Posted in Comedy, EXO, Family, Fanfiction, Fluff, Romance

Good Times and Bad Times

Good times and bad times [kaistal]

Title: Good Times and Bad Times

Cast: Kai EXO-K and Krystal F(x)

Genre: Slight!Comedy, Family, Fluff, Romance

Length: 2200w

 

A/N:

This is related to “A Bunch of Baby [Kaistal]” but you can read as a standalone.

 

Happy Reading😀

 

***

In good times and bad times…

I’ll be on your side for ever more.

***

 

Mereka bersama cukup lama.

 

Empat atau tiga tahun.

 

Mungkin sekitar 42 bulan, 168 minggu, kurang dari 1460 hari, dengan beratus ribu jam yang tidak lagi dapat dihitung dan setiap menit yang mereka lewati bersama, hirup udara setiap detiknya, kerjapan mata sepersekian detik hingga tidak ada momen yang terlewati. Tak satu pun.

 

Jongin dan Soo Jung selalu bersama.

 

Mereka bertemu di tahun pertama masuk sekolah menengah. Soo Jung seorang primadona sekolah yang luar biasa cantik, sementara Jongin seorang penari yang luar biasa menakjubkan. Soo Jung yang mempunyai rambut panjang hingga semua orang terpesona akannya, sedangkan Jongin terlalu sibuk melihati siluet tubuhnya di lantai ruang menari.

Semua orang berbicara tentang sosok menawan ini dan pada akhirnya tumbuhlah sebuah rasa penasaran di benak Jongin.

“Siapa dia?”

“Kau tidak tahu, Jongin? Oh, ayolah, jangan bercanda. Ini Jung Soo Jung! Gadis tercantik di sekolah ini dan kau tidak tahu??” Sehun menjambak rambutnya frustasi. Jongin harusnya tahu hal ini lebih baik darinya.

 

“Aku tidak tahu siapa Jung Soo Jung.”

 

Lalu dia segera merubah haluan karena begitu matanya menangkap si gadis cantik ini…Jongin perlu menabrakkan diri ke papan tulis, mencuci muka dengan air di laboratorium kimia, juga merica agar dia tetap sadar.

 

Jung Soo Jung…gadis ini terlalu menarik bagi Kim Jongin dan membuatnya pulang dengan pikiran mengudara di atas kepalanya, beserta nama yang terucap di bibirnya. Dia pikir dirinya sudah tidak waras lagi.

 

“Soo Jung, Soo Jung, Soo Jung.”

 

Kim Jongin memang bisa membuat semua orang melongo saat dirinya menari di atas panggung. Gerakan itu menyihir, langkah kakinya membuat semua orang berdecak kagum dan jika gadis-gadis itu bisa menangkap setiap peluh Jongin dari bawah panggung, mungkin Jongin akan selamanya menjadi dewa.

Namun Sehun pastikan Kim Jongin tidak sekeren itu dan bagaimana caranya mengungkapkan perasaan pada Soo Jung jauh lebih buruk daripada seekor simpanse melamar sang betina di atas pohon. Kim Jongin payah dalam hal yang satu ini, lalu Sehun rasa dia tidak akan bisa mendapatkan Soo Jung si primadona, karena Jongin berada di antrian paling belakang para penggemarnya.

 

Tapi Sehun salah.

 

Ketika remaja laki-laki itu mendapatkan kesempatan untuk menari bersama Soo Jung di sebuah pentas seni, Jongin tiba-tiba ada di barisan paling depan. Dia berlutut dibawah lampu warna-warni, di depan semua penonton dan hanya satu orang yang mampu mendengar suaranya.

“Soo Jung, maukah kau berkencan denganku sabtu besok?”

Gadis itu tersenyum sebelum Jongin memutar tubuhnya untuk menyelesaikan tarian mereka dan saat Soo Jung kembali ke dalam pelukan Jongin, dia membalas dengan suara yang lembut:

“Ya. Film sepertinya menarik.”

 

Jongin anggap itu sebuah tanda bahwa mereka akan menghabiskan malam minggu ini dengan makan popcorn dan film romantis di bioskop terdekat.

 

Siapa bilang Jongin payah dalam hal ini?

 

Tapi siapa juga yang berkata kalau Jongin pintar dalam melakukan hal-hal berbau romantis?

 

Sehun hampir terjungkal dari bangku sekolahnya ketika Jongin datang ke kelas bersama muka cemberut. Itu belum seberapa parah saat Jongin mulai bercerita malam minggu-nya bersama sang primadona.

“Wajah apa itu? Kau lebih buruk dari kertas ujian matematikaku.” Sehun tertawa. “Bagaimana kencannya?”

Jongin menutup wajah menggunakan kedua tangannya. “Buruk.” Lalu pikirannya terbang ke malam itu. Malam yang…entah harus dikenang kembali atau lebih baik menguburnya dalam-dalam di tanah.

 

Malam itu Jongin menjemput Soo Jung dengan meminjam mobil ayahnya. Dia hampir kena tamparan karena hal ini, tapi akhirnya dia berhasil membawa mobil itu ke depan rumah Soo Jung dan gadis itu sangat, sangat, sangat cantik. Aroma parfumnya yang menguar di seluruh mobil membuat Jongin terlalu takut bernafas.

Semuanya berjalan sempurna, namun keburukan di awali oleh mawar pemberian Jongin yang mulai layu.

“A-aku…sumpah…aku membeli yang segar tadi.” Jongin tergagap.

Soo Jung tertawa dan Jongin ingin terjun ke lembah yang curam. “Tidak apa-apa, Jongin.” Dia tetap menerima mawar itu. “Terima kasih.”

Kemudian kesialan itu menyebar layaknya virus di malam minggu mereka, apakah yang dilakukan Jongin sampai hal ini harus terjadi padanya? Dia bahkan memakai celana dalam keberuntungannya!! Dia juga tidak lupa menempelkan permen karet (jimat yang diberikan Sehun sebagai tanda persahabatan mereka) di kaus kakinya…

Tapi itu semua tidak ada artinya jika Jongin LUPA MENGISI BENSIN mobil.

“Apa lagi sekarang??” erang Jongin mengecek spidometer, lalu melihat tangki bensin berwarna merah dibawah garis. “Tidak mungkin! Aku mengisinya tadi!”

Soo Jung tidak marah, tidak berkomentar apa-apa saat dirinya harus ikut mendorong mobil bersama Jongin. Wajah Jongin penuh rasa bersalah dari ujung kaki sampai ujung rambutnya. Mulutnya terkatup rapat, dia tidak berani berbicara pada Soo Jung. Ini buruk, ini buruk! Buruk adalah pompa bensin yang jauh, buruk adalah mereka tidak jadi menonton dan pulang sia-sia tanpa kenangan yang manis terkecap diantara mereka.

Jongin kira semuanya telah berakhir. Gadis itu tidak akan mau menemuinya lagi. Dan sekarang Sehun tertawa sampai ususnya hendak keluar dari mulut. Sama sekali tidak membantu!

 

Namun, pada hari itu Jongin sadar Soo Jung bukanlah gadis yang sombong seperti gadis-gadis lainnya dan rasa percaya diri kembali hampirinya ketika Soo Jung berkata, “Jongin, aku tidak marah.” Setelah satu ucapan maaf terlontar.

 

Jongin yakin Soo Jung gadis yang tepat untuknya.

 

***

          Jongin dan Soo Jung selalu bersama. Bersama-sama membuat Sehun beserta setengah laki-laki di sekolah itu berwajah lusuh, sejelek kertas ujian matematika milik Sehun, namun tetap saja itu tidak menghapus tingkah Jongin yang…konyol, bodoh, dan ceroboh.

“Bagaimana rasanya?”

“Eumm…” Soo Jung menatapnya sambil mengernyit rasa asin menyerang lidahnya bagai serdadu. “A-asin sekali, Jongin.”

“Apa? Asin sekali?” sontak Jongin mencicipi bubur buatannya dan segera meludahkannya ke tanah. “Apa ini??!! Astaga…” lagi-lagi mata penuh rasa bersalah menyorot wajah Soo Jung. Jongin si bodoh ini menundukkan kepala, bubur ini sengaja dia buat untuk Soo Jung yang hari ini sakit.

“Jongin, tidak apa-apa.” Soo Jung mengelus punggung kekasihnya. “Lagipula aku tidak sedang ingin makan bubur.”

Jongin mendapatkan secercah harapan. “Lalu kau ingin makan apa?”

Soo Jung berpikir sejenak lalu memutuskan, “Aku ingin Burger King!!” soraknya gembira.

 

***

Entah apa ini disebabkan permen karet persahabatan yang disimpan Jongin dalam kaus kakinya atau celana dalam keberuntungan yang tidak lagi mempan. Jongin selalu dirundung kesialan bertubi-tubi dan itu membuatnya tampak seribu kali lebih tolol daripada si Troll Sekolah, Kim Jongdae.

“Aku yang bayar tiketnya,” ujar Jongin mengambil alih sebelum Soo Jung sempat mengeluarkan dompetnya untuk membayar tiket festival bunga sakura di taman.

 

Sedetik kemudian…

 

“Dimana dompetku???”

“Aku saja yang bayar, Jongin.”

“Tidak, tidak, tidak! Jangan, Soo Jung!”

 

Sedetik kemudian…

 

“Maaf, Soo Jung.”

Soo Jung selalu memberikan senyuman itu padanya. “Tidak apa-apa, Jongin.”

 

***

          Kesialan lagi-lagi muncul di prom night terakhir mereka. Jongin tiba-tiba mematahkan kakinya oleh karena niat baiknya mengambil kucing yang terjebak di pohon. Seharusnya dia menari di pesta besar itu, namun apa boleh buat dia harus menetap di rumah sakit, sementara Sehun menggantikannya dan mendapatkan penghargaan “Penari Terbaik”.

“Kenapa Sehun yang mendapatkannya? Harusnya aku…”

Jongin si idiot ini seharusnya lebih bersyukur karena walau semua kesialan itu menimpa dirinya, Soo Jung tetap bersamanya. Gadis itu lebih memilih tinggal bersama Jongin di rumah sakit daripada menerima mahkota Ratu Prom Night.

“Kau harusnya pergi, Soo Jung…” gumam Jongin sedih. Soo Jung hanya bisa menutup mata dan mengecup tangan Jongin.

“Apa artinya pergi kesana tanpamu, Jongin.”

 

Dan ciuman pertama mereka terjadi di rumah sakit. Orang berkata itu tidak romantis sama sekali. Tapi menurut Jongin, ini adalah yang dia inginkan dan mungkin Soo Jung juga punya anggapan yang sama, seiring kata itu meluncur bersamaan dengan perasaan Jongin yang tulus padanya.

 

“Aku mencintaimu, Soo Jung.”

 

***

 

Mereka bersama cukup lama.

 

Empat atau tiga tahun.

 

Mungkin sekitar 42 bulan, 168 minggu, kurang dari 1460 hari, dengan beratus ribu jam yang tidak lagi dapat dihitung dan setiap menit yang mereka lewati bersama, hirup udara setiap detiknya, kerjapan mata sepersekian detik hingga tidak ada momen yang terlewati. Tak satu pun.

Kini Jongin tidak lagi menyandang sebutan sebagai “Penari Terseksi” atau “Penari Terbaik” di pundaknya. Jongin tidak lagi menyandang sebutan anak manja yang punya hidup berantakan atau remaja yang suka merengek. Jongin tidak lagi mengumpat di bawah ketiak ibunya.

Dia menyandang gelar “Suami” saat menikah dengan Soo Jung setahun yang lalu.

Dia menyandang gelar “Ayah” saat anak mereka, Moonkyu, lahir. Dan dunia seorang Kim Jongin terasa lebih indah daripada seharusnya.

 

Namun, jika orang-orang menyangka gelar “Si Idiot” sudah lepas dari sosok Kim Jongin, oh! Mereka salah besar. Sangat.

 

“Selamat hari valentine, sayang.” Satu kecupan di dahi Soo Jung saat wanita itu terbangun di pagi hari, 14 Februari, hari kasih sayang yang berwarna pink dan Jongin tersenyum dari kuping-ke-kuping, dia kelihatan sangat bahagia.

“Untuk istriku yang paling cantik.” Dia menyodorkan seikat bunga mawar berwarna merah dan ini mengingatkan Soo Jung pada kencan pertama mereka.

“Dan yang ini segar! Tidak layu sama sekali.” Oh, ternyata Jongin juga ingat.

Bunga itu sangat segar, indah, dan Soo Jung tidak akan meragukan aromanya yang pasti harum menyegarkan. Dia memajukan hidungnya untuk hirup aroma disana dan tiba-tiba ada seekor lebah terbang keluar dari antara bunga-bunga itu. Jongin berteriak histeris sementara Soo Jung berusaha mengusir lebah itu keluar.

Setelah lebah pergi, Jongin keluar dari tempat persembunyiannya dan langsung menghampiri Soo Jung. “Kau tidak apa-apa, sayang? Apa dia menyengatmu??” Jongin mengecek setiap senti tubuh Soo Jung dan perasaan bersalah hantam dirinya.

“Maaf…”

Tidak ada yang bisa Soo Jung lakukan selain mencium Jongin dan sunggingkan senyuman di wajahnya. “Hanya lebah kecil. Aku suka bunganya. Terima kasih, sayang.” Satu kecupan lagi dan…

“Aku mencintaimu.”

 

Kejadian itu membuat Jongin paham. Ada satu hal yang Jongin lewatkan—tidak dia sadari—dan semakin dia mengerti seiring berjalannya waktu yang dia lewati bersama Soo Jung.

 

Saat situasi buruk terjadi…

 

“Awww!!!!!”

“Jongin, ada apa??” teriak Soo Jung menghambur kearah teras luar dan menemukan Jongin sedang mengemut ibu jarinya.

“Aku memukul ibu jariku sendiri dengan palu.” Geramnya kesakitan. Soo Jung segera meraih kotak obat, mengobati ibu jari itu dan menyuruh Jongin menyerah pada kotak pos mereka yang terlanjur rusak.

“Nanti kita beli satu yang baru, oke?”

 

Saat kesialan menimpanya…

 

“Ada apa dengan mobil ini??” Jongin mencoba memutar kunci dan mobil menderu seram. Mereka sedang dalam perjalanan menuju ulang tahun Dong Dong, anak Kim Jongdae di sebuah café dan ini sama sekali tidak lucu jika mobil mereka mogok di tengah jalan yang sepi.

“Apa kau sudah mengisi bensinnya?” tanya Soo Jung.

Jongin mengintip dashboard di depannya dan tersenyum pahit. “Oh…bensinnya.”

Mereka harus turun untuk mendorong mobil yang hanya berisi anak mereka, Moonkyu, sambil mendengarkan alunan lagu Barney dan ingatan mereka berdua kembali ke masa itu.

Jongin tak perlu mengatakan maaf yang sudah terlalu banyak diucapkan karena Soo Jung juga mengerti sikapnya, kebiasaan buruknya yang tak pernah berubah.

 

Saat momen terindah menghantamnya…

 

“Tersenyumlah, Sarjana Muda!” sang ayah berseru dan Jongin tersenyum dibalik toga sembari dirinya di potret. Jubah kelulusan yang sedikit kebesaran ditubuhnya. Siapa yang peduli dengan nilai akhir tak sempurna. Sebodoh amat dengan Ekonomi Dasar yang hanya mendapat nilai C atau dosen yang mengingatnya sebagai murid termalas di kelas.

Jongin mendapatkan yang lebih sempurna, lebih indah daripada semua itu. Berfoto bersama Soo Jung dan Moonkyu, seratus ribu kali lipat lebih berkesan daripada Junmyeon si lulusan dengan nilai A yang hanya berfoto sendirian.

 

Jongin sadar…

 

Dalam kondisi seperti apapun…

 

Soo Jung selalu bersamanya.

 

“Jongin, kentangnya gosong dan pahit.” Komentar Soo Jung yang kelihatan mengernyitkan wajah pagi itu.

Jongin harus menelan rasa kecewa bulat-bulat. Terkadang dia merasa dirinya tak pantas mendapatkan ini semua karena Soo Jung dan Moonkyu seharusnya berada di tangan orang lain yang lebih sempurna dari dirinya, ya, dari “Si Idiot” ini.

“Kenapa kau sedih begitu, hmm?” tanya Soo Jung saat malam menjelang. Dia menyisir poni Jongin yang sedikit berantakan dan berbaring disebelahnya.

Jongin tak langsung menjawab. Dia menatap Soo Jung sejenak dan berkata, “Soo Jung, apa…” dia ragu. “Kau menyesal?”

“Menyesal? Dalam hal?”

“Kau tahu,” gumam Jongin hampir berbisik. “Aku bukan suami yang baik dan ayah yang sempurna. Aku juga payah dalam mengurus ini itu, kau lihat, dari awal kita bertemu aku selalu saja melakukan kebodohan dan aku bingung jika kau tidak menyesal punya kekasih, suami—“

“Sssttttt…” Soo Jong menutup mulutnya, hentikan ocehannya. “Jongin, apa yang kau bicarakan?”

Wanita itu mencium pucuk hidung Jongin sambil berbisik, “Jongin, aku mencintaimu. Tidak ada secuil perasaanku yang menganggapmu payah, buruk, atau apalah itu, mengerti? Kau ingat apa sumpah kita sebelum memulai kehidupan baru ini?”

Jongin anggukan kepala, bersama-sama ucapkan sumpah yang mereka buat saat itu. Tidak pernah lupa satu kata pun.

 

Akan selalu bersama di saat susah maupun senang, suka maupun duka, sakit maupun sehat, kaya maupun miskin, mulai hari ini sampai seterusnya. Membangun kehidupan yang indah. Sampai maut memisahkan.

Soo Jung menggenggam tangan Jongin erat-erat dan cincin mereka berdua saling bertemu.

“Kau ingat sumpah itu, bukan?”

Jongin pun nyengir. “Yeah, aku tidak akan pernah lupa. Aku ingat waktu itu aku menghafalnya semalam suntuk bersama Kyungsoo hyung dan dia memukul kepalaku setiap aku salah menyebutkan satu kata.”

Sumpah itu benar adanya dan Soo Jung menepatinya sampai akhir. Dia selalu bersama Jongin di saat tersial, disaat kehidupan Jongin berada di level terendah dan roda kehidupan seolah tak mau mengangkat mereka ke bagian atas. Soo Jung selalu bersama Jongin disaat pria itu sakit, dikala susah membuat mereka menangis dan menderita.

Tapi jika Soo Jung menghitung kembali momen dan kenangan yang mereka miliki. Menari bersama di panggung, bunga mawar, kencan pertama, bubur super asin, ciuman pertama di rumah sakit, pernikahan mereka, kelahiran Moonkyu, kelulusan Jongin, ulang tahun pertama Moonkyu, ulang tahun Jongin, valentine, ulang tahun Soo Jung, perayaan natal, pesta tahun baru…

 

Semuanya indah dan mereka selalu bersama. Jongin berada di sisi Soo Jung begitupun sebaliknya.

“Aku mencintaimu.”

 

Kemudian sayup-sayup terdengar suara tangis Moonkyu di kamar sebelah dan Jongin beranjak dari tempat tidur untuk melihat si kecil dan Soo Jung semakin mencintainya.

 

***

With kindness, unselfishness and trust, I will work by your side to create a wonderful life together, to have and to hold, from this day forward, for better or for worse, for richer or for poorer, in sickness and in health for as long as we both shall live. 

In good times and bad times…

I’ll be on your side for ever more.

 

***

THE END

A/N:

Wahahahahaha…molla molla molla😄

Bukannya bikin ABOB si *ppiiiiiipppp* malah nulis ini, tapi gimana dong…aku kerasukan Kaistal shipper di tengah malam #halah

Tapi ini normal kan? /ngedipin mata/

Aduh maaf ya aku bilang si Jongin adalah si Idiot. Gak bermaksud lhoooo ._.v

DAN KENAPA ADA KYUNGSOO DISITU TERSELIP HAH? KENAPA DIA SELALU ADA DI FIC-KU? KALO ENGGAK SI JONGIN PASTI SI DIYO!! KENAPA KENAPA KENAPA KENAPA???!!!!!

 

 

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

45 thoughts on “Good Times and Bad Times

  1. *tepuk tangan*
    O_O Aku bingung mau komen kayak apa. #tendang
    sempet geleng-geleng kepala waktu tahu kecerobohannya Jongin ,,
    tapi, sempet kasian juga ama Soo, yang dapet suami ceroboh -_-” #abaikan

    huaaaaa.. ^^ aku jadi nge-fly!😀
    dan! lah itu Kyungie kayaknya tetep muncul yah, walau bagiannya cuma disebut namanya doang.. Kkkkk~

    T_T ayooo! lanjutkan! ABOB kutungguuuu ^^

    1. hallooohhhh oliv😀
      makasih ya udah baca fic ini, aku sedikit pesimis soalnya aku udah lama gak nulis fluff T.T
      hahaha selalu ya menistakan si jongin, abis dia begitu sih dan kasian ya Soo Jung harus dapet suami kayak dia hehe
      tapi kan dia sangat cinta sama Jongin muehehehe
      dan itu….kyungie…kenapa dia selalu muncul sih ah! wekekekekek…

      oke, aku akan menulis ABOB yang beberapa hari ini terbengkalai sedih T.T

      makasih ya udah baca oliv!!!😀

  2. LOL
    ekspresiku begitu baca kebodohan Jongin; facepalm, ketawa ngakak sampe ngejengkag *inibeneranngejengkang-.-V* dan Soojung adalah istri yg baik dan sangat~~~~ penyabar, dia betul-betul mencintai Jongin apa adanya, tak peduli apakah Jongin ceroboh ato enggak, apakah Jongin ayah yg baik untuk Monkyu ato enggak, tapi aku percaya, bagi Soojung, Jongin adalah yg terbaik dalam segala hal ^_^ *dohapaini-_-* #abaikan
    aku tunggu ABOB versi lainnya yaaa~^^ terutama yg Luhan (^O^)

    1. waduuuhh kaistal shipper yahh? hihihi
      emang o’on bangetlah si jongin itu jadi orang, suami dan ayah wakakakaka😀
      tapi untungnya si soojung mencintai dia apa adanya, baguslah kalo gitu, karena kalo enggak dia siapa lagi cobak? >.< <<<ini lebih apah banget?
      makasih ya udah baca, yaampun aku terharu masa T.T
      ABOB? ada kok yang Luhan, monggo di cek hehehe
      boleh tau siapa namanya, aku suka menyapa para reader baruku dan memberikan mereka kalung bunga sooo…WELCOME!!! /ngalunginbunga/ selamat datang di blogku yaaahh😀 makasih udah baca fic kaistalku😀

      1. whoaaa~~~ makasih bunganya^^ *menerimapenuhharu* *narikingus*
        Nama? Euhm… boleh panggil aku Nissa atau Glace, mungkin? Hihi… terserah deh! Tapi nanti aku panggil apa nih? masa Hangguk? Hangguk kan artinya org Korea u.u
        Sudah adakah yg Luhan? Adooh… jadi ketahuan anak baru(?)nya >o< hihi… iya deh, nanti aku cek, gomawo~^^
        Salam kenal~~~~^^

  3. kereeeen thor ceritanya…
    Soo Jung sabar banget y ngadepin Kai, benar2 istri yg baik…
    “Kai, Kai, Kai, Kai” udah ceroboh, dpat gelar “Si Idiot” lagi, tpi kadar kegantengannya g’ berkurang ding…#apaanini//abaikan
    Kim Jongdae n Dong Dong muncul d sni, jdi rindu ma Luhan n Xiaowen nih thor…
    d tnggu next ABOB nya, cpat d publish y…

    1. hihhihihi makasih lho ya udah baca😀
      he eh, kasian ya si soojung harus hidup bersama orang yang seperti itu T.T tapi ya namanya cinta mah oke oke aja kayaknya
      pfffttt..maaf ya memberi gelar si idiot itu, aku sumpah deh gak maksud ._.v
      iya benar gantengnya gak kurang kok😀
      haaaa iyaaa aku juga jadi kangen sama mereka, next ABOB mereka pasti muncul lagi kok😀
      okeh makasih ya udah baca dan komen😀

  4. tuuhh kaannnn,,tiap abis baca epepmu pasti bawaan tersenyum bahagiaa,xD. Jongin si idiot dapet sojung yg baiknya kebangetan, kalo aku jd sojung, uda gw tendang aja si jongin trs pcaran sama sehun,wkwkwk /ditampolsendalkai
    kyungsoo emang gbs lepas dr kai y, always nongol walau cman dpt jatah seimprit (?) xD
    aiooo abob’y iaaa,,pnsaran jg castny sapa (u.u)

    1. yaaampuuun kamu…aku juga lho pas baca komenmu selalu aja senyum2 sampe di tanya sama temen/keluargaku “dir, kenapa senyum2 sendiri gitu?” hahaha berarti kita sama deh ya😀
      aduhhh lagi2 aku menistakan si jongin, padahal aku gamaksud loh, tapi si soojung baik banget salut deh sama dia hahaha
      hahaha masa pacaran sama sehun? wikikikik (tapi bisa juga sih) muahahaha
      heummm bener2 kyungsoo itu fix banget harus ada kayaknya hahaha ._.v
      okeh, nantikan ABOB ya makasih lho udah baca dan komennya yang menyemangatiku sekali hehehe

      1. iyaaa sama aku jg kalo bca epepmu pasti ketawa nista, mpe ade nanya, ngapain teteh ktwa ktwi dpn hp siga jelema gelo?wkwk xD. Ohya met hiatus ya, jgn kelamaan tpi,eheheh

  5. ini sweet, ga nyangka jongin bisa begitu, dan ga nyangka pula disini jongin sesial itu hahhahahah *ngakak klo inget kesialan” jongin*
    terlepas dri penggunaan nama soojung disini, aku ttp suka yg ini qo…
    dan tetep ya kyungsoo nyempil, duuh duuuh duuuh….
    syng sehun ga disebut disini #loh XDD

    1. eummm maaf ya kak, kalo ini bersama krystal, aku gak maksud abis ya begitu T.T
      iya emang sial banget dia jadi cowok (maaf ya kai), eumm besok2 aku akan mencoba dia bersama orang lain deh hahaha😀
      eumm emang fix banget ya kalo si kyungsoo harus ada di setiap fic ku hehehe😀
      sehunie, eumm dia terlalu sibuk dengan si luhan kayaknya hahaha😀
      makasih ya kak udah baca😀

  6. oh oke, saya bukan kaistal shipper dan saya kurang suka kaistal-_- tp karna saya adalah seseorang yg selalu menghargai orang lain *eaaak😀 dan karna saya sudah baca, maka dr itu saya akan berkomentar.. ehem~
    KEREEEEN~! Ini bagus (y)🙂 emang sih kurang dpt feelnya-_- tp tetep bagus kok! Beneran😀 dan… kak!! harusnya dirimu bikin ABOB! Aku nagih nih /dibuang/ bwuahaha.. Tp ini bagus kok kak, walau pacarku (re:jongin) (?) cukup idiot disini, dan sudah punya istri-_- hikz😥 gapapa deh, pokoknya ini bagus (y) jgn lupa ABOBnya yah🙂

  7. Eonni~

    Ciyaaaaaaa, suka banget karakter Jongin disini. Idiotnya parah! Tapi niat romantisnya itu bikin terharu.

    Prolog prolog prolog, aku suka prolongnya. Eonni, kamu hebat banget kalo masalah bikin prolog, keren!

  8. Kak Diraaaaa, mianhae, baru nyadar kalau belum komen yang ini hehe. . .

    Haduwww, Kai-nya jadi sesuatu banget di sini, hahahaha, berasa sedikit dinistakan tapi aku menyukainya😆
    Ah, dia beruntung sekali bisa mendapatkan Krystal, n Krystal oh, dia sungguh sabar, pengertian n perhatian, kyaaa kalah telak diriku dengannya😀 *Untung aku KaiStal shipper :D*

    Pokoknya Daebak deh kakak😀

    Buat lagi yang KaiStal sama KrisSica ya kak *kalau sempat n sreg :D*

    1. aduuuhhh gapapa banget, jangan suka minta maaf gitu ah kalo gak komen ;;; kamu baca aja aku udah seneng, suer deh😀
      hahaha ini si kai kembali ke nature awalnya yaitu untuk di siksa dan sebagainya >.< /pukpuk kai/ dan ya dia beruntung banget ketemu sama krystal dan krystalnya semacam mau nerima dia gitu kan ya hahaha😀

      pokoknya makasih ya Ah Ra udah mampir, baca dan komen😀 Krissica? eumm yap, aku shipper mereka dan aku bakalan nulis tentang mereka hehehe😀

  9. yaaa ampuuuun….
    manis sekaliiii ff iniii :’)

    emg ya.. org yg jatuh cinta itu suka melakukan tindakan2 bodoh..
    hehhe

    gimana yaaa…
    walo dia rada idiot, ahaaha, tapi dia cukup bertanggung jawab…
    i like it ^^

    ah.. banyakin ff kyk gn yaaa thor..
    sekalian dibuatin list ff gt… bear gampang nyarinya ^^

    1. waaaahhh kamu baca juga yang ini😀 makasih ya walaupun ini kaistal kan, eumm kebanyakan pada gak suka hihihihi
      tapi memang kalo orang udah jatuh cinta, ya dia bakalan ngelakuin apa aja ya kayaknya😀 /kok saya sok tau/
      eumm cukup bertanggung jawab Jongin ini hahaha😀

      okeh, makasih ya udah baca fic yang ini dan aku akan membuat masterlistnya dont worry😀

  10. Anyyong i am new reader idha imnida 17 y.o

    ceritanya seru…
    Itu Kai oppa sial terus ya… V walaupun begitu dia tetap keren ,, Krystal eon juga setia bgt sama Kai oppa…
    Disaat lagi mau acara romantis ada ajj kesialan datang… Ckckck…
    Tapi aku suka ceritanya apa lagi cast nya KaiStal couple jadi makin suka…

    Ditunggu cerita KaiStal yg lainnya ya…

    1. haloowww idha! dira 93 lines hehehehe😀 makasih loh udah mampir kesini hehehe😀

      aaahh iya, dia memang keterlaluan hahaha dan untung ada klee yang setia di sampingnya /peluk klee/
      kaistal shipper kah? aduh makasih loh ini udah baca dan komen hehehehe😀

      okeh silahkan menantikan fic kaistal lainnya❤

  11. halo thor, aku reader baru. Nada, 15 tahun. muehehe:3 maap ya thor, aku jalan jalan di blog ini sampe jauh jauh. ini ff bikin speechless ya. ff ini tuh… romantis romantis gmn gituu. mana aku kaistal shipper lagi, jadi makin dapet deh feelnya. muahahaha. maaf ya thor, reader baru tapi udah sksd begini.. hehe, salam kenal thor..

  12. Kereen banget thor..
    Sumpah deh,, kerasukan kaistal aja bisa bikin ff sebagus ini.
    Apalagi kalo lagi waras.. hahaaa peace

    Tp aku suka banget pas bagian akhirnya.
    Krystal bener2 bisa nguatin Kai lagi disaat dia lagi nge down

  13. Hahaa disini jongin karakternya gak badboy, beda bgt sm yg biasanya. Jd pgn ktawa sendiri ngebayangin jongin yang idiot. Good job thor!

  14. karena aktor suka sama KYUNGSOO #asaltebak aja
    Hahaha lucu baget perjalanan cinta kim jongin dan jung soojung penuh dengan kesialan tapi keren

  15. Diraaa.. Itu quote terakhirnya yg di twilight saga breaking dawn part 1 kan ya sumpah iya kan *ga nyante wkwkwk. Aku suka banget kaistal, apa lg disni soojung nerima oonnya jongin smpe segitunya ahaha… Such a lovely couple. Tp jebal itu anak jongdae namanya dongdong kepanjangannya apa? Kedondong wkwk. *abaikan. Keep writing dira😉

  16. aaaahh swaet swaet swaet.. hadeuhh aku snyum” pas bgian soosoo nimbul /walo pun nma nya doang/ hahaha,
    baca ini jadi inget sma si KIM JONG TROLL DAE /ni nama ribet amat/ ntu ff aku suka ^^

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s