Posted in Uncategorized

[Thanks To] Spiderhun + Extra Fic

 

To all my lovely readers…

 

 

Hai hai! Haloooooo🙂

Hmm ya seperti biasa jangan pernah bosan untuk memaafkan kebiasaan buruk author yang satu ini karena dia suka ga balesin komen hehehe maaf ya maaf banget. Tapi aku bacain satu-satu daaaaan aku seneng. Aku selalu seneng ngebaca komen kalian hehehe🙂

Daaaaan spiderhun ini ternyata benar-benar diaplikasikan ke dalam kehidupan nyata si oknum Oh itu hahaha jadi seneng yehet ohorat gitu deh akunya pfft xD

Pokoknya terima kasih yaaa udah baca dan komen untuk semua pembaca yang mau meluangkan waktu untuk membaca fic pendek dan ngasal ini kkkk xD

Dan maaf untuk perubahan dalam gaya tulis atau feel yang berkurang atau apapun itu. Aku hanya manusia biasa huhuhu terkadang apa yang ada di mataku itu keliatan bagus tapi ternyata di mata orang enggak. Ya gapapa ya🙂

Just make sure you are enjoying my fic, but if you’re not…yes, you can leave🙂

 

Big big thankseu for lovely readers:

 

Tang, choconime, Put, znahc, Anisah, winnda, cccc, laisalsa, Orange, shineshen, Dinda Mariana, Edelweiss, Chupss, syalalabla, BaiBai, adecsaraswati, Nathaniel Jung, Dwy_agustiani, SsongSae, yeonrihan, olivia han, Ddangkoplak, hwang yeonhee, restikidbel, elfa, Mikimitarashi, Ganyeol, formaggioyu, Anhuva, kimieadachi, nicken123, chocofin, stacya, azuream8, rskygwd, Fantasy Giver, chandra aryanti dewi, hernachoi, refani nabila, Dante, Tuwink, aikoyu, BabyKyu, Lee Eun Gi ( 이은기), puji, s wanda putrid, LittleRabbit, luna, anita namira, yayyasati, Ansholissa, cloudsoora, MimiJJW, Fe, minyo99, IRA, odie, far, fitryfishy, Janni Aulia, bellanovianti, Autumn Hwang ツ, parklu617, b2utyinspirit, RahmTalks, Yixing’s girlfriend, summerkids, ParkHwayoung, Sibungsu Ndak Baradiak, oxs2212, youngestnoona, exfriend365, K, kanarisma20, Cicil, Cho DyoKyung, minseokeys, deerluhan, elsasalsabila, beautywolf, vayuan, haru, Lana Carter, Luby, ms. Bubble, Nunadk, yokeiryu, anyone, yeolchi, dhiloo98, Namikaze Han, b2utyinspirit, coldfemale, Vidy Chanzu, luqian10, hanmi, fnaura, bela, Uniquee_Yui, takyuyaki

 

THANKSEEEEUUU~~

Karena kalian sudah sangat sangat manis hehehe aku mau kasih extra spiderhun untuk kalian!

 

 

[Spiderhun Extra]

 

 

“Yehet!”

 

Mary Jane pun berhenti berjalan dan menoleh.

 

Dia…

 

Kata ‘yehet’, sebenarnya, adalah kata paling aneh yang pernah tertangkap di telinga Mary Jane. Bahasa apa itu? Apa bahasa America latin? Apakah bahasa Jepang? Tidak, tidak satu pun dari kamus-kamus di dunia mencatat dan mengartikan kata asing itu, namun Mary Jane terpaksa menyukainya. Dia bahkan sangat menyukainya.

Karena…dia masih ingat bagaimana bibir Spiderman melengkungkan senyuman dan menyapukan ciuman terakhir untuknya, lalu menyebut kata aneh itu layaknya mantra yang menyihir Mary Jane.

Mary Jane tidak tercipta untuk menyukai grup boyband manapun di dunia ini. Dia lebih memilih opera sabun atau drama-drama penuh kata romantis menyayat hati di televisi. Namun untuk hari ini, dia memutar tubuhnya dan kembali ke kerumunan penggemar yang meneriakan ‘EXO’ berulang-ulang kali. Mary Jane bahkan tidak menyangka bahwa dia rela mengantri, berdesakan dengan sekitar seribu orang lainnya di taman itu.

 

Demi melihatmu. Batinnya berbicara.

 

Apa itu benar dirimu? Spiderman?

 

Gadis berambut merah itu penasaran. Dia ingin melihatnya. Ini satu-satunya kesempatan.

 

Dan…

 

Ketika dia melangkahkan kakinya ke atas panggung fansign, Mary Jane tak mampu bernapas.

 

Itu dia.

 

Kenangan malam itu sedikit buram dalam kepalanya. Dia hanya bisa mengingat sosok bertopeng, hujan, temaram lampu jalanan, bibir yang terasa seperti choco bubble tea, serta kata ‘yehet’ yang sampai detik ini masih terngiang.

 

Apa kau mengingatku, Spiderman?

 

“Hai,” sapa lelaki berambut cokelat itu tersenyum.

Mary Jane berdiri di sana, terpaku. Dia hanya menangkupkan tangannya di dada, menenangkan degupan jantungnya, karena…wow, Spiderman is really really handsome without mask.

“Halo? Apa kau mendengarku, nona?”

Dia memanggilku dengan sebutan ‘nona’ itu lagi. Mary Jane tertawa dalam hati, dia merasakan sensasi tak bernama yang melingkari perutnya. Seolah ada ratusan kupu-kupu menyapukan sayapnya di sana.

Alis lelaki itu bertemu di tengah, namun senyumannya tak pernah luntur dari wajah tampan itu. “Nona, apa…kau baik-baik saja?”

Kalimat tanya itu pada akhirnya menurunkan nyawa Mary Jane kembali ke tubuhnya dan Mary Jane merona. Sangat.

“Oh, m-maafkan aku…” apa kau mengingatku? “Aku…” ternyata namamu Oh Sehun? “A-aku penggemar beratmu.” Oh Sehun atau Spiderman…mungkin aku jatuh cinta padamu.

Mary Jane berdebat dengan dirinya sendiri. Dia tidak mungkin jatuh cinta pada sosok pahlawan New York yang setiap malam bertarung dengan kejahatan. Dia tidak mungkin jatuh cinta secepat itu. Apalagi dilihat dari ekspresi wajah Oh Sehun, dia nampak tak mengenal atau sedikitpun mengingat Mary Jane.

Apa kau sedang berakting? Kau punya dua pekerjaan yang sangat bertolak belakang. Aku harus memberimu penghargaan untuk ini, Oh Sehun.

 

Lelaki itu tertawa dan dia mengangguk. “Terima kasih. Di mana aku harus tanda tangan?”

“A-apa?” Mary Jane pun bingung.

Oh Sehun memandangnya, alis terangkat. Seringai di wajahnya mengingatkan Mary Jane pada malam itu. Terlalu menarik untuk dilupakan.

“Apa kau bawa poster? Atau album kami?”

Mary Jane tidak membawa apapun ke sana, hanya hati dan perasaannya saja. Apa itu cukup?

Gadis itu pun menggelengkan kepala, mengabaikan protes dari para penggemar lainnya di barisan belakang karena dia terlalu lama berdiri di hadapan Oh Sehun.

“Lalu aku harus tanda tangan di mana?” tanya Oh Sehun, meletakkan tangan di bawah dagunya sambil menatap Mary Jane penuh makna.

Satu ide terlintas di kepala Mary Jane. Gadis itu akhirnya membungkukkan tubuh di meja, menyodorkan tangannya dan berkata, “Kau bisa tanda tangan di sini.”

Interesting,” Oh Sehun berkomentar, namun dia tetap mengukir tandatangan di atas kulit mulus Mary Jane. Tak henti-hentinya tersenyum lebar. “To…siapa namamu, Nona?”

“Mary Jane.”

To…lovely Mary Jane—“ lelaki itu melirik Mary Jane cukup lama.

“Ya?” Mary Jane merespon.

Oh Sehun menggelengkan kepala dan melanjutkan sesi tandatangannya.

“Sehun…” panggil Mary Jane.

Yeah?”

Mereka cukup dekat sekarang; hanya terpaut beberapa sentimeter hingga Mary Jane dapat menghirup aroma choco bubble tea yang menguar. Memori itu kembali menghantam kepalanya.

“Kau…tidak ingat aku?” tanya Mary Jane tanpa rasa ragu. Oh Sehun mengerutkan dahinya sebagai respon, dia mengangkat kepalanya hingga pandangan mereka bertemu sekitar dua detik sebelum kembali menulis di tangan gadis itu. “Apa maksudmu?”

Mary Jane tersenyum, lalu berbisik begitu pelan, begitu lembut, namun dia pastikan Oh Sehun mendengarnya dengan sangat jelas. “Karena aku mengingatmu dan aku tahu siapa dirimu sebenarnya.”

Gambar hati yang diukir Oh Sehun belum sempurna ketika kalimat pernyataan itu meluncur dari mulut Mary Jane. Tangannya yang memegang spidol warna biru itu terhenti sejenak. Bukannya kaget, Mary Jane malah menemukan cengiran pada wajah tampan Oh Sehun.

 

Kau mengingatku,iya kan?

 

“Maaf, Nona. Aku rasa kita belum pernah bertemu sebelumnya.”

 

Tentu, tentu saja Oh Sehun tak akan mengakuinya. Mary Jane sudah bisa memprediksinya sejak awal.

Setelah Oh Sehun menyelesaikan gambar hati di sana, dia memberikan senyuman terakhir dan Mary Jane membisikkan satu kata…yang bisa jadi kata terakhir untuk Oh Sehun atau bisa jadi kata yang memulai sesuatu.

Yehet.”

Oh Sehun tergelak dan membalas, “Yehet.”

 

Mary Jane pun meninggalkan tempat itu. Berjalan pulang dengan perasaan bercampur aduk, entah senang atau sedih. Dia tidak mengerti.

 

Tapi melihat gambar yang dilukis Oh Sehun pada tangannya membuat Mary Jane tak henti-hentinya menggelengkan kepala sembari tertawa. Mary Jane tidak bisa melupakan sosok itu, tapi yang lebih menyenangkan di sini adalah…Spiderman juga tak bisa menyingkirkan kenangan mereka berdua.

 

Laba-laba dan hati.

 

You’re impossible, Spiderhun.”

 

 

 

Penulis:

A Ridiculous Writer :)