Posted in EXO, Fanfiction, Fluff, Romance, Sad

Teenage Dreams

 

Teenage Dreams

Title:

Teenage Dreams

Cast: Sehun EXO-K and OC (Minji) // Genre: Fluff, Romance, Slight!sad // Length: Vignette

Recommend Song: Katy Perry – Teenage Dreams, Thinking of You

Summary:

Under the moonlight, setting fireworks by the seaside.
After that I’ll hold her hands and say, “I can’t do without you. I love you, till I die.”

 

Entah apa yang Oh Sehun pikirkan di kala dirinya masih terlalu kecil untuk mengerti tentang cinta, rasa suka, atau kata ‘aku mencintaimu’ terasa terlalu tabu diucapkan. Umurnya baru delapan tahun saat itu. Tetapi Minji–teman kelasnya–begitu menarik di matanya mirip pancake buatan ibunya. Lezat, manis. Hanya si gadis berkulit putih porselen yang ada di mata Sehun.

Sehun menyukai bagaimana gadis itu berlari di ambang pintu sekolah dengan sweater hello kitty-nya, menghampiri Sehun yang telah menunggunya sejak tadi. Sehun menyukai Minji di umur delapan tahun, manis dengan pita warna merah muda menghiasi rambutnya. Sehun menyukai aroma tubuh Minji yang berpadu antara stroberi dan bunga-bunga.

 

Sehun suka ini. Sehun suka itu. Sehun suka Minji.

 

“Aku menyukaimu,” aku Sehun waktu umurnya menginjak angka 9 tahun.

“Memang apa yang Sehunie sukai dari Minji?” Gadis kecil itu tersipu malu seraya memainkan ujung roknya. Rona kemerahan mewarnai pipi mulusnya yang menurut Sehun mirip marshmallow.

“Eumm…” Sehun menggumam, lidahnya menjilat bibir yang tiba-tiba terasa kaku. Tapi jantungnya berdegup sangat keras, memaksa Sehun berkata, “Semuanya.”

“Oh,” gadis itu tersenyum malu. “Minji juga suka semua yang ada di Sehunie.”

“Mau jadi pacarku tidak?” Sehun berbisik pelan sekali. Dia hampir meledak saat mengatakan hal ini, namun teman-temannya berkata memang seperti ini rasanya. Tidak, dia tidak akan meledak seperti bom.

“Mau.”

 

Polos.

 

Pernyataan rasa suka diantara mereka terlalu polos–sederhana. Mereka berbicara di bawah tangga sekolah, tempat yang sama sekali tidak indah.  Tidak ada bunga mawar , hanya permen karet rasa anggur yang bisa Sehun berikan. Tidak ada pemandangan indah, hanya peralatan gudang yang bisa Sehun suguhkan. Tidak ada acara berlutut di tanah, hanya ada tangan Sehun yang perlahan-lahan mendekati tangan Minji, namun tak berani menyentuhnya.

 

“Kalau nanti aku sudah besar, aku akan menikahimu, Minji, dan membawamu terbang kemana pun yang kau mau,” janji Sehun menatap Minji di kedua matanya.

“Benarkah?”

Sehun mengangguk walau dia tidak yakin apa itu menikah. Tapi dia hanya ingin membagikan mimpinya yang selama ini diam-diam dia susun dalam kepalanya–tak sabar untuk memberitahukannya pada Minji.

“Kau mau pergi kemana nanti?”

“Boleh Minji pergi ke Paris? Minji ingin melihat menara Eiffel. Kata orang-orang menaranya tinggi sekali.”

“Tentu boleh,” kata Sehun tanpa ragu, tanpa perlu berpikir bagaimana caranya sampai ke sana dan membawa Minji.

Ini mimpi. Mimpi anak kecil berumur sembilan tahun. Mimpi terkadang bisa terwujud, terkadang tertunda, terkadang gagal. Namun Sehun tidak akan pernah memikirkan mimpi yang gagal.

“Oke, berarti ini mimpi kita berdua,” Sehun mengumumkan dengan senang hati, kemudian rasa senang itu berubah menjadi sangat sangat sangat senang ketika Minji berjinjit sedikit dan menempelkan bibir kecilnya di pipi Sehun.

“Mimpi Sehunie dan Minji,” bisik Minji.

 

Mimpi milik anak umur sembilan tahun.

 

***

 

Bukan mimpi milik anak umur sembilan tahun lagi.

 

Karena Sehun dan Minji tidak lagi berumur sembilan tahun. Kini mereka berumur 19 tahun dan tidak sepolos dulu. Sehun tidak pernah ragu lagi menggenggam tangan Minji, Sehun tidak lagi merasa ingin meledak ketika Minji menciumnya dan Sehun menciumnya balik dan dunia terasa berputar begitu cepat tanpa udara, tanpa oksigen.

Sehun dan Minji beranjak menjadi sosok remaja. Tak tabu lagi akan rasa suka, kata ‘aku menyayangimu’ juga terbiasa diucapkan saat mereka diam-diam pergi ke rak belakang perpustakaan dan berciuman, dimana jemari Minji terkubur di rambut warna-warni milik Sehun (yeah, dia mengecat rambutnya).

 

“Minji…”

“Hm?”

“Aku belum bisa membawamu ke Paris,” gumamnya pelan menyapukan jemari di bibir Minji. “Aku belum bisa membawamu melihat menara Eiffel. Maafkan aku.”

 

Minji tertawa sambil menempelkan dahinya di dahi Sehun, “‘Belum’ berarti ini adalah mimpi yang tertunda. Jangan putus asa, ini mimpi kita berdua suatu saat akan terwujud, percayalah.” Minji memainkan rambutnya dan berkata, “lagipula kita masih 19 tahun. Remaja yang belum punya apa-apa.”

Sehun mengerucutkan bibirnya. Kekecewaan tersirat jelas di wajahnya.

“Aku bermaksud melamarmu di sana. Di cafe, dikelilingi pemain musik dan cincin di dalam kue red velvet, lalu aku akan mengajakmu berdansa di balkonnya…”

Sehun sekali lagi membagikan mimpinya. Mimpi remaja 19 tahun yang terlihat begitu tinggi di angkasa, hampir tak mungkin di raih. Namun tampaknya Minji punya mimpi lain seraya Sehun menciumnya lagi dan lagi.

“…aku ingin kau melamarku di pantai…” Gumamnya tak jelas.

Sehun menjauhkan diri dan menatap gadis itu lekat-lekat. “Apa?”

“Lamarlah aku di pantai dengan kembang api dan pernyataan cinta,” ujar Minji sambil tertawa kecil. “aku rasa Paris terlalu jauh, Sehunie.”

Sehun tersenyum tipis, menghadiahkan sebuah kecupan singkat di bibirnya. “Aku akan melakukannya.”

Sederhana.

Mimpi mereka terlalu sederhana; pantai, kembang api, dan pernyataan cinta. Mudah dilakukan mengingat Pulau Jeju adalah tempat terdekat yang mereka bisa capai.

Itulah mimpi semasa remaja milik Sehun dan Minji. Mimpi yang mungkin bisa terwujud atau mungkin bisa berubah lagi seiring berjalannya waktu.

 

***

 

Bukan mimpi Sehun dan Minji lagi.

 

Bukan mimpi mereka ketika di umur ke-22 mereka memutuskan untuk berpisah dan melupakan segalanya. Ada banyak kendala setelah masa-masa kuliah berakhir, menyisakan kesibukan bekerja satu sama lain dan Sehun harus bekerja di luar kota sementara Minji harus tetap di Seoul.

Tidak mungkin menjalani hubungan seperti itu. Tidak mungkin mimpi mereka terwujud, walau setengah hati mereka masih percaya bahwa ini adalah mimpi yang tertunda.

Mimpi yang mereka susun di masa remaja harus hilang bagai buih-buih di tengah laut.

 

Menghilang…

 

Dan terlupakan…

 

Setelah 3 tahun berlalu.

 

Mungkin Minji–gadis itu–telah berpaling dan menyingkirkan mimpi muluk itu dengan menjalin hubungan bersama pria bernama Aron. Namun Sehun tidak pernah sekali pun melupakannya.

Menurutnya ini sebuah kesalahan, ini tidak benar. Dia ingat kata-kata Minji saat mereka berumur 19 tahun, ini hanya mimpi yang tertunda dan Sehun percaya. Sehun berjanji mewujudkannya kala itu, maka dia pulang kembali ke Seoul tanpa peduli berapa persen kesempatan yang dia miliki.

 

“S-Sehun?” Minji tergagap saat mobil Sehun berhenti di depannya. Tiga tahun berlalu, dia kira Sehun tak akan kembali.

“Naiklah.”

Minji menggeleng, dia menolak. “Aron akan menjemputku nanti.”

Sehun pun turun dari mobil dan membuka pintu penumpang, “Persetan dengan Aron atau siapapun dia, Minji. Sekarang naik.” Geram Sehun, namun dia kembali melembut ketika melihat wajah Minji yang penuh tanda tanya. “Maafkan aku, tapi bisakah kita berbicara sebentar?”

Sehun memaksakan senyum yang mungkin terlihat sedih ini. “Kau tidak mau mengucapkan selamat datang padaku? Aku yang pulang kembali setelah tiga tahun pergi? Aku tahu aku bukan siapa-siapa lagi bagimu,” ugh, kata-kata itu membuat tenggorokannya tercekat. “kumohon, ini tidak akan lama.”

Lalu Minji menyetujui untuk masuk ke dalam mobil Sehun dan mereka pergi. Entah kemana, Minji tak mengerti. Pikirannya, perasaanya bercampur aduk jadi satu. 60% memikirkan Aron, 40% memikirkan Sehun. Lalu hal itu terbagi menjadi sangat tidak adil ketika dia menatap Sehun dalam kemeja dan celana jins, rambutnya berantakan kembali berwarna cokelat seperti Sehunie berumur 9 tahun.

 

30% untuk Aron, 70% untuk Sehun.

 

Kemudian dia menyerahkan 100% pikiran, hati, perasaannya pada Sehun saat mata gadis itu menangkap langit senja yang mulai gelap dihiasi matahari yang tengah tenggelam di ujung laut.

 

Pantai. Mereka pergi ke pantai.

 

Minji dan Sehun berjalan di pasir tanpa alas kaki, tanpa pembicaraan hingga langit telah gelap, Sehun tiba-tiba menggenggam tangan Minji. Sebelumnya dia ragu, ini tentu kembali seperti ke umur sembilan tahun. Tapi Minji tidak menghempaskannya, dia membiarkan tangan Sehun berada di sana.

“Minji.”

“Ya?”

“Masih ingat mimpi kita waktu berumur sembilan tahun?”

Minji tertawa. Gadis itu masih secantik yang Sehun ingat apalagi saat dia tertawa.

“Ya, aku ingat.” Minji menyisipkan rambutnya di belakang telinga. “Kita pergi ke Paris, melihat menara Eiffel, dan makan croissant banyak-banyak, bermain spinning plate dan jet coaster.”

“Dan minum milkshake stroberi di cafe termahal,” timpal Sehun.

“Ya, milkshake stroberi untukmu dan milkshake vanilla untukku.” Minji ingat, ingat setiap mimpi yang mereka lontarkan waktu itu. Manis dan lucu serta polos. Jauh-jauh ke Paris hanya untuk minum Milkshake?

“Lalu…” Sehun menyisir rambutnya ke belakang. “Kau ingat mimpi kita saat berumur 19 tahun?”

Minji tak bertanya mengapa mereka tiba-tiba membicarakan ini karena ada luka yang perlahan mulai terbuka seraya Sehun terus mengingatkan kenangan dan mimpi mereka di waktu lampau. Mengapa? Mengapa Sehun ingin membahasnya?

“Yang kita bicarakan di perpustakaan?”

“Ya.”

 

Minji tak langsung menjawab.

 

“Kau lupa?”

 

Masih tak menjawab.

 

“Aku tak pernah lupa. Aku selalu mengingatnya setiap hari dalam hidupku.” Sehun memelankan langkahnya, membiarkan pasir mengubur dalam-dalam kakinya.

“Kau bilang kau mau mengajakku ke Paris,” Minji mulai berkata. “Kau bilang kau mau melamarku di cafe yang mewah, dikelilingi pemain musik dan cincin di kue red velvet. Kau mau mengajakku berdansa di balkonnya, tapi…” Minji merasakan sedih yang luar biasa. “Kau belum bisa mewujudkannya waktu itu. Sampai sekarang pun belum.”

Bukan ‘belum’. Melihat keadaan sekarang, Minji menyatakan bahwa mereka tidak akan pernah mewujudkan hal itu. Minji mengalihkan pandangannya ke arah lain agar Sehun tidak melihatnya menangis, namun sekejap Sehun menyentuh dagu Minji dan menghadapkan wajah itu ke arahnya agar mereka saling bertatapan.

“Itu benar. Aku belum mewujudkannya, tapi tidak ingatkah kau waktu itu kau meminta hal lain dariku?”

 

Oh ya? Apa Minji melupakan satu hal?

 

“Kau memintaku…membawamu ke pantai.” Sehun memandang ke sekeliling dan tersenyum. “Dan kita sudah ada di pantai.”

Minji bernapas berat, berusaha keras tidak semakin menangis. Lalu dia sedikit terlonjak ketika ada kembang api yang meletup di langit, berwarna merah, hijau, kuning, ungu. Sangat indah menemani bulan yang sendirian.

“Kau minta ada kembang api…” Sehun menghapus air mata Minji. “Dan kini kau melihat kembang api.”

Dan Minji ingat permintaanya–mimpinya. Ditengah ciuman mereka dia menggumamkan mimpi ini pada Sehun dan dia meminta Sehun…

“Aku tidak bisa hidup tanpamu, Minji. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu.”

Gadis itu menutup mulutnya sendiri, meredam suara tangis yang terlampau kencang. Ini menyakitkan bagaimana tiga tahun terlewati dan memisahkan mereka, namun Sehun menyatukannya lagi bersama mimpi-mimpi itu detik ini. Dan Sehun mengatakannya, menyatakan perasaannya.

“Aku tahu kau masih mencintaiku, Minji. Aku tahu kau masih sangat mencintaiku. Iya kan? Kau tidak mencintai Aron, iya kan?”

“Hentikan, Sehun.”

“Kau mencintaiku bagaimana pun keadaannya. Katakan itu, Minji. Karena aku mencintaimu sampai mati, Minji. Aku tidak bisa hidup tanpamu, aku…” Sehun mengeluarkan sebuah cincin dari dalam saku celananya. “…aku melamarmu, Choi Minji.”

“Tidak, Sehun. Jangan…”

Minji menolaknya, mulutnya terus mengatakan ‘tidak, tidak, tidak’, namun dia tidak bisa menolak saat Sehun menyelipkan cincin itu di jemarinya. Sangat pas dan Minji terus menangis.

“Tidak, Sehun–” isaknya lemah.

“Kumohon, biarkan aku mewujudkan mimpi itu, Minji. Mimpi waktu kita berumur 19 tahun. Kumohon,” Sehun mencium tangan Minji dan memeluknya.

Hati gadis itu jatuh ke dasar saat Sehun mengatakan hal itu. Tidak seharusnya terasa seperti ini, tidak seharusnya dia menerima lamaran ini. Tidak di saat dia seharusnya melupakan mimpi yang terlanjur meredup, namun Sehun datang menyalakannya lagi.

“Aku mencintaimu, Minji.”

“Aku juga mencintaimu, Sehunie.”

 

Sehun tertawa. Minji memanggilnya dengan sebutan itu. Lalu dia memegang tangan itu. “Mau tidak jadi istriku?”

 

Minji tergelak, mengapa mereka jadi seperti anak kecil umur sembilan tahun.

 

“Mau.”

 

Dan inilah mimpi mereka. Mimpi muluk yang tak sengaja mereka cetuskan saat berumur 19 tahun.

 

Mimpi yang telah terwujud sekarang.

 

 

THE END

 

A/N:

INI TIDAK ADIIILLLL!!! /banting meja, banting Odult!/ kenapa yang lain dibuatin Drabble sedangkan Sehun punya sepanjang ini?? Enggak adil ah! Sumpah (lah, situ yang nulis).

Oke salahkan jalanan yang macet tiga jam ini oke? /geram/, salahkan jawaban wawancara ceci punyanya si odult ini yang AKU BANGET! Aku pecandu pantai, peliiissss ;___; trus ngeliat kembang api di pinggir pantai pas malem-malem tuh emang romantis bgt! (kalian harus coba di Meis, pas malem minggu, geez!)

Sial ah, aku benci sama Odult! /pitesSehun/

Okeh, aku harus break dulu ya nulisnya because college starts rip out my head ;__;

see you in another chance and wait for ABOB, and one BIG SURPRISE RELATED TO EXO NEW CONCEPT! School!au, Yeay!!

 

Hangukffindo

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

66 thoughts on “Teenage Dreams

  1. Kak Diraaaaaaa, demi apa ini ff, sumpah, beneran, aku suka BANGET! Suka! Joah! Love! Semua cinta untuk si Odult dan Kak Dira! /kacapecah(?)/
    Kalo comment utk ff Sehun buatan Kak Dira ini, aku jd speechless banget!-_- /teriak/
    Akhir kata, aku cinta Sehun dan ff ini.♥♥ Fighting buat Kak Dira!😀

    1. hahahaha aku tau kamu bakalan suka dan nunggu ini karena ini sehun😀 senang gak, tuh aku udah bikin yang panjang khusus sehunah hihihi
      dan makasih banyak yaaa udah baca dan komen hihihi❤

  2. annyeongggg, SilHan datang dimariiiii~ xD
    btw kenapa dari kemaren dira bawaannya banting odult aja? gara2 paddle pop hair nya kah? *sotoy* /kicked/ sodorin odult /eh <— hush, uda ngerusuhnya..saatnya komen🙂

    duhhh, ngebayangin sehun sama minji ya ini yg uda berangan2 trus maen cinta2an dr umur sembilan taun, bayangkan sembilan taun?? (muda sekali kau odult) trus impian waktu umur 19 itu kenapa gombal banget sih bawa2 ke paris segala..kan jadi pengen /tarik luhan/ tapi sayang klo mreka harus putus waktu umur 22~

    dan tada, 3 tahun kemudian sehun balik lagi dan membuat impian minji dikala umur 19 taun terwujud, dilamar di pantai pake kembang apiii~ huaaa, kak juga mau donkkkkkkk :3

    btw penasaran kan jadinya gimana hubungan minji sama aron? /nahlho/gapenting/abaikan..hahaha

    semangat ya buat tugas2 kuliahnya, fighting~ \(^-^)/

    -salam XOXO dari SilHan-

    1. kak sorry this is just quick in a shot aja ya reply-nya, i always love your comment❤ makasih udah baca dan komen duhh aku bahagia dan merasa bersalah kalo sampe enggak bales.
      nah iya silahkan banting odulut sepuas mungkin ya terserah kakak hahahaha
      dan iya itu romantis pas dilamar, duh kak kita kan penggemar pantai kalo diginiin sama bias gimana nih kak, kita bisa hanyut di laut hahahaha

      okeh makasih ya kak udah baca dan komen < love you😀

  3. /ikutbantingmeja/ kenapa sehun paling panjang ceritanyaaaaa T,T
    Dan dia yang paling nakaaal, kenapa ngerebut cewek orang cobaaa
    Aaah aku gereget bacanyaaaa. Itu aron gimanaaaaa
    Aduh duh duh duh kak Dira, ternyata macet mengalihkan duniamu ya, haha. Ini manis sih, tapi kok jahat sehunnya???
    Dan aduuuh aku terharu tapi kesel, kenapa gak diputusin dulu Aronnya?
    Ini selingkuh namanyaaaa
    Minji udah ngehubungin Aron beluuum?
    Aaah, aku kesel, hehe
    Tidak tidak tidak Sehun, kenapa tiba-tiba coba?

    Tapi aku setuju sama Kak Dira dan Minji, dilamar di pantai dan ada kembang api itu sesuatu bangeeet T,T
    Apalagi backgroundnya suara ombak, ada aroma asin laut, wuiiih… ada cowok ganteng, haha😀
    No one can resist Sehun if it’s going like this😦

    Dan ini jadi absolutely good side story nya Baby Sehun🙂
    I like it even you hurt Aron, hehe😀

    1. megan, this is just quick in a shot aja ya terima kasih banget udah baca as i know you always be the greatest commenter and fix every mistakes that i’ve done in every fic lol😀
      dan itu si minji belum mutusin aron aaaakkk kacau, mungkin later kali ya, hahahaha
      dan makasih banget udah baca dan komen megan love you❤

      1. Ia sama-sama kak Dira🙂
        Maap loh too criticize😛 Soalnya cerita kak Dira itu seru banget, jadi gak bisa gak ngomentarin apapun, hehe😛
        Sama-sama kak Diraa Love you❤

  4. YEAPPPYYYYY Akhirnya odult dateng juga :3

    Kakak…

    ITU SEHUN NYA ROMANTIS SAMA SETIA BANGET MASAAA ;A; /banting meja/

    Dan aku juga baru nyadar… INI FF NYA KEPANJANGAN BANGET KAK ;A; TAO SAMA KRIS ITU PENDEK BANGET MASA TT-TT (terus? ._.)

    Aduh sehunnie kamu terlalu setia untuk jadi pasangan hidupnya Minji ;~; itu kenapa ada nyempil Aron kak? ._. Wkwkwk😄
    Tapi ini FF daebak! Jjang! Feelnya dapet banget! ‘-‘)b

    Lanjut lagi kak~ :3 apa ya? Aduh, chen chen atau xiao lu? Xiao lu aja😄 saya penasaran sama luhan kek mana kalo romantis😄 hoho. Fighting kak ‘-‘)9

    1. okeh ini just quick in a shot aja ya, i really love your comment hehehehe dan makasih banget udah baca dan komen, hehehehe❤
      iya ini kepanjangan harusnya sama kayak yang lain huhuhu dan semoga yang lainnya bisa ikut ditulis, btw terima kasih yaaaa❤

  5. wawancara thehun di ceci magazine emang bikin kaget para EXOfans .. #termasuk sayaaa :3

    so sweeetttt bangetttt ….XD *JONGIN KITA JUGA HARUS KE PARIS , SEHUN SAMA MINJI GAK JADI KESANA ,,, KITA AJA YANG KESANA #jongin : sape elu sih -_-“

    1. iyaaaa kan, dia cilik-cilik udah berani gombal ya :”)

      MUAHAHAHAHA SUMPAH NGAKAK BACA KOMEN TERAKHIR ITU, DUH IYADEH SANA SAMA JONGIN KE PARIS HAHAHAHA

      makasih ya say udah baca dan komen❤

  6. Sehun ngeselin, Sehun gombal, sehun minta dibanting, dan sehun bikin kaimer melotot setelah baca ini <

    terus, aron gimana dong? masa ini mau kaya fic-nya kak silvya yang jjong kemarin, si aron jadi gila gara2 ditinggal ceweknya nikah sama odult .__.v duh, aku jadi kasian ah sama aron ini, gara2 makhluk berambut rafia ala paddle pop bernama Odult, ia pun tercampakkan /apasih/

    anyway, love this dan semangat buat kuliahnya ya kak! and let's write some School!AU😄

    salam XOXO dari KaiMer😀

    1. kepotong! padahal udah super panjaaaang -_____- aku copas lagi deh…

      Sehun ngeselin, Sehun gombal, sehun minta dibanting, dan sehun bikin kaimer melotot setelah baca ini ((stress))

      kak, kenapa ini paling panjang, dan kenapa Sehun bisa setia banget gini sih? Kemana Sehun di anak kecil yang dulu takut cewek sampe ngatain mereka kaya monster? -__- kemana sehun yang dulu anti pacaran, terus mendadak gara2 minji pun dia pacaran di umur sembilan tahun? -__- kenapa dua anak kecil ini, masih bocah tapi bisa romantis dan unyu maksimal? u__u

      aku kaget tau nggak sih, itu Thehuna kok hubungannya bisa awet banget… dari bocah yang masih malu-malu, sampe jadi remaja yang diem-diem ciuman di perpustakaan, terus akhirnya dewasa dan berakhir dengan lamaran… kebayang ga sih, kalo ada temen mereka yg nanya, kalian pacaran berapa lama? itu jawabannya bakal bikin O__O banget deh kak /maafjadirandom/

      dan aku suka banget sama kalimat: “‘Belum’ berarti ini adalah mimpi yang tertunda. Jangan putus asa, ini mimpi kita berdua suatu saat akan terwujud, percayalah.”
      duhh, aku terharu baca bagian ini… belum itu berarti hanya tertunda, jadi masih ada harapan gitu kan buat terkabul suatu saat nanti… ini pasangan masih bocah tapi kok bikin aku gigit bantal sih /gigitjongin/

      terus, aron gimana dong? masa ini mau kaya fic-nya kak silvya yang jjong kemarin, si aron jadi gila gara2 ditinggal ceweknya nikah sama odult .__.v duh, aku jadi kasian ah sama aron ini, gara2 makhluk berambut rafia ala paddle pop bernama Odult, ia pun tercampakkan /apasih/

      anyway, love this dan semangat buat kuliahnya ya kak! and let’s write some School!AU😄

      salam XOXO dari KaiMer😀

      1. okay, kaimer…this is just quick in a shot aja ya uggghhh i always love your comment really /peluk kaimer/❤

        muahahahahaha itu kan sebenernya mereka putus nyambung gitu mer, jadi kalo ditanya sama teman mereka umur pacaran mereka udah berapa taun, mungkin mereka bisa bilang…"ratusan" hahahhaa😀
        dan hahahaha quotes itu…ya semacam mempresentatifkan diri sendiri gitu *uhuk*
        dan si aron, errr..mungkin dia bisa bersamaku ato dia bisa bersamamu setelah ditolak minji hahahaha (tapi serius loh aronnya nuest itu ganteng asadkljasvdus)

        okeh makasih ya say udah baca dan komen uhuhuhu maaf baru bales :")

  7. kak Dira… aku suka yg ini… aaa…
    aku nangis pas bca END nya..
    yg d akhir2 itu aku kira Minji bakal nolak Sehunnie krna dy udh nikah ato tunangan ama Aron..
    ternyata gak.. ini happy ending dan aku terharu bngtt bca kisah cinta mereka.. berasa kisah cinta yg suci gitu…

    dan aku gpp punya Sehunnie yg paling bnyak..yg penting feelnya dapet🙂
    aku suka Sehun disini..ttp polos sperti biasa kkkkk…

    aku tunggu punya Luhan loh kak😄 !!

    1. aaaaa makasih udah suka yang ini hahahaha (iya karena ini sehun hohohoho)
      yah kalo dia nolak sehun dan malah sama si aron, nanti covernya bukan gambar sehun tapi malah si aron nuest dong hahahaha
      okeh makasih ya udah baca ini even ini sedikit tidak adil tapi ini kupersembahkan untuk semua penyuka sehunie deh hahahaha makasih banyak ya cantik❤

  8. Kyaaaaaa! Suka banget! Suka banget, kakak! Aaaaaaa *gejekumat*

    Ya ampun demi apa ini sweet banget! Aaaaa. . . .

    Daebak banget pokoknya!!!

    Ditunggu ff yang lain kak😉

  9. hahahaha :’) sehun kecil udah suka2an cieeee itu mimpi mereka manis bgt meski sedikit tertunda. sehunnie, kutunggu kau di pantai /?

    1. iyaaaa genit ya dia udah suka-sukaan pas masih bocah wikikikk >.<
      wah, sehunie ditungguin di pantai hahahaha /sumpah ngakak banget/
      okeh makasih ya udah baca dan komen❤

  10. sehunnnn,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, *jleb
    aish sweet mah ini,..
    aduh, suka deh kl ad kisah masa kecil ini,..
    unyu2 gimana gitu,..
    trs udah gede, bsa kissan di perpustakaan gitu,..
    awas lho ad ibu penjaga perpus, seharusny d’atap sekolah biar kgk ad yg liat,.. *ehsalah
    hihi,..
    putus-nyambung bkn halangan bgi sehun,..
    aish, lamaran sehun,..
    wanita mana yg kgk tersentuh d’lamar kyk gitu, sesuai impian masa remajany,.
    apalgi yg ngelamar cow yg sama,..
    aaaiiiiiiiissssssssssssshhhhhhhhhhhhh,..
    mauuuuuuuu jg dilamar,.. /plak/
    ok, honeymoonny aj d’paris ya,..🙂
    ok, msh ad 8 orang lgi ya dir,..
    produktif bgt smnggu 4,..
    TERUSKAN DIR!!! *bawapom2
    hihi,..
    d’tgg karya lainny,.
    fighthing,..🙂 *sodori lays am ben9-ben9 plus baekhyun deh

    1. haloowww kak hahaha aduh aku merasa sedikit bersalah dengan yang lainnya sumpah karena sehun yang paling panjang ceritanya, yaudah deh gapapa sekali-sekali /plak
      ah ya harusnya dia di atap, tapi mungkin diatap itu sangat panas kak, jadinya di perpus itu kan lebih adem (sekolahku dulu gitu hahaha)
      iyaaa so sweet pengen juga dilamar di pantai, di pantai meis juga gapapa deh #apaini hahaha apalagi sama sehun, duh kesel hahaha
      honeymoon-nya di paris? eumm…boleh boleh wikikikk
      err, masih ada 8 orang iya deh nanti diusahakan bisa buat hahaha

      okeh makasih ya kak dwi udah baca dan komen❤ aduh itu hadiahnya oke banget /ambil hadiah/😀

  11. wah iya nih fic sehun panjang sendiri. Tp gk apa lah, karna ini.bener.bener.sweet.dan.aku.envy.sama.minji. Tp cius deh itu mereka udh pacaran dr umur 8 tahun? o.0 ih waw.. Tp seru, ada sadnya biar dikit. But finally they live happily ever after. Oke enjoy your break eon, jgn lama2 tp ya. Udah gitu aja

    1. iyaaaa aku kesel kenapa dia harus panjang sendiri sih T_T hahaha aku juga ngiri sama si minji, lah ya kenapa harus sama aron kalo ada si sehun ini hihoho
      err, iya sih…mungkin mereka putus nyambung <–ngarang
      hahaha iya makasih ya udah baca dan komen❤ semangat jg buat kamu!!❤

  12. nggak tau kenapa selalu gak bisa komen panjang pas baca ffnya kak dira :” apa ini kutukan? aku udah terhipnotis sama isi ffnya sampe speechless mau komen apa… yg ada di otak cuma kata ‘keren, bagus, awesome, romantic, sweet’ :”D

    1. muahahaha kok serem sih itu pake kutukan segala? o.O
      ah ya ampun ternyata itu adalah kutukan yang sangat manis hahaha makasih ya udah baca dan komen❤ duh aku bahagia banget ini hihihi

  13. Aku sukaa banget ceritanya~ Berasa nyata banget waktu scene pantai dan aku nge-fly, ada pantai, kembang api kyaaaa~~ romantiss aduuh duh bisa jatuh cinta nanti aku sama thehun ^-^ bagus kak diraa, aku suka fict yang model beginian(?) bagus bagus ^-^9 lanjut nulis yang lain ya kak~

    1. aaaaaaaa aku sebenernya benci dengan fic ini sungguh, soalnya ini kan sehun yang paling aku benci hahaha
      ah ya scene di pantai itu, err kenapa sehun ke pantai…tempat yang paling aku suka duh duh ;;;
      hahaha kamu suka fic yang model begini ya, duh sebenernya udah lama gak bikin fic menye-menye begini sih heummm tapi yaudalah ini untuk si odult kukasih hahaha
      okeh semangat juga ya kamu dan makasih ya udah baca dan komen cantik❤

  14. Wooaa~ ih sukaaa~ soalnya kebayang si odult yg masih unyu munyu bermimpi #tssahh
    gatau mau bilang apa, pokoknya suka banget deh^^
    eum, sdkt curhat. Akhir2 ini aku lg suka sm para maknae dr sekian banyak grup. Aku jatuh cinta sm odult. Jd buat yg punya bias maknae, hati2 ntar aku culik (?) biasnya~
    paiting qaqa!!

    1. muahahaha jujur aja sih martha aku ga bermaksud bikin sepanjang ini untuk si sehun, tapi kenapa tanganku sepertinya mencintai dia gitu heuuu ;;;;
      oohhh kamu lagi suka sama maknae, eumm baiklah aku udah buatin tuh maknae exo semuanya hahaha (tinggal kai sih)

      ihhh silahkan culik dia, aku gamau deket-deket sama si sehun sumpah! ((bohong))

      makasih ya say udah baca dan komen as always❤

  15. Gila nih perjalanan cintanya Sehun-Minji, ckckcck, dari umur 9 tahun.. Bayangkan 9 tahun..
    Dan berakhir dengan pernikahan *baru lamaran sih disini, tapi endingnya pasti nikah kan ? Gak mungkin lamaran doang kan,
    beneran ini terlalu manis, jadi envy..

    Demi Luhan yang imut, dan Chanyeol yang ganteng, Sehun sama Minji ini daya ingatnya kuat banget..
    Lupp” sama mereka berdua, sama ff ini juga😀

  16. ‘WOW’
    Suka fic ini.. Yah walaupun biasku D.O dan Lay..
    Andai aja.. Yang ada disana itu kenyataan dan aku nonton langsung..

    Pasti apik bgt dah..
    So sweet sih.. ^^

    Andai juga yg ada dipantai itu diriku sama D.O atau Lay gitu (?) #ngayal

    Tapi gpp lah… Semoga langgeng bwt Sehun-Minji Couple😄

    LOVE THIS FIC❤

  17. Oke, aku kesel sama jaringan yg ngebikin aku kayak siders.
    Aku ngoment semuaa fict kamu tapi nemu dua yg gak berjejak
    Aissh
    Mau cubit sehunie….!!!
    Kecil kecil udah pacaran, tapi unyuuuu
    Ntah kenapa ngebayangin minji itu tia chocolat ._.v
    Aaah, so sweetnyaaa

  18. Mm halo thor… aku readers baru disini hehe ._. /bow/
    Unyu banget mereka… jadi flashback waktu umur 9 taun juga (eh). Sehun kerennn, dia masih inget janjinya waktu umur 9&19 taun *tepuk tangan*
    Mm mian commentnya dikit hehe ._.

  19. aaahhhh demi apa !! aku ngefly deh bca ini , sehunie so swaet . aku jga mau dong diajk kepntai, trus ada kmbang apinya truss sehunie lamar aku deh >.< /ngarep/ …
    ahhh kk dira ini swaet aku snyum" sndri baca ini. ^^

  20. beneran ini sweet banget :3 sehun masih inget janji janjinya dulu🙂 ditembak di pantai smbil liat kembang api :3 kerenn banget ceritanya😀 good job kak🙂

  21. Yaaay… Sehun ngelamar aku!!!!😀 /oke, abaikan/
    Mentang-mentang namanya sama aja, udah segirang ini -___-
    Btw, nama OC ku buat Sehun, sama lho kaya nama yang dibuat kakak, Choi Minji… /tos bareng kak Dira…/ :))
    Oh ya, Bebe imnida, ’00 line, salam kenal kak~🙂
    Sebenernya aku bukan readers baru disini /baru ngaku lo? *plakk*/, aku udah main di WP kakak sejak ABOB keluar dan maafkan aku karena aku nggak pernah komen, soalnya biasa lah penyakit sidersku kalo kumat…. hehehe /plakk/
    Aku suka semua cerita punya kakak, ada kesan tersendiri gitu kalo baca… aku aja sampe iri nggak bisa buat kaya gini… huhu😥
    Mungkin segitu aja dariku, salam kenal dan keep writing, sista~🙂

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s