Posted in EXO, Family, Fanfiction, Fluff, Romance, Two is Better Than One

Two is Better Than One

Main Casts: Baekhyun & Taeyeon ▲ Others Cast: Krystal, Sulli, Xiumin, Luhan, Tao ▲ Genre: Family, Romance ▲ Length: >2000wc ▲ Rating: Pg-15

Soundtrack: Jason Derulo – It Girl

Summary:

Byun Baekhyun menjadi single parent saat umurnya 32 tahun

Kim Taeyeon bercerai dan menjadi single parent saat umurnya 34 tahun

Dan jika mereka sesama single parent, mengapa mereka tidak mencoba sesuatu untuk melengkapi satu sama lain layaknya potongan puzzle?

Baekhyun tak tahu ternyata begini rasanya kembali jatuh cinta setelah sekian lama. Hm, kapan terakhir kali dia merasakannya? Sekitar 14 tahun yang lalu? Saat pertama kali bertemu dengan sang istri di kampus dulu? Baekhyun ingat dialah yang pertama jatuh cinta dan rasanya seperti ada jutaan kembang api meledak-ledak di dadanya, membuatnya meringis setiap kali hal itu terjadi. Dan kecantikan sang istri jauh melampaui akal sehat yang Baekhyun miliki.

Di tahun 2014 ini, Baekhyun berumur 32 tahun. Sekitar 3,5 tahun yang lalu sang istri meninggal dunia dikarenakan kanker. Wanita yang dia cintai itu pergi meninggalkan dua puteri cantik, yaitu Soojung dan Jinri. Soojung berumur 12 tahun, Jinri 4 tahun. Terkadang, Baekhyun mengira hatinya sudah separuh mati sementara yang lainnya hidup demi Soojung dan Jinri. Terkadang, dia mengira air matanya sudah kering dan tawanya hampir hilang terbawa angin.

Namun semenjak rumah kosong di sebelah tempat tinggalnya terisi dengan satu keluarga, Baekhyun menyadari beberapa kemungkinan yang dapat terjadi: hatinya mungkin dapat kembali hidup setelah sekian lama, hatinya mungkin dapat terisi kembali, dan jatuh cinta pada Kim Taeyeon tak bisa dikategorikan sebagai satu kesalahan.

“Hai,” sapa Baekhyun begitu melihat wanita cantik itu keluar dari rumahnya. Kim Taeyeon tidak menjawab untuk beberapa saat karena perhatiannya tersita oleh anak-anaknya yang berhamburan keluar seperti bola billiard.

“Anak-anak, pelan-pelan oke? Tao, di mana tasmu? Ambil sekarang juga—Luhan! Luhan, berhenti mengejar Xiumin.”

Oh, pagi tetangga baru Baekhyun ini memang selalu diwarnai oleh jeritan-jeritan yang membangunkan semua orang di perumahan itu. Taeyeon adalah ibu beranak tiga dan semuanya laki-laki. Baekhyun bisa melihat betapa kewalahannya wanita itu mengurus ketiga puteranya sendirian. Dengar-dengar, dua tahun yang lalu dia bercerai dari sang suami dan membawa semua anak-anaknya tinggal bersamanya. Umurnya 34 tahun, namun di mata Baekhyun, Taeyeon masih terlihat bak remaja dengan rambut cokelat bergelombang dan balutan kemeja putih yang dia kenakan saat pergi ke kantor.

Baekhyun sanggup menghabiskan sepanjang harinya memandang wanita itu tanpa ada rasa bosan, namun bumi ini terus berputar sembari realita kembali menarik lamunan Baekhyun dan mengempaskannya ke bumi.

Taeyeon menyadari kehadirannya setelah dua menit berkutat memisahkan anak kembarnya, Xiumin dan Luhan (yang berumur empat tahun, yang menurut Baekhyun sama sekali tidak mirip, namun Taeyeon mengatakan mereka itu kembar, jadi Baekhyun memercayainya).

“H-hai, Tuan Byun.”

“Hai,” untuk kedua kalinya Baekhyun menyapanya. Sembari mengangkat gelas kopinya pada Taeyeon, dia berkata, “Sibuk sekali pagi ini. Sudah sarapan?”

Taeyeon tertawa dan menghampiri tembok pembatas rumah mereka. “Yeah, seperti biasa, sebelum menghadapi pekerjaan di kantor, tenagaku sudah terlanjur habis menghadapi anak-anak ini. Dan—thanks menanyakan ini, aku sudah sarapan.”

“Sarapan apa?” Baekhyun kembali bertanya. Hei, apa pedulimu tentang sarapan Kim Taeyeon?

“Um, jangan tertawa, please.” Ada semburat rona merah muncul di pipinya dan Baekhyun bersumpah itu adalah blush on warna terbaik di pipi Taeyeon.

“Kenapa? Kenapa aku harus menertawai apa yang kau makan pagi ini, hm? Kau tidak makan sesuatu yang aneh kan?” Oh, Byun Baekhyun, apa kau sedang menggodanya?

“Karena…” Taeyeon menutup setengah wajahnya malu. “Pagi ini aku menemukan kulkasku kosong akan persediaan telur, dan aku lupa membeli tepung terigu untuk membuat pancake semalam, dan microwave-ku rusak, dan yang ada hanyalah susu beserta sereal Twinkies milik anak-anak dan…,” dia menarik napas setelah bicara panjang lebar. “Aku berakhir memakan semangkuk Twinkies—tolong jangan tertawakan aku.”

Baekhyun tersenyum. Dia tidak bermaksud menertawakan kisah ‘Taeyeon dan Semangkuk Twinkies’ pagi ini. Dia hanya tidak menyangka Taeyeon akan selucu ini saat berbicara sangat cepat atau bersikap malu seperti itu. Oh, damnit! Go get a grip, Byun Baekhyun!

“Aku percaya Twinkies akan mewarnai harimu, tenang saja,” gurau Baekhyun menyesap kopinya dan membuat Taeyeon tertawa. “Kau bercanda.”

“Tapi sebenarnya kau bisa ke rumahku jika kekurangan apapun. Ada banyak telur di kulkasku dan tepung terigu.”

“Terima kasih, Tuan Byun,” dia tersenyum tulus. “Andaikan aku bisa keluar dari rumahku tanpa ada Xiumin atau Luhan menempel di kakiku, aku mungkin sudah mengetuk pintu rumahmu tadi. Percayalah, aku juga berpikir demikian.”

Mereka kembali tertawa. Dilihat-lihat, hidup tidak terlalu menyedihkan seperti apa yang orang-orang katakan, bahkan mereka terlihat semakin indah dan berwarna saat bersama Taeyeon. Waktu berjalan begitu cepat, matahari menyingsing terlalu awal, hari begitu gesit berganti, dan tanpa terasa ini adalah bulan kedua sejak Taeyeon pindah ke sini—mulai mewarnai kanvas putih milik Baekhyun.

“Boleh aku menanyakan sesuatu?” tiba-tiba Taeyeon bertanya. Baekhyun menanggapinya terlampau serius, dia meletakkan gelasnya dan memfokuskan diri pada Taeyeon. “Ya, tentu saja boleh. Apa yang ingin kau tanyakan?”

Apa kau mau bertanya kapan aku punya waktu luang?

Apa kau mau bertanya kapan kita bisa jalan berdua?

Apa kau mau bertanya kapan kita kencan ke luar?

“Kenapa kau masih pakai piyama?”

Apa kau mau—

“Hah? A-apa?”

Taeyeon menunjuk kaus tidurnya yang berwarna putih bercorak garis-garis biru. “Sudah jam tujuh, biasanya aku menemukanmu dengan jas dan tas kerjamu, bukan dalam balutan piyama seperti ini.”

“O-oh,” yeah, ‘oh’ itu yang dia maksud. “Ini—well, hari ini Jinri merasa sedikit…sakit,” dia membuat gerakan tanda petik di udara. “Dia ingin aku tidak pergi bekerja dan menemaninya di rumah.”

“Ah ya, menitipkan anak-anak terlalu lama pada babysitter sering membuatku tidak merasa nyaman.”

“Yeah, aku berencana untuk mengambil cuti beberapa hari ke depan,” kata Baekhyun mengedikkan bahunya santai.

“Ya, mudah bagimu untuk mengambil cuti sebanyak apapun yang kaumau semenjak kau adalah CEO Byun Enterprise.”

Baekhyun tergelak dan menenggak habis kopinya. “Tidak juga. Aku tetap punya kewajiban menggunung di sana, yang tentu saja, tidak bisa kutinggalkan.”

“Aku menger—“

Obrolan mereka terputus sesaat oleh suara tangis yang berasal dari mulut Xiumin. Baekhyun melongokkan kepalanya ke balik tembok dan melihat anak bertubuh gempal itu berbaring di lantai teras dengan air mata bercucuran di kedua sisi wajahnya, dan—hei, apa itu bekas gigitan di pipi kirinya?

“Ibuuuuuu…! Luhan menggigitku!” jeritnya kencang.

“Luhan…” desah Taeyeon yang sepertinya sudah bosan menghadapi kelakukan Luhan si anak kurus. Oh, kini Baekhyun tahu di mana letak perbedaan si kembar! Luhan kurus bagai ranting, Xiumin gemuk seperti bakpao.

“Aku lapar. Aku butuh makanan, rawwrr!!” Luhan memperlihatkan giginya yang ompong dua di bagian depan, lalu ketika Taeyeon hendak menarik tangannya, bocah itu segera melesat ke taman dan berpura jadi pesawat jet.

Taeyeon pun mengabaikannya dan menggendong Xiumin. Dia menghapus air matanya dan mencium bekas gigitan itu dengan penuh kasih sayang. Tiba-tiba dada Baekhyun bergemuruh. Taeyeon mirip sekali dengan mendiang istrinya yang memperlakukan anak-anak dengan sangat baik—atau…semua ibu di dunia ini memang begitu? Entahlah. Kau tidak bisa menjelaskannya saat cinta sedang mendominasi akal sehatmu. Semuanya terlihat sempurna di matamu.

“Jangan menangis, oke? Akan Ibu hukum Luhan nanti.”

Xiumin menganggukkan kepalanya, setelah itu dia membenamkan wajah bulatnya di lekukan leher sang ibu.

“Hei, jagoan kecil,” ujar Baekhyun menyentuh rambutnya.

“Sayang, ucapkan selamat pagi pada Paman Byun,” Taeyeon mengguncang tubuh Xiumin dan anak itu menatap Baekhyun beberapa saat sebelum bibir kecilnya bergerak mengucapkan salam. “Selamat pagi, Paman Byun.”

Baru saja Baekhyun mau menyapanya balik, tiba-tiba seseorang membanting pintu rumahnya di belakang dan begitu dia berbalik, Soojung sudah berdiri di dekat mobilnya. Dengan tas tersampir di bahu, jaket melilit di pinggang beserta tangan yang terlipat rapi di dadanya—membuat Baekhyun tak percaya bahwa Soojung hanyalah gadis kecilnya yang baru berumur 12 tahun. Ekspresi dingin itu membuatnya terlihat tidak bersahabat dan lebih tua dari usia yang sebenarnya.

“Aku menunggu Ayah memanggilku ke teras, tapi ternyata Ayah malah mengobrol dan bahkan belum mengganti baju sama sekali,” ujarnya tajam.

“Oh—oh, maafkan Ayah. Kau masuklah ke dalam mobil. Ayah akan ganti baju sebentar.”

“Selamat pagi, Soojung,” Taeyeon menyapanya, tidak lupa melambaikan tangannya yang dibalas dingin oleh Soojung. Gadis itu tidak menggubrisnya sama sekali, malah membuang muka dan masuk ke dalam mobil tanpa ekspresi apa-apa, seolah Taeyeon hanyalah angin lalu.

Melihat tingkah Soojung, Baekhyun merasa tidak enak. “Maafkan Soojung. Dia…entahlah, mungkin mood-nya selalu berubah-ubah. Kita terkadang tidak mengerti bagaimana perilaku remaja sekarang.” Tidak. Baekhyun tahu benar Soojung tak pernah merubah sikapnya terhadap Taeyeon dari awal bertemu. Soojung selalu bersikap dingin, kaku, bahkan cenderung mengacuhkannya setiap kali mereka dipertemukan. Seakan Taeyeon adalah alien dari planet lain yang akan menghancurkan keluarganya.

Taeyeon mengerti. Dia melirik jam tangannya—terkejut. “Jam tujuh lewat lima belas menit. Kau bisa terlambat—maksudku, kita semua.”

Tin tin tiiiin!

Soojung menekan klakson sebanyak tiga kali. Baekhyun melihatnya melotot dan mulutnya mengucapkan kata “Come on!Well, sepertinya Baekhyun harus mengakhiri percakapan mereka pagi ini.

“Baiklah. Aku antar Soojung dulu ke sekolah.”

“Ya, aku juga,” Taeyeon mengangguk. “Hati-hati di jalan, Tuan Byun.”

“Yeah, kau juga, Nyonya Kim.”

Keduanya sama-sama membungkukkan tubuh dan berbalik untuk menghadapi aktivitas masing-masing. Taeyeon memanggil Tao, menggamit lengan Luhan yang sedari tadi berlari-lari tanpa henti di taman sementara Xiumin melompat-lompat di gendongannya. Baekhyun berpikir wanita ini tangguh bukan main. Dihadapkan dua gadis kecil saja, Baekhyun sering merasa clueless dan kehilangan akal sehatnya, bagaimana dengan Taeyeon? Tiga anak laki-laki; Tao yang pendiam ditambah si kembar yang selalu mengacau. Entahlah, Baekhyun hanya kagum menatap sosok Kim Taeyeon yang hidup sebagai single parent.

Walaupun dia juga begitu.

Dan jika mereka sesama single parent, mengapa mereka tidak mencoba sesuatu; sesuatu untuk melengkapi satu sama lain layaknya potongan puzzle?

“Nyo-Nyonya Kim,” panggil Baekhyun sedikit.

Taeyeon yang hendak membuka pintu mobilnya berhenti ketika mendengar panggilan itu. Dia menoleh dan mendapat Baekhyun menatapnya. “Ya?”

Well, aku—aku…,”

Taeyeon menunggu.

“A-aku…malam ini, umm…,” sial! Apa yang terjadi padamu, Baek?

“Kau malam ini…?”

Baekhyun meremas tangannya, rasa gugup lamat-lamat menderanya. Mengatakan ini pada Taeyeon rasanya seperti sedang menyampaikan suatu perubahan di depan ribuan karyawan perusahaannya. Baekhyun gugup bukan main.

“Hari ini aku stay di rumah karena Jinri menginginkanku begitu,” apa dia baru saja mengulang cerita yang sudah Taeyeon ketahui? “Dan—dan aku pikir, aku akan memasak malam ini, dan…,” ayolah katakan saja. Di belakang, Soojung membunyikan klakson cukup lama yang membuat Baekhyun maupun Taeyeon meringis. Soojung baru berhenti ketika Baekhyun memberikannya aba-aba untuk menunggu sejenak.

“Aku mengundangmu dan anak-anakmu datang untuk makan malam bersama kami.”

“Oh,” Taeyeon nampak terkesiap. Dia menggigit bibirnya dan rasanya Baekhyun mencium aroma penolakan. Dia siap, tapi tidak cukup siap saat mendengar jawabannya.

“Tuan Byun, terima kasih atas undangannya. Tapi…,” dia tersenyum sungkan. Ah, Baekhyun merasakan ada luka kecil tertoreh di hatinya. “Tapi mantan suamiku—maksudku, ayah dari anak-anakku datang malam ini untuk makan malam dan menonton pertandingan sepak bola bersama mereka. Jadi aku—“

“Ayah jadi datang hari ini?” Luhan melongokkan kepalanya dari dalam mobil, mendengar perkataan Taeyeon barusan wajahnya jadi super cerah.

“Iya, sayang.”

“Yeay! Ayah akan datang malam ini!” pekiknya senang dan Baekhyun tahu dia mungkin bukanlah potongan puzzle yang tepat bagi hidup Taeyeon. Anak-anak itu tentu saja lebih memilih ayah mereka sendiri. Begitu pun dengan Soojung yang terus menerus cemberut di sepanjang perjalanan menuju sekolah.

Gadis itu diam, tatapannya lurus mengarah ke depan, sesekali meniup poninya. Baekhyun segera menyadarinya. “Soojung?”

“Ya.”

Baby, ada apa denganmu, hm? Apa kau sakit?”

I’m fine,” jawabnya singkat.

No, you’re not fine. At all,” lalu Baekhyun menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Soojung melihat sekelilingnya bingung. “What are you doing? We’re gonna late.”

Tell me, baby.”

Tell you what? I’m fine. That’s all,” Soojung kembali menekuk wajahnya seperti beberapa saat yang lalu. Mood-nya semakin buruk. Sebagai ayah, Baekhyun dapat merasakannya. Dia menyentuh tangan gadis kecil itu, namun Soojung menariknya cepat hingga terlepas dari genggamannya.

Sekejap Baekhyun mengerti.

“Apa ini karena Nyonya Kim?”

Soojung tak menjawab.

Baby—“

“Bisakah Ayah tidak menatapnya seperti itu?”

Soojung bersuara setelahnya. Bulir-bulir air mata dengan deras menuruni kedua pipinya—sama seperti langit yang mulai mendung sedari tadi, kini mulai melepaskan tetes-tetes air hujan satu persatu ke tanah.

Baekhyun tidak punya pemahaman yang cukup terkait pertanyaan Soojung. Dia tentu kehilangan kata-kata untuk menjawab, sering sekali dia terjebak dalam situasi seperti ini bersama Soojung. Namun kali ini, Baekhyun benar-benar tak tahu bagaimana harus menjawabnya—

“Dia bukan Ibu, Yah.”

—dan menanggapinya.

Sejak dulu, Baekhyun adalah perencana terbaik. Hidupnya berjalan seperti yang selalu dia rencanakan. Dia memang berencana menikah muda, mempunyai dua anak, dan tinggal di perumahan yang dia tinggali kini. Tapi kepergian sang istri 3,5 tahun yang lalu tidak ada di daftar rencananya, begitu juga menjadi single parent di umurnya yang terbilang muda, apalagi dengan persoalan jatuh cinta pada Kim Taeyeon. Itu adalah sederet hal yang tak pernah sekalipun Baekhyun tuliskan ke dalam daftar rencananya.

Kemarin, Baekhyun baru saja berpikir apa dia telah berkhianat di belakang istrinya. Hatinya mirip rumah kosong yang telah lama ditinggalkan. Hanya berbekal dua lilin kecil, yang ajaibnya, dapat menerangi rumah itu. Baekhyun terkadang merindukan sinar matahari masuk lewat tingkap-tingkap rumahnya lagi. Lalu suatu hari, bukan matahari yang datang melainkan bulan beserta cahayanya yang membantu menerangi rumahnya. Tidak bolehkah Baekhyun merasa senang?

Bulan memang bukan matahari, tapi dia juga dapat memberikan cahaya. Kim Taeyeon memang bukan istrinya yang dulu, tapi dia dapat membuat Baekhyun jatuh cinta lagi.

Sayangnya, Soojung tidak mengerti hal itu.

Baby,” Baekhyun menangkup wajah Soojung dan berbisik pelan, “Nyonya Kim memang bukan ibumu. Ayah bahkan tidak pernah menganggapnya begitu.”

“Tapi Ayah menatapnya seolah-olah ada Ibu di depanmu. Dan aku benci hal itu.”

Baekhyun membuka mulut untuk membalas, namun dia tahu tak ada gunanya mempertahankan argumennya. Soojung bukanlah CEO dari perusahaan lain yang bisa diajak negosiasi dalam beberapa hal. Dia hanyalah gadis kecil Baekhyun yang tak mau posisi ibunya digantikan oleh siapa pun. Dan Baekhyun mau tak mau harus memahami hal itu.

Detik itu, Baekhyun membuka seatbelt-nya beserta seatbelt Soojung. Dia membawa anak perempuannya ke dalam dekapan super erat yang dapat menenangkan sekaligus menghentikan tangisan yang menyayat hati itu. “Sssh, baby, jangan menangis lagi.”

“Kumohon, Yah, jangan menatap Nyonya Kim seperti itu lagi.”

“Oke, baby. Ayah mengerti.”

Tangisan Soojung reda beberapa menit kemudian. Masih dalam pelukan sang ayah, Soojung memainkan ujung kausnya dan berkata begitu pelan, Baekhyun hampir tidak mendengarnya.

You love mum, don’t you?”

Ingin rasanya Baekhyun menjauhkan Soojung dari pelukannya, agar degupan jantungnya yang cepat tak terdengar olehnya. Pertanyaan itu merobek-robak bagian dalam tubuh Baekhyun dan rasanya sakit. Baekhyun ingin menjawab ‘I did. I did love her’, tapi jawaban itu akan menyakiti Soojung, maka…

I do love her, baby,” gumam Baekhyun seraya menghujani kecupan di pucuk kepala Soojung. “So much.”

Hari itu Soojung tidak masuk sekolah. Baekhyun memutuskan bahwa mereka butuh waktu di rumah, bertiga dengan Jinri, lebih banyak. Mereka akan nonton kartun sepanjang hari sambil makan cookies juga susu, pergi ke taman di sore hari, lalu Baekhyun akan memasak steak ayam untuk makan malamnya.

Dia mungkin harus menunggu sedikit lebih lama. Luka di hati gadis kecilnya yang bernama Soojung belum sembuh dan butuh waktu sampai dia menyadari…Baekhyun tidak akan pernah menyingkirkan sang istri dari hatinya, namun jatuh cinta lagi pada orang lain bukanlah ide yang buruk sama sekali.

 

 

 

a/n:

Hai…hehehe.

Sebenernya aku udh lama nonton film Blended (2014) yang dimainkan oleh Adam Sandler dan Drew Barrymore itu (huhuhu aku suka banget kalo mereka berdua yang main), tapi baru semalem aku kepikiran ide buat fic ini yang terinspirasi dari film itu dan tada! Ini baekyeon ohohoho.

Aku gak tau ini mau dilanjutin ato gak. Rasanya agak ngegantung dan sebenernya aku pengen lanjutin, tapi you-know-me-so-well ya hehehe. Entahlah liat saja ke depannya.

(DAN MAAF JUDULNYA AGAK-AGAK LAME YHAAAA!!!)

(MAAF WORDS VOMIT, SEMOGA GAK CAPEK BACANYA)

 

 

 

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

67 thoughts on “Two is Better Than One

  1. LANJUTIN DONG KAAAAK DIRAAA #capslockjebol
    Please pleaseeee
    Aku menikmati sekaaali baca ini😀 tapi sungguh, aku ngga bisa bayangin papa Byun ngomong bhs inggris :)))
    Dan si kembar Lu-Xiu sukses bikin aku ketawa saking gemesinnya >.< Pengen gigit jadinya, rawrr😄

  2. dilanjut dong kak.. aku kan pengen liat BaekYeon kedepannya gimana, mereka bisa bersatu atau udah berenti di tengah jalan aja.. Kasiankan baekhyun cintanya tak berbalas begitu kalo gak dilanjut /apasih..

    Nice ff kak dira, ditunggu ff ff selanjutnya ^^

  3. kenapa ya— pas soojung bilang taeyeon bukan ibunya itu rada menyayat hati deh :”(( sedih ih sampe mau nangis HUHUHU. kasian baekhyun dia masih terlalu muda buat jadi single parents </3

  4. pengen dilanjutin,, yeahhhh…
    nyayat hati bged kta2nya ..apa lgi part baek-soojung…hehehehehe
    mo cerita2 dkit,,mski kluar topik hehehe liat list bias dira di sblah kanan,, stlah baek ada Jin.. emmm stlah baekyeon kyanya jin nyusul hehehehe…
    emmm,,dira ad rencana bkin FF Jin ama guk joo onnie?? hehehehe

  5. oke, oke, fix. this is the freaking best fanfiction i read in the freaking 2014.

    wooowwww, kayaknya ngga ada yang pernah bisa bikin aku sekagum ini sama ff yang castnya baek-yeon. and yea!! aku juga nonton film itu. but, ofc feel-nya beda karena itu film dan ini sebuah karya tulis.

    mana ada tao luhan sama xiumin jadi anaknya taeyeon. aaak, my favorite scene is when soojung ngungkapin uneg-unegnya ke papa byun sambil mewek. fuuu, i feel you nak. yes. i feel you.

    well, i know you said: just say what you ‘feel’ not what you ‘think’ about my ff, but still, this is a world winning. and it’s deserve an award. fave. fix. yup. have a nice week!❤

  6. Kak, Dira… Ini.. wajib sequel bgt kayanya. Aku kebayang adegan Baek sama Soo Jung di mobil. Uhhhh (sambil mengkerut di depan komputer) tau gak kak ini aku bacanya di kantor loh. Disaat aku lagi pusing-pusingnya sama kerjaan yang nambah mulu. Post kakak tuh kaya Ice Bucket Challenge buat aku hahaha. Aku mana lagi seneng banget sama Krystal lagi, duuuuuh! *tepok jidat*
    Semangat kak dir buat magang dan tugasnya. Fighting!!!!😀

  7. yaampunn seriusan feelnya dapet bangettt, pemilihan katanya juga baguus jadi enak dibacanyaa~ ahh selalu suka sama karyanya dira eonnie:)))
    kasian deh si baek, tapi kasian juga soojung nyaa:( minta sequel boleh gaa?? hihi~
    nice fanfic as always, johayooooooo~

  8. Duh duh duh *jiwa shipper keluar* wakak bagus bagus kak, kirain pas bagian baekhyun ngajak makan malam itu teyon ngirain dan berlanjut soojung bakalan gak suka dan terjadi perkelahian/? Tapi ternyata meleset wkwk itu luhan ngegigit xiumin entah kenapa jadi bagian favorit wkk lucu aja gitu. Trus jinri nya mana nih ga diliatin wkw gapapalah😀

    Wkwk sipsip, kalo ga dilanjutin gapapalah, kalo dilanjutin mari kita beryanyi ria/g

  9. KAK DIRA ! KAKA DIRA ! ITU… ITU…. AKU SUKA PENGANALOGIAN KAKAK YG RUMAH KOSONG-LILIN-MATAHARI-BULAN.😄 #maapcapslock😦
    Itu…. itu…. ‘i did. I did love her’ jafi sekarang baek udah ga cinta lagi sama alm.istrinya? Emang-emang kalo kita jatuh cinta lagi itu artinya kita udah ga cinta yaa sama orang sebelumnya? *sokpolos#eaaakkk😀
    Aaahh luluuuuuu ga kebayang gimana hiperaktiv dan kejemnya tu anak. Masa sodara sendiri digigit😦
    Lulu lama lama aku gigit juga nih hatinya wkwk *abaikan

    Aaaaahhhh tulisan2 ka dira emang selalu punya saya tarik tersendiri dehhh. Aku selalu suka baca tulisan kakak xD
    Ditunggu fic2 yg lainnnya ya kak, semangat teruuuuus ^^
    Ngomong2 mau dilanjut apa ngga fic ini terserah kak Dira deh. Aku kok ngerasanya sampe sini aja udah cukup yaa? *gaakurnih/hehe😀
    Tapi kalo dilanjut jg pasti aku baca!!😀

  10. kak dira… i know you so well.. jadi klo dilanjutin ya aku seneng bnget. tpi klo enggak juga gapapa ding. bcs, i love you? loh heh? hahahahahaha
    aduhhh kak, aku ngebanyangin baekhyun jadi duren gitu duda keren gitu gimana ya????
    mengingat seberapa aktif dan pecicilan dia.. ? ? ? hahahahaha
    tpi ini bagus bnget. aku suka scene gimana soojung nyampein ketidakinginannya buat baekhyun membina hubungan sama taeyeon. sepertinya kak dir harus tidak bermain aman. soalnya msih bnyak haters baekyeon juga sihh..
    tpi akuuuuuu sukaaaa fanfict ini…

    huhuhuhu

  11. Oh wow tumben nih kak Dir update bisa langsung komen, haha >,<
    Hai Kak Diiir liat judulnya kirain mereka bakal bareng gitu…haha ternyata…. yah baiklah anak-anak cantik dan ganteng… kalian luar biasaaa!
    Oh My…Sedih bacanya. Susah sih kalo yang gak bisa move on itu anak-anaknya, dan mereka kayaknya bakal susah banget move on gitu kan. Jadi Baekhyun gakjadi bareng Taeyeon dong? Atau belum saatnya nih? Keburu rujuk atuh Taeyeon sama suaminya itu, hehe gak ding… Ayo nikah ajalah paling rumahnya kacau balau haha dua perempuan tiga laki-laki… Duaaar Kelakuan Luhan galak banget yak, gigit pipi sodaranya saking gemes hahahaha aduuuh itu bikin stres sih seharusnya, tapi Taeyeon emang super strooong, keren! haha Tunggu… mantan suaminya bukan Kris kan? hahaha *lupakan*
    Well.. ceritanya so simple but cool… emotional gitu Soojungnya, bikin mau ngasih tau kalo ada Taeyeon everything might be allright… Tapi namanya juga sayang sama ibunya ya… masih anak anak… belum ngerti… ah rumit… haha
    Suka suka sukaaa❤

  12. Yeah Kak Dira! Ini emang dapet banget feel sulitnya sebagai single parent yang mulai merasakan jatuh cinta lagi. Sulit banget karena banyak perasaan yang harus Baekhyun pikirin buat jadi satu sama Taeyeon dan ini bikin aku jadi ikutan suliiiiit huaaa
    Maafin aku Baekhyun, aku gak bisa bantu T_T
    Tapi Kak Dira mungkin aja bisa selesain masalah hati tuan Byun waakakaka
    Seperti biasa, aku gak pernah bosen dan karena ngeliat kak Dira posting2, aku jadi rindu posting fanfic di blogku huhuhu

    Fighting kak Dira! /peluk cium/ acu rinduuuu karena lama sekali tidak komeeeennn~

  13. Kak dira! ini bagus banget ceritanya. gak kebayabg luhan sam xiumin jadi kembaran beda cover+body dan itu kenapa pipi xiumin di gigit? karakter baek juga bagus, bener bener kerasa banget..

  14. lanjut ajaaa… Terserah kakak mau ngelanjutin kapan hahaha… Mmm tau bgt apa yg dirasain soojung hahaha… Udh ah ketawa mulu ni jadinya.. Aku lapar kak. Bye

  15. Aaaahhh bagus kak.. Beneran suka. Feels nya beneran dapet pas baekhyun berperan jadi ayah gini. Cocok juga anaknya soojung. Kebayang banget. Tapi——— yeahh gitu deh
    aku seneng endingnya begini. Gak menggantung kok. Ini kan pilihan baekhyun.. Ending begini sebenernya aku suka baget ddrpd happy ending terus..
    Aku tunggu ceritamu yg lain kak~~

  16. huhuhu keren kak, aku kurang sret sama baekyeon tapi pas baca ff ini jadi yeah lumayan suka….dikit/?. aku suka wataknya cast2 disini, terutama taeyeon maygad cocok aja, dan covernya…..foto baekhyunnya ganteng astaga (w;A;)w lanjutin ya ya ya ya /puppy eyes/apa

  17. Ehm
    Ehm
    Jadi begini
    Aku harap ini ga ada sequelnya malah
    Gimana yaaa
    Dapet sih feelnya
    Tapi sekali lagi
    Aku “kurang suka” (gatau mengapa) dengan ff pairing baekyeon…
    Meski mereka berujung ga nikah nikah di cerita ini (semoga saja)
    Aku setuju banget sama soojung
    SETUJU BANGETTTT
    Soojung-ah tetap pertahankan posisi baek yang jadi single parent ajalah
    Jangan biarkan papamu nikah sama kty, (jahat banget diri ini)

  18. eumm sejujur nya gk suka couple baekyeon tapi it’s ok ff kak diraa tetep aku suka dan ya ampun Lulu sama Xiuxiu manis bgd /Lulu manis kok gigit2 kkk~/ kak dir kya nya musti d lanjut dehh hehe

  19. Dilanjut coba kak .-.
    Agak ngegantung dan diriku sedikit risih karena mereka tidak bersatu layaknya potongan puzzle😄
    Oke aku terlalu menggebu :3

    Tapi jujur aja aku kepikiran terus ama fic ini gegara temen sebangkuku ngomongin updetan terbarunya kakak dan jadilah begini .-.
    Sibuk pulang cepat demi on pc dikarenakan kuota di hp ludes gepeng/?
    Oke aku tau ini curhat yang super duper lebay tapi mohon abaikan karena aku tau kakak adalah tipikal pendengar yang baik/?😀

    Baiklah, ini kepanjangan jadinya stop here!
    I’ll always love you qaqa .-.

  20. Duhhh soojung knapa gitu? Mami taeng juga bisa loh jadi ibumu.. 😂 author,kirain mami taeng sama papi baek bakal bersatu ternyata.. 💔 bikin sequel dong thor, tpi mami taeng sama papi baek bersatu ❤

    Ditunggu ff baekyeon lainnya ya thor. FighTaeng!!^^

  21. kak… ini…. apaaa…?? T_T
    mm, aku sihh lebih ke part-nya baek sma soojung. suka karakter masing2 lahh..😀
    cie, mereka berbahasa inggris ria pulak :p baek tau bahasa inggris yah.. :))
    oh yah.. ini ada lanjutannya ato gitu aja kak? kalo ada masukin mereka smua ke dlam prckapan yah spya karkter mereka gk lwat gitu jah meski yah mungkin cuma pendukung mmng, penasaran soalnya :] disini zito dibilng pendiem trus xiumin nangis padahal biasanya yg digambarkan anak yg nangiskan zito.
    ttp berkarya yah kak, ini bagus! ^^

  22. huwaaaa baekyeon.. jadi inget pas baekhyun dihujat udah umur 30 tahun pas awal scandal pacaran mereka.. dan disini baekhyun 32 tahun dengan 2 putri dan seorang single parents.. hahaha ada apa ini??? tapi tulisan kakak tetep yang terbaik.. semangat terus buat kak dira meski ini lanjut atau gak.. haha

  23. Hai kak, lama gak jalan-jalan ke blog kakak. Aku…. terenyuh sama ceritanya. Apalagi bagian Baekhyun-Soojung entah kenapa ya kak aku setuju sama si kecil Soojung. Kerasa banget sedihnya Soojung. Mungkin, Baekhyun juga harus ngasih banyak pengertian ke Soojung. Suka banget sama ff ini.😀 :’)

  24. Lanjutkan saja tapi yah terserah author sih sbg reader yg bae cuma menyarankan apa yg tergantung mohon d’selesaikn akhir’a biar ngga penasran toh ide cerita udah mumpuni bikin penasaran hehehee

  25. Ciyeee baekyeon~ aku suka sama merekaaaaaa! Pengen liat mereka jalan berdua sambil bergandengan tangan dibawah sinar mentari kekeke😄 semoga ka dira lanjutin ff ini dan buat part itu. Hehe

  26. DIRA🙂
    (yeheee.. aku gak rusuh teriak-teriak di awal komen lagi, mau belajar jadi wanita kalem) (tapi rusuhanku kali ini akan akan cukup panjang) (peace)

    Aku gak percaya ini Dira yg kemaren ngegalau. Seriously, you look so fine. Dan kamu ngebawain cerita yang bikin aku senyum-senyum. Kamu emang happy virus nampaknya ya.

    Aku nggak tau apa karena castnya yang agak mature (disini baekyeon udah berumur sih) makanya aku bisa komen dengan agak tenang. Aku kebawa suasana, haha..

    Pas baca cast-nya jujur aku mengernyitkan dahi, ada baekyeon, xiumin, luhan, tao, soojung, jinri, aku agak mikir kok ini crowded banget dan ga ada bayangan peran masing-masing. Lalu kemudian, taraaaa~ GIMANA CERITANYA KAMU GABUNGIN SEMUANYA JADI SATU DIR??? (kalemnya ilang) dan ibarat mereka ketimun, tahu, kentang, lontong, kamu bisa campur aduk mereka jadi gado-gado yang super enak.

    OMG AKU MAU BAEKHYUN JADI AYAHKUUU ~,~ SERIUSAN. Instead bayangin dia jadi ayah nya anak-anakku /biasanya begitu/ Aku lupa kalo dia bocah cimit yg suka menye-menye di panggung sambil pasang wajah imut minta dikarungin. Dan dia CEO, dan dia pake that fucking engruish pas ngobrol sama anaknya, mana posternya begitu juga. Habislah sudah, SKAK MAT!

    Lalu ada mbak Taeyeon yang datang bak bulan purnama, bikin semua wolfie (baca: baekhyun stan) di seluruh dunia menggerung tak suka. Tapi aku gak bisa marah sama Taeyeon disini karena kamu yg kasih dia peran laksana ‘ibu peri’ jadi aku mau apa. Cuma heran dia punya anak kayak Luhan yang suka nyemilin pipi kembarannya (I know xiumin is your baozi luhan, tapi jangan digigit juga kelez). Dan tao dibikin pendiam..pffft aku cuma bisa ketawa.

    Waktu dialog Baekhyun sama Soojung aku ikutan galau Dir, sampe gigit bibir. Sojung memang cuma ABG labil yg ga mau posisi ibunya terganti tapi demi apapun analogi yg berputar di kepala baekhyun tentang matahari bulan dan lilin itu manis banget. Heuuu.. aku ikutan tersenyum haru. Dan akhirnya di ujung cerita berubah pikiran “Baekhyun kok manis banget, pengen aku jadiin suamiku aja deh” Eaaak.. lupa sama yang awal tadi.

    AKU SUKA BANGET DIRAAA, I LIKE IT SOOOO MUCH. Ini kisah yang sedikit melenceng dari ff kebanyakan menurutku. Memang mengangkat tema family yang bener-bener banyak terjadi di real life tapi kamu bungkus apik di dalem ff ini. Ah, aku suka banget diksi kamu, kaya tapi nggak berlebihan jadinya enjoy banget bacanya.

    Koreksi dikit yaaa..
    Pas dialog baekhyun taeyeon waktu baekhyun nyapa taeyeon dan nawarin kopi sebenernya aku agak bingung ini mereka ngobrolnya dimana, lalu aku sadar rumah mereka mungkin punya pembatas tembok yg rendah dan memungkinkan saling sapa dari teras rumah.mungkin kamu bisa kasih penjelasan dikit di awal tentang latarnya pasti bakalan lebih sip deh Dir. Terus penjelasan kamu yg anak2 taeyeon udah pada menghambur keluar, tapi ternyata tao belom ambil tas di dalem rumah dan di akhir percakapan baekyeon yg lumayan panjang taeyeon manggil tao lagi. elah si tao ngambil tas apa masih ngapain lama amat dalem rumah (tumben-tumbenan aku perhatiin tao). Cuma itu aja sih, ada beberapa typo, dikit banget kok, no problem.

    But overall aku terkesan dan puas senyum-senyum. Entah karena tingkah lucu si kembar, kisah Taeyeon dan Semangkuk Twinkies, perlakuan manis Baekhyun ke anaknya, pokoknya suka semuuuuuanya, hehe^^

    Kesimpulan akhir, mungkin BaekYeon belum saatnya menyatukan puzzle dan Baekhyun harus lebih lama jadi DuRen aka duda keren, yehet!

    Dira dimaafkeun ya aku komen panjang banget. Find your feel again sist, aku udah mulai lihat Dira yang kocak dan enjoy nulis balik lagi. Semangaat^^

  27. aku suka nih cerita ff nya baekhyun duda, taaeyoen janda. harus bersatu dong
    anak kembar kayak xiuhan emng merepotkan ckkc kasian taeng
    soojung sinis bgt
    lanjutin aja kak

  28. emang ya hal2 kayak menikah lagi itu agak susah…
    satu sisi, anaknya pasti nggak mau kalo ada yg gantiin orang tua mereka
    satu sisi, salah satu orang tua itu pasti butuh pendamping kan..
    banyak temen2 aku mengalami hal kayak gini…
    dan awalnya emang agak susah sih…

  29. Keren kak!😄
    Ceritan ttg single parent gitu jarang banget. Kebetulan saya baekyeon shipper kkk~
    Oke aku sedikit aneh sama xiumin-luhan yang kata taeyeon kembar, kembar dari mana? Aku ngebayanginnya xiumin-luhan yg sekarang, jd susah ngebayangin mereka kembar haha
    Dan aku bener2 ikut menye waktu part ayah dan anak itu. Ngerti banget perasaan anak yg gapengen ada yg gantiin tempat ibunya :’) part soojung sama baek ini dapet banget feelnya kak hehe
    Kalo misal kak dira mau nglanjutin aku bkal seneng banget, tp kalo nggak juga gapapa, lagian menurt aku gak ngegantung banget sih endingnya hehe

  30. Kak diraaa kok aku ngerasa sakiiiittt banget baca ini :” yeah walaupun orangtuaku masih utuh tapi entah kenapa aku semacem bisa ngerasain perasaan soojung disini, aduuuuhh kereen banget fic nya kak, daebak!!!

  31. Aku kangen banget tulisan nya kak diraaaa :’D
    Dan muncul jugaa! Baekyeon pulaaa! Omg suka bangeettt!!
    Sumpah kerasa banget perasaan kekeluargaannyaaa! Terharu deh pokonya.. Apalagi kata2nya soojung yg ngebuat aku pengen nangis beneran :’)
    Dilanjut dong kaaaakkk yayaya ;;) fighting! Hehe

  32. agak kaget pas buka wp kakak ada postingan ff baru dan cast nya BAEKYEON,ugh tbh aku nggak suka baekyeon walaupun mbak teyon itu cantik.tapi aku suka ff ini heuuu~~ luhan nya yampun minta digigit lah!dan pas bagian baekhyun ama soojung itu menyentuh hati aduh,miris kesian bekyun jadi duren…
    dilanjut dong kak :))

  33. Butuh sequel dengan cepadh(?) Wkwk
    Ommo itu dimpic baekhyun cakep bgt.
    Nice story, bakalan lucu kali ya kalo baekyeon punya anak lima.
    Mana luhan sama xiumin jadi kembar lagi, itu aku ngebayanginnya lucu bgt apalagi pas luhan lari2 seperti pesawat jet. Itu ngigetin aku sama adek sepupu aku yang suka gitu wkwkw
    Suka banget ih, inimpertama kalinua aku baa ff baekyeon >< munkin kalo dimlanjut barkyeon haters malah jafi jatuh cinta kali ya :p
    Aku suka penulisan author yang membumi(?) Karena sebenernya banyak author populer yangmgaya tulisannya itu sederhana tapi ngena di hati readersnya nggak banyak diksi dll yg ribet entah maksudnya agar dilihat jenius atau apalah tapi malah bikin readersnya bingung atau pura2 ngerti padahal nggak. Hihi keep writing thor

  34. kece banget… asli kece banget… mungkin mreka bikin gempar kemaren, bikin kecewa fans, berkesan mengkhianati, wtv wtv… aku gak mikir gitu sih, walau agak gak setuju. tapi sekarang aku gak keberatan kalo mreka nikah… LOL :33

  35. KAK
    ARGH
    Pas banget aku lagi dalam baekhyun-feels yang menggunung gara2 abis baca The Marriage Life of Mr. Byun huhuhu kakak udah pernah baca fic itu? HEOL DAEBAK AMAZING BANGET KAK
    Dan aku lg searching2 fic baek akhir2 ini, trus iseng mampir ke hangukffindo, eh kak dira juga nulis fic baek (BAEKYEON LAGI OMG akhirnya ketemu fic baekyeon yg sesuai selera ;_____;) meskipun udah bbrp hari yg laluuu huhu maap ya telat bacanya kaaak.
    Ini tuh aduh T.T bacanya tuh with complicated feelings huhu aku pengen tuan byun sama nyonya kim tuh bersatu tapi kok keadaannya so complicated gt yah kak susyaaaaah
    Kalo mo dilanjutin jadinya hepi ending aja ya kak I’m forever fan of happy ending wakakakakaka
    Btw aku suka banget soojung disini xD tp semoga suatu saat nanti soojung bisa menerima nyonya kim ya ohohohohoho :3

  36. AIIIH KAKDIRA, ini castnya sedikit, ehem, menyakitkan ya:’) tapi idk menurutku mereka memang cocok bgt dan mereka mirip jd ya mungkin memang jodoh ((berusaha ikhlas))

    dan
    KNAPA COMPLICATED GINI AAAH PAKE NGEGANTUNG LAGI T_T ayo lanjutin kak!!!
    tp emg susah ya, sebenernya ga ada salahnya si baek jatuh cinta lg. krn ya bayangin aja perasaannya ditinggal istri 3,5th masa mau galau trs. moveon dund! tp susahnya lagi disini, taeng suaminya masih ‘hidup’ dan anak anaknya mencintai ayahnya itu. sedih😦 gimana bersatunya kalo gini:(

    tp gatau knp ya kak, baek sm soojung interaksinya ga jd kayak bapak-anak. menurutku feelsnya berubah jadi kayak love interest garagara dia dipanggil baby:’D baekstal deh jadinya. mungkin krn aku gabisa bayangin soojung jd anak dan baek jd bapak kaliya makanya gitu:’D:’D

  37. pertamaaaaa kak dira, ini tuh kayak slice of life yang feelnya kerasa banget. apa ya, kayaknya udah banyak lah sekarang orang dewasa (apalagi ini aku ngebayangin settingnya di new york) yang kayak baekhyun sama taeyeon di sini. aku pas baca ini tuh kayak ngebayangin sendiri interaksi mereka. dan masalah yang dihadapin taeyeon dan baekhyun di sini (tentang anak, terutama) itu juga yang biasanya dialami mereka-mereka itu hahaha.

    terussss, aku bisa dapet feel baik feelnya baekhyun, taeyeon, lu han, bahkan si soojung di sini. kayak mereka bener-bener nyata gitu, lho, kak. karakternya hidup, jadi bacanya enjoy aja gitu. dan aku bisa ngeliat banyak banget moral lesson yang ada di cerita ini :))

    aku sukaaaa banget intinya. udah gitu kak dira ngemasnya juga secara ringan gitu kaan xD suka suka suka!❤ keep writing yaa kak dira! semangaaaaaat!

  38. Duh T-T Feelnyaa dapeeettt T-T
    First time aku baca ff family kyk gini kereeen bgt huhu~

    Line nya soojung bikin mewek(?)
    Aku jga bakalan berpikiran kyk gitu klo misalnya ada diposisi soojung ;;;; lebih bgs klo misalnya ditambah linenya jinri ‘3’)r

    Emng sih aku rada gak suka Baekyeon pairing,tpi pas baca ff ini gak ngaruh ih malah ngerasa mrk cocok cocok aja asal kyk gini(?) /jahat ya :’v

    Aku suka taeyeon disini cocok aja keibu ibuan gitu(?). Apalagi klo aku punya anak kyk si bakpao si rusa sm si panda *-*/\ gak kebayaanngg.

    Next yaa ka Diraaa♡ 100000jempol buat kaka :v

  39. Yaaaah kok udh abis si min, tp blm ada kata” the end nya, jd inget ff mimin yg judulnya kyungsoo dies at the end hahaha, we want more more and more hahaha, lanjutin ya min, jebaaall

  40. Wkwkwkwk aku baca ini ngikik sendiri. Srius ya itu baek cocok bgt jd duda kesepian lol dan isi kepalanya lho… wkwkwkwkwk bikin aku mual sama gombalannya xDD

    Ya maklum siy jablay wkwkwk aku ngarep bgt ini diterusin tapi aku bedoa aja moga mbak dira ini tetep kebanjiran ide dan yg terpentinh mood dan waktu buat nulis😉 take ur time ;))

  41. What??
    Xiumin & Luhan kembar?
    Sumpah gak kebayang loh kak
    Tpi untung bukan Xiumin & Tao (mereka beda jauh)

    And Luhan, why you so childish? (Emg masih kecil kali)
    Kan kasian yayang Xiuminku di gigit gitu

    Ini harus ada kelanjutan ny kak.. HARUS!!! #CapsLockJebol
    I’m waiting you kak Dir😀

  42. sukaa banget kak dirr ^o^v
    Fighting fightingg!!
    kalo bisaa lanjut sampe mereka beranak pinak trusss sampe luhan gede dan nikah sama aku *tepokdahi*
    Hehehee, nice nice, feelnya dapett

  43. Aww, dilema single parent. Gak tega sama anak yg takut ibunya tergantikan, tapi hati kosong banget.
    Pilu nian hidupmu di ff ini byun baek, tapi kim tae akan segera datang ke pelukanmu karna cinta takkan kemanaaa.
    Aku suka banget baekyeon dan happy banget nemu disini, secara susah banget nyarinya :@
    Dan luhaaaan, kenapa kanibal gitu sih ngegigitin pipin umin, untuk gak di getok kan. Hahahaha, tapi bagian itu lucu bangeeet. Selucu byun baek yg ngomong english. Kekeke
    Good job diraaaa, aku tunggu lanjutannya ^^ *yg lain

  44. Jarang jarang deh aku baca fanfic kyk gini, biasanya yg kyk gini selalu berakhir bahagia/jadian bareng deh,tp yg ini malah beda :3
    biasanya tuh anak2nya jd menerima, trs happy end bla bla bla
    Tp bagus kok kak sumpahh deh, anti mainstream😀

  45. aduh, Kak Dir.. maaf ya, aku baru sempet mampir ke sini lagi ;;__;;

    tuhkaann.. feel-nya emang beda deh kak, kalo kakak nulis cerita pake cast si Byun😀 gatau kenapa😀
    di sini juga kebayang penampilannya Taeyeon yg ala-ala wanita karir gitu.. terus si Byun jadi duda-duda tukang gombal😀 wahahaha
    eh aku baru ngebatin ya, itu Luhan sama Xiumin kembar, yang satu temblep yang satu kerempeng -.- haaa
    Luhan kebayang banget tukang ngerusuhnya😄

    omegosh, di sini Kak Dira banyak ngasih analogi-analogi yg aku suka😄
    setelah sekian lama, duhh.. aku kangen baca tulisanmu, kak! fyi, selama ini aku udah jarang banget baca ff kpop.. fic kakak ini jadi satu-satunya ff kpop yg mau aku baca belakangan ini >.<

  46. hahaha lulu ompong sama suka gigit xiumin?
    kasihan xiumin haha dedek kmbar emg lucu kya adekku
    soojung dingin bgt khas aslinya
    sbenernya ak gk suka ama baekyeon tp…mngkn epep ini bakalan bkin aku suka ama mereka🙂
    suka sama karakter taeyeon-unnie; single parents dg 3 anak
    LUCUU keep writing! lanjuut

  47. dari judulnya kukira mereka bakalan nikah, ternyata enggak, tapi ini sampe sini bagus kok,dilanjut ato gak terserah
    pas baekhyun – soojung feelnya dapet, ya ampun jadi ikutan gak rela kalo baekhyun nikah lagi sama taeyeon, tapi kasihan juga sih si baek
    astaga luhan, aktif banget dia sampe gigit pipi xiumin segala,kkk

  48. awalnya aku engga mau baca kak, karena ini baekyeon. tapi apesnya aku, aku selalu pengen baca semua FF kakak. mau itu aku suka sama tokohnya atau engga. dan gatau kenapa aku selalu berakhir dengan perasaan teraduk-aduk, kayak yang satu ini, kalo sampe engga dilanjut rasanya diaduk-aduk banget sama kisah hidup Mr.Byun. Bayangin dia punya anak dengan sikap yang serius ini sikapnya kebapak-an banget, rasanya keluar dari image baekhyun yang begajulan. tapi gatau kenapa aku seneng bacanya. pokoknya kakak berhasil lah buat aku sebagai pembaca dapet feelnya pas baca ff kakak. ditunggu next chapternya ajalah -maksa banget-

  49. Ceritanx bikin q terharu. Saking bagusnx ceritanx jdi pengen nangis paz baca.
    adegannx xiumin dan luhan bikin terhibur banget dech…..

  50. Halo kak, aku pembaca lama tapi baru ngomen. Salam kenal^^ namaku Naomi
    Ya ampun aku seneng banget sama ff ini, duh kebayang lucunya XiuHan kecil bikin ketawa-ketawa sekaligus gemes duh. Dan moment Baekyeon nya, duh, ngena banget penggambaran mereka sebagai single parent. Keren banget kak!
    Keep writing ya kak🙂

  51. kaaa aku suka banget sama tulisan mu.. nyamaaaan banget pas baca nya. hihi
    huuaaa film itu belum sempet aku tonton karena aku gatau isinya kyk gmn, tp setelah baca ini aku jd penasaran sama film nya. tp film nya udah aku hapus. nyesel bgt deh

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s