Posted in EXO, Fanfiction, Friendship, Romance, Sad

[PC-D22] In The End

 

At the end of the world, will you find me?

 

(a/n: ditulis berdasarkan prompt quotes dari Shirae Mizuka)

●●●●

 

Dunia akan berakhir.

Sial, ternyata berita-berita di televisi itu benar. Dunia akan berakhir dan ini bukan isu pengalihan politik semata.

Aku merutuk soal ini.

Dulu mereka sempat bilang dunia akan kiamat pada tahun 2012, tanggal dua belas, bulan Desember. Di tanggal sebelasnya, aku dan sahabatku—Kyungsoo—sempat menertawakan hal ini. Kami tidak seperti orang lain yang heboh menyelamatkan harta benda mereka atau mengikuti mereka yang kembali pada jalan yang benar alias bertobat.

Kala itu kami hanya duduk bersantai di taman sambil memandangi langit biru dan berkata, “Ah, ini konyol. Dunia tidak mungkin berakhir besok. Kita masih punya setumpuk tugas fisika. Mr. Lee akan menunda kiamat hingga tugas itu selesai.” Dan kami berdua tertawa.

Lalu benar saja dunia tidak berakhir saat itu. Mr. Lee benar-benar menundanya (itu menurut kami) dan menagih tugas kami keesokan harinya dimana seharusnya dunia tak lagi eksis.

Kemudian satu setengah tahun berikutnya kami lulus dari SMA, kami terlepas dari jeratan tugas fisika keparat milik Mr. Lee dan kurasa, dia sudah lelah menunda ‘The Doomsday’ ini demi tugas fisika yang diberikannya pada murid-murid. Karena pada pertengahan tahun 2014 ini, dunia akan kiamat. Kurang lebih begitulah yang disampaikan para penyiar televisi itu.

Dan lucunya, tak satupun dari kami manusia di bumi ini mempersiapkannya. Haha, hebat ya? Ini semua terjadi terlalu tiba-tiba.

Pagi itu aku duduk dengan segelas susu di kedai milik Pak Junmyeon saat gempa keempat hari itu mulai terjadi. Pak Junmyeon; pria berumur 42 tahun itu berusaha menyelamatkan televisi tuanya agar tidak jatuh. Kurasa, benda itu adalah satu-satunya barang berharga yang dia tersisa sekarang setelah kemarin skuternya tertelan ke dalam perut bumi. Iya, mereka menyebutnya dengan perpindahan kulit bumi, garasinya tiba-tiba membelah dengan sendirinya, cukup besar hingga skuter Pak Junmyeon terperosok di sana setelah gempa berkekuatan 7,8 skala richter terjadi.

“Astaga, astaga! Televisiku, kumohon, jangan jatuh.” isak Pak Junmyeon sambil memeluknya erat.

Dari balik lengannya yang menutupi layar, aku bisa melihat berita yang tengah berlangsung.

Ada tsunami besar.

Di Hawaii.

Pulau dengan gunung berapi paling besar dan aktif di bawah lautnya kini habis terlahap laut. Tak menyisakan apa-apa. Tak ada yang selamat. Tak satu pun. Dan satu persatu bencana bermunculan.

Seperti memulai permainan ‘Mari Menghancurkan Bumi’, Korea mungkin adalah yang berikutnya.

Aku tinggal di dekat pantai. Well, bisa kubayangkan kami semua yang ada di sini akan bernasib sama seperti pulau Hawaii.

Aku mengetik pesan pada Kyungsoo untuk mengabarkan hal ini. Ah, aku baru ingat hari ini hari sabtu, ugh, dia pasti belum bangun.

Wake up, sleepyhead. Dunia akan berakhir hari ini. Wah, berita yang mengejutkan ya (o_o)

Send.

1 message received.

From Do Kyungsoo:

Jadi benar hari ini akan kiamat? Ah sial. Aku bahkan baru mencoba sabun pemberian Oh Sehun dari Amerika.

Aku tertawa saat membacanya dan Pak Junmyeon mengira aku menertawai posisi anehnya yang sedang memeluk televisi. Jadi kukatupkan mulutku, lantas membalas pesan Kyungsoo:

Tontonlah televisimu. Di sini Pak Junmyeon bahkan rela memeluk televisinya agar tidak jatuh dan semua orang bisa menonton kehancuran dunia. Harus kuakui, Soo, ini seperti di dalam film!

Send

Oh iya, fyi, Hawaii baru saja tersapu bersih oleh tsunami. Aku bersumpah ._.v

Send.

1 message received.

From Kyungsoo:

Benarkah?? Wow, aku dengar Kai sedang liburan di sana. Jadi…

Aku menyeruput susu hangatku dan mengerjapkan mata. Kasihan Kai.

Jadi…goodbye? Astaga, Kyungsoo! Aku bahkan belum mengembalikan komik yang waktu itu kupinjam darinya😮

Send.

Yeah, aku baru ingat waktu itu aku meminjamnya dari Kai dan aku lupa mengembalikannya walaupun Kai terus menagihnya. Aku bercanda kala itu, berkata bahwa aku akan mengembalikannya saat mendekati kiamat. Tak kusangka aku mengingkari janjiku sendiri dan Kai sudah lebih dulu pergi. Maafkan aku, Kai.

Lalu ketika aku hendak meminum susuku lagi, tiba-tiba ponselku bergetar bersamaan dengan lantai kedai Pak Junmyeon. Semuanya berguncang, seolah kami semua sedang berada di dalam gelas milkshake. Getarannya begitu hebat hingga susuku jatuh ke lantai, barang-barang di sekitarku juga berjatuhan seiring teriakan panik para pengunjung mewarnai suasana.

Gempa kali itu mungkin adalah yang terdahsyat.

Kaca jendela di sampingku pecah, semen dari langit-langit kedai meluncur bebas ke bawah–menciptakan bunyi debuman yang mengerikan. Salah satu serpihan gipsum mengenai pelipisku. Aku bisa merasakan darah segar mengalir dari sana dan rasa perih yang tak terbantahkan.

Sebelum kedai itu benar-benar runtuh, kuayunkan kakiku dengan cepat keluar dari sana. Dan detik dimana aku baru saja meloloskan diri, kedai milik Pak Junmyeon rata dengan tanah. Puing-puingnya meninggalkan kenangan yang menyakitkan. Apalagi aku tidak melihat Pak Junmyeon berada di sekeliling saat gempa itu berakhir. Kurasa dia terlalu mencintai kedainya, maka dia lebih memilih untuk tinggal di dalam sementara orang-orang berusaha melarikan diri.

Melihatnya, aku hanya bisa berbisik dalam hati, “Terima kasih, Pak Junmyeon. Kedaimu adalah tempat terbaik di kota ini. Dan susu buatanmu adalah susu terenak di dunia.

Aku memberikan penghormatan terakhir dengan membungkukkan tubuh 90 derajat. Cukup lama sampai-sampai tetesan darah dari pelipisku jatuh ke tanah.

Kring kring.

Teleponku berdering.

“Halo?”

Hei, Nara. Kau ada di mana? Sial! Gempanya dahsyat sekali. Dorm-ku roboh di beberapa bagian, tapi untungnya aku berhasil keluar.”

“Kedai Pak Junmyeon juga hancur,” kataku miris melihat bangunan yang tadinya berdiri kokoh di sana, dalam waktu kurang dari 5 menit telah menghilang. “Bahkan rata dengan tanah.”

Diam. Kurasa Kyungsoo terkejut menerima fakta bahwa tempat terbaik di kota itu telah tiada. Namun dia berbicara lagi setelah jeda beberapa saat.

Dan kau tidak apa-apa?

Aku? Tidak apa-apa? Entahlah, pelipisku terus saja mengeluarkan darah tapi selebihnya oke. “Aku baik-baik saja.”

Pak Junmyeon?

Aku menghela napas berat. Pak Junmyeon memang bukan ayahku, bukan pamanku atau relasi keluargaku. Tapi aku menganggapnya demikian. Dia hanya seorang duda muda yang ditinggalkan oleh istrinya dulu. Dia salah satu orang terbaik dan terfavorit dalam hidupku.

“Aku telah memberikan penghormatan terakhir untuknya, Soo. Aku bilang terima kasih untuk selama ini, untuk semua cemilan gratis yang telah dia berikan pada kita.”

Kudengar Kyungsoo tercekat di seberang sana. Dia sedih, tentu. Aku juga sedih. Dan sekarang aku mulai merasa pusing. Kepalaku berdenyut hebat.

Baiklah. Pak Junmyeon orang yang baik. Dia pergi mendahului kita. Oh—di mana kau sekarang?” tanya Kyungsoo lagi.

“Di depan kedai Pak Junmyeon.”

Oke, Nara. Aku pergi ke sana. Jangan bergerak. Aku akan sampai di sana sekitar tiga menit—

“A-apa?” kataku setengah memekik. Apa Kyungsoo baru saja bilang dia mau ke tempatku? Di situasi seperti ini? Yeah, memang, pada akhirnya kami semua akan mati. Gempa bumi sekuat tadi berpotensi menimbulkan tsunami yang tak kalah mengerikannya. Tapi…Kyungsoo mau menemuiku?

Biarkan teleponnya terus tersambung seperti ini, oke?

“O-oke.” Kemudian aku tak mendengar suaranya lagi, hanya desauan angin dan gemersik suara derap langkahnya. Kyungsoo benar-benar berlari?

Tiga menit. Tsunami akan muncul cepat atau lambat. Apakah Kyungsoo bisa sampai di sini sebelum air laut melanda kota?

Sungguh, aku belum pernah mendapati kota serusuh ini. Orang-orang mulai berlarian meninggalkan mobil mereka di jalan raya begitu ada kabar bahwa tsunami kira-kira setinggi 100 meter mulai menyapu pesisir pantai. Dan pantai hanya berjarak 2,5 km dari kota.

Mereka berlari pontang-panting tak berarah. Aku pikir, mau ke mana lagi kita pergi? Toh manusia pada akhirnya akan mati dan berlari dari takdir adalah hal yang percuma.

Jadi, aku hanya berdiri di sana, menunggu Kyungsoo datang. Beberapa orang menabrakku, berteriak sambil melewatiku yang mematung tanpa berusaha menyelamatkan diri. Aku baru bergerak ketika suara Kyungsoo di telepon terdengar lagi.

Halo, Nara? Kau masih di sana?

“Ya, tentu. Kau di mana?”

“Sial! Semua orang berlari ke arah sebaliknya. Aku harus melawan arus. Damnit! Aku tidak bisa melihatmu!”

Mendengar hal itu, aku berjalan ke arah mobil taksi yang terparkir secara asal di tengah-tengah jalan dan mulai memanjat ke atasnya. Di lautan orang-orang yang ada di sana, aku mencoba agar diriku terlihat oleh Kyungsoo.

“Kau lihat aku?” kataku terengah-engah. “Aku berdiri di atas taksi warna kuning.”

Taksi? Taksi yang mana? Aku tidak bisa melihatnya!

Setengah hatiku berkata, “Sudahlah, Soo. Tak perlu mencariku. Kita akan bertemu di alam sana. Setelah apa yang kita lalui selama 19 tahun, aku rasa kita bisa menempati neraka bersama-sama. Atau kalau kita bernasib baik dan surga masih punya dua tempat kosong, mungkin kita bisa masuk sana.

Tapi walaupun begitu, seluruh jiwaku seperti memanggil, meminta, bahkan memohon agar Kyungsoo menemukanku.

Jika ini benar-benar menjadi hari terakhirku di bumi…biarkanlah wajah Kyungsoo menjadi pemandangan terakhir yang kulihat.

Do Kyungsoo.

Sahabatku.

Teman sejatiku.

Satu-satunya cinta dalam hidupku.

“Taksi warna kuning, Soo,” tegasku. “Aku berdiri di atasnya.”

Taksi warna—oh, oh, tunggu sebentar. Aku sepertinya melihatmu. Lambaikan tanganmu!

Aku menurutinya. Kulambaikan tangan di udara tinggi-tinggi, dan menemukan wajah itu di ratusan bahkan ribuan wajah lainnya membuat kakiku lemas dalam sekejap. Jantungku melompat kegirangan.

I found you!

Dia menemukanku.

Dunia akan kiamat, entah mengapa Kyungsoo dengan kaus hitam dan jinsnya terlihat seribu kali lebih tampan dari biasanya? Dunia akan berakhir, dan mengapa dia memakai jam kesayangannya? Dunia akan hancur menjadi serpihan yang mengapung di galaksi ini, entah mengapa aku baru menyadari bahwa selama ini…aku jatuh cinta pada sahabatku sendiri?

Kyungsoo berlari melewati kerumunan. Melompat dari satu mobil ke mobil lainnya, berjuang keras mencapai tempat di mana aku berdiri.

Tak lama kemudian, Kyungsoo sampai. Aku menarik tangannya dan kami bersama-sama di atas taksi.

Kalimat pertama yang Kyungsoo keluarkan bersamaan dengan embusan napas lelahnya adalah:

“Taksi warna kuning, huh? Apa kau buta warna?! Ini warna oranye!”

Dia nampak begitu marah, larut dalam emosi. Tapi aku malah menemukan diri ini tertawa dan Kyungsoo sama sekali tidak mendapatkan ada sesuatu yang lucu. Dia kesal, tentu saja. Namun wajah itu berganti ekspresi begitu melihat darah di sisi wajahku. Alisnya yang tebal bertemu.

“Kau bohong padaku,” gumamnya seraya menyapukan poniku perlahan. “Kau tidak baik-baik saja. Kau terluka, Nara.”

Yeah, aku tahu,” balasku enteng seolah luka ini bukanlah apa-apa, eh, tapi itu benar. Ini semua bukanlah apa-apa dibandingkan suara gemuruh yang menggelegar di udara, membuat kami berdua menolehkan kepala ke satu sisi kota dan melihat dari kejauhan ada dinding raksasa warna biru (oh atau warna hijau bercampur cokelat atau apakah itu hitam? Entahlah) datang mendekat.

Well,” Kyungsoo menyunggingkan senyumannya. Dia menatapku lekat-lekat, matanya memancarkan sebuah aura tak bernama. “Tsunaminya datang. Yeay!”

Aku mendorong bahunya pelan sambil cekikikan. “Haruskah kau bersorak riang begitu?”

Kyungsoo mengedikkan bahunya. “Aku tidak tahu. Semuanya harus diterima dengan rasa gembira, bukan?”

Tsunami sedang mendekat, dia masih sempat bercanda.

“Hei,” ujar Kyungsoo tiba-tiba menggenggam kedua tanganku lembut. Suaranya yang ringan melantun indah di telingaku, mengalahkan suara deburan air yang tengah menyapu kota. “Aku mau membuat pengakuan.”

“Sekarang? Kau serius?” tanyaku tak percaya.

“Tentu saja! Kapan lagi? Memangnya kita punya waktu di lain hari?”

Aku tertawa. Oke, dia benar. “Baiklah. Cepat katakan,” aku melirik ke arah selatan, dimana dinding air itu mulai terlihat semakin meninggi yang artinya…kami hanya punya sedikit waktu. “Aku juga punya pengakuan.”

Kyungsoo mengambil napas dalam-dalam dan mulai bicara. “Aku punya tiga pengakuan. Yang pertama adalah sebenarnya aku tidak berminat masuk jurusan teknik. Mungkin selama ini kau melihatku sangat bersemangat menjalani kuliah, tapi—nope, aku tidak menyukainya.”

“Oke, aku sudah menduga hal itu dari awal.”

“Kau tahu?” Mata Kyungsoo membelak.

“Ya! Aku sahabatmu. Aku tahu semuanya. Yang kedua?”

“Yang kedua adalah meskipun aku berpacaran dengan Soojung, aku tidak pernah sekalipun menciumnya. Dan kami putus seminggu yang lalu.”

“Apa?? Putus? Soo, kau tidak memberitahuku!!” kataku berang. Aku marah. Aku selalu marah atas setiap keputusan yang Kyungsoo buat. Dua bulan yang lalu dia memutuskan untuk memacari Soojung si penari itu, aku marah. Lalu sekarang dia memutuskan untuk putus diam-diam tanpa sepengetahuanku, aku…marah? Aku juga tidak tahu apa yang harus kurasakan. Apakah senang? Apakah sedih? Entahlah, jangan tanya aku.

“Aku tahu, aku minta maaf. Aku putus dengannya karena aku sadar, ternyata selama ini aku jatuh cinta pada orang lain.”

Oh, sial. Ini memusingkan kepalaku. Mengapa aku baru tahu semua ini di detik-detik terakhir, Do Kyungsoo? “Oke, oke, terserah. Lanjutkan yang ketiga.”

“Yang ketiga adalah orang lain itu kau.”

Aku terdiam, napasku tertahan, bumi yang hampir hancur ini terasa berhenti berputar selama tiga detik sebelum aku sadar kembali. Ini tidak mungkin. Tapi waktu kami terlalu sedikit untuk menyangkal dan berargumen di setiap pernyataan. Jadi aku menyimpan rasa kaget itu beberapa saat.

“Sekarang giliranku. Aku hanya punya dua pengakuan,” ucapku nyaris tak terdengar.

Kyungsoo tersenyum lebar ketika aku mengalungkan tangan di sekitar bahunya dan tangannya merengkuh pinggangku erat. Jarak di antara kami hampir tidak ada, itulah sebabnya aku bisa merasakan debaran jantungku bertemu dengan milik Kyungsoo; saling berlomba-lomba.

“Yang pertama adalah aku suka aromamu hari ini. Aku yakin sabun pemberian Oh Sehun benar-benar kualitas nomor satu di Amerika.”

Kudekatkan wajahku ke wajahnya, pucuk hidung kami saling bersentuhan begitu pula dahi kami. Demi Tuhan, aku berani bersumpah wajah Do Kyungsoo begitu tampan terlihat dari jarak sedekat ini.

“Dan yang kedua adalah aku mengaku aku jatuh cinta pada sahabatku sendiri.”

Pengakuan itu seharusnya diwarnai dengan bunga atau kembang api. Kami seharusnya duduk di kafe perancis ditemani alunan musik romantic dan minum champagne. Kami seharusnya berada di bawah menara Eiffel, bukan di atas mobil taksi. Namun inilah yang terjadi. Dinding yang terbuat dari air laut berjarak kurang lebih 30 meter tengah siap menelan kami, orang-orang telah pergi menyisakan kami berdua di sana.

“Boleh aku menerima ciuman pertamaku?” bisik Kyungsoo membuyarkan lamunanku.

Aku memberinya senyuman paling manis. “Tentu, Soo.”

Sentuhan pertama bibirnya di bibirku menciptakan sensasi luar biasa yang membuatku kehilangan seluruh kesadaranku.

Semuanya hitam.

Semuanya gelap.

Aku baru sadar tsunami telah menyapu daratan.

THE END

 

a/n:

Ditulis berdasarkan prompt dari blog kak Diyan hehehe

Mungkin ini agak maksa ya biar nyambung sama prompt quotes-nya padahal mah agak melenceng gitu huhu maaf ya ;;;

Dan soal alur ceritanya, aku terinpirasi dari film Haeundae sama film 2012 itu loh. Ha! Tapi jangan kiamat pas pertengahan 2014 ya, blom nonton TLP itu #eeeeeeeettttssss😄

Sampai jumpa di fic lainnya. Aku kayaknya mau nambah lagi ngerjain dari prompt di sana hahaha #ketagihan

abisnya belum bisa ngerjain projek lainnya jadi buat pemanasan ya bikin fic kayak gini hehehe🙂

*revisi kemaren Mr. Park-nya jadi Mr.Lee hehehe maaf ya

 

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

104 thoughts on “[PC-D22] In The End

    1. kak dira kak… ebeneran kak….. kak…. eh kak…. ih kak dira,,,,, kak….. kak dira kenapa bikin tema ini? bikin takut aja beneran kak takut nih jadinya….
      aku kasian kak sama pak junmyeon, rasanya tuh pak junmyeon udah tua mbah mbah tak berdaya gitu … kasian kedainya rata dengan tanah///// kasian skuternya ditelan bumi….. kasian…… kasian semua :”(

      kyungsoo sama nara hehehet abis hehehet….. diatas taksi warna oranye hehehet…… masih sempet sempetnya kiss kiss di saat genting tapi ya mau dikata apa lagi, lari kemanapun juga endingnya mati :”( juga

      harusnya kak aku kan deg degan pas endingnya ya harusnya tapi aku malah bahagya gitu hehehet akhirnya hehehet ……

      btwww~ kak dira mau nonton tlp? CIYEEE~~~ TITIP SALAM BUAT KAK CEYE YA KAK? BILANGIN ADA GADIS BELIA BERNAMA LINTANG YANG MENUNGGU KAK CEYE MENJEMPUT HEHEHET *ketawa lucu kaya sehun*

      1. aku……ugh……aku gatau tang sumpah…..abisnya pas pulang ketemu cover dvd haeundae malah jadi bikin begini sih huhuhuhu

        HAHAHAHAH kok aku jadi kesian banget sih sama si junmen kayak dia tuh mbah mbah banget ya kesannya aduh dimaafin deh, padahal aku ngebayanginnya dia duren gitu eittss bukan buah, maksudnya duda keren gituloh hahaha

        makasih ya tang udah mau baca dan komen yuhuuuu ;;;;

        ENGGAK AKU ENGGAK TAU BAKALAN NONTON ATO ENGGAK HEUUUUUU
        nasibnya gini banget sih ya kita sebagai fangirl oppa oppa berbulu ketek lebat dan berkumis (read: kai) ini huhuhu mo nangis ajalah

        ato enggak nonton TLP….di….TL ha! samakan sajalah seperti konser exo selama ini T__T
        #jadigalau
        #ah
        #ini
        #salah
        #tang
        #bye

        wkwkwwk xD

  1. hehet mbak dira mbak dira… duh mbak siang ini lagi puuuanass bgt tapi agaknya bertambah panàs karena membayangkan masmas cakep pakek itemitem wkwkwk…..
    seru banget mbak dirrr ini semacam mengingatkanku pada 2012 giiilaaa… aku jg gk percaya keleeesss… hehet kyungsoo nara muncul lahi yeyyy… dan ini yg makin buat aku bahagia…. ada kyungstall hehehehehe yeah walaupun cuma seupil teteuuup syuukaaa duhhh

    kerenlah mbakk laaaavvviiitttt

    1. aduhhh gerah emang ya kalo ngeliat orang pake baju item di siang2 begitu hehehe ((berasa ada dio aja yang lagi lewat di depan mata))
      makasih ya udah baca dan komen fikaaaaa waduh random aku ya ngeship si kyungstal gituuhhh hahaha

      pokoknya makasihhhhh :))

  2. Oke. Kai dan Junmyeon mati begitu aja. Sip.
    UWAAAWW aku lumayan suka cerita yang temanya begini hihihi plis ini so sweet dan aku ngakak pas kyungsoo bilang “taksi warna kuning, huh? Apa kau buta warna?! Ini warna oranye!”
    Ngakak loh hihi
    Dan plis endingnya itu.. Uuh ga ngerti lagi ah hahahah

  3. Kak diraaaaa, kirain ini ff bakalan serem. tapi emang serem sih ya
    Aku udah Astaghfiullah berkali2 sambil serem ngebayangin :””
    Tapi kenapa ujung ujungnya jadi berasa romantis bgt, lebih romantis daripada jadian di namsan tower -_-”
    Soosoooo, pengen cium soosoo :*
    Bener kaaaaak jangan sampe kiamat dulu yaAllah, masih banyak yang mau dilakuin. Masih pengen nonton TLP😥

    1. aduhhh jangan dibayangin heuuu intinya yaaa jangan dibawa serius karena ini hanyalah sebuah fiksi yaaa hehehe🙂 gak ada yang tau juga kiamat kapan heuu aduh masih belom banyak berbuat amal ini😦
      okeh makasih ya udah baca dan komen hehehe🙂

      1. Uwoooo Kak Dira~

        Waktu liat judulnya aku langsung: ‘wah serem kayak Zitao nggak nih’, tapi begitu aku baca ternyata ini masih Kak Dira banget haha😄 Genrenya campur aduk lalu memporak-porandakan hatiku sebagaimana apa yang telah dilakukan oleh wyf dengan lagu solo barunya eak eak :’)

        WAHAHAH ciyaan Junmen jadi mbah mbah. Gatau ya, bayangin si mbah ini rambutnya ubanan terus dibelah tengah gt sambil pegangin tv-nya biar nggak jatoh itu unyu aku kan gemeshh wkwk entahlah ada apa denganku Kak ;;;

        LO HE kenapa Kai mati nggak ada yang nyesel ya ahahah😄 Ya gimana lagi ya habisnya kalo dia hidup suka menawan hati para perawan dengan senyumnya yang asdfghjkasdasdskaska ;A;

        Bagian pas nyari taxi itu apa banget hihiw :3 Maklum juga sih namanya juga orang panik kan ya kadang asal ceplos wkwk😄

        Suka sama sikap Nara-Kyungsoo disini yang kayak: ‘wah kiamat ya wah ngeri ah yaudahlah’. Mereka lagi ngadepin kiamat dan mereka sama sekali nggak khawatir atau takut lol yasudah terserah kalian ._.

        As always ya Kak, tulisan kamu itu unik, fluff-nya juga pasti ada hehet :3 Dan aku salut sama Kak Dira yang bisa dapet ide darimana pun itu huhu o<–<

        Great job, Kak Dira!❤

        p.s: Ngomong-ngomong waktu itu setelah fanfic Spiderhun keluar, Sehun apdet ig pake topeng spiderman (dan itu unyu, btw._.), terus Let's Just Fall in Love Again dipost sama Kak Dira, nggak lama kabar BaekYeon lagi date di mobil macem Bekyun-Eunjae muncul, lalu…setelah fanfic In The End ini dipost…..maka…..apakah…………..(isi sendiri)

  4. Moodboster kak^^.
    walaupun ficnya kek serius gitu(?) Tapiselalu ada yang bikin ngakaklah wkwk itu kasihan kai sama pak junmyeon wkwk

  5. Haaah Helloooo
    Ini FF nakutin deeh
    BTW itu nama guru fisika nya awalnya mr park jd mr lee :p hehehe

    Aku suka bercandaan mereka di sms aduh bkin ketawa guling guling kak ._.V

    1. yaaa jangan dibawa serius ya inimah cuma fiksi hehehe
      MAKASIH BANGET UDAH NGINGETIN ITU KOREKSINYA,udah aku benerin heheheh maacih banget ya saaay :3

      makasih juga udah baca dan komen :3

  6. Kaak ini lain dari fic kakak selama ini menurut aku, tapi tetep keren tau😀 Si junmyeon kelihatan sepuh banget ya disini? Hohoho*dikepret suho
    Dan endingnya aduh aku nggak nyangka banget bakal begitu haha >.<

    1. iyaaa emang, ini gak fluff dan jatohnya mungkin mengerikan gitu tapi jangan dibawa serius ajasih intinya, namanya juga fiksi hohorats! xD
      iya junmen, maafin ya hehehe
      okeh makasih udah baca dan komen yaaaaa :3

  7. Wow keren~
    Ini seharusnya serem kok malah jadi lucu/? Pas mau kiamat si nara masih sempet2 nya minum susu-_-
    Tapi keren deh kak^^

  8. Kak, ak jadi takut sendiri kak .-.
    Beberapa ff mu ada yg kebetulan sma loh kak padahal kakak buatny sebelum itu terjadi*ngerti nggak ? Ak aja nggak.-.
    Ff mu daebak ^^

  9. awalnya kukira friendship terus, ternyata endingnya sama2 ngaku
    kata2nya kyungsoo sering bikin senyum sendiri, nara juga sih, apalagi waktu menebak / tahu kai meninggal, gak ada sedih2nya sepertinya
    mereka nyantai banget pula, tapi bener sih, biar menghindar pun percuma

    p.s : guru fisikanya mr. park atau mr lee?

    1. iya emang biarin aja friendship jadi cinta biar mainstream hahaha

      p.s: sudah dibenerin hehehe aduh maaf ya itu pengen mr.park…park chanyeol tiba-tiba berubah jadi mr.lee. makasih buat koreksinya🙂

  10. Haha, ya ampun. Bukannya sedih, entah kenapa aku malah ngakak sendiri bacanya pas bagian Kyungsoo nyari taksi kuning eh ternyata warnanya oranye😀. Eiy, apa itu tsunami yg manis? #plak

    Ini kereenn… Semangat buat Kak Dira buat ff yg lain xDDD

  11. Yaampun! Kyungsoo Kyungsoo!!😄

    Aku berasa gimanaaa *lebeh
    Ngakak pas bagian yg baru make sabun baru yg dikasih Sehun
    Agak deg-degan, eeh Kyungsoo malah nyorakin tsunami yang mau datang😄

    Nice fic, kak ^·^
    Abob ditunggu kak, pen liat Baekhyun jadi ayah :v

      1. Mungkin kakak kurang berimajinasi/? *sotoy mode on*

        Hihihi kak kapan-kapan buat fic kaya Falling Downstairs lagi ya
        Aku suka banget fic itu wkwk
        Itu fic yang paling sering aku baca pas nunggu buka puasa😄

        Apa aku bisa disebut pembaca setia? .-. *plakk
        Hehe aku sering mampir keblog kakak, tapi maaf ya baru komen sekarang😦
        Soalnya dulu aku yang ndeso ini belom punya blog juga ga tau cara ngekomen nya gimana😄
        Aduuh aku maluu..

        Oh iya kak, salam kenal yaa.. ^*^

  12. BARU TAU MASAAAA T.T

    Gila kak, aku bacanya merinding/ga/ tapi aku deg-degan masa >< mana aku sendirian di rumah :3

    btw, writing prompt itu apa sih :3 wkks

    1. Ini kayaknya jd yg perdana aku baca tulisanmu, dir dan lgsg semacam jatuh cinta at the first read. lol

      aku suka cara kamu memadu madankan ide yg serius dan berat dgn gaya bhs ringan dan alur yg ngalir nyante dan terkesan lucu. Awwww~ berasa orisinil gayamu bgt inimah. ♡♡♡

      Terus sapa bilang ini maksa? Aduh, ini ngepas bgt kok sama promptnya. Klop bgt lah. Suka bgt sama idenya. ♡♡

      P.s : sedikit saran buat ditinjau ulang, dir, pas udh mau kiamat tsunami gitu koneksi telpon masih lancar ya? Hihi…aku tiba2 kepikiran aja nih.😄

      1. Kak pertama tama terima kasih udah mau baca padahal seriously aku aku…aku malu dan bener aja kan ada yang MISS OHMG AKU LUPA PART YANG ITU HUHUHUHU
        yaaah maaf ya kak, aku amatir banget ketauan gapernah nulis yg beginian heuuu malu (/.\) tapi gapapa, terima kasih untuk koreksinya dan ini jadi pembelajaran juga buat aku hehehts!

        Terima kasih kak! Sooo much terima kasih :)) duh ganyangka kakak bakalan dateng hehe :3 aku juga mau baca ff kakak yg buat prompts challenge ini kkkk🙂

        Sekali lagi makasiiih kak Diyan :)))

  13. kak……………………jadi takut beneran……………….okefix merinding. astaghfirullah naudzubilah jangan sampe beneran, aku belum ketemu kyungsoo:”( /plak /abaikan
    eww kyungsoo eww nyatainnya knp detik detik terakhir, kalo ini dijadiin film, aku yakin pasti pecah tangisku(?) /halah /sejakkapanakualay /okefixabaikan
    ampun kenapa komenku gaje mulu-_- yah mungkin efek kelaparan kali ya(?) daripada makin gaje mending udahin aja, sekian dan makazeeeh, aku tunggu tulisan yang lain kak!:D

  14. heheu ;__;
    bener” bagus kak😀

    aku g bisa ngebayangin kalau beneran kiamat gt
    dan disaat itu juga aku baru nyadar jatuh cinta sama orang yang ternyata deket sama aku :’D

  15. gak ngerti lagi. gak ngerti sama kak dira. GAK NGERTIIII. kenapa fanficnya keren banget bener bener menyentuh hati. emang kak dira itu author favorite aku number one gak ada duanya deh hahahaha. kangeeeeen banget sama update-an di blog ini ya ampun. gak kebayang aku kalau blog ini ditutup dimana lagi aku bisa nemuin ff keren kayak gini secara gratis!? gak perlu bayar cuma tinggal comment aja :”) aduh pokoknya kangen berat sama tulisannya kakak. sampe ingin mentikan air mata #halah. semoga nanti bisa ada gerakan inti setelah pemanasan ya kak? D; keep writing terusssss! fighting ♡♥♡♥

  16. Baca fic ini tuh antara mau ketawa, senyum, deg-degan, takut dan mau nangis di waktu bersamaan. Keren banget kak dira….!!!!! Sedih waktu kai dan junmyeonnya mati. Tapi lebih sedih lg wkt kyungsoo gak bisa nemuin nara. Untunglah akhirnya mereka dipertemukan. Huhu ini romantis banget mirip-mirip Titanic gitu. Kyungsoo berasa jack dan nara itu rose nya…woah pokoknya ini ff keren banget kak dira!!! Salut buat kak dira:’) Btw, salam kenal ya kakak…

  17. kakkk kakakkkk kak dirr kak diraaaaaaa! yaampun kak pas cek blog ini gak nyangka kakak bikin ff tema beginian, daebakkkkkk!!!!!!! suka bangettt hahaha jadi nara-kyungsoo mati nih? ya sempet-sempetnya ciuman disaat yang lain pada lari pontang-panting😀 lagipula pada santai banget tau kalo kiamat seakan dialam lain nanti mereka bakal ketemu wkwk nexttt kak, keep writing~^^

  18. A..A..Aigoo..
    kak,, boleh manggil kak kan?
    ini.. ini benar-benar menyeramkan..
    membuat ku merinding sekaligus tertawa(?)
    Kyungsoo ku bersama orang lain–
    tapi ya sudahlah,, kalau kakak yang bikin aku bisa apa?? (pasrah)
    ini bikin aku kesemsem berat tp akhirnya tragis..
    angst yang engga kerasa angst karna kakak bikin kiamat nya kaya pura-pura(ini hanya perasaan seonggok daging =_= jangan di simpan di hati) komedi kakak selalu keren..
    biasa nya kakak selalu bikin fic sesuai moment(?)
    aku tunggu kakak fic tntang kris yg out dri exo tp kakak ga bkin2..
    y sudah lupakan..

    kakak, kakak kalau nulis bagus oake bingits..
    ahhh,, andai otak kakak bisa aku curi..

    inti nya cerita ini keren and see you in your next FF..
    aku tunggu yang ABOB sama i’m in love with betty and whatever dan knapa yg ini kakak ga mau lanjut?? Tpi itu urusan kakak sich.. aku juga sering mengalami writer block..
    kalau ada FF yang mau dikunci aku pengen dpet password nya dong..
    boleh ya kak,,
    i’m your big fan..
    slama ini aku selalu baca FF kakak cuma ga bisa komen karna di hp..
    baru2 ini bisa on di laptop .. hehe /senyum ala Chanyeol..
    kalau emng ada syarat nya utk dpt password akan ku lakukan asal bisa baca FF kakak^^
    uda dulu ya,, ini kepanjangan kaya nya..

    good luck kakak^^

  19. Wah cerita tentang kiamat! haha >,< langsung merinding.
    Aduuh mana bisa mau kiamat bahagia gitu Megan. Mana bisa pas ada tsunami gak lari lari malah nungguin orang. Oke mungkin bakal kayak gitu kalo cuma punya Kyungsoo di muka bumi ini. Aaaah tetep aja sih kayaknya lari larian, haha😄 kalang kabut cari tempat yang tepat untuk mengakhiri hidup… huuaaaa merinding bayanginnya ini.
    Dan ini tidak begitu menyebalkan. Mereka pada akhirnya saling melakukan pengakuan, dan bahagia sebelum mati dan diadili di alam lain. Dan pengen ketawa juga mereka masih sempet sempetnya sms-an pas keadaan lagi gempar, mana kena reruntuhan plafon segala lagi. aduuh kocak ya kak Dira meski buat yang berbau dooms day gini. hohoho
    Keren😉 Suka! Suka! Suka! hahahahaha

  20. kak atulah aku gatau ini apa yang jelas aku takut
    engga juga sih eh tapi iya eh enggak/?
    entahlah pas bagian kyungsoo nyamperin si naranya aku senyum senyum sendiri dan pas bagian ciumannya aku ngakak/?
    dan sebelum kiamat mereka sempet sempetnya yaaa hadoh ._. udah kiamat malah bahagia gitu, aneh ya tapi keren sih😀

    pokoknya ini keren. demi apapun ini kereeennn aaa aku ngepens kak gimana dong😦
    aku ngepens juga sama blog ini pokonya semuanya😦
    ditunggu yea next ff nya :3

  21. Maaf baru komen #Hemeh. Endingnya eiy, sweet banget. Campur aduk baca ff ini, takut, pengen ketawa, semuanya ada. Greget juga sama Nara bukannya lari malah diem mulu, tapi emang iya sih semuanya juga pasti meninggal. Haduh Soo, kayanya kamu ganteng banget deh paku baju kek gitu. Kai? Oh mungkin dia udah duluan -__-

  22. Junmyeon disini suho kan? Oh jadi dia sekarang jadi miskin. Karena susu, aku kira cast-nya sehun, ternyata nara hehe. Dan kai lagi tanning kah pergi ke hawaii?
    Hmm sempet-sempetan kisseu pas ada tsunami di atas taxi pula.

    Kak dir kan kadang kayak cenayang yang ceritanya sering kejadian. Serem kaaaa~ Dosaku masih numpuk nih. Semoga ini ga kejadian dalam waktu dekat yah :’)

  23. Hai kak~~ ahaha /sksd/

    aku suka deh temanya, tentang akhir dunia gitu bikin tegang, suka banget. trus adegan di ending itu manis loh kak, sayangnya mereka gak bisa lebih lama berdua di atas taksi sambil ciuman /uhum/

    Kai meninggal gitu aja tapi mereka reaksinya biasa aja, Pak Junmyeon itu yaampun kasian banget sampe megangin tivinya biar ga jatoh, dan yg bikin greget mereka masih sempet sms-an dan saling nyatain perasaan disaat kematian udah ada di depan mata. Mungkin nanti bisa kucoba/?

    lainkali kakak bikin ff yg temanya kayak gini lagi, soalnya seru, bikin tegang gimana gitu. maaf kalo komenan aku gak jelas cuma nyampah doang di notif kakak, soalnya aku bingung mau komen apa jadi beginilah haha. Salam kenal ya kak🙂

    Dan
    Keep writing kak🙂

  24. I harusnya nyeremin karna kiamat gak sih? Tapi kok serasa manis bangeeeeet.
    Ah, nara, beruntungnya engkauu
    Mau juga di kejar2 do kyungsoo gitu. Hehe

  25. Kak diraaaaaa :”””” aku bingung kak antara mau takut atau ngefly(?) gara-gara ngebayangin punya sahabat kayak dio disitu jadi ga takut haha xD fighting kak!!! ><)9

  26. Kak kok gini kak kok giniiiii :(((((((
    Tapi bagus. Selalu deh. Kapan sih fic kak dira gabagus xD
    Mencekam gitu kan tapi masiiih aja nyelip lucu lucu huhuhu
    Kak dira lucu banget si xD

  27. Nggk tau mao coment apa. Ya ini lucu. Apah? Suho jdi duda yg ditnggal istri ya ampun ini lucu kak. Cast nya d.o lagi si bebeb aku :-* aduh endingnya senyum” sekaligus degdegan. Ya, ff kakak sllu nyelip yg lucu” walopun rada” cemas tetep aja ada yg buat ketawa. Aku suka semua ff kakak :-*

  28. author, apapun ini mau kata author dipaksa-memaksa-maksain, tetep aja fluffnya dapet ampe detik akhir mau kiamat. serius, idenya author itu selalu unik dan keren~ makin seneng baca tulisan author, tipsnya dong~ hahaha

  29. Ini bagus banget, semua ff mu bagus Kak! Top banget! Jadi, disini Joonmyeon udah tua gitu ya, haha. Gak tau harus ngomong apa lagi, yang jelas, Fighting(?)! hehe😀

  30. Kak Dira…
    Aduduh kak kenapa temanya beginian. Aku jadi serem sendiri kalo bayangin itu beneran. Jangan kiamat dulu dong ah, sehun kan belum menemukanku😦 Kakak seriusan mau nonton TLP kak? Kak, aku boleh nitipin kacang? Nanti kasihin ke kyungsoo yaa kak. /yakenapaharuskacang/
    Oke bek tu the stori
    Aku baca ini kan harusnya dag dig dug tegang sama takut gitu, apalagi pas gempa. Tapi kenapa aku malah miris dan kasian sama semua tokoh disana. Pertama gara-gara mbah junmyeon.. Yaampun aku bayangin dia rambutnya blonde kek sekarang, badannya kurus, tak berdaya menyelamatkan harta bendanya. Kasian.. Terus yang kedua, itu pas nara tilpun tilpunan sama kyungsoo… eung… gaada nada takut atau khawatir sama sekali disana. Mereka tetep omongan santai kayak udah selesai ngerjain PR terus mau main layangan. Lah, dari situ aku malah menyimpulkan kalo sebenernya mereka ini bukannya nantang ataupun gak takut mati. Tapi emang udah hopeless, pasrah aja nunggu kematian huhuhu.
    Terus di bagian akhir itu duh kak dira beneran meng-asadjahghfjhgjhjk hatiku. Itu gelombangnya udah deket mereka sempet”nya kisseu. Duh, kak meskipun sebentar terus abis itu the end, tapi aku udah yang aaaaaakkkkkk. Demi apa itu romantis cekaliii. Duh meninggal bareng ya? Pas ciuman ya? Haik. Seenggaknya mereka bahagia di saat saat terakhir. Itu nyesss banget.
    Ini kereeen kak. Apalagi castnya kyungsoo ahihihiw. Papolit banget lah pokoknya.

    Kak Dira yang semangat ya nulisnya~~
    Love you kaak❤❤

  31. Omooo….jd mereka terhempas tsunami dalam keadaan……ciuman???!!! Engga tau itu sweet atau mengerikan atau apalah gatau..ide cerita ini anti menstrim kak. DAEBAK!!! ><
    Aku sempet kaget loh karakter 'aku' disitu ternyata perempuan namanya nara, malah awalnya aku ngebayangin itu baekhyun ~_~ *WHAD?

  32. ya ampun si kyungsoo bukannya tobat malah bikin dosa di detik detik terakhir..😀 tp ff nya bagus banget kak sumpah keren banget belom pernah baca sebelumnya ff yg ceritanya tsunami kayak gini he.. kak dira jjang!❤

  33. Kiamat kok diketawain?
    Dasar orang-orang sarap (read:kyungsoo & nara)
    tapi aku jadi keikutan ngakak sma percakapan mereka
    Apalagi bayangin Junmyeon yang berusia 42tahun #LambaiTanganKeKamera
    Sumpah gak kuat nahan ketawa

    Tapi mereka sempat” ny bermesraan ditengah situasi genting kaya gitu
    Romantisme ny itu kerasa banget
    Tapi tetep aja harus liat situasi =))
    Jadi pengen karungin Kyungsoo trus bawa pulang deh #abaikan

  34. oke ff ini mengerikan -_-v Tp walaupun mengerikan, so sweet banget T_T
    Makasih kak ( ‘-‘)/ karena jasamu aku berhasil dapet sakit perut/?
    Ngakak abis deh apalagi waktu kyungsoo&nara malah chattingan di tengah tengah gempa -__-

  35. AAAAK KENAPA JADI SEREM GINI
    ok dipikir pikir lagi aku ga siap juga kalo kita uda mendekati kiamat hm apalagi responnya Nara sm Kyungsoo sante bgt lagi kata ga ada apa apa whoaaaa *kagum*
    gatau knp rasanya kasian aja sm junmyeon huhu dibayanganku dia kaya uda tua mbah mbah pake kacamata melorot+celana kedodoran pelukpeluk tivi trus kesapu tsunami kayaknya kasian bgt gt ya ngenes gt hauahaha
    aduh akhirnya ternyata tetep jd tsunami ya:( padahal pengennya mereka bangun dan cuma mimpi /? lol tp pengakuan di akhir itu knp cute bgt KYAAAAA ahahaha pergi dgn tenang itu mah wakaka kocak bagian yang ‘apa kau buta warna?!’ hahah!
    anyway thanks kak dir ffnya bagussssss sekali;3

  36. Kak, berasa baca fic horor nih kalo kek gitu. Disaat waktunya gak tepat, tuh dua orang masih sempet kissing, di taksi kuning… eh, salah… taksi oranye.

    Pak Junmyeon, aku kudu kasian ato ngakak pas dia nyelamatin tipi tuanya? Kak Dira hebat, meski fic ini dikategorikan serem karena ya… kan temanya akhir dunia, kiamat; tp kakak masih bisa nyelipin romance dan humornya yang bisa mengalihkan perhatian reader untuk baca yg bagian romance itu ato gak tertawa pelan humornya tentang Pak Junmyeon bersama tipi tuanya. Keep writing ya kak!

  37. Errrr matinya kai dan junmyeon disini seperti hal yang biasa; begitu saja tanpa sedih-sedihan. Ckckck😀
    Baca ini bikin aku ketawa-ketawa diawal, gigit bibir di tengat-tengah, dan mendesah di akhir~
    Memulai cinta diakhir waktu hueeeeee >-<

  38. Sebenernya gue berusaha ga ngakak di tengah2 ff yg dramatis ini. Tp gue gagal huft…
    Ngakak banget!! Masih aja kepikiran hal2 konyol pas genting hahaha😄
    Daebak!!

  39. akhirnya kyungsoo nara lagi .. kangen banget sama mereka berdua… kpn2 bikin kyungsoo nara lagi kak… hehehehe…
    ini temanya semacam cinta terakhir gitu ya kak…
    kan biasanya orang ngambil tema cinta pertama, ah itu biasa… hehehehe…
    keren kak. harusnya kan sedih gitu, tapi entah kenapa malah ada bagian yg bikin ngakak… selera humor kakak tuh nggak bisa dilupain deh…

  40. Kak Diraa maaf baru nyempil. Kemaren2 pas online via ngebut (baca: wifi) aku malah salah fokus ke blognya Kak Shirae Mizuka. Jadi lupa komen. Piiss piii piiss😀
    Tapi aku masih mendem komen buat epep nya bang kyungsoo ini kok. Mmmm, Kak dir serasa abang unyu satu ini beda banget sama dia yang dkenyataan (?). Maksudku disini kyungsoo lebih ‘gahar’ gimana gitu. Mana marah2 n kesel gitu lagi sama nara. Tapi emang nara nya juga sih yang dodot. Masa taksi oren dibilang kuning?? -_- aku kan ikutan qesyel😀 <— yang ini ikutan Kak dira
    Suka quote nya kak. Gapake basa-basa deh. Ngeri juga kalo ngadepin kiamat sesantai kyungsoo-nara. Mau kiamat di depan idung juga yang terpenting perasaan tersampaikan. Eaaa banget sih kamu bang! Bikin jeles T^T
    Yaud Kak dir gitu dulu deh. Semoga mereka bahagia dimanapun berada😀

  41. Ya ampun ya ampun kenapa ceritanya keren kayak gini. Aku ikut deg-degan baca ini, serasa aku yg ngalamin. Ya ampun ya ampun manis banget akhirnya walaupun mereka akhirnya ditelan tsunami. Semoga kalian bersama ya di alam sana :’)

  42. yatuhan kadira tega banget masak itu mereka baru ngungkapin perasaan mereka uda tsunami TTTTTTTT kan kasian kak TTTTTTT
    tapi slbihnya aku suka sama critanya meskipun endingnya mati sih ya.__.

  43. kesel banget,bisa banget kiamat dan ciuman,haha
    bisa bayangin gantengnya dan wanginya Dyo waktu itu.Wah gak tega kalau pergi kayak gitu.
    kesannya kayak,ya ampun ini seriusan endingnya gini,hihi
    seru seru,
    smangat kak nulisnya.

  44. Naudzubillah jangan sampe kejadian.. Huhu baca ttg kiamat begini jadi inget dosa. Astaghfirullah padahal lebaran sebentar lagi😦 /malah curcol
    kak ini sedih deh beneran.. Lucunya tuh lucu miris. Pas pak junmyeon ketimpa bangunan kedainya sendiri rasanya terharu banget :”(
    Apalagi pas ending.. Kesannya romantis sih, tapi menyedihkan T_T

  45. kyaaaa… ini romantis ato bego/? *LOL hahaaa…
    Disaat tsunami menerjang malah asyik diatas taksi😄 its okay… aku suka sama judulnya.. keliatan manis banget. dan jalan ceritanya juga okey ^^

  46. Kereen kak diraa, di tiap paragraf memberikan sensasi yg berbeda. Pas udh ngerasain sensasi romantis hrus dsadarkan kembali tntang tsunami yg bakal menerpa mereka, itu kereeen

  47. seharusnya sedih atau kalo ngga merinding waktu baca ini, ini cerita ttg kiamat kan? tapi kenapa aku malah mesem2 sndiri wktu baca😄
    ampun, mana ada orang yg mnunggu dtangnya kiamat sesantai nara. pakai minum susu sgala lagi😄 bener2 unik.
    poor jongin. poor joonmyun. numpang lewat doang trus mati wkwk.
    oke, kyungsoo manis skali disini aa/// smpe rela cari nara di tengah kiamat (?). nara jg, santai2 aja nunggu kyungsoo pdhal yg lain pd kabur. keren dah.
    stidaknya mereka kena tsunami setelah jujur ttg prasaan msg2. sweeet :3
    kak dira daebak😀

  48. yaaaa kenapa aku baru baca ini huhuuuuu. aku kira tadinya nara itu kai heeee.
    baca itu tuh kyk kenapa gini sih, beneran ada yg kayak gini??????
    tapi yakin mereka berdua lega ya bisa ngungkapin perasaan, mana akhirnya kissing. subhanallah pas tsunamiiiiiiiiiii!!! :””””

  49. Jadi ini aslinya angst, tp dbalut dng fluff ala dira, #duh,apa ini bhs’a. Lupain ja dh.

    Bngung mw seneng apa sedih,,
    hiks hiks
    #nangis d pundak chanyeol.

    Kesian junmyeon, cm pnya tv sbg brg brharga’a..

  50. Aku baru baca dan ini……. ganyangka temanya begini. Bikin deg-degan aplg aku baca malem. Jadi inget dulu nonton film 2012 sama temen sampe pulang malem wkwk. Endingnya….. sweet tapi menyedihkan karena mereka harus tersapu tsunami :(((( tapi untungnya mereka udah ngaku dan udah ehem ehem :v komentarku pas adegan diatas taksi: doh tsunami dateng masih sempet2nya begitu, aku sih lari kocar-kacir wkwk. Good job kak and keep writing ^^

  51. Sebenernya ini cerita apa? Angst? Fluff? Berasa inget mati bacanya. -tobat- ide cerita yg jarang tapi bagus banget.🙂 apalagi cast-nya kyungsoo.. :*

  52. Tunggu……… ini ceritanya Do Kyungsoo sama Nara?

    Nara itu cewek?

    CEWEK?!

    KOK GUE MIKIRNYA INI DO SAMA BAEKHYUN MASAAA?!

    ………..astaga.

    Anjir banget lah otak gue menggila. Pantesan kok kayaknya ada yang ganjil di bagian DO nya nelpon, “Hei, Nara…” GUE KIRA ITU PANGGILAN KHUSUS DARI DO BUAT BAEKHYUN-_- goddamn, setelah gue nyampe kata “The End” barulah gue sadar kalo ternyata ini ff straight ulala~~~

    Ini ff keren banget sih, tapi kok gue kecewa ya ini bukan dksXbbh :’) btw, pas bagian Pak Junmyeon meluk ntu TV tuanya gue ngakak hebat wakakakak😄 alhasil gue gak dapat feel angst dan romance nya huhu:’)

    Ntar-ntar bikin ff yaoi dong ya ya ya plis:^)))) #plak

  53. wuahhhh… ff ini bikin aku ngeri awalnya…. tapi makin kesini makin sweet gitu hehe…. tapi itu masih kasian sama kai dan pak junmyeon serasa mati sia sia/ga. wkwkwk… intinya ff ini bagus walau awalnya aku sedikit ngeri wkwk… semangat deh buat ff selanjutnya ^^

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s