Posted in Angst, EXO, Fanfiction, Sad

I Have To Breathe Without You

Title : I Have To Breathe Without You

Author : Hangukffindo

Cast : Lay EXO-M and You

Length : Ficlet (800+w)

Genre : Sad

Rating : PG-15

A/N: Another fic from Lay. Wae, why I should write this before my marketing presentation? Why I should do this? No, I don’t know really. I lied when I say ‘no more cliché phrases’. This fic is totally freak.

Song’s recommend while read this: Taylor Swift-Breathe. Happy reading🙂

***

Mereka berada di sebuah halte bus, musim dingin, 24 November 2012.

Mereka sepasang kekasih dan saat salju turun, mereka seharusnya berpegangan tangan—menghangatkan diri satu sama lain. Seharusnya salju tidak perlu turun sore ini, pasti mereka tidak akan bertengkar, meributkan satu hal yang tidak pasti.

“Kau selingkuh, iya kan?”

Aku tidak pernah memikirkan wanita lain.

            “Kau mencintai orang lain. Katakan siapa dia!” jeritnya lagi di depan semua orang. Lay tidak tahu apa sebabnya, namun mungkin tiga tahun bukan waktu yang cukup lama untuk mengerti apa yang diributkan kekasihnya selama ini.

“Kau bermain di belakangku, kau…kau mungkin tidur bersama wanita lain saat aku tidak bersamamu!”

Lay tertawa di dalam hatinya: Aku tidak punya apartemen yang cukup mewah yang bisa menarik wanita lain agar tidur disana. Apa kau sudah gila?

            Salju terus turun, bus tidak kunjung datang, dan Lay disana bersama dengan seseorang yang harusnya menggenggam tangannya, bersandar padanya, mengusir rasa dingin itu. Seharusnya musim dingin ini terlihat lebih indah, jika saja Lay bernapas sejenak dan berpikir: Apa salahku?

            Mereka baik-baik saja satu jam yang lalu. Wanita itu memanggilnya ‘baby’, wanita itu mencium pipinya. Mereka selalu baik satu jam sebelum semuanya berputar, mengalihkan perhatian dunia dan disana ada Lay—peran protagonist.

Terkadang Lay tidak ingin mengingat—mengenang apa yang mereka miliki jauh sebelum semua ini bertambah buruk.

Lay membuka dompetnya, foto polariod yang tersenyum padanya. Matahari mengiringi jalan mereka di sepanjang pantai, berpegangan tangan.

“Baby, aku suka pantainya.” Ujar wanita itu seiring mereka berjalan menyusuri pantai. “Kita harus hidup disini.”

            “Oh, ya? Kau mau tidur bersama ikan paus dan sarapan bersama ubur-ubur?” canda Lay merangkulnya.

            “Tidak. Aku ingin tidur, sarapan, bermain, berjemur bersamamu dan…” kata terakhir sulit ditangkap telinganya karena wanita itu menciumnya. Bibir bertemu di bawah langit biru.

            “…hidup bersamamu. Selamanya.”

           

            We should live here, someday. Begitu kata kalimat yang tertera di bagian bawah foto. Someday adalah kata yang lama, harus menunggu sampai hari itu tiba. Namun Lay merasa dia tidak akan pernah mencapainya.

Lay membuka laci mejanya. Kayu mahoni yang sedikit berat dan beraroma debu. Dia menemukan beberapa foto yang pudar. Kenangan di balik sana tidak pernah lekang karena Lay masih bisa mengingatnya dengan jelas.

“Aku suka pegunungan. Udaranya segar.” Gumam wanita itu, merentangkan tangan selebar mungkin, seakan dia dapat merengkuh  dunia ini.

            “Aku juga.” Bisik Lay memeluknya dari belakang.

            “Aku suka langitnya, aku suka gunung-gunung berwarna hijau, juga pepohonannya.”

            “Aku juga.”

            “Ya!” wanita itu menoleh pada Lay, wajahnya kesal namun disana juga ada senyuman kecil bagai setetes air. “Jangan mengikutiku terus. Tidak kreatif!”

            Lay tersenyum, mengecup pipinya. “Aku suka dirimu. Apa itu kreatif?”

Lebih dari sekedar kreatif! Wanita itu ingin meneriakkannya. Mereka kembali terenyuh dalam suasana. Dingin tidak menjadi masalah utama, oleh karena Lay berada disana dan semuanya terasa hangat.

 

            Mountain is beautiful. Lay membacanya, tersenyum sedih sebelum mengambil foto lain. Indah adalah saat Lay merasakan tangan lembut wanita itu menyentuhnya, memberikan sedikit kekuatan hingga dia bisa bertahan.

Foto berikutnya adalah foto saat mereka di Spanyol. Lay ingat mereka duduk di tengah-tengah stadion, mereka berjalan diantara orang-orang yang menari. Festival musik dimana drum berdentum, musik mengalun, hentakan kaki dan mereka menari tanpa beban.

Menari hingga kehabisan napas.

“Hei, baby, tadi itu menyenangkan.” Ucap wanita itu ceria. Lay mengelap keringat di dahinya. Dia tidak bisa bernapas karena lelah, tapi itu menyenangkan. Lebih dari sekedar senang dalam arti yang sesungguhnya.

            Lay mengangguk setuju dan wanita itu tertawa.

            “Aku mau beli minum dulu. Kau mau?” Lay beranjak dari sana. Wanita itu mengangguk dan mereka berpisah…hanya sementara.

            Lay pergi dan kembali dengan dua gelas limun di tangannya, namun wanita itu tidak ada disana. Lay hampir menjatuhkan gelasnya, dia menoleh ke kanan dan kiri, wanita itu tetap tidak terlihat.

            “Kemana dia?” gumamnya dan dia berlari, kehilangan napas menjadi hal yang biasa dan dia mendapatkannya lagi ketika wanita itu muncul dari sebuah toko kalung, menunjukkan dua buah kalung pasangan.

 

I can breathe. Lay ingat dia menulis sendiri kalimat itu di balik foto mereka. Namun kini…

I can’t breathe.

 

“Kau menduakanku? Kau mempermainkanku?” wanita itu mengoceh dan setiap perkataannya membuat Lay kehilangan napas. I can’t breathe.

            Baby, kau mengkhianatiku.” Isaknya. I can’t breathe.

            Baby, kenapa kau melakukan ini.” I can’t breathe.

            “Aku tidak bisa terus begini.” I can’t breathe.

            “Sudah berakhir, Lay.”

I have to breathe.

 

Lay mengangkat wajahnya yang kaku akibat udara dingin. Wanita itu berdiri di hadapannya, hidung memerah dan dia menangis.

Apa ini? Mengapa aku tidak bisa bernapas.

            Bukan. Bukan waktunya untuk membalas perkataan wanita itu. Lay tidak perlu menunjukkan sederet bukti bahwa dia tidak pernah menyentuh wanita lain, mencintai wanita lain selain dirinya. Lay tidak perlu berlutut memohon padanya agar ini tidak berakhir seperti film sedih.

Dia harus membiarkannya karena dia harus bernapas.

Terkadang sulit untuk bernapas bersama seseorang yang amat kau cintai, maka itu lepaskan. Hanya…lepaskan dan katakan pada dirimu sendiri:

I have to breathe without you.

 

Lay berjalan meninggalkan halte itu. 20 menit sebelum semua ini berubah menjadi rancu, Lay tidak bisa bernapas. Bukan karena udara dingin yang mencoba membunuhnya, namun cintanya yang terlalu besar.

Dia menerima setiap tuduhan itu karena dengannya, dia bisa terbebas dan bernapas tanpa seseorang di sisinya.

THE END

A/N: Thanks for an absurd mind when I saw Lay’s pic spread in tumblr. Cold and sad.

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

22 thoughts on “I Have To Breathe Without You

  1. aku suka ini demi apapun unnnnnn!!!*nyante^^* Wuahahah, aku ngerti jalan ceritanya kok! apa mungkin karena aku master pembuat ff absurd =_______=wkwkwk

    Aku tahu sama keputusan Lay buat ninggalin ceweknya dan pasrah sama tuduhan dia😄😄 itu … menurutku kereeen! sebodoh amat sama orang yang gak ngerti sama ff ini, yang penting aku ngerti <== loh?

    Apalgi ya eon? kali ini aku gak seberisik dan seheboh kayak biasanya -____- mungkin karena lagi disekolah, jadi curhat -_-

    Intinya aku suka samaa FF INNIII!~~~~SEMANGAT EONNNNN! terus berkaryaaa. project SE:ANJUTNYA DITUNGGUU~~~~

    Saranghaeeeee <333 *tebarmenyan/duagh

    1. HUUAAAAAA…*lari ke zen*
      zen memang adikku yang paling baik, cini cini sama eonni :”)
      euumm mungkin ada beberapa orang yang mengerti dan enggak, karena yah terkadang
      aku suka kumat bikin ff kayak gini, padahal udah banyak org yg bilang “nah, not so good, dir!”
      aaaa aku tak mau kalo zen gak berisik #lah?
      kamu kan kalo berisik dan heboh bikin orang senang hehehe

      uuuuhuhuu, pokoknya terima kasih ya Zen sudah mau baca dan whawww…kamu mengerti cerita ini :”)
      okeh, aku bakal ngebut bikin project selanjutnya🙂
      pokoknya, saranghae Zen❤

      eh, btw jangan baca ff kalo di sekolah, entar gak konsen lho ('.')/

  2. Complicated
    Kalo jadi Lay pasti ngelakuin hal yang sama saking capeknya sama omelan itu…
    Sakin capeknya sama keposesifan itu… Huaaa I know how it feels like… I got it…
    Langkah yang tepat Lay!hehehe…

  3. sumpah ini lay melas banget. ngapa dia diem aja coba di tuduh begitu??? astaga dek yixing! ngemeng kek kalo situ ngga selingkuuuhhh… ngenes banget nasib nya si yixing disini…

  4. keripikku yang ganteng…. tabok aja sih cewek nya ah😐
    kok jadi kesel sendiri ya -_-v
    when u cant breath then i’ll give u CPR immediately (?) wkwkwk.
    aku buete sama kakDira /loh/ bete sama ceweknya ah kkk~ kakDir, fighting buat ffnya!😀

  5. “Terkadang sulit untuk bernapas bersama seseorang yang amat kau cintai, maka itu lepaskan. Hanya… lepaskan dan katakan pada dirimu sendiri:

    I have to breathe without you.”

    Suka bgt sama paragraf yg ini ♥ Ini sama persis dgn pengalaman pribadi aku *curcol, wkwk* apalagi scene di halte bus itu, ngalamin bgt bgt bgt T_T Mungkin perasaannya kali itu tuh kayak Lay ya.. aduhh jd melow gini, mianhamnida Dira-ssi jadi curcol di FF mu kkkk~ geunyang, joahe!

  6. halo halo, kesasar di sini abis blog walking
    tergoda sama judulnya, dan aku baca deh
    dan karena akupun benci silent readers.. makanya aku komen

    semoga kamu ga keberatan kalo ujung ujungnya aku komen kepanjangan hihihi

    anyway, duh ini lay nyaaaa.. juara abis
    pengen peluk lay deh ga tega dia bisa setabah itu *modus*
    si ceweknya kok juga tega bgt sih😥

    aaakk, aku suka
    walau rasanya agak keburu buru di beberapa tempat, tapi cara kamu nyusun scene per scene nya oke banget
    seneng bisa baca ff bagus gini :))

  7. Keren, author-nim! Nice Ff! ^_^ Jadi bingung mau komen apa xD #plak
    Itu si yeojanya fitnah bgt. Lay g kaya gitu y.y
    Yang tabah aja Lay! Masih ada aku kok, uhuk!😉 #kedipimut #abaikan
    Keep writing! Fighting! ^^9

  8. kak dira.
    emang ya, qaqa paling pinter bikin ak ketawa gaje sekaligus nangis gag karuan kyk sekarang.
    huweee qaqa Xing, yg tabah ya sini2 sama ak aja /di cekek byunBaek/

  9. Demi senyuman Baekhyun yang mampu meruntuhkan gunung es…. eonn otakku terlalu cetek buat paham ff eonni yang satu ini kayaknya perlu asupan vitamin B deh (read : Baekhyun) biar otakku kembali dangkal(?) *gelodak*…..

    eonn ff Under The Seanya masih nempel di hati dan nggak mau mup on mup on eonn….. hayo bawa Byun padaku eonn biar bisa mup on’in Lay *lagi tolong hapus koment ini xD*

    still love you eonn ahahjaja

  10. huwaaaa ini dari tadi ubek2 wp mu kak dan stelah berkali2 bolak balik.. tertarik sama ini..
    awalnya aku kurang ngerti, pas smpe pertengahan cerita aku ulang lagi aja.. dan akhirnya ngerti maksud dari judul dan jln ceritanya.. trnyata nyesek ya klo udah ngerti.. feel nya huhu dapettttt banget~~ aku terharu sma lay😥
    ini bagus.. beneran kak… mau dikasih jempol berapa buat ini?? hoho aku kasih semua jempol member exo pun rasanya kurang hehehe

  11. bisa ya seseorang ninggalin orang yg sangat dicintainya untuk membiarkan mereka sama-sama bernafas walaupun disalah satu pihak pasti sangat sakit,,,
    sumpah suka bgt sama tema ff ini!!!

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s