Posted in Fanfiction, Fluff, Romance

You’re Sunshine In the Morning

Title   : You’re Sunshine in the Morning

Cast   : JR Nu’est, Juniel

Length : Oneshot

Rating : Pg-13

Genre   : Fluff, Romance, Drama

Summary :  If you were sunshine in the morning, I will feel your warmth against my skin and your smile curling in my heart.

 

Setiap hari adalah hari yang baru bagimu.

Kau tidak akan pernah mengingat hari kemarin atau tahu hari esok yang akan menjemputmu

Kau tidak akan pernah mengingat aku yang kemarin, kita di hari kemarin, atau kau di masa yang lalu

Tapi biarkan aku membantumu mengingat setiap kenangan manis itu.

 

***

          Pernahkah kau berpikir, apa yang akan terjadi jika matahari tidak ada di dunia? Tuhan menyingkirkan matahari dan menyisakan langit biru yang kosong tanpa warna kuningnya yang cerah, yang melengkapi beberapa warna dalam pelangi sehabis hujan? Pernahkah…hal itu terlintas dalam pikiranmu?

Aku…

Ya.

Aku benci hujan. Aku tidak suka langit yang indah dengan awan-awan putih itu menghilang dari pandanganku. Air menetes dari langit dan tiba-tiba semua terasa kelabu juga dingin. Aku…benar-benar tidak menyukainya. Aku tidak bisa membayangkan betapa muram, sepi, dan dingin hariku tanpa matahari. Tapi kini aku tidak ingin membicarakan matahari. Jangan tanyakan mengapa, karena ya, Tuhan sudah menciptakannya dan harus kuakui itu adalah ciptaan terbaik sepanjang masa.

Aku terbangun seperti biasa di hari yang baru, namun tidak ‘se-baru’ hari yang Juniel miliki tiap harinya. Aku memerlukan beberapa menit memandangi wajahnya yang mungil, bibir kecil berwarna merah muda, dan aku mendengar napasnya yang lembut, menjadi sebuah lagu indah bagiku.

Dia akan terbangun pukul 8 tepat di pagi hari. Matanya yang masih mengantuk memandangku aneh seakan aku ini adalah orang asing yang berada di tempat tidurnya, memandanginya seperti ingin memakannya. Walau begitu, aku akan tersenyum sehangat mentari pagi dan mengucapkan beberapa deret kalimat yang sudah menempel di kepalaku:

Hai, namaku Jonghyun.

 

          Aku kekasihmu, satu-satunya cinta dalam hidupmu.

 

          Kau tidak akan pernah mengingat hari kemarin karena kau mempunyai memori jangka pendek sejak 3 tahun yang lalu.

         

          Tapi biarkan aku membantumu mengingat semua itu.

 

Juniel akan mengangguk walau aku tahu ini terdengar aneh. Dia merapikan rambutnya, dan duduk tegak menghadapku. Aku memegang tangannya seakan tidak akan pernah melepaskan apa pun yang terjadi, karena aku tahu, jika aku melepaskannya, Juniel akan tersesat dan tidak tahu kemana harus melangkah.

Namamu Juniel.

 

          Kau suka menulis puisi dan merajut setiap harinya.

 

          Kau juga pintar memasak dan kau selalu membuat sup miso setiap hari Senin, menggambar di hari Selasa, memetik bunga pada hari Rabu, pergi ke taman di hari Kamis, menjemputku setiap hari Jumat, pada hari Sabtu kau pergi ke taman kanak-kanak, memasak dan mengajari mereka membaca, dan hari minggu adalah harimu bersamaku, kita akan menghabiskan waktu berjalan-jalan di pegunungan dan memetik stroberi.

 

          Dan aku tersenyum mengelus pipinya dengan kedua tanganku.

 

          Hari ini adalah hari Rabu, bunga apa yang ingin kau petik?

 

Gadis itu mengangguk seakan aku adalah papan pengarah yang siap memandunya. Dia memegang tanganku erat saat kami menuruni tangga, aku melihat betapa rapuh dirinya. Dia tertawa kecil ketika aku menyisir rambutnya yang setengah basah. Aroma lavender bercampur wanginya bubur yang kubuat pagi ini. Juniel selalu menyukainya, makan di teras bersamaku. Aku suka tawanya, aku suka bagaimana harinya masih seputih salju dan aku disana memerhatikan semuanya.

Ini adalah salah satu memoar yang indah, yang cantik. Aku mungkin bisa mengingatnya dengan jelas, aku bisa menyimpannya di suatu tempat dan tidak ada satu orang pun yang bisa menyentuhnya. Namun Juniel tidak mempunyai tempat seperti itu. Dia hanya punya satu kotak, dan besok hari dia akan menemukan kotak itu kembali kosong.

Namaku tidak ada…

Namanya tidak ada…

Kosong.

Tapi seperti matahari yang selalu kembali di pagi hari. Tidak pernah lelah untuk menyinari dunia ini, dunia-ku, dunia Juniel…dunia kami berdua.

Aku pastikan aku akan mengisinya kembali. Aku akan mengisi gelas kehidupan Juniel yang kosong dengan segelas gula memori, biarkan rasa manis menjalar di setiap helaan napas Juniel, biarkan gadis itu menyesap sedikit demi sedikit hingga akhirnya dia dapat mengisi kotak itu.

Dan dia tidak perlu bingung saat bangun di pagi hari.

***

          Hari lagi-lagi terulang.

Bukankah dunia memang terus berputar tanpa henti?

Hari tidak pernah baru bagiku. Bagi Juniel, ya. Matahari tetap sama, langit masih sebiru yang kuingat, daun masih berwarna hijau, bunga di taman belakang rumah kami masih sebesar kemarin, dan tidak ada satu pun dari mereka yang berubah. Tapi kami berubah…

Aku berumur 24 tahun, bukan lagi 21 tahun. Tidak seindah yang aku pikirkan, bayangkan. Karena waktu terus berjalan bagiku, aku merasakan lima tahun bersama gadis ini. Tiga tahun berhenti bagi Juniel. Tiba-tiba dia kehilangan waktu, detik, menit, jam…Juniel masih berumur 21 tahun.

Hai, namaku Jonghyun.

 

          Aku kekasihmu, satu-satunya cinta dalam hidupmu.

 

          Kau tidak akan pernah mengingat hari kemarin karena kau mempunyai memori jangka pendek sejak 3 tahun yang lalu.

 

Aku berhenti dan mulai menghitung. Bayangkan…lima tahun. Berapa kali aku bangun di tempat tidur yang sama, melihat gadis itu. Matanya yang bingung selalu mencari jawaban: siapa dia, siapa aku, dimana aku, hari apa ini.

Aku berhenti dan mulai menghitung. Berapa kali aku mengucapkan sederet kalimat itu? Dua ribu kali? Tiga ribu kali?

Seharusnya aku mengatakan hari apa ini, agar Juniel tahu apa yang harus dia perbuat hari ini. Namun aku terdiam. Aku berhenti, sibuk menghitung dan membiarkan Juniel duduk di teras belakang, mengamati kupu-kupu yang terbang kesana kemari. Linglung. Dia mirip seperti Juniel.

Di penghujung hari…tubuh kami berbaring di tempat tidur, menatap langit-langit kamar. Ada sarang laba-laba di sudutnya dan Juniel berbicara,

“Mengapa aku tidak bisa ingat apa-apa?” bisikannya lembut dan manis, bercampur nada sedih. “Mengapa aku tidak bisa mempertahankan apa yang kulihat hari ini, apa yang kuingat hari ini agar esok hari aku bisa mengulangnya lagi, melihatnya lagi…”

Juniel tertawa. Seandainya itu dapat membantunya mengingat…dia akan terus melakukannya.

“Mengapa memori-memori itu tidak bisa bersarang di kepalaku? Mengapa, Jonghyun? Mengapa?”

Juniel…

Rasa sakit tidak lah berguna. Kugenggam tangannya seolah hari ini adalah hari terakhir kami bersama.

“Aku mencintaimu.” Kubisikkan kalimat itu di telinganya.

Mungkin hanya dapat bertahan beberapa jam sebelum Juniel tertidur dan kalimat itu terhapus. Namun aku berharap kalimat itu pergi ke hatinya, biarkan dia menetap disana.

Aku menciumnya, jika itu adalah alasan mengapa Juniel hangat dan terasa lebih manis dari gula di dapur kami. Jika itu adalah alasan mengapa jiwaku berdesir di kedalaman hati.

“For it was not into my ear you whispered, but into my heart. It was not my lips you kissed, but my soul.”– Judy Garland

 

***

Pernahkah kau berpikir jika Tuhan benar-benar menyingkirkan matahari dari langit yang berwarna biru? Tiba-tiba langit terlihat luas dan kosong tanpa sinarnya yang kuning, memecah penglihatan dan rasa sedih di kala duka.

Pernahkah Juniel berpikir bahwa dia adalah matahari? Tuhan tidak akan pernah menyingkirkannya dari sana—hidupku. Tuhan tidak akan pernah membuat hidupku hampa tanpa kehangatannya yang menyambutku ceria di setiap harinya.

Matahari tidak ingat siapa yang dia terangi hari ini, hari kemarin, atau dua dan tiga tahun yang lalu. Matahari tidak mengerti mengapa manusia senang dengan kehadirannya di dunia.

Bukankah itu sama dengan alasanku mencintai Juniel?

***

If you were sunshine in the morning, I will feel your warmth against my skin and your smile curling in my heart.

The End

A/N: Hufftthh…FF yang udah lama banget pengen dilanjutin dan akhirnya hari ini selesai. Eumm…semoga pairingnya gak gagal. Entah pas ngeliat foto Jonghyun Nuest langsung klepek2 gitu. Halah! dan seperti biasa “Less Diction”

And actually, I love the love quotes!!😀 thanks, Judy Garland.

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

15 thoughts on “You’re Sunshine In the Morning

  1. Halooo… tri’s back!! *pake nada opening sherlock*
    aduh dosa banget aku ama dira ga pernah komen padahal tiap hari mampir dosa kmu tri dosa!!😦
    well, aku gatau jonghyun nuest tuh yg mana aku taunya cuman sicantik ren :3
    tapi karena deskripsi kamu, di kepalaku dia sosoknya semacam minyak telon, hangaaat… ><
    dan juniel cocok banget dapet peran kayak gini… melas melas minta dipeluk banget gitu aduh ;—;

    1. wah kakak!!! /nodongin brokoli/
      hahaha, sumpah deh kak, gak ada rule rule yang bikin kakak harus merasa begitu sama akyuu /muntah/
      yaaahh sudah dinyana lah ya, pasti pada gatau JR nuest, wasalam dah wakakak😀
      tapi sukur deh kalo dia sehangat minyak telon nyonya cap menir (lah, disebut merk-nya)

      sebenernya jujur aja aku ga gitu banget sama juniel, tapi…ya emang rasanya dia tuh cewek lemah gitu, jadi di taruhlah namanya disini wakakk

      oke, pokoknya makasih ya kak triiililili lalala yang cantik hahaha

  2. Euleuh.. Si junielnya kena alzeimer ya? Ckckck.. Kasian, kasian.. Gantiin aku aja castny, ka.. Aku sehat wal afiyat looh.. *gananya/plaakkk*

    ceritax bagus, tp krn junielx pikunan(?), jdix kya cma cinta sebelah pihak doang ya? *ditonjok juniel

    gud ff ka.. Saya tunggu ff slanjutnya.. ^_~

    1. nay nay naaaaayyyyy😀
      eumm…itu sebenarnya sih nama penyakitnya anterograde gituuhh (kalo gak salah) ya beda tipis lah sama alzheimer🙂

      ini gak cinta sebelah pihak doang kok (lah, maksa) apa emang terlihat seperti itu?

      tapi eumm…lumayan lah ya untuk cast yang baru kutelusuri haha

      maaciihhh ya nay udah baca🙂

      1. Alaaah.. Apa aja deh nama penyakitx terserah.. Yg pnting tuh pnyakin lupa.an gtu.. *kasian

        benerx aq jg gtau yg mana JR, taux cuma Aaron doang, hahaha
        iya, ka.. Kesanx aku baca kya cma JR yg cinta ama junielnya..😄

        Okeh, ka.. Keep writing ya.. ^_~

      2. iyaaaaa >.< tadinya aku fallin for Aaron banget, tapi pas ngeliat MV not over you…
        kok JR begini siihhh?? huhuhu ;__;
        oke deh, aku akan lebih baik lagi nulisnya.

        baro baro kesini, kita nulis kisahmu ya hahaha

  3. Alaaah.. Kagak tau saya, ka.. Yg pnting mah pnyakitnya penykit lupa.an gtu.. Hahaha

    bnerx aq jg g tau JR, taux cma si Aaron doang, wkwkwk..
    iya, jdix mlah kya yg cnta si JRx doang.. Hahaha😄

  4. Nah loh…

    Merinding bacanya…. Gak tau siapa itu JR, kirain JR yang ada di dream high…hehe😛
    Ternyata yang di NUest ya?
    Jadi ngebayanginnya selama baca malah Jonghyun Shinee T,T

    Jauh kemana-mana ya? hehe
    Sip sip…terharu bacanya😀

    1. nah loh…ada apa nih? merindingnya kenapa nih? pasti bacanya sambil ujan2an makanya merinding /gaknyambung/
      iyaaa dia JR nuest, tak kenal yaaa?? ;____;
      aku juga sih pas nulis jadi ngeblur antara Jonghyun SHINee sama JR nuest ._.

      hehehe maacih ya udah baca ~(^.^)~

      1. Engga…aku gak kenal JR Nuest…hehe
        Begitu buka google dan baca ulang…baru kerasa deh merindingnya…
        Wajahnya asik juga buat jadi pria gentle gini…
        Tuh tuh kaaan…hehe
        Sama-sama😀

      2. itu aku juga tadinya ga kenal sih, eh pas ngeliat di MV Nu’est yang not over you….lohh siapa ini yang di tempat tidur? kok lucu hahaha
        jadi di bikin deh fic ini😉

      3. hahaha…iya ya, aku emang suka random bikin tokoh T.T (makanya kadang2 suka di protes sama massa) haha
        yeay! Nu’est dikenal, aku juga lagi suka dengerin lagu mereka masa ;;;;

  5. Awalnya sempet bingung, karena di Cast ditulis JR sedangkan di cerita ditulis Jonghyun😄
    Malah nyambung ke Jonghyun CN Blue
    LOL
    Karena aku nggatau kalo nama asli JR itu Jonghyun juga -_-
    Keren kak dira🙂

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s