Posted in A Bunch of Baby Series, Comedy, EXO, Family, Fanfiction, Fluff

A Bunch of Baby [Luhan “The Cutest Appa”]

A bunch of baby

Title: A Bunch of Baby [Luhan “The Cutest Appa”]

Author: Hangukffindo

Cast: Luhan EXO-M, Yuen (OC) as his wife, Xiaowen (OC) as his son

Genre: Comedy, Family, Fluff, Friendship

Length: 4500+w (Oneshot)

Rating: G

Summary: Luhan tak ingin disebut ayah yang payah, namun sebagian dirinya mengatakan hal itu sangat jelas.

Read this too😀

|| Kai || Chen ||

 

A/N:

Hai…hai…siapa yang sudah menunggu ini?

Maaf ya menulis yang satu ini tersendat-sendat kayak apaan tau dan baru selesai sekarang🙂

Dan ini Luhan!! (jarang lho aku nulis fic tentang dia karena mukanya yang terlalu lucu mungkin >.<)

Pokoknya, selamat menikmati yaaa🙂

Happy Reading😀

***

Malam tidak terlalu buruk pada hari itu. Cuaca normal, langit bersih tanpa kabut, taburan bintang terlihat indah, dan apartemen Luhan tampak sunyi senyap tanpa suara sebelum pria itu terbangun oleh suara tangis bayi—memecah keheningan malam yang tenang…

Mengganggu tidurnya yang tenang.

Luhan bangun.

Dia harus tetap terjaga mengingat besok ada ujian juga segudang tugas yang belum dia selesaikan karena sibuk bermain bola bersama Xiumin, Lay, juga Tao (dia harus menguranginya sekarang!)

Kertas-kertas tugasnya menempel di wajah ketika dia bangun, kepala terantuk lampu belajar yang masih menyala terang di ruangan itu. Nyawanya belum terkumpul menjadi satu ketika Luhan terus saja menguap, meraba-raba dinding mencapai kamar sebelah. Dia menyalakan lampu dan suara tangis memekakan telinga itu memberikan sambutan selamat datang.

“Iya, iya, aku tahu…” erang Luhan seraya mendekati box bayi dimana tubuh kecil itu bergelung, menjerit-jerit.

Luhan mengangkatnya, bayi kecil yang terasa hangat itu langsung tenang. Tangannya menempel di bagian depan baju Luhan, kepalanya yang mungil beristirahat di lekukan leher Luhan. Tidak. Dia tidak mengompol atau buang air besar, mungkin itu karena Luhan berharap dia tidak perlu mencium sesuatu beraroma busuk dari sana.

Luhan menimangnya berkeliling kamar, tersandung oleh mainan di lantai, dan anak itu segera tidur kembali. Jam menunjukkan pukul 11 malam, dingin menggigit dan mungkin saja bayi ini menangis karena lapar, namun Luhan mendapatinya kembali tidur, jadi tidak ada masalah disini.

“Wanita macam apa Yuen ini? Sampai selarut ini belum pulang…” Luhan merogoh kantung mengambil ponsel dan mencari nama Yuen, sang istri di phonebook. Dia menunggu nada sambung bernyanyi beberapa detik lalu suara Yuen yang tenang bagai air terdengar di ujung sana.

Halo?

“’Halo?’ Begitukah caramu menjawab telepon di malam selarut ini? Yah! Yuen! Jam berapa ini? Kenapa kau belum pulang? Kau kira kau masih berumur 17 tahun? Bebas bermain sesukamu, heh?” Luhan terus berbicara, menyelipkan ponselnya diantara bahu dan telinga, sementara kedua tangannya sibuk memperbaiki posisi si kecil.

“Kau tidak bisa pergi dan pulang seenaknya. Kau ingat bagaimana aturan yang telah kita buat? Ingat? Ya, aku tahu kau bekerja dan aku kuliah. Tapi tetap saja kuliahku juga penting dan mengerjakan tugas sambil menjaga anak ini adalah hal yang tidak mudah.”

Ada jeda cukup panjang sebelum Yuen berbicara. “Sudah?” tanyanya cukup sabar mendengar keluhan, curahan hati Luhan yang panjang di malam hari seperti ini.

Luhan tidak menjawab saking sebalnya. Namun tidak lebih menyebalkan ketika Yuen berkata…

Aku harus ke luar kota beberapa hari ke depan dan—

“Apa??!!!!!!!!” (lihat, tanda seru lebih banyak daripada tanda tanya)

Yuen menghela napas. Dia tidak seharusnya berkata demikian di telepon karena sekarang telinganya sakit akibat suara Luhan. Ternyata ada yang lebih parah dari suara jerit tangis bayi.

Luhan…

“Kau mau pergi meninggalkanku bersama anakmu…” Luhan berhasil membangunkan bayi kecil di gendongannya, kembali menangis tanpa henti.

Namun suara Yuen berduet dengan tangisnya adalah hal terparah dalam sejarah hidup Luhan.

’Anakku’?? Dia juga anakmu Luhan! Perlukah aku memperlihatkan data-data kelahirannya dan namamu ada disana, tertulis sebagai ayahnya??!! Ingat siapa yang memberikan nama ‘Xiaowen’…

Luhan menjauhkan ponselnya. Astaga, dia khawatir tetangga sebelah dapat mendengar suara Yuen dari balik dinding apartemen mereka O.O

“Oke, oke! Tapi…”

Luhan salah. Dia ingin memperbaikinya, namun Yuen sudah terlanjur marah, mengoceh tiada henti bagaikan lagu rock underground yang sering Chanyeol dengarkan. Itu adalah hal terparah kedua dan Luhan dapat membayangkan beribu-ribu hal parah lainnya bersama benda hidup yang sedang menangis, mencoba menyaingi suara Yuen.

Ayah macam apa kau Luhan…

“Oke, oke, aku minta maaf. Oke? Maaf?” Luhan memaksakan diri terdengar tulus walaupun senyumannya di pantulan cermin bentuk bebek tentu tidak setulus itu.

Baiklah.

Luhan bisa bernapas lega.

“Tapi kau tidak bisa meninggalkan Xiaowen denganku,” rengeknya tidak lama kemudian, terdengar sangat menderita. Dia bersandar pada dinding, mendengarkan setiap perintah yang diberikan Yuen.

Xiaowen, sang bayi kecil berhenti menangis, memandangi Luhan sambil mengemut jemarinya, melumuri mereka dengan air liurnya sehingga Luhan mengernyitkan hidung.

Akhinya percakapan mereka berakhir setengah jam kemudian. Luhan menutup telepon, pandangannya bergerilya ke seluruh ruangan. Berantakan, sangat berbeda dari kondisi terakhir Yuen meninggalkannya dan sekarang…

Luhan menatap kearah Xiaowen. Bayi kecil itu balas menatapnya polos dan tidak berdosa. Dia mungkin luluh akan pandangan itu, mencium Xiaowen dan mengembalikannya ke dalam box bayi.

Apa yang akan terjadi beberapa hari ke depan? Bagaimana nasibnya bersama anak ini? Mungkin dia akan terlihat berjenggot, dan Xiaowen juga mempunyai kumis yang sama. Mungkin Yuen tidak akan mengenali mereka saat pulang…
Entahlah.

Namun satu yang pasti Luhan harus membuat segelas kopi dan kembali belajar.

***

“Yuen pergi??”

Xiumin hampir kehilangan biskuit terakhirnya ketika mendengar berita itu dari Luhan. Seperti biasa mereka berkumpul di salah satu sudut kampus yang teduh dan Luhan kesulitan menggendong Xiaowen di lengannya.

“Dan meninggalkan Xiaowen padamu?? Dia gila, Luhan!” timpalnya sambil mengunyah biskuit, mencoba bermain hide-and-seek dengan Xiaowen, namun anak itu malah menangis.

Luhan mengangguk. “Dia gila, dan aku lebih gila dari semua orang paling gila di dunia ini!” Luhan adalah makhluk terjantan di bumi, tapi masalah ini seketika merubahnya menjadi seorang yang harus mengeluh, menggerutu setiap detik.

“Bayangkan aku harus menitipkan Xiaowen pada penjaga kantin selama tadi kita ujian dan selama waktu kosong aku harus menggendongnya seperti ini!” Luhan merasakan tangannya mulai kesemutan. “Mau menggendongnya sebentar?” dia menyodorkan si kecil pada Kris dan pria itu menjauh.

“Wow, wow, wow, aku hanya akan menghancurkannya di tanganku, oke?”

Luhan segera menyadari betapa besar telapak tangan Kris, tangan yang biasa menggenggam bola basket…err, lebih baik orang lain. Luhan meminta Xiumin, “Sorry, kau tidak mau Xiaowen ikut tergigit seperti biskuit kan?” ugghh mengerikan!

Chen tampak tidak siap, Tao…Luhan takut dia akan menganggap Xiaowen sebagai ancaman dan menendangnya ke langit-langit kampus. Lalu disana ada Lay yang baru saja datang dengan potongan rambut baru yang segar dan dia tampak ‘aman’.

“Pegang dia sebentar.” Luhan memberikan si kecil ke tangan Lay dan dengan sigap dia memegangnya, memastikan Xiaowen dalam posisi yang nyaman sementara Luhan bernapas lega meregangkan tangannya. “Hah, surga.”

Mereka tidak mendengar suara tangis yang nyaring dari Xiaowen ketika dia berada dalam pelukan Lay. Dia memejamkan mata sambil mengemut jemarinya, tidur dalam hitungan detik, kembali damai. Tidak seperti saat Luhan menggendongnya, bergerak kesana kemari seakan pelukan itu memenjarakannya.

“Oke, sudah pasti. Seharusnya Lay yang menikah dengan Yuen dan menjadi ayah Xiaowen.” Ujar Xiumin merangkul Lay yang kebingungan.

“A-apa?” Lay mengangkat wajahnya.

Luhan hanya bisa memutar bola matanya sambil merasakan pijatan Chen yang tulus mengendorkan seluruh otot-otot tubuhnya. Malam terasa lebih panjang ketika Yuen tidak ada, dengan bayi kecil yang terus-terusan menangis mengganggu tidurnya ditambah tugas-tugas kuliah.

Lalu Tao mulai bersiul ketika melihat serombongan gadis cantik lewat di depan mereka. Para gadis pemandu sorak yang cantik dan imut, ulzzang sekaligus primadona kampus. Disana ada Yoona, Tiffany, Jessica, Sunny, dan Yuri. Luhan tidak bisa berbohong bahwa matanya terus mengikuti kemana mereka melangkah, dan beruntunglah disana tidak ada Yuen yang siap memukulnya.

“Hai, gadis-gadis cantik!” seru Tao kelewat senang. Para gadis itu tidak memberikan perhatian padanya hingga Tao cemberut dan kembali mengambil selca bersama Kris di dekat jendela.

“Oh, Lay…bayi yang lucu. Siapa namanya?” tanya Yoona tanpa disangka tiba-tiba mendekati Lay dan memegang tangan Xiaowen.

“Kalian mirip. Apa dia anakmu?” Sunny bertanya antusias sementara Jessica sibuk mencubiti pipinya (Jika Yuen berada disana, mereka semua pasti sudah kena jambak!)

Lay tidak berkata apa-apa. Itulah dia, selalu canggung dan tersenyum memperlihatkan lesung di pipinya, yang terkadang membuat Luhan ingin memukulnya dan berkata: “hey, katakan sesuatu!!”

Namun mereka tidak peduli bagaimana Lay bereaksi, tersihir total akan bayi lucu di lengannya dan tidak bisa dipungkiri Lay menerima banyak perhatian dari mereka.

Ketika para gadis itu pergi, Luhan menarik Xiaowen cukup keras hingga anak itu menangis lagi. “Kembalikan anakku!” pekiknya sebal. “Kau pikir dia mainan, hah?” Lay bermuram durja setelah itu.

Pukul menunjukkan pukul 2 siang, mereka tentu punya kelas lagi. Xiumin melompat dari tempatnya dan mendaratkan tangan gempalnya di kepala Xiaowen juga pada pundak Luhan.

“Selamat berjuang, kawan. Fighting!”

Tao berlari kecil menghampiri mereka dan mencubit pipi lembut si kecil sebelum bergabung dengan Xiumin. “Bbuing bbuing, Xiaowen!!”

“Tumbuh yang tinggi, nak.” Kris menepuk kepala Xiaowen.

“Jangan menangis terus, ya.” Kata Chen.

“Sampai jumpa, Xiaowen.” Lay juga pergi bersama mereka, tinggalkan Luhan sendirian.

“Hei, kalian mau kemana? Hei!!” teriak Luhan tidak sanggup mengejar mereka.

“Jangan lupa lusa kita ada pertandingan sepak bola.” Suara Xiumin menggema di lorong.

Tiba-tiba saja Luhan ingin membuang status ayah dari akte kelahiran milik Xiaowen dan pergi kembali ke China.

***

Mentari sore baik untuk kesehatan. Semburat merah warnai langit cerah diatas kepala setiap orang dan semilir angin membuat seorang bayi kecil menguap di pinggir lapangan bola yang luas serta berwarna hijau sejauh mata memandang. Matanya yang kecil mengikuti gerak-gerik giringan bola di kaki Luhan. Air liur menetes di baju motif polkadotnya yang lucu.

Luhan berhenti karena kelelahan. Berbaring di dekat si kecil sambil memandang langit diatas sana. Dia lupa kapan terakhir kali latihan sampai selelah ini dan Xiaowen bersamanya, hanya berdua di lapangan sebesar itu.

Dia menoleh, mendapati Xiaowen sedang memperhatikan dirinya dan alis tebalnya meliuk-liuk mirip ulat bulu.

“Apa lihat-lihat? Kau tidak suka aku bermain bola?” tanya Luhan memutar bola yang ada di perutnya. “Kau sama saja seperti Yuen. Larang ini, larang itu,” gerutunya seolah si kecil tahu apa yang dia bicarakan.

Luhan pada akhirnya tertawa sendiri membayangkan betapa seriusnya hidup yang dia jalani saat ini. Kini candaannya tidak lebih lucu dari lelucon pamannya. Xiaowen pun tidak tertawa saat Luhan berusaha membuat wajah selucu mungkin agar bayi itu berhenti menangis.

“Xiaowen…” panggil Luhan. Dia tersenyum sedih kearah si kecil dan merapikan rambut halus di dahinya. “Aku ayah yang payah ya?”

Tentu. Tentu saja tidak ada jawaban yang dikeluarkan Xiaowen (Hei, Luhan! Bagaimana bisa dia menjawabnya? Gigi saja belum punya!)

Luhan berpikir, andaikan waktu bisa diputar layaknya jam di rumah; kau bisa memutar jarum jam ke angka yang kau inginkan dan tada! Kau kembali ke jam, menit, detik yang kau maksud. Luhan menginginkannya.

Tidak ada alasan tertentu mengapa dia ingin melakukannya. Terkadang dia iri pada Xiumin yang masih membawa bekal buatan ibunya, atau Chen yang selalu diantar ayahnya ke kampus menaiki mobil tua, atau Kris yang punya waktu bermain basket hingga tengah malam…mereka semua tampak bahagia oleh sesuatu.

Sedangkan dirinya…

Luhan punya beberapa orang yang harus dia bahagiakan di umurnya yang semuda itu.

Ada Yuen, istrinya.

Ada Xiaowen, anaknya.

Ada Pak Shim, dosennya. (Hei! Buat apa memasukkan dosen dalam hal ini??! Hapus!)

Bukannya dia membenci segala sesuatu yang ada di hidupnya. Ada banyak aspek, ada banyak poin-poin penting seperti dalam power point makalah kuliahnya yang setebal Namsan Tower. Tanggung jawab selalu berada di atas pundaknya, tidak mengerti harus berbagi pada siapa karena dia selalu takut gagal dan gagal.

Gagal menjadi ayah yang baik.

Gagal menjadi suami yang baik.

Gagal adalah kata kunci semua kegelisahan Luhan, karena dia merasa payah, dia tidak bisa mengurus anaknya sendiri. Bayi kecil itu selalu saja menangis dalam pelukannya, dan betapa sedih dirinya ketika melihat Xiaowen menangis. Yuen terbangun setiap malam untuk menjaganya, sedangkan Luhan tak bisa berbuat apa-apa karena dia payah, dia payah, dan dia PAYAH.

Dia takut. Kasus ini terlalu banyak rasa takut yang melingkupi Luhan. Maka itu…

“Andai aku bisa mengulang waktu…” dia menggoyangkan kaki kecil Xiaowen yang berbalut sepatu mini berwarna hijau toska. Tersenyum bukanlah reaksi yang tepat untuk saat ini. Kata-kata tertahan di mulutnya.

“Aku payah dalam mengurusmu. Takut kau tidak bahagia. Jadi…” lagi-lagi…ah! Luhan tidak sanggup mengatakannya.

Bayi mungil itu tak merespon apa-apa selain mengerjapkan matanya yang sedikit berair. Dia mulai menangis dan Luhan berlari kecil kearah tasnya, mengambil susu dan mulai menyusui anak itu hingga makhluk mungil yang berada di pelukannya kembali tenang.

Luhan bernapas dan terkadang mengamati pemandangan rumput hijau membuat semangatnya naik ke level paling atas. Hah, mengapa dia bermuram durja dan sok puitis hari ini?

Dia hampir melompat kaget ketika melihat jam tangan menunjukkan pukul lima sore. “Ah, Xiaowen, ayo kita pergi belanja. Kulkas di rumah sudah kosong dan ibumu bisa membunuhku kalau dia pulang dan menemukan kulkas tidak terisi.”

Oh, belanja? Xiaowen suka berbelanja.

***

Seperti yang selalu dilakukan Yuen setiap bulan, yaitu belanja, Luhan melakukannya.

Dia mengambil kereta belanja dan mendudukkan Xiaowen di tempat khusus. Mata Xiaowen tak ayal melihat setiap barang yang terpajang di rak. Pertama-tama Luhan membelokkan kereta kearah lorong khusus deterjen. Mereka kehabisan deterjen karena belakangan ini si kecil sering mengompol dan buang air besar dibajunya. Luhan terpaksa menjadi korban untuk mencuci.

“Jangan suka mengompol, Xiaowen. Kau menghabiskan deterjen di rumah,” kata Luhan mengambil deterjen beraroma lemon. “Ayah yang kena batunya, kau tahu itu, hm?”

Deterjen sudah. Lalu Luhan memasukkan pewangi pakaian. “Xiaowen, ini yang membuat semua bajumu wangi, oke. Maka itu jangan buang air besar sering-sering atau pakaianmu tidak akan pernah wangi lagi,” ujarnya menasehati dan nenek di seberang sana melongo melihat Luhan berbicara pada anak bayinya yang masih sangat kecil untuk mengerti.

Luhan membiarkan nenek tua itu berlalu dan menggumam, “Mengapa melihati kita seperti itu, Xiaowen? Apa masalahnya??” Luhan mudah emosi belakangan ini. (Dan marah-marah pada seorang nenek tua bukanlah sikap yang baik, Luhan!)

Mereka berpindah ke lorong bagian sabun mandi. Luhan mengambil dua botol sabun, shampoo, dan berpindah ke lorong khusus perlengkapan bayi. Meraih dua bungkus popok, cotton bud, bedak, cologne, dan terpana akan harga lotion bayi ditangannya.

“Apa??? Dua puluh ribu won?? Hei, ini bahkan lebih mahal daripada pisau cukur-ku, ya!” protesnya. Xiaowen menelengkan kepala. Tentu saja dia tidak mengerti mengapa Luhan harus semarah itu atau jangan protes padanya karena itu bukan salahnya. (Beritahukan hal ini pada pihak supermarket, Luhan!)

“Ini keterlaluan, tsk, tsk,” dia tetap menaruhnya di dalam keranjang sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Dia juga hampir pingsan ketika melihat harga susu yang selangit. Mulutnya terbuka lebar dengan mata yang membelak lebar, melebihi mata normal Kyungsoo. “Apa-apaan ini?? Susu apa yang semahal ini!!”

Baru dia sadari bahwa inilah yang membuat biaya kartu kreditnya membengkak di akhir bulan. Bahkan gaji bekerja paruh waktu di restoran pun terkadang tidak mampu menutupinya. Luhan mengerjapkan mata dan menyadari betapa mahal perlengkapan si anak, dan seharusnya dia tahu ini dari awal (karena dia tidak pernah ikut belanja bersama Yuen). Itu kesalahannya.

Belum lagi kenyataan yang menimpanya adalah si bayi kecil bisa minum susu lima sampai tujuh kali dalam sehari.

“Xiaowen, astaga, kalau begini caranya kau harus diet, oke? Diet seperti paman Xiumin. Kau hanya boleh minum susu tiga kali sehari.” (Oh, Luhan, kau sadis!)

Itu tidak mungkin terjadi. Ya, dia tahu.

Bubur bayi masih punya harga yang masuk akal dan Luhan tidak mengeluhkan hal itu. Dia mengambil biskuit bayi rasa cokelat, bubur, mie instan untuk dirinya sendiri, dan sosis untuk sarapan besok pagi. Mereka pun pergi ke kasir. Belanja sudah cukup sampai disini.

“Luhan!!”

Seseorang memanggil namanya saat mereka berjalan kearah kassa. Luhan mencari-cari siapa orang ini, kemudian menemukan Lay dekat lemari pendingin minuman. “Hei, Lay! Apa yang kau lakukan disini?”

Lay setengah berlari menghampiri Luhan sambil tersenyum. Dia mengguncangkan sebotol cola di tangannya. “Butuh minuman bersoda.”

Bukan alasan yang menarik. “Terserahlah,” ucap Luhan sementara Lay bermain-main dengan bayi kecilnya. Dia menempelkan cola dingin di pipi Xiaowen dan menariknya lagi, si kecil tertawa geli, terkikik senang. Luhan bersumpah tidak pernah melihat anaknya tertawa senang seperti itu. Tidak saat bersamanya.

Lay menempelkan cola itu untuk ketiga kalinya dan tangan Luhan memblokirnya. “Apa yang kau lakukan? Apa kau mencoba menyakiti anakku??”

“Aku hanya sedang bermain dengannya,” jawab Lay masih mencoba hal itu pada Xiaowen.

Luhan segera mendorongnya menjauh agar dia tidak mendekati si kecil. Dia benci mendengar suara tawa Xiaowen yang sedang bercanda ria dengan orang lain, khususnya Lay. Tiba-tiba suara Xiumin terngiang di kepalanya.

Seharusnya Lay yang jadi ayah Xiaowen.

 

“Yak! Pergi dari sini, Lay. Kau mengganggu anakku! Dasar tidak ada kerjaan. Lihat! Pipinya basah!” pekik Luhan keras-keras sehingga semua orang melihatinya. Dia tidak peduli. Apa sih yang Lay lakukan? Mengganggu waktunya bersama si kecil, sungguh menyebalkan! Rasanya dia ingin menelepon Tao untuk menyingkirkan si Kutu Lay dari sini.

“Pergi sana! Dasar menyebalkan!” gerutu Luhan mengelap pipi Xiaowen dengan jaketnya.

“Kenapa kau marah-marah begitu?” tanya Lay bingung karena Luhan jadi sangat sensitive belakangan ini.

Selanjutnya si kecil menangis kencang saat Luhan mulai mengelap pipinya yang basah dan kembali basah akan air mata. Dia pusing, sangat pusing hingga kepalanya ingin meledak. Setiap helaan napas lelah yang dia buang sia-sia, ketika Lay menggendong si kecil, menepuk punggung kecilnya…perasaan cemburu menguar di setiap pori-pori kulit Luhan.

“Kau bayar. Aku akan menggendong Xiaowen,” Lay pun pergi keluar dari antrian kasir. Si kecil tampak kembali tenang saat Lay menggendongnya mengelilingi stan-stan kecil di depan supermarket. Bagaimana saat Lay menunjuk permen kapas disana dan Xiaowen terkikik.

Luhan cemburu sampai ubun-ubunnya mau meledak.

Lay tampak seperti figur ayah yang sempurna di mata Luhan. Mungkin itu memang benar, seperti yang dikatakan Xiumin…

Itu membuat Luhan semakin membenci dirinya sendiri.

Mereka berdua pulang ke apartemen mereka yang sederhana dan hangat. Si kecil tertidur di gendongannya. Luhan sebagai ayah yang baik (sedikit menyemangati diri sendiri) menggantikan bajunya, popoknya, menyeka tubuh kecil itu dengan handuk air hangat sebelum menidurkannya di box.

Tidak ada kecupan selamat malam. Tidak ada pelukan hangat. Tidak ada semuanya tidak dilakukan Luhan seperti malam-malam sebelumnya.

Itu karena Luhan merasa sakit hati. Dia berpikir buat apa bersusah payah membuat Xiaowen bahagia jika pada kenyataannya Xiaowen lebih suka bercengkerama dengan Lay. Ini tentu menunjukkan bahwa Luhan memang ayah yang payah dan tidak bisa mengurus anak sendiri.

Dia hanya tahu bermain bola, menonton pertandingan bola, bermain play station dengan Xiumin atau makan ramen bersama teman-temannya.

Luhan lelah. Dia capek.

***

(Malam itu Luhan bermimpi Lay menggendong Xiaowen dan Yuen tidak mengenalinya. Dia menjadi istri Lay dan Xiaowen jadi anaknya. Luhan terbangun dengan keringat membasahi sekujur tubuhnya.)

“Astaga…mimpiku buruk sekali,”

Dan dia membutuhkan Yuen, sekarang.

“Yuen, cepatlah pulang.”

***

Hari bergulir cepat. Lebih cepat dari Luhan memakan semangkuk ramen di pagi hari, terburu-buru berangkat kuliah dan sebagainya.

Hari Rabu mendatanginya dengan cara yang sangat sadis. Alarm ponsel menyala, ribut membangunkannya pagi itu. Luhan tidak cukup tidur. Dia masih membutuhkannya setelah begadang semalam suntuk mengerjakan tugas paper untuk minggu depan dan kini dia harus bangun pukul enam pagi melihat reminder di ponselnya.

PERTANDINGAN SEPAK BOLA! EXO-M VS EXO-K! (yeah, nama yang keren untuk sebuah tim sepak bola. Luhan ada di tim EXO-M mengingat mereka terdiri dari orang berkebangsaan cina. M=Mandarin.)

Luhan mengumpulkan nyawa sejenak dan mempersiapkan segalanya.

Dia memandikan si kecil Xiaowen yang tampak segar pagi itu. Menyusuinya, menggoreng sosis setengah gosong (namun apa boleh buat tetap dia makan) dan mereka bersiap pergi.

Sebelum melangkah keluar pintu, dia bercermin dan wajahnya seperti zombie.

***

“Hei, Luhan, kau seperti zombie!”

Xiumin memperagakan Zombie dan berjalan mendekatinya diikuti Tao dibelakangnya, berusaha mencekik Luhan.

“Hah, apa yang kalian lakukan. Menyingkir dariku,” ujar Luhan malas.

“Hei, ada apa? Kenapa kau lesu seperti ini, Luhan?” Xiumin mengangkat lengan Luhan, menyibak poninya alih-alih melihat kedua bola matanya lebar-lebar, “Kau tidak sakit kan?”

“Tidak, pergi sana,” dorongan Luhan sangat lemah, selemah rumput yang bergoyang tertiup angin.

“Oke, Xiumin, Luhan, Tao, semuanya merapat kesini,” panggil Kris di pinggir lapangan. Inilah hari yang ditunggu-tunggu semua orang. Tim sepak bola EXO-M akan bertanding melawan tim EXO-K. Kini mereka berkumpul disana, sementara Kris sebagai kapten membicarakan strategi bermain.

“Oke, semuanya, dengarkan aku. Hari ini kita akan melawan EXO-K. Ah, jangan pikirkan mereka semua itu. Kau lihat Sehun hanya bisa berlari cepat tapi tidak fokus menggiring bola. Xiumin, kau harus jaga dia baik-baik, jangan sampai dia berlari ke depan gawang dan mendapatkan bola. Dan soal Jongin, dia tidak terlalu pandai bermain bola, namun dia gesit dalam mengelak lawan. Luhan…” Kris menepuk bahu Luhan, “Kau jaga dia.” Luhan pun mengangguk.

“Kris, bagaimana dengan Junmyeon?” tanya Tao sebelum mereka bubar.

Kris mendesah malas. “Hah, sikut saja dia, Tao. Kau dapat menjatuhkannya dengan telunjukmu.”

“Oh, oke!” sorak Tao senang.

(Junmyeon harus berhati-hati. Tsk, tsk, tsk.)

Luhan mengedarkan pandangannya ke arah penonton, dimana Lay yang sedang cedera lutut duduk memangku si kecil Xiaowen di barisan depan. Ada perasaan mengganjal di tenggorokannya melihat pemandangan itu. Lay mencium pipi Xiaowen, meniup telinganya perlahan sehingga anak itu tertawa geli, sederet gusi merah muda terlihat.

Aku tidak semangat, batin Luhan.

Namun dia tetap mendatangi mereka berdua sebelum pertandingan dimulai. Luhan membungkuk menyapa si kecil. “Hai,”

“Hai. Ayah Luhan akan bertanding, ayo beri dia semangat, Xiaowen,” ujar Lay menggoyang-goyangkan tangan itu dan Luhan menggapainya, mengecup kepala berambut tipis Xiaowen sambil berbisik, “Perhatikan ayah. Ayah akan mencetak gol sebanyak mungkin.”

Oh, itu janji yang manis.

Well…

Janji adalah janji.

Mereka terucap di bibir, hanya sebatas kata-kata.

Dua puluh menit pertama, tiba-tiba saja EXO-K mencetak gol dan pelakunya adalah…

JUNMYEON!

“Kau bilang Junmyeon itu lemah. Lihat, dia berlari sampai gawang dan melewati Luhan juga Xiumin dengan mudah!” seru Tao terengah-engah.

“Ya, aku tahu. Entahlah strategi apa yang mereka pakai. Tapi…” Kris bernapas berat dan melirik kearah Luhan. “Demi Tuhan, Luhan, kau tidak fokus! Fokus, Luhan, fokus!”

Bagaimana bisa fokus jika seseorang sedang berusaha menarik perhatian anakmu! Luhan berteriak dalam hati dan semakin memanas ketika melihat Lay dikelilingi gadis-gadis cantik. Dan menggunakan Xiaowen untuk menarik perhatian para gadis!!!

Sudah jelas Luhan cemburu, tapi sekali lagi bukan itu masalahnya. Dia merasa payah dan gagal jauh di lubuk hatinya. Dan ketika inilah satu-satunya yang bisa dia banggakan di depan Xiaowen, justru kini Xiaowen lebih menyukai hal lain.

Game over.

 

Tidak. Permainan belum berakhir sampai disana, karena di babak kedua, tepatnya di menit ke tujuh puluh dua, Xiumin mencetak gol indah dengan sundulan di kepalanya. Skor pun sama. 1-1. Masih ada waktu untuk menang.

Mereka bersorak atas Xiumin dan Luhan hanya bisa tersenyum tipis sembari berusaha mengangkat semangatnya sendiri.

Dia tidak bisa berkonsentrasi, dia berlari kesana kemari sambil mencuri pandang kearah Xiaowen dan Lay (kini mereka membeli popcorn! Ugh menyebalkan!).

Luhan tidak tahu apa yang terjadi, semuanya begitu cepat, dan dia merasakan seseorang menabraknya dengan keras dari depan.

Itu Jongin.

Suara riuh rendah sorak penonton yang melihat kejadian itu. Mereka bahkan mengeluarkan erangan saat Luhan mencoba berdiri dan nyeri di lututnya luar biasa menusuknya.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Kris khawatir. Luhan menggeleng, dia masih dapat berjalan.

“Penalti!!!” Chen berteriak. “Luhan jatuh di depan gawang karena Jongin!”

Semuanya menahan napas seketika. Wasit dikerubungi oleh para pemain. Tidak lama kemudian, wasit menggelengkan kepala saat Jongin mencoba menjelaskan apa yang dia lakukan. Sang wasit menunjuk tim EXO-M. “PENALTI UNTUK TIM M!”

Luhan melongo. Xiumin mengguncang-guncangkan tubuhnya dan Kris segera memutuskan siapa yang akan menendang.

“Luhan, kakimu tidak apa-apa?”

“Aku baik-baik saja,” jawab Luhan walaupun nyeri di lututnya belum reda.

“Kau bisa melakukan penalty ini?”

Dia tidak yakin.

Luhan menggigit bibir, ragu melingkupinya seraya dia kembali melirik kearah Xiaowen yang kini memandangnya. Luhan menarik napas dalam-dalam. Mungkin dia bisa mencobanya.

“Ya, aku bisa.”

Bola terasa sedikit berat di tangannya. Luhan meletakkannya dititik putih. Sang penjaga gawang, Park Chanyeol, tampak bersiap menangkap bola tendangan Luhan. Dia tidak akan membiarkan EXO-M menang. Itu pasti…sekaligus membuat Luhan takut. Sosoknya yang tinggi itu tentu dengan mudah menangkap bola.

Aku pasti bisa. Luhan menyuntikkan sedikit hasrat padanya.

Tunjukkan pada Xiaowen kau tidak payah.

Kau tidak gagal. Kau lebih tampan dan lebih lucu daripada si comical boy itu. Batin Luhan terus mengoceh sementara matanya menerawang titik yang mungkin Chanyeol tidak perhatikan. Sudut kiri gawang kah? Sudut kanan bawah kah?

Sebelum peluit berbunyi, samar-samar Luhan mendengar suara tangis anaknya yang melengking tinggi, suaranya yang khas dan ringan, suara yang sering Luhan dengarkan saat pagi hari, malam hari mengganggu tidurnya. Suara yang jadi alunan lagu pengantar tidurnya beberapa bulan belakangan ini. Suara yang cempreng, tapi tak sekali pun Luhan membencinya.

Prrrrriiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttttt………

 

Konsentrasinya pun buyar, terpecah antara dia mencari-cari sumber suara itu sambil menendang pelan bola di depannya. Tak peduli lagi karena dia tak pernah mendengar Xiaowen menangis sekeras itu. Tak peduli apakah sehabis ini dia akan dibunuh anggota timnya. Luhan TIDAK PEDULI!

“Xiaowen…”

.

.

.

.

.

.

.

“GOOOOOLLLLLLLLLLL!!!!!!!!!!!!”

Baru saja Luhan menemukan sosok Xiaowen disana, tiba-tiba semua orang berlari menutupi pandangannya, memeluk Luhan sampai-sampai dia tidak bisa bernapas.

“Gol, Luhan! Kau berhasil memasukkan bolanya! Kita menaaaannnnggg!!!” teriak Xiumin gembira.

“Benarkah? Aku…” Luhan tidak percaya, masalahnya dia bahkan tidak bermaksud menendang bola itu dan ini tidak masuk akal! Tapi…apa? Dia berhasil mencetak gol??!!

Hal yang langsung terpikir di otaknya adalah…


Apakah Xiaowen melihatnya?

 

Luhan keluar dari kerumunan itu dan berlari mengelilingi lapangan. Dia berhasil, dia berhasil! Dia berhasil menunjukkan bahwa dia sama sekali bukan ayah yang payah.

Maka itu Luhan pergi ke barisan depan penonton, ingat bahwa tadi Xiaowen menangis namun kini si kecil berhenti dan matanya yang berair menatap Luhan berlari kearahnya.

Luhan mengangkat Xiaowen tinggi-tinggi dengan perasaan senang. “Xiaowen! Kau lihat ayah tadi? Ayah mencetak gol untukmu!!”

Xiaowen tertawa, terkikik senang sembari Luhan melayangkannya diudara, menggoyangkan tubuh kecilnya, dan mencium hidungnya penuh sayang, lalu dia membawanya ke tengah-tengah lapangan untuk merayakan kemenangan ini bersama.

Dia menerima piala di sebelah tangannya, dan satu tangan yang lain menggendong anak kesayangannya, Xiaowen. Apalagi yang lebih bahagia dari ini??

Kemenangan ini tentu sangat manis!

“Hei, Luhan, kau mau ikut kami ke restoran Chen? Ayo rayakan bersama kemenangan kita,” ujar Kris. “Kau yang membuat EXO-M menang.”

Luhan tersenyum sambil membereskan barang-barangnya sementara si kecil menguap di bangku penonton. “Tidak, mungkin kapan-kapan saja.” Aku ingin merayakannya bersama Xiaowen. “Hari ini Yuen pulang dan aku harus di rumah menyambutnya.”

“Oh, oke. Terserah saja. Tapi terima kasih telah bermain bagus hari ini.” Kris menepuk bahunya dan membelai kepala si kecil sebelum mereka menghilang, tinggalkan Luhan berdua saja dengan Xiaowen di lapangan hijau itu.

Luhan berjongkok di depan anak itu, tersenyum lebar hingga ingin merobek wajahnya sendiri. “Ayah hebat kan, Xiaowen?”

Xiaowen hanya diam saja. Tapi Luhan bisa merasakan betapa hangatnya wajah itu dan Luhan tidak tahan jika Xiaowen menangis.

“Kau jangan menangis saat ayah akan menendang, Xiaowen. Ayah hampir tidak bisa mencetak gol karena tiba-tiba kau menangis seperti itu,” katanya sedih, mencubit pipi merah mudanya. “Kenapa kau menangis tadi, hmm? Apa paman Lay menyakitimu, mencubitmu? Oh, orang itu benar-benar, aissshh…”

Luhan berjanji akan mempermasalahkan hal ini dengan Lay besok…atau mungkin tidak.

Yang penting kini dia bersama Xiaowen dan Luhan tidak merasa payah sepenuhnya.

“Katakan ayah keren. Katakan ayah lebih imut darimu, hmm…” rajuk Luhan manja dan berakhir menggendong si kecil, berjalan keluar lapangan. Hari mulai sore, Luhan lelah, Xiaowen mengantuk, Luhan berjalan sedikit pincang, tapi itu tak masalah selama ini masih dalam perayaang kemenangan yang manis.

“Itu namanya teknik tendangan semangka, Xiaowen. Kalau Beckham punya tendangan pisang, ayah punya tendangan semangka. Keren kan?”

(Hah…apa lagi itu, Luhan?)

***

Luhan baru ingat malam ini ada pertandingan antara Manchester United dan Liverpool. Luhan memakai baju nomor 14, Chicharito; memasak popcorn, sosis, merobek snack kecil yang dia beli kemarin,dan secangkir teh hangat untuknya, lalu sebotol susu untuk si kecil Xiaowen.

Mereka berdua bersantai di sofa. Rumah cukup berantakan, tapi apa peduli Luhan. Dengan kompres di lututnya, si kecil Xiaowen di pangkuannya. Mereka sudah mandi, wangi, dan melepas rasa lelah mereka.

Tidak lama kemudian, pintu depan terbuka.

Yuen pulang.

“Luhan?”

“Ya, sayang. Kau sudah pulang?” sahut Luhan tidak mengalihkan pandangan dari teve.

Yuen datang menghampiri mereka, wajah lelah dan blazer berbau pengharum mobil taksi yang khas. Wanita itu mengecup pipi Luhan dan membelai kepala Xiaowen. Keduanya tidak bereaksi, tetap menonton.

“Dasar laki-laki,” gumam Yuen tersenyum, melepaskan tasnya dan pergi ke dapur.

“Sayang, aku lapar. Bisakah kau memasakkan sup kimchi?” pinta Luhan.

Tidak ada suara.

“Yuen?”

.

.

.

.

.

“LUHAN, APA-APAAN INI? DAPUR BERANTAKAN, KAMAR XIAOWEN HANCUR!!! APA KAU TIDAK MEMBERSIHKAN KAMAR MANDINYA! APA YANG KAU LAKUKAN SELAMA AKU PERGI??!!!”

Luhan menatap Xiaowen, saling bertatapan beberapa detik,  menelan ludah gugup.

Luhan tahu apa yang harus dia lakukan.

“Pura-pura tidur, Xiaowen. Sebelum ibumu membantai ayah dan tidak memberimu susu lagi.”

Luhan menutup mata, memeluk Xiaowen…

Sebongkah bayinya…

 

A bunch of baby.

 

THE END

A/N:

Huaaaa aku cinta Luhan dan anaknya /buangyuen/ haha >.<

Bagaimana, bagaimana?? Cukup absurd-kah ‘tendangan semangka’ itu? Ya ampun, Lulu…kalo Beckham mah emang keren tendangan pisangnya, nah Anda…

Dan kenapa disini aku bikin si Luhan jadi bapak pemain bola, yap! pertama karena Luhan suka bola, kedua…aku suka aja deh ngeliat para pemain bola kalo abis nge-golin terus keliling lapangan sambil buka baju dan ada gambar muka anaknya disitu…

Awwwwhh, it’s kind of sweet daddy, you know >.<

Oh, ya…sepertinya ini adalah A Bunch of Baby yang terakhir, karena ingatkah kalian aku hanya bikin tiga aja atau…

Mau nambah lagi?

It’s up to you /sebar kuesioner/ hahaha >.<

Silahkan di respon dan maaf ya, aku ga bisa lama-lama disini karena hari ini ulang tahunnya si D.O, aku mau pergi dulu kesana party-party sama dia /digorengKai/

Bye, bye…

Ada yang mau titip salam buat D.O atau kalian juga pergi kesana?? wikikikik~

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

130 thoughts on “A Bunch of Baby [Luhan “The Cutest Appa”]

  1. KYAAAAAAA~
    Tebakanku bener! Tebakanku bener!
    Luhan ini beneran Luhan..
    walaupun kmrn agak terpengaruh ama Kris, tapi dia juga muncul dan sempet bilang sama baby-nya Lulu..
    “Tumbuh yang tinggi, nak.”
    Kris memahami betapa mungilnya ayah sang baby~
    masih kena euforia ‘tebak bener’ ini..
    Selain itu tebakanku juga bener klo ‘a bunch of baby’ kali ini berhubungan sama bola~
    terima kasih buat cover lucunya yg udah jadi clue yg menarik..

    kembali ke Luhan..
    Tadinya mikir ‘Ini Luhan jadi bapak, galak amat..
    baby ny umur berapa bulan, itu cuma bisa ngeliat polos sambil nangis.. lucunya ngebayangin tu baby dikelilingin cowo2 ganteng pemain bola.. Yaa, walaupun baby ny cowo juga..
    tapi yg bener aja, rada sebel sama Luhan yg rada kelewatan sama babynya..
    tapi kasian juga.. dia pasti tertekan banget yaa.. yg sabar Luu~

    paling suka bagian yg GOL tadi… disitu rasanya puas banget..
    fakta Luhan sayang banget sama anaknya..
    dan mereka kompakan malamnya nonton bola!
    ahh~ itu bagian yg ‘manis’… ^^

    Ayoooo~
    author-nim lanjut ‘A Bunch of Baby’ nya dongg..
    penasaran gimana kalau Baekhyun yang jadi ayah..
    atau kopelnya si Luhan /toel thehun/
    trus si Kris juga boleh deh..
    ehh Dio jangan lupakan Dio~~

    jadi….
    semangat lanjutin ff ‘A Bunch of Baby’ series yg lainnya yaa author-nim.. sama ff2 lainnya!😄 hwaiting!

    1. hahahaha kamu dapet seratus deh kalo gitu dan bonus Xiaowen hahahaha😀
      bakakakak, woah aku baru nyadar si Kris bilang gitu ada maksudnya toh hahaha😀 ya ya ya Kris benar-benar memahami yaah😀
      hihihi iihhh kamu pinter deh, aku jadi seneng…iya itu cluenya udah bener-bener keliatan kalo ada bola, pasti ada Luhan😀

      hahaha Lulu bapak yang imut sekaligus galak ya sepertinya hehehe😀
      abisnya gak lucu aja kalo dia jadi bapak yang super perhatian, secara dia masih bayi juga kan( hah?) hahaha becanda ya lulu
      tapi itu emang syndrome sepertinya, aku pernah baca di internet, biasanya bapak2 muda suka stress dan tertekan di umurnya yang muda udah punya anak hahaha

      hihihihi itu gol yang manis untuk Xiaowen deh😀
      aku suka juga bagian itu dan aku sambungin ke cover deh ceritanya, mereka nonton bola bareng2 (dasar bapak sama anak sama aja)
      hehehe

      waaaahhh iya iya, tenang aja kok aku bakalan buat mereka semua hehehe😀
      mereka bakalan jadi bapak super buat anak2nya dan eummm kalo kamu jago, kamu pasti bisa nebak siapa yang bakalan jadi bapak sehabis ini (bahahaha mungkinkah?)
      tapi selanjutnya aku bakalan ceritain a bunch of baby yang beda dari yang lain hehehe😀 so stay tune dan TERIMA KASIH UNTUK TRANSFER SEMANGATNYA YAAAHH!!!

      HADUUHHH AKU JADI PENGEN CEPET BUAT NIIHHHH ;D

  2. aku gasuka luhan main bola >..< aku setuju sama xiumin, harusnya lay aja yang jadi suaminya yuen, biarkan luhan bersamaku /tamparaku/ dan jgn jealous dong bang.. titipin aja xiaowennya sama aku, dijamin aku pasti bakal bikin dia tambah nangis-_- dan aku rasa luhan lebih unyu dari xiaowen😄
    aku ganyangka kakak bakal bikin yg luhan version🙂 ini keren, ciyus.. panjang dan unyu :3 /tepuktangan/ like like like it… lanjutkan lagi kak, jangan cuman bikin tiga-_- #maksa

    1. waduuuh j-jadi kamu itu Yuen istrinya Luhan?? hahaha😀
      iyasih si Xiumin yang suka main bola juga hahaha😀
      waahh jangan dong, Xiaowen kan anaknya lucu banget, jangan buat dia nangis haha🙂
      aah kamu mah emang demennya sama Luhan makanya bilang dia lebih imut, tapi kamu buat Luhan seneng deh kalo begitu haha😀
      hahah emang ini surprise banget yah? padahal jujur aja ya, a bunch of baby yang pertama harusnya luhan, tapi karena kai lebih pengen ku bully jadi ya dia duluan, dan luhan ke-tiga /pukpukluhan/ haha

      hahaha, jarang ya aku bikin fic panjang🙂 abis aku baru ada waktu siiihhh buat nulis yang panjang ;___; dan sukurlah kalo kamu suka sama yang satu ini hahaha😀

      okeee aku akan membuat semua member🙂

      MAKASIH YAH UDAH BACA😀

  3. Kyaa, gak nyangka ternyata Lu ge yg kebagian jatah jadi appa kkk~~~
    Aduh hampir semua moment aku suka, mulai dari Lu ge yang sewot gegara ditinggal Yuen, terus kuliah sambil bawa Xiaowen, belanja, dan main bolaaa, astaga bener-bener bikin ngakak.
    Keren deh ini pokoknya😀
    Lima bintang buat Eonnie😀
    Eh, mau dong kelanjutan ff ini, gimana kalau Chanyeol pa???
    Ayolah Eonnie😉

    1. hahaha jatah bergilir ya maksudmu haha😀
      emang ronda…hahaha
      wah terima kasih udah menyukai semua momen disini, aku juga suka lah hehehe😀

      l-lima bintang??? O.O WUAAAHHHH TERIMA KASIH YAAAHHH AH RA!!! SUMPAH SENENG BANGET HEHEHE

      oke aku akan melanjutkan semenjak mengingat mereka semua harus jadi bapak2 keren hahah😀

      chanyeol? waduuhh banyak yah yang minta dia, Kris, sama lay ckckckck…

      TAPI MAKASIH YYYAAAA😀

  4. yah…….
    nambah dong,nambah
    ini keren author,masa mau berenti,tambahin satu lagi ya….#puppy eyes#hoekkss
    Chanyeol kayaknya keren tuh,”Creepy Appa,matanya mengawasimu”
    Please…..thor….

    1. mau nambah yaaa? ini fanfic lho bukan makanan hahaha #digampar

      eummm gabakalan nambah satu tapi….

      SEMBILAN LAGI!!! senang kan? /maksa/
      hahaha
      Chanyeol appa? eummm nanti dia pasti kena kok, makasih yah udah baca hehehe😀

  5. Eonnie! ^^
    Aku suka banget sama yang ini.. ^^
    Luhan kayaknya terlalu imut deh jadi ayah.. -_-”

    Eonnie.. Ayo lanjutin dong .. A Bunch Of Baby-nya.. Jangan berhenti sampai sini aja. Aku masih pengen baca A Bunch Of Baby , dengan cast member exo yang lain selain ke tiga appa itu.

    A Bunch Of Baby yang lain ditungguuuuuu… ^^

    1. waaahhh makasih oliv udah baca dan terima kasih juga untuk ‘suka’nya hehehe😀

      yap, tenang ajah, aku bakalan ngelanjutin sampe kedua belas orang ini jadi bapak-bapak kok hahaha
      okeee😀 tunggu aja yah fic baby yang lainnya😀

      MAKASIH OLIV!!!

  6. Luhaaaaan appa :))))
    Demi apapun, begitu baca email dan ada notifikasi dari blog ini tentang A bunch of baby, dan cast nya Luhan. Megan langsung kabur kesini dan mengabaikan “sesuatu” haha parah…
    Ceritanya seperti biasa lucu dan kocak🙂
    Luhan jadi appa? hahahay >,<
    Cemburunya sama Lay pula…
    Pasti kesel lah kalo anak sendiri keliatannya lebih suka sama orang, apalagi itu temen sendiri -__-" tragis pokoknyaaa
    Seru, seru🙂
    Pasti wajahnya Xiaowen lucu bangeeet🙂
    Boleh tuh unn, ada A bunch of baby series lagi…
    Kalo castnya Kris kayaknya bakal lebih tragis lagi ya? orang gendong bayi aja dia takut…ahaha😛

    1. iyaaaahhh Luhan appa (eh kok ikutan manggil appa)😄
      heeeiii kamu, hayo kamu lagi ngerjain tugas ya dan langsung lari kesini, hmm?? ayo ayo kerjain dulu tugasnya baru baca, sayuurrr (maksudnya: sayang) hahaha

      muehehe, gagal gak sih ini megan? aku kok merasa seperti itu yah? soalnya jujur aja A bunch of baby tuh cast pertamanya luhan dan tiba-tiba berpindah ke Kai malah (hailaahhh –“)
      hahaha dia jeles gitu sama Lay dan Xiaowen, kenapa tega padahal punya appa super oke gituuuhhh hahaha

      hehehe iyaaahh aku mau melanjutkan fic ini kok😀
      ga rela kan masa cuma tiga yang kena hahaha😀

      Kris? wah banyak yang minta kris nih, kalo aku bikin dia, berarti dari M lagi dong ya hmmm…coba nanti saya pikirkan lagi deh ya😀

      MAKASIH MEGAAAANNNN!!!:D

      1. Eh, hehehe😛
        Abisnya jenuh banget sih sama “tugas” itu…haha
        Engga gagal sih, cuma kayaknya kalo Luhan berwatak keras kayak gini rada aneh ya? Luhan emang pas sih jadi appa yang canggung, dan narsis (dia bilang dia lebih lucu dari anaknya yang pasti imut itu?!) tapi kalo jadi apa yang suka marah-marah… Yah, people change because of something right?
        Eniwey, ini gak gagal ko.
        Luhan itu gak seimut yang dibayangin kan ya, people always like that…
        jadi ngebayangin secanik apa istri luhan ntu…hehe
        Intinya, Luhan kena batunya… :p
        Ia aku mendukung sekali unn, a bunch of baby, diterusin, apalagi kalo casnya pria-pria yang sekiranya aneh kalo dijadiin appa. hhihihi🙂
        Tapi biasanya sih kalo udah passss abnget jadi appa kayak Kyungsoo gitu misalnya, malah masalahnya bisa lebih tragis lagi kan?hehehe😛
        Just my opinion eniwey…🙂
        You know this better…🙂
        Oke keren🙂

      2. huaaaaaaaaa /pelukmegan/ jujur aja kalo nulis satu tulisan terusnya sempet berenti di tengah jalan tuh biasanya suka gagal gitu karena jujur aja aku sempet pengen ganti cast dan pindah cerita, tapi tapi ini Luhaannn~ T.T aku pengen buat dia T.T
        dan iya sih, aku suka membelokkan fakta dimana orang sekiranya ngeliat dia tuh nyangka dia cute padahal kalo jadi bapak-bapak serem juga hahaha
        jadi intinya…sebenernya aku gak pede aja ngepost ini, tapi yasudahlah…aku akan menebus kesalahan di fic a bunch of baby selanjutnya hehehe🙂

        dan megan, jangan sungkan-sungkan ya kalo ngasih comment pedes sekali pun biar aku ketendang dan sadar gitu, kadang-kadang kan aku suka gimana gituuuhh kalo nulis T.T
        oke deh, terima kasih cantik untuk komennya😀
        dan Kyungsoo…haaaaah saya ga tega ngapa2in dia lah secara dia sangat lovable dan adorable, dia pasti jadi bapak2 normal kok….hahaha

      3. Ya bener, pasti nanggung banget ya ganti cast di tengah cerita…
        Luhan itu rada sulit sih dijadiin cast, sifat aslinya gak ketebak ia kan? hihihi😛
        Oke unn, sekarang aku gabakal sungkan-sungkan ngomentarin karya-karya unnie deh…kekeke
        Sama-sama unn🙂
        Ia ya, Kyungsoo tuh kayaknya udah paling “bapak normal” diantara semua,, huhu. Coba aja keliatan cela nya, hehe😛

      4. memang sulit banget dan aku menggalau berminggu minggu jadinya hahaha
        iyaaa bener, jangan sungkan-sungkan yaaah, aku kan bukan orang yang pro, butuh masukan dan biasanya masukan reader itu bener2 bikin semangat loh dan mengkoreksi tulisan :)\
        waaaaaa kalo Kyungsoo jangan, entar aku digebukin penggemar Kyungsoo karena bikin dia jadi bapak super cela hehehe /peluk kyungsoo/

    1. yap, mereka itu sangat amat rempong yah kalo jadi bapak wikikikk:D
      junmyeon? yup nanti ya, tungguin aja, aku bakalan buat kok hehe😀
      kamu jadi anaknya O.o oohh oke, kamu boleh nyumbang buat nama anaknya deh hehe😀 mau?

      makasih ya udah baca😀

    1. iyaaaa yeayy Luhan yang jadi Appa😀 gimana gimana? bahagia? ehehe
      sehun? awwwhh sedikit ga tega ya mau bikin dia, abisnya entar kasusnya sama kayak si Luhan lagi, adu lucu sama anaknya hahaha😀

      tapi makasih banget lho udah baca🙂 nantikan a bunch of baby selanjutnya yah🙂

  7. Asek xiaowen php sama luhan❤ (?)
    wkkwkw ffny manis bgt oniee~ kliatan luhan masih anak2 bgt. masih suka cemburu, ngeluh2~ wkkwk.

    Btw pengen liat Lay punya anak ._. Doh gege tamvan *-* Sehun lgi pasti lawak.

    Sehun cadel with him baby❤ look like cool bear and sweat baby❤

    1. hahahaha bisa gitu ya PHP-in bapaknya wikikikk :3
      yah namanya bapak muda, mungkin suka ngeluh2 itu hal yang wajar kali ya /soktau/ wikikik

      Lay? oke nantikan aja ya, banyak yang minta Lay ini haha😀
      sehun?? aduh rada ga tega gimana gitu yah sama si dedek yang satu itu wikikik…tapi tenang aja, entar dia kebagian kok #eh

      okeeey, nantikan aja ya a bunch of baby selanjutnya😀 makasih udah baca😀

  8. lucu + terharu..
    tapi lebih mendominasi lucunya siih..
    ngakak aku baca ini..
    tendangan semangka? author terlalu kreatif ckck.
    well, figur lay itu udah menunjukkan kalau dia bapak yang baik,
    sementara luhan enggak.,.
    *yang sabar ya lay oppa.
    tapi aku suka karakter Xiumin oppa.. kocak. ^^
    pokoknya author keren deeh.. ^^

    1. hahahah makasih ya udah baca yang ini dan…tendangan semangka itu, beneran aku gatau mau nyebut itu apa jadi semangka aja deh…daripada tendangan elang kan ya(?)
      hahaha itu Lay sepertinya bakalan jadi bapak yang adem ayem dan gak serusuh si Luhan hahaha
      Xiumiiiinnn!!! wah dia kalo jadi bapak enggak bakalan nyuruh anaknya diet kali ya hahaha

      makasih ya udah baca dan untuk komennya hihihihi😀

  9. my baby my princess jadi bapak tidaaaaakkkk… ga bsa gtu dong ntar keimutan babynya kalah saing ama bapaknya haha -dijambak xiaowen-
    tp ya ampuuuun beb kamu tuh ya bnr” bapak yg pyah.. udh lah ga cocok jd bapak cocoknya jd baby’y #eh hahaha
    frustasi bnr lah bacanya…
    xiaowen gtu kna dia ga mau kalah saing ama bapaknya.hoho
    yixing itu type suami idaman.. betul.
    yixing itu type bpak yg pngrtian, betul.
    yuen nikah sama yixing aja,setuju hahahaha
    berkat tendangan maut ala luhan hati xiaowen luluh bgtu sja.. hoby mycyg suka bola emang ga sia” beb.. haha

  10. oh God~ Luhan terlihat sangat tersiksa cmn gegara “sebongkah” bayinya, tapi lucu! terutama tendangan semangka itu, aku msh membayangkan seperti apa tendangan semangka itu, ummmm… :3
    ah, ya! Luhan itu menelepom Yuen kan? dia memekik gaje padahal lagi mau nidurin Xiaowen, pantaslah anak itu nangis lagi -_- oh, Babo Luhan u.u
    lalu… aku msh meragukan Luhan itu ayahnya Xiaowen, soalnya faktanya Xiaowen lbh bahagia(?) bersama Lay ketimbang Luhan yg kerjanya cmn curhat sama baby yg msh blm punya gigi dan gak bisa bicara. oh, lihatlah! Luhan sangat aneh, aku berharap Xiaowen gak seaneh bapaknya entar u.u *eh
    uhm… apalagi yah? Oh iya! di sini Yuen lbh tua kah? atau Yuen kuliah sambil kerja atau dia gak kerja?

  11. MUPENG PAKE BANGET PAS BACA FF INI!😄
    kak! tanggung jawab gara2 ff ini ntah kenapa aku jadi pengen nikahin abangku sendiri(?) T.T /dimuntahinluhan/
    as usual, it’s cute!❤
    sukaaaaaaa banget sama karakernya luhan di ff ini ;~; /mimisan/
    aduh tapi itu yuennya kok err–cuek? ya, semacam itulah –_– pengen banget nabok itu orang /ditabokyuen/

    hng okeeh, aku mau sharing bagian2 favoritku huahaha /ketawanajongbarengsehun/ /tiarapsebelombarbelmelayang/

    Ada jeda cukup panjang sebelum Yuen berbicara. “Sudah?” tanyanya cukup sabar mendengar keluhan, curahan hati Luhan yang panjang di malam hari seperti ini. <— weks! kalo fai ada di situ, fai pasti bakal ngeremukkin mukanya yuen /dijitaksekampung/ gak berperasaan banget kalimatnya yang itu ;;;;;;;;; /lhoinikenapadeh/
    okey, aku gereget banget sama bagian itu kkk

    huahaha xiaowen kecil jadi pusat perhatian di kampusnya luhan ya?😄
    kebayang banget itu pas member exo lainnya gamau ngegendong xiaowen kkk~
    TAPI KENAPA LAY DI SINI SWEET BANGET ASDFGHJKL DEMI APAAAAAHHHHH FAI KEPENGEN BANGET PUNYA SUAMI KAYAK GITU ;;;;;;;;
    oke aku tau ini plinplan, sblmnya aku bilang pgn nikah sm luhan tapi akhirnya bilang pgn punya suami kayak lay😄 /dihajar/
    tapi, sifatnya lay bener2 sweet banget! keayahannya itu pas sama mukanya yg kayak emak2(?) /lho/ /salah!!!/
    pas luhan nyuruh xiaowen minum susu sehari tiga kali itu emang kejam banget .-.
    ayah macam apa dia itu.. eh–tunggu, luhan bukannya rusa china ya? O.O /ditabok/

    'exo-k' vs 'exo-m'?
    yah, walaupun itu nama grupnya mereka, ntah kenapa aku malah mikir gini loh kak :
    exo-k = exo kawin(?)
    exo-m = exo menikah(?)
    /PLAK!!!/ /gapentingfaisumpah/ XDXDXD

    “Perhatikan ayah. Ayah akan mencetak gol sebanyak mungkin.” <—ntah kenapa aku terharu banget baca ini fufufu :') untuk ukuran seorang ayah seperti luhan(?) itu bener2 janji yg awwwwhhh sweet banget ;;;;;
    tuhkan aku jadi bener2 kepengen nikah sama luhan ;;;;;;; /seretluhan/ /diterjang/

    OKESIP FAI BISA NGERASAIN APA YG DIRASAIN LUHAN PAS NGELIAT ADEGAN(?) LAY SAMA XIAOWEN ITU HUHUHUH YANG TABAH YA BANGGGGGG MUNGKIN ANDA KURANG BERUNTUNG(?) ;;;;;;;
    SUKA BANGET SAMA BAGIAN LUHAN NGEGOLIN ITU! ADUH KAK AKU DEG2AN SENDIRI PAS BACA BAGIAN ITU AAAAAAAAAAAAAA SUKA BANGET SERIUSAN DEH❤
    SUASANANYA PAS! PENGGAMBARAN SITUASINYA DAPET BANGET DAN AKU SEOLAH2 LAGI NONTON LUHAN MAIN BOLA BENERAN ;;;;;;;;; DUUHH FEELNYA DAPET BANGET FUFUFU❤
    AAAAAAAHHHHHHH IKUT TERHURA–EH TERHARU PAS ADEGAN ITU :')
    LUHAN SO SWIT ARGH GAMAU TAU AKU KEPENGEN PUNYA SUAMI KAYAK LUHAN, TITIK PLUS TANDA SERU(?) /lho/ /dijewerdio/

    ngakak gaberenti2 pas luhan bilang itu tadi tendangan semangka😄
    wakakak! absurd banget sumpah!
    kak, kenapa harus tendangan semangka?😄
    adoooohhh luhan tendangan semangkamu itu ngga keren banget cius deh, orang golnya aja kebetulan banget gitu kok😄 /kejedotgerobakmiayam/ /benjolsegedesemangka(?)/

    “Pura-pura tidur, Xiaowen. Sebelum ibumu membantai ayah dan tidak memberimu susu lagi.” Luhan menutup mata, memeluk Xiaowen. <—TOTALLY LLLLLLLLOOOOOOOOOOOOVVVVVVVVVVVVEEEEEEEEEEE THIS SCENE UNTIL WHENEVER! ITU CUTE PARAH! CUTE OVERLOAD! BAHKAN LEBIH CUTE DARI DIO(?)😄
    HIAAAAAAAA NGEBAYANGINNYA BIKIN AKU MABOK SENDIRI KAK HUAHAHA😄 /mulutberbusa/ /sakaratulmaut(?)/

    kak.. kak.. kak..
    suka banget sama ff ini seriusan T.T
    lope lope banget! ff terfavorit aku! sumfeeehh list ff favorit aku nambah lagi dan ff ini ada di urutan PERTAMA! O.O
    uhh, bukan karena luhan, bukan /ditendangluhan/
    tapi karena kak dira hebat banget dalam ngebikin ff ini!
    ffnya bener2 berasa idup banget, nyata banget!
    bumbu(?) fluff family nya berasa banget❤ suka banget sama dua genre itu!
    kata2 yg kak dira pake di setiap ff itu bagussssssss banget! bikin aku keterusan buat ngebacanya (y)
    bahasanya gak bertele2, gampang buat dicerna jadi aku enjoy banget ngebacanya😀
    dan aku semakin suka sama ff2nya kak dira! bener deh gabosen baca ff2nya kak dira😀 /modus/ /gombal/ /eaaakkk/ /ditoyorkakdira/
    aku gatau lagi kak harus ngomong apa buat ngungkapin betapa cintanya aku sama ff ini❤
    yang pasti, AKU SUKA BANGET SAMA FF INI! ^^
    LOVE YOU TO THE MAX, KAK! and also your fanfics too kak😀

    P.S. : GARA-GARA FF INI AKU JADI PENGEN BURU2 BACA SERIAL ABOB VERSINYA DIO KAK HUAAAAAAAAAAHAHAHAHAHA /ketawajahanam/

  12. Lulu ge and Xiaowen, kyaaaaa they’re too cute >< jadi senyum senyum sendiri bacanya. Luhan lucu banget, cemburu kalo anaknya seneng seneng sama orang lain. hahaha. tapi sempet prihatin juga pas dia galau. kasian
    jadi penasaran kalo Sehun yang jadi appa.

  13. Luhan kayaknya nafsu banget saingan ke-imutan sama anaknya tuh di bagian akhir,,kekeke🙂 …
    Gak bisa bayangin kondisi dapur,,kamar dan bagian rumah lainnya,,sabar ya Yuen begitulah suamimu #pukpukYuen…
    Kayaknya dari semua series ABOB Kris yang paling dewasa deh,,author-sshi,,buat yang versi sehun juga dong #ngarep😀

    1. iyaaa hehehehe aku bakalan buat semuanya, duh doain bisa ya hahahaha
      makasih loh udah baca dan komen❤ IYA PASTI SI BAEKHYUN DIBIKININ hahahaha /caps ke wushu tao/ maap

  14. Luhan ini tipe” bapak yang agak somplak, kalo lagi kekanak-kanakan keterlaluan, kalo lagi cemburu juga keterlaluan, apa”an coba smpe mikir klo buat apa brusaha bkin anaknya bahagia kalo anaknya lbh seneng sma org lain ==”,
    tapi justru itu sih yg buat dia kliatan bener” sayang sama anaknya.. Suka..suka..

    Nice ff authornim.. Kkk😀

    1. hahahaha apaitu tipe bapak yang somplak? kasian amat T_T ah, ya itu emang keterlaluan sih yang jeles jeles itu, masa sama temen sendiri jeles muahahaha
      ya tapi itulah bentuk kasih sayangnya ke si kecil Xiaowen muehehehe

      okeh makasih ya udah baca dan komen❤

  15. Smvh ffnya keren banget, aku suka😀
    Tapi, aku penasaran. Lulu kan masih kuliah kok dia udah punya anak?
    Masa lulu cemburu dengan lay si? Kan lay teman baikmu lu~ -..-
    Kasian banget lulu, udah cape habis maen bola, ngurusin xiaowen tapi masih aja dimarahin gara2 belum sempet memberesin rumahnya😀

  16. huaaaaa, Luhan bener-bener ayah yg manis, hua hua *histeris
    dan itu aku triak-triak sendiri pas Kris bilang “tumbuh yg tinggi, nak.”, ada banyak arti dari kata-kata ini, awalnya aku menganggap Kris jiwa kebapakannya keluar trus aku langsung ketawa gulung-gulung pas menyadari kalo Luhan itu mungil😄
    dan aku kasian ama Lay kena imbas Luhan yg lagi PMS😄
    sumpah kalo Luhan pas sensitive itu sesuatu banget, hua hua :3
    aku pengen jadi Xiaowen kalo gitu -w-
    meski punya ayah yg abnormal, tp bahagia banget :3
    dan aku bisa ngerti gimana stres-nya Yuen ngurusi dua bayi, astaga😄
    neomu neomu johae sm a bunch of baby buatan Dira eonni :3
    hidup Diraddicted ‘-‘)9 (?)

  17. Annyeong, aku readers baru dan aku suka Luhan, wkwk ..
    Luhan gak gagal kok, aku malah pengen punya Appa kayak dia .. Dia selalu berusaha buat kebahagiaan anaknya dulu dan itu bener2 bikin aku terharu ..

    OK, keep writing ^^

    1. halo littlegameseo😀 selamat datang ya /ngalunginbunga/

      hahaha kalo aku malah pengen punya pacar kayak gitu #eh #salahfokus
      ya, dia kind of appa yang sweet sebenernya hehehe😀

      okeh makasih udah baca dan komen ya❤

  18. haiii thor i‘m new reader here….
    aku suka baca ff ini…bahasanya sderhana jadi.mudah dipahami dan ceritanya keren…!!!

  19. A-yoo !
    Aku reader baru nih, mau kenalan sekalian ngabsen gitu😀

    Suka bgt sm ff-nya.
    Cara penyampaiannya ga ribet dan bertele-tele, jd bacanya ga kerasa udah abis aja. Ringan tp cerdas, bener-bener like bgt deh😄

    Okesip, mau lanjut ngubek2 ff yg laen dulu.
    Buat athornyo, ☺☀SE♏ANGAAT☀☺‎​ !!

  20. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! KEREN!
    Luhan kasian, baru kuliah udah ngurusin anak -__-
    tapi aku malah ngakak ngebayangin luhan bawa-bawa bayi kekampus😄 #plak
    pasti Luhan kerepotan sangat. #ketawanista
    terus waktu luhan cemburu ama lay. hahaha, nasib luhan tambah miris. anak sendiri malah lengket dengan orang lain. #ketawalagi #dibakarluhan
    aaaa, pokoknya sukalah, ffnya keren. biasanya aku gak terlalu suka kalau mereka dipasangin ama OC. tapi untuk blog kaka ada pengecualian, walaupun ama OC atau dgn member GB lain aku tetep mau baca!😀
    boleh request kaka? bikin Baekhyun jadi appa.😀
    mian banyak maunya. salam XOXO

  21. jadi masalah Luhan itu dy ga pede gitu yah…
    ckckckck.. mungkin Lay nge-gendong Xiaowen-nya lembut.. pas gitu makaya dia nyaman.. Lulu salah sangka nih -_-
    aku juga heran banget tuh kenapa bisa gol sementara konsentrasinya Luhan pecah o_o
    tendangan semangka? -,- sekalian aja tendangan duren, Luhan… hyah -_-
    tapi endingnye kereeeeeeenn!!!! suka banget Xiaowen sama appanya sweet kayak gitu gyaaaa~ Yuen yg sabar yah.. wkwkwk

  22. Gegara nonton kedua kalinya Baby and Me,jd pengen baca ff ini lg thor~ hahahaaa
    Suka suka suka ><
    Suka pas luhan cemburu sama lay… Kkkkkk
    Xiaoween tabahkan hati mu nakk..punya ayah seperti itu :3 wkwkwkwkwkwk

  23. ini cerita manisnya….
    aku kira Luhan cemburu cuma gara Lay di kerumunin gadis cantik pas gendong xiaowen… hahhahha *piece…

    kalimat terakhirnya… awww… kompaknya.. padahal xiaowen masih kecil… hahahah

  24. aaaaa lucu!! sukaaa ceritanya dira! ^^
    jiah luhan baby face punya baby, muka baby nya kaya apaaa >_< pasti lebih imut dari sehun,baekhyun kalo gwiyomi! lebih lucu dari tao kalo bbuing bbuing! *sejak kapan tao berhasil aegyo*
    oke, control myself.. sweet ceritanya! suka pas luhan jeles sama lay, ahahaa feel papi nya kerasa banget pas itu..
    dan woahh joonma nge gol in bolaaaa!! *tebar kolor pink polkadot kriss*
    okelah, nice fic dira! ^^)b

  25. babydad and his babyboy #eh?
    selalu dapet feelnya dan selalu kerasa bedanya dari tiap bapak di serimu ini thor..
    and fyi, i am getting confuse, does your brain have a lot of office rooms so you can make a bunch of stories with a bunch of different feels?
    give me your recipe please.. # abaikan
    okey, let us stop here..
    fighting thor!!

  26. thor, itu Xiaowen-nya boleh saya adopsi ga? ama bapaknya sekalian? *absurd/dilemparpembaca/hhhaha*
    deuh serius dr tadi sore ngubek2 WP ini, baca FF, koment. jd g tau mau komen apa lagi karena udah autentik kalo tulisan author addictive semua :3 << ya gombal nih emang kkk~ abis ngantuk kali ya😀
    it's night already, baca2 FFnya sambung besok aah,
    nulis terus ya thooor!!

  27. wkwkkw kirain luhan gak nyetak gol termyata goll xD heran apa mantra yg d berikan lay sehingga anaknya luhan bisa tenang dan damai kkk

  28. Walau udah comment di ifk, disini comment juga ah😀
    Ini si lulu dilema banget, ngerasa payah gak jelas, nyalahin lay yang innocent dan bangga karna bisa cetak gol. Hahaha, sederhananya pemikiranmu naak. *plakk
    Part akhirnya asli bikin ngakak, hahaha

  29. YA AMPUN INI FANFIC YA BENER BENER FLUFF DAN AKU TERHARU :’D *capslockjebol
    Entah kenapa mataku berkaca kaca pas dibagian Luhan berhasil ngegol hehe._.
    Fic ini sukses buat aku senyam senyum sendiri :> keep writing thor

  30. Ohh, Pukpuk Luhannie Gege. Kau tak buruk Ge, hanya prlu wktu kyk Kkamjong!
    Lay Gege harus mngajarkan My Deer mnjaga ank dngan baik hihi😀

    aku suka crita dmna seorang Luhan cmburu pd Lay hihi, keren Thor!😀
    Keep Writing!

  31. kyaaa >,<
    luhan, aku padamu! wkwk
    paling suka pas bagian kris nepuk nepuk palanya xiaowen trus bilang 'tumbuh tinggi, nak'
    bilang aje lu nyidir luhar kris

  32. Kyyaaampunn..
    Ini keren bgt thor😀 sih Luhan ama anaknya Kocak bgt deh
    si Luhan sweet banget jadi ayah😀
    tenang aja luhan kamu bukan ayah yang sepayah itu kok😀
    Ya sudah lah saya lanjut ke seri selanjutnya besok aja,udah ngantuk nih😀
    Pai-pai thor😉

  33. LAAAAYYYY!!! KAMU SWEET BANGET SIIHHH… SIAP BANGET JADI BAPAKNYA ANAKKU!
    oke.. aku salah fokus…
    Lulu… kamu jantan sekaliiiiii~
    Hhhh~ Yuen… tolong ceraikan Lulu karena aku lebih rela nongkrong di rumah kalau buat jagain bayinya Luhan. Seriusan deh xD
    And oh yeaahh.. it’s as sweat as candy
    adegan Luhan girang2 gendong Xiaowen di lapangan… wish bisa liat adegan macem itu beneran.. what a cool and sweet daddy huhuhu~

    Dira…. aku harus makan apa ya supaya bisa bikin ff kayak kamu gini?
    *guling2 di lapangan bola*

  34. Halo thor. Jaaaaaaadi, sudah kali ke berapa aku membaca ini? Berapa kalipun aku membacanya, aku akan tetap senyum nangis haru ketawa gini. Bahkan, aku mulai lupa dg ‘pernah-atau-tidaknya-aku’ menulis sedikit jejak di post yang ini. Jadi, disinilah aku sekarang. Btw, kapan bikin abob kyungsoo versionnya? aku menunggu itu. Aku menunggu~

  35. Luhaan..!! Aru cinta dan curious bgt nih ama adek imut satu ini.. dan googling ff yg main cast’a dia.. nyntol deh disini..
    Lucuu.. appanya gamau kalah ama anak sendiri.. dan,,yaya.. jeles ama Lay dibolehin kok.. hihi..
    pengen baca yg laen deh..
    Minta ijin yah..mo ‘ngubek2’ (?) blognya… __*

  36. gak bisa comment. luhan bisa buat ak gak kak?? hahaha. yah begitulah hidup luhan jadi jngan merasa gak berguna toh kmu ttep bpaknya xiawoen.
    emang lay penyayang tpi kan kmu bapaknya. *apasih ini makin melenceng*
    hahaha, ditunggu kelanjutan yg lain kakk.
    A.S.A.P

  37. Ahhhhhhh lulu <3<3 jadi gemes abis baca ini.. Haha gemes sama luhan sih bukan xiaowen kkk~
    luhan gendong anak… Haha lucu aja bayanginnya ya ampun.. Bayi gendong bayi (?) kk~

  38. hhhaaa apa ini ?? Luhan lucu deh, ngegemesin bgt c??!pngin dicium aku ya?? wkwkwk
    syang y, yuen ga tllu diceritain dsni pdhal kynya harmonis bgt ya klo mrka akur.. hhe

    daebak thor!! lanjut ya?? Q mo bca ver others member.. :-V:-V

  39. hahahaha abobnya lucu tp masih yg berkesan itu punya chen /faktor bias/ hahahaha. tunggu deh! sepak bola.itu kan 11 orang? kalo exo-m exo-k.berarti 6 orang aja? hahaha
    aaaa~ mau abob yg Lay dong!!!! kan dy disini becus ngurus xiaowen hahaha

  40. seimut apapun luhan, tetep aja masih imutan anak kecil. wkwk. dan kenapa ngebayingannya lucu bgt wkt xiaowen+luhan nonton bola bareng. aduuuuh. trs luhan cemburu sama lay karena anaknya lebih sering ketawa klo sama dia. salah sendiri kenapa selalu ngomel gj ke xiaowen. duh, tp sweet banget. kyaaa xD

  41. How sweet! Appa muda yang merasa cemburu ketika anaknya bersama dengan orang lain. Tapi astaga, Luhan ini semacam apa gitu yaa cemburu2an sama Lay :p
    Dan adegan waktu Luhan nyetak gol dan nyari Xiaowen itu keren😀
    Good job, Dira🙂

  42. yes! Luhan is the cutest appa, indeed. kakkkkkk. dan ini slight layhan lagi.
    aku suka banget gimana si luhan cemburu karena xiaowen lebih seneng sama yixing daripada sama bapaknya sendiri. hahaha, nggak kok, lu. anakmu tetep sayang sama lu. another thumbs up, dan kuharap kakak ga keberisikan sama aku malam ini.

  43. wakakakakak xD punya bapak kayak luhan bisa jadi bayi gila kali ya xD tapi gak papa kalo udah gede nurun wajah baby facenya wkwkkw kerennn ,, bahasamu lo thor lucu bgt xD

  44. Daebaaaaaak..
    Aku ikutan cemburu pas Luhan ke Lay.
    Hahahaha
    omaigat aku ngerasain juga apa yg LuLu rasain😀
    kereeen..

  45. thoorrr…aaahhhh….ini manis sekali~~~ jjang! jjang! jjang!

    Lay..please bikin versi lay.. pasti susah–” karena lay terlalu perfect buat jadi appa..huuuaaa thoorr…daebaakk!!!!

  46. dina-ssi, seharusnya judul yg tepat buat ff ini adalah luhan, the growl appa. xD
    ga kehitung brapa kali si luhan marah2 ga jelas dan cemburu ama lay.
    dina-ssi please utk A bunch of baby dibikin 12 versi utk sluruh member exo ya? ya? ya? soalnya aku suka bingiiiit xD okay thor, fighting! trus berkarya dan jgn menyerah!

  47. Ooohh… Lulu…. aku pun pernah merasakan hal serupa. Meskipun sedikit berbeda.
    Authornim beneran dehh, aku jatuh hati hahahahahaa :))) biasanya aku suka males kalo baca series kaya gini, tapi ga tau kenapa kau mengubah segalanya, bhaakk =))
    Aku jadi bayangin kalo si galaxy Kris jadi ayah, anaknya bakal begimana?!!! Lulu aja begini. Hahahahahaa :)))
    Tapi beneran dehh AKU SUKAAA! AKU SUKKAAAAA!❤❤❤

  48. Bhahaha.. Ya ampun trnyata bacaan bagus masih ada :v /what? keren deh, ceritanya sederhana tapi ttep enak aja gitu bacanya, setiap kata tuh dibaca mempeng (?) dan dihayati tetep enak gak ngebosenin dan geje. Sip la aku suka yang beginian. Anyway, Ini pertama kali aku berkunjung. Pertama sih search make kunci ‘janin ini luhan’ #ketauansukanyaygencehenceh /plak eh tidak disangka ff ini nongol! Pdahal mana ada kata ‘janin’ disini😄 well, aku ketagihan sama ffnyaaaa :* trs lanjut baca yg kaistal (bagus juga! Salangee {} buat authornya) trs lanjut lag yg partnya thehun yehet, tp belum baca sih, cuman liat covernya doang (thehun unyu manly bangettt) dan kepikiran buat komen. Gak ngehargain banget kesannya kl gak komen yah, makanya balik lagi ke part ini (krn yg pertma dibaca) dan jadilah ocehan panjang ini😄 aduh buat authornya semangat terus buat nulis {} dan makasih udah bikin bacaan yg bagus, bermutu, gak abal-abal. A bunch of babynya (smpet ngakak juga, ‘sebongkah’ gitu secara-_- ) daebak, duh mau cpet slesein komenan ini deh, mau baca part member lainnn😄 stelah baca ff ini mungkin aku bakalan obrak abrik blog ini deh thor bhaha #maapkeun sekali lagi, Authornya tuh udah yang Daebak saranghaee~
    Haha buabye~ mau baca2 appa2 exo sama anak2nya dulu ya thor #sungkem

  49. Omooooo! Aku terhibur banget baca ff ini apalagi biasku (masih) Luhan><

    Aku tunggu member exo yg lainnya jadi ayah ya kak!;) ilikeit♥

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s