Posted in Uncategorized

[Not Fanfiction] Lose Yourself

image

once you’re in the highest level of your life, just remember you could fall from a cliff.
_

Aku menulis ini di perjalananku menuju kampus, berharap kamu membacanya dan menganggap ini sebagai sebuah peringatan untukmu.

Hidupmu sedang dilanda badai. Ya, aku tahu itu. Awan mendung tak pernah lelah mengikutimu, hujan turun tanpa henti dan matahari tak pernah tersenyum ramah padamu. Kamu pernah mengalaminya beberapa tahun yang lalu, bagaimana badai memporak porandakan hidupmu dan bungkam adalah satu-satunya yang bisa kamu lakukan.

Aku tahu detik ini kamu pasti sedang menangis. Bergelung di tempat tidurmu dan membasahi seluruh kain yang ada dengan air mata penuh kesakitan. Dadamu sesak, tiba-tiba seribu penyakit menyerangmu. Keberuntungan sedang meloloskan diri dari tanganmu. Ya, aku tahu itu.

Tapi tak tahukah kamu, berapa banyak orang yang mengalami hal serupa dan hati mereka hancur berkeping-keping saat kamu tertawa di atas penderitaan mereka. Mungkin mereka adalah orang yang dulu kamu anggap sahabat, namun semudah menjentikkan jemari, kamu mengeliminasi mereka satu persatu. Mungkin mereka adalah orang yang kamu rebut kekasihnya tanpa memikirkan bagaimana hati mereka terluka. Mungkin mereka adalah korban tipu muslihatmu dan kamu tak tahu bahwa orang mulai lelah.

Lelah atas tindakanmu.

Lelah atas tingkahmu.

Orang tuaku selalu berkata, saat seseorang berada di tingkat paling atas kehidupan ini, akan mudah baginya untuk jatuh karena gelap mata.

Kamu pun begitu. Tak diragukan lagi hidupmu menukik tajam bagaikan kurva yang kita pelajari di kelas setiap hari. Bagaimana mereka turun dan naik, membentuk sebuah gelombang yang menunjukkan hidup ini mempunyai siklus yang bahkan tanpa kamu sadari berputar terus menerus–tanpa henti.

Orang tuaku juga pernah bilang janganlah menjadi bintang paling terang di langit sana karena suatu hari cahayanya akan padam, juga jangan terlalu redup karena bintang seperti itu akan terlewati begitu saja.

Entah salah siapa dirimu jadi bintang paling terang. Terkadang sinarnya terlalu terang hingga menusuk dan menyakiti mata orang lain di sekitarmu. Tapi herannya kamu tak pernah sadar hal itu. Herannya kamu masih senang bermain-main di sana dan orang-orang membencimu. Herannya kamu suka menari-nari dengan image buruk melekat di dahimu.

Iya, mereka membenci kamu. Mereka tidak menyebunyikan amarah yang meluap-luap ketika namamu terdengar dan dengan begitu teganya mereka menyamakan kamu dengan hal-hal yang bahkan tak pantas untuk ditulis di sini. Biarlah kamu tak perlu mengetahuinya karena kamu akan sakit, kamu akan sangat-sangat sakit. Atau perlukah aku mengungkapkannya? Kurasa tak perlu.

Selagi menulis ini aku pun berpikir, mengapa sulit bagimu untuk menjadi seseorang yang lurus jalannya. Bukannya aku orang yang berjalan di jalan itu, namun semua orang mencobanya. Lalu mengapa kamu tidak?

Apa salahnya tersenyum tulus pada orang lain? Apa salahnya berbuat satu kebaikan? Apa salahnya kamu menghargai dia, mereka, mereka dan dia? Apa salahnya melihat orang lain bukan dari ‘apa yang bisa kamu dapat darinya’, melainkan dari ‘apa yang bisa kamu beri padanya’? Apa salahnya cintai mereka yang memang butuh dicintai, bukan untuk dijadikan status? Apa salahnya menyayangi temanmu, sahabatmu, orang-orang yang dekat denganmu, yang melihatmu berharga? Apa salahnya mencari orang lain yang lebih pantas kamu jadikan pacar daripada mengambil satu yang lama dari sahabatmu sendiri? Apa salahnya? Apa?

Apa itu memang karaktermu? Apa itu memang kebiasaanmu? Bisakah berubah?

Sampai kapan kamu berlakon begini? Sampai satu persatu orang di dunia ini menjauh dan meninggalkanmu? Karena jika ‘ya’, ya, mereka kini perlahan-lahan belajar hidup tanpamu. Mereka mulai menghapus memori tentangmu, si bintang paling terang.

Lihat, cahayamu mulai meredup. Bagaimana jika kubiarkan terlalu lama dan lama kelamaan kamu menghilang? Bagaimana jika aku tak memperbaiki apa yang seharusnya kuperbaiki hingga kamu lelah dan menyerah. Menyerah dan membiarkan cahayamu hilang.

Bagaimana?

Karena kamu tentu tahu, bukan? Bahwa akulah satu-satunya yang bisa membuatmu kembali lagi berada di sana. Aku bukannya satu yang jahat jika mungkin ini terdengar seperti pembelaan di ruang sidang yang penuh kebohongan dan dusta. Aku hanya ingin memastikan bahwa kamu ingat hidupmu itu seperti roda yang terus berputar. Kamu sedang berada di bawah saat ini, tunggulah hingga roda berputar dan mengembalikanmu di tempat yang seharusnya.

Hanya ingat. Ingat jangan biarkan roda itu berputar dan membawamu terlalu rendah karena tingkahmu lagi dan lagi.

Pikirkan kembali.

Karena aku menulis ini dalam perjalananku menuju kampus, berharap kamu membacanya dan menyadari.

Posted from WordPress for Android

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

15 thoughts on “[Not Fanfiction] Lose Yourself

  1. Kak diraa. Kamu nasehatin aku banget disini ;( kayanya bener banget yang kakak tulis. Itu perasaan aku banget. Kenapa kaka? Huhuhu

    mungkin saat diposisi kita menyakiti orang lain kadang nggak sadar gitu. Jadi yaa.. Ini layaknya teguran yang ehemm nge jleb bngt. Sumpah kak ini ahh semoga bisa lebih baik aja lah, dan lebih ngerti perasaan orang lain.

  2. apa kak dira skarang lg galau… Pagi-pagi gini emang past buat galau sih.(sotoy nieh anak)

    Tp Entah kenapa tulisan kak dira ini mengingatkanku pada seseorang (kenapa skarang gue yg galau) hell, tapi negur gue juga wkwkwk

  3. apa kak dira skarang lg galau… Pagi-pagi gini emang past buat galau sih.(sotoy nieh anak)

    Tp Entah kenapa tulisan kak dira ini mengingatkanku pada seseorang (kenapa skarang gue yg galau) hell, tapi negur gue juga hahaha kalau dipkir-pikir bener juga trkadang kta g sadar bikin sakit hati orang disaat kta lg diatas2nya,tp gue slalu sdar kalo yg dibkin skat hti itu gue (tp yaiyalah yg skitkn gue, masak kak dira yg harus ngarasain /ditendangkakdira/)
    well smoga tulsan kak dira bisa menyadarkan smua orang trmasuk gue,, keep writing kakak

  4. Aduh ini curhatan mewakili perasaan aku kakak dira.
    bener banget, aku ngalamin itu sekarang. Dan tokoh kamu itu bener-bener nyata gilak😥

  5. Kak diraaaaa..
    Lma gak brkunjung ke hangguk dn post yg prtama kali aku lihat adalah ini, ,

    ok, ktakanlah aku sok tau, tpi mungkin ini prtama kali kak dira post yg ‘begini’an. Dan untungnya, byk orang dan juga saya yg mmbca ini jadi mkir,
    “Apa yang udah aku prbuat slama ini ?? ”

    oke.oke, ini renungan buat kita smua..
    Mdh2.n tman2 lain yg bca bsa ambil tjuan yg dibuat kak dira wkt dia ngpost ini,
    🙂🙂

  6. Terimakasih,cuma itu yg bisa jadi tema besar komenku disini.
    senyum2 bersalah,begitulah aku begitu mulai membacanya.
    bener2 tersenyum, plong,lega banget.begitu selese membaca cerita ini.
    seperti berkaca pada kejadian beberapa tahun lalu, dimana posisi kau dan aku sama (mungkin).
    Terimakasih. ^_^
    tetaplah bersemangat, Dira.

  7. wah, kak dira nulis curhat aja keren:)
    tp ini real atau tidak sih?/ klo iya, semoga cepet dpt pencerahan dan jalan keluar ya buat masalahnya^_^

    kalo dipikir2 manusia umumnya emang punya sisi kyk gitu sih kak- tapi ya, balik lg ke masing2 sih:-|

    yasudah, sabar dan fighting terus ya kak! pastinya aku selalu bisa belajar dr tulisan kaka^^

  8. diraaaa, long time no talk hhe. Serius aku baca ini kerasa bgt aura galaunya hha /plaakk/. Aku suka bgt sama kata2 kamu disini, meaningfull sekali🙂
    aku harap masalah kamu dan dia bs cpt selesai..aminn
    yuu keep smile ^^

  9. Reblogged this on Mekiyakiya and commented:
    Teguran buat kita semua, so? Roda terus muter dan kita bisa ada di atas maupun di bawah. Jadi? Yah… Jadi diri sendiri dan baik sama orang lain itu mungkin udah cukup?
    I don’t know what i write (?)

  10. Huwaaa,, dira.. Makasih banget ya nasehat sama perumpamaannya . Ini kayak instrokpeksi diri sendiri. Suka banget!!!!!!!!!! Ich liebe dich, du bist die bessere Autorin :DDDDDD. Vielen dank :DD

  11. Kak Diraaaaaaa
    Bingung mau bilang apaaaa
    Jujur aja, aku berada dlm kondisi begitu, kak
    Thanks buat tulisan ini, aku jadi sadar sekarang apa yang telah aku perbuat TT,TT

  12. Kak dira ini.. Aku nangis loh beneran baca ini.. Ini nasihat terbaik.. Aku mengalaminya.. Bener2 aku pikirin, aku baca berulang2 setiap kalimatnya dan itu masuk bngt ke pikiran.. Ahh entah aku mau ngmong apa lagi,, tp aku sama sekali gak nyesel baca ini.. Tulisan sederhana tp maknanya dlm banget kak… Ini jd motivasi buat aku sekarang.. Dan tak lupa jg aku ucapin terimakasih utk nasihat secara tdk lngsung ini (?)🙂

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s