Posted in Comedy, EXO, Fanfiction, Fluff, Romance

I’m Trolling in Love with You

TROLLING IN LOVE

Title : I’m Trolling in Love with You

Cast : Chen EXO-M and You

Genre : Comedy (really?), Fluff (Uhuh!), Romance (Absolutely!)

Rating : Pg-13

Length : 2800+w

Summary : Kim Jongdae. Remaja 17 tahun. Orang menyebutnya ‘Troll’. Rambut hitam segelap langit malam.

A/N:

Kali ini aku menepati janjiku yaaa😀 setelah dua hari bergalau ria bersama Kim Jongdae akhirnya aku bisa nulis ini hahaha😀

Happy reading😀

***

Seseorang harus menjelaskannya entah hari ini, besok, minggu depan atau di waktu lain karena aku benar-benar bingung dengan semua ini, seperti seseorang sedang memutar duniaku, menukar selatan dengan utara, memetik bulan dari langit dan menggantikannya dengan matahari.

Dengan seenaknya dia membiarkan kutub utara meleleh dan membekukan gurun pasir. Seseorang sedang bermain-main dengan suhu udara karena saat semua orang kedinginan di musim hujan ini, tubuhku malah memanas. Saat semua orang merasa kepanasan, aku semakin panas dan panas seakan ramalan suku maya benar adanya, matahari akan meledak…

Begitu pun diriku.

Aku tak tahu harus memberi istilah apa pada perasaan ini. Aku kira ini hanyalah sebuah masa pubertas yang sedikit terlambat, mengapa aku merasa ini normal.

Biar kudeskripsikan siapa orang yang telah mengobrak-abrik hariku menjadi hancur lebur tak berbentuk. Aku sedih melihat hidupku yang seperti ini, namun tak ada perasaan sesal. Percayalah.

Kim Jongdae. Remaja 17 tahun. Berambut hitam pekat berantakan (guru Shim sudah mengingatkannya untuk menyisir setiap hari). Suara ringan saat bicara. Bertubuh sedikit kecil dan jauh lebih pendek dari Kris si pemain anggar sekolah, Chanyeol si model 2012, Sehun si Remaja terimut sepanjang masa, dan Jongin si Penari seksi itu. Namun tidak lebih tinggi dari Kyungsoo si Murid Teladan, Baekhyun si Pemenang olimpiade, dan Junmyeon sang ketua organisasi sekolah.

Dan aku tahu…

Aku seharusnya jatuh cinta pada mereka semua. Jatuh cinta pada pesona mereka yang kelewat keren hingga para gadis mau meluangkan waktu istirahat mereka untuk sekedar mengintip Kris bermain anggar dengan Tao. Atau para gadis itu akan berbondong-bondong ke perpustakaan, sok tertarik dengan buku-buku ensiklopedia padahal mata mereka tak henti-hentinya melirik Kyungsoo belajar.

Kukatakan sekali lagi, aku seharusnya jatuh cinta pada mereka yang biasa membutakan setiap mata oleh pesonanya. Tapi mengapa…mengapa aku malah memotong-motong hatiku, sedikit demi sedikit kuberikan kepada Kim Jongdae yang bahkan lebih tertarik pada nasi kepal yang kubuat.

Aku seharusnya menyukai Junmyeon yang pernah menolongku mengerjakan tugas matematika, atau Sehun yang mengajarkanku bermain gitar (dan semua gadis tampak ingin memakanku hidup-hidup), atau Jongin yang seminggu lalu bersedia memijat kakiku yang terkilir karena mencoba menarikan tarian F(x) hot summer.

Hatiku harusnya jatuh ke tangan mereka, namun mengapa sekarang tampaknya hati itu berada dalam genggaman tangan Kim Jongdae dan dia tampak tak punya petunjuk tentang benda yang dia pegang.

“Ayo, bermain kembang api?”

“Apa?”

“Bermain kembang api,” jawab Jongdae ceria. Dia tersenyum, memberikan cengiran lebar dan aku tertawa.

“Ini masih siang, Jongdae.”

“Lalu?”

Oh, haruskah aku mengatakan bahwa seorang Kim Jongdae punya kekuatan sihir untuk menyihir? Dia berhasil menarik tanganku dan kami berlari ke taman belakang sekolah yang sepi.

Jongdae membuka tas, membiarkan semua isinya keluar, terjatuh di tanah dan mengambil satu kantung plastik penuh kembang api berwarna-warni.

Astaga, Kim Jongdae. Aku kira kau bercanda.

Dia mulai menyalakan kembang api. Aku hanya menunggu, menyilangkan tangan di dada sementara Jongdae berusaha menyalakan korek api yang tak kunjung menyala dan aku mendesah perlahan ketika dia datang padaku, meminta menyalakan korek api itu.

Satu kembang api meluncur ke langit. Meledak dengan suara letupan cukup keras hingga aku menutup telingaku sendiri. Jongdae tampak menikmatinya sesaat dan juga kecewa disaat yang bersamaan. “Oh, kenapa tidak kelihatan?” Ujarnya polos.

Kubiarkan dia mengambil, menyalakan satu kembang api lagi dan untuk kesekian kalinya kembang api itu hanya mengeluarkan percikan api samar-samar berbaur dengan langit biru sebagai dasarnya.

Jongdae cemberut. Mencoba terus menerus dan aku menghentikan tangannya untuk bertindak lebih jauh lagi sebelum habiskan kembang api itu. Kubelai kepalanya seperti anak kecil. “Sudah kubilang jika kau menyalakannya di siang hari itu percuma.”

“Tapi…”

“Kita coba lagi nanti malam, bagaimana hm?”

“Aku…tidak mau…” balas Jongdae menundukkan kepala, muram.

Aku pun bingung. “Kenapa?”

“Karena malam itu gelap.”

Aku tertawa kecil. Jongdae, apa kau takut gelap? “Itulah alasan mengapa kita menyalakan kembang api di malam hari. Karena jika gelap, mereka justru kelihatan.”

Jongdae menggeleng. Dan sekali lagi kupotong sebagian besar hatiku yang hampir copot, kusodorkan ke tangan Jongdae agar dia bisa menjaganya baik-baik.

“Jika gelap, aku tidak tahu apakah kau senang atau tidak. Tidak bisa melihatmu tersenyum.”

Oh! Tidak! Seseorang harus membawakan alkohol untuk memastikan bahwa aku pingsan, bahwa Jongdae baru saja mengatakan dia ingin melihatku tersenyum saat melihat kembang api. Maka dia memilih siang hari, tak peduli kalau kembang api itu hanya menyala sia-sia di terang ini, namun tak apa-apa karena ini Kim Jongdae, orang teraneh di sekolahan dan mereka menyebutnya Troll.

Aku menyukai Troll? Siapa yang akan peduli?

Bel berbunyi keras. Waktu istirahat kami sudah habis dan aku belum makan apa-apa. Rasa laparku jadi masalah sepele yang kusingkirkan dari lambung. Ususku yang malang, jangan marah pada Jongdae, ya.

“Hei, sepulang sekolah apa kau mau menemaniku menonton pertandingan adu siput?”

“A-adu apa?”

“Siput. Xiumin punya siput yang berotot dan mereka akan mengadunya dengan siput milik Luhan,” beritahu Jongdae penuh semangat.

“Luhan punya siput?” Tanyaku kaget, karena ini Luhan, si keren itu, punya siput yang akan melakukan turnamen adu kekuatan dan…apa yang ada di kepalamu ketika mendengar ini? Pertandingan adu siput? Aku tak mengerti, juga tidak bisa membayangkannya. Namun selama Jongdae senang akan pertandingan itu, mungkin aku akan mencoba menyukainya juga.

“Ini final, aku harus menontonnya. Menurutmu siapa yang akan menang?”

***

Kini sekolah semakin sadis kurasa. Mereka tak membiarkanku bernafas, tidur tenang, bahkan makan siang karena kami mendekati ujian. Kami harus terus belajar dan kepalaku sudah mau lepas. Semua sarafku berteriak minta tolong, tapi tidak ada yang bisa kulakukan. Seseorang harus menyelamatkanku. Aku tidak tahu bagaimana wajahku sekarang.

Lupakan sejenak semua itu.

Kita kembali lagi pada Kim Jongdae. Ada beberapa alasan mengapa aku menyukai Kim Jongdae. Remaja laki-laki berumur 17 tahun itu punya mata yang mengerling jenaka setiap kali menyuapkan nasi kepal ke dalam mulutnya, saat menertawai daun yang jatuh ke kubangan air (aku tak mengerti apa yang lucu dari hal itu), saat tergelak tanpa henti mengamati tarian Jongin yang menurutku normal dan keren.

Jongin sampai kesal karenanya dan hampir melempar Jongdae dengan radio. Dan Jongdae masih tertawa di lorong. Tidak ada yang lucu.

Jongdae tertawa seharian itu, tanpa henti, juga tanpa alasan dibalik itu. Tidak ada kejadian lucu. Dia menertawakan semua hal seakan orang-orang di sekelilingnya adalah pertunjukkan sirkus. Apa dia melihat Tao sebagai monyet membawa tongkat wushu? Apa dia menganggap Chanyeol pria dengan penyanggah di kakinya? Apa dia dia juga menganggapku pisang untuk kudapan gajah karena hari ini aku mengenakan sweater kuning.

Beberapa anak berhenti mengobrol dan protes, “Hei, hentikan pacarmu itu…”

“Apa obatnya sudah habis? Apa dia melewatkan satu pil hari ini?” lagi-lagi nada marah mereka berubah jadi olokan yang sadis bagi Jongdae. Jongdae tampak tak peduli, toh dia tetap tertawa seakan tidak mendengar apa yang mereka bicarakan tentang dirinya.

Aku mengacuhkan mereka, lalu menyenggol tangan Jongdae. “Jongdae, berhenti tertawa,” bisikku sedikit keras dan itu berhasil membuat Jongdae menghentikan tawanya yang tak terkendali.

“Berhenti, oke?” kupastikan sekali lagi agar dia tak kembali tertawa, namun wajah itu berubah drastis. Oh, kemana mentari di senyumannya itu? Siapa yang berani mengambilnya?

“Aku tertawa karena ada alasannya,” dia menggumam perlahan.

“Oh ya?”

Jongdae mengacak rambutnya sendiri tampak frustasi. “Aku tertawa karena aku mau menghiburmu, karena kau tampak sedih hari ini. Jadi aku tertawa agar kau juga ikut tertawa. Tapi ternyata…” dia melirikku, merasa gagal.

Lihat, jika orang lain yang ingin menghibur kekasihnya mungkin mereka akan membawa setangkai bunga mawar dan menyanyikan sebuah lagu indah. Atau mereka bisa membelikan permen, apa saja cara yang cukup normal untuk di terima orang normal agar merasa bahagia. Namun aku ingat, ini Kim Jongdae.

Kim Jongdae. 17 tahun. Rambut sehitam langit malam. Remaja penuh kobaran semangat yang tak akan pernah mati, sedikit demi sedikit mengambil serpihan hatiku maupun yang mengambang di permukaan atau di dasar. Entah alat pancing apa yang dia pakai, namun caranya selalu berjalan mulus, berhasil menangkap semua seakan itu adalah hal termudah dalam hidupnya.

Terkadang aku merasa Kim Jongdae tidak peduli dengan hasil tangkapannya dan tak tahu apa yang harus dilakukannya. Kim Jongdae pikir jika dia tertawa maka semua orang akan tertawa bersamanya. Jika dia merasa bahagia maka itulah yang harus orang lain rasakan.

Mungkin mereka buta, perasaan mereka tumpul sama sepertiku dan aku minta maaf jika tidak peka akan keprihatinan Jongdae terhadapku. “Maaf, aku sedang banyak pikiran,” aku menggenggam tangannya. “Maaf jika aku tidak terlihat ceria hari ini.”

“Tersenyumlah kalau begitu,” rajuknya mulai kembali berwarna seperti semula.

Aku pikir aku tidak sedang ingin tersenyum karena urat-uratku malas melakukannya dan aku bukan Kim Jongdae yang bisa tertawa tanpa alasan, tanpa lelucon super duper bodoh, tapi hebatnya…aku bisa melakukannya.

Aku tersenyum.

“Nah, begitu dong, kau mengingatkanku pada…eummm…”

Kalian pasti berpikir jika aku menginginkan Jongdae menyamakanku dengan Yoona SNSD atau Krystal F(x) atau Park Shin Hye atau si seksi Megan Fox. Ya, kalian benar! Siapa yang tidak mau disamakan dengan mereka? Aku pun tersenyum makin lebar.

Lalu senyuman itu luntur…sedikit.

“Ah, ya! Kau mirip lemon di iklan the face shop! Kau tahu kan lemon yang di lempar ke udara oleh EXO-K? Ya, ya, ya kau mirip lemon kalau tersenyum. Cerah, berwarna kuning,” soraknya gembira.

Eumm…lemon, jauh dari perkiraanku. Tapi siapa tahu Yoona juga mirip lemon jika sedang tersenyum? (menyemangati diri sendiri)

“Kau mau lihat gambar lemon itu? Aku punya satu di ponselku.”

Aku tersenyum lagi.

Tidak terima kasih, Kim Jongdae.

***

Bila kalian tanya apa yang tersisa di hatiku, jawaban yang kalian dapat adalah tinggal seperempat. Seakan ada penyedot debu yang sedang menyala, membersihkan semuanya, Kim Jongdae menyapu serpihan itu dari dasar hatiku karena ini terasa seperti hari kemarin, kami jatuh cinta dan sebagainya.

Setelah beberapa lama kami menjalani hari-hari sebagai pasangan yang tampak aneh di muka umum, aku mulai menerima sebutan “istri Troll” dengan lapang dada dan senang tiada taranya. Karena setidaknya aku punya “suami Troll” yang sama anehnya, bahkan lebih!

Kami aneh. Kami tahu. Kalian pun lebih paham.

Cerita kami dimulai dengan keanehan tiada tara dan bagaimana Kim Jongdae bersikap romantis jatuh di nilai 2 dari 10, mendapatkan sebelas penghargaan, dianugrahi dua puluh nobel dan masuk ke dalam nominasi kisah cinta paling aneh di seluruh dunia.

Dulu aku tak pernah peduli. Karena kupikir, mungkin ini memang gaya kami yang berbeda. Ini gaya kami yang tak perlu kata-kata romantis untuk buktikan betapa jatuhnya kami ke dalam perasaan ini.

Tapi terkadang kusadari aku memerlukan dan ingin bereksperimen terhadap kata-kata klise, menconteknya dari potongan fanfiction yang pernah kubaca di internet.

Jadi siang itu, kami pergi ke perpustakaan yang hanya berisikan Kyungsoo dan beberapa anak pintar lainnya. Kyungsoo memperhatikan kami duduk di seberang meja, menempelkan telunjuk di bibir sebagai sinyal agar kami tidak ribut. Aku mengiyakan hal itu dan Kyungsoo kembali larut dalam buku kimianya.

“Kita mau apa disini?” tanya Jongdae penasaran, berbisik sambil tersenyum manis.

Aku menggigit bibir bawahku dan berharap, ini cukup romantis untuk dilakukan. Semoga Kyungsoo tidak terlalu mengawasi kami.

Aku mengeluarkan secarik kertas dan pulpen, tersenyum kilat sebelum berkata, “Kau mengambil les bahasa mandarin kan?”

Jongdae menganggukan kepala dua kali dan menghapuskan semua keraguanku serta rasa bimbang.

“Aku akan menulis sebuah kalimat dalam bahasa mandarin dan kau harus menebaknya.”

“Baik,” Jongdae menyanggupinya. “Tapi jangan yang sulit.”

Aku tertawa kecil. Ini mudah, sangat mudah.

Lalu aku mulai menulis kata pertama.

 

Kemudian kata ke-dua.

Kata ke-tiga untuk menyelesaikan semuanya.

 

Titik.

Aku mengangkat wajahku kearah Jongdae dan menemukan wajah yang berpikir keras.

“Wo…ai…ni?” ejanya.

“Wo ai ni, Kim Jongdae,” ya,  aku mencin-

“Wo ai ni…” dia menyebutkannya untuk yang kedua kali. “Apa artinya?”

Oh, tidak!

Entah ada apa dengan bumi ini, dunia ini. Aku merasa sebagian oksigen tercuri oleh hidung seseorang. Mungkinkah Kyungsoo? Penjaga perpustakaan? Atau…Jongdae?

“Kau tidak tahu apa artinya?” tanyaku bingung, air mata belum menggenang saat itu.

Jongdae, dengan polosnya menggelengkan kepala dan buatku bertanya-tanya apa yang dia pelajari di les mandarin.

Aku tak perlu les untuk mengetahui kalimat ini. Aku tidak perlu mempelajari bahasa mandarin untuk mengatakan ini. Aku hanya butuh perasaan untuk memahami jika memang Jongdae juga punya perasaan yang sama dan kini aku tak yakin dengan apa yang kulakukan ini.

“Aku belum sampai level itu. Atau…sudah? Aku lupa,” dia masih mencoba mengingat apa saja yang pernah dia pelajari, namun seperempat hatiku telah mengeras seperti batu, bahkan Jongdae pun tampaknya tidak bisa mengambil sisa serpihan itu.

“Memang apa sih artinya?” Jongdae akhirnya bertanya padaku dan aku menjawab pahit, “Artinya…artinya…aku lupa. Ah ya, aku lupa aku punya janji dengan Jinri saat istirahat. Aku kembali ke kelas, Jongdae.”

Tanpa mendengarkan suaranya yang memanggil namaku, kupastikan diriku menghilang dari hadapannya dalam beberapa detik. Air mata mulai membasahi pipiku, seragamku. Langkahku terdengar kesepian mengiringi kesedihan yang teramat dalam. Kali ini Kim Jongdae gagal menangkap potongan hatiku yang terlanjur mengeras.

***

Aku menangis semalaman. Tak kusadari bantal gulingku jadi korban banjir oleh air mataku. Aku membayangkan mereka marah padaku, menutup wajahku hingga aku tidak bisa bernafas.

Aku kira aku bisa membunuh diriku sendiri dengan melakukannya, tapi saat gelap menyerang mataku, bayangan Kim Jongdae datang dan itu gila! Ya ini gila! Semuanya tidak masuk akal saat Kim Jongdae muncul bersama kekehannya yang lucu, juga pribadinya yang menyenangkan.

Tiba-tiba aku benci mengapa diriku mudah terpaut oleh dirinya hanya karena kami pernah terlibat di satu drama sekolah. Drama itu bercerita tentang putri tidur dan Jongdae dengan percaya diri memilih peran sebagai sang puteri sedangkan aku sebagai pangerannya.

Dia menutup mata saat adegan mencium itu dan blush on di pipinya semakin memerah seraya aku mendekat dan tiba-tiba dia membuka mata, berbisik, “Aku menyukaimu. Maukah kau menjadi pacarku?

Itu manis. Sumpah! Tapi tampaknya hari ini kata-kata itu luntur dalam hitungan detik tak sampai sepuluh. Hanya menyisakan kepedihan mendalam dan rasanya aku ingin melupakan seseorang dengan nama Kim Jongdae. 17 tahun. Berambut hitam pekat dan punya senyuman paling konyol di dunia. Orang-orang memanggilnya Troll.

Kurasakan selimut semakin mengekang dan ada suara batu mengetuk jendela kamarku. Aku ketakutan setengah mati, karena makhluk apa yang sedang mencoba menggangguku di malam seperti ini?

Jadi kututup selimutku sampai ke pucuk kepala, namun suara itu masih saja terdengar, tak mau pergi. Ya, Tuhan, apa salahku sampai di perlakukan seperti ini?

Aku mengucapkan sederet doa, memohon agar hantu ini pergi dari kehidupanku, setidaknya biarkan aku tidur malam ini.

Kepalaku pusing dan…

Aku tak peduli lagi! Aku beranjak dari tempat tidur, menyibakkan gorden melihat siapa sosok yang mengganggu malamku.

Oh…

Kim Jongdae?

Segera kubuka jendela, membiarkan angin dingin memasuki kamarku. Ini Jongdae, makhluk ini adalah Kim Jongdae yang tadi siang kutinggalkan di perpustakaan. Ini adalah laki-laki yang menjungkir balikan duniaku, merubah es di kutub utara menjadi pasir gurun sahara, serta menumbuhkan alis monalisa.

“Jongdae apa yang kau lakukan tengah malam begini?”

Jongdae melambaikan tangannya, menyuruhku turun ke bawah. Aku tak mengerti apa yang dia pikirkan. Jongdae untuk kedua kalinya melambaikan tangan dan pertahananku runtuh saat itu juga.

Aku menuruni tangga secepat yang kubisa dan menemui sosok Jongdae dalam balutan jaket birunya, bernapas berat sama sepertiku.

“Jongdae, ada a-”

Wo ai ni.”

“A-apa?”

Jongdae menelan ludah susah payah, “Wo ai ni artinya ‘aku mencintaimu’. Iya kan?”

Ya, kau benar. Artinya aku mencintaimu, namun asal kau tahu saja itu tidak ada arti apa-apa jika menyebutkannya tanpa perasaan, tanpa niat tertentu, tanpa kau tahu apa arti sebenarnya dan alasan mengapa kau mengatakannya.

Lalu aku pastikan kini aku melihat bintang-bintang lebih dekat di mataku, karena Kim Jongdae menciumku di tengah malam yang dingin, langit tanpa bintang tertutup kabut, namun tak mengapa. Aku bisa melihat sesuatu yang lebih indah daripada bintang, bulan, segala hal yang beraroma romantis.

Kim Jongdae menciumku dan seandainya Leonardo Da Vinci boleh hidup kembali dan menambahkan alis di lukisan monalisa, aku yakin perasaan senang yang dirasakan Monalisa sama dengan perasaanku.

“Aku mencintaimu…” gumam Jongdae. Aku tertawa, membelai rambutnya yang lembut (oh, dia menyisir rambut hari ini??)

“Bagaimana kau tahu arti ‘wo ai ni’? Apa kau mencarinya di kamus? Google translate, hmm?” tanyaku tak rela menjauh dari Jongdae, dia berpuluh-puluh kali lipat jauh lebih tampan dalam jarak sedekat ini.

“Oh, itu…Kyungsoo, dia memberitahuku saat kau pergi. Wo ai ni artinya ‘aku mencintaimu’.”

Aku membelakkan mata dan apa ini? Kyungsoo si Pintar memberitahu Jongdae si Troll tentang bahasa mandarin? Benarkah?

Aku mengecup hidung Jongdae dan berkata, “Aku harus berterima kasih pada Kyungsoo kalau begitu. Dia sangat baik-”

“Apanya yang baik??!!” pekik Jongdae emosi. Dia menyibak poninya dan kulihat ada tanda merah memanjang disana. “Dia memukulku dengan pensilnya yang besar, dia bilang, ‘Kau bodoh atau apa? Wo ai ni artinya aku mencintaimu! Cepat kejar gadis itu dan katakan ini padanya!’ Jadi jangan berterima kasih pada orang itu!”

Astaga…

“Oke, aku akan menghukum Kyungsoo nanti karena dia telah memukul pacarku,” ujarku membuat Jongdae tersenyum dan memelukku erat.

Jongdae terus saja mengeluhkan lukanya dan aku tentu tidak akan menghukum Kyungsoo, aku bahkan berharap Kyungsoo bisa meraih piala sebanyak mungkin karena telah membantu Jongdae dalam hal ini.

Ada satu hari dimana Jongdae telah melupakan apa yang sebenarnya kami jalani. Hubungan tanpa nama yang jelas, perasaan yang terikat erat, dan dia malah sibuk mempromosikan sesuatu yang tentu tidak ingin kalian dengar saat perayaan satu tahun hari jadi kalian.

“Aku baru membeli siput untuk turnamen. Kau harus melihatnya nanti. Dia sangat keren dan aku yakin siputku dapat mengalahkan siput Xiumin.”

Baiklah, ini adalah salah satu dari sejuta alasan mengapa aku jatuh cinta pada si Troll ini…

Atau lebih tepatnya…

I’m trolling in love with you, Kim Jongdae.

-The End-

A/N:

Jongdaeeeeeee!!!! Cheeeennnn!!! Maaf ya, aku sedang menggilai Chen Chen untuk saat ini dan tiba-tiba pas pulang kuliah, aku ngeliat ada yang nyalain kembang api siang bolong (orang macam apa itu?) dan tadaaa!! Akhirnya jadilah fic ini hahaha😄

Say hi to Chen’s new friend

chen's friend

Tolong bantu Chen mencarikan nama untuk si imut(?) ini🙂

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

56 thoughts on “I’m Trolling in Love with You

  1. WO AI NIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII. Aaaaaaaaaaaaaaaa unni ige mwoya!!!!!?????? wkwkwkwkwk. gak berenti senyam senyum berasa orgil baru(?) pas baca masa TT___TT asli cerita ini absurd sumpah. tapi bikin ngakak. betapa bodohnya jongdae gak tau arti wo ai ni (—˛—) *ditabok dira unni* tapi seriussss unni ini ceritanya so sweet banget mihiw. gimana kali ya kalo punya pasangan kayak jongdae. bisa gila!!!!!! mana ada org yang nyalahin kembang api di siang hari (—˛—) sarap kali tuh org wkwk. tp ada sih di eps shincan kan(???). btw unni aku masih nunggu ff fluff jongin yaaaa :p trs berkaryaa!

  2. Uhhh yang lagi fangirling sama Cheeeen…hahaha >,<
    Setelah baca a bunch of baby, keanehan Chen di cerita ini nambah ya…
    Dan dia bawa-bawa Lay(bener gak sih dia Xiumin?) sama Luhan bersama turnamen siput. .__.
    Oke saya gak tau gimana Chen itu, tapi wajahnya nipu!!!!!
    Keliatan kalem gitu kok malah aneh bin ajaib sifatnyaaa?
    Waaaah, dunia jaman sekarang memang mengerikan ya?hehe
    Ah jadi absurd gini commentnya…
    Intinya ini menghibur sangaaaaat
    Kenapa harus alis monalisa coba unn?
    Dan…ada nama saya itu disanaaaaa
    Megaaaan(gaknyante) hehe😛
    As usual, it's funny!
    Nama siputnya gendis deh😀 bagus kaaan?

  3. hahaha lagi-lagi kyungsoo yang mukul jongdae, aku suka aku suka aku suka. . .author daebak! banyakin lagi ff chennya yaaaa *buing-buing*

  4. WO AI NI CHEN GE, PELUK DULU SINI (?)
    ge kamu kok troll bgt ;-; pasti gara2 author ya (?) /plak.
    wkkk ffny keren unnie, msh ngakak yg bgian kyungsoo sm chen wkkak xD
    chen dibuat romantis coba (?)

  5. AAAAA SETELAH SEKIAN LAMA GAK ADA INTERNET FINALLY AKU BISA BUKA BLOG INI T.T
    ini demi apapun juga astagaaaaaaaaaaaaaaaaaaa kenapa manis banget ceritanyaaaaXD
    chen chen chen aku udah suka sama dia skarang jadi tambah suka, kan!!!T_T
    dia polos (mungkin kelewat polos), manis, lucu, imut, ganteng aaaaa dia dia dia dia…(?)
    haaaaa, aku suka banget banget banget pokoknya. meskipun bacanya telat tetep suka(?)

  6. Holaaaaaa….. \^^/
    Aaahh Kim Jongdae!!! Hihi beberapa hari ini kalo liat Exo M mata bawaannya ke jongdae mulu entah kenapa aku juga gatau. rahasia tuhan.

    Ahahahahah aku tau kamu bakal bikin dia absurd absurd manis gitu dir.. dan ya aku gatau apa maksudnya lomba siput itu sumpah kenapa mereka mainan siput? dan siput xiumin berotot? itu krn keseringan dilatih meres handuk kali ama yg punya. lah aku ngelantur kan..😐

    Chenchen duh absurd tapi nyenengin manis kayak permen kapas… ><
    Dan demi apa dia bisa baca hanja itu tapi gatau artinya wo ai ni? dia di china belajar apa aja selama ini??? ;;——;;
    kyungsoo jadi anak pinter ciyeehhh…. xD

  7. Huuaa, ,gak bisa bayangin kalo punya pacar aneh tapi manis kaya Chen >.<
    Masa main kembang api disiang bolong trus dengan polosnya nanya "knp tidak kelihatan", ,trus bkin org risih gara2 ketawa terus, ,dan alasannya adalah mau buat pacarnya senyum. .
    Astaga gemes banget sama Chen *cubit pipi Chen*
    Senyam senyum jadinya baca ff ini. .
    Ditggu ff selanjutnya^^

    1. masa sih gabisa bayangin? aku bisa masa hahaha #dijedotin
      iyaaa itu memang ide yang sangat dodol kenapa maen kembang api di siang bolong dan ketawa tanpa alasan sangatlah konyol haha

      Eh, jangan cubit pipi chen chen-kuuuuu hahaha

      oke makasih udah mampir dan mampir lagi ya kalo aku nulis tentang chen chen😀

  8. ngakak banget baca cerita ini..
    perasaan aku baca FF yang pemain perempuannya menderita..
    tapi gak jelek. bagus malah..
    keep writing yaaa…
    oh iya, aku bukan silent reader. kalo gak sempet comment, aku like.
    aku juga bukan reader baru, aku suka cerita yang a bunch of babynya Kaistal. #pentinggaksih? abaikan ini.
    keep writing author ^^

    1. hahahaha ngakak ya? terima kasih sudah ngakak(?)
      emang aku suka menistakan para kekasih exo member >.<
      oke makasih yaaa😀

      waahhh asik nih punya reader begini😄 haduuuhh terharu masa akunya hehe
      oh a bunch of baby kaistal? heumm aku juga #eeh

      oke makasih, mampir2 lagi ya kesini😀

  9. jadi pengen cium siput /ehsalah/ jongdae. emang nasib dari lahir troll ya bakal tetep troll. aduhhhh suka deh sama tokoh cewek yang mau terima apa adanya gitu. hal yang jarang ditemuin di ff lain.
    nice love story should try that game with kris :3333

  10. ahahahaha~
    boleh saya ketawa karena lagi-lagi ada Dio di endingnya?
    ahahahahaaa~
    semua bagiannya ‘manis’ ahh sudah berapa ff yg ku komen dengan kata-kata ‘manis’.. maafkan reader mu ini author-nim.. ^^

    ahahahaha~
    tapi daripada ngetawain Dio dibagian ending, pdhl jelas2 dia lagi serius nabok pacar orang krn ada org yg ‘Wo Ai Ni’ pun ga tau artinya..
    si Chen ini emg rada keterlaluan kayanya, dari polosnya, cerianya, cara nyalurin sayangnya, obsesi sm turnamen siputnya.. semuanya keterlaluan ngegemesin..
    jadi cewenya Jongdae mah paling kerjaannya nyubitin pipi ni cowo~

    ahhh~
    jarang-jarang nemu ff Jongdae yg endingnya ‘manis’ gini..
    syukurlah author-nim ny lagi fangirling sama Jongdae, karena cowo ini diem2 juga bikin mataku tahan ngelirik dia lama2..

    Tapi..tapi…
    Ahhh~ ada Dio disana.. Ini bagian spesialnya buat saya yaa~ hahayy

    ayooo~ lanjut ff cast Jongdae ny yg lain yaa..
    endingnya yg fluff yaa~ hehe

    Oyaa.. Itu nama siputnya..
    Dio aja, lagian Dio kan udah bantuin Jongdae baikan ama cewe ny..
    kali aja klo dinamanin Dio, siputnya bisa ngebantuin menang di turnamen siput.. Hehehe~
    kidding yaa, kasian Dio disamain ama siput~

  11. WO AI NI CHEN!!!! :* Bodo lah kelakuan lu yang autis but I LOVE YOU

    nama siputnya jaedae (hyo jae&jong dae) *di tendan sparks

    NICE STORY THOR!!

    HADUH KYUNGSOO!!! LU APAIN JIDAT MY HUNI BUNY SWEETY??? #tendang kyungsoo
    ❤ TROLL Appa

  12. nama siputnya chen? gimana kalo CHEN QI TAO?
    itu nama kakak kelasku di kampus *ups*
    ahahahahaah~ aduh jongdae jongdae~ aku jadi senyum2 sendiri pas baca ff ini. author tanggung jawab! hahahaha

    1. chen qi tao?? BUAHAHAHAHA masa siput disamain sama nama kakak kelasmu…haaahhh jangan dong hahaha😀
      kasian entar kakak kelasmu itu hehehe😀
      waaa! disuruh tanggung jawab masa aku, minta pertanggung jawaban gih sama si Chen karena mukanya itu menginspirasi aku hahaha😀
      makasih ya udah baca cantiikkk😀

  13. Wah, akhirnya berkunjung di blog pribadi milik Author – nim ;D

    Hahaha! Turnamen siput!? Author – nim bahkan memikirkan hingga sejauh itu. Bagaimana turnamen tersebut melihat Luhan, Xiumin dan Chen berkumpul untuk melihat siput siapa yang terkuat. Hahaha~ Baiklah.

    Kisah yang manis. Kisah yang ‘troll’. Bagaimanapun, salut untuk Mrs. Troll yang menemani Mr. Troll. Saya suka dengan pasangan ini. Baiklah, fans “Troll Couple”.

    Terima kasih kepada Author – nim atas kerja keras dalam membuat kisah yang sangat menghibur ini. Hebat! Senang~ Senang~

  14. I wish the troll’s wife was me..
    Wo ai ni, kakak author♥ (Chen: gak wo ai ni ke aku? || iya iya, wo ai ni, Chen-ppa!♥) (?)
    chen ini bully-able kayaknya ya😐 tapi gak apa-apa, yg penting ganteng (?)
    kayaknya direallife chen juga kayak gini ya, suka malu-malu sampe malu-maluin. but thats why fans love him xD suka menyayangkan kalo dishow2 gitu chen jadi jarang ngomong, karena apa sih? masalah bahasa? padahal ada translator kan ya😐
    Kakak author, doaku menyertaimu. lahirkan karya2 berbau chen diwaktu mendatang kak, fighting! :D♥

    1. hallooowww hahaha okeh kamu adalah fansnya chen chen yah? i got it!! makasih lho udah baca dan komen hehehe😀

      yap! emang si chen chen itu semacam troll yang sangat sangat troll and that’s why people like him so much! tanpa berusaha untuk keren pun dia juga sangat keren dengan kelucuannya sumpah hahaha😀
      eumm dia jarang ngomong yaaa mungkin terhalang bahasa kali ya, tapi makin kesini chen chen makin jago kok ngomongnya hahaha😀

      oh yampun sampe pake doa hihihi makasih lhoo. and ABSOLUTELY AKU AKAN NULIS TENTANG CHEN CHEN LAGI HAHAHAHA

      makasih udah baca❤

      1. awalnya sih aku cinta Tao sipanda, tapi lama-lama lebih kepincut sama Chen-ppa kkk~

        bener-bener deh ya aku kayaknya bentar lagi kena diabetes militus nih karena ff kakak yg manisnya keterlaluan ini😄

        anything for Chen-ppa (?), anything for ya, kakDir<3
        AKU TUNGGU FF-FF CHEN-PPA LAINNYA XIXIXIXIXIXI. semangat, kak!😀

  15. Gara-gara FF ini niiiiiiih mulai tumbuh benih-benih ngebias sama Chen kkkkk~ Im trolling in love with you too, Jongdae-ssi.
    Dira-ssi, percaya atau nggak ini udah jam 2 pagi dan aku masih asyik ngubek-ngubek blog ini. Re-read semua ff Dira-ssi yang di posting di IFK. Dan tetep aja, menarik ♥

  16. i always troll in love with you yayang (hoeks) chen :*
    cheeen my husband my true love (ignore this) you are so damn stupid romantic :* huaa demi apapun chen di sini polos parah. Endingnya pas di kisseu oh goodness, bkn melting. Great job thor~ banyakin ff chen yaaa.. Hahaha sorry kalo nyampah dan sok inggris hehe wakakakaw

    1. hahahahah aduhhh ada yang mabok chen ini kayaknya >..<

      ah, tidak ada komen yang nyampah😀
      i love read your comment, dan yap! aku akan banyakin fic chen chen😀
      terima kasih ya udah baca dan komen❤

  17. Chen chen.. Apa yang sebenarnya ada di pikiranmu, keterlaluan bgt itu ikut les bhasa mandarin tapi gak tau artinya wo ai ni *emosi

    uwaaaa.. Suka sama cewenya, sabar banget menghadapi kelakuan chen chen yang kadang gak bisa diterima sama orang normal *plakk dan nyelenehnya keterlaluan..tapi di balik ketroll.an chen chen, tetep aja ada kelakuan dia yg so sweet..

    Wkwk, d.o kembali beraksi, suka”..
    Demi apa, luhan dan xiumin, kalian kbanyakan nntn spongebob ??

    Ff.nya keren authornim😀

    1. yap! penggambaran yang sangat troll akan si chen chen iya kan hahaha
      keromantisan yang aneh<—-SETUJUUU!!

      okeh makasih ya udah baca dan komen❤ nantikan fic chen lainnya yaa😀

  18. Lomba balap siput? aku pernah denger lomba yang sama anehnya sama lomba balap siput, lomba balap ulat -ulatnya dimasukin kantong plastik-
    Chen?! pehlis deh, Chen. anda masih sehat kan? kan kesian pacarnya kalo digituin terus, untunglah Kyungsoo baik hati dan PEKA.
    aargh, sweet banget akhirnya~
    mereka berdua kisseu di malam yang dingin? jiee…. /ehem!/
    duh, kak dira selalu berhasil membuatku senyum senyum mulu waktu baca FFnya kak Dira^^
    eh, siputnya lucu. gimana kalo namanya Gretroll?

  19. I’M ABSOLUTELY TROLLING IN LOVE WITH YOU, JONGDAE! aaa… dia romantis dengan cara yang sungguh konyol(?). wkwkwk. lucu bgt karakter chen di sini. kyaaah. cara dia ngehibur ceweknya itu beda dari yang lain. mungkin emg aneh banget, tp itu so sweet. uwaaa ;_;
    aduh, jjang pokoknya! jjang! T^Tb

  20. haiiiisssshhhhhhh chennnnnnnn kau itu ah sesuatu pisann ㅠ.ㅠ udah ngga bisa dikukumahakeun lagilah aku suka sama kamunya Chen aslian asli (ini gue ngomong apa?) sebodolah yang penting tobat jadi sider hehe..

    baca balesan kak dira di comment yang lain tentang “Kyungsoo punya dendam kesumat” aku ko rada kesindir ya (?) (bahahahaha gr banget gue)

    cerita dikit boleh ya ka?🙂

    awalnya pas aku dikenalin EXO sama temen aku, dia nyekokin aku sama Kyungsoo… Kyungsoo.. Kyungsoo terus. pagi, siang, sore malem, Kyungsoo… sampe aku cuma tau Kyungsoo doang di EXO dan hampir muak x_x eh tapi pas awal-awal Mei kan jamannya EXO comeback nih, aku pengen tau semua member EXO, yaudah aku minta temen aku buat ngtes dia nyuruh aku nyari “CHEN” dan deminya aku GATAU Chen itu yang mana ._. tapi ajaib! aku jawab dg benar ^^ dan kemudian Kyungsoo ngga pernah aku tanyain lagi.. nyampe temen aku bilang “kamu beneran ngbuang Kyungsoo gitu aja?” dan kemudian aku baca ff ABOB Chen, dia dipukul Kyungsoo, disini juga dipukul lagi… Kyungsoo mianhe.. jongmal mianhe.. (oke gue lebay; mianheyo) tapi kak sayang kalo ngga di post, aku udah ngetik banyak2 masa dihapus (?) jadi ya… just sharing ajalah ya hehe

    maag ya kak aku commentnya curhat ^^

  21. hai thor aku reader baru disini…
    sumpah ya thor ini cerita manis banget🙂
    harusnya Chen berterimakasih sama Kyungsoo tuh. kan Kyungsoo udah kasih tau arti Wo Ai Ni, ya walau dapet tanda merah dijidat sih🙂
    tadi bener deh thor ini bagus😀

  22. sumpah baca ff ini sambil ngebayangin muka chen chen yg senyum senyum ga jelas, ketawa-ketawa keras yg ge jelas apa yg diketawain dan tampang-tampang bodoh chen yg lagi ngerajuk…

    ff ini so sweet baaaaaaaannnggggggeeeeeeeetttttt!!!!

  23. aaaaaaa.. Kim Jong Dae ini emang ngeselin sekaligus ngegemesin bgt.
    katanya seperti biasa..manis.
    penulisannya juga rapi.
    seneng bgt bacanya kak:D

  24. Chen-ahhh… Gila dia berasa bodoh banget *maafchen
    Tapi untung nya dia masih bisa cinta sama cewe yah, udah gitu cewe nya juga nerima dia lagi, cara nembak nya aneh pula, tapi yahh so sweet lah, masa Chen nya yang mau jadi putrid salju nya? Hellehh
    Dia aneh banget sumpah disini, nyalain kembang api waktu siang hari, ketawa ketawa sendiri, tapi dibalik semua itu, ada makna yang so sweet banget ahh Chen-ahhh…
    Yang so sweet itu pas bagian dia dating kerumah cewe nya dan nyium dia HUAAAA… Eh pas dia ngomongin kyungsoo keluar lagi gilanya.. ah iya adalagi, aku suka pas bagian ‘chen ketawa gara-gara liat dau jatuh’ hahahhaha  Oh Chen, you’re my second bias, don’t do that hahaha 

  25. KONYOL KONYOL KONYOL BANGET CHEN INI :v
    asdfghjkl banget chen ini -_- wo ai ni aja sampe gak tahu ini orang -_- untung ada kyungsoo😀 hahaha😄
    ya ampun udah romantis itu akhirnya ehhh si chen ngajakin turnamen siput -_- hahaha gila banget😄

  26. Unni unni unni 😍 haiyowwww aku reader baru nihhh *cie* huehehe aku udh sering denger ‘hangukffindo bagus tuh ‘ baru bisa nyoba nih😀 lopelope kannn aduh suka banget sama yg fluffy fluffy bin ajaib kayak cerita kak Dira? Yohooo sweet cekali 😁 nahhh sampai ketemu di ff lainnya! Salken ! 😘😘😘

  27. ughhh!! akhirnya nemu ff chen!!! susah banget nemuu ff chen!!!:(
    oh yaa hallooo kak, aku pembaca baru ffmu!! hehe salam kenal!!😀
    btw makasih udah buat ff tentang chen. oho wo ai ni kak!!

    duh maaf komen yang nggak penting hehe

  28. KAK DIRAAAA TIDAKKKKK YAAMPUN BARU AKU NANGIS BACA FF TAO YANG BARUSAN DAN SEKARANG AKU NGAKAK SEKALIGUS KEMANISAN SAMA FF CHEN INI….
    Chen emang bego apa gimana?:”) aduh tapi ini tuh aku bayanginnya Chen pake rambut lurus ponian yang ganteng banget itu loh yaampun awwww Chen emang ganteng biasku❤ (maaf yha anaknya emang multibias se-exo dibiasin semua termasuk yang udah lawsuit EEEEEE)
    aduh mana ada sih adu siput? bego bangetttt Chen yaampun😄 makasih Kak, ini moodbooster soalnya aku lagi deg-degan nungguin hasil UN:")

  29. adoooooh bibir gua sakit senyum melulu sepanjang baca, gegara anak siput nih~ wkwkwk sumpah pe’a banget tapi tapi tapi… iiih menggemaskan kaya anak siput, halaah lagi lagi siput, gara* chen nih ah tanggungjawab. ntar mau beli siput lah buat ikut turnamen bareng chen wkwkwk i love u troll

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s