Posted in Comedy, Fanfiction, Fluff, Romance, SHINee

What Happened In the Toilet?

Title               : What Happened In the Toilet?

Main Cast   : Key SHINee, Nana After School a.k.a Gyeong

Other             : Min Miss A, Fei Miss A, Jiah Miss A, Cheondung Mblaq, Mir Mblaq

Rating        : PG-15

Genre         : Drama romantic

 

Cinta bertebaran dimana saja…

Bahkan di tempat yang tak pernah kau sangka…

Percayalah.


 

***

          Sekolah Shinwa tidak pernah sepi dari apapun juga. Semua muridnya seolah tidak mengenal aturan. Mereka bersenang-senang saat guru tidak ada.

Kim Kibum atau Key.

Berjalan dengan gaya angkuh diikuti beberapa temannya di belakang. Pakaiannya berantakan dengan jaket mahal keluaran terbaru.

Semua orang memperhatikannya. Tapi tidak sedikit yang membencinya karena anak seorang pengusaha terkenal di Korea ini suka bersikap seenaknya.

Key masuk ke kelas. Dia tersenyum melihat tiga gadis yang sedang mengobrol di meja guru. Key berjalan mendekati mereka.

”Aku melihat sesuatu yang bersinar disini.” ujarnya.

Salah seorang gadis berambut pendek tersenyum.

”Aku sudah berusaha menutupinya, tapi ternyata terlalu terang ya?”

Key tertawa sambil menyipitkan matanya. ”Sangat terang dan aku tertarik untuk mendekatinya.” Key mendekatkan wajahnya ke gadis itu.

”Guru Lee datang!!”

Gadis itu mendorong Key dan duduk di kursinya.

Gadis itu adalah salah satu anak pejabat yang paling berpengaruh di Korea. Namanya Min. Dua temannya yang berada di belakangnya adalah Jiah dan Fei, mereka juga anak dari keluarga terpandang.

Key duduk si bangkunya, menatap Min. Mereka mulai mengerjakan tugas yang diberikan Guru Lee di papan tulis, sedangkan Key masih terpana pada Min.

Semula pandangannya dipenuhi oleh Min namun tiba-tiba sebuah buku pink seolah melayang-layang di depan matanya, membuyarkan lamunannya.

”Boleh aku duduk disini? Pandanganku tidak jelas ” seorang gadis dengan suara paling imut dan kacamata berwarna pink berdiri di depan Key.

Key dibuat kesal olehnya. Dia membiarkan gadis itu duduk disebelahnya.

***

Bel berbunyi. Semua pekerjaan mereka telah selesai.

”Ayo, kumpulkan anak-anak.” Guru Lee berteriak.

Semua anak mengumpulkan pekerjaan mereka, kecuali satu orang. Key.

Melihat Min keluar dari kelas, Key meninggalkan tugasnya yang belum selesai itu untuk mengejar Min.

”Min!!” panggil Key.

Min menoleh. ”Ada apa?”

”Kau mau kemana? Mau makan siang bersamaku?”

”Aku ingin makan di kantin.” jawab Min.

”Makan di tempat menjijikan itu? Lebih baik kau makan di tempatku.”

Lalu Min mengubah haluannya, mengikuti Key. Key membawanya ke sebuah ruangan eksklusif miliknya. Disana ada banyak anak populer yang makan dan bermain-main.

”Aku tidak bisa makan seperti ini. Terlalu penuh dan sesak.” ujar Min mengamati sekelilingnya.

Tanpa berpikir panjang lagi Key langsung menyuruh semua orang untuk pergi.

”Ayo pergi kalian semua dari sini. Cepat!!”

Setelah semua orang pergi, kecuali dua teman Key yang setia mengikutinya kemana saja seperti kaki tangan. Mereka adalah Mir dan Cheondung.

”Aku sudah mengusir mereka semua. Kau bisa makan dengan ten…”

Min menghiraukannya. Dia berjalan menuju sebuah sofa merah disana dan duduk.

”Bagaimana kau tahu tempat favoritku.” Key menghampirinya dengan duduk disamping Min. ”Mau pesan sesuatu? Mir bisa mengambilkannya untukmu.”

Min menatap Key sambil tersenyum. ”Kau benar-benar seorang raja.” Key tertawa mendengarnya.

”Kau bisa menjadi ratu jika mau.”

Min beranjak dari tempat duduknya dan melihat-lihat sekeliling ruangan itu.

”Biar kutebak.” Min mengambil sebuah patung porselen dari atas rak buku . ”Belanda?”

”Tepat sekali.” sebuah senyuman menghiasi wajah Key.

Min duduk dikursi yang biasa Key duduki. Sebuah kursi besar seperti kursi pemimpin.

”Aku suka tempat ini.”

Key mendatanginya dan berbisik.

”Jika kau mau semua ini menjadi milikmu…kau harus jadi pacarku.”

Min menatapnya. ”Aku mau saja menjadi pacarmu. Tapi tidak mudah untuk kau menjadi pacarku.”

”Katakan syaratnya, manis.” bisik Key menyeringai senang.

”Aku selalu suka sikapmu itu.”

Min beranjak dari kursi itu dan melihat ke jendela.

”Kau tahu kamar mandi perempuan di gedung barat lantai tiga?”

”Jangan katakan.” suruh Key. ”Aku dapat menebaknya. Kau menyuruhku untuk kesana sendirian, mengunci diriku di toilet seram itu, yang katanya ada hantu perempuan disana, selama sehari penuh.”

Min bertepuk tangan. ”Idemu bagus sekali. Tapi bukan itu yang kumaksud.”

”Kau memang akan kesana. Tapi aku tidak ingin mengotori jaket Dolce & Gabbana-mu itu. Daripada harus kau yang berada di tempat kotor itu, mengapa tidak orang lain saja.”

Key menelengkan kepala. Dia menatap Mir maupun Cheondung. Mereka berdua menelan ludah.

Min tertawa.

”Ayolah, Kibum, mereka sudah seperti saudaramu kan? Apa ada yang punya ide?”

Fei menunjuk tangan. ”Aku tahu! Bagaimana dengan si Miss Hello Kitty itu?”

”Miss Hello Kitty?” ujar Key, Mir, dan Cheondung berbarengan.

“Aha! Kau sangat pintar, Fei. Ya, Miss Hello Kitty.” Min mengangguk sambil tersenyum.

***

Key bersandar di kursinya dengan wajah penuh tanya. ”Miss Hello Kitty? Siapa dia?”

”Ini dia!! Aku menemukannya!” Mir berteriak di depan laptopnya.

Key langsung menghampirinya dan melihat seorang gadis dengan kacamata pink, rambutnya berponi serta dikuncir dua dengan jepitan Hello Kitty.

Key mendesah. ”Aku pernah melihat orang ini, tapi dimana ya?”

Mir menunjuk biodatanya.

”Dia sekelas dengan kita.”

”Ah…ya ya, gadis itu.” Key menyadari bahwa gadis itu duduk di sebelahnya saat di kelas.

”Namanya Han Gyeong.” ujar Cheondung.

”Cih…Hello Kitty? Menggelikan.” Key meninggalkan ruangannya untuk kembali ke kelas.

***

Keesokan harinya.

Key sengaja duduk di belakang dan menatap tajam Gyeong. Dia terus menatapnya sampai Gyeong menoleh kebelakang dan menemukan Key sedang menatapnya. Namun dia tidak menghiraukannya. Seringai licik menghiasi wajah Key.

Bel istirahat berbunyi. Key sudah menyiapkan rencananya dan siap untuk melakukan aksinya.

Dia menyuruh dua teman kelasnya untuk membujuk Gyeong pergi ke gedung barat.

”Ayo, Gyeong, temani kami. Kami penasaran dengan kamar mandi yang ada disana.”

”Iya, katanya ada hantu perempuan disana. Kami hanya ingin melihat sebentar.” ujar temannya yang satu.

Gyeong nampak bingung, namun gadis ini sangat polos sehingga mau saja menemani dua orang itu ke gedung barat.

***

Key mengumpat di kamar mandi gedung barat lantai tiga. Awalnya dia hanya ingin mengunci Gyeong di kamar mandi lalu pergi, namun muncul sebuah ide jahat di pikirannya. Dia ingin mengerjainya dulu sebelum menguncinya.

”Iya, disini. Gyeong, kau masuk duluan ya. Kami takut.” dua orang itu mendorong Gyeong masuk ke dalam kamar mandi. Gyeong yang polos itu tidak tahu ketika mereka berjalan perlahan-lahan meninggalkannya.

Dua gadis itu tertawa cekikikan dan menarik pintu terlalu kencang sehingga lubang kunci tertutup dengan sendirinya karena sudah lama tidak dipakai.

Mereka tidak menyadarinya, maka dua gadis itu pergi begitu saja sambil tertawa.

Key tersenyum licik ketika mendengar suara Gyeong memanggil-manggil kedua temannya. Segeralah dia menarik tali dari tempatnya lalu sekarung tepung meluncur kebawah, bermaksud mengenai Gyeong. Namun sungguh sayang, Gyeong melangkah ke depan sehingga karung itu jatuh tanpa mengenainya.

Mendengar suara karung jatuh, Key keluar dari toilet dan berlari sambil menertawai Gyeong.

Key berhenti tertawa ketika melihat Gyeong berdiri disana tanpa secuil tepung di tubuhnya. Dia melihat tepung yang berserakan di belakang Gyeong dan tahu bahwa dia meleset.

”Ah, sudah lah, aku tidak peduli.”

Key memutar gagang pintu, namun pintu itu tidak mau terbuka. Dia mencoba lagi. Pintu itu tetap saja tidak bergeming sedikit pun. Key memutar-mutar gagang pintu, mencoba membukanya, tapi pintu itu seolah tidak mengijinkannya keluar. Dia menatap Gyeong yang hanya memandangnya kosong.

”Apa yang kau lakukan dengan pintunya?” tanya Key.

Gyeong menggelengkan kepala.

”Pintu ini seharusnya bisa terbuka. Aku belum keluar dan menguncinya!!” Key berteriak.

Gyeong masih menggelengkan kepala dan menatap Key yang terus saja berusaha membuka pintu.

Setelah beberapa menit Key mencoba membukanya, dia menyerah. Tubuhnya penuh keringat, bersandar di pintu dan menatap Gyeong. Gadis itu juga memandangnya tanpa ekspresi.

Key menghela napas. ”Kenapa aku bisa terkunci disini?” matanya menerawang.

”Namamu Key kan?” tanya Gyeong tiba-tiba.

”Apa pedulimu dengan namaku. Aku ingin keluar dari tempat sial ini.” Key menyikut pintu. Alhasil, tangannya terasa sakit.

”Aku juga terkunci disini. Tenang saja…”

”Tenang? Tenang katamu? Aku harus keluar dari tempat menjijikan ini! Aku tidak mau berada disini. Tunggu…” Key merogoh sakunya. Dia mencari telepon genggamnya untuk menelpon Mir atau Cheondung.

”Sial!” Key memukul kepalanya sendiri. Dia baru ingat bahwa telepon genggamnya tertinggal di kelas. ”Bagaimana ini?”

”Kenapa kita tidak berteriak minta tolong saja?” usul Gyeong.

Key mendengus. ”Kau pikir aku perempuan yang suka berteriak minta tolong?”

Setelah lima belas menit…

”Toloooonnnggg!!!” Key berteriak memukul-mukul pintu. ”Apa ada orang disana? Toloonnnggg!!”

Gyeong duduk dengan manis sambil memainkan rambutnya. Dia menatap jam Hello Kitty-nya, waktu menunjukkan pukul satu siang. Perutnya mulai keroncongan.

Key menyerah. Dia duduk di dekat pintu dengan napas yang terengah-engah. ”Aku mati. Ah tidak, tidak…” suara perut yang kelaparan membuat pendiriannya berubah. ”Tidak, aku akan mati.”

Gyeong mengeluarkan tiga permen jeli bentuk Hello Kitty dari kantung bajunya. Lalu dia merangkak mendekati Key yang tersungkur. Gyeong menepuk perlahan bahunya.

”Apa!!” teriak Key.

”Ini.” Gyeong memberikan satu permennya. ”Sudah saatnya makan siang.”

Key tertawa melihat permen itu dan berhenti ketika dia melihat wajah Gyeong. ”Makan saja sendiri.” Lalu dia kembali ke posisinya.

”Kata ibuku jika kita menunda makan siang tanpa memakan apa pun juga sebagai pengganjal perut, kita akan cepat tua, dan rambut-rambut putih akan bermunculan.” Gyeong menatap rambutnya dengan sedih. ”Aku tidak mau rambutku putih.”

Key segera membuka matanya, langsung menyambar permen itu dari tangan Gyeong dan memakannya. Permen itu sangat manis sampai-sampai membuatnya bergidik.

***

Waktu berjalan dengan cepat. Gyeong melihat jam tangannya. Sudah pukul setengah tiga sore.

Key telah mendapatkan kekuatannya lagi. Dia mondar-mandir mencari celah atau ventilasi untuk keluar dari kamar mandi. Key membuka semua pintu toilet dan masuk kesana lalu keluar lagi, tidak dapat menemukan satu celah pun.

”Siapa yang merancang kamar mandi ini? Apakah mereka tidak memikirkan kemungkinan seseorang dapat terjebak disini dan mencari dimana jalan keluarnya.” gerutunya.

”Mungkin mereka lupa membuatnya.” suara Gyeong mengalun.

”Lupa? Mereka bodoh bukannya lupa. Jika ayahku tahu, mereka semua akan dipecat.”

”Ayahku seorang perancang kamar mandi. Dia tidak bodoh.” ujar Gyeong.

Key tertawa kecil. ”Seharusnya ayahmu bekerja membangun kamar mandi ini.”

”Tapi ayahku sudah meninggal.” suara Gyeong yang polos seperti anak-anak menggema di udara, menghentikan langkah Key. Key terdiam sejenak dan mengintip dari balik pintu untuk melihat Gyeong.

Kepala Gyeong tertunduk sehingga Key tidak bisa melihat wajahnya.

”Bisakah kau diam. Suaramu sangat mengganggu.”

***

Kelelahan menderanya. Key duduk di lantai sambil menyandarkan kepalanya ke dinding keramik. Dari tempatnya, dia bisa melihat sosok Gyeong dengan kacamata pinknya yang besar duduk manis sambil bermain dengan rambutnya.

”Jam berapa sekarang?” tanya Key tiba-tiba, membuat Gyeong terlonjak kaget. Gyeong segera menatap jam tangannya.

”Setengah empat sore.”

Key memejamkan matanya. “Malam sebentar lagi tiba. Semuanya akan pulang dan meninggalkan sekolah…tunggu…”

Key berjongkok. ”Mir dan Cheondung pasti menyadari bahwa aku telah hilang. Mereka pasti akan mencariku.”

Di lain sisi dan ruangan…

Mir sedang duduk di kursi besar milik Key. Dia memutar-mutar kursi itu sambil meminum segelas milk shake stroberi. Kursi itu berhenti berputar dan Mir meletakkan kakinya di atas meja, berpose seperti Key.

”Mir, ambilkan jamku! Mir, ambilkan milk shake dari kulkas! Mir, cepat ambilkan bukuku!” Mir menirukan gaya bicara Key.

” Cheondung, ambilkan sepatuku. Sikat dengan bersih! Dasar menyebalkan!! Dia bahkan tidak bisa menyisipkan kata tolong diantara kalimat-kalimat itu.” ujar Mir kesal.

”Turunkan kakimu!! Kalau Key datang dan melihatmu, kau bisa mati.”

Mir tergelak, hampir tersedak dengan milk shakenya. ”Aku tidak peduli, Cheondung. Lagipula dimana dia sekarang?”

Cheondung terdiam, menyadari dia tidak melihat Key sepanjang hari ini setelah istirahat. ”Oh iya, kemana Key? Aku tidak melihatnya.”

”Sudahlah.” Mir mengibaskan tangannya. ”Tidak usah pedulikan dia. Cepat selesaikan pr-ku. Sehabis itu kita pulang”

***

Waktu menunjukkan pukul empat sore.

”Baiklah. Aku percaya mereka mencariku.” Key mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.

Dia sudah berada kurang lebih lima jam dalam kamar mandi tersebut, namun anehnya dia tidak berkeringat. Seolah ada semilir angin yang berputar terus menerus di dalamnya, sehingga kamar mandi tersebut tidak pengap.

Gyeong merapikan rambutnya yang panjang di depan cermin. Sambil bersenandung, dia menata poninya dengan hati-hati.

”Apa kau menyanyikan lagu SHINee?” tanya Key.

Tiba-tiba saja Gyeong berbalik dengan wajah yang berbeda. Dia tampak berseri-seri ketika Key menyebut kata SHINee.

Gyeong berlari kecil dan duduk disebelah Key. ”Kau tahu SHINee?” tanyanya dengan antusias.

“Siapa yang tidak tahu mereka.” ujar Key dingin.

”Aku tidak percaya ada orang yang menyukai SHINee juga.”

”Aku tidak bilang aku suka SHINee. Aku suka diriku sendiri. Lagipula mereka tampak biasa saja waktu aku bertemu dengan mereka.”

Gyeong melotot, mulutnya membentuk bulatan besar seolah ingin melahap Key. ”Kau pernah bertemu langsung dengan mereka???” pekik Gyeong.

Key menutup telinganya. Gyeong mengguncang-guncang tubuhnya dengan keras. ”Ceritakan padaku. Bagaimana rupa mereka di luar sana?”

”Lepaskan aku!!” Key menjauh dari Gyeong. Gyeong terdiam menatapnya. ”Aku kira kau hanya suka dengan Hello Kitty. Minggir!”

Key beranjak dari tempatnya dan hendak pergi ke toilet.

”Kau mau kemana?” tanya Gyeong.

”Bukan urusanmu.” jawab Key ketus.

”Jangan buang air kecil di toilet paling ujung.” ujar Gyeong tiba-tiba dengan nada misterius.

Key membalikkan tubuhnya, menatap Gyeong. ”Lalu kau mau aku buang air kecil di depanmu? Apa kau sinting?!”

”Tempat ini kan berhantu.”

”Aku tidak percaya hal seperti itu.” Key baru saja melangkah satu kali ketika pintu toilet paling ujung tertutup sendiri tanpa ada yang menyentuhnya.

Key menoleh ke arah Gyeong. Gyeong hanya melihatinya dengan wajah polos. Key berjalan mundur, kembali ke tempat dimana dia duduk. ”Eumm…” keringat mengaliri punggungnya. ”Ayo kita bicara tentang Shinee. Ya…aku pernah bertemu dengan SHINee waktu berada di Jepang.”

Gyeong menunjuk pintu toilet itu dengan wajah penuh tanya. Lalu Key menurunkan tangannya.

”Kau tahu…kau tahu…mereka sangat tinggi dan keren.” ujarnya mengalihkan perhatian Gyeong. Taktik itu pun berhasil, Gyeong kembali antusias membahas SHINee.

***

Waktu berjalan dengan cepat. Pukul tujuh malam.

”Bagaimana dengan Minho? Aku sangat menyukainya.”

”Eumm…” Key berpikir sejenak. ”Dia tinggi. Tampan, memiliki mata yang besar. Kenapa kau tidak menyukai personel lain? Seperti Key misalnya.”

”Ahaha..” Gyeong tertawa. Suara tawanya seperti orang yang sedang mengalami asma. Key mengira Gyeong terkena asma. ”Kau mau aku bilang kalau aku suka dengan Key karena namanya sama denganmu? Kau bisa saja.”

”Tidak. Aku serius. Key memang lebih keren diantara member SHINee yang lainnya.” sergah Key.

Gyeong masih tertawa cekikikan. ”Tapi kau tidak sekeren dia.”

Key mendengus.

”Kau tidak percaya? Aku punya fotonya.” Gyeong mengeluarkan ponsel Samsung Hello Kitty dari kantungnya. Dia mencari folder foto SHINee.

Key yang melihatnya merasa tidak percaya. Langsung saja direbutnya ponsel itu dari tangan Gyeong.

”Kau…kau, kau bodoh atau apa? Kenapa tidak dari tadi kau katakan bahwa kau punya ponsel.” bentak Key. Lalu Key langsung menelepon Mir.

Maaf, saldo Anda kosong. Tidak dapat melakukan panggilan.

Key menatap ponsel itu dengan tatapan tidak percaya. Suara operator terus berbicara. Gyeong menatap Key penuh tanya.

”Ada apa?”

”Saldomu kosong?”

”Oh, iya, dari tadi aku ingin mengatakan hal itu. Sini…” Gyeong mengambil ponsel itu dari Key. ”Coba kita lihat, apakah kita bisa menghubungi operator untuk memintanya mengisi saldoku.”

Key merasa kepalanya hampir meledak. Dia terduduk lemas di lantai. ”Rasanya aku mau mati saja.”

Gyeong duduk di sebelahnya dan kembali mencari folder SHINee dan menunjukkan beberapa foto pada Key. Key hanya bisa mengangguk-angguk saja melihatnya.

”Apa kau punya gambar SNSD?” tanya Key.

***

Waktu menunjukkan pukul sembilan malam.

Key tidak dapat menahan rasa kantuknya. Matanya setengah terpejam dan kepalanya tidak berhenti naik turun seperti ayam.

Gyeong masih melihat foto-foto koleksinya. Dia tertawa cekikikan sambil terus memainkan ponselnya. Lalu dia mulai merasa bosan, juga mengantuk. Gyeong bergeser mendekati Key dan menyandarkan kepalanya di bahu Key. Dia terus menatap ponselnya.

”Key?” panggilnya.

”Hmm…”

”Apa kau tahu caranya menggunakan twitter?”

”Ya…”

”Aku mau membalas pesan temanku disini bagaimana caranya?”

Key menumpukkan kepalanya diatas kepala Gyeong. ”Klik tulisan ’Reply’ lalu ketik apa yang ingin kau katakan.”

Gyeong mulai menulis.

Aku terkunci di kamar mandi sekolahku bersama Key. Bukan Key SHINee lho —

Key menguap besar sekali, dia kembali tidur. Lalu tiba-tiba matanya yang mengantuk terbuka lebar menatap layar ponsel Gyeong.

”Kau bisa mengakses twitter? Ba…ba…bagaimana…” ujar Key terbata-bata.

”Wi-fi.” jelas Gyeong.

Key langsung bangkit. Dia merebut ponselnya dan tertawa dengan keras. ”Aku selamat, aku selamat!!”

”Key, biarkan aku menyelesaikan mengetiknya sedikit lagi…” Gyeong berusaha menggapainya, namun Key terlalu tinggi.

Key mendorong Gyeong menjauh, sedangkan dia mencoba untuk mengakses twitternya. Key berlari ke dalam toilet namun tidak sempat menutup pintunya, sehingga Gyeong ikut masuk ke dalamnya.

”Key, sebentar saja.” pinta Gyeong.

“Kau tidak mau selamat?!! Jangan ganggu aku! Atau…” Key membuka tutup WC. Ponsel itu digantung diatas lubang WC. ”Pilih, kau mau selamat atau ponselmu akan kujatuhkan?”

Gyeong mulai menangis. ”Jangan, Key. Baiklah kau boleh memakainya.”

Key tersenyum. “Nah, itu baru namanya anak baik. Kenapa sih tidak mau menger…”

Senyuman itu hilang ketika ponsel itu terpeleset dari tangannya dan masuk ke lubang WC bagaikan bola basket yang masuk ke dalam ringnya.

Suara cipratan airnya sangat lembut. Key dan Gyeong hanya bisa terpana melihat kejadian itu. Mereka terpaku di tempat mereka berdiri dan melihat ponsel berwarna pink itu masih menyala saat masuk ke dalam lubang kecil yang langsung menuju saluran pembuangan.

“Ponselku…”

“Ah…aku pernah mengalami hal ini. Percayalah, aku bisa mengeluarkannya lagi.” Key menekan tombol di atas WC. Air mengalir masuk ke dalam saluran pembuangan, namun ponsel itu tidak kembali.

Malahan terdengar suara gemuruh yang mengerikan dari dalam lubangnya.

”Apa itu?” tanya Gyeong perlahan.

Belum sempat Key menjawabnya, air keluar dari lubang WC dengan derasnya. Saking keras dan banyaknya debit air, Key dan Gyeong terhempas keluar dari toilet.

Tubuh mereka terbawa derasnya air yang membanjiri seluruh kamar mandi. Key dengan cepat menutup WC, menahannya dengan tempat sampah yang besar. Air pun berhenti mengalir.

Gyeong terbatuk-batuk sambil mengelap wajahnya. Airnya terasa dingin menyentuh kulitnya.

”Kau tidak apa-apa?” Key bertanya dengan napas terengah-engah.

Gyeong hanya mengangguk sekali lalu berjalan terseok-seok ke dekat pintu kamar mandi.

Dia memeluk dirinya sendiri di sudut ruangan. Kepalanya tertunduk sedih dan matanya terpejam.

Key menghampirinya sambil memeras jaketnya yang basah. Dia melihat Gyeong yang menghadap pintu sambil bersandar di dinding.

”Ini semua salahmu. Kalau saja…”

”Kau yang menjatuhkannya!!” pekik Gyeong dengan nada tinggi.

Key terlonjak kaget. ”Tapi tidak akan jatuh jika kau mengijinkanku untuk mengetik meminta bantuan pada temanku. Kau…hah, sudahlah…”

Key duduk menjauh dari Gyeong. Malam sangat dingin. Key mendengar isakan Gyeong dan suara batuknya. Secercah rasa khawatir melingkupi hatinya.

Key berjalan mendekati Gyeong. Dia duduk disampingnya dan mencoba mengingat namanya.

Lalu seperti ada yang membisikan, Key mendengar suara Mir berkata: Han Gyeong.

”Eumm…Gyeo, Gyeong?” nama itu terasa aneh di mulutnya. ”Baiklah, aku minta maaf. Lagipula kita berdua sama-sama keras kepala, pasti tidak akan ada yang minta maaf. Jadi aku memulainya duluan.”

Gyeong tidak memberi respon apa-apa.

”Aku mengaku, ini semua salahku. Aku memulainya, aku yang merencanakan menguncimu di dalam sini. Tapi, yang memberikan ide bukan aku. Min yang menyuruhku menguncimu disini jika ingin menjadi pacarnya.”

Seketika itu juga Key merasa perbuatannya konyol. Dia merasa sangat keterlaluan pada Gyeong, padahal gadis ini sangat polos dan tidak mempunyai salah apa-apa. Masih bisa berkelit saat ini, Key merasa menjadi laki-laki yang paling pengecut di dunia.

”Aku minta maaf, Gyeong. Aku sungguh konyol. Kenapa aku mau melakukan hal itu. Aku bahkan tidak bisa membayangkan jika menguncimu disini sendirian, berjam-jam…” Key melihat sekelilingnya.

”Dingin yang menusuk, belum lagi keangkerannya. Tidak, aku tidak percaya akan hal semacam itu. Hanya…tidak bisa membayangkan saja membiarkanmu disini sendirian.”

Gyeong tidak memberikan respon apa-apa. Dia tidak bergerak sedikit pun, membuat Key cemas.

”Gyeong? Gyeong?” Key memanggil-manggil Gyeong.

Gyeong tetap tidak bergeming.

“Gyeong…” Key membalik tubuh Gyeong.

Wajahnya sangat pucat. Key menyentuh dahi Gyeong. Dia terkena demam.

Tanpa berpikir panjang, Key membuka jaketnya dan memakaikannya pada Gyeong. Tubuhnya yang kecil bergidik perlahan. Key memeluknya agar tubuh Gyeong menjadi hangat.

Gyeong terbatuk beberapa kali. “Key, aku pusing.” suaranya parau dan lemah.

”Aku tahu. Sudah, diam saja.” suruh Key.

”Aku…” Gyeong terbatuk lagi. ”Tidak pernah sakit setelah ayahku meninggal.”

Key hanya diam.

”Sewaktu ayah masih hidup, dia sering membuatkan teh ginseng dengan madu saat aku sakit. Rasanya enak sekali dan menghangatkan tubuh. Lalu dia akan memelukku seperti yang kau lakukan saat ini.”

”Dia akan menjagaku semalaman, menyenandungkan lagu, sampai aku tertidur. Lalu saat pagi hari aku bangun, aku merasa sehat kembali dan ayah akan membuatkanku sup ayam.” Gyeong tersenyum pada Key.

”Eumm…aku akan menjagamu semalaman, memelukmu, seperti ayahmu, tapi membuat sup ayam adalah sesuatu yang tidak akan pernah kulakukan.” ujar Key.

”Kau bisa bersenandung untukku?” tanya Gyeong.

Key berpikir sejenak.

”Tergantung…kau mau lagu apa?”

”SHINee!!” pekiknya.

”Seharusnya aku tidak bertanya. ”

Key hanya tahu lagu Noona You’re So Pretty. Dia menyanyikannya dan berhenti beberapa saat untuk mengingat liriknya. Gyeong tertawa mendengarnya.

“Kenapa kau tertawa? Aku menyanyikannya sungguh-sungguh.” ujar Key kesal.

Gyeong menggeleng. “Tidak apa-apa. Hanya membayangkan kalau kau Key SHINee yang sebenarnya.”

Key mendengus. ”Tuh kan, sudah kubilang, kau pasti akan menyukai Key.”

Gyeong berhenti tertawa. Key pun juga langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Apa yang baru dia katakan? Walaupun maksudnya bukan itu, namun hal itu membuatnya malu.

”Gyeong?”

”Hmmm?”

”Aku akan mengganti ponselmu setelah kita keluar dari tempat ini. Akan kubelikan yang sama persis.”

Gyeong menggeleng. ”Aku tidak mau.”

Key pun dibuatnya bingung. ”Kau mau ponsel yang lain?”

“Tidak. Aku mau semua pernak-pernik Hello Kitty saja.”

”Ya, ya, baiklah…”

Gyeong duduk tegak memandang Key. ”Benarkah?” Lalu Key mengangguk.

”Terimakasih.” Gyeong memeluknya.

Mereka terdiam kembali. Gyeong melihat Key yang matanya mulai terpejam. Dia tersenyum dan berkata.

”Kau benar. Aku memang menyukai Key.”

***

Waktu menunjukkan pukul lima pagi.

Orang-orang berbondong-bondong pergi ke gedung barat lantai tiga. Mereka membuka paksa pintunya dan menemukan Key dan Gyeong tertidur di lantai.

***

Key duduk di kursi besarnya. Dia menatap kedua temannya, Mir dan Cheondung.

”Apa kalian berharap aku benar-benar hilang selamanya? Kalian tidak berusaha mencariku kemarin.”

”Ka…kami sudah berusaha. Buktinya kau bisa ditemukan.”

”Omong kosong!!” Key menggebrak mejanya. ”Kalian…apa ayah kalian mau dipecat dari perusahaan ayahku?”

Mir dan Cheondung menggeleng.

Key mendengus. “Cheondung, katakan padaku, bagaimana aku bisa ditemukan?”

“Eumm…begini. Tadi pagi aku baru melihat di timeline twitter-ku, Gyeong, Miss Hello Kitty itu membalas tweet dari temannya. Dia berkata seperti ini.” Cheondung memberikan ponselnya pada Key.

Aku terkunci di kamar mandi sekolahku bersama Key. Bukan Key SHINee lho –”

          Ternyata, sebelum ponsel Gyeong dirampas olehnya, tweetnya telah terkirim.

Key memberikan ponsel itu pada Cheondung. Namun menariknya kembali sebelum Cheondung meraihnya.

“Kenapa dia bisa muncul di timeline-mu?” tanya Key.

”Sebenarnya…”

Key beranjak dari kursinya dan melemparkan ponsel itu pada Cheondung. ”Unfollow dia dan jangan pernah mencoba meng-follownya lagi.” Lalu Key keluar dari ruangannya itu.

”Kenapa dia? Jangan-jangan…” Mir menatap Key pergi.

Dan Cheondung menangis di bahu Mir.

Sore itu begitu indah dengan matahari berwarna jingga. Gyeong sedang membaca buku di bangku taman dan Key datang tiba-tiba di sebelahnya.

”Kau mengagetkanku.” ujar Gyeong tertawa.

”Aku punya sesuatu untukmu. Tutup matamu.” Lalu Key memberikan sebuah kotak kecil berwarna pink.  “Buka matamu.”

Gyeong membuka matanya dan terkejut melihat kotak pink di depan matanya. Dia membuka kotak itu, dia lebih terkejut daripada sebelumnya.

“Key, ini…”

“Aku merasa bodoh masuk ke toko mainan dan memborong semua pernak-pernik Hello Kitty, jadi aku membelikanmu ini saja. Harganya sebanding.”

Sebuah bandul emas berbentuk Hello Kitty berada dalam kotak kecil itu. Gyeong hampir menangis memandangnya begitu lama. Lalu Key memakaikannya pada leher Gyeong. Gyeong merasa sangat senang dan memeluk Key.

“Aku punya permintaan. Maukah kau mengabulkannya?” Key bertanya.

***

Min bersama kedua temannya berdiri menunggu seseorang. Sudah sepuluh menit menunggu, namun orang itu tidak datang-datang.

Lalu Key pun datang menghampirinya. Wajahnya berseri-seri melihat Min berdiri dengan wajah kesal.

”Kau mau membuatku menunggu sampai kulitku keriput?” sindir Min pedas. ”Kalau tidak karena kejadian itu, kau tidak akan kuterima sebagai pacarku.”

Key tertawa. ”Min, berhentilah bermimpi. Aku sudah membuang jauh-jauh niatku untuk berpacaran denganmu.”

”Lalu…” Min menyilangkan tangan di dada. ”Mau apa kau kesini jika tidak berlutut memintaku untuk menjadi pacarmu?”

Key tersenyum lebar. ”Aku ingin mengenalkan seseorang.” Lalu dari kerumunan anak-anak Shinwa, seseorang berjalan dengan anggun. Rambutnya sangat indah tergerai, matanya indah serta lembut, tubuhnya langsing dan semampai.

Gadis itu datang mendekati mereka dan menggandeng tangan Key. Dia melambai menyapa Min, Fei, dan Jiah.

”Dia pacarku.” ujar Key dengan bangga. Lalu mereka berdua berjalan meninggalkan Min dan kedua temannya.

”Tunggu, aku pernah melihat gadis itu. Tapi dimana ya…”

”Aneh sekali gadis secantik dia memakai kalung Hello Kitty.” ujar Jiah.

”Tunggu…” Min menghentikannya. ”Hello Kitty?”

”Jangan-jangan!!!”

Key tertawa keras sekali ketika sampai di taman luar sekolah. Gyeong mengambil kacamata pinknya dari tas.

”Aku hampir jatuh tidak melihat tangga di depanku.” gerutu Gyeong.

”Tapi kau sangat cantik.” puji Key.

”Benarkah?”

Key mengangguk. ”Secantik Nana After School.”

Namun Gyeong tidak terpengaruh, dia malah cemberut. Key pun mengerti.

”Baiklah. Kau secantik Hello Kitty.”

# The End #

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

15 thoughts on “What Happened In the Toilet?

  1. Hahaha.. D pos taun gajah, bacanya taun obama jd presiden yg ke 2! Kacau2!! *geleng2
    kekeke.. Geli juga bacanya. Masa pake hello kitti semua?? #SHOCK
    tp bgus ka, critanya.. Cma konflikny kurang dpet gtu.. Hahaha #plakk/reader maunya nuntut mulu!!
    gud deh, ka..

    1. hahaha kamu masih aja baca yang taun jebot…
      haduuhh ini ff super jadul dan dari segi bahasa, cerita masih kacau bangau gitu haha
      dan sukur banget masih ada yang baca >.<

      Iya konfliknya kurang ya? *nempelin jari ke jidat*

  2. waaahhhh.. aku sukaaa lhooo…
    ini ide ceritanya menariik bgt…😄
    neomu joha..😉😀

    trus itu si Gyeong bener2 polos yah.. entah knpa karakternya bikin aku keinget sama maknae SHINee lee taemin… hahahhhahaa///
    polos-polos gimana gitu…

    bener2 kocak… keisengan key berujung ke jatuh cinta ne? cieeeeeeee

    kekunci di toilet, gagal nakut2in gyeong,
    panik sendiri.. ehh si gyeong malah super tenang.. O.o

    udah gitu… moment key care sama gyeong lg sakit itu juga.. eoohhh~~~~ so sweet bgt…😀

    siapapun authornya… eum// aku suka nih… ama critanya.. apalagi main castnya si Key😀
    EUM…. bisa request ga? bikinin FF pairingnya Jia (miss A) and Key SHINee…
    aku suka pairingnya.. hehehehee
    dan salam kenal buat author/admin d blog ini..
    im your new reader😀

    1. haaahhh kok masih ada yang baca ff lama ini sih yaampuun, kok kamu bisa nyangsang disini sih hah? hahaha aduh makasih banget lho sumpah :”)

      wahahaha emang si gyeong polos2 gitu, hah masa sih kayak taemin? taemin biasku loh #eeh hahaha
      abis image kayak gitu bener2 nempel sama sosok nana sih aku kan jadi gimana gituu hahaha

      hahaha iya keisengan yang berujung cinta dan tempatnya di toilet pulak yaduuhhh

      eummm perkenalkan namaku Dira, 93 lines (iya tua) okeehh hahaha😀
      jia? well, hahaha ngumpulin mood dulu ya soalnya aku lagi kecantol sama ekso dan jadi lupa deh nulis shinee /jahat/

      tapi sekali lagi makasih yaaaa udah berkunjung hehehehe😀

      1. nee.. aku lagi iseng aja search di google poster key sama Jia..
        ehh.. nemu poster ffmu.. kliatannya cute.. dan aku suka posternya..😉
        heum.. aq Mir imnida 90s line.. heum.. ^_^
        punya fb or twiter kah?
        mari berteman \(^.^)/

      2. oooohhh oke jadi kamu adalah jia-key shipper yah? pasti kesel ga nemu poster itu malah nyasar kesini hahaha

        ohohokeeeyyy halo kak…Mir? apa kamu Mir mblaq? hahahhaa #yaksekip
        aku dira, 93lines😀
        twitter? aku punya…yes! let’s be friend. twitterku @diragracia
        punyamu?

      3. eum aq @dexmiraculous
        kekeke.. bnyak sih.. sebenernya.. keyber, key-jia, key-IU
        OnFany…
        tapi krna posternya kece,,, dan judulnya bikin penasaran ya udah.. aku baca.. ternyata tidak mengecewakan… ^^

  3. harusnya spongebob
    kkk
    penggemar berat spongebob di sini ahhaahhaa

    cuman bingung dikit knp cheondung nge follow gyeong ??
    knp key tiba2 lgsung motong??
    penarasan..
    bisakah di jawab author ?? kkk
    yg jadi intinya ff ini keren ajhahahaag
    serius !!

  4. Kakak, aku komentar lagi *moga ngga._.k ditendang*
    Aku buka postingan yg curhat itu, trus kepencet ke’masa lalu’ dan nyasar di ff ini.
    Bener deh aku skip yang waktu nyerem2in, soalnya ini aku b._.acanya malem jumat, ortu udh tidur dan aku dikamar sendirian *kenapa aku curhat? Eung abaikan*
    Uhh~ itu aku jg mau dipeluk Key *lho*…
    Ini ff lamakah? *brb liat tanggal* kakak udh nulis ff sejak lama ya? Pengalaman bgt dong~ daebak. Jjang kak jjang!
    Eung udahan deh, maaf kalo panjang.

  5. ini fanfic lama ya? kkkk aku baru tau hehehe, gyeong lucu bgt fanatik bgt sama hello kitty sama kaya temenku, dan wow aku suka karakter gyeong disini, santai sekali saat terjebak di toilet ckckck

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s