Posted in Angst, EXO, Fanfiction, Romance, Sad

When…

Title   : When…

Casts : Kris EXO-M and Jessica SNSD

Rate   : PG-15

Genre          : Romance, Angst

Length : Drabble (1200+)

***

Bisakah…

Kita berjalan  layaknya pasangan lain?

Jari saling bertautan, diatas pasir yang berderik…

Musim panas yang indah dan desir hati yang berbisik satu sama lain…

Kita tidak perlu mengatakan kata itu, jika kau tidak menginginkannya.

Bisakah, Kris?

***

Hari itu hujan. Bukan musim semi, bunga bermekaran sepanjang perjalanan mereka. Itu bukan hari yang indah seperti mentari sore di ujung laut, berjalan diatas pasir yang setengah basah, membiarkan butir-butir pasir menyelipkan diri mereka ke dalam jemari dan berada disana, tanpa disadari.

Namun Jessica bukan sebutir pasir. Dia tidak menginginkannya. Dia juga bukan sebuah berlian diantara jerami di padang. Kris tidak akan mencarinya, tidak akan memanggil namanya, dan tidak akan berusaha memperbaiki apa yang seharusnya diperbaiki. Dia tidak akan memeluk, mencium, mengusir rasa takut yang ada padanya.

Aku hanya sehelai rambut.

          Aku hanya selembar kertas kecil…

Jessica bisa bertahan selamanya disana, menatap Kris dari sisi ini dapat membuatnya gila dan segala material yang berputar pada porosnya, hanyalah segelintir kata-kata yang tertahan di bibir, sakit terasa di hatinya.

Andaikan Kris bisa melihatnya lebih dari sekedar seorang wanita, pacar, kekasih, ataukah dia adalah cinta yang mengambang di pikiran Kris? Entahlah, dia tidak tahu…

Pria itu diam sepanjang perjalanan pulang ke rumah. Penghangat mobil tidak berfungsi baik atau ini hanya perasaan Jessica, karena sikap dingin Kris menghantarkan sesuatu yang tidak dimengerti, sebuah perasaan—tentang bagaimana Jessica selalu bergantung pada kata-katanya, berpegang pada seseorang yang bahkan tidak akan pernah menatapnya.

Jessica bisa saja memeluk lengan itu, bersandar pada tubuh itu, mencuri sebagian kehangatan darinya, tapi ada partikel lain yang terbawa setiap kali dia menghirup aroma Kris—sabun bercampur kopi—ada yang lain, sesuatu yang menyakiti hatinya…

Parfum wanita.

Itu bukan parfum yang pernah Jessica pakai atau bahkan bermimpi untuk memiliki parfum beraroma eksklusif seperti itu saja tidak. Aroma yang tidak mau enyah, menyingkir dari pikirannya. Terkadang otaknya bergerak, mengolah beberapa alasan dibaliknya, namun hatinya mencerna—sebuah zat asing.

Ada yang lain. The other woman.

Ada beberapa pilihan yang dapat Jessica ambil. Lari, berlari sampai ke ujung dunia dan melupakan seseorang bernama Kris, bakar semua kenangan tentangnya, dan aroma parfum ‘lain’ akan menghilang seiiring berjalannya waktu. Tapi dia tidak bisa.

Jessica memilih bersandar disana, mata menerawang ke depan dan satu dorongan lengan Kris yang menyingkirkannya dari sana.

“Aku sedang menyetir.”

Aku tahu.

          “Bisa terjadi kecelakaan jika kau terus bertingkah seperti itu.”

Aku tahu.

Biar…biarkan mereka mengalami kecelakaan dan tidak ada luka yang perlu terbuka kembali, tidak perlu ada luka baru, hanya akan ada mereka—disuatu tempat yang bernama surga, atau apapun itu namanya, selama bersama Kris…

Heaven?

 

Mereka sampai di satu rumah, bercat putih—sedih. Duka mulai terasa dan Jessica menghitung langkah Kris yang besar, memperhatikannya dalam jarak beberapa meter.

Kris melepas sepatunya, Kris menyeruput kopi hangat, Kris menghempaskan tubuh ke sofa, Kris menyalakan televisi, Kris tertidur—memejamkan mata dan kesempatan Jessica untuk menyentuhnya, menyisir poninya yang sedikit berantakan, hanya dalam 10 detik, sebelum Kris bangun dan menyadari bahwa Jessica mengganggunya.

Apa aku lebah?

          Apa aku bisa menyengatmu dan melukaimu?

 

Jessica tidak melihat wajah Kris di malam-malam yang terbentang luas di atas kepalanya. Punggung Kris yang bidang, berlapis selimut, kulitnya yang lembut dibalik kaus putih. Tidak akan ada aroma wanita lain di tubuhnya saat ini, namun Jessica tidak merasakan napasnya, bagian-bagian lain yang tidak dimengertinya.

Mimpi adalah hal terindah dan berbanding terbalik dengan realita sesungguhnya. Mereka bukan berada di surga, di neraka, atau tempat lain yang indah seperti di musim-musim kesukaan Jessica. Mereka hanya berada disana—tempat tidur bermotif garis-garis.

Kris berbalik menghadapnya, menyentuh seperti hari esok adalah hari terakhir yang mereka miliki. Jam pasir terus bergulir, menolak berhenti jika saja Jessica tidak memukulnya jatuh—pecah berkeping-keping.

Kris tersenyum dalam tangis, menciumnya, menyentuhnya, mengiringinya hingga Jessica berdiri di ujung jurang dan Kris membiarkannya jatuh. Itu bukan seperti yang diingininya, karena ketika melihat fakta yang ada, Kris tidak berbalik menghadapnya, napasnya mempunyai atmosfer tersendiri, dan dia menikmati semua itu sendirian.

Selamat pagi, bulanku.

          Apa pagi ini kau akan bersembunyi dibalik awan gelap?

“Halo, Yoona ssi. Aku…”

Kris berbicara di telepon. Seseorang diseberang sana, bernama Yoona, klien berwajah manis, dan Kris baru saja mengatakan betapa dia merindukannya.

“Kapan kau kembali? I miss you.”

Tahu merupakan makanan yang paling lembut. Mereka mudah hancur, terasa lembut, dan Jessica kasihan padanya. Dia tidak tahu mengapa mereka terasa hambar, warnanya yang putih selalu membosankan dilihat.

Apakah aku ini sepotong tahu?

Apa itu parfum Yoona? Apa itu parfum Tiffany? Apa itu parfum Victoria? Apa itu parfum Taeyeon, satu yang beraroma seperti permen? Apa mereka sadar bahwa ada parfum lain yang menempel di kemeja Kris? Parfum miliknya yang…apa mungkin miliknya tidak dapat bertahan disana, menghilang selama perjalanan ke kantor?

Cintaku tidak seperti itu.

          Perasaanku tidak seperti itu.

Atau berpikirkah dirinya selama ini bahwa kata ‘cinta’ tidak pernah Kris sebutkan. Mengucapkannya adalah petaka dalam hidupnya, mungkin kesalahan terbesar yang pernah terjadi. Bahkan jika dunia berakhir, Kris akan terus menyimpannya di suatu tempat yang tak satu diantara mereka tahu. Kemungkinan besar, kata itu tidak pernah eksis—ada.

Sampai kapan bertahan seperti itu?

Sampai kapan merasakan batu meteor jatuh disiang hari, menghancurkan segalanya dan Jessica tidak mempunyai pijakan lagi untuk berdiri?

Suatu hari, keraguan mendatanginya dan Kris juga merasakan hal yang sama.

Kapan terakhir kali Kris meredupkan ruang makan, suasana manis menguar seiring langkah Jessica menuruni setiap anak tangga?

Kapan terakhir kali dia melihat setangkai mawar di tengah meja, bercahaya dibawah sinar lampu?

Kapan terakhir kali dia merasakan tangan Kris menuntunnya ke meja makan? Kapan terakhir kali dia mendengarkan jantungnya berdegup sekeras itu, menerobos akal sehatnya ketika Kris menuangkan champagne ke dalam gelas, sebuah cincin disana.

Jessica tersenyum.

Kapan terakhir kali—sejauh yang dia ingat—pria itu menyalakan musik dan mengajaknya berdansa? Diiring alunan lembut bercampur desiran angin yang berbisik diantara surai rambutnya yang panjang. Aroma Kris tidak pernah sepolos ini, tanpa parfum yang mempunyai ‘label’, ‘nama’, Jessica tidak perlu menebak, karena hanya ada Kris—satu Kris berada dalam pelukannya.

Kapan terakhir kalinya dia berdiri sedekat ini, merasakan napas Kris menyapu kulitnya, bibir itu menyentuh lehernya, dan…air mata jatuh membasahi kausnya?

“Maaf…” bisik Kris.

Jessica menggeleng. Dia tidak menjawab, berkata sepatah kata pun.

“Menyerahlah, Jessica.”

Tidak…

          “Jangan seperti ini. Kau tahu ini tidak adil untuk siapa pun.”

Jangan…

          “Berhenti mencintaiku.”

Tidak akan pernah!

          Jessica mampu berjalan bersama Kris, sepanjang apapun itu, sejauh apapun mereka berlari. Dia akan berada disana sampai akhir. Namun Kris mendorongnya menjauh, tidak membiarkannya menggantung secuil perasaan, tidak membuka pintu itu, tidak memperbolehkannya masuk hingga sedikit tersentuh akan ketulusan yang selama ini mengelilingi jiwanya.

Mereka berdansa. Mungkin akan menjadi tarian terakhir, ciuman perpisahan. Jessica—setidaknya masih bisa menjadi sebutir pasir yang terselip di jemari Kris, membawanya pulang, namun siapa sangka air akan menyingkirkannya? Siapa sangka bahwa matahari akan terbenam dan bulan lebih baik menggantikan posisinya dan mereka berakhir seperti seseorang yang asing?

Apakah aku batu?

 

Apakah aku tungkai pada kakimu?

 

Kapan terakhir kali aku tidak menangis karenamu?

 

Kapan terakhir kali aku melihat cincin itu melingkar di jariku?

 

Kapan terakhir kali Kris bersamaku?

 

Jessica tahu bulan akan berganti menjadi matahari. Malam berganti pagi dan tidak ada lagi kenangan yang tersisa atau masihkah pasir itu terselip diantara jemari pria itu.

Jessica tersenyum di pagi itu. Kapan terakhir kali dia tersenyum? Kapan terakhir kali dia menemukan Kris masih berada disampingnya, bernapas perlahan dan menghilang saat ini? Kapan terakhir kalinya Jessica merasakan cinta dibalik punggung Kris yang menghadapnya?

Tempat tidur itu kosong dan menyisakan Jessica. Kris tidak akan pernah kembali atau sekedar mengucapkan selamat tinggal.

I know  you’ll never stay

When did the last time you love me?

When will I see your face?

When…

 

 

 

~ THE END ~

A/N: I know, I know…this things need more cliché phrases hufftthhh…but I tried😀 still not perfect enough, but this is the first try, so guys…how was it?? Mind to rate me from 1 to 10?  ;A;

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

26 thoughts on “When…

  1. Keren Thor..
    Feelnya dapet..
    angst jg dapet..
    Aku kasih 8 deh..
    wkwk
    kshan bangt Jessica..ㅠ.ㅠ
    Kris..
    kenapa tega banget si sama Jessica Eonnie..
    Wae? Wae?#lebay deh..

    Deabak Thor..
    ditunggu Karya selanjutnya..
    Annyeong~bow bareng Chanyeol..^^

    1. 8???? yaaampuuun makasiiihhh *sujud di depan rumah*
      makasih ya, aku kira ini adalah ff paling gaje sedunia, tapi tapi tapi kamuuu…memberikan 8 ?
      yampun makasih ya,

      okeh seperti biasa aku akan buat ff lain😉 so stay tune

  2. Heung… seems like u started to use more ‘diction’ on ur fict… but sorry to say, dear… i feel more comfortable with your way to write in the past. I love your simple sweet words to explain the story… entah kenapa kesannya kamu agak maksain make diksi dan gaya tulisan yg agak berat di sini. gak salah… sama sekali ga, tapi kalo buat aku, esensi ceritanya sendiri malah aku kurang dapet..

    trus di sini, kayknya kmu banyak pake analogi? iya ga sih ._.a
    tahu, meteor, bulan, pasir (yang ini berkali2), matahari, rambut, kertas kecil, dll. banyak banget.. dan jatuhnya ada bbrp yg ga aku pahami😐
    bagus2 kok perbandingannya, tapi kalo menurut aku sih terlalu banyak. sepanjang cerita🙂

    i wrote this as a reader, mian ya banyak kritik. sama sekali ga ada niat menggurui. ciyus deh!! aku pribadi lebih menikmati tulisan yang ga terlalu mengedepankan diksi, tapi ke cerita.. kayak tulisan2 kamu yg seblumnya. kecuali kalo itu puisi, beda lagi..
    but i was reallyyyyyyyyy happyyyy to know the cast is my syupper gorgeous girl jessica jung…. yes i’m a gorjess… >< thankyouuuu…. *kecup kecup dira*
    okay, keep writing dear!! :*

  3. Heung… seems like u started to use more ‘diction’ on ur fict… but sorry to say, dear… i feel more comfortable with your way to write in the past. I love your simple sweet words to explain the story… entah kenapa kesannya kamu agak maksain make diksi dan gaya tulisan yg agak berat di sini. gak salah… sama sekali ga, tapi kalo buat aku, esensi ceritanya sendiri malah aku kurang dapet..

    trus di sini, kayknya kmu banyak pake analogi? iya ga sih ._.a
    tahu, meteor, bulan, pasir (yang ini berkali2), matahari, rambut, kertas kecil, dll. banyak banget.. dan jatuhnya ada bbrp yg ga aku pahami😐
    bagus2 kok perbandingannya, tapi kalo menurut aku sih terlalu banyak. sepanjang cerita🙂

    i wrote this as a reader, mian ya banyak kritik. sama sekali ga ada niat menggurui. ciyus deh!! aku pribadi lebih menikmati tulisan yang ga terlalu mengedepankan diksi, tapi ke cerita.. kayak tulisan2 kamu yg seblumnya. kecuali kalo itu puisi, beda lagi…
    but i was reallyyyyyyyyy happyyyy to know the cast is my syupper gorgeous girl jessica jung…. yes i’m a gorjess… >< thankyouuuu…. *kecup kecup dira*
    okay, keep writing dear!! :*

    1. kaakkk triiiiii :”””
      ini yang aku tunggu, seseorang yang bakal bilang kalo aku ga cocok nulis2 seperti ini ya kan??😀
      hehehe…huftthh lega deh
      ini percobaan dan setelah aku tahu ternyata begini yauds deh aku ga penasaran lagi sama diksi2 itu lah, aku juga pusing tujuh keliling nulis ini hehehe🙂

      aaaaaa kak tri, kakak gak menggurui kok ciyus deehh🙂
      aku malah seneng kalo kakak selalu comment di tulisanku trus kasih buanyak banget saran dan pandangan kakak :”D
      it’s really mean everything for me, kakak🙂
      hahaha no more lagi lah pokoknya yg kayak begini :b

      selanjutnya aku bakalan nulis yang seperti biasa ajalah😀
      pokoknya kakak baca ya kalo aku nulis lagi

      aku bakalan nulis yang sweet lagi deh hehehe

      pokoknya maaaccciiiiih banget ya kakak Tri yang mirip jessica snsd hahaha (melayang deh si kak tri) :b

      lope lope you lah kak :* hahaha

  4. Hiks, Kris ge jahatttttt!!!!
    Nilai ya? em, em, 9, sebenernya bisa sih aku kasih sepuluh eon, tapi kau kehilangan satu poin karena Sica biasku *jangan tanya mengapa#plaks* dan entah mengapa aku juga suka Krissica so rada jengkel aja mengapa kisah cinta mereka musti berakhir gegara orang ketiga TT^TT *alasan macam apa ini???*

    Ya ampun eon, bahasanya kereeeennn, ceritanya baguuuus, penggunaan bahasanya amaziiing, feelnya dapettt, so daebak banget, [emmm, cerita sebagus ini kenapa gak aku kasih 10 ya *bertanya dalam hati*]

    Ya udah eon, 9,5 buat cerita ini akakakaka~~~ *selamat, selamat*

    1. SUKA SAMA KRISICA??? aaaaaa sama sama sama😀
      aku memuja pasangan ini, sangat! hahaha😀

      eumm…kamu ngerti jalan ceritanya? huaaahh untung deh :” soalnya ada beberapa yang enggak ngerti dan begitulah, tapi terima aciiihhh udah memberikan…APAAA?? NILAI 9??? O.O /sujuddepanbaekhyun/
      MAAKAASIIIHHH aduuhh senengnya😀 sebenernya ya…ini tuh percobaan dan transformasi dari tulisanku yang kayak anak SD, ya pemakaian diksi dan segala macemnya deh –” tapi tampaknya aku lebih nyaman nulis pake tulisan anak SD, tapi karena kamu memberikan nilai 9,5 <<< NAMBAH?? YEAYY \(^.^)/ aku seneng sampe terbang ke planet exo dan bakalan memperbaiki tulisanku ke depannya hehehe😀

      makasih yaaaaaa udah baca dan maaf membuat kisah mereka berakhir tragis hahaha ;D

  5. kenapa nggak krisyoung aja ;w; loooooh
    anyway aku ikut nyesek ngebayangin kris kejem gitu. uh ujicoba yang lumayan berhasil sih kak tapi tetep suka yang model biasa yang loveydovey. mungkin harus ujicoba lagi /lah

    1. Kris sooyoung? eumm cocok ya? aku enggak tau sih kalo mereka emang di ship-in haha >.<
      yaahh ini uji coba yang eumm…parah lah hehe
      iyaa aku emang gajago bikin angst dan berat-berat karena hidupku aja udah berat(?)
      oke deh, makasih ya udah baca Minchan😀

  6. Annyeong chingu~

    Hihi mian chingu aku acak² blog chingu buat baca beberapa ffnya hehe. Oh my God apalagi pas ketemu ama castnya Kris!

    Honestly, suka banget sama tulisan² chingu, tapi mian chingu, buat ff ini aku ngerasa cerita ini cuma menjurus ke konflik batinnya Jessica. Tapi gak ada kejelasan dari penyebab masalah konflik batin itu. Okay Jessica, dikhianatin itu sakitnya minta ampun, saya tau itu! Mungkin kalo ada sedikit clue dari penyebab Kris kaya gitu ke Jessica bakal bikin angst makin terasa, maybe bisa bikin saya nangissss~ soalnya tiap aku baca ff chingu pasti kalo gak senyum² ya ketawa² deh, soalnya ff chingu dapet banget feelnya, tapi yg ini rada flat .-.

    Hehe mian chingu saya cuma berpendapat. Jangan di benci ya saya-nya ._.

    Saya suka sama semua karya kamu chingu🙂

  7. Hahaha. Ternyata bukan aku aja yang suka ubrak-abrik blogmu, Dira-ssi =p Sama seperti komenter sebelumnya di tulisan ini, aku selalu *garis bawahi pada kata selalu* suka sama tulisan Dira-ssi =)

  8. Agak bingung sebenernya
    Tapi kegambar sakit jess, cuma gak ngerti kenapa kris gitu
    Ckckckck
    I don’t have right for rate your fict
    I like it as always😀

  9. Aku reader baru ffnya bagus tapi kaya2nya terlalu tinggi bgt eonnie aku banyak ga nyambungnya hehhe tapi kasian bgt jessica eonnienya itu endingnya jessica eonnie di tinggal sama kris ya?ih jahat bgt sih krisnya😥

  10. aku bingung mau bilang apa. airmataku netes ,frase nya bgus bgt. kamu keren. ff dan puisi yg jadi satu,awww. sumvah ini keren!

  11. Hello dira meet w/ me again haha semoga ga bosen dengan banyak komenan gajeku. Sebenernya “I don’t really understand what u talkin abt in this series fufufu”” de bu qi but those dictions just make me errrr idk what to say since am not that good in bahasa :(( coba dira pake style dira yg bysanya yg romance dan sweet sampe bikin diabetes dan skalinya angst sampai buat berderai air mata wkwk.. Semoga makin baik ya kedepannya

  12. Ampun sedih banget.
    kris kenapa sih gak mau sama jessie eonnie.
    feelnya dpat banget deh, hurt, sad semuanya jadi satu.
    two thumbs up deh thoor.

  13. Sedih banget😥 aku krissica shipper dan aku selalu berharap mereka happy ending :p buat ff krissica yg happy ending dong :p well, ffmu bagus pilihan katanya😀 aku gak kayak baca ff, tp kayak baca novel terjemahan😀 iam waiting your next krissica ff😀

  14. aku ngerasa kurang feelnya atau emang aku udah mati rasa sama kris ya kak?
    bagus kak ceritanyaa tapi aku ngerasa hambar(?) kayak bukan gaya kakak yang biasanya. menurut aku pribada kayak kurang hidup ceritanya. atau mungkin karna kurang jelas kenapa kris kayak gitu?
    eh maaaf kak kalo aku komen nyakitin hehe(?)

  15. Kris kenapa? Ini butuh sequel authoor 😭 jess unn kasian banget di cuekin gitu,apa kris selingkuh?kenapa minta jess unn menjauh?kris,don’t do that,please..

  16. Feelnya dapet, keren👍
    Walau aku kurang suka pairing member EXO sama member gb lain, kayak Kris-Sica ini, tapi it’s okay lah… Ffnya bagus 👍

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s