Posted in EXO, Fanfiction, Fluff, Romance

Baby You

Title : Baby You

Main Cast : Baekhyun EXO, Shim Nara

Other : Luna f(x)

Rating : PG-15

Genre : drama romantic

(Lagi-lagi terinspirasi dari lagu🙂 percaya ato enggak, bias author tuh baekhyun dan itu susah banget kalo bikin ff tentang baekhyun T.T tapi akhirnya setelah ada ide yang tiba2 muncul pas lagi di bus dan lagi dengerin lagunya MBLAQ yang you’re my +😀
Payahnya author ato emang saking sukanya sama baekhyun, author gabisa nemuin siapa cast ceweknya, jadi anggaplah itu dirimu sendiri ya (khususnya penyuka baekhyun :p)
Maaf ya, kalo banyak typo bertebaran dimana-mana, yg penting baekhyun tetep ganteng disini hahaha😀
Maklum nulisnya pake hape super canggih hohoho
Happy reading, chingudeul :D)


_______

Aku sebenarnya malas menceritakan kisahku ini. Haruskah aku bercerita tentang hal ini?

Baiklah, jika kalian memaksa.

Namaku shim nara. Aku anak dari pemilik toko kue terenak di busan. Itu tidak menarik untuk diceritakan. Ada yang lebih mengerikan dari itu.

Tidak, tidak, bukan soal penampilanku. Aku gadis berumur 18 tahun yang cantik. Aku mempunyai rambut yang panjang, tubuh yang ramping dan semampai.

Tidak ada yang salah dengan itu.

Ini lebih parah.

Aku…

Jatuh cinta dengan salah satu karyawan di toko. Namanya byun baekhyun. Dia seumuran denganku, dan yang lebih parah lagi kami satu sekolah.

Dia laki-laki yang baik, rajin, dan sangat bersemangat saat bekerja. Dia menjadi karyawan kesayangan ayahku, sudah menganggapnya seperti anak sendiri.

Kalian lihat, tidak ada yang salah dengan hal itu. Tapi mengapa setiap kali bertemu dengannya, aku selalu bersikap jahat padanya, merendahkannya. Padahal aku tidak ingin melakukannya.

Orang-orang menilai aku bersikap seperti itu karena semata-mata aku adalah atasannya dan dia adalah bawahanku.

Percayalah, aku tidak pernah sedikitpun berpikir seperti itu.

Hei! Aku menyukainya, tapi sikapku padanya malah sebaliknya.

Apa yang harus kulakukan??

Setiap hari aku pulang ke toko itu untuk mengecek keadaan toko karena ayahku tidak selalu ada disana (padahal aku tidak hanya mengecek, aku melihat seseorang)

“bau apa ini? Apa ada roti yang hangus lagi? Aahh…” Aku melihat baekhyun keluar dari dapur. Dia terlihat lelah karena sama sepertiku, dia juga baru sepulang sekolah.

Aku kasihan padanya, tapi aku tidak menunjukkannya.

“apa kau menghanguskan roti lagi? ya byun baekhyun! Apa kau masih ingin bekerja disini?” omelku.

Baekhyun menatapku dengan mata sayunya. “itu hanya bau panggangan yang baru saja dimatikan. Tadi…”

“jangan beralasan! Kau pintar sekali membual.” Ujarku ketus.

Baekhyun tidak membalasku. Dia berpura-pura tidak mendengarkanku, hanya melanjutkan pekerjaannya lagi.

“ya! Apa kau mendengarku?”

“aku mendengarmu dengan sangat baik, nona. Sekarang bolehkah aku kembali bekerja?”

“semakin hari kau semakin menyebalkan.” Gerutuku dan kepala manajer mendatangiku.

Dia malah memintaku untuk tidak mengganggu baekhyun agar dapat bekerja dengan baik.

Hghh…

____

Hari ini kebetulan mobilku sedang di bengkel. Ayah sudah menawarkan mobil lain untuk mengantarku ke sekolah. Tapi aku sengaja menolaknya, agar aku bisa naik bus bersama baekhyun.

“Hghhh…mengapa ayah sangat tega membiarkanku pergi ke sekolah naik bus dan…bersamamu pula.” Ujarku sambil melirik sebal ke arah baekhyun.

Dia diam, tidak meresponku.

“apa ayah tidak khawatir aku pergi bersama orang asing. Aku bisa saja di culik atau ditinggalkan di suatu tempat…”

Baekhyun menatapku heran. “apa yang kau maksud itu aku?”

“memang aku pergi dengan siapa lagi kalau bukan kau!!” Pekikku sebal.

“dengar ya, nona cerewet! aku tidak akan melakukan itu semua. Untuk apa menculikmu dan meninggalkanmu di suatu tempat? Tidak ada gunanya.” Balasnya.

Aku berkacak pinggang padanya. Berani juga dia.

“itu bisa saja terjadi. Kau membenciku karena sikapku padamu dan mengambil kesempatan ini untuk membalas dendam…”

“kalau kau berpikir begitu..” Dia mendekatiku, sangat dekat hingga aku bisa mencium aroma parfum yang dipakainya. “bersikaplah yang baik padaku.”

Lalu bus datang. Semua orang menaikinya, sedangkan aku masih terpaku disana seperti orang bodoh.

Apa yang baru dia katakan? memintaku bersikap baik?

_____

Hari ini matahari bersinar terang, seterang senyuman baekhyun saat aku melihatnya mengobrol dengan teman-temannya di kantin.

“nara, kau melihati siapa?” suara luna mengagetkanku. Aku langsung kembali fokus ke tugas matematikaku lagi.

Luna disebelahku memakan es krim yang lezat, tapi aku tidak nafsu melihatnya. Aku terus saja mencuri pandang ke arag baekhyun.

“kau tahu, nara, aku rasa karyawanmu itu punya sesuatu.” Ucap luna tiba-tiba.

“apa maksudmu?” tanyaku bingung. Luna mengemut sendoknya dengan gaya sok imut yang sering keluar ketika dia melihat laki-laki tampan. “hei, apa maksudmu?”

Luna tersenyum geli. “kalau aku jadi kau, aku akan memacarinya, walaupun dia adalah karyawan ayahku.”

Aku memukul kepalanya dengan pensil. “kau sudah gila ya? sampai dunia kiamat, aku tidak akan memacarinya.” Ujarku tegas, padahal di dalam hatiku aku berdoa agar tuhan tidak mendengarnya. Ini bukan doa, tuhan.

“sebenci itukah kau? Menurutku, baekhyun cukup tampan dan dia imut.” Balas Luna masih memandang baekhyun.

seketika itu juga hatiku panas. “berhenti membahas tentangnya. Aku muak mendengar ocehanmu.”

Ya, aku muak mendengar dirimu berkata bahwa kau menyukai baekhyun.

“nara!!” Tiba-tiba luna mengguncang tubuhku hingga kertasku tercoret. “sepulang ini, aku mau ke tokomu ya?”

Apa??

“apa? Ahh…sayang sekali, aku pergi sehabis pulang sekolah, luna. Mungkin lain kali…”

Maaf, luna. Aku tidak bisa membiarkanmu mendekati baekhyun.

______

Aku menguap besar sekali di meja belajarku. Huaah, kenapa soal matematika ini sangat sulit? Rasanya aku mau mati melihat angka-angka yang berbaris seperti semut.

Kusibak tirai jendela kamar. Hari sudah malam, hanya ada satu toko yang masih terang benderang di luar sana.

Ya, itu toko kueku. Tapi..hei, ini sudah malam, mengapa belum tutup juga?

Karena tokoku tidak jauh dari rumah, kuputuskan untuk pergi kesana sambil membawa buku matematika. Siapa tahu belajar di toko akan mencerahkan pikiranku.

Bel berbunyi saat aku membuka pintu toko. Aku selalu menyukai toko kue itu, ya, terlepas dari siapa yang bekerja disana.

Dindingnya ditempeli wallpaper pilihanku, warna pink dengan bunga-bunga vintage yang cantik. Juga lampu kristal ditengah counter, beserta ruang baca kecil di pojok. Aku juga suka aroma kue yang manis bercampur dengan alunan musik memenuhi ruangan.

Aku membuka jaket dan duduk di kursi depan. Tampaknya para karyawan sedang berberes.

Entah apa yang kulakukan saat ini, tubuhku menegang ketika melihat baekhyun keluar dari dapur, masih memakai seragam toko.

“eh, apa yang kau lakukan malam-malam seperti ini?”

“ini kan tokoku, aku boleh mengunjungi toko ini kapanpun aku mau.” Jawabku tanpa memandang wajahnya.

Kudengar helaan napasnya. Dia pasti sangat sebal padaku.

“oh, iya..” Aku berbiacara. Suaraku terdengar sedikit sengau karena udara dingin. “bilang pada hyeongsung aku mau segelas cokelat panas dan cookies.”

“hyeonsung sudah pulang dari tadi sore.”

“kalau begitu pak lee.”

“dia juga sudah pulang.” Ucap baekhyun membereskan etalase kue.

Aku merasa kesal. “kemana semua orang? Jangan katakan tinggal kau dan aku yang ada disini.” Aku sih berharap seperti itu.

Dia mengangguk pelan membuatku mengerjap tidak percaya. “kenapa kau tidak bilang dari tadi? Ah, percuma saja aku kesini…”

“aku bisa membuatkannya untukmu.” Entah ada apa dengan suaranya, aku tidak merasa ada yang aneh, tapi…tapi…jantungku berdetak dengan cepat. Apa yang baru saja dia katakan? Dia mau membuatkannya untukku? Jujur saja, selama baekhyun menjadi karyawan di tokoku dia belum pernah melayaniku secara langsung. Dan hari ini…

Aku merasa seperti pelanggan eksklusif. Apa ini mimpi? Tolong buang alarm itu sebelum berbunyi dan membangunkanku!!!

Aku menunggu selama beberapa menit, sambil menunggu aku mengeluarkan buku matematika, mencoba mengerjakannya walaupun hasilnya aku hanya mendapatkan satu nomor dan aku curiga melihat jawabannya.

Baekhyun datang membawa segelas cokelat hangat beserta cookies kesukaanku.

Sebelum dia pergi, dia melihatku mengerjakan tugas itu. “kau mengerjakan tugas apa?”

“matematika.” Jawabku singkat.

“apa ada kesulitan?”

“memang kalau sulit kau bisa membantu?” Kataku masih berkonsentrasi pada soal nomor lima. Iiihhh seharusnya jangan membuatku seperti orang bodoh.

“mungkin aku bisa membantumu.” Ujarnya yang membuatku melirik kearahnya. Wajahnya semakin tampan ketika lampu temaram menyinari kulit putih itu.

Aku mendorong buku matematika ke arahnya, “coba saja kalau kau bisa.” Aku menghirup aroma cokelat itu dalam-dalam sebelum meminumnya.

Rasanya aku melayang-layang di udara. Aroma cokelat ini sangat manis dan enak, begitu juga rasanya. Aku terkejut baekhyun bisa membuat lebih enak daripada hyeongsung. Apa ini karena efek lapar, dan juga baekhyun adalah orang yang kusukai?

Terserahlah! Aku hanya ingin menikmati momen ini.

“ini mudah, kau hanya tinggal memfaktorkannya, lalu mengganti variabel x dengan angka di soal. Limitnya akan diketahui.” Katanya mencoret-coret bukuku.

“oh, begitu…” aku mengangguk sambil membacanya.

Kami terdiam beberapa saat. Baekhyun duduk tenang didepanku, menatap keluar toko, sementara aku.mengerjakan tugas.

Hgh..apa yang kupikirkan sebelum ini. Aku dan baekhyun duduk berdua. Hanya BERDUA!!

Akhirnya aku menyelesaikan tugas matematika itu, sama dengan cokelatku yang sudah habis. “Aahh, selesai juga. Kau..” Aku menatapnya dengan mata lelah. “pintar juga dalam matematika.”

Baekhyun tersenyum. Ah, jangan tersenyum seperti itu. Kau bisa membunuhku dengan senyumanmu itu.

“aku pernah menjadi tutor matematika, memberikan les pas anak-anak sd.”

“pantas.” Gumamku mengunyah cookies terakhir. Aku meregangkan tubuh yang kaku, ini hampir tengah malam. “baiklah, aku mau pulang. Terima kasih untuk cokelatnya.”

Aku berjalan santai keluar dari toko, tapi tiba-tiba tanganku refleks menutup mulut.

Astaga, apa yang barusan kukatakan??  Terima kasih??

Aku membalikkan tubuh 180 derajat dan melihat baekhyun yang juga masih terpaku disana memandangku.

Lalu aku kembali memutar tubuh. Dia pasti juga merasa aneh. Baru kali inj aku mengucapkan kata ‘terima kasih’. Aigoo…apa yang kau lakukan, shim nara!!! Pabo!!

_____

Seperti biasa aku makan siang di kantin bersama luna. Mejaku penuh dengan buku pelajaran. Semakin hari tugas semakin banyak. Apa guru-guru ini ingin membunuh semua muridnya?

“aku mau mati!!” Seru luna menyeruakkan kepalanya keatas buku. “bunuh aku, nara.”

Aku akan melakukannya jika kau merebut baekhyun dariku.

“kepalaku mau meledak.” Aku merasakan kepalaku berdenyut hebat.

“aaahh…” Tiba-tiba luna mendesah seperti ada orang yang memberi es krim di otaknya.

Aku mencari alasan dia mendesah seperti itu dan kepalaku semakin berdenyut ketika melihat baekhyun sedang mengantri membeli makanan.

Kupukul kepala luna dengan buku. “kerjakan tugasmu!!”

Lalu luna kembali duduk tegak. Dia menatapku dengan mata berbinar. “nara! Bagaimana kalau.kita mengerjakan tugas ini di tokomu? Ayolah, aku ingin mencicipi kue tiramisunya, orang-orang bilang kalau itu enak. Pleasee…”

“tapi…”

“akan kubayar 2 kali lipat. Pleasee, ayolah, kau tidak ada acara apa-apa kan?” Luna sudah sangat memohon padaku. Daripada dia berpikir yang aneh-aneh aku pun mengiyakannya.

Hghh…benar-benar deh…

______

Huh! Luna sangat berisik selama perjalanan. Setiap aku berkata dia ingin ke toko hanya karena ingin melihat baekhyun, luna menyergahnya. Tapi siapa yang tidak bisa melihatnya? Orang ini sangat bersemangat. Dia tidak datang hanya untuk sebongkah kue tiramisu, dia datang untuk secuil baekhyun dan aku sungguh tidak bisa menerimanya.

Kami sampai dan benar saja luna melongok ke arah counter kue. Diam-diam aku juga mencari.baekhyun. Tapi dimana dia? Kenapa tidak kelihatan sampai pesanan kami datang?

Haruskah aku bertanya? Ah, pasti akan sangat memalukan.

Kami memang datang hampir.menjelang malam. Tadi kami mampir ke rumah luna untuk berganti baju.

“eumm maaf, apa karyawan bernama baekhyun bekerja hari ini? Aku tidak melihatnya daritadi. Eumm…dia, teman sekolahku. Iya kan, nara?” Ujar luna sedikit aneh sambil merangkulku di depan hyeongsung.

Aku hanya diam meminum bubble tea, sementara hyeongsung bicara. “baekhyun pulang cepat hari ini, kalau tidak salah dia mau mengajari temannya tentang matematika.”

“oohh begitu.” Seketika itu.juga luna tampak tidak bersemangat. Begitu juga denganku.

Apa? Mengajari matematika?? Mentang-mentang kemarin aku memujinya dan sekarang dia jadi seperti itu? Baekhyun…

______

Siang itu udaranya sedikit hangat dengan cuaca cerah. Huh, tiba-tiba aku ingin iced cappucino di toko. Tapi sekarang aku tidak ingin itu semua ketika melihat baekhyun berjalan di lorong.

Aku menghampirinya sambil berkacak pinggang. “byun baekhyun, kau keterlaluan.”

Dia mengerutkan keningnya. “aku? Keterlaluan? memangnya ada apa?”

“kau masih bertanya ada apa? Apa kau serius bekerja di tokoku? Pulang cepat hanya untuk mengajari temanmu matematika, apa menurutmu itu tidak keterlaluan?” Ceracauku tanpa henti. Aku yakin baekhyun melihatku seperti burung beo.

“aku sudah menyelesaikan semua pekerjaanku, lagipula aku sudah ijin pada ayahmu dan dia memperbolehkanku…”

“tapi itu hanya akan memecah konsentrasimu, pekerjaanmu jadi.tidak maksimal, dan.akhirnya kau merugikan tokoku.” Balasku tidak mau kalah.

“tapi aku…”

Ucapan baekhyun terpotong ketika seorang gadis datang menghampirinya. “baek, nanti kau jadi ke rumahku lagi kan untuk mengajariku matematika?”

Jadi gadis ini yang diajari baekhyun. Dan apa? Di rumahnya?

“aku masih belum mengerti bab matriks. Maaf ya, baek. Aku bodoh sekali…”

Ya, kau memang bodoh!!

Baekhyun tersenyum sambil menepuk bahu gadis itu. “tidak apa-apa. Mungkin aku agak malam datang ke rumahmu hari ini..” Dia melirikku. “aku harus bekerja dulu.”

“oh iya, kau bekerja di toko roti itu ya?”

“iya!! Dia bekerja di toko rotiku!! Dan asal kau tahu saja, gara-gara mengajarimu matematika, pekerjaan baekhyun menjadi tidak benar.” Semburku pada gadis bertubuh mungil ini. Aku benar-benar membencinya.

Gadis itu menatap baekhyun dengan tatapan bersalah.

“eumm, aku tidak apa-apa, sunny. Ayo kita ke kelas. Aku akan mengajarimu.” Ujar baekhyun membawa gadis itu bersamanya dan meninggalkanku.

Byun baekhyun, sumpah, aku sangat membencimu!!!

______

Aku benar-benar ingin merobek kepala baekhyun dan melihat apa isi otaknya. Mengapa dia tega melakukan ini padaku? Aku semakin jarang melihatnya setiap hari. Aku juga tidak ke toko beberapa hari ini.

Apa dia menyukai gadis itu? Dia rela bekerja secepat mungkin untuk pergi ke rumah gadis itu dan mengajarinya matematika.

Memang tidak ada orang lain yang bisa mengajari gadis bodoh itu? Kenapa harus baekhyun? Kenapa harus orang yang harus ku sukai? Dan aku tidak bisa melakukan apa-apa..

Aku tidak mau terlihat seperti cemburu, walaupun aku cemburu setengah mati.

“huuuaaaa…kau jahat!!!” Aku meletakkan kepalaku diatas tumpukkan kertas tugas.

“kau membuatku gila..” Gumamku pelan dan kembali normal seperti sedia kala ketika ibu masuk ke dalam kamar.

“aigoo, anak ibu sedang belajar ya?” Ujar ibu dari ambang pintu.

“apa yang ibu inginkan? Aku sedang belajar.” Jawabku sedikit dingin, karena masih sebal dengan baekhyun.

Ibi tersenyum, aku bisa melihatnua dari pantulan kaca jendela di depanku. “belakangan ini ibu lihat kau tidak pergi ke toko.”

“aku sedang malas.”

“wah, padahal semua karyawan menanyakanmu.”

Aku segera berbalik.untuk melihat ibu. “semua karyawan menanyaiku?”

Apa-apaan ini…

Ibu mengangguk. “ya, hyeongsung, jiah, minjae, pak lee, baekhyun…”

Baekhyun menanyaiku?

“ibu tidak bohong kan?”

Ibu menatapku heran. “buat apa ibu bohong. Kau kan anak pemilik toko kue itu, kau harus sering-sering datang untuk.melihat.”

Aku kembali menatap tugas-tugasku tanpa berkata apa-apa.

“nara, kau akan pergi kesana kan hari ini?” Tanya ibu.

Aku menunduk menyembunyikan senyumanku. “iya bu.”

“sekarang?”

“eumm..” Aku berpikir sejenak dan memandang toko dari jendela. Secercah pikiran melintas di kepalaku.

Aku menengok pada ibu. “nanti malam saja bu. Aku harus mengerjakan tugasku sampai selesai.”

______

Sepanjang perjalanan ke toko, aku berharap baekhyun belum pergi dari toko. Malam ini jadwalnya dia mengunci pintu toko. Semoga aku tidak terlambat.

Hufftthhh…mungkin aku memang berjodoh dengannya. Semua karyawan baru saja keluar dari toko. Hyeongsung membalikkan papan open menjadi close. Dia melambai pada baekhyun dan bertemu denganku di depan toko.

“eh, nona shim, apa kabar?” Dia membungkuk menyapaku. “aku sudah lama tidak melihat nona. Kukira kau sakit atau pergi keluar kota.”

Aku tertawa kecil. “tidak, hyeongsung. Beberapa hari ini aku sedang banyak tugas, jadi tidak sempat kesini. Toko tidak apa-apa kan? Kau terlihat sedikit gemuk.”

Hyeongsung memegang perutnya, dia tersenyum masam. “aku kurang olahraga mungkin. Toko baik-baik saja. Pelanggan semakin banyak datang. Oh, iya nona baru datang sekarang, disana ada baekhyun…”

“iya aku tahu.” Potongku sambil menepuk bahunya. Kemudian aku bertemu dengan pak lee.

“pak lee, sepertinya kau terlihat semakin muda.” Komentarku, membuatnya tertawa.

Aku menyapa hampir semua karyawan, kecuali satu orang yang belum kutemui ini.

Aku.masuk ke toko dengan perlahan. Aku duduk di depan, menunggu baekhyun keluar dari dapur.

Tak lama kemudian, baekhyun keluar dari dapur. Dia sudah mengganti pakaiannya dan bersiap untuk pulang. Hendak mematikan lagu dari komputer, tapi aku menghentikannya.

“stop! jangan dimatikan!”

Dia terlonjak kaget melihatku. “kapan kau datang?”

“baru saja.” Jawabku tertawa geli melihat ekspresinya tadi. Baekhyun juga tertawa kecil. “dasar..hgh, sudah lama tidak bertemu. Aku tidak pernah melihatmu belakangan ini.”

Aku cemberut. Siapa yang suka pergi meninggalkan toko ini saat aku kesini? Siapa yang menyebabkan itu semua?

“aku sering kesini.” Dustaku. “kau saja yang suka pulang cepat untuk urusan lain.”

“urusan lain? Ah ya…itu…” Dia meletakkan jaketnya di kursi dan menatapku. “hanya beberapa kali saja. Dia sudah memahami matematika.”

“wah selamat ya.” Kataku sedikit ketus. Tapi tiba-tiba aku merasa hari ini aku tidak.ingin memulai pertengkaran dengannya. Aku…

Aku ingin bersikap baik padanya.

Belum pernah kucoba, mungkinkah akan terasa aneh?

“eumm…udaranya sedikit dingin ya?” Kataku cepat-cepat mengganti topik. “eh, kau sudah mau pulang ya?”

Baekhyun beranjak dari kursinya. “tadinya ingin pulang. Tapi karena kau datang, apa boleh buat.”

“jadi kau keberatan kalau aku datang?”

“tidak. Tentu saja tidak.” Dia menggelengkan kepalanya dengan polos. Astaga, jantungku…

“kalau begitu buatkan aku sesuatu.” Ujarku sedikit sok imut. Aduh apa yang kulakukan..

“kau mau segelas cokelat hangat dan cookie?” Tanyanya dengan lembut.

Aku berpikir sejenak. “tidak, hari ini aku tidak mau minum cokelat. Aku juga tidak mau makan cookies. Aku…” Kuputar-putar cincin ditanganku. “aku mau sesuatu yang berbeda. kau harus mengajariku membuat kue.”

Baekhyun kelihatan sedikit bingung. Namun setelah beberapa detik berpikir, dia berkata, “baiklah, aku akan mengajari resep rahasiaku.”

“benarkah? Awas kalau tidak enak.” Ancamku sambil bercanda. Lalu kami pergi ke dapur.

Sumpah, baru kali ini aku masuk ke dalam dapur toko kueku. Dapur itu besar dengan dua panggangan besar terbuat dari.stainles. Juga ada dua kulkas besar disudut dapur. Walaupun ini sebuah dapur, tapi tetap saja cantik.

Aku bisa merasakan kehangatan dan membayangkan bagaimana setiap pagi karyawan membuat kue juga roti disini sambil dikelilingi aroma manis.

Baekhyun mengambil dua celemek putih. “maaf…” Dia memakaikan celemek itu padaku, sedikit kikuk tapi aku hanya tersenyum sementara dia mengikatkan talinya.

Aku juga mau membantunya, tapi sepertinya dia sudah ahli.

“baiklah, apa kau sudah siap?” Tanyanya sambil memandang bahan-bahan yang sudah tertata rapi di meja.

Aku mengangguk senang. Lalu dia mengambil tepung untuk dikocok dengan telur.

“kau harus mengocoknya dengan kecepatan yang stabil. Tidak perlu menggunakan mixer, tapi dengan tangan pun juga bisa menghasilkan adonan yang lembut.” Jelas baekhyun memeragakan mengaduk adonan itu.

Aku mencoba memisahkan putih telur dengan kuningnya, namun selalu gagal. “aku tidak bisa melakukannya.” Ujarku kesal.

Baekhyun memegang tanganku. “tidak boleh menyerah. Itu kunci keberhasilan membuat kue yang enak.”

Sekejap kekesalanku menghilang begitu saja saat dia menuntunku memecahkan telur.

“ah, panas sekali. Apa kau mematikan pendingin ruangannya?” Ujarku basa-basi, aku tahu ini bukan karena udaranya tapi ada yang salah dengan diriku.

“tidak. Masih menyala kok.” Dia menjauhkan diri dariku. Tiba-tiba suasana menjadi kaku dan aneh.

Baekhyun melihat sekeliling, mencari sesuatu yang bisa dikerjakan. Begitu juga denganku.

Sejam kemudian…

Ting!

Aku melompat dari kursiku untuk melihat kue di panggangan. Kue yang kubuat berbentuk bulat berantakan, sedangkan punya baekhyun sangat rapi.

“kenapa kueku seperti ini?” Ujarku kecewa.

“mungkin kau kurang memberi baking powdernya.”

Aku melirik kuenya lalu menukarnya dengan milikku. “aku mau menghias yang ini saja.” Aku tahu aku bersikap seenaknya. Tapi baekhhun tidak melakukan apa-apa, dia hanya memulai menghiasi punyaku yang berbentuk aneh.

Kami mulai menghiasi kue dengan krim, permen, sampai cokelat kepingan.

“selesai!!” Aku bersorak gembira melihat kueku yang berwarna biru karena penuh manisan. Lalu aku kaget melihat kueku yang tadi.ditukar dengan milik baekhyun kini berbentuk hati yang cantik. Warnanya pink dan kuning.

“ya! Kenapa punyamu jadi lebih bagus?”

“apa?”

“aku mau yang ini. Kau yang ini saja.” Kini aku menukar kembali kuenya. Aku segera melesat keluar dapur sambil tertawa geli.

Baekhyun membawakan latte almond hangat untuk kami berdua.

Aku menyendokkan kue buatan baekhyun dan rasanya enak sekali. “eumm, enak.” Komentarku dengan mulut penuh. Dia tersenyum dan tiba-tiba mengulurkan tangan ke wajahku.

Aku tidak bisa bernapas. Apa yang ingin dia lakukan??

Aku menutup mata erat-erat. Tapi aku merasakan tangannya menyentuh sudut bibirku, ternyata dia membersihkan krim disana.

Aku memandang tepat ke matanya, tapi dia malah memakan kueku.

“kuemu juga enak.” Ujarnya sambil tersenyum lembut. “apa kau menambahkan mint di.dalamnya?”

Aku.mengangguk. “sedikit. Apa rasanya jadi aneh?” Tanyaku takut-takut.

“ini enak. Aku juga suka segala sesuatu yang berbau mint.”

“pantas saja jaketmu berbau mint…eh…” Aku seharusnya menutup mulut bodoh ini. Tapi sekarang sudah terlanjur didengar baekhyun. Dia menatapku sedikit bingung. Mungkin bertanya-tanya bagaimana aku bisa tahu jaketnya beraroma mint.

“kau…kau tahu, adonan kueku tidak terlalu buruk, walaupun bentuknya aneh.” Ujarku mengalihkan pembiacaraan. Alhasil baekhyun hanya tertawa. Dia mengelus rambutku.

“kau ini lucu.”

“aku? Lucu? Kukira aku ini menyebalkan, cerewet, suka marah-marah…”

“kau memang cerewet, menyebalkan, dan suka marah-marah.” Ujarnya menirukan gelagatku. “tapi kau juga punya sisi lembut dan lucu.”

Lembut? Lucu? Benarkah?

“kau tampak jauh lebih baik jika tersenyum dan tertawa.” Baekhyun memandang kuenya saat mengatakannya.

“benarkah?”

“tentu saja. Aku…menyukai sisi itu darimu.” Katanua hampir terdengar seperti bisikkan.

Tunggu!! Dia menyukai sisi lembut itu? Dia menyukai…

“kau menyukaiku??” Itu bukan pertanyaan, tampak seperti pernyataan.

Baekhyun menoleh padaku tiba-tiba. Aku mlihat raut wajahnya yang bingung.

“eumm maksudku, kau..menyukaiku saat bersikap baik?” Aku cepat-cepat mengkoreksi perkataanku.

“kurang lebih begitu.”

Tidak!! Duniaku seakan terbalik dan melayang keluar dari jalurnya. Menabrak asteroid, terbang melebihi kecepatan cahaya.

Byun baekhyun menyukaiku?? Ya, menyukaiku saat bersikap baik?? akhirnya jawaban itu kudengar…

Tiba-tiba kue yang kumakan terasa sulit untuk dikunyah dan sulit untuk kutelan.

“kau tidak suka saat aku bersikap menyebalkan?” Tanyaku penasaran.

Baekhyun mengangguk. “kau tahu kan terlalu banyak marah-marah dapat membuatmu cepat tua.”

Aku langsung menyentuh wajahku dan berkata, “aku marah-marah karena ada alasannya.”

“oh ya?”

“tentu saja. Seperti saat kau lebih memilih mengajari matematika pada gadis itu dan kau meninggalkanku. Asal kau tahu saja, aku juga kesulitan dalam matematika dan kau tidak pernah membantuku.”

“kau tidak pernah meminta bantuanku.”

“itu karena…” Ucapanku terhenti.

Apa yang telah kukatakan? Kini baekhyun memandangku penuh tanya.

“itu..itu karena kau selalu sibuk bekerja di toko ini.” Sergahku cepat.

“tapi kau bisa memintaku saat di sekolah. Atau disaat-saat seperti ini.” Ujarnya semakin membuatku sulit mencari alasan lain.

“kau sulit ditemukan di sekolah.”

“kita sering bertemu di kantin.” Balasnya lagi. Mati aku!

Aku membuang wajahku dan memilih untuk menghabiskan latte. Tapi dia tetap saja menatapku.

“apa…kau menyukaiku?”

Dia membuatku tersedak. Aku terbatuk-batuk, tapi baekhyun malah tertawa kecil sambil menepuk punggungku.

“kau mau membunuhku ya?” Semburku karena dia masih menertawaiku.

“kau menyukaiku?”

“kau ini kenapa sih?” Ucapku kesal.

Dia tersenyum santai dan menyandarkan tubuhnya di kursi. Dia kembali meminum latte-nya.
“apas sih susahnya mengakui perasaanmu. Toh aku juga menyukaimu.”

A…apa?? Seseorang bawakan aku cotton bud untuk membersihkan telingaku. Apa aku tidak salah dengar?

“apa kau bilang? Kau menyukaiku??” Tanyaku memastikan.

“hanya jika kau bersikap baik.” Jawabnya enteng.

“menyebalkan!” Gerutuku.

Baekhyun mencibir sambil memandang wajhku yang cemberut. “baiklah, aku juga kau saat sedang marah, sedang menyebalkan, sedang..seperti ini.” Dia mencubit pipiku.

“nah begitu dong.” Sekarang perasaanku lega. Seperti baru saja terbebeas dari tali yang selama ini mengikatku dengan sangat kencang.

“jadi..” Dia menyenggolku. “kau menyukaiku tidak?”

“iihh kau ini apa-apaan sih? Aku suka kuemu.” Kataku melanjutkan memakan kuenya yang enak.

“hei…” Dia lagi-lagi menyenggolku.

“iya, iya!! Tapi aku bersumpah akan menyukai orang lain jika kau tetap mengajari gadis pendek itu.”

“namanya sunny.”

“iisshh berhenti mengucapkan namanya!!”

The end!
selesailah ceritaku. Apa kau menyukainya? Hghh…seperti inikah sulitnya menyukai seseorang?

Tapi setidaknya aku memperjuangkan perasaanku untuk seorang byun baekhyun😀

#THE END#

Hanguffindo

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

56 thoughts on “Baby You

  1. Uuuh!! Author, hati2 kau bkin karakter baekhyun lembut n perhatian dsini. Bisa2 aku narik dia dr author… *reader maksa*

    tp sumpe dah!! Ff nya kece abiiizz!! Aku ska bgt bahasa yg d gunain ama authornya. T.kesan bagus, ringan(?), rapi(?) nan lugas.. Jd aku bsa menghayati bgt dah… Aku ska nih thor, ama crita yg mdel bginian.. *msh blum k rating 17* wkwkwk
    gud deh buat authornya!! *hug author*
    aku kasi 91 jmpol buat author!! *Eh??😄

    1. waaahhhhahaha terima kasih yah udah baca😀
      benarkah ini keceh abis?? huhuhu aku terharu T.T
      wah kamu suka bahasa aku yg kayak anak SD inih? sumpah makasih banget,padahal aku tuh payah lho
      tulisanku gada diksi diksi pisan dan yah begini lah apa adanya, tapi
      makasiiiiiiiiiiiiiihhh banget buat jempolnya yang a-apaahh ada 91??
      jempol siapa aja tuh?hehehe

      1. Eiittsss… Aku b.lindung dr pnulis2 yg pake diksi d blakang author. Wkwkwk
        bagus deh thor, g ngantuk. Hahaha.. Aku pake hp thor. Jd emang agak lama. Mana sinyalny kedud2 lg kya uler kadud.. Haaaaa *frustasi
        ini jga sambil makan.. Hahaha, nyambi2… ><

  2. Alaaah.. Diksi mah gag penting.. #Plaakk/di gantung guru bahasa indo
    tp bener bhasa yg author pake tuh yg p.tama kali narik minatq buat telusur2 blog author,
    awalx aq baca ff author yg udah d pos d blog laen. Aq lupa blogx apa. #Reader payah
    p.tama kali baca yg she’s my apple thor. Lgsung dah seneng ama tlisan author.. Trus aq nemu blogx author.. Wuaaa.. Jingkrak2, mau bkin slametan jga.. #Reader lebay..-_-”
    ya, bgtu lah thor.. Maap, koment saya kepanjangan ampe bkin authorx ngantuk.. #Reader curhat/ alaaah! Abaikan!

    1. wahaha…kamu di gantung lho sama para penulis yg sering pake diksi haha :b
      masa sih? bahasa aku? sumpah ya aku tuh gak ngerti ada apa dengan tulisanku
      bahasanya tuuhh cetek banget, dan gak pernah tau mau ditingkatin caranya gimana T.T
      mungkin udh dari sananya kayak gitu kali yaaa :”)
      waaahh aku suka lho baca comment2 yang panjang🙂 gak pernah bikin ngantuk

  3. hahaha… aku berlindung dr penulis yg pake diksi di blakang kaka… :p
    hahaha… pokoknya gtu deh, ka.. aq suka bhsanya yg simpel, g ruwet, jga gag acak adul (?).. selera aku bgt lahh…
    syukurlah.. gag ngantuk… # sujud syukur

  4. aduh baekhyun :333
    aku baca lagi ya dir hehehe
    ya ampyun, ah~~ ngeyel nara ih
    punya karyawan cakep emang ga baek dianggurin :333
    aduh, apalagi baekhyun, bisa nge-mama mama tiap hari di toko :”3 #okeiningaco
    sukak dirrrrr <333

    1. hahahahaha iya gapapa silahkan malah kalo kakak mau baca semuanya (tapi hati-hati karena banyak sekali ranjau di ficku yang bisa bikin mules karena saking gajenya hahaha)

      hah? nge-mama mama di toko /ngebayangin/ /ngakak/ X))) kalo kayak gitu mah dia bisa di pecat kakak, yaduuhhh (/.\) tapi kalo punya karyawan begitu, aku pun mau deh #IYALAH

      okeh, makasih lagi ya kak udah baca uhuuyyy :***

  5. fic yg kubaca pertama stlh kambek kedunia perffan😀 ah maafkan aku yg baru sempat berkunjung kakak. Eum fic ini keren, manis banget bayangin byun baekhyun ngegodain aku (?) kayak gitu ^^
    oiya, trmksh atas doanya. Aku sdh selesai un seminggu yg lalu dan sbntar lg tes utk sma😀 doakan lagi ya kak, hehe😀
    tp baru sempat berkunjungnya hari ini, jd maaf.
    Tp ini keren! Like it (y)

    1. halowwwww!!! selamat datang kembali marthaaaaa yang cantik hohoho, bagaimana UN-nya? iya gapapa, aku setia menunggumu kok hehehe ._.v
      hahaha yampun, ini…kenapa ya pada baca fic lamaku?o_O aku malu banget soalnya ini kan begitu huhuhuhu
      okeh, makasih udah baca dan komen, cantik😀
      ah ya, aku mendoakanmu kok! untuk selanjutnya aku juga mendoakanmu biar masuk SMA yang diinginkan! semangat yaaaaahhh ‘.’)9

  6. Ahhh pagi-pagi senyum-senyum sendiri, untung gakada yg liat ._. #abaikan
    Sumpah ini bagus banget thor, apalagi castnya Bacon, makin cinta sama Bacon :*

    1. Wahahaha terima kasih ya udah baca. Aduhh aku malu nih kamu baca fic lamaku, dan ini fic pertamaku yg castnya baekhyun, untung deh kalo gak fail /.\

      Makasih ya udah baca /lempar bias/

  7. oh ya ampun~ bikin melting aja ini FF
    aigoo..
    Shim Nara, gengsi kamu tinggiii sekali
    tpi aku suka cara bacon ngungkapin perasaannya
    astaga~ astaga~ *inhale exhale*😄
    ah btw, mungkin perbaiki di penulisan nama, pke huruf kapital🙂
    that’s all ^^

    1. hahaha aduh ini fic lama masih aja ada yang baca, aku malu deh (/.\)
      ah ya, ini belum diedit-edit karena um, gitu fic lama kirain ggabakalan ada yang baca hahaha xD

      makasih udah baca dan komen ya❤

  8. boleh gak kepalanya nara aku jitak :p
    nara kamu kok nyebelin sih, tapi lucu.
    biasanya tokoh cowo yg bersifat kyk nara, tp ini beda.
    bekyon sabar yah ngadepin nara yg gengsian, hihihi.

  9. Kenapa ceritanya manis sekali, sukses bikin senyum2 sendirian malam-malam gini😀
    Aku pikir Baekhyun bakalan sama Sunny terus Nara-nya menyesal dan galau.
    Endingnya manisss banget😀 kayak susu coklat haha.

  10. aku oengeeeen digituin sama baekhyuuun,, kyaaaaaa byun baekhyuuuunnn… Do you like me too ????
    Thor, bisa bikin yang lebih romantis ??

  11. Ga salah kok jatuh cinta sama karyawan ayah, apalagi kalo itu Byun Baekhyun. GAK SALAH BANGET!
    Hei Baekhyun, aku suka banget pas kamu bilang, “Kenapa, toh aku juga menyukaimu.”
    Please… my Baekki feels ;;A;;

  12. Huaaaa keren bangeettt suka banget thor sma ff ponakan gue yg 1 ini…
    Cerita.a leemmmbut bgt selembut kue.a baekhyun hahaha.. Bener thor mengakui kita menyukai seseorg tuh berat / sulit bgt,, *curhat

    Tadi aq s4 kget baca nama “pak lee” jadi q bca “pa’ le” hihi smpe 2 kali baca nm.a barua q ngeh klo iyu pak lee bukan pa’le😀

  13. Yes nemu ini.. Ff lama baekhyun.. Huwaaaa aku sangat suka ini😀
    baekhyun disini sesuatu banget ya ampun… Kayanya dia kalem gitu, cool, ‘agak’ manly, dan ahhh kak dira, sedikit informasi aku akan menikah sama baekhyun… Dan gara2 baca ini malah jd makin cinta hahaha /abaikan ini/ (jangan mual kak.. Aku mohon :3 )
    Hehe ceritanya manis, simpel, dan udahlah… Aku suka <3<3<3<3

  14. kya kya kya kya astaga makin positif ngejadiin dia bias kalo kayak gini. hahaha ngegantiin lay di posisi kedua. andwaeeeeeeee!!!! hahaha
    nara gengsi banget sih. kasian tauk baekhyunnya -_-

  15. Author ~ !! Demi apa deh ini karakternya Baek Hyun bikin aku melting setengah mati (T^T) god astaga astaga astaga asdfghjkl

  16. Aduh seriusan deh, aku paling cintaa banget sama ff romance fluff kaya gini~~ ^o^ soalnya tuh unyu-unyu ngegemesin gimanaa gitu ceritanya, dan yang utama itu.. bikin envy!
    ugh, andai kisah ini terjadi dikehidupanku yang nyata *halah, berkhayal mulu kerjaannya–” wkwk
    udahlah, walaupun ini fic lama kaka tapi aku tetep cinta sama fic ini❤
    buat lagi ya kak yang kaya gini~ hehe

  17. “apas sih susahnya mengakui perasaanmu. Toh aku juga
    menyukaimu.” enak banget kayaknya pas baek ngomong kaya gitu.
    tanpa bebannn

  18. Aduh Bacon, ga bisa ngebayangin deh waktu kamu ngomong dengan santainya

    “Kau menyukaiku kan ?”O_o

    Hahahahahahaha kalo saya mah bukan tersedak lagi , mungkin langsung tepar di tempat.

    Hahahahaha ka Dira daebakkkk ^_^

  19. Ya ampun!!!!! Demi langit dan bumi!! *sigh manis banget sih!!! Aduh byun!!!
    Ada ya cewek rese’ kaya nara tapi sebenernya suka. Senyum2 sendiri pas si byun bilang “apa kau menyukaiku?”
    Aaaaaaakkkkkk!!! Iya byun!!! Iya!!!! Aku suka sama kamu!!! Duh duh duh.. Boleh dong rekomendasiin ff ini ke temen?? Hehe, author Jjang!!’-‘)/

  20. Authorrrr~ aku pengen teriak sekarang juga.
    Baekhyunnya, thor. baekhyunnya. -apasih .
    demi, aku ngakak pas baca secuil baekhyun. tapi aku makin cengar cengir pas baca endingnya. keliatannya engga romantis tapi asli ini romantis pake gula. manissss nya ampun. fangirling deh.

  21. haduhh baekkk.. sampe guling guling di kasur gara gara baca ini.. comelll banget sih baekhyuunn.. Aaaa mau pingsan ngebayanginnyaa_-_

  22. wihhhh ffnyaaa… sok gengsi banget nara-nya wkwkwk… ffnya bagus sebenarnya, tapi penulisannya dalam penggunaan huruf kapital tidak tepat, mungkin karena seperti yang author bilang tadi kali ya, dengan menggunakan hp hehe
    tapi sebenarnya ceritanya seru kok… aku suka yang fluff fluff gitu wkwkwk

  23. Aaaa,……pengen banget kisah cintanya aku kayak gini :3 andai aja. FF eon keren, gak salah suka sama tulisan Eon🙂 (kan gak mungkin suka sama eonni nya, hahaha.)

  24. aku senyum2 sendiri bacanya, Baekhyun kerja di toko roti Nara karna dia suka sama Nara atau karna emang dia pengen kerja aja??
    jadi mereka jadian nih hihi, mereka yang jadian aku yg girang..

  25. Ahh, Byunbaek bikin gereget amat sih. Si cabe yang selalu menggemaskan. Hihihi aku suka ko! Apalagi kalo sebelum ending romancenya ditambah kayanya makin seru hihihi

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s