Posted in EXO, Fanfiction, Fluff, Romance

The Thoughts

The Thoughts

 

Title:

The Thoughts

Cast: Suho [EXO-K] / You // Genre: Fluff, Romance // Length: Drabble // Rating: PG-13

Recommended Song: John Mayer – Gravity

Summary:

I didn’t know how deep his mind could really go

A/N:
Sequel to The Color of My Love

 

 

 

Menebak pikiran seseorang tidaklah mudah.

 

Kita bukan seorang mentalist, juga bukan Tuhan.

 

Betapa rumitnya otak manusia mempunyai jalan pikiran masing-masing hingga aku merasa terkadang aku tak sadar dengan apa yang kupikirkan, karena mereka terlalu banyak. Mereka terlalu sulit dienyahkan, mereka terlalu mendominasi pikiranku.

Aku memikirkan cucian yang menumpuk, aku memikirkan menu makanan yang akan kumasak besok, aku memikirkan pekerjaanku di kantor, aku memikirkan jurnalku, aku memikirkan dinding apartemen yang mulai rusak, aku memikirkan hari esok, aku memikirkan…

 

Kim Junmyeon.

 

Ketika nama itu masuk ke dalam setiap panca inderaku, aku merasa tidak ada hal lain yang perlu kupikirkan. Mungkin kah karena Junmyeon sebuah sumber pemikirkan yang menarik? Atau aku terlalu mencemaskannya? Namun, yang jelas dia menyita seluruh perhatianku.

Aku memikirkan bagaimana Junmyeon bangun setiap pagi–diliputi kegelapan pekat. Dia buta. Dunia pasti begitu abstrak–tanpa bentuk yang konkrit dalam kepalanya.

Aku memikirkan bagaimana Junmyeon dapat bertahan dalam keadaan seperti itu. Bagaimana rasanya hidup tanpa warna, tanpa cahaya, tanpa sebuah siluet asli yang dapat kau sentuh.

Aku memikirkan bagaimana Junmyeon masih dapat tersenyum bahagia di kala dia tak tahu seperti apa senyuman itu, bagaimana lengkungan di bibirnya dapat menular ke semua orang dan aku adalah salah satunya yang menikmati pemandangan itu selagi Junmyeon bercerita seru tentang lelucon di radio.

Aku juga mencemaskan dirinya saat Junmyeon memutuskan untuk berjalan-jalan di taman sendirian. Dia bilang ‘tidak apa-apa’, namun pikiranku terus saja tertuju padanya. Aku memikirkannya seribu kali lipat lebih intens daripada biasanya jika situasi ini terjadi.

Tapi di dalam hatiku, aku juga bertanya apa yang ada di kepalanya? Apa Junmyeon memikirkan sesuatu di kala senja mulai merayapi hari kami dan dirinya termenung–duduk di dekat jendela sembari menyeruput teh?

Maka tak ada salahnya aku bertanya.

 

Kami berbaring di tempat tidur setelah makan malam, mata Junmyeon tak terpejam seolah melihat lampu di langit-langit kamar dan aku mulai berujar, “Junmyeon.”

“Hm?”

“Apa yang sedang kau pikirkan?” tanyaku setengah berbisik.

Junmyeon tak langsung menjawab. Dia lagi-lagi tersenyum, “Aku memikirkan cuaca.”

“Cuaca?”

“Ya.”

Aku mendekat ke arahnya, membaringkan kepalaku di bahunya. “Ada apa dengan cuaca?”

Kemudian Junmyeon bercerita tentang cuaca besok yang dia dengar di radio. Katanya besok hujan deras, awan kelabu akan menutupi langit sepanjang hari dan dia menyarankan untuk membawa payung jika aku pergi bekerja.

“Jangan lupa bawa payung, oke? Kau bisa sakit kalau kehujanan,” gumamnya mengelus kepalaku lembut. Kuanggukan kepalaku dan dia mengerti.

“Juga jaket,” tambahnya.

“Syal?” tanyaku jahil.

Junmyeon tertawa dan berkata, “Ya, syal juga boleh.”

Kami terdiam, membiarkan lagu John Mayer mengisi kesunyian di ruangan itu. Junmyeon terlihat seribu kali lebih tampan di bawah temaram bulan yang bersinar di luar sana. Bagaimana kulitnya yang pucat sangat kontras dengan sweater warna biru gelap itu.

Dan tiba-tiba sesuatu telah mengambil seluruh udara hingga napasku tertahan ketika Junmyeon membuka mulutnya dan berbicara begitu halus, mirip bisikan.

 

“Aku juga memikirkanmu.”

 

Tanpa sadar kukepalkan tanganku di bagian sisi tubuhnya, hatiku terasa seperti disengat sesuatu kala kata-kata itu meluncur dan Junmyeon nampak begitu tenang.

“Kau memikirkanku?”

“Ya.”

Aku tak bermaksud bertanya seperti ini, namun rasa penasaranku lebih besar dari gedung perkantoran–mendesakku mengutarakannya…

“Bagaimana sosokku di pikiranmu?”

Ya, bagaimana wanita ini di dalam kepala seorang Kim Junmyeon–seseorang yang telah lama bersamanya dan sampai detik ini dia tak dapat melihat wajahku. Dia tak bisa mengatakan cantik karena definisi cantik pun nampak buram baginya. Kosong. Tak terlihat.

“Mm…aku membayangkan…kau adalah wanita yang cukup tinggi.”

“Lalu?”

“Kau punya rambut lurus sebahu, tidak terlalu panjang. Kulitmu normal, wajahmu kecil, bibirmu berwarna…merah–” Junmyeon berhenti untuk tertawa. “–aku tidak tahu warna merah itu seperti apa. Tapi, yeah, orang-orang bilang bibir itu berwarna merah jadinya…aku pikir punyamu juga begitu.”

Mendengarkam suaranya melantun ditemani alunan musik, entah mengapa itu membuatku menangis. Aku menangis dalam diam, membiarkan Junmyeon menceritakan fantasinya–khayalannya–tentangku, tanpa menginterupsinya jika ada ketidakcocokan atau kesalahan disana.

Aku membiarkan Junmyeon terus berbicara.

“Apa kau tidur?”

Aku segera menghapus air mataku dan berdeham sekali, “tidak, tidak. Aku mendengarkanmu.”

“Kau mau aku melanjutkannya?”

“Ya, lanjutkan, Junmyeon.”

Dia bilang aku punya mata yang besar dan indah. Dia membayangkan mata itu melihat segalanya yang ada di dunia, padahal dia tidak tahu bahwa mata ini hanyalah melihat dirinya. Dia bilang aku punya hidung yang mancung, tulang pipi yang cukup tinggi. Dia membayangkan bahwa aku adalah tipe wanita yang memakai flat shoes sederhana dan rok polos sehari-hari.

“Kau memakai kemeja saat pergi kerja, kau memakai kaus saat di rumah. Kau memakai dress saat kita pergi makan malam di luar.”

Junmyeon menggambarkannya terlalu sempurna.

Di dalam benaknya, aku adalah wanita sempurna.

“Bagaimana jika…aku tidak cantik dan mempesona seperti yang kau bayangkan, Junmyeon?” tanyaku memaparkan fakta itu.

Dia mengambil napas, perlahan-lahan mencari tanganku untuk digenggam dan membawanya ke pelukan yang hangat. Junmyeon selalu bersikap hangat sampai-sampai aku takut aku akan kehilangan hal itu keesokan harinya.

“Aku tahu kau cantik…”

Aku tergelak, air mata menetes dari sudut mataku. Kupikir aku terlalu terbawa perasaan, maka kugigit bagian dalam dinding mulutku agar aku tak berbicara. Tahu darimana Junmyeon bahwa aku cantik?

 

Dia tidak melihatku.

 

“…mataku memang tidak memberitahuku, tapi hatiku mengatakan kau cantik. Kau sangat cantik.”

Dia mengecup tanganku di saat aku membutuhkannya untuk sembunyikan tangisan ini.

“Dan aku percaya padanya.”

Maka aku ingat aku pernah mengatakan bahwa di saat mata tak melihat, hatilah yang merasa. Mungkin itu benar, mungkin Junmyeon mengalaminya dan dia melihatku dengan hati, bukan dengan mata.

 

Dia mencintaiku dengan perasaan, bukan pemandangan.

 

Indah adalah ketika kau merasakan seseorang mencintaimu apa adanya, tulus terasa hingga kau takut kehilangannya di kemudian hari. Terlalu sempurna hingga kau takut satu kesalahan bisa berujung fatal.

Dan Junmyeon indah.

Indah dalam hidupku.

 

“Terima kasih.” Terima kasih karena telah membiarkanku tahu apa yang kau pikirkan.

 

Itulah kata yang kuucapkan sebelum kami tidur dan menutup hari itu.

 

 

 

THE END

A/N:
Aneh adalah ketika semalem aku sakit kepala, terus dengerin lagunya John Mayer sampe pagi, trus pas bangun2 langsung kepikiran buat nulis ini /sighs/

Taulah aku random macam chanyeol gini kan <— ini minta disamain!! Hahaha /dilempar batu bata sama Monggyu/ xD

 

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

81 thoughts on “The Thoughts

  1. judul lagunya apa eon ?😀
    pasti lgunya John Mayer yg ini bgus. .sebgus ff the thoughts. . Aq kira sequelnya ini suho oppa udah bisa ngelhat trnyata blom. .hiks hiks kashan cnta mereka trlalu sempurna. ..
    Eon dira ABOB nya kpn dilanjt. .. . Udah pnasaran eon. ..

    1. judul lagunya Gravity, itu yang pernah dinyanyiin sama mikha hahaha
      eumm…iya pengennya bikin dia bisa liat, tapi ah terlalu mainstream muehehehe
      okeh makasih ya udah baca dan komen. tuh bentar lagi abobnya keluar hahaha
      nantikan ya😀

  2. Ooouuuhhhh ka dira selalu sukses bikin cerita fluff romance begini.. Huahhh
    Jadi bingung mau komen apa.. Cuma bisa ninggalin jejak..
    Ka dira JJANG!!!^^
    /alamat kecantol abang joonmyun/

  3. waaa…. FFnya bagus banget kak Dira!!!
    Suho oppa, kau begitu tulus~~~
    kadang aku juga randomnya ngelebihin Chanyeol loh, kak. (mengharap banget)
    Suho oppa-ku~~~ suho oppa~~~
    Saranghae~~~
    Oh iya! EXO tampan sekali di MV GROWL~~~ /malah fangirlingan/
    KAK DIRA JJANG!!!

    1. aaa makasih yaaa, iya si suho tulus dan mulus/? pfftt xD
      nah sama kan kita randomnya hahaha
      IYA BANGET EXO DI GROWL TAMPANNYA PARAH! ADUHHH KESEL #EH
      oke makasih ya udah bcaa dan komen😀

  4. siang2 gini terpesona am suho nih,.. /diratanggungjawab/
    kkkkkk,..
    i2 kenapa suho tulus gitu kenapa?
    walau dia gk bsa melihat pake mata tapi dia melihat hati,..
    aaaaa suho,.. sini2 aku peluk dulu,.. /apahubunganya/
    Dia mencintaiku dengan perasaan, bukan pemandangan.
    meleleh lah tokoh aku setelah tau perasan suho ke dia,.. :”)
    ok, dtgg karya lainnya,..
    fighthing,..🙂

  5. aaa John Mayer, aku juga lagi suka John semenjak denger lagu Paper Doll kak ;__; *kok jadi curhat*

    ini fluff banget ah tidaaak aku diabetes udah ini /di bopong Kris/
    okay well, aku mau kenalan sama kak Dira dulu boleh kali ya?😄 aku Alshela, 99 lines, udah lama banget adoring your fic semenjak di rekomendasiin At Your Touch sama temen. Aku suka banget sama gaya tulis kak Dira, jaraaaang nemu penulis domisili Indonesia yang ber-khas kaya gini(?)

    Suho romantis banget HAHAHA ;___; aku udah faints kalau kedapetan cowok kaya gitu ya meskipun buta, ganteng bisa di maklum mungkin /gak😄 boleh sedikit kepo gak kak? kakak pernah kefikiran bikin fic chapter gitu? sejauh yang aku baca kebanyakan vignette, one shoot, (kecuali oh! kristina dehehe) dan seandainya mau buat, aku bakal antisipasi banget kak😀 cuma saran hohoho.

    maaf cuap-cuapnya kebanyakan(?) fighting!~

    1. hihihihi iya emang john mayer itu lagunya mendayu-dayu banget pas buat fic fluff heheheehe :3

      hai, Alshela! aduh namamu bagus banget hihihi😀 salam kenal juga ya :3
      a-aduh at your touch. kamu jadi mengingatkanku kalo aku masih hutang nulis fic itu yang long.ver-nya huhuhu /nangis bareng baekhyun/ tapi nantik kucoba nyelesain deh :3
      ah, masa sih? aku kira ini mainstream banget loh tulisanku heuuu :”) tapi makasih deh kalo kamu suka hihihi

      chapter? hahaha baiklah aku akan sedikit curhat sama kamu. aku ini orangnya tipe yang suka random, suka spontan, dan menulis sesuai mood. fic chapter itu diperlukan sifat bertanggung jawab sama kestabilan nulis. dan….aku enggak punya itu semua hahahaha <—kok ketawa sih aku O.o jadi aku mikir dua kali setiap kali mau bikin fic bersambung. tapi untuk belakangan ini well, aku kayaknya ada mini project, suho juga, dan berchapter (tapi cuma sampe lima chapter mungkin ya) jadinya ya gitu deh doakan aja bisa terlaksana dan terima kasih banget kalo kamu mau berantisipasi hahaha makasih loh😀

      ah ya makasih ya untuk your lovely comment, aku seneng ngebacanya dan ngebalesnya😀

  6. HUUAAAA!!
    AKU NANGIS BACA INI!!!

    RASANYA ITU KAYAK AKU HANYUT DALAM SUASANA DAN KATA-KATA JOONMEYEON… T_T

    EMANG SEKARANG ADA YA COWOK YG LIAT CEWEK PAKE HATI??
    I DON’T THINK SO!!
    Dan sayangnya aku enggak cantik T_T

    Oke Kak Dira… AKU SUKA FIC INI… AKU SUKA JOONMYEON /digampar Lay/
    Dan aku mau berpaling bentar dari Kyungsoo… /kicked by Kyungsoo/

    I LIKE SUHO :’)))

    KAK DIRA JJANG!!

    1. AAAAA AKU BALESNYA JUGA PAKE CAPSLOCK YAAAA
      ADUH MAKASIH BANGHET UDAH BACA DAN KOMEN, IYAA EMANG BERHARAP BANGET ADA COWOK YANG NGELIAT KITA PAKE HATI HUHUHU ;;; TAPI JARANG YA KAYAKNYA HEUUUUU

      OKEH MAKASIH, JANGAN LAMA2 BERPALING KE JUNMYEON. ENTAR GABISA BALIK KE LAY D.O LAGI LOH AHAHAHA

  7. oke, ini genre-nya romance fluff tapi kenapa kak bacanya malah berderai2 diraaa T-T
    feelnya ngena banget ini, aplg stiap junmyeon ngomong..dohh, beneran deh itu penuh perasaan banget, keluar dari hati..di tengah kekurangannya tapi dy bener2 kaya hatinya..
    kak gatau harus ngomong apalagi ini…daebak pokoknya ^^b

    1. hahahaha sama seperti yang lainnya bilang begitu jga sama aku, duhsalah genre sepertinya /mukul kepala pake batu/
      okeh kak makasih ya udah meninggalkan review disini hihihi😀
      see ya😀

  8. omaigaaat, masih ada gak stok cowok macam gini ? mau pesen sebiji dong :$

    awalnya gak terlalu ngeh sama yg nama suho, dan fic ini bikin aku salut sama babang leader.. manis banget hatinya<3

    oya kakdira, maaf gak comment di fic "the color of my love", soalnya abis baca itu lgsung pengen cepet2 baca ini, maaf ya kak ^^

    1. yakin cuma mau sebiji doang? gak mau duat ato tiga mumpung stocknya masih banyak hahaha

      iya sama kok kalo exo aku sebenernya gaterlalu melirik cowok ini tapi belakangan ini dia bgitu banget sih (maksudnya ganteng gitu)
      iyap! gapapa kok, aku seneng kamunya baca hihihi😀 makasih ya😀

  9. pusing kak. kasian aah sama ceweknya /lho
    tapi bener lho pikiran cewek itu gimana kalau suatu saat junma bisa ngeliat dan ternyata ceweknya gak cantik. OHNO
    dan bener sama komen komen di atas… this is not a fluffy story kak -___- ini nge-jleb banget bacanya.

    1. /kasih aspirin sama air/ jangan pusing ya😀
      ah masa sih ini gak fluff? O.o jadi aku semacam salah genre gitu ya? oh oke baiklah nanti dibenerin deh huhuh
      makasih ya vy udah baca dan komen /hugs/

  10. Kalo Suho di fluff itu berasa lebih nyata karena mukanya yang angelic, halus, mulus yang keliatannya kayak kapas;-; juga senyuman yang akhir-akhir ini ngebuat aku berpikir terus, kenapa aku malah ngestan sehun yang terus ganti warna rambut kayak bunglon. uh lol hahaha~

    Anyway, aku suka story ini^^

    1. hahaha aku setuju sama pendeskripsianmu tentang junmen :3
      muahaha segitu besarnya kah efek mukanya suho sampe kamu mikir kenapa harus ngestan sehun? hahaha jangan gitu, gitu-gitu kan kamu cinta sama sehun pfftt xD makasih ya udah baca dan komen😀

  11. Kak aku gak tau kalo sequel ini bikin aku begitu terharu u,u
    Jadi inget kisah seorang wanita -jangan tanya aku dimana dan dari mana aku dpt cerita ini- s̶o̶a̶l̶n̶y̶a̶ ̶a̶k̶u̶ ̶l̶u̶p̶a̶ ̶h̶e̶h̶e̶
    Ada cewe yg pengen punya pasangan yg gak liat dia cuma dari kecantikannya aja. Dari pengalaman2nya dulu dia muak kalo punya cowo yg macarin dia karena dia cantik. Dan jeng jeng jeng Tuhan mendengar doanya. Dia dikasih deh jodoh yg gak akan liat dia dari kecantikannya, tapi karena ketulusan hatinya, soalnya cowonya buta.

    Dan aku kembali dikau ingatkan dengan fic ini kak :’)

    1. ah ya kasian banget kalo sampe kejadian kayak gitu, duh semoga enggak ya amin amin ;A;
      tapi terkadang emang enggak bisa dipungkiri kita pengen orang melihat kita tuh apa adanya dan mungkin ada beberapa orang yang mau berlaku seperti itu huhu

      okeh makasih ya udah baca dan komen😀

  12. Oh My ._.
    Pertanyaannya buat yang baca harus nahan nafas nunggu jawaban dari yang ditanya…
    Isi pikiran orang normal aja susah dibaca, apalagi orang kayak Suho, jadi mau nangis T,T
    Dan yang terakahir itu, penuturan Suho tentang sosok aku tuh buat hati cenat cenut… Antara seneng dan gak senang, gimana kalo suatu saat dia bisa liat dan apa yang ada dipikirannya gak sesuai sama kenyataan? Hueeee..
    Tapi tapi jawaban yang selanjutnya buat mau bawa Suho kerumah -_- dia ngerasain pake hati, hiyaaaa gombal amat baaaang, ahaha😄
    As usual kak dir, this is sooo sweeet😉

    1. hihihi segitunya kah? hahaha
      iyaaa aku juga mikirnya begitu, sampe penasaran banget gitu apa sih isi kepala orang macam suho begini
      nah itu….yang kembali menjadi pertanyaan hahaaha kalo ternyata ceweknya ga begitu cantik, jedar! tapi mungkin orang kalo udah cinta…ya wajah adalah hal kedua (mungkin)

      okeh makasih ya udah baca dan komen megaaann❤ nanti aku buat fic suho gak sedih begini lagi deh hihiww😀

  13. Halloo kak Dira😀
    Fic Junmyeon-mu benar-benar menyentuh :”) Aaaa gatau kenapa aku kok sedih ya karena sampai detik ini; fic ini – Junmyeon-nya msh buta. Aaaa kalau aku boleh request Junmyeonnya bisa melihat dunia suatu hari nanti. Aku ngga tega kak. Serius!😦
    Dan ini menyentuh bgt sikapnya Junmyeon :””)
    Keep writting ya kak🙂

    1. halo juga kamuuu!😀
      aaaa ini kan bukan fic sedih, serius deh ._.v tapi emang mukanya sendu sih si junmen ini jadinya kan gitu… /apaan/
      okeh, tenang kok. nanti aku mau buat si junmennya cool cool senga gitu (spoiler xD) nantikan aja ya😀

      hihi makasih suci😀

  14. yaampun kisah cintanya sempurna =’) kukira junmyeonie sdh bisa melihat, ternyata belum u,u
    ahh! ceweknya setia banget sih huwee aku mewek TT jadi makin cinta sm junmaho kan :33

  15. Feeling like…. oh! It’s really touch my heart. Joonmyeon nggak bisa lihat aja bisa seromantis itu, gimana kalau dia bisa melihat? Mencintai dari hati? Cowok seumuranku yang kayak begitu…. *hitung pake jari* sangat sulit ditemukan._.

    Pokoknya Daebak! deh buat yang ini🙂

  16. Eonn aku nahan buat nangis padahal airmata udah ngambang(?) di pelupuk mata demi Byun Baekhyun mengatakan cinta padaku ini ffnya bikin aku grrrr~~ errrr~~ rawwwrr~~ hatiku merasa eureurong~~ *sensor pliss*

    tapi eonn kenapa singkat sih pas aku udah terlena dan menikmati imajinasi yang eonni bikin tiba-tida udah THE END dan itu JEGREG banget eonn bagaikan jatuh ke dalam bak.mandi(?) ketika Byun Baekhyun mau melebarkan tangan untuk meraih tubuhku dan membawa ke dalam pelukannya *bruakakakkakakka aduh aku ngomong apa yak*

    keep writing eonn aku akan jadi reader yang bakal baca hasil tulisan eonni

    Love you eonn *ahahahha

  17. dan di ff ini junmyeon pun buta -,-
    tapi di tiap-tiap kata yg dia keluarkan, itu so sweet banget author🙂
    salut buat suho yg tetap tegar dan si cewe yg tetap setia #hiks

  18. AAAAAAAA ASTAGAAAAAAAAA !!!! YA ALLAH ??!!!!! JUNMENNNNNNNNNNNNNNNNNN !!? Gila ini keren thor !
    Hah . Sumpah gk tau lg mau blg apa …
    Ya ampunn maniss bgt ini crta nya thor … Boleh dikecup gak ? Pgn dirasa /?
    Manis sweet romantissss

  19. OMG , SAOLOH KA DIRA INI , INI APA ? ? ? ?

    KO MANIS BEGINI , ?

    SUHO SUHO SUHO kyaaaaaaa >_<
    Saya kena diabetes ngebacanya ka Dira , kau harus tanggung jawabbbbbO_o

  20. Aduh thor, ceritanya ngeh/? bgt, aku sampe nangis bacanya hu..hu.. T.T , aduh bingung mau nulis apa, pokoknya aku kasih 10 jempol deh buat author *pinjem jempol tetangga*😀

  21. Dir, ini menyentuh sampai ke relung hatiku yg paling dalam (Oeeks)
    ngebayin uri leader buta. . . .aah,tak sanggup. T.T
    habis baca ini fic, aku jadi mikir gimana kehidupan mereka yg kurang beruntung. ga bisa bedain warna, ga bisa ngebayangin apa itu cantik,ganteng,jelek. sedih banget. T.T kita patut bersyukur udah Tuhan kasih sepasang mata yg masih sanggup melihat.

    seperti biasa, ff kamu slalu bagus-ga pernah engga. 4 jempol buat kamu.

    keep writing dir! <3<3<3

  22. “Kau punya rambut lurus sebahu, tidak terlalu panjang. Kulitmu normal, wajahmu kecil, bibirmu berwarna…merah–” Junmyeon berhenti untuk tertawa. “–aku tidak tahu warna merah itu seperti apa. Tapi, yeah, orang-orang bilang bibir itu berwarna merah jadinya…aku pikir punyamu juga begitu.”

    anjir sedih bat baca bagian ini. dia bahkan gaktau warna-warna itu kayak gimana…… Junmen buta sejak lahir, ya?:”) plis kasih Junmen penglihatan plis:”””) ini menyentuh bat ceritanya KAK DIRA AKU GAK KUAT.
    aku jadi bayangin kalo ff ini ada sequel (lagi), Junmen-nya bisa lihat entah gimana caranya, mungkin karena ada yang donor(?) terus ceweknya ngajarin dia ini-itu, SOSWEET BAT.
    udah ah delu mulu gue. huehe.

  23. mencintai dengan perasaan itu indah banget ya ternyata, kamu gak liat fisik aku tapi hati aw aw romance bngt ini ><

  24. BANG JUNNN YAALLAH GAKUAT DEDE NIH :’v ini ff sukses buat baper:” aku suka cara junmyun ngejawab pertanyaan ceweknya 💞💞ff romantis banget sumpah:” /emot love sekardus\

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s