Posted in EXO, Fanfiction, Fluff, Romance

It’s You

It's You

Title: It’s You

Cast: Suho EXO-K and You

Genre: Fluff, Romance

Rating: G

Length: >2000w

Summary: Menulis tentangmu bukan sekedar merangkai kata-kata, tapi juga meletakkan perasaan di setiap kata.

 

 

Kau tahu, aku tidak pernah berhasil mengumpulkan kata-kata yang tepat untuk menulis artikel majalah di kantorku. Aku bahkan sedang terkena suatu penyakit yang bernama writer’s block, eumm…mungkin kau tidak akan mengerti. Aku juga baru mengetahuinya beberapa bulan belakangan ini dan menjadi seorang penulis artikel di majalah adalah pekerjaan yang berat, di tambah penyakit itu tengah menyerangku.

Namun di suatu malam aku terbangun—tepatnya pukul 12—dan melihat wajahmu disirami cahaya bulan lewat jendela. Kau benci hal itu terjadi, maka biasanya kau sering menutup tirai itu agar kau bisa tidur tanpa satu cahaya pun. Namun malam ini kurasa kau lelah. Kau lupa menutup tirainya.

Aku beranjak dari tempat tidur, menutup tirai itu dan kembali ke tempat tidur dengan membawa laptop beserta catatan kecil.

Kau tahu, memandangmu tidur sekaligus menatap bulan di luar sana tiba-tiba mendatangkan ide tersendiri. Mungkinkah itu alasan mengapa kita ditakdirkan bersama? Entahlah, hanya Tuhan yang tahu. Dan dalam sekejap aku rasa penyakit writer’s block itu pergi ke rumah lain.

Sejenak kupandangi wajahmu, lalu beralih ke catatan kecilku kemudian ke layar kosong berwarna putih khas Microsoft Word. Ah, tidak. Penyakit itu masih bersarang di kepalaku. Aku kehilangan kata-kata, maka itu aku segera mematikan laptop dan mengurungkan niatku untuk menulis. Terserah apa yang akan dikatakan bosku atau persetan dengan deadline.

Aku tidak benar-benar mati ‘kan kalau tidak menulis?

Tapi…

Kata-kata menyeruak ke dalam pikiranku seraya aku membaringkan diri di sebelahmu. Memandangimu tanpa berkedip dan merasakan sentuhan napas hangat dari hidungmu. Aku pun menulis.

Aku tidak menulis di laptopku atau di selembar kertas putih, namun aku menulis di kepalaku—pikiranku. Karena terkadang mereka lebih mudah di bayangkan daripada sekedar merangkai kata-kata di atas lembaran kertas.

Aku menyisir rambutmu yang lembut dan mulai menulis kata pertama.

Kim Junmyeon

 

Seakan ada beribu-ribu kata yang mulai mengisi ceruk kosong di kepalaku, aku mulai menatanya agar tidak berantakan.

Pria ini berambut hitam, kulit putih bagai porselen, tubuhnya tidak terlalu tinggi seperti Kris bos-ku, tidak juga bertubuh semampai layaknya Zitao si tetangga sebelah, atau Jongin sahabat masa kecilku. Pria ini bernama Kim Junmyeon, umurnya 20 tahun saat bertemu denganku dan tak terasa kini dia tengah menginjak umur 25 tahun. Waktu berjalan sangat cepat.

 

Tanganku mengelus kepalamu, dahimu yang berkerut walau dirimu sedang tenggelam dalam tidur.

Pria ini penuh ambisi dan kobaran api semangat membakarnya setiap kali dia berorasi di depan kampus dulu. Dia berbicara soal politik—satu topik yang tak pernah kusukai dan kumengerti. Dia berbicara tentang keadaan sosial—satu yang tak pernah aku gubris. Dia berbicara tentang negara—topic rumit yang membuat semua orang pusing. Aku berusaha menerka apa yang ada di dalam kepalanya waktu itu, apa dia hanya memikirkan permasalahan-permasalahan pelik dalam hidup?

Jawabannya adalah tidak. Karena saat itu Junmyeon berbicara tentang masa depan dan dia memandangku dari kejauhan, lalu berkata, “Aku ingin memiliki seorang teman hidup yang mengerti diriku di masa depan nanti.”

 

Aku tergelak mengingatnya, betapa cheesy seorang Junmyeon dapat berubah. Tapi tak mengapa, itu menyenangkan. Kemudian tanganku menelusuri garis matamu yang tipis.

Pria ini punya eyesmile yang sangat menarik perhatian semua orang. Bukan salahnya jika dia tersenyum dan mata itu menghantarkan sebuah pesona yang tak bisa ditolak oleh para gadis. Bukan salahnya jika dia tipe orang yang selalu menatap orang di mata saat berbicara. Dan juga bukan salahnya jika kedua mata itu terpejam saat kami berciuman di perpustakaan untuk yang pertama kalinya.

 

Kemudian tanganku turun ke batang hidungmu yang mancung, meluncur mulus hingga sampai ke bibirmu.

Pria ini terlalu perhatian dan memperlakukanku seolah aku ini adalah sebuah gelas yang rapuh. Hari itu kami makan hotdog di restoran Kyungsoo. Duduk di tempat favorit kami dan pria ini menyapukan jemarinya di bibirku sambil berkata, “Kau menyisakan saus untuk hari esok?”

Aku tertawa, dia pun tertawa. Namun sekejap tawa itu menghilang—teredam di kala Junmyeon memajukan tubuhnya dan menciumku. Sapuan bibirnya yang lembut disertai napas hangat menyentuh kulitku, timbulkan sebuah sensasi manis yang menciptakan pelangi di balik kelopak mataku.

“Ehem!” Kyungsoo menginterupsi. “Lain kali aku harus menempel larangan untuk berciuman di restoranku.”

“Dia hanya bercanda,” bisiknya padaku saat Kyungsoo telah jauh berjalan ke dapur.

 

Kenangan yang manis, kenangan yang masih tertanam jelas di otakku. Dan tanganku otomatis turun ke lehermu yang jenjang.

Pria ini mengajakku datang ke pesta dansa di satu kesempatan. Aku bersikeras, “Aku tidak bisa menari.” Lalu dia membalas dengan satu cengiran kecil, “Kau kira aku bisa?” Lalu aku pun kembali membalasnya, “Aku tidak bisa menggerakan tubuhku sesuai irama.” Dia berhasil menarikku ke lantai dansa dan memeluk pinggangku, “Kau kira aku bisa?”

“Aku akan menginjak kakimu.”

“Tidak apa-apa.”

“Aku akan tersandung dan membuat kita berdua jatuh ke lantai.”

“Bukan masalah.”

Betapa keras kepalanya pria ini, namun satu hal yang sebenarnya dia ingin ajarkan padaku lewat hal ini adalah mencoba. Mencoba sesuatu yang kau takutkan dan tidak akan pernah takut lagi. Dia meletakkan tanganku di lehernya dan kami mulai berdansa. Kami memang bukanlah pasangan dansa yang memenangkan perhatian orang-orang, tapi kami memenangkan rasa takut yang telah sirna ketika kami mau mencoba sesuatu.

 

Mencoba. Uhuh, setelah itu aku ingat aku mencoba berbagai hal dalam hidupku, seperti memasak, membuat kue, masuk ke perusahaan majalah yang terkenal dan aku tidak pernah lagi takut.

Lalu tanganku bergerilya turun ke dadamu yang berbalutkan piyama hadiah ulang tahun dariku. Kau suka warna biru, maka aku membelikan satu yang berwarna biru tua. Kau bahkan tampan dalam balutan baju tidur.

Pria ini pernah mengaku beberapa hal di kala itu—pertengkaran hebat kami. Dia bilang ‘aku mencintaimu’. Dia bilang ‘jantung ini berdetak lebih cepat saat bersamamu’. Dia bilang ‘tapi detaknya lebih parah setiap kali kau berdekatan dengan Oh Sehun’. Aku pun dapat menyimpulkan hal itu.

“Apa kau cemburu?”

“Entahlah,” dia tergagap dan wajahnya dilingkupi segelintir ekspresi bingung. “Entahlah, aku tidak mengerti.”

Pria ini tak mengenal rasa cemburu pada awalnya, namun jantung itu memberitahunya, seolah mengirim sebuah pesan berupa rasa aneh yang mengumpul di dadanya.

 

Aku kembali tertawa ketika memori itu menghantam kepalaku. Dan terkadang dirimu terlalu jauh mengenal rasa cemburu. Kau benci jika aku terlalu lama bicara di telepon dengan Kris.

Setelah itu aku pun menggenggam tanganmu, membawa tangan itu ke dalam dekapan, mengecup jemarimu sebelum kuletakkan dalam dekapanku.

 

Tangan ini melakukan banyak hal sepanjang aku bersamanya. Urat-urat di sana cukup membuktikan betapa pria ini bekerja keras dalam kuliahnya. Tangan itu tak pernah berhenti mencatat saat pelajaran berlangsung. Tangan itu mengacung di udara untuk bertanya atau sekedar mengkritisi presentasi dosen. Tangan itu masih harus bekerja keras menari-nari di atas keyboard saat dirinya di terima sebagai pegawai salah satu kantor ternama. Tangan itu juga bekerja menandatangani setiap berkas yang disodorkan sekertarisnya saat dia menjabat sebagai CEO di kantor itu.

Namun…

Tangan itu tak pernah melupakan fungsinya yang lain saat bersamaku. Tangan itu menggenggam tanganku ketika kami berjalan bersama di pinggir pantai. Jemari itu terasa pas mengisi kekosongan di antara jari-jari ini seakan mereka memang tercipta untuk itu.

Tangan itu menghapus air mataku di kala aku menangis.

Tangan itu memeluk tubuh ini di kala aku takut.

Tangan itu merangkulku bagai teman lama yang kembali bersua.

Tangan itu mengajarkanku berdansa.

Tangan itu menopangku saat aku jatuh.

Tangan itu menyodorkan sebuah cincin di satu sore yang indah, pria ini berlutut di tanah tanpa peduli bahwa dia sedang mengotori celana jinsnya.

“Maukah kau menikah denganku?”

Aku terdiam.

“Aku akan memaksamu untuk katakan ‘ya’ jika kau bilang ‘tidak’.”

Aku tertawa dan mengiyakan pertanyaan itu.

 

Dan…

 

Tangan itu sekali lagi harus menghapus air mata haru di pipiku dan membimbingku berjalan di altar.

 

Sejauh yang kuingat, kenangan bersamamu adalah kenangan terindah. Entah terkadang kita jatuh ke dalam jurang kemarahan, kesalah pahaman, keraguan, ketakutan, kesakitan. Namun setiap kali hal itu terjadi, kau selalu memegang tanganku dengan ajakan, “Ayo, kita berjalan lagi.” Dan hidupku tak pernah berhenti di satu titik. Mereka selalu berjalan seiring dengan waktu.

Dan kau tahu, aku selalu merasa kau adalah buku novel paling bagus di mataku. Mencintaimu membuatku ingin segera melewatkan beberapa halaman hingga aku bisa sampai di bagian terbaik novel itu.

 

Tetapi…

 

Rasanya tak perlu.

 

Karena semua halaman yang kubaca terlalu menarik untuk dilewatkan.

 

Akankah kisah ini berakhir?

 

Aku menulis kalimat itu di kepalaku. Terpampang jelas saat aku membacanya ulang.

“Tidak,” gumamku menutup mata karena tiba-tiba rasa lelah bercampur senang mendera tubuh ini. Kulingkarkan tanganmu di sekitar tubuhku dan kehangatan yang familiar menyambutku. Kau bergerak sedikit dalam tidurmu, kemudian kembali mendengkur pelan seraya tanganmu erat memelukku.

 

To be continue…

 

Akan selalu berlanjut. Tak pernah berakhir.

 

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

*-*-*-*-*-*-*-*

“Kau belum mengerjakannya? Apa kau sudah gila? Kau tahu kapan deadline-nya???”

Kau tahu, ini menyebalkan jika setiap pagi aku harus kembali bertemu bos-ku dan dia menyemburkan beberapa pertanyaan menyebalkan itu. Kris melemparkan kertas-kertas di depan wajahku, menggebrak meja dengan keras, dan memarahiku seakan aku ini adalah makhluk paling hina. Siapa yang tahan akan hal itu.

 

“Kau dengar aku??!!”

 

Detik itu pun aku ingat perkataanmu, berbisik di telingaku.

 

Jangan takut, jangan ragu.

 

“Aku mau keluar dari sini,” kataku cepat.

 

Kris melotot padaku, “Apa kau bilang?”

 

Aku menghela napas berat dan berkata, “Aku keluar dari pekerjaan ini. Aku mengundurkan diri.”

 

Pagi itu aku meninggalkan semuanya di belakang. Aku meninggalkan Kris, aku meninggalkan meja kantorku yang penuh dengan sticky notes, aku meninggalkan artikel setengah jadi yang belum kusentuh selama seminggu ini, aku meninggalkan rasa kesalku di kantor itu dan pulang ke rumah tanpa beban apa-apa. Menunggumu pulang dan aku melihat ekspresi kagetmu saat melihatku duduk di sofa—tengah memakan es krim.

“Kau pulang cepat hari ini?” tanyamu bingung.

“Aku mengundurkan diri dari kantor.”

Kau berhenti bergerak, menatapku heran. Ya, tentu heran. Bekerja menjadi seorang penulis artikel di majalah adalah mimpiku sejak dulu dan kini aku melepaskannya begitu saja, tentu kau heran.

Tapi tidak lagi setelah aku mengatakan alasannya. Aku bersandar di bahumu dan berkata, “Aku tidak bisa menyesuaikan diri pada deadline keparat itu. Tidak di saat aku sedang tidak bisa menulis artikel.”

“Aku mengerti.”

“Aku benci Kris, si bos menyebalkan itu,” gerutuku pelan.

Kau selalu mengerti, terlalu mengerti diriku. “Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? Kau mau mencari pekerjaan lainnya?”

Aku berpikir sejenak. Pindah mencari pekerjaan lain? Siapa yang tahu kalau nanti aku akan bertemu dengan spesies semacam Kris? Atau bahkan lebih menyebalkan? TIDAK MAU!

 

“Aku mau menulis apa yang aku inginkan, tanpa deadline, tanpa topik tertentu, tanpa tekanan.”

 

“Eumm…seperti novel?”

 

Aku mengangguk antusias.

 

“Kau mau menulis tentang?”

 

Aku tersenyum lebar, mengecup pipimu sedikit lama dan berbisik, “Tentangmu.

 

Ya, karena menulis tentangmu adalah hal termudah dalam hidupku. Tidak ada kesulitan. Tidak perlu diksi yang terlalu tinggi dan rumit, tidak ada deadline, tidak akan ada kata The End—yang berarti novel itu akan terus bersambung dan berlanjut. Tidak ada alasan untuk terkena writer’s block karena setiap memandangmu ada saja ide yang menabrak kepalaku, tidak ada alasan untuk berhenti dengan alasan khayalanku tersendat sesuatu; karena aku menulis fakta bukan sebuah fiksi.

 

Karena menulis tentangmu bukan sekedar merangkai kata-kata, tapi juga meletakkan perasaan di setiap kata.

 

.

.

.

.

.

.

Hari itu aku mulai menulis novel pertamaku tentangmu.

Aku menulis judulnya yang terlalu sederhana terlebih dahulu

 

“It’s You”

 

 

A/N:

Haloooohhh!! merindukan aku? Aku udah lama nih enggak nulis hahahaha maaf ya, I have a hard time to write and all the colleges business really drive me crazy *.*

Oke, aku sedang mencoba merangkak keluar dari writer’s block. Terus pas mau nulis pake niat segala yang bunyinya: “Buka tumblr dan gambar pertama yang muncul itulah jadi bahan tulisanmu, Dir!”

Eh, malah abang Junmyeon yang keluar, yasudahlah kutulis dan berhasil! /bersorak ala dora/ padahal gatau juga sih ini fluff-nya kerasa ato enggak (/.\)

So, tell me please through your comments😀

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

70 thoughts on “It’s You

  1. KAK, TANGGUNG JAWAB SEKARANG! INI AKU MASIH DI SEKOLAH, DAN AKU CENGAR-CENGIR GA JELAS KAYA ORANG GILA, DAN ASTAGAAA, MENDADAK AKU PUN NAKSIR JUNMEN DAN AKU GATAU HARUS GIMANA #maafcapslepas

    Oke, mari kita balik ke normal sebentar, akhirnya kak dira sembuh yay!! Dan ini semacam kaya aku ya kak, liat gambar terus sembuh… Wahahahaa, aku pun kemaren gitu, melototin fotonya Taem dan mendadak WB pun hilang seketika /peluktaem /dihajarkakdira xD

    Aku ga bisa bilang apa2 selain satu kata ini: MANIS :3
    Junmen emang selalu jadi tokoh baik yang angelic, manis, senyumnya bikin gila, dan kenapa dia selalu bikin cewek melayang-layang? ;____; /danjonginpunngambek

    Jadi, krn kak dira udah ga WB… Berikutnya ada rencana mau lanjut fic yg mana nih? /kedipmanja /pasangaegyo :3

    Okaaay, sekian dulu ya kak, maaf ga bisa panjang…. Habis ini curi2 waktu sekolah sih xD

    Seeya!!😀

    1. muahahahaha maafkan akuh, aku tak tau ini kenapa abis di tumblr mukanya teduh(?) banget si junmyeon, kayak minta di tulis gitu, aku jadinya bergadang deh gegara dia hahahaha

      iyaa, dengan kekuatan bintang dan bulan, aku ikutan sembuh kayak kamu. err, itu sebenernya udah mandek di paragraf ketiga (bayangkan!) tapi aku ngelirik gambarnya di tumblr terus nulis lagi, ada kali dua puluh kali aku kayak gitu <—enggak, yang ini bohong. aku cuma tiga kali kok bukanya hahahaha xDD

      hah, junmen emang gabisa di switch jadi orang jahat ato freak, entar deh kalo ada ide lagi aku nistai dia muahahaha ato kamu aja deh mer, aku cukup leader exo-m yang ganteng itu hahaha

      err, lanjutin yang mana? jujur aja aku pengen nulis kaimer, mer. kamu tau kan aku gapernah nulis jongin di dalam fic yang normal dan gak nista. begitu juga luhan /lirik silhan/ jadi ya begitu deh, pengennya itu dan…ABOB, dan kamu juga lanjutin yang siyumin yaaahh :333

      okeh, your comment alway worth it all hohoho😀 makasih ya mer udah baca dan komen umumumuuuu❤

      1. heeee, kakak mau bikin kaimer apa silhan?O_o
        Bikin aja kak, bikiiiiiin!! <– langsung semangat xD

        xiumin… ehehehehehe… iya aku masih sangat ingat dengan utangku yang itu kok kak… ini lagi otw nulis tapi gatau selesai kapan .__. /kicked/

  2. Ini saya ngerasa dipolesi es krim rasa stroberi berlapis madu di mulut selama baca. Ya ampun, aduh, wuaaaa, IT’S ABSOLUTELY SWEEEEEET! Setiap detil deskripsi si ‘aku’ tentang Jumyeon bener2 bkin nyessssoftweet *apa ini*.
    I don’t know how to describe this fic, except: AAAAAAAA, KEREEEEEN!❤❤
    Always love ur writing lah, kak <maap sksd *digeplak. Saya kecantol EXO gegara ngejamah blog ini, dan, ff2mu bener2 bkin ketagihan. Semoga setelah ini ga kejangkit WB lagi,. I'll wait 4 the next stories of yours.🙂

    1. haaaaahhh O.o kamu roti, pie, ato muffin pake di olesin begitu? hahahaha X))

      AAAAAA aku juga jadi speechless kan mau ngebales komenmu, tapi yang jelas MAKASIH BANGET! kamu juga manis lah #eaaa
      ah, gapapa sksd hahaha aku juga suka gitu dan terkadang orang suka rada gimanah gitu hahaha
      wah! benarkah gegara blog ini? hohoho sebenernya aku emang lagi kecantol sama exo jadi nulisnya mereka semua, dulu mah shinee <— malah curhat

      ahahahduuhh makasih ya doanya :") iya semoga gak kejangkit lagi dan lancar senantiasa. okay, nantikan ya ficku yang selanjutnya. makasih udah baca dan komen❤

  3. Aaa Kak Dira comeback dengan cerita fluff macam ini…
    Aku salut karena setelah dibebani kuliah masih bisa nge-pos cerita yang manis tapi berbau tekanan, dan Kris dijadikan kambing hitam. haha😀

    Fluff nya kerasa kok Kak Dir🙂
    Sampe gigitin bantal ini jadinya saking geregetnya sama cerita kak Dira yang super maniss.
    Dan yah apalagi karakternya emang pas dijadiin semanis gula-gula😛
    Junmyeon aku padamuuuuu hehe
    Dan berani jamin sebenernya Junmyeon itu bangun pas mukanya dipegangin gitu. Haha >,<

    Ah, kenapa oh kenapa leader EXO M dan EXO K berbeda karakter fiksional nya?hoho
    Aku ketawa baca Kyungsoo marah-marah gegara ada yang ciuman. Haha sodorin Kai dong kak Diiir🙂 pasti gak akan ngomel lagi
    Nice opening kak Dir😉

    1. hahahalooooowww, ah, kangen sama kamu megaaann sumpah deh ._.v iyanih, college really drive me crazy sampe aku gatau deh mau gimana lagi ;;__;;

      Lol banget sama commentmu ini hahaha —> cerita yang manis tapi berbau tekanan dan Kris dijadikan kambing hitam. (hufffthhh, lagi-lagi aku menjadikan si duizhang korban lagi /maap ya kris/)

      ah ya aku sangat-sangat ragu bisa nulis fluff lagi karena biasanya kan aku nulis kayak anak kecil (atau tentang anak kecil) err, karena aku udah dewasa(?) mungkin sekali-sekali boleh lah aku membuat sesuatu yang berbau dewasa dan mungkin abis ini aku bakalan nulis NC <— enggak! yang ini bohong! hahaha

      yap! junmen selalu jadi orang paling manis dan kedapetan cerita manis, aku ga tega lah menistai dia layaknya leader yang lain itu /nunjuk kris/ hohoho
      dan…ah ya sebenernya pas kyungsoo ke dapur itu dia pergi nemuin kai hahahaha #apaini

      okeh, terima kasih ya megan udah baca dan komen :3

      1. Awww, aku juga kangen sama kak Dirrr🙂 huhu….
        Yup everyone in college are crazy recently, too much pressure😛

        Ah bisa dong buat fluff lagi kak Dirr, dan Whaat, kak Dir buat NC????? hohoho, well….
        Hahaha mari kita skip pembicaraan ini ya kak Diraaa😉

        Kak DIr nampaknya pas banget sama cerita yang romantis gini, mau sad, happy, konyol, whatever you made, for me, kak Dira itu romantis abis ceritanya😀 suer gak gombal ini mah >,<
        Yah bawaan wajah kali yaaa, Kris dengan wajahnya yang, (ehm) sangar dan Junmyeon yang mau sesangar apapun tetep berwajah yaa you know lah…
        Nah kan, pasti ada KAi deh dimanapun Kyungsoo berada, pasti bersembunyi dibalik lemari tuh kan? hehe😛 #tambahngaco
        Sama-sama Kak Diraaa❤

  4. Halo Kak Dira! inget aku nggak? hehe😀
    Kak, aku bukan tukang komen yang baik, jadi aku gatau harus komen apaan._.v tapi yang jelas aku suka banget! si leader yang satu ini emang cocok jadi peran manis macam begini yaa hehe makin cinta deh sama Junmyeon /ditendang/
    errr….. aku gatau mau komen apa lagi duh yang pasti feel-nya dapet kak!😀

    1. tentu dong inget kamu huehuehue kan kita udah chit chat di tutiter :3
      oh, tak apa. My fic doesn’t need your good comment, but your feeling towards this fic😀
      haha! yap, setuju sama kamu yang bilang kalo suho emang cocok dapet peran manis, soalnya aku semacam gak tega lah ya kalo bikin dia jadi orang aneh ato apa >.<

      okay, makasih loh udah baca dan komen fufufufu❤ silahkan menanti fic selanjutnya😀

  5. hi dira..
    aku kangen am dira /peyuk/
    oh dira kena writer blick jd bwt ff dikit2 sangkut paut am i2 *salut…
    d’tengah WB mlh dpt ide nulis..
    kkkk..
    hoho..
    abang suho nih..
    aku akan menulis ttgmu bkn hanya menulis tp menulis dgn perasaan…
    meleleh si suho dengerny…
    hihi..
    iy kangen aplgi kl ttg chen am luhan..
    gih tulus sana /slapped/
    ok, dtgg krya lainny..
    fighthing…😀

    1. Komennya masuk kok kak. Iyaaa aku sedang terjangit wb kayaknya huhuhu tapi sebenernya itu penyakit psikologis sebenernya ya kayaknya hahaha
      Iya, itu bukan karena kreatif ngebawa bawa wb di cerita, tapi emang gak ada ide lagi hahahaha
      Tapi ya lumayan deh buat mendongkrak keinginan untuk nulis hohoho

      Ah ya, kakak kangen baca fic chen sama luhan ya? Nanti deh aku buat. Aku pengen nyoba pake yg model begini lagi (buka tumblr dan gambar pertama yang muncul adalah yang di tulis hahahaha)

      Doakan aja semoga si lulu ato chen yang muncul hahaha

      Okeh makasih ya kak udah baca dan komen❤

  6. Karena menulis tentangmu bukan sekedar merangkai kata-kata, tapi juga meletakkan perasaan di setiap kata. < dan emang writers block itu sangatlah menjengkelkan ==

    1. Hahahaha kalimat itu dapet pas mau naik bus ke kampus #apaini
      WB kepar*t!! Haduhh aku kesel.banget sebenernya tapi begitu melihat komen komen.disini.aaaaa ya aku kembali semangat :))
      Makasih ya udah baca dan komen <33

  7. AKU KANGEN KAMU. Ya ampun aku tadi bingung kenapa cuma 1 post aja… ternyata yang update blog kak dir :’) aku suka suka banget. karena aku juga lagi ngalamin /shoot/ beruntungnya kamu writers block di saat sibuk nggak kayak aku yang malah di saat senggang aku malah nggak dapet ide (-_-“)//|
    dan aku suka banget suka banget banget banget kamu menghujat kris!! kris pantas dihujat kris harus dihujat /lah /istrimacamapa
    dan entah kenapa aku ngga bisa bayangin junmyeon ;;

    1. Aaaaaa AKU JUGA KANGEN KAMU!! hahaha maaf ya udah jarang update, aku sibuk gak pake banget sih, tapi err bisa seminggu juga sih ga megang laptop makanya sedih banget huhuhu

      Tapi aku kembali semangat kok pas liat-liat komen dari readers, suer, aseliiihh!
      Err, jujur ya…kalo kena wb itu pas lagi senggang senggang gitu, nah aku bingung deh makanya pas lagi sibuk biasanya aku suka ada ide dan ini gak ada eh terusnya ada eh gatau lagi deh #apasih

      Coba aja pake.cara aku, pake niat gitu. Nanti pasti dapet ide hehehe

      dan kris…eumm, aku sih gabakalan.keluar kantor kalo bosnya kayak.gitu hahahaha

      Oke makasih ya say udah baca dan.komen🙂

  8. Uwah….. bagus. Unnie kena writers block? pantes gak update-update*penggemarrahasia* hihihih😀
    Oh ya, yang dilanjutin ABOB dong. penasaran, wkwkwk😀
    Soal fic ini, fluffnya kerasa kok. Bagus, aku selalu suka karya unnie. Ditunggu yang lainnya yah! Kalo bisa jangan nistai luhan lagi. Luhan itu punyaku/plakk/
    Oke unnie, fighting!!!

    1. Uwoohhh kamu sadar kalo aku udh jarang update? Hahahaha maaf ya, I have a hard time to write dan segala macam urusan kuliah bikin aku pusing huhuhu
      Tapi setelah baca komen komen ini, rasanya aku mau nulis lagi ini dan.kembali semangat hehehe

      Iyap, nanti ya abobnya hehehe aku udah punya alurnya, tinggal dituangkan ke ms.word hehehe

      Okeh makasih ya udah baca dan komen, nantikan fic lainnya yaaahh hehehe <333

  9. Kyaaa~!! Dira eonniee!! Joonmyeonkuu~ Khekhe~ waahh~ gamsha udh buatin FF dengan cast suamiku tertjinta (?) *digebukaquatics* hoaaahh~ eonn hrs tanggung jawab -_-” aku dikirain org gila tau ga ketawa cengengesan sampe ingusan (?) Gegara baca FF suamiku iniii~ most interseted part is “Would u marry me?” “Aku akan memaksamu untuk katakan ‘ya’ jika kau bilang ‘tidak'” ugghh~ eonn.. *speechless*
    Trus, piyama joonmyeon warna biru ya? Warna kesukaanny jg biru? Yeayy~ dipuisi yg kubuat pas pelajaran sastra (yg terinspirasi dr FF eonn : Color of my love) , joonmyeon jg suka wrna biru :3 kyaa~ >,< Jiayou! Fighting! '-')/

    1. Wuaaaahhhh iyaaahh aku bikin junmyeon suamimuuuu. Soalnya pas lagi wb aku ketemu gambarnya dia di tumblr terus aku ketabok ide hahaha (bahasanya, ketabok) xD
      Terus akunya suka gak tegaan kalo buatin junmyeon ficnya gak manis manis, jadi aku bikinin diabyang sok puitis begini jatohnya >.<

      Oh ya, puisimu begimana tuh jadinya hehehe
      Err, sebenernya aku gatau sih kalo dia suka pake baju warna biru ato enggak hahaha tapi junmen tuh bagus kalo pake baju warna biru hahaha (dilema)

      Okeh makasih ya say udah baca dan komen yaaahh /lempar suho/ hohoho❤

      1. Iya eonn~ ntar aku kirim puisiny lwt twitter dalam bntuk foto, gmana😄 ya kalo guru sastra kembaliin puisiku yg dipajang itu ._. Keep writin’ dira eonn~ we love yaaa! *teriak bareng suho*

  10. Wuah.. Penulis favoritku comeback T_T seneng banget ih😀
    Hahaha!!
    Ceritanya manis sekali ><, aku berasa degdeg ser bacanya!
    Junmyeon disini….. Asdfghjkl. Aku pusing nih, kok dia bisa seperfect itu jadi cowo!!

    Aku mau junmyeon!! *gigit jari*

    kalo gini caranya aku bisa berpaling kyungsoo!
    *gigit kyungsoo* *ditabokkai*

    I always love your fic!!!❤

    Btw Happy birthday dira!!
    *tebar pelukan bareng baekhyun*
    You are loved, graced, and blessed!! Sukses terus yaa!! Ditunggu ff lainnya ^_^ <3<3

    1. Aaaaaa iyaaaa kambek huhuuu emang ngeselin banget kena wb dan semuanya jadi berantakan deh, tapi pas ngeliat gambar junmen di tumblr yang ahdjsbbwjxnsdj .<

      Aaaa terima kasih yah ucapannya, haduhh kamu sweet sekali sih huhuhu okeh makasih ya udah baca dan komen dan tunggu ya fic selanjutnya, semoga aku bisa nulis lagi yaaah :))

  11. Dira…. Ffnya kok….sialan begini?😐
    Kalo aku jatuh cinta ama junmen pendek ini gimana?? :(((

    Ah masalah bikin sesuatu yg manis2 sih aku gak pernah meragukan kamu lah ya… Yang ini juga. Semoga reader kamu gak ada yg kena diabetes. Amin.
    Tapi ini satu tulisan kamu yg kliatan mateeeeeng banget bahasanya. Kalem, dalem, manis. Selain the words why ama yg ff tao itu (aku lupa judulnya) ), ini jg kerasa bngt gimana kamu ngolah kata2 udh mateng, well done (lo kata steak?).
    Udah gak ada kesan canggung make kata2 yg rada nyastra, aku ngerasanya gitu xD

    Ah junmeeeeennnnn…. Mau punya patjar macam junmeeeeennnnn!!! Tanggung jawab kamu dir!!!! Ah abis ini aku pasti ubek2 aff buat nyari ff junmen deh. Okelah mumpung lagi puasa twitter lol. Bye!!!

    1. Huahahaha…kak tri sama kak nina tuh sama aja…suka ngatain fic aku x)) yah aku sih ga tanggung jawab kakak kalo sampe kak tri suka sama junmen, eehh kakak mah sukanya banyak hahaha

      err, semoga aja gak ada yg sakit abis baca ini haha
      Hah? Mateng gimana? eumm ini mah aku gatau kak nulisnya. Aku juga fa ngerti nulis apa hahaha semoga orang2 mengerti. Wakkksss masih aja inget the word why muehehehe >.<

      Okeh kak, terima kasih udah berkunjung dan baca ini dan dikatain fic yang ini udah mateng (padahal ini bukan telor goreng) muehehehe makasih banyak yak kaaaakk :**

  12. Dira ih :””””3
    kenapa harus se-sweet ini :””””3
    padahal aku lagi nyoba beralih hati ke baekhyun :”3
    malah suho nya dibikin ‘selucu’ ini :”””3
    ah Nina lemah ah~~~
    Dira curang ah mainannya yang bikin lemah gini :333
    Thalanghae lah pokoknya, thalanghae <333

    1. Uwooohh pindah ke baekhyun /memicingkan mata/ hahahaha iyaaa abisnya aku pas mau nulis ketemu junmen di tumblr, mana tampan banget lagi, jadi gak konsen akunya #apaini

      Hohoho terima kasih ya kak udah baca dan komen fufufu :*

  13. hiyaaaaaaaaa….. manisnyaaaaaaaaa…..
    cara ‘dia’ deskripsiin jumyeon tuh indah bgt ya ampuuuuunn….
    itu ‘dia’y dira asli ya hahhaha, soalnya kenal sama yg namanya writer’s block, hehehehe
    ini fluff’y ga gagal qo, tp aku blh suka kalo dari sudut idolanya yg bercerita, jd berasa kata” gombalnya itu nyata bukan buatan dira hahhahah *ngarep~~~*
    maaf ya komennya telat pake banget……….

    1. aaaaa yes kakak dateng hohoho😀
      ah masa sih, aku malah ragu loh sebenernya nulis ini tapi ya in the end sih aku ((rada)) pede, tapi gatau lah (/.\) aku udah lama ga nulis soalnya
      ah aduh ketauan deh >.< err, tadinya mau pake baekhyun, eh pas buka tumblr yang muncul duluan malah si junmen yaudah deh hahaha lagipula aku kayaknya jarang nulis dia :")
      oohhh, jadi 'aku'nya mau si idol? nanti deh coba kubuat hahaha nanti aku pake cara buka tumblr dan tadaaa!!

      hahaha ya ampun kak, no problemo mah kalo komen😀 makasih banget udah baca dan komen :3

  14. Gyaaaaaaa~
    Ka Diraaaa~ annyeong ^^
    okee aku harap Ka Dira masih ingat sama aku..
    I am ACE..
    hehe tapi kalo lupa gapapa juga sih, sekedar ngingetin kalo aku readernya kaka dan skrg balik lagi buat ngomen dan menjelajahi ff kaka setelah sekian lama ilang gegara Ujian..

    Senengnya balik-balik disambut ginian..
    Gyaaaa~ Joonmyun!
    Perfect banget dianya di sini..
    ff ny ngewakilin banget..
    Dari perasaan susah nulis, sampe pemerannya itu loh kaa.. Ahh kalo udah dalam kalungan kata2 Ka Dira aku selalu suka.. ^^

    Okee Joonmyun, ahh jadi mikir tampang ini orang emang lebih cocok jadi pegawai kantoran yg dpt jabatan tinggi, yg semasa mudanya ngomongin politik dibanding promosi album.. mungkin saya ada kesempatan jadi istrinya kalo dia bukan artis dan memilih duduk di belakang meja direktur *ehh … haha abaikan..
    Dan pastinyaaa..
    Aku teriak-teriak ” AHH ROMANTIS… ” pas bacanya..
    Bikin sekuelnya mau kaa? Hihi..

    Oyaa.. Ini Baekki lagi ultah ditunggu ff ny yaa kaa, yg romen-romen.. *eyaaa~

    Aku ngomen pake akun wp ku yg baru ku bikin..
    kapan2 mampir yaa kaa, postingannya baru satu-satu ini.. Hehe..

    Okee semangat terus nulisnyaa ka Diraa~ ^^

  15. hai!
    akhirnya selesai juga hiatusnya…😀

    romantis u,u iri deh sama ‘you’ #nahlo(!?)

    keren..

    apa eonni juga terjangkit virus writer’s block?

    kuharap nggak, keep writing! and..

    fighting!

  16. tersenyum dan menangis haru hiks :’) entah kenapa tapi fic yg satu ini bikin aku nangis. ah kakek… (kenapa setiap leader grup favouriteku selalu pernah bikin aku nangis hiks-_-)
    tapi kak dir, ini keren keren keren (y) aku nggak tau harus bilang apa. tp satu yang selalu kukatakan setiap kali: AKU PENGEN JADI CEWEKNYA :3
    keep writing yah kak!!!

  17. Tidak ada kata lain yang bisa aku katakan selain KEREN, DAEBAK, AWESOME!!!

    Kak Dira selalu bisa bikin ff fluff kayak gini, aaaaaaa aku jadi pingin punya suami kayak Suhoooo aaaaaaa *gajekumat*

    13 jempol untuk kakak *12member+aku*😀

  18. . .aku cuma mau bilang 1 kta ”daebak”
    author jago bnget ngerangkai kta2 seakan bca n0vel stiap bc fanfic author. . Good job .

  19. haiiii… bari pertama maen disinim langsung baca yang castnya suho~~ (milih sih sbnrnya, krna suho, jdi yag dibaca suho doank…) hehehe

    trs ga banyak koment ttg ff yg ini. satu dua kata cukup deh KEREEEEEENNN BANGEEEETTT!!!!
    ya ampun manis banget deh semuanya dri atas smpe bawah. bkin speechless sendiri.
    —> ” Aku akan memaksamu untuk katakan ‘ya’ jika kau bilang ‘tidak’. ”

    paling sukaaaa yang ini ——> Karena menulis tentangmu bukan sekedar merangkai kata-kata, tapi juga meletakkan perasaan di setiap kata.

    wahhh suka bangeett deh, bener2 bangkitin mood yg udah lama ga baca ff.😀
    *cari2 yg cast suho lagi ahhh* hahahahhaaaha

  20. OMG! OMG! OMG! AKU MAKIN NGGAK BISA MOVE ON DARI ORANG TAJIR INI KAK DIRAAAAAAAAAAA T_____T Aku sedih kalau terus-terusan menduakan Baekhyun. Capeek hati ini, Kak :”( Capeeek lihat senyum Suho yang selalu muncul di Timeline, Beranda, dan Tumblr. Capeeek lihat mata dia yang menutup malu karena tertawa. Capeeek lihat dia yang makin hari makin kelihatan charming di mata aku. Aku capeeeeek Kak Dira T____T ((HEOL BANGET INI MAH -.-)) *OKEH ABAIKAN*

    Entah kenapa aku jadi semangat banget untuk baca semua FF yang main cast-nya Suho. Padahal karakternya selalu jadi orang baik-baik. Biasanya aku bakalan bosen tuh dengan karakter yang selalu sama, tapi kali ini beneran nggak, Kak. Ciyus miapah mioyeng deh O.O

    Udah! Manis banget deh ya si Suho di sini. Walaupun POV-nya bukan dia, tapi ya Allah aku nggak kuat bacanya >.< Bikin aku melting seketika baca setiap diksi yang diciptakan Kak Dira dalam menggambarkan Suho. GOD! Please banget deh Kak Dira -,-

    Hm…. apalagi ya? Udah kali ya segitu aja. Orang Kaya macam Junmyeon udah bikin otak aku tiba-tiba buntu nih. Bye Kka Dira ^_^

    1. aduh aduh aku jadi ikutan juga gabisa move on bagaimana dong ini kamu tanggung jawab ya hahaha
      iya jangankan kamu…eh kamu juga biasnya baekhyun? ADUH SAMAAAAA, SAMAAAA BANGET YALUHAN! AKU JUGA CAPEK MENDUAKAN BAEKHYUN DAN MEMILIH UNTUK MELIHAT SI TAMPAN INI AKU KESEL BANGET YALUHAN! /capek/
      aduh iya ya, entar deh aku lagi punya projek untuk membuat si suho jadi bad boy heugh heugh >.< iya dia jadi orang baik mulu capek ah O.o
      ah kamu mah berlebihan, aku enggak jago nyari diksi sampe segitunya yaluhan jangan begitu ah /nangis pelangi/
      okeh, kamu udah rajin banget ngasih komen sumpah aku sampe speechless mau balesnya huhuhu
      makasih banget ya, boleh tau namanya siapa? aduh aku seneng banget dapet reader begini HAHAHAAH .<

  21. Gak ngerti soal fluff dll itu, tapi sukaaa banget sama fict ini. Walopun junman gak banyak dialognya, tapi maniiiis banget.
    Ah jadi pengen kayak gitu juga
    Hehe

  22. Setiap nemu ff yg castnya suho, pasti romance dan bikin ak blussing.
    dan ff ini bikin pipi ak merah padam. T_T

    salam kenal buat kak dira ^^

  23. Telatkah untuk berkomentar? ._. Aku cuma mau memberi apresiasi buat fanfic indah ini TTATT Disaat aku galau dan tak tau hendak mencari fluff bagus buat junmen oppa, aku menemukan karyamu :’) huhuhu bagus banget, sampe pas baca, saking melayangnya, hapeku jatoh -___- huuu aku mengidolakan karyamu. Semoga ntar ada lagi fanfic junmen oppa yang semacam ini yaa ;___;

  24. aku cinta kamu gak pake deadline kok wkwkwk ‘ayok kita berjalan lagi’ aiiih maau bgt punya suami kayak gini *.* bikin novel aja ketik* dirumah nunggu suami pulang, betapa indah hidupnya

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s