Posted in Comedy, EXO, Fanfiction, Fluff, Romance

She’s My Apple

Title : She’s My Apple

Author : Hangukffindo

Main Casts: Lay EXO M and Apple (OC)

Other Casts : Luhan, Xiumin, Tao, Chen

Length : 3900+w

Rating : PG-13

Genre : Fluff, Romance

Summary : Lay mempunyai kekasih yang namanya mirip buah. Dia Apple.

***

Lay tidak peduli apa yang ada di dalam kepala setiap orang. Mereka boleh berpikir apapun, semua hal yang bersangkutan tentangnya atau tentang hal lain, misalnya kucing, batu, kodok, atau bagaimana bisa Kris memasukkan bola ke dalam ring yang berjarak 2 meter dari tempat dimana dia berdiri, atau bagaimana bisa Xiumin menghabiskan dua mangkuk mie pedas dalam hitungan detik.

Tidak akan ada yang bisa melarang Chanyeol berbisik-bisik di balik majalahnya bersama Jongin, memperhatikan Krystal bermain bulutangkis di lapangan. Tidak akan ada yang bisa melarang Baekhyun terus mencoba mengintip dari celah pintu, memperhatikan Taeyeon bernyanyi di ruang musik. Lagipula juga tidak ada yang mau berurusan dengan Tao, jangan pernah mencoba melarangnya melayangkan kaki di udara atau kau akan kena pukul.

Mereka bisa saja melarang Kyungsoo yang polos pergi ke kamar mandi, atau mencuri kentang dari piring Junmyeon, namun tidak ada yang pernah benar-benar mengurusi atau sekedar berhenti untuk berpikir saat melihat Lay menghampiri seorang gadis gemuk yang sedang makan.

Lay tidak melarang mereka.

Apple juga tampak tidak peduli.

Mereka pasangan yang…eumm…tidak seimbang?

Lay kurus, Apple gadis gemuk sampai semua kancing di kemejanya mencuat, seakan nama buah itu memang tepat untuknya. ‘Apple’…buah apel…bulat. Hmm…memang cocok.

Namun tanpa perlu repot-repot memikirkan mengapa orang tua Apple memberinya nama seperti itu, Lay memintanya untuk pergi ke pesta dansa satu tahun yang lalu. Apple memakai dress sewarna buah plum di musim semi. Dia cantik, pikir Lay saat menggenggam tangannya.

Dia hangat, pikir Lay saat mereka berdansa dan tangannya merengkuh tubuh Apple. Lalu Apple menginjak kakinya, rasa sakit menjalar sampai lutut, lagi-lagi Lay harus tersenyum dan berpikir, Dia kuat.

Dia suka sushi. Lay membelikan sekotak sushi dan sashimi pada kencan kedua mereka di sebuah restoran jepang dekat sekolahnya. Lay hanya pergi beberapa menit ke kamar mandi, bercermin melihat betapa merona wajahnya hari ini, dan dia senang. Kemudian saat kembali sushi itu sudah menghilang, menyisakan sumpit dan segelas ocha kosong.

Tak mengapa. Lay bisa membeli seratus kotak lagi jika Apple menginginkannya.

Dia suka bunga matahari. Mereka pergi ke taman wisata untuk meneliti tanaman yang ada disana dan Apple tertegun sejenak memandang bunga matahari yang tumbuh subur di taman itu.

“Apple, apa yang kau lakukan?” tanya Lay menggenggam tangannya, namun Apple tidak menjawab, terus menatap bunga warna kuning itu, terpesona.

“Apple?”

“Hah?”

Apple tampak kaget dan Lay tersenyum menariknya kembali ke rombongan. Mereka tidak membicarakan tentang bunga matahari selama perjalanan pulang atau di hari-hari selanjutnya, karena di satu pagi hari yang cerah Apple menemukan satu pot bunga matahari di depan pintu rumahnya.

Dia pintar. Mungkin Apple bukan seorang yang memakai kacamata, namanya tidak terdaftar di antara sederet juara olimpiade nasional, wajahnya tidak terpampang di deretan figura murid-murid berprestasi tahun 2012. Namun dia bisa memasak, menjahit kancing baju Lay yang lepas, memperbaiki resleting tas kekasihnya yang rusak…

Lay tahu tidak ada yang lebih indah daripada melihat pipi gembul itu memerah setiap kali Lay berbisik, “Aku sayang padamu, Apple.”. Apple akan melihat kearahnya, tertawa memperlihatkan giginya dan memukul lengan Lay cukup keras dan menimbulkan rasa sakit.

Dia gadis yang menyenangkan.

Dia suka tersenyum, merona.

Dia pemalu.

Dia…

Akan ada banyak kata ‘dia’, sejuta fakta yang tidak bisa Lay hindari karena mereka bertemu setiap hari, setiap jam, setiap detik dihabiskan bersama. Apple tidak beraroma manis seperti gadis-gadis pemandu sorak di sekolah mereka. Dia tidak mempunyai aroma.

Tidak ada yang spesial, yang bisa membedakan Apple dari gadis lain jika Lay menutup matanya.

Satu hal yang pasti, Lay tahu itu Apple meskipun dia menutup matanya sekali pun. Ada perasaan…ada sebuah koneksi yang tidak terbatas oleh sekedar parfum yang bisa menjadi ciri khas.

Lay hanya tahu jantungnya berdegup kencang mendengar langkah Apple yang berat.

Dia Apple. Dia kekasihku.

 

***

Apple merasa beruntung.

Dia tidak pernah berpikir di umurnya yang ke 17, mendapatkan kekasih setampan Lay. Dia jatuh hati pada lesung di pipi Lay yang timbul setiap kali laki-laki itu tersenyum. Dia jatuh hati pada jaket Lay yang beraroma permen karet rasa anggur, melindunginya dari hujan, juga topi Lay yang sedikit kekecilan di kepalanya saat matahari berusaha membakar rambutnya.

Kesimpulannya, Lay luar biasa. Dia memang bukan seorang yang populer di sekolah. Lay berteman dengan Xiumin, Jongdae, Luhan, dan Junmyeon, sekumpulan orang-orang yang tersiksa, tapi siapa sangka ada orang yang lebih teraniaya dari mereka.

Orang itu adalah Apple. Gadis bertubuh gempal, roknya yang pendek memperlihatkan paha besarnya, betis yang seperti lobak, dan terkadang…bukan perasaan senang yang dia rasakan.

Lay tidak keberatan Apple menghabiskan dua kotak sushi, dua gelas ocha, satu gelas bubble tea, tiga mochi, dan kue tiramisu di penghujung hari. Lay akan membiarkan Apple memasuki setiap toko kue dan permen selama kencan mereka, karena perut Apple selalu berulah setiap kali dia melihat kue berwarna-warni terpampang di etalase toko.

Tidak masalah.

         

Mungkin Lay tidak pernah mempunyai masalah dengan itu, namun Apple punya. Timbangannya selalu naik, menunjukkan angka yang tidak wajar di akhir minggu. Angka itu berputar-putar di kepalanya dan akan menghilang seraya dia bertemu Lay, satu-satunya orang yang melihat dirinya sebagai orang normal, karena…

“Turunkan berat badanmu! Kau terlalu gemuk seperti babi!” ujar ayahnya dari ruang tamu.

“Dasar gajah!” ejek adiknya sebelum berlari ke luar rumah.

“Eumm…kau baru sembuh dari sakit, tapi…kau bertambah gemuk dan tidak kelihatan sakit sama sekali, Apple.” Ujar sahabatnya.

“Lihat kakimu sudah seperti pepaya.” Nasehat ibunya saat Apple mengendap-endap ke dapur, mencungkil sepotong puding dari kulkas.

Tidak masalah. Selama Lay masih menjadi kekasihnya, menggenggam tangannya dan tidak mengatainya apapun, Apple tidak memikirkan apa-apa.

Ya, selama Lay masih melihatnya sebagai seorang manusia yang kelebihan lemak, daging, dan sebagainya.

Ya, selama Lay masih menganggapnya cantik dan sebagai kekasih yang menyenangkan untuk dilihat.

Bagaimana jika suatu hari Lay…

 

Hujan mengguyur kota itu, gedung sekolah basah, petir menyambar kemana-mana, para gadis pemandu sorak menjerit dan menyita perhatian sebagian laki-laki yang bersedia melindungi mereka layaknya pahlawan. Apple kedinginan dan dia tidak bertemu Lay hari itu, namun ketika dia pergi ke sudut perpustakaan, dia mendengar suara teman-teman Lay membicarakan seseorang…seseorang yang dia kenal betul.

“Apa sih yang dipikirkan Lay?” itu suara Luhan. Dia setengah berbisik, masih jelas terdengar.

“Apa maksudmu?” yang ini adalah suara Tao.

“Kau tahu yang kumaksud, si labu berseragam itu.” Balas Luhan membalik halaman buku matematikanya. Tao mengangkat alisnya, tertawa hingga menyemburkan ludah ke wajah Xiumin.

“Hei, pelan-pelan, kawan!” Xiumin juga terdengar disana, mengunyah makanan. “Kau sadis, Luhan.” Tambahnya.

“Ya, kau sadis.” Tao meniduri buku ekonominya dan tertawa kecil. “Dia bukan ‘labu berseragam’. Dia…’apel berseragam’.” Lalu semua orang kembali tertawa dan mengecilkan suara ketika penjaga perpustakaan menghampiri mereka.

Apple menggelengkan kepala. Dia sudah terbiasa akan hal ini, mendengarnya dan membiarkan kata-kata mereka lewat begitu saja. Dia merapatkan tubuhnya ke rak setelah mendengar suara Lay yang baru saja datang bergabung bersama teman-temannya.

“Hai, Lay! Darimana saja kau?”

“Aku mengerjakan tugas kimia. Kenapa? Oh iya, apa kalian melihat Apple?” tanya Lay menggeser kursi, Apple mengintip dari celah diantara buku-buku tua.

Luhan saling bertukar pandang dengan Tao yang menahan tawa. “Yang jelas dia tidak berada disini, karena makanan tidak diperbolehkan masuk ke perpustakaan haha…” dia kembali tertawa dan diikuti Xiumin, Tao, dan Jongdae.

Lay memutar kedua bola matanya, “Ayolah, kawan. Aku serius.”

“Kami juga serius, Lay.” Luhan merangkulkan lengannya ke bahu Lay, berpikir sejenak sebelum berbicara. “Ada seseorang yang menanyakanmu.”

“Apple?”

“Aigoo…apa kepalamu hanya ada Apple, Apple, dan Apple? Berpikirlah rasional, kawan.” Ujar Luhan terdengar bosan.

“Apa maksudmu?”

“Aiisshh…sudahlah. Begini, dengarkan aku baik-baik, Lay. Ada seseorang yang menanyakan tentangmu. Dia…Krystal.”

Lay menjauhkan diri, menatap temannya itu seperti dia baru saja mengeluarkan kata-kata paling parah sedunia. “Krystal? Anggota pemandu sorak sekolah ini?”

“Haruskah aku mengejanya? K-R-Y-S-T-A-L. C-A-N-T-I-K…”

“S-E-K-S-I!” timpal Tao terkekeh.

“Yap, betul.” Luhan memperat rangkulannya pada Lay sambil mengangkat alis, seakan bertanya.

“Lalu?” Lay bertanya tanpa dosa.

Luhan memukul lengannya, menjauhkan diri dan menatap Lay dengan tatapan sebal. “Lalu pergi berkencanlah kalian berdua!” pekiknya tidak sabar. Lay boleh saja lemah dalam pelajaran fisika dan matematika, tapi tidak dengan yang satu ini.

Apple menutup mulutnya. Napas tertahan dan dadanya seketika sesak. Dia masih berada disana, walaupun air mata tampak mencoba keluar. Apa ini?

          “Hei, tidak ingatkah kau aku punya Apple?”

Luhan hampir menangis, menjabak rambutnya sendiri frustasi. Dia menangkup wajah Lay, wajah yang ingin sekali dia pukul karena terlalu bodoh dalam hal percintaan.

“Apa kau idiot, Lay? J-jangan pikirkan Apple atau siapapun dia. Astaga, kenapa kau mau menghabiskan waktu dengan seseorang seperti Apple? Dia…dia bahkan tidak ada apa-apanya, Lay. Apa yang kau lihat darinya? Tubuh gemuknya? Apa menurutmu itu menarik? Kau bisa menggendongnya dan berputar-putar seperti di dalam drama? Apa menurutmu orang-orang akan cemburu melihatmu berjalan dengannya? Apakah ada seseorang yang akan cemburu padamu? Tidak! Tidak, Lay.”

Semua orang diam di ruangan itu, termasuk penjaga perpustakaan yang tampaknya ingin tahu apa yang mereka bahas.

Dia benar. Luhan benar. Batin Apple di balik rak buku.

“Dengarkan aku, Lay. Kau…kau pantas mendapatkan seseorang yang lebih daripada Apple. Disini ada Krystal, jatuh hati padamu…” Luhan menunjuk dada Lay. “Tidakkah hati kecilmu menginginkannya? Bertemu dengan seseorang yang cantik, yang membuat semua orang berpaling setiap kali melihatmu berjalan dengannya, yang membuat semua orang iri, yang membuat semua orang berkata ‘aku ingin mempunyai gadis sepertinya’. Tidakkah kau menginginkan sebuah perasaan takut sehingga kau harus menjaga kekasihmu baik-baik, tidak hanya di pagi hari, namun di juga setiap detik. Pernahkah kau merasakan hal itu saat bersama Apple?”

Tidak. Jawab Apple menggigit bibirnya. Satu butir air mata berhasil lolos meluncur di pipinya.

Tidak.

Apple tahu apa yang akan dikatakan Lay, tidak perlu menunggu untuk mendengarnya dari mulut Lay sendiri, maka dia pergi dari sana, setengah berlari. Berharap matahari tidak perlu tenggelam sore ini, agar setidaknya Apple bisa menghabiskan malamnya dengan menangis.

Lay mengerutkan dahinya. “Aku…”

***

Pagi hari datang kembali menjemput. Tidak ada sarapan pagi ini bagi Apple. Dia sengaja bangun sedikit terlambat, lalu berlari menuruni tangga, mengacuhkan ibunya yang menyuruhnya sarapan.

Tidak ada cemilan di sela-sela pelajaran. Tasnya kempes tanpa snack-snack yang senantiasa menemaninya. Hanya ada buku-buku pelajaran yang masih berbau permen, cokelat dan puding, hingga ingin rasanya Apple menggigit mereka. Perutnya meraung-raung, namun dia mengacuhkannya. Kakinya lemas dan keringat mengalir di punggungnya.

Ini proses. Bersabarlah, Apple! Katanya dalam hati menyemangati tubuhnya agar terus bertahan dalam situasi itu.

Tidak ada makan siang.

“Kau yakin tidak mau makan siang?” tanya Lay bingung.

Apple menggelengkan kepala dan berusaha tersenyum ceria. “Aku masih kenyang. Makanlah, Lay.” Dia memperhatikan nasi yang dikunyah Lay, sup yang menuruni tenggorokannya. Sup yang hangat, ayam goreng, dan sayur tomat, menu kesukaannya di hari Rabu. Ugghh…kenapa harus terjadi?

Lalu ketika Lay menyuapinya sesendok puding dan dia menerimanya, Apple menahan puding itu di mulut dan segera berlari ke kamar mandi. Dia memuntahkan puding itu dari mulut ke kloset. Rasa manis yang selalu terasa indah di lidah harus pergi seraya Apple menekan tombol flush.

Lay tidak berkomentar karena Apple beralasan tiba-tiba dia merasa sakit perut dan harus pergi ke toilet.

Makan siang terlewatkan. Apple selamat.

***

Diet.

Adalah sebuah proses menyakitkan, menyiksa, dan terparah yang pernah Apple rasakan. Lebih parah daripada penyakit demam, flu, batuk yang pernah dia alami. Makanan adalah separuh jiwanya, mungkin seluruh jiwanya! Makanan adalah sahabat yang paling setia, paling baik dan tidak akan pernah menyakiti hatinya seperti manusia. Dan kini…hanya satu kata ‘diet’ dan mereka harus berpisah untuk selamanya.

Alat timbang menjadi teman baru yang familiar.

Apple membersihkan semua cokelat-cokelat dari kamarnya, mengucapkan selamat tinggal pada snack kentang dari dalam tasnya, terkadang dia mencuri sebutir permen mint hanya untuk mengobati perasaan rindunya dan dia akan menangis menahan lapar di tempat tidur.

Namun dia tidak berani melahap satu permen lagi ketika mengingat wajah Lay, wajah Lay yang tersenyum dan mungkin dia berharap melihat raut wajah Lay yang ketakutan kekasihnya akan direbut orang lain.

“Aku pasti bisa.” Bisik Apple dalam tidurnya. “Aku pasti bisa, aku pasti bisa, aku pasti bisa…”

***

Lay menyadari perubahan yang terjadi pada diri kekasihnya. Bukan, bukan tentang tubuhnya yang sedikit berbeda di matanya. Tapi kebiasaan melewatkan makan siang di sekolah, tidak ada lagi sekotak sushi, bubble tea, dan mochi kacang setiap mereka pergi kencan. Tidak ada permen, cokelat, dan biscuit dalam tas Apple ketika Lay melongok melihatnya.

Hanya ada sebuah permen mint, botol air minum yang berisi teh hijau, dan sekotak obat yang Lay tidak tahu apa itu.

Lay menyadari perubahan yang terjadi pada Apple. Bukan hanya karena fisiknya, atau tingkahnya, namun perasaan tidak enak yang mengelilinginya, mengikuti mereka. Perasaan itu tidak terasa menyenangkan dirasakan, juga tidak spesial, entah mengapa tiba-tiba Lay merasa berjalan bersama orang lain, bukan Apple yang dia kenal.

Apple tidak berhenti di depan toko kue, dia tidak menarik lengan Lay untuk masuk ke dalam toko permen. Dia tidak mengerti apa yang terjadi, mengapa tiba-tiba disana bukanlah Apple kekasihnya, namun seperti seseorang yang asing.

Lay menahan Apple berjalan lebih jauh. Mereka berhenti di depan taman.

“Ayo, kita makan.” Ucap Lay. Lalu Apple menggelengkan kepala, “Aku masih kenyang.”

“Kau jarang makan belakangan ini, Apple? Apa kau sakit? Kau selalu berkata ‘aku masih kenyang’ padahal aku tidak melihatmu makan dari pagi tadi.” Lay menaruh tangannya di dahi Apple, merasakan kulit dingin yang pucat. “Apple, ada ap—“

“Aku tidak apa-apa. Sumpah, aku masih keny—“

“Bohong.”

Apple berhenti bicara. Mendengar Lay berkata seperti itu membuatnya terpojok dan ingin mengatakan yang sebenarnya. Namun dia memilih untuk menggigit bibir, menahan kata-kata jujur keluar.

“B-bohong? Tidak, aku tidak berbohong. Ada apa denganmu, Lay?” nadanya terlalu tinggi dari yang dia kira. Dia tidak bermaksud panik seperti itu, hingga Lay menatapnya bingung. “Aku…aku hanya tidak lapar, oke? Bisakah kita berjalan lagi?”

Tangan Lay tidak bergeming, dia tetap menahan Apple disana. “Lay…”

“Katakan yang sejujurnya. Apa kau…”

Apple ingin menutup telinganya. Dia tidak ingin mendengar kata itu, kata yang memisahkannya dengan semua hal yang dicintai.

“…diet?”

“Tidak!” jerit Apple. Seorang anak kecil berhenti mengayuh sepedanya, mungkin lalat disebelah sana berhenti terbang, dan lebah berhenti berdengung karena suara Apple yang besar membuat semuanya kaget.

Lay mengerjapkan matanya. Ya, hati kecilnya berkata itu tidak benar. Apple berdiet. “Ya, kau melakukannya. Kau tidak lagi makan seperti biasa. Kau selalu melewati makan siang di sekolah, dimana semua snack dan cemilan itu, Apple? Kau tidak makan. Kau diet!”

“Makanan itu tidak sehat dan sekali lagi kukatakan aku tidak diet!” balasnya.

“Jangan bohong, Apple!”

“Aku tidak bohong!”

Lay tidak mengingat kapan terakhir kali mereka bertengkar, berteriak satu sama lain, dan jelas kali ini sangatlah parah. Tidak akan terjadi jika setidaknya Apple mengatakan yang sesungguhnya.

“Apple!”

“Oke! Ya, AKU DIET! Aku diet! Puas?! Aku melewatkan jam makan dan membiarkan perutku kosong. Senang?!”

“Astaga, Apple. Apa yang kau pikirkan? Kau menyiksa dirimu. Lihat, kau pucat dan wajahmu tidak kelihatan sehat.”

“Apa pedulimu jika aku menyiksa diriku sendiri? Ini…ini demi kepentingan kita. Aku ingin terlihat cantik, langsing, agar kau tidak malu berjalan dengan gadis sepertiku. Agar kau merasa bangga memiliki diriku, agar kau senang, agar kau mempunyai rasa takut aku akan pergi darimu, agar kau selalu menjagaku dan tidak membiarkan orang lain merebutku darimu. Agar kita terlihat serasi, agar kau merasa memiliki kekasih paling cantik dan terkenal di dunia. Tidakkah kau ingin merasakannya, Lay?”

Tunggu, dia terdengar seperti seseorang yang Lay kenal.

“Apa Luhan mengatakan ini padamu?”

“Terserah siapa yang mengatakan ini. Tapi jujurlah padaku, Lay! Tidakkah kau ingin merasakan semua yang kukatakan tadi?” wajah Apple beruraian air mata dan Lay benci melihatnya. Dia tidak, tidak, akan pernah membiarkan air mata itu jatuh, mengalir di pipi gembulnya. Namun apa yang dia lakukan sekarang? Apple menangis karenanya?

Dan apa yang baru saja dia katakan?

“Apple, aku…”

Apple mengangkat tangannya, menghentikan Lay untuk berbicara lebih jauh, karena hatinya hancur berkeping-keping. Mengakui bahwa dia berusaha keras untuk menjadi seseorang yang dapat Lay banggakan adalah hal tersakit yang pernah dia rasakan.

“Cukup, Lay.”

Dia berlari. Berlari cukup kencang hingga dia berharap dapat berlari dari kenyataan dan mendarat di sebuah tempat dimana dia menemui bayangan tubuhnya yang langsing, berambut panjang, dan cantik. Dimana semua orang melihatnya cemburu dan dia bersedia kembali menjemput Lay, dan hidup bahagia selamanya.

Namun sayang, ini bukanlah dongeng di dalam buku cerita. Dia bukan seorang gadis bergaun pink dan Lay bukanlah pangeran diatas kuda putih.

Apple berlari memasuki rumahnya, pergi ke dalam kamar dan mengunci diri selamanya disana.

“Apple, astaga…apa yang terjadi? Kenapa dia menangis?” tanya ayahnya yang sedang membaca Koran, memandang ibunya yang hanya bisa mengangkat bahu.

Lay termenung di tempat tepat dimana Apple meninggalkannya beberapa menit yang lalu. Dia ingat semua pertanyaan itu dan tidak bermaksud untuk diam, karena terlalu banyak kata-kata yang ingin dia keluarkan.

Waktu itu…

“Tidakkah hati kecilmu menginginkannya? Bertemu dengan seseorang yang cantik, yang membuat semua orang berpaling setiap kali melihatmu berjalan dengannya, yang membuat semua orang iri, yang membuat semua orang berkata ‘aku ingin mempunyai gadis sepertinya’. Tidakkah kau menginginkan sebuah perasaan takut sehingga kau harus menjaga kekasihmu baik-baik, tidak hanya di pagi hari, namun di juga setiap detik. Pernahkah kau merasakan hal itu saat bersama Apple?”

“Aku…”

“Ayolah, Lay. Apple itu tidak berarti.”

Lay bangkit berdiri hingga kursi itu jatuh berdebum ke lantai, menimbulkan suara yang mengerikan. Dia mencengkram kerah Luhan dan berkata,

“Jangan. Pernah. Berkata. Seperti. Itu. Tentang. Apple.” Desisnya sebelum mendorong Luhan jatuh terduduk di kursinya. “Kau tidak tahu apa-apa tentang Apple. Kau juga tidak tahu apa yang kurasakan terhadap Apple. Asal kau tahu, aku menyukainya, aku menyayanginya lebih dari apapun. Aku tidak peduli apa yang orang pikirkan.”

Lalu dia pergi, pergi berlari meninggalkan Luhan yang tampak kaget sekaligus takut karena dia belum pernah melihat Lay semarah itu.

Hari ini. Detik ini, dia kembali berlari melewati taman, melewati toko permen, toko baju, toko sushi. Apple, Apple…nama itu terasa manis ketika dia menyebutkannya, berenang di dalam kepalanya, menghangatkan hatinya. Tidak ada nama lain yang bisa membuatnya merasa seperti itu. Hanya Apple, dan hanya ada satu Apple di hatinya.

Lay sampai di depan rumah kecil milik Apple. Dia terengah-engah sebelum mengetuk pintu rumah, dan seorang pria bertubuh gemuk yang dia kenal sebagai ayah Apple menemuinya.

“Selamat sore, paman. Aku…aku ingin bertemu dengan App—“

“Jadi kau yang membuat anakku berlari ke rumah sambil menangis?! Kau!” Lay menjadi sasaran Koran yang di pegang ayah Apple. Pria besar itu memukulnya cukup keras, mendorongnya hingga jatuh ke tanah mengenai pot bunga matahari milik Apple.

“Kau…kau juga menghancurkan bunga kesayangan anakku!” teriaknya semakin marah.

“Maaf, maaf…aku tidak sengaja.” Lay merasakan ada luka terbuka di tangannya, tapi dia berusaha memperbaiki pot yang pecah itu, sedangkan ayah Apple terus menyerangnya dari berbagai arah.

Apple keluar dari kamar mandi, mengelap ingus di hidungnya. Dia merasa buruk, buruk, dan buruk sekali. Dia menyalakan musik dan duduk dekat jendela, menempelkan dahinya agar dinginnya kaca dapat meredakan rasa pusing yang dirasakan. Lalu dia melompat kaget melihat ayahnya sedang menyerang seseorang yang familiar dengan koran, seseorang bernama Lay yang merupakan kekasihnya.

Apa yang sedang Lay lakukan disini?

Apple berlari keluar pintu, mencoba menghentikan ayahnya. “Ayah, hentikan!” jeritnya.

Sedangkan Lay menyadari kedatangan Apple, berusaha menggapai tangannya namun disana ada ayah Apple, pria bertubuh besar yang berhasil menghalanginya.

“Ayah! Berhenti memukul Lay!” Apple menghalangi ayahnya, melindungi Lay dibelakangnya, bernapas berat. “Berhenti! Berhenti!”

“Dia yang membuatmu menangis kan?? Dia—“

“Tidak. Tidak. Dia tidak membuatku menangis, ayah.”

“Bohong!” ayahnya adalah orang kedua pada hari itu yang mengatainya pembohong. Tapi tidak mengapa, itu tidak sesakit melihat Lay terluka.

Apple menggeleng, merentangkan tangan selebar mungkin agar Lay aman di balik tubuhnya. Lay melingkarkan tangan dari belakang, memeluknya seakan tidak akan pernah melepaskannya.

“Lay tidak pernah membuatku menangis. Aku…aku menyukainya dan ayah jangan menyakiti Lay, oke? Aku baik-baik saja, tadi aku hanya…” sekarang dia menangis, entah mengapa tapi pelukan Lay membuatnya ingin menangis terus menerus, membuatnya merasakan ada getaran kecil yang masuk ke dalam hatinya, dan apa yang dia lakukan selama ini bukanlah hal yang benar.

***

          Dia idiot. Sangat idiot. Apa yang dia pikirkan ketika mencari-cari cara untuk diet di internet, membuang semua makanannya dan kini dia sangat kelaparan. Rasa lapar sangat menyakitkan, Apple yakin dia pernah mengalami black out beberapa kali saat sampai di rumah. Namun rasa sakitnya tidak lebih parah daripada melihat Lay di depannya, tangan terluka dan ada lecet di wajahnya.

“Maaf, menghancurkan pot bunga mataharimu. Aku akan membelinya lagi.” Ujar Lay dengan suara pelan, dia memandang wajah Apple, sementara gadis itu mengobati tangannya yang terluka. “Maafkan aku, Apple…”

Air mata gadis itu mengalir seraya kata-kata Lay menyentuh hatinya, menyentuh luka disana dan Apple memeluk Lay seakan hari esok adalah hari terakhir mereka akan bernapas, saling menyukai, dan ada segelintir perasaan bersalah yang memenuhi kepalanya.

“Maaf, Lay. Aku bodoh, aku tolol. Tidak seharusnya aku…”

“Hei, hei…” Lay melepaskan diri, menangkup wajah Apple, pipi itu terasa lembut dan menirus. Lay membenci wajah tirus itu, lebih menyukai bagaimana pipi itu bersemu mera, gembul dan lembut di sentuh. “Jangan pernah melakukannya lagi, oke? Ya Tuhan, Apple…apa yang kau pikirkan sehingga kau berbuat seperti ini, heh?”

“Aku kira kau suka dengan gadis yang cantik, langsing…”

“Persetan dengan semua itu, Apple!” pekiknya membuat Apple terkejut. “Aku menyukaimu apa adanya. Titik. Aku tidak peduli apa yang mereka pikirkan, orang-orang itu tidak tahu apa yang kita rasakan dan buat apa pusing mencari jalan agar orang-orang itu iri, cemburu melihat kita? Ini kau Apple, ini dirimu yang kusukai! Kau tidak perlu menjadi orang lain, demi Tuhan, aku tidak memacarimu untuk membuat seluruh dunia cemburu.”

Apple terdiam. Lay menghapus air matanya.

“Jika kau pikir aku tidak senang berjalan denganmu, lalu apa yang kita lakukan selama ini? Kau pikir aku tidak takut kehilanganmu? Hanya karena jika kau langsing maka aku akan ketakutan, punya rasa takut kehilangan dirimu karena sewaktu-waktu orang bisa saja merebutmu dariku?”

Apple mengangguk perlahan, tidak tahu apa yang harus dia lakukan.

Lay memejamkan mata, menempelkan dahinya ke dahi gadis itu, tertawa kecil. “Astaga, Apple. Aku takut, aku takut kehilanganmu melebihi aku takut seseorang mencuri uangku, mencuri player kesayanganku di rumah. Aku takut kau meninggalkanku, aku takut kau pergi bersama orang lain…”

“Aku tidak akan melakukannya, pergi ke orang lain.” Potong Apple cepat, karena ya dia tidak akan pernah melakukannya. Siapa orang lain yang bisa menerima dirinya yang seperti ini selain Lay?

Lay kembali tertawa. “Oke, kau membuat rasa takutku sedikit berkurang.”

“Berkurang? Aku tidak mau rasa takut itu berkurang. Kau harus merasa ketakutan setiap saat, Lay.” Ujar Apple setengah bercanda.

“Baiklah, aku akan selalu merasa ketakutan kehilanganmu.”

Itu lebih baik.

          Mereka tidak akan pernah peduli. Lagipula semua yang dilakukan Lay dan Apple adalah mereka tidak bisa melepaskan satu sama lain. Mereka menempel bagaikan bunga membutuhkan matahari, paru-paru membutuhkan udara, roti membutuhkan selai, teh harus diberi gula, karena mereka tidak akan pernah sempurna tanpa pasangan mereka.

Apple adalah seseorang yang membuat Lay merasa sempurna, dan dibalik semua kekurangan itu, Apple memberikan tidak hanya 24 jam untuk Lay merasa senang dan bahagia, dia memberikan 25 jam, hingga Lay tidak bisa tidur.

Gadis macam apa yang bisa memberikan begitu banyak hal menyenangkan seperti itu? Krystal? Yoona si pemandu sorak? Luna si ketua organisasi?

Hanya Apple yang bisa.

Pukul 8 malam, Lay pulang dari rumahnya. Ayah Apple masih memandangnya tidak suka. Namun anaknya benar-benar jatuh cinta kepada laki-laki ini, apa yang bisa di perbuat. Dia mengamati bagaimana Lay dan Apple berpegangan tangan sampai di ambang pintu, tersenyum satu sama lain. Lay pamit pulang, mengucapkan selamat malam, namun setelah itu…ayah Apple hampir pingsan karena tiba-tiba Lay mencium Apple di depannya.

“Ya! A-apa…” dia kehilangan kata-kata, berteriak histeris.

Lay menemukan Apple semerah buah apel sungguhan dan dia menyukainya. “Aku menyayangimu, Apple.”

Lalu sebelum ayah Apple bisa menemukan benda untuk memukulnya, Lay berlari dari sana, melambai dari kejauhan pada mereka sambil tersenyum ceria.

“Ya! Dia…dia…mencium anakku!”

***

Lay mempunyai kekasih yang namanya mirip buah.

Dia Apple.

THE END

A/N: Thanks for my mom who brought me into the supermarket yesterday and I saw red apple there, then this ideas comes up through my head😀

Comments is allow🙂

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

94 thoughts on “She’s My Apple

  1. fluff mu tuh ya emang juara deh….. ga pernah gagal bikin senyum pas baca …
    bikin melayang -bareng kris- juga….😄
    ya ampuuun lay lay, kmu tuh ya bsa juga ky gtu, pake acara cium” di dpn bapaknya apple hahahha

    1. waaahhh asik dibilang gituuu hahaha😄
      maaciiihh kak😀
      weehh melayang bareng Kris? wakakak *nyantol di kaki*
      klo ada yg pacar kayak gitu yg nyium di dpn bapakke…pasti udh digebukin se-RT hehe
      okeh makasih pokoknya udah baca…

    2. waaahhh asik dibilang gituuu hahaha😄
      maaciiihh kak😀
      weehh melayang bareng Kris? wakakak *nyantol di kaki*
      klo ada yg pacar kayak gitu yg nyium di dpn bapakke…pasti udh digebukin se-RT hehe
      okeh makasih pokoknya udah baca…

  2. aaaaa.. perumpamaan yang eonnie buat tuh romantis banget, jadi bikin senyum2 sendiri bacanya😄
    aigoo~ lay keren banget. jarang ada cowo yang kayak gitu😉
    tapi ngomong2… kenapa aku ngga pernah nemu ff fluff eonnie tentang luhan ya?
    biasanya D.O atau baekhyun. Apa aku cuma nemu itu doang y? hahaha

    1. heuuu perumpamaan yang sedikit absurd begitu deh >.<
      apeeell…

      yaaappp!!! itu dia!!
      muka Luhan itu udah fluff dari sananya, kalo mau dibikin ff fluff yah begimana ya
      entar kepenuhan fluff-nya (alasan klise) hahaha

      enggak deng, aku pengen banget bikin yang Luhan, tapi kenapa D.O lagi Baekhyun lagi yang muncul idenya
      hmmm…abis ini Luhan deh ._.v
      makasih yaahh udah baca🙂

  3. Apel itu sebenernya segendut apa sih Unn?
    Kok kesannya dia itu cantiiiik gitu kayak Adele jadi Lay nya terpseona sampe segitunya.
    Nolak Kristal pula…hehe
    Ato sebaik apa sih Apple itu sampe Lay terhipnotis bahkan sama pukulannya -__- hahaha LOL

    Entah kenapa saya ngerasa udah baca dan komentari ff ini…tapi sudahlah…

    Oke ceritanya asli buat ketawa dan nangis di waktu yang berdekatan, dan itu mengerikan!
    Unnie, FF mu mengerikaaan!
    Kalo ada pria yang kayak Lay meski gak seganteng Lay…pasti dikeceng deh…hehe
    Keren unn😀

  4. OH MY GOD!!!!!! HOW SWEEEEEEEEEEEEEEEEEEEETTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT. AAAAAAAAAAAAAA SUKA BANGET BANGET BANGET BANGEEEEEEET AMA STORYNYAAAAAA. JATUH CINTA AMA LAY DISINIIIIIII. PFFFFFFFFTTTTT. MANA ADA SIH JAMAN SEKARANG COWOK KAYAK LAY GINI!!!! MANA ADAAAAAA ASDFGHJKLZXCVNM *jedotin pala ke meja(?)* YA AMPUUUUUUUN PENCERITAANNYA KECE BANGEEEEET. SANTAI TAPI BIKIN SENYAM SENYUM SENDIRI HUAHAHAHAHA. ANDA XI LUHAN!!!!! APA APAAN DISINI LUHANNYA MULUTNYA JAHAAAAT(?). EH TAPI BAGUSSSS BANGET CERITANYA. WAKAKAKAKAKAK. AKU SUKA BANGET THOOOOR. TERUS BERKARYA OKKKK! *matiin caps*

    1. euummm…oke anda mengerikan dengan semua capslock itu hahaha ._.
      tapi capslock entah kenapa selalu membuatku bahagia, jadi gapapa kok haha😀

      aduuuhh terima kasih yah atas commentnya dan udah mau mampir hihihi😀
      emang ya Lay so sweet banget pengen di gigit kayak makan apel :3
      yah, begitulah Luhan si evil ituu >.<

      MAKASIH YAH UDAH DATENG KESINI DAN UNTUK CAPSLOCKNYAAAA !!! HAHAHAHA

  5. AAAAAA ini keren banget.. iya KEREN BANGETTT
    astaga…. speechless bener2 speechless….
    penggambaran perasaan lay ke apple menurutku gak terlalu dramatis dan feel nya bener2 dapet. like ittttt

  6. Apple itu kayak aku banget. tapi aku gak bisa masak, gak bisa jahit, gak bisa memperbaiki resleting…. (iya gemuknya aja yang sama -_-v)
    semoga aja banyak cowok kayak Lay gini, amiin xD
    kakDir, fightiiiiing!!!😀

  7. aku suka banget ide ceritanya
    mudah2an aku nemu cowok yg cinta aku apa adanya soalnya aku banyak kurangnya kaya apple
    tata bahasa mudah di mengerti dan romantis dengan cerita sederhana

    1. hihihihi makasih ya udah baca dan komen😀
      yap! mudah2an dapet cowok kayak gitu soalnya eumm jarang kan ya ada orang kayak lay :”)
      okeh, nantikan fic lainnya ya, thankies 😀

    1. halowww, selamat datang /ngalungin bunga/

      ah, ya ampun emang ini sedih ya /baca ulang/ >.<
      errrm oh pas diet, hahaha kirain ada apa toh😀

      yap! semoga ada sejuta cowok kayak gini, jadi aku bisa punya tiga #eh maksudnya satu hehehe

      oke makasih ya udah baca dan komen😀

  8. DIRA!!!! ASTAGA!!! fanfic buatan kamu memang sweet bangeeeeet!
    pemilihan kata, alur cerita dan ide…. out of the box!!!

    daan kamu selalu dapet feel ya buat nulis dgn random cast exo member, ini aku harus belajar dari kamu ._. )

    1. aaaa masa sih? duh jangan begitu punyamu juga oke kok ;D err, terkadang out of the box itu jadinya ngaco hahahah xD

      ah ya aku juga tergantung mood kok kalo mau nulis, dulu aku cuma moodnya sama diooooo aja tapi ya sekarang udah mulai belajar mood sama semua cast hehehehe ayo nulis kaisoo #eh #ditabok hahaha

      makasih ya say udha baca dan komen hihihi❤

      1. iya dan kadang yang ngaco itu yang keren kok ~
        betul! mood itu ngaruh banget ._. )
        iya mau buat tentang mereka uda gemez banget banget tapi ga punya ide dong…

        yeay! my pleasure, Dir

  9. Kak dira, aku gaktau mesti ngomong apa /sembunyiin muka/
    lagi-lagi aku belum komen, padahal aku udah baca *bow* ampuuun kak diraaaaa /lari/
    Aku malah udah baca ini dua kali /tabok/
    Yang aku suka di fict Lay-nya kak dira itu si Lay selalu digambarkan jd namja yg romantis abis, terus kalem kalem dan sweeet bgt😄 jd cocok bgt sm aura wajahnya(?) aku gak suka sama Luhan disini, jahat banget kan kasian Apple, itu mandoo juga, kejem.__. aku bener bener mbayangin disini sosok Apple itu kayak gimana >,< pasti endut lucu gituuuu😄 dan satu hal kak dira, kenapa kak dira bisa kepikiran bikin ff begini??????? langkan banget kaaan??
    kak dira top deh, idenya banyak banget ^-^b

    1. aaahaahahah ya ampun kamu mah, ga di komen pun juga gapapa, disini yang terpenting adalah orang suka dan merasa seneng baca ficnya, komen pun bisa belakangan hehehehe😀
      iya aku juga suka sama lay dan entahlah gabisa ngebayangin dia jadi bad boy, kasian ihh hahaha
      iya apple sangat sangat lucuk di bayanganku juga, dan ditambah dia di sayang sama lay, ah dunia apple ini terkadang terlalu indah untuk dibayangin T.T

      kenapa bisa kepikiran, err ini absurd sebenernya, aku lagi jalan-jalan ke supermarket sama mamaku dan ngeliat buah apel di keranjang tiba-tiba entah kenapa langsung kepikiran ini sumpah ._.v

      aduh jangan begitu, masih banyak yang punya ide lebih oke daripada sekedar ini say hehehe tapi btw makasih banget udah nyempetin baca dan dikomen, apalagi yang bisa membuatku bahagia daripada ini? hahahaha :”) makasih banyak ya say, komenmu membuatku semangat nulis! ‘.’)9 fighting❤

  10. salut banget sama lay, gak kepengaruh omongannya lulu, entahlah aku sebel sama luhan disini, betapa menyebalkannya dia smpai” ngmong kaya gitu :3

    sejahtera,damai,sentosa itu punya cowo kaya lay, u.u jadi envy sama apple🙂

    1. hahahaha dia kan cowok baik-baik, emang lulu! (yampun jahat banget sama si lulu) xD aku juga sebel sama lulu karena dia terlalu ganteng, percayalah hahaha

      iyaaa pengen ya punya cowok kayak lay, andaikan ada #ngayal

      okeh makasih ya udah baca dan komen❤

  11. manis bangeeet yg ini, padahal blm ga tau yg mana cowo yg namanya lay. tau2 baca ffnya aja.. eh bagusss,, maniiiisss bangeeettt..
    she’s my apple… hahahah ujungnya lucu, kirain smpe nikah.. :p
    ada sequelnya ga siiiihhh…???😀

    1. aaaaccckkkss harus liat yang namanya lay dan kamu pasti klepek-klepek hahaha xD
      ah ya pengen bikin mereka sampe nikah ya😀
      ada kok sequelnya, “A Letter to My Apple” xD
      makasih ya udah baca dan komen, duh walaupun kamu belum tau yang mana Lay ;;;)))

      makasih banget ya❤

  12. Pertama, aku mau memperkenalkan diri.
    Anyyeong. I’m ur new reader. Namaku Muthia, eon bisa manggil aku Mut. 96line.

    Kedua, I LOVE UR BLOG EONNNN!!!! :*

    Ketiga, aku nemu FF ini di salah satu blog EXO. Tapi aku blm puas kalau blm nemu blog asli penulisnya. akhirnya nemu blognya. Yeayy. Kau membuatku langsung jatuh cinta FFmu eon.

    Keempat, Eon pembuat fluff terbaik sepanjang masa. *gombal*

    Tapi ini jujur. Karna aku langsung tergugah untuk nggak jadi sider. Aku nggak mau jadi hantu di bloh eon.

    Ini sok kenal sumpah. Tapi aku bener2 suka sama eon.*jangan mual please*

    Nulis flufg itu susah eon, aku aja mpot2an nulis fluff, tapi entah knp kayanya eon kalau nulis ngalir. T___T Eon buat aku iri.

    Pokoknya ini FF pertama yang buat aku jatuh cinta sama eon.
    *kabur ke FF selanjutnya*

    1. halo Mut (duh nama panggilannya minta dikasih ‘i’ deh di depannya hahaha) WELCOME WELCOME /ngalunginbunga/ makasih ya udah mampir disini hehehe😀

      aduhhhh makasih banget ya sumpah hahaha😀

      ya ampun kamu mah (/.\) aduh gak bisa ngomong apa-apa selain makasih, selalu seperti ini kalo ada orang yang mampir dan (bersyukur banget) pada suka :”)

      dan yang ke-empat itu…ah apaan (/.\) masih banyak banget kok yang fluffnya lebih ‘keterlaluan’ dari aku hahaha :”)

      ah aku suka nih sama pembaca seperti ini hahahaha .<

      ah ya dan karena kamu baik, kamu juga jadi reader pertama yang buat aku inget terus-menerus betapa manisnya kalo semua reader kayak kamu hahaha xD

      makasih ya /nangispelangi/

      btw…

      indaylee…umm, kamu temennya zen?

      1. KYA DIBALEEEEES~~~~ Makasih dibales eon. T____T
        hehehe. jadi malu ah kalau ditambahin ‘i’.

        tapi eon. fluff eon beda. BEDAAAAA DARI YAN LAIN.

        Iya aku temennya Zen. hahaha, aku sama Zen dan Ra semalem heboh. aku telat nemu blog eon. *poor*

        Wajar kalau readersnya eon manis, cerita yang eon suguhin manis-manis sih. Kalau aku diabetes tanggung jawab ya eon. *hug*

        ah eon. aku nggak inget kapan terakhir kali bisa nemu owner blog seramah ini.

        POKOKNYA I LOVE UR BLOG.

      2. iyaaa dong dibales hehehe😀

        aaaaa jangan begitu hahaha xD
        waduh si Zen itu hahaha…umm btw udah lama gak keliatan dia. aduh gak pernah ada kata telat deh, blog ini selalu terbuka kok untuk siapa aja dan kapan aja hehehe

        yah, aku gapunya uang untuk tanggung jawab >.< kasihanilah aku hahaha

        aduh, masa sih (/.\) aku mencoba ramah dan menghargai setiap readersku jadi MAKASIH BANGET!!!

        i love u tooo #eh😀

  13. bisakah nama apple di ganti jd brida thor??
    tp saya tdk gemuk dan gembul
    och ayolah saya bercanda😉
    .”… Xiumin
    menghabiskan dua mangkuk mie pedas dalam
    hitungan detik”
    its not imposible !
    i gave 2 jempol just for you thor wkwkeke

  14. ya Tuhan, kaaaaak it’s so fluff dan aku senyum-senyum sendiri kek orang gilak~
    berasa Apple-nya itu kayak aku deh ahahhaha maksa😀
    oke suamiku ini (re: Lay XD) memang so sweet banget, dan aku semakin speechless dibuatnya,
    jadi yang bener aku dibikin speechless sama Lay atau kak Dira ya? muahahaha
    I Like it kak, I love this AppLay paired :3

  15. aaaaahhhhh!!! *teriak bareng chanyeol* ya ampun dira, ini.. manis banget ceritanya!! berasa makan waffle pake es krim stroberi plus cream vanilla tambah chocochips dan chocolate stick!! ahhh laper!!
    feel nya dapet, dan indah banget… aku juga berharap di kehidupan nyata ada cowok kayak lay di cerita ini, aku juga nasibnya sama kaya apple😥 diet ga pernah jalan, diomong doang tapi blehh… aku ga pernah kenyang!! makan terus😥 *kok malah curcol di sini aku*
    ahhh pokonya ini sweet banget, melebihi mukanya sehun. pokoknya i like this story soooo muchhh ^^)b
    keep writing, jjang!

  16. ya ampun demi apapun, aq g tahu udah brapa kali bc ff ini…, dan entah krena apa aq g pernah bosen baca setiap kata perkata yg eon dira rangkai dalam ff ini. . .dan aq tahu, aq adalah orang trkudet didunia. FF ini dipulish 2012, dan aq bru bc awal mei 2013 dan komen akhr juli 2013 #oke ini info yg g penting#.. Aq bru nyadar bhwa aq blom komen ff eon yg stu ini.. Beneran deh, rasanya g afdhol kalo bc ff bgus tpi g komen. .. Aduh, kisah layapple couple bener2 sweet bnget. …. Sumpah ._.v . . . . Dan sequelnya ini juga. . Ah,. Daebak!!, smoga suatu saat yg tdak trduga2 eon dira buat sequel sbnyak mungkn buat couple ini. .haha mreka couple fav. Aq ,… Hah, mianhae eonni dira udah bikin rusuh,coment kbnyakn plus g jelas pula ,.. #haha kbur kepelukan bacon😄

  17. what can I say about this fict? amazing??😀 baguuuus bgt.. ak belom pernah baca ff yg main character cewe nya ‘ga biasa’ kyk gitu.. main character di ff kebanyakan digambarin cantik bgt kyk dewi, mata bulatlebar, tubuh mungil, pkoknya physicly perfect gitu. tp ini… ddaebak!!😀 dan ga tau knp di sini karakter Lay pas bgt ya. dpt feelnya. Two tumbs kakak~ d(‘-‘d)

  18. sst.. i gave u one top secret eon, Lay itu selingkuhanku (jangan kasih tau kris ya/plak/hhaha)
    HUAA LAY YOU’RE SUCH A WARM-KINDHEARTED-SWEET-CUTE PERSON I’VE EVER MET (di FF, hhaha)
    siapapun yg eonni prnah tuliskan di FF selalu menjadi spesial, they always did🙂
    entah uda berapa kali ketika aku sedang sedih -bete-badmood FF eonni selalu bikin aku tersenyum lagi hanya dengan satu diksi yang sederhana tapi tulus~ how could u do those magic to mee???

  19. LAY!!!!!!! <3<3<3<3<3<3<3<3<3
    aku punya badan sedikit lebih berisi dr cewek2 yg umurannya sama kayak aku. suka ngemil dan kadang kalo malem lagi begadang suka curi2 cemilan di dapur lalu paginya ketauan mama dan mama mencak2, "lihat badanmu dek. kamu itu gadis harusnya bisa jaga badan dan blahh blahh blahh….." dohh jadi curhat =_____=

    jadi merasa kayak aple. lay, jadi pacarku aja sini :"D

  20. DEMI TATTOO NAGA DI DADA KRIS, AKU SUKA BANGET FF INI!!
    OMG Zhang Yixing you’re damn sweet!! *menggelepar di lantai*
    manis banget sih si Lay ini yaa.. Cowok begini kalo ada KW nya aku mau pesen satu! ><

  21. Hi, aku menemukan fic ini diantara kata fanfiction-lay yang terus aku scroll di google. This was pretty fluffy fic~

    Dan aku yakin jika aku merefleksikan diriku dalam kaca, aku melihat pipi yang bersemu merah disana ^^

    Thank u for this beauty fic~ and Fighting!!!

  22. huaaa…
    gak kcewa neh baca ff ditengah-tengah UTS dilakukan, gilak kesannya dapet bangat, disetiap peran dpt bangat feelnya…
    terus gak tau lahh.. pokoknya author daebak. aku gak bisa ngomong apa2 lg *red:lg sariawan😀 tabok neh reader baru. okay thor hwaiting buat tambahin karyanya yakk

  23. dira ssi, kau berhasil membuatku mewek T.T
    ada satu hal yang penting dalam sebuah hubungan, ketulusan.
    lay tulus menyayangi apple, uri lay yang inoccent :’)
    karakternya benar2 Lay.
    huhu, seandainya ada pria seperti ini diluar sana pasti para wanita tidak perlu repot untuk menjaga penampilannya.

  24. Sebelumnya aku udah pernah dapet rekomendasi baca fanfic ini. Dan sekarang aku ngerti kenapa. Please ini salah satu the sweetest fanfci ever! Kak diraaaaa, aku pengen nangis bacanya. Kenapa ada cowo sebaik & sesempurna Lay?! Aku bener2 susah untuk mendeskripsikan kata2 karena salut banget untuk cowo seperti Lay. Adakah cowo seperti itu di dunia ini? T o T
    Satu kesan. TULUS. Dan itu dapet banget di fanfic ini. Cintanya Lay yg tulus itu bener2 kerasa dan nyampe banget di aku :’)
    And Apple is the luckest girl!
    Kak dira bener2 berhasil menggambar sosok Lay & cintanya yg tulus, menggambarkan sosok Apple dengan keputus asaannya karena berat badan, dan menggambarkan love story yg manis & berkesan. Congrats!!!
    Plus, aku suka banget sama endingnya. So cute!😄

    1. ahahaha rekomendasi dari mana? yaluhaaan aku malu (/.\)
      heuuu percayalah aku juga pengen punya cowok kayak gitu tapi apa daya sepertinya karakter seperti lay itu hanya ada di dalam fanfiction dan…kalo di dalem ff dia udh punya lay (enggak gitu dir) hahahaha xD
      aduh kamu…/speechless/ makasih ya udah baca hahaha aku jadi seneng kedatangan reader baru trus komennya sepanjang ini T___T /terharuuu/
      makasih ya pokoknya xD DAN SELAMAT DATANG /heboh/ /ngalungin bunga/ ehehehe xD

      semoga betah di sini🙂

  25. Hai~ aku jalan-jalan dan nemu ff ini. DEMI LUHAN ini terlalu manis! Butuh nafas buatan ;_; Apple, apple, apple, kamu beruntung! Itu yang terakhirnya asdfghjkl❤
    Btw, aku hampir nangis bacanya._.
    Komennya gini aja ya? gapapa kan? ._. hehe

  26. Anneyong author
    Saiia pembaca baruu disinii🙂
    Yaaammpuunnnnn gregetann deh kLo bca ff cast nya Layy,,yaampun yaampunnnn pdhaL saiia ga ngebiasin dy tpi saiia ska bca ff cast nya dy,,feeL nya dpetttt :3

  27. Halo aku reader baru disini..ehem-ehem ini ff pertama yang aku baca dan langsung bikin jatuh hati sama ff nya..gila fluff yang ringan plus manis kayak permen kapas…keren lah…bisa bkin pembacanya ngerasain seneng sedihnya cerita…bawa perasaan para pembaca…jadi pengen punya pacar kayak Lay..ugh (in our dream, i think TT) pokoknya keren banget lah aku sukaa.. hahaha

    mau lanjut lagi ah….^^

    1. halo juga SELAMAT DATANG /NGALUNGINBUNGA/ ehehehe makasih ya udah mau dateng ke sini dan terima kasih udah mau baca fic Lay-Apple ini maacih❤ yap selamat menjelajah dan semoga betah kkkk❤

  28. ahhh authorrr *teriak pake tao eh salah toa*
    this ff make asdfghjkl >< mau punya pcr kyak lay *ngarep* baca ini sambil ngebayangin muka lay dgn dimple nya yg bikin melt uhh .

    Emg dlm suatu hubungan itu gak slalu faktor fisik yg utama tp juga rasa comfort dan one of a kind maybe *sotoy* haha

    keren daebak deh ff mu yg ini , ada sequel nya kan ?? aku mau lanjut baca sequel nya dulu deh thor.

    Sekian komen gak penting dr saya hoho😀

  29. Annyeong..
    Aku readers baru di wp ini..
    Salam kenal author^^
    Ahh.. Ini bener2 sweet.. Hihihi😀
    Aku suka gaya bahasa kamu author.. Bener2 ngena dan alurnya wah banget😀

  30. “benarrrr!! dia mencium anak mu. ini goloknya!!”#ngasut2#dilindesapple..

    kak dira ini lagi mau diet lo….. jdi batal deeee!#ngarep di lirik lay soalnya muahaha…
    as always kereeeeeen….
    lanjut lagi aaah…

  31. Wahhhh aku baru baca yg apple ini… Udah lama pengen baca tp baru sempet skarang hehe :3

    ternyata aku suka ini… Ahhh love this story <3<3<3
    Ok segini aja dulu konen kali ini.. Aku masih harus keliling wp kakak… Bubye (°-°)/

  32. Aku nangis pas bagian luhan, luhan jahat bgt sama apple😦 tp untung’a lay gk terpengaruh sama lulu, lay bener2 kekasih idaman menerima apple apa adanya :’)

  33. LAYYYY !!! I wanna hug you. please, please, please.
    aku suka cowok kayak gini. menerima pasangannya apa adanya. aku mau jadi apple! meski dia punya kekurangan tapi lay mencintainya apa adanya.
    ah so sweet ;__;
    ini perpaduan sweet sama haru. ah, tadi rasanya mau menitikan air mata saking lay romantis parah. pasrah deh hati ini dicabik-cabik dengan indah oleh Lay.
    dapet inspirasi dari apel kok bisa complicated kayak gini Kak Dir? kenapa bisa bikin trenyuh, senyum-senyum, terharu gini sih? kenapa? *mojok*
    Lay is the best romantic man ever!
    dan buat apple, kayaknya kamu perlu dengerin lagu Bruno Mars yang Just The Way You Are deh. Lay cinta kami titik! aku juga suka kamu titik! Kkk~ karena kayaknya apple itu emg lucu deh. gembul-gembul unyu :3
    sekian Kak Dir.
    Aku. dukung. Lay. and. Apple. Forever🙂

    ps : aku buka She’s My Apple ini berkali-kali karena saking penasarannya tapi kepending mulu >< dan aku tidak menyesal melakukan itu. lalalala~~😀

  34. Aduhhh Lay oppa ko jadi so sweet begini ci , huaaaaa >_<

    Aku jatuh cinta padamu oppa
    #Diceraiminseok#

    Ka Dira ceritanya bagussss akhhh kayanya beneran jatuh cintrong sama lay nih kalo gini ceritanya mahhhhh
    🙂😉🙂😉

  35. Lay sosweet bgt *_* kata” author rapi bangettt, jd dapet feelnya pas baca! Overall bagus
    Keep writing ya thor, hwaiting! ^v^)9

  36. Like..like..like
    Tersentuh plus terharu banget pas baca ff ini, thor.. Daebak!
    Ayo semangat terus thor!!! Jangan pernah berhenti nulis yah, Thor!! Salam sejuta semangat buat author!

  37. Ini kayaknya jd yg perdana aku baca tulisanmu, dir dan lgsg semacam jatuh cinta at the first read. lol

    aku suka cara kamu memadu madankan ide yg serius dan berat dgn gaya bhs ringan dan alur yg ngalir nyante dan terkesan lucu. Awwww~ berasa orisinil gayamu bgt inimah. ♡♡♡

  38. Astaga… itu kok komen itu lg yg masuk? Pdhl ini td ngetiknya lain? O.o abaikan aja komen di atas ya, dir. /fail

    AH DEMI APA FF INI MANIS BGT. KW-an yg macam Lay ada gak. Mau dong satuuuuu >,<

    trud udah gitu ya…ini ff bikin envy sumpah. Yg pertama, envy sama ceritanya yg super manis dan bikin pengen. Yg kedua envy sama kamu yg kyknya jago bgt bikin tema teen fic gini. Feelnya itu lhoooo…

    ah, pokoknya syukaaa ♥♥♥

  39. TOMBOL LIKENYA MANA??? Ini manis bangettttttt Dira. Kamu kayak masang gebrakan baru. Biasanya tokoh cewek kan langsing, cantik, atau imut. Tapi, ini ini ini ah :””’). Suka sama karakter Lay disini. Suka sama Apple juga.
    Bahasanya itu loh bisa nyess pass. ((maafkan komenku yang aneh ya, habis kelewat seneng HAHAHAHa)).

  40. aku jadi pengen apel juga nih(eh?)
    wuih luhan kejam
    bicara tentang ingin punya pasangan yang menarik perhatian orang lain,mungkin memiliki pacar seperti itu memang membanggakan,tapi kurasa ketakutan dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan akan lebih besar dari kalau punya pacar yang tidak terlalu mencolok, dan bisa saja itu justru menimbulkan perasaan khawatir setiap kali berjalan dengannya dan well,kurasa itu sedikit kurang nyaman terkadang,hei kita jadi tidak bisa fokus bersenang – senang dengannya kan #ngomongapasihini #abaikan
    btw aku sedikit kelebihan berat badan juga dan alangkah bahagianya kalau mendapat lelaki seperti lay #ngarep

  41. hai hai aku baru nemu blog kamu ini dan pas baca fanfic ini jadi kayak “ah masih ada kah cowok kayak lay? suka apa adanya tanpa melihat fisik?” dan ini bikin meleleh pake banget. sebagai wanita yang cukup gemuk jadi senyum2 sendiri bacanya. keren!

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s