Posted in A Bunch of Baby Series, Comedy, Family, Fluff, Romance

This is Life

Cast: Chanyeol [EXO-K] & Yejin [OC] / Genre: Comedy, Family, Romance, Cheesy, Abob’s side story / Length: Drabble

Soundtrack: Katy Perry – Birthday

Summary:

So this is…?

 

 

“Kim Yejin, berapa banyak petikan gitar yang harus kumainkan untuk meluluhkan hatimu?”

“Yeol…”

“Berapa banyak lagu yang harus kuciptakan untukmu?”

“Park…”

“Butuh berapa lama waktu yang bergulir di atas kulit kita hingga kaumau menerima diriku, Kim Yejin?”

“Chanyeol…”

“Jadikanlah aku bagian dari hidupmu, tangkai bagi bungamu, bulan bagi malammu, pita bagi rambutmu, terompet bagi pestamu, dan bulu bagi kakimu—aww!”

“…”

“Kenapa kau memukulku dengan bantal? Ada apa denganmu, Yejin?”

“Ada apa denganku? Ha! Ada apa denganku? Seharusnya aku yang bertanya padamu! Demi Tuhan, Chanyeol—ini pukul tiga pagi, apa yang kaulakukan?”

“Umm, merayumu untuk jadi milikku?”

“Uh huh, lucu sekali, Park Chanyeol. Aku istrimu dan namaku Park Yejin.”

“Oh ya?”

“Apa kaulupa telah menikahiku satu setengah tahun yang lalu?!”

“Entahlah…”

“Chanyeol!”

“Aku bahkan tidak tahu apa yang kulakukan di tempat tidur ini—bersamamu.”

“…”

“Kenapa kau melihatiku seperti itu, Yejin?”

“Apa ada UFO mendarat di pekarangan rumah kita?”

“Tidak tahu. Belum mengeceknya. Kenapa?”

“Karena kau seperti komedian dari planet Pluto—“

“Planet Pluto sudah tidak diakui lagi, Yejin.”

“Oke, Saturnus. Kau komedian dari planet Saturnus dan aku bersumpah, kau tidak lucu.”

“Tapi—“

“Sama sekali.”

“Tapi aku Chanyeol, gitaris Al Capone.”

“Oh, senang berkenalan denganmu, Chanyeol. Selamat malam.”

“Begitukah caramu setelah berkenalan dengan seseorang? Memberinya punggung?”

“Ugh, diamlah, Chanyeol.”

“…”

“…”

“…”

“…”

“Yejin.”

“…”

“Aku mendengar suara bayi menangis.”

“…”

“Yejin, ada bayi menangis!”

Congratulation, Mr. Park! Bayi itu adalah anak kita yang bernama Park Monggyu. Jenis kelaminnya laki-laki dan beratnya 3,7 kilogram saat lahir. Dan sekarang dia bangun disebabkan oleh beberapa kemungkinan. Satu, dia lapar; dua, popoknya basah; ketiga, dia digigit nyamuk.”

“Ooooke.”

“Yeah, ooooke.”

“…”

“…”

“Yejin.”

“…”

“Kau tidak berniat pergi ke sana untuk menghentikan tangisnya? Karena, jujur, ini sangat mengganggu—“

“Chanyeol.”

“Ya?”

“Apa kautahu kau terlihat sangat tampan pukul tiga dini hari ini?”

“Oh ya?”

“Ya. Rambutmu yang berantakan, kaus putih ini, boxer biru itu—kau bukan hanya tampan, tapi juga seksi.”

“Benarkah?!”

“Yeah—dan kau terlihat seribu kali lebih seksi jika berjalan ke kamar anak kita, dan memeriksa apa yang membuatnya menangis. Apalagi saat kau membuatkannya susu di dapur atau mengganti popoknya atau mengoleskan lotion anti nyamuk di kulitnya lalu menggendongnya hingga dia tidur lagi.”

“Kau serius? Maksudku, aku terlihat seksi saat mengocok susu hangat—“

“Mirip bartender, Chanyeol. Bartender professional.”

“Wah, aku tidak tahu itu yang membuatmu tergila-gila.”

“Ya, aku tergila-gila padamu, Yeol. Karena kau adalah bagian dari hidupku, tangkai bagi bungaku, bulan bagi malamku, pita bagi rambutku, terompet bagi pestaku, dan…err, bulu bagi kakiku.”

“Apa kau juga mencintaiku, Yejin?”

“Sangat. Sangat mencintaimu.”

“Oke, aku juga sangaaaaaaat mencintaimu. Dan aku akan pergi ke kamar anak kita.”

“Baiklah—oh God, kau sangat seksi berdiri di dekat pintu, Yeol.”

“B-benarkah?”

“Iya.”

“Kalau aku berpose seperti ini, apa aku juga terlihat seksi?”

“I…iya—“

“Begini?”

“Yeah, tapi—“

“Bagaimana kalau begini?”

“Oke, yeah, kau terlihat seksi. Turunkan kakimu dari sana, Yeol. Cepatlah pergi ke kamar Monggyu.”

“Yap! Aku akan ke sana dan segera kembali.”

Sungguh, Yejin tak mengerti siapa yang sebenarnya satu setengah tahun lalu dia nikahi; siapa yang menyematkan cincin di jari manisnya dan mengucapkan sumpah setia itu di hadapannya. Dia aneh, dia konyol, dan malam ini…dia amnesia. Dan Yejin sangat lelah untuk memeriksa apa benar ada UFO yang mendarat di pekarangan rumahnya; alien menukar Chanyeol dengan salah satu anggota mereka dan membiarkan Yejin tinggal bersamanya.

Yejin tidak peduli. Dia hanya ingin tidur, tidur, dan tidur. Sejak kehadiran Monggyu si bayi kecil di tengah-tengah mereka, Yejin tidak punya waktu istirahat yang cukup.

Kini, mari Yejin menikmati kasurnya sejenak sementara Chanyeol dengan ‘seksi’nya mengurus anak mereka.

Walaupun itu hanya berlangsung sekitar satu menit sebelum…

Shit!

Mata Yejin terbelak mendengar kata kasar keluar dari mulut Chanyeol. Semoga Monggyu tidak mendengarnya.

Shit on everywhere! Yejin, oh my God, Yejin!”

Yejin memukul bantalnya kesal dan bangkit dari kasur. Dia menatap foto Chanyeol di dinding—satu yang sedang bermain gitar listrik, keringat membasahi lengan dan rambutnya. Oke, dia memang seksi. Anggota band memang selalu seksi. Yejin mengakuinya. Tapi dia mau menangis sekarang.

“Bersyukurlah kau tampan dan keren, Yeol. Kalau tidak, aku mungkin sudah meninggalkanmu sejak—“

“Yejin! Dia pipis, dia kentut—argh! Kotorannya mengenai kausku!!”

Yejin memijat kepalanya yang mendadak terserang pusing.

“Aku tidak seksi lagi, toloooong!”

Jadi, inikah yang dinamakan…

“Oke, oke, Yeol. Aku datang, aku datang.”

…hidup bersama Park Chanyeol?

Ya, inilah hidup bersama Park Chanyeol.

THE END

a/n:

Idk, katy perry do this to me. WHAAAAIIII!!!!

 

p.s: sorry, no comment box. i just feel bad i can not reply your comments. but i want to say thank you so so much❤ but if you want to give me some advices, comments, or anything else, you can go to my twitter or ask.fm.

have a nice day🙂

Penulis:

A Ridiculous Writer :)