Posted in EXO, Fanfiction, Fluff, Romance

Lay Won’t Make You Cry

Title: Lay Won’t Make You Cry

Author : Hangukffindo

Length : Oneshot

Genre : Comedy, romance

Rating : Pg 13

Summary : Ada satu hal yang tidak akan pernah Lay lakukan.


Hari yang cerah untuk bersenang-senang. Apple tidak akan pernah merasa ada moment yang tepat untuk dia pergi bersama Lay, pacarnya ke tempat bermain.

Apple sedang dalam mood yang baik, dia memakai baju pink dan rok putih yang serasi dengan kausnya. Dia berdandan secantik.mungkin walaupun ini hanya untuk bermain saja.

Dari kejauhan Apple melihat laki-laki itu. Dia memakai kaus tanpa lengan berwarna putih, juga celana panjang abu-abu dan sneakers hitam. Rambutnya melambai tertiup angin dan Apple merasa bahwa struktur wajah Lay yang tidak bisa dia gambarkan karena terlalu sempurna.

Hidung mancung, bibir yang eumm kissable, mata cokelat seperti permen, juga bulu mata lentik yang seakan mengejek Apple, karena dia tidak akan pernah bisa mendapatkan kelentikan itu.

Kesempurnaan Lay membuat Apple menyumpah setiap kali melihatnya, degupan jantung yang tidak terkendali, dan sesak napas terus menyerangnya.

Ada apa dengan orang ini?

Mengapa Tuhan menciptakan makhluk sesempurna dia?

Lay bukan orang kaya, bukan orang yang romantis, bukan tipe pacar yang membiarkan kekasihnya bersandar pada bahunya ketika lelah, atau mengelap keringat yang jatuh.

Namun dia bukan orang yang akan membuat air matamu jatuh..

Tidak saat dia menunjukkan sikap dinginnya

Atau melepas tanganmu di keramaian…

Lay…

Hanya mencintai satu orang dan tidak akan pernah melirik wanita lain ketika berjalan di mall.

Itu cukup bagi Apple…

Lebih dari cukup.

Gadis ini mendekati Lay diam-diam dan menutup matanya. “Tebak siapa aku??” Pekiknya riang.

Lay melepaskan diri dari tangan itu dengan mudah. Dia menoleh ke belakang dan mendapati Apple tersenyum senang.

“Tadaaa!! Ini aku!!”

“Aku tahu.”

“Apa kau sudah tahu bahwa itu aku saat menutup matamu.”

Lay berdecak kesal. “Apa kau mencuci tanganmu setelah makan?”

Apple mengendus tangannya sendiri dan mengernyit, lalu dia memukul Lay. “Aku mencuci tanganku sampai bersih dan memberinya lotion.”

“Itu tidak merubah baunya. Kau makan ayam kan hari ini?” Ujar Lay, berhasil membuat Apple menganga.

Apple mengendus tangannya sekali lagi sebelum mengejar Lay yang sudah berjalan masuk ke taman bermain. “Bagaimana dia tahu aku makan ayam tadi pagi? Ya! Tunggu!!”

Apple berusaha menyamakan langkah Lay yang cepat, namun.percuma..dia selalu tertinggal di belakang dan hanya bisa melihat punggung Lay yang berjalan seakan dia tidak bersama siapa pun.

Lay, kau sungguh menyebalkan…

Apple setengah berlari mengejarnya. “Ya!” Dia menghentikan langkah Lay, sedikit terengah-engah. “Kau…kau…bisakah kau memelankan langkahmu dan…dan berjalan bersamaku.” Ujarnya sebal.

“Siapa suruh kau punya kaki pendek itu?? Kau berjalan seperti siput.”

“Memang aku yang ingin punya kaki pendek seperti ini, hah??!!” Sembur Apple.

“Aahh, aku lupa, kau ini kan apel. Kau buah apel yang tidak punya kaki, maka itu jalannya lamban…”

“Apa yang sedang kau bicarakan!!” Lagi-lagi dia memukul kepala Lay. Semua mata tertuju pada mereka berdua.

Lay memegangi kepalanya yang sakit dan berdesis. “Kau buat malu.”

Apple malah berbalik memekik. “Biar saja!! Kau yang duluan!!”

“Kau ini…iisshh…” Lay berjalan menjauh dari Apple, masih memegangi kepalanya dan seketika itu juga, Apple mengejarnya. “Lay, Lay…”

Lay terus berjalan, menghiraukannya. Apple berlari sekencang mungkin untuk menggapainya. Lay seakan menutup telinganya, tidak ingin mendengar suara Apple, namun saat teriakan itu masuk ke dalam kepalanya, Lay segera menoleh dan mendapati Apple terjatuh.

Dia segera berlari menghampiri gadis bertubuh mungil itu. Baju Apple kotor oleh tanah dan debu, kedua tangannya mempunyai luka lecet, serta dengkulnya yang berdarah.

Apple seperti melihat bintang di kepalanya, sinar matahari yang terang mengingatkannya bahwa ini masih siang. Awan biru cerah dilangit tertutup wajah cemas Lay. “Apple, kau tidak apa-apa?”

“Aawww…” Erangnya saat mencoba menggerakkan kaki.

“Jangan bergerak. Aku akan menggendongmu.”

“Apa yang terjadi?” Tanya Apple lemah dan dia tidak mendapatkan jawaban dari Lay, malah tubuhnya terangkat dari tanah dimana dia jatuh, dan beberapa detik kemudian yang dia ketahui hanyalah Lay memberikan sentuhan yang menyakitkan pada dengkulnya.

“Aaa!! Apa yang kau lakukan??” Jerit Apple, menjauhkan tangan Lay beserta kapas itu dari kakinya.

“Diam. Aku sedang mengobatinya.” Wajah Lay begitu serius sehingga Apple tidak ingin mengganggu urusannya. Lay kembali fokus pada dengkulnya, namun Apple benar-benar tidak bisa menahan rasa perih itu.

“Hentikan!” Dia menarik kakinya. “Kau membuatnya semakin parah!!”

“Aku sedang mengobatinya, membuatnya lebih baik. Kau sangat cerewet.” Balas Lay yang cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya, lalu berpindah pada tangan Apple yang juga terluka.

“Aaa…” Apple memulainya lagi, namun dia mencoba untuk tenang dengan menggigit bibirnya sendiri.

“Kau…” Tiba-tiba Lay berbicara. “Kenapa selalu mengacau?”

Apple menatapnya kaget. Luka di tangannya tidak seberapa daripada sakit yang sekarang timbul karena perkataan Lay tadi.

“Kau membuatku khawatir.” Lanjut Lay.

Kali ini Apple tidak tahu, tidak mengerti, tidak paham, satu persatu sel di otaknya mengirim berjuta-juta informasi untuknya memahami, menerjemahkan apa yang baru saja Lay katakan.

Khawatir?

Membuatnya khawatir?

Aku??

Apple mengerjapkan matanya memandang laki-laki kurus yang sedang berjongkok di depannya, dengan wajah serius menyapukan kapas ke permukaan kulit yang sekarang tidak terasa sakit.

Alisnya mengernyit, meneliti apakah dia sudah mengoleskan obat di seluruh luka. Tapi ada sesuatu yang kini Apple mengerti…

Dia cemas…

Dia peduli

Dia menyayanginya karena itu dia peduli dan bahkan cemas jika sesuatu terjadi pada diri Apple.

“A…apa?”

“Apanya yang apa?” Lay balik bertanya, masih terfokus pada lengannya.

Apple tidak bisa menjelaskan apa yang dia rasakan. Kebiasaan itu mulai datang, rasa sesak, degup jantung yang tidak terkendali, dan merinding diseluruh tubuh.

Air mata menggenang di pelupuknya. Apple berusaha menahan air mata itu agar tidak jatuh, namun dia gagal. Air mata meleleh, membasahi pipinya.

“Oh!” Lay yang melihatnya kaget dan segera memegang wajah kecil Apple. “Apa kau benar-benar kesakitan? Apa yang sakit? Kakimu atau tanganmu?”

Apple menangis semakin keras, ada sesuatu yang membuatnya terus menangis ketika melihat wajah Lay yang serius menatap tajam kearahnya.

Panik melanda Lay, “Katakan padaku, Apple. Apa kita perlu ke rumah sak…”

“Berhenti.” Apple menutup mulut Lay dengan jari telunjuk. “Sshhhtt, jangan bicara apa pun.”

Tangisan itu belum berhenti sampai Lay mendekatkan wajahnya pada Apple. Dia menatap mata kecil milik Apple dan wajahnya mengernyit melihat air mata terus mengalir.

“Kenapa kau menangis?”

Apple menggelengkan kepala.

Mengapa aku menangis?

Mengapa aku menangis?

Aku juga tidak tahu, Lay. Mereka keluar begitu saja tanpa henti.

“Maafkan aku.” Gumamnya masih menatap Apple dengan intens, lalu dia semakin mendekat

Mendekat

Mendekat

Hingga menyisakan beberapa senti jarak yang terpaut diantara bibir mereka.

Inikah saatnya????

Aku…

Apple memejamkan kedua matanya erat-erat.

Apa yang dia pikirkan? Ini tempat umum!!!

Lay bernapas perlahan, hembusannya menyentuh kulit Apple yang sensitif, membuatnya merinding sampai ujung kaki.

Lay berbelok ke kanan, bibirnya menempel pada pipi Apple dan ada secuil perasaan kecewa.

“Jangan menangis…” Bisik Lay tidak jelas. Bibirnya bergerak-gerak di pipi Apple, menimbulkan sensasi geli.

“Lay, apa yang kau lakukan?” Tanya Apple dengan suara parau.

“Menghentikan air matamu menetes.” Napasnya yang hangat, beserta mulutnya yang bekerja menghabiskan air mata berhasil membuat Apple berhenti menangis.

“Jangan menangis. Aku benci melihatmu menangis.” Bisiknya dan sekali lagi, Apple benar-benar terbuai olehnya.

Bukan karena mulutnya atau perkataannya, tapi karena ada perasaan yang tersembunyi dan dia tidak mengerti apa itu, perasaan yang membuatnya…

Menginginkan Lay lebih dari apapun…

Seolah Lay adalah obat terlarang yang suatu hari akan membunuhnya, namun Apple tidak takut akan hal itu.

Apple ingin sekali berlama-lama dalam posisi itu, namun tangannya otomatis mendorong Lay.

Lay pun menyadari hal itu dan segera duduk di sebelah Apple. Mereka memasuki zona tidak nyaman, kaku, dan setiap pergerakan menjadi salah.

“Aku…” Lay menggaruk kepalanya, menatap lurus ke depan, sedangkan Apple melamun memperhatikan dengkulnya yang terluka.

Lay memandang kaki itu juga. “Apa masih sakit?”

Apple mengangguk.

Lay menggenggam tangan Apple. “Ayo, kita pulang.”

“Pulang? Kita tidak jadi bermain?”

“Bagaimana mungkin kau bermain dalam keadaan seperti ini? Baju kotor, luka dimana-mana.” Ucap Lay menunjuk baju Apple dan gadis itu pun tersadar.

“Baiklah…” Jawab Apple tertunduk sedih.

Lay menarik tangannya untuk beranjak dari sana, namun Apple kembali terduduk karena sakit di dengkulnya. “Aawww…”

Lay yang mengerti langsung berjongkok di depannya. “Ayo naik ke punggungku. Aku akan menggendongmu.”

“Tapi aku…”

“Cepatlah.”

Apple melingkarkan tangannya di sekitar leher Lay dan mereka pun berjalan keluar dari taman bermain.

Tidak ada yang berbicara satu sama lain. Apple menikmati aroma tubuh Lay dari belakang, sesuatu yang menciptakan sebuah kecanduan tersendiri.

“Lay…”

“Hmm?”

“Aku berat tidak?” Napasnya menggelitik leher Lay.

“Aku seperti menggendong sekarung buah apel.”

Apple tertawa mendengarnya, lalu kembali menempelkan kepalanya di bahu kurus Lay. “Maaf ya, Lay. Aku selalu membuatmu cemas.”

Lay diam.

“Aku begitu bodoh dan ceroboh, selalu membuat kekacauan. Aku…” Apple merasa sesuatu yang hangat menggenang dirongga matanya. “Aku bodoh.” Isaknya.

“Hei, hei, kau menangis lagi.” Ujar Lay.

Apple mengusap mata dengan punggung tangannya. “Tidak, aku tidak…”

“Kau boleh melakukan segalanya. Menghancurkan ini dan itu, namun selama kau tidak menangis…itu tidak apa-apa.”

“Kau tidak suka melihatku menangis?”

Lay menganggukan kepala. Apple pun tertawa dan memeluk Lay erat-erat.

“Aku tidak akan menangis lagi jika itu membuatmu tidak enak.” Apple berbisik di telinga Lay dan seketika itu juga telinga itu berubah menjadi merah padam.

“Berhenti bicara. Kau berisik sekali.” Omel Lay.

“Lay…”

“Apa?”

“Aku menyayangimu.” Ungkap Apple tanpa malu-malu.

“Sudah diam saja.”

“Issshhh…”

Lay berhenti sejenak dan menoleh untuk melihat wajah Apple. Lalu tanpa disangka dia menciumnya diantar pepohonan tinggi dan jalan yang sepi itu.

Hanya sebuah ciuman singkat, namun cukup membuat Apple berubah sewarna dengan buah apel sesungguhnya. Sebuah ciuman hangat dan manis, menerbangkan Apple ke langit paling tinggi dan…

Apakah aku baru saja melihat surga?

Lay tersenyum lebar dan kembali berjalan, menghiraukan Apple yang sesak napas dan jantungnya berdetak cepat.

“Hmmm, apa ini? Aku bisa merasakan detak jantungmu.” Ujar Lay, Apple pun menjauhkan diri darinya.

“Kau…kau menyebalkan!!” Pekik Apple dan Lay tertawa.

#The End#

Hangukffindo

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

39 thoughts on “Lay Won’t Make You Cry

    1. hihihi, lay emang kece, i like him😀
      walaupun kayaknya jarang ya yang ngebuat fic dia, padahal aku suka banget sama diaaa >.<
      btw makasih ya udah baca hihihi

      kamu beneran bacain satu2 yaaa😀

  1. He hei… apa ini???
    Aku baru nemu dan yaaah. Ternata ada series Aplle-Lay yang lain ya?hoho Aku terkejut.
    Dan disini Lay nya beda banget ya unn sama sikapnya di cerita yang udah aku baca.
    Ini buatnya sebelum ato sesudah dua seris terkenal itu unn? hehe
    Dan OMG Lay-Apple selaaallu saja diakhiri kiss scene. Are Lay that pervert? Or it’s apple who too tempting? haha
    Eniwey ini lucu banget deh kak Diiiir🙂
    Aku senyum-senyum sendiri bacanya. Dan it scen dari Naugty Kiss nya Kim HyunJung bukan?haha It’s fun I like iiiit🙂

  2. aduh aduh aduh

    zhang yixiiiiiinngg!!!!!!
    masa iya sih kamu harus dikloning dulu biar aku bisa dapetin satu mahluk super romantis kaya kamu?

    aaaakkkk aku udah gatau lagi mau nulis apa, ceritamu beneran deh ya..
    juwara bangeeeeeeettttttt x))

    1. muahahaha kak, silahkan dikloning beberapa ya kak soalnya terkadang dia suka plenga plengo dan minta dibuang jadi masih ada cadangan gitu wikikikk😀

      ah jangan gitu kak, kakak lebih keren daripada aku huhuhu dan aku mau baca fic lay di blog kakak, nantikan rusuhanku hahaha

  3. Gue telat nemu blog ini dannn tadaaaaaa.. Semaleman bca ABOB dan ngkak.. Aaaaaaa gue korban FF-nya Kak Dira #sok akrab. Ihhhh!! Gue dah ngepens itu sama Alay /Namanya Lay doank pe’a. Yayyaya.. Dan dia co cweeeeetttt bgtttt!! Astagaaa.. Aq ngeflyyyy!! Kakak.. Aku ubek2 blogmu duluu yaaaaa….

    1. ah memang datang bulan pake telat segala? hahaha nothing’s too late, dear😀
      hahaha kamu mah, aku juga orangnya sok akrab tenang aja hahaha😀
      dan aku seneng kamu nemuin blog ini hihi
      okeh silahkan mengubek-ubek blog ini hahaha makasih ya udah baca dan komen fufufufu❤

  4. ya ampuuun…. greaaat. lagi dan lagi ada yixing❤ mesti keliahtan diluarnya lay itu cuek sama apple tapi lihat…. eumm lay won't make you cry'. yaudah ini pokoknya author harus tanggung jawab, karakter lay harus ada real dimuka bumi ini gak mau tau, kak author ini bener manis banget. Bayangin tubuh apple segempal apa trus yixing ku yang cungkring itu harus ngegendong dia~ waw ….. Lay…. Hanya mencintai satu orang dan tidak akan pernah melirik wanita lain ketika berjalan di mall. duh apple bulat dan manis beruntungnya dirimu❤

    1. hahaha FYI aja loh sebenernya ini bukan apple yang gemuk itu, ini dulu aku buat dan ceweknya mah normal bahkan badannya mungil gitu tapi mungkin karena orang
      udah duluan baca yang apple sekarang jadinya pada nyangka begitu ya hahaha
      iyaaa ayo bikin petisi biar ada cowok modelan begini di muka bumi, duh coba di copy dan di perbanyak ya hahaha soalnya aku mau dua #eh
      okeh makasih ya udah baca dan komen, love youuu hahaha xD

  5. ya ampun awalnya aku pikir ini sekuel atau series dari lay-apple couple *penasaran aku, kenapa namanya apple? jadi pengen beli i phone #abaikan*
    tapi ini oke ceritanya, walaupun lebih lebih lebih sweet yang she’s my black pearl *ditendang jongin* ehmm maksud saya yang she’s my apple. heheee mungkin saya merasa senasib banget sama apple yang gemuk, jadi feel nya dapet.
    ga pengen bikin lay-apple series dir? tapi apple yang gemuk.. lucu gitu ^^ peminatnya juga bakal banyak tuh *perkiraan saya aja sih hehe*
    keep writing, jjang! ^^)b

  6. YES! Untuk yang ini aku cuma bisa bilang makasih buat banyak hal. Satu, karena anda tidak men-disable comment di fic ini. Kedua,, karena aku cinta mati sama karakter Apple. Dari awal aku baca si Apple diet demi Lay, sampe fic ini, aku enngak pernah bisa berhenti ngiri sama Apple karena kesederhanaannya yang adorable banget! Dan beneran, fic yang ‘She’s My Apple’ itu sampe bikin gempar satu kelas aku waktu aku SMP. Dan jatohnya, satu kelas suka sama Lay-Apple, dan aku jadi satu-satunya yang tetep setia cinta sama abang Kyungie yang lucu.
    That’s it. Aku udah tinggal cari cara buat bisa claim the first spot di fic Lay-Apple yang lain.
    Bye!

  7. Aaaaa, lay sama apple disini agak beda ya sma di ff yg stu lagi.
    Tapi penjabarannya pas banget sama lay di poster ituu, cakep, keren, dingin tapi maniis
    Hampir iri sama si apple, untung bukan minseok oppa, hehe

  8. huuuhh…. haaahh#kipas-kipas

    INI KENAPA SAYA YANG JADINYA BLUSHING?!?!?

    suka sama pairing ini XD… aku ikutan ngefly😀
    kak dira buat pairing yg lain dong.. apple udah. cherry udah.. peach mungkin?? ato grape?? haha

    teserah kak dira aja deh, saya akan setia nunggu😀

  9. Ohhh awalnya aku bingung.. Kok Apple gak gemuk.. Trs Lay nya judes gitu… Dan ternyata aku baru sadar, kayanya ff ini lebih awal dr Apple yg series itu??
    Ahhh tp ini juga gak kalah manis…. :3
    i love this couple <3<3<3

  10. layyyyyyy always sweet like candy!!!!!!!!!!
    walaupun luarnya mah sok sok ga perduli tp dalem hatinya mah apple jd pusat gravitasinya yg ga akan pernah bisa ngebuat lay jauh ama apple..

    sumpah suka ama couple ini!!!!!!!!!!

  11. Diraaa~~ ijinkan aku nyampah di blogmu! *digampar Dira*

    Ini sweet banget Diraaaa~~
    Ga kebayang ada cowo macem Lay di dunia ini. Coba kalo ada aku mau jadi pacarnya *ngayal*
    Okee Dira ijinkan aku obrak-abrik WPmu dengan komenku hehehe *digampar lagi*

  12. suka banget! tapi lay agak kurang cocok ya dingin, soalnya dia kan polos lemot gitu HAHA(?) mungkin lebih cocok kalo kris kali ya…😄
    tapi tetep bagus dan kusuka! laynya bikin melting ;_;

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s