Posted in EXO, Fanfiction, Fluff, Romance

It Feels Like Paradise

image

Title : It Feels Like Paradise

Author : Dira

Casts : You and EXO

Rating : PG-13

Length : Oneshot

Genre : Romantic, happy

(Author dapet ide ini pas lagi mau ke kampus dan lagi di bus (trus penting dikasih tau? -_-“) haha..
Author saranin kalo baca ini, harus, kudu, wajib sambil dengerin lagu EXO-Into Your World hehe
Happy reading chingudeul, selamat mengkhayal hehe😀


_________

Itu akan terasa seperti surga…

“Kau akan merasa seperti gadis paling beruntung di muka bumi ini!” Ujar temanmu saat mengeluarkan sebuah permen berwarna cokelat itu dari dalam tasnya.

Kamu mengambilnya dan menatap permen kecil itu dengan seksama. “Benarkah?”

Temanmu mengangguk dengan pasti. “Kau akan menemukan pangeranmu.”

Pangeran?

Kamu memandang temanmu, rasa tidak percaya menjalar ke seluruh tubuhmu, namun dia adalah orang paling misterius di sekolahmu.

Tak ada salahnya mempercayai orang ini…

“Apa ini rasa cokelat?”

________

Sepulang sekolah, kamu berjalan sendirian, meratapi nasibmu yang tidak mempunyai pacar saat melihat sepasang kekasih melewatimu sambil berpegangan tangan.

Lalu kamu melihat sebuah poster EXO-K di toko CD. Semakin merana karena tidak bisa membeli CD mereka. Kamu menempelkan wajahmu di poster itu. “EXO-K…” Gumammu lirih.

Kamu teringat akan permen cokelat yang diberikan temanmu pagi ini. Kamu mengeluarkannya dari kantung lalu mengambil napas dalam-dalam.

“Kau…ya, kau yang berbentuk bulat dan berwarna cokelat.” Kamu berbicara pada permen itu seakan dia benda hidup.

“Buat aku menjadi gadis paling beruntung di dunia. Arrasseo?”

Kamu membuka bungkus permen itu, sedikit kesulitan, sampai akhirnya permen itu masuk ke dalam mulutmu dan…

Sebuah sensasi yang menyenangkan menyebar seperti virus di tubuhmu.

Tiba-tiba semua yang di dekatmu seakan berputar dan cahaya putih itu mendatangimu…

________

Ngiiinnggg…

Suara speaker membuat telinga siapa pun akan sakit jika mendengarnya.

“Kita akan menyambut artis ternama kita yang sebentar lagi akan naik ke panggung ini.”

Kamu mendengar namamu disebut lewat pengeras suara. Kamu menyibak tirai merah itu dan semua orang berteriak memanggilmu. Mereka ada seribu, tidak! seratus ribu!

Mereka menyerbumu seakan ingin memakanmu seperti zombi melihat mangsanya, namun tiba-tiba sekelompok body guard menghalangi jalan mereka.

Kamu sangat bingung pada awalnya, kemudian seorang laki-laki bertubuh tinggi datang melindungimu dan membelah kerumunan.

“Kai…” katamu perlahan ketika melihat Kai menjadi body guardmu.

Dia melakukannya dengan sangat baik. Kamu berlindung dibelakang Kai, bisa mencium aroma parfumnya yang maskulin, juga memegang lengannya agar merasa aman.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Kai menoleh padamu.

Kamu mengangguk senang sambil berusaha menyembunyikan senyumanmu.

Kamu merasa nyaman memeluk lengannya dan menggumam, “Ini terasa seperti surga.”

Tiba-tiba sinar itu kembali mendatangimu lagi.

Kamu merasa tubuhmu menjadi ringan…

_________

HAHAHAHAHA!!!

Suara tawa riuh rendah terpaksa membuka matamu. Semuanya gelap ketika kamu mencoba melihat ke sekeliling dan gagal menemukan sesuatu untuk tempat berpegangan.

Kamu bingung, sekaligus takut. Dimana ini? Dimana ini? Berulang kali kamu bertanya dalam hati, namun sebuah tangan menyambut tanganmu.

Hangat…

Tangan itu menuntunmu keluar dari kegelapan itu dan kamu baru menyadari bahwa itu adalah bioskop.

Dan laki-laki itu…

“Chanyeol…”

Chanyeol tersenyum senang padamu. Dia menuntunmu ke dua kursi kosong tanpa melepaskan tanganmu.

Kamu baru menyadari bahwa kaus yang kamu kenakan sama seperti yang dia pakai. Hitam dengan gambar kartun di depannya.

Itu film yang lucu, tapi kamu tidak bisa mengalihkan pandanganmu dari wajah Chanyeol begitu juga tawanya.

Lalu kamu bersandar pada bahunya dan berkata, “Ini terasa seperti surga.”

Layar bioskop semakin terang dan terang, sampai kamu tidak bisa melihat gambar disana.

Suara-suara itu hilang entah kemana…

Sunyi…

________

Kamu merasakan dirimu terjatuh di tempat yang empuk dalam posisi duduk.

Kamu masih memejamkan mata sambil menikmati lagu yang mengalun lembut. Terlalu menikmatinya, terbawa suasana tenang yang mendamaikan hatimu.

Kamu membuka mata dan menemukan dirimu ada di sebuah restoran dengan pemandangan lembah yang indah. Tidak ada siapa pun disana, kamu hanya satu-satunya pengunjung disana.

“Permisi.”

Kamu mendengar seseorang berbicara dekat denganmu. Dia menaruh piring berisi fettucini yang lezat di depanmu.

Kamu menoleh untuk melihatnya dan…

“D.O…” Hatimu terasa meledak ketika melihat dia tersenyum. Kemeja birunya itu membuat laki-laki ini semakin tampan.

Lalu D.O duduk di depanmu, dia tidak makan apa-apa, hanya memandangimu memakan masakannya dengan tangan menopang dagu.

Tangannya terulur untuk mengelap sudut bibirmu yang terkena saus.

Kamu menunduk malu, lalu berbisik pada diri sendiri, “Astaga, ini terasa seperti surga…”

Kulit D.O yang putih tampak semakin terang dan terang, hingga senyumannya tidak terlihat lagi.

Cahaya putih itu menghalangi penglihatanmu.

________

Kamu sampai pada sebuah tempat yang memiliki kicauan burung terindah. Kamu tidak pernah mendengar yang seperti itu sebelumnya.

Angin bertiup kencang saat kamu membuka mata. Disekelilingmu adalah pepohonan tinggi yang berderet di tepi jalan. Kamu hampir jatuh karena kaget ternyata kamu berada di atas sebuah sepeda.

Namun bukan kamu yang mengendarainya.

Kamu berada di jok belakang. Seseorang memboncengmu dan mengayuhkannya dengan perlahan, sehingga rambutmu tertiup angin tanpa membuatnya berantakan.

Kamu penasaran siapa laki-laki ini. Kamu memperhatikan rambutnya yang berwarna cokelat terang, begitu juga dengan kulitnya yang seputih susu.

“Sehun…” Panggilmu perlahan.

“Ya?” Sehun menoleh sedikit padamu.

Tanganmu refleks menutup mulutmu yang terbuka lebar karena saking senangnya.

Kamu memeluk Sehun dari belakang dan menyandarkan kepalamu di punggungnya.

Dia memakai kaus putih dan celana jins biru terang yang membuatnya semakin tampan.

Aroma tubuhnya sangat menyenangkan, seperti sabun dan cologne yang lembut.

Lagi-lagi kamu harus mengucapkan kalimat itu…

“Ibu, ini terasa seperti surga…”

________

Cahaya putih itu semakin lama semakin mengganggu. Kamu ingin segera mengenyahkannya dan saat itulah kamu terdiam setengah melamun ketika menemukan dirimu terbaring di sebuah tempat tidur.

Kamar itu mempunyai dinding yang putih bersih. Aroma ruangan itu sangat segar, kamu menghirup napas beberapa kali.

Kasurnya juga nyaman dan matamu tertuju pada jendela yang terbuka di samping tempat tidur.

Angin berhembus dari sana, menyibakkan tirainya yang tipis.
I
Seseorang melangkah maju saat tirai itu tersibak, dan kamu kaget melihatnya.

“Baekhyun…”

Dia begitu tampan dengan kaus putih dan celana pendeknya. Tanpa kamu sangka dia berbaring disebelahmu sambil terus saja tersenyum padamu.

“Yeppeo.” Tanpa suara dia mengatakan itu dan mengelus rambutmu.

Kamu hanya bisa memandangnya tanpa berkata apa-apa. Itu adalah senyuman terindah yang pernah kamu lihat dalam jarak sedekat ini.

Kamu ingin pingsan saat itu juga.

Belaian Baekhyun semakin lama semakin tidak terasa di kulitmu.

Angin bertiup kencang, seakan menerbangkanmu ke angkasa.

“Ini terasa seperti surga…” Bisikmu senang.

_________

Kali ini cahaya putih itu terasa lebih lama bersinar dari sebelumnya.

Tubuhmu seperti terombang ambing di udara dan tiba-tiba kamu jatuh.

Jatuh semakin dalam, namun tidak ada rasa takut sama sekali hinggap di dirimu.

Kamu menikmati saat-saat seperti itu.

Cahaya putih itu menghilang dengan cepat bagaikan kabut dan tergantikan oleh pemandangan danau di tengah hutan.

Kamu berdiri disebuah jembatan dan sedang menatap ke arah danau itu hingga ada tangan yang menutup kedua matamu.

Kamu tidak tahu siapa dia, hanya bisa meraba-raba tangan lembut itu.

Cukup lama dia menutup matamu, sampai akhirnya kamu mendengar gelak tawanya dan dia membuka matamu.

Pandanganmu sedikit buram, kamu mengerjapkan mata beberapa kali dan menoleh untuk melihat siapa orang misterius yang telah menutup matamu.

Saat kamu menoleh, kamu mendapati orang itu.

“Suho…”

Dia tertawa kecil, membuat hatimu melonjak senang.

Lalu Suho melingkarkan tangannya padamu. Dia memelukmu, masih mengumbar pesonanya yang berhasil menghipnotismu.

Kamu kehilangan kata-kata, bahkan kamu tidak bisa menyebutkan satu kalimat itu, tertahan di mulutmu.

“Ini…”

“Terasa seperti surga.” Suho menyelesaikan kalimatmu. Dia tersenyum lagi sebelum angin berhembus dan sehelai daun jatuh ke dalam danau, menimbulkan cahaya putih yang menjemputmu.

Suho hilang dari hadapanmu tertutup kabut putih.

Kamu tidak tahu apa yang harus kamu rasakan.

Sedih? Senang?

Semuanya berputar begitu cepat, kamu memegang kepalamu seakan itu hampir lepas dari tubuhmu.

Sensasi itu menghilang seraya saat kamu merasakan permen cokelat itu habis di mulutmu.

Kamu kembali berdiri di depan toko CD itu, masih bersandar pada poster EXO-K.

Apa itu tadi? Mimpi?

Kamu terus bertanya-tanya pada dirimu. Kamu memungut plastik permen yang tadi kamu makan.

“Mungkinkah…permen ini?”

Lalu seorang penjaga toko keluar dari toko dan menempelkan sebuah poster yang kamu ketahui adalah EXO-M.

Kamu segera berlari kembali ke sekolah, berharap temanmu yang misterius itu masih berada disana.

Untungnya kamu bertemu dia di.gerbang. Kamu segera mendekatinya dan berbicara, “Aku butuh permen itu lagi.”

“Aku tidak punya.” Jawabnya.

“Pasti masih ada.” Kamu bersikeras.

Dia menggeleng dan berkata, “Aku sudah memberikan semuanya padamu.”

“Kau hanya memberikanku satu permen.” ujarmu memelas.

Temanmu itu hanya menggeleng, dia meninggalkanmu dalam keadaan yang bercampur aduk.

Kamu kembali berjalan pulang dengan kepala tertunduk sedih. Langit berubah semakin mendung, kamu membiarkan titik hujan membasahi rambut serta seragammu.

Waktunya pulang. Kamu berdiri di halte itu dan berniat untuk mengambil uang di kantung tasmu.

Lalu…

Jarimu menyentuh sesuatu…

Menimbulkan bunyi gemersik…

Bulat dan…

Kamu mengintip ke dalam sana…

Tidak mungkin…

#To be continued

________

Hayo hayo chingudeul…
Penasaran gak?? Haha😀
Pasti udah ketebak deh, ah author emang gak jago nih haha
Tapi seneng kan ngebayanginnya?? hihihi..
Ayo yang mana menurut chingudeul yang paling romantis tis??

Kai? Chanyeol? D.O? Sehun? Baekhyun? Suho?

Terserah chingudeul deh, sesuaikan dengan bias yaahh hehehe😀
Jangan lupa commentnya yaaa😀

Hangukffindo

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

9 thoughts on “It Feels Like Paradise

  1. oh jadi ini yang dibilang kak Dira di komen tadi? muahahaha, aku langsung meluncur kesini terus bongkar2 blognya kakak nih demi baca ini😀

    dan.. aku suka punya Suho!! aduuuh, kenapa aku bayangin Suho disini kaya pangeran bangeeet… senyumnya itu lhooo :3

    okay deh kak, aku mau baca punya EXO-M duluuu *plop* *hilang ke dorm exo-m*😄

    1. waduuhhh si amer cepet banget, aku baru mau ngelarang buat baca ini karena yaaa ini ff jadul yang kata2nya masih sangat berantakan dan maluuu ah~ kenapa kamu baca ini hahaha

      oke, yang EXO-M…waaaaaaaaa itu lebih gaberes lagi hahaha >.<

  2. chanyeol baekhyun🙂 haha, engga bisa milih salah satu diantara mereka. dan, bener-bener seru baca sambil bayanginnya, sesuai kata author aku baca sambil dengerin lagunya EXO yang into your world. makin dapet rasanya, dan bayanginnya seru. seru. seru. ahahaha

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s