yg daebak bgt!
    gatau mau ngomong apa lagi selain punya perasaan yg sama😦 semua exo-l pasti ngerasain rasanya ya…
    btw ka, aku baca ini sambil ga sengaja keputer lagu maroon5 – unkiss me. dan itu mendukung bgt😦

  26. T___T
    miss him so bad….
    ah~~~
    luka itu terbuka lagi
    keinget lagi sama si babo leader -_-
    dia yang lupa posisinya di exo m sebagai “leader” (showtime episode 12)
    dia yang sok2an ngatain apapun yg belom di cobanya bukan style nya namun pada akhirnya dia suka :”(
    aaaa MISS HIM SO BAD gara2 baca ini~
    cuma bisa mbatin, “semoga dia tetep baik-baik aja disana, semoga dia bener2 menjadi fans exo jika dia udah gak lagi bersama exo, dan semoga mereka semua tetep sayang sama dia dibalik kata2 mereka yang pasti sebenarnya gak niat berkata kalo dia itu ‘pengkhianat’ dalam bb mereka”

  27. serius aku baca ini di tengah pelajaran pas selo. oke, berusaha buat normal tanpa terjadi apapun, padahal sebenernya pengen banget tereak tereak kenceng sambil nangis dipojokan.

    ff apa ini????

    ya allahT.T

    semakin sulit buat menerima kenyataan yang ada :’) hue..

    authornya tanggung jawab ini! wajib!

    gak bisa ngelupain wu yifan😦

  28. Jika dia bisa berakting untuk sebuah drama,” “Mengapa dia tidak bisa beraktingbersama-sama kita—di sini?”
    Auhhhh kalimat it knp jd nusuk bget eohhhhh…:(😦😦
    Aplg part para magnae it..

  29. KAKAK.
    pertama tama aku mau berterimakasih karena kak dir sudah berjasa nulis fanfics yg menghibur dan mengesankan. se bad mood apapun waktu pulang sekolah abis baca ff nya kak dira pasti langsung semangat lagi :’)
    yang kedua- aku mau bilang kalo aku sukaaaaa banget ama serial baby sitting sama ffnya kak dir yang genre nya family. sama friendship juga. keren banget hu ff terbaik yg pernah ada!❤ kak dir ini author ff favoritku huhu aku kagum kakak kok bisa sehebat itu <3<3
    yang ketiga- ff ini membuka luka lama sih hehe tp baguus bgt.
    yang terakhir- ya udah itu aja sih. eh sama ff yg baekyeon tolong dilanjutin ya kak kalo sempet hehe xoxo wassalamualaikum wr.wb

  30. Aku itu luhan banget. Bukannya rela gitu aja sahabat pergi. Tapi dia milih pergi, dan kita gak bisa maksa dia untuk balik. Untuk nahan dia gak pergi aja gak bisa kan. Toh dia pergi buat kebehagiaannya. Kalo dia bahagia, yuk kita bahagia juga. Because life must go on and tears won’t help to solve anything. But cry a little won’t hurt right?
    Topik sensitif tapi menarik, member yang lain gak di bikin dir?

  31. kak diraaaaaaaaaa TT.TT
    astagaa.. kirain apa ternyata ke wu fan toh ..
    parahnya aku baca sambil kerjain fisika, udah deh, lks fisika aku jadi basah gara2 air mata… plis, walaupun ini hanya 1 persen kemungkinan bakal balik ke EXO tapi aku ngarepiiinn banget dia kembali-dalam artian sebenarnya- engga ninggalin 9 adek dan 2 hyung lagi untuk selama-lamanya T.T

  32. kak Diraaaaaaaa. sekian musim vacum dari baca ff/apa mampir dulu deh kesini. dan what….. ini sedih kak. awalnya aku kira nggak ada castnya dan drabble tapi setelah melihat nama jun dan lalu ada wu yi fan. dan yah aku ngerti ini tentang apa. good job! keep writing!

  33. Kak Dira!! Aku sebagai fan berat Wu Yi Fan tak bisa menahan airmata yang mengalir ini. Jujur, aku ngalamin yang kayak Luhan di fiksi yang ini. Aku bilang ke kakak aku, “biarlah. Wu Yi Fan udah bagus jadi solo.” Tapi aku sering nangis malem-malem karena inget kenangan Wu Yi Fan selama di EXO. Maap ya jadi curhat, huhuㅠㅠ

  34. Kak diraaaa,baru punya paket jadi baru baca.

    Pas baca awalnya ku kira kaya quote gtu. Ternyata ceritain yifan😦

    Sumpah sedih banget pas baca. Pas bagian luhan apalagi. Nyesek banget bacanya. Sampe pgn nangis.

    Seperti biasa. Cerita mu bikin hati ku terenyuh haha😀

  35. “jika dia bisa berakting untuk sebuah drama mengapa dia tidak bisa berakting bersama kita-disini?” itu beneran kak yg paling ngen. jleb. dihati. ah pokoknya keren kak, udah. yifan we miss you<3

  36. Duh, nangis guling-guling kan baca ini..

    Kris bukan biasku, tp dia slalu mengacaukan list biasku. :”) dan aku kecewa bgt wkt dia memutuskan utk keluar. Aku marah. Tp entah knp aku lebih marah sm SM nya–krn kasus kris menurutku mirip sm hanggeng😦

    Ups maaf, aku Sm stan dan gada maksud buat nyalahin mereka, sih…
    Aku cuma… egois–mungkin? Egois, krn aku mau seharusnya exo itu 12. Bukan 11 :”)

  37. “Jika dia bisa berakting untuk sebuah drama,” Luhan berhenti sejenak. “Mengapa dia tidak bisa berakting bersama-sama kita—di sini?”
    Sumpah aku suka bgt sma kata” ny Luhan, dan seketika air mata gak terbendung

    “Kau merindukannya”
    Kita semua merindukannya Yixing Oppa🙂

  38. Aku bukan EXO L. Aku hanya menyukai SUHO di EXO. Aku tidak terlalu menyukai EXO. Tapi pas baca fict ini, entah kenapa rasanya mau nangis.
    Jadi teringat Hangeng gege.
    Sakit, sedih, marah, rasa tak terima bercampur jadi satu. Aku mengerti perasaan kalian. Aku pernah mengalaminya. Bahkan sampai sekarang, aku belum bisa menerima kenyataan bahwa dia pergi. Pergi, tapi masih bisa mendengar berita tentangnya. Ia pergi tapi…
    Ah sudahlah~

  39. I love it and i hate it at the same time
    Membaca ini sebenarnya sedikit membuka luka lama,terutama part Sehun,menurutku paling kerasa disitu.Awalnya aku pikir bakalan dibuat untuk 11 member,soalnya aku paling mengharapkan dari sisi Tao sama Lay.Pasti bakalan beneran bikin nangis banget T.T
    Mr.Galaxy we miss you

  40. Iya kak ini emamg gak boleh dibawa serius. Iya ini cuma fiksi. Tapi nyeseknya bukan fiksi. Dan pas aku sadar aku nangis juga bukan khayalan u.u
    Aku pikir ini bukan exo,, aku pikir ini cuma tulisan yg bahas persahabatan biasa. Dan pas kalimat ‘junmyeon mengetahuinya’ …. Pemikiran aku nyampe ke seseorang-yang-dulu-pernah-dipanggil-galaksi ㅠㅠ
    ih beneran dari mulai itu sampe end, gak tau deh suka kebiasaan kebawa perasaan sampe nangis u.u

    kaaaakkk pengen yg member lain jugaaaaaa~ apalagi chanyeol. Huhuhu kan krisyeol juga yg paling banyak kenangannya.. Lain kali juga gapapa =)

  41. :Pernahkah kau kehilangan sahabat terbaikmu?

    Hm, aku menoleh ke Luhan sebentar.
    Sebuah anggukan.
    Haha..
    Aku mengalaminya juga. Dan aku merindukannya juga. Seperti Luhan, aku mengingkarinya juga.
    But thank to you, lewat Lay kamu menjawab pertanyaan aku: Kenapa aku masih rindu sama dia yg pergi? Kenapa aku tidak bisa melupakannya? “Karena dia teman”
    Deskripsinya bagus dan.. somehow aku ngerasa nyesek.

    Dia memutuskan pergi. Tapi dia tetap teman.

  42. Kak, kukira ini ttg curhatan kakak atau apa gituu (krna awalnya) tpi knapa jdi ke Kris larinya??
    Baca ini sambil ke bayang” masalah itu lagi, sedih & sakit bangetttt …..
    Bagian yg bkin ku ‘nyesss’ itu pas bgian sehun Dan kai, itu plg sedih mnrutku, aku ampe ngulang bacanya 2 kali Dann ……. Banjirrrr~ huweeeeee😥 ㅠ ﹏ㅠ
    Dan untk kris, klo brharap dia kembali lagi tuh rasanya percuma (klw kembali juga, ‘mungkin’ kris sma mmber lain jadi akward) huhhh, flashbackk iniiiiii ahhh pkonya ff ini sukses mengungkit luka lama *ciehhh

  43. Aku mewek.. Mewek.mewek hueeee! DADDY KRISSS TT.TT >>”hallo ini kris,EXO”<< PENGEN DENGER DIA NGOMONG KAYA GITU LAGI.. YANG ADA NAMA KRIS DENGAN EMBEL2 EXO DIBELAKANGNYAA… Huhuhu:'' sumpah gue kangen banget banget bangettttt ama tu orang.. T.T yasudahlah.. WE ARE ONE!❤

  44. Ya ampun kak, bikin galau seketika aja, apalagi biasku Kris, bener2 sakitt
    Sempet sih, benci setengah mati ama Kris, tp akhirnya sadar jg, kalo bukan salahnya Kris, apalagi habis baca ff ini, jd makin sadar deh :’)
    Ini mungkin fiksi, tp siapa tau di dalem member2 EXO bener bener merindukan Kris :”)

  45. nangis bacanya eon.semua itu cobak tak lakuin.persis kek yg tak rasain.serius wkwk
    pas cerita samaa temen2ku sok sok.an cuek dan bilang pasti dia punya alasan ato itu pilihannya tapi tetep aja nyesek. aahhhhhhh bisa kali yifan nyanyiin baby dont cry buat aku hhahaha gaada lg kris exo yg ada actor wu yi fan. hoahhhh

  46. kak ini ff ternyesek yang aku baca, aku ngebayangin hal” diatas itu emang kejadian di kenyataannya kak, dan itu sedihh banget hueeeee T.T
    kayaknya ngga penting lagi deh aku komen bagus atau ngga nya ff kakak, karna jawabannya pasti “BAGUSS BANGET” lanjut ya kak nulisnya! hwaiting!

  47. duh yifan, aku juga merindukanmu hehehe sejak kamu gak di exo pasokan fotomu jadi menurun drastis tolonq!!!
    aku suka prolognya, dir. aku pernah kayak gitu. duh, jadi kangen orang2 yang pernah jadi sahabatku deh jadinya hiks
    nice ff! as always!

  48. pas aku baca ini kukira ini ff suho sama oc ternyata sama yifanT__T
    aku nangis kaaakk, pas luhan juga T__T kangen banget sama yifan, kapan dia balik lagi T__T
    serasa ngerti perasaan anak exo pas baca ini T__T /tarik ulur ingus/
    keren deh kak pokoknya, fightinggg!

  49. aku enggak nyangka ini FF tentang WU Yifan TT^TT waktu aku memang lagi kangen seseorang dan aku buka FF ini malah makin menjadi-jadi kangennya :”D Sakit banget kalau kita berada di posisi member EXO :”(

  50. eonni aku baca lagi loh,haha pas baca pertama dulu gatau kenapa aku fokus banget dikisahnya luhan diatas. dan ternyata karena dia juga merindukan kris, jadi nyusul.aku nnngis lagi baca ini haha ahhhh,, hati kacau tapi udah gak bisa nangis trus baca ini sedikit lega bisa nangis wkwk huoohhhh. ayo eon bikin ff sad lagi. lagi pengen nngsi nih ㅋㅋㅋㅋ

  51. astaga diraa.. aku ngga tau kenapa aku terjebak di fiksi pelik nan galau ini. huhu
    kau membuat pagiku berkabung /?
    aku suka ketika kau menjelaskan tentang krisho. astaga. ini seperti real. aku paling suka yang ini.
    aq langsung flashback ke masa-masa exo showtime tau nggak.
    dan aku juga suka sama intronya. kita semua pasti pernah mengalaminya.. kehilangan sahabat dan tiba-tiba aku kangen sahabat-sahabatku T_T
    aku kangen sama dikau juga diraa. lama ngga bersuaaa. *plok

  52. Uhh, kalo baca beginian pasti keinget lagi. Wu Yifan juga apa kabar disana?
    Ah, Luhan rindu ya tapi ga mau ngaku? Kalo sekarang gimana, ya? Apa masih rindu? Kalian kan udah berada di negara yang sama T_T
    Di fic ini, Luhan serasa berat banget ya nerima fakta Kris udah keluar. Tapi nyatanya, dia memilih jalan yang sama dengan Kris :”)

  53. njir kok mellow banget :””” aku hampir aja nangis huweee *nangis darah* njir mellow banget sih yak hidupnya exo *TAMPAR AJA TAMPAR*

    huwee karyanya bagus banget huweee :” *masih nangis*

  54. Oh gosh, That Poem….

    “Kau tahu dia baik baik saja dan ketika kau berbelok ke segala arah yang mungkin, kau hanya bertemu dengan punggungnya.”

    Intinya, itulah yang kudapat setelah membaca tulisan ini. Dan ketika masuk ke bagian junmyeon itu. Heartbreak yang sudah ada semakin ada. Please, Kak dira, im newcoming reader by the way. Hahaha… i’m also called dira anyway😀

  55. Astaga Diraaa… Hari ini ultah chanyeol dan aku gak sengaja nemu ini.. keinget exo showtime, keinget kris, keinget Luhan.. nyeseknya tuh disini…😥
    gak kebayang gimana perasaan anak exo skrg,, kehilangan kris aja kayak gtu apalagi skrg kehilangan Luhan jugaa..😦
    Mata udah berkaca-kaca baca gara2 baca ini..😦
    “Kau memang tidak bisa menyentuh kulitnya, menggenggam tangannya, mencium aroma tubuhnya. Tapi kau tahu dia baik-baik saja. Hanya sebatas itu. Seperti ada dinding pemisah kasat mata yang membuat jarak di antara kalian begitu terasa jelas menjauhkan” aq suka kata2 ini karena aq juga mengalaminya.

  56. Hei aku baru baca ini dan….
    Biarpun aku baru suka EXO akhir tahun lalu *tjurhat* tapi aku bisa ngerasain gimana member EXO kehilangan Kris. *okey Rin ini cuma fiksi* tapi tetep aja aku nangis bacanyaa~~ nyayat hati huhuhu karena aku sering ngalamin ini *tjurhat lagi*
    Very nice fic Dira ^^b

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s