Posted in Comedy, Family, Fanfiction, Fluff, Romance, SHINee

Lovely Doctor

Title : Lovely Doctor

Cast : Onew SHINee, Lee Minjung,  SHINee Member

Genre : Drama Romantic

Length : Oneshot

Rating : PG-15

Member SHINee sedang tidak ada jadwal. Mereka bisa bernapas lega dan bersantai di dorm mereka. Semuanya pun larut dalam aktifitas masing-masing. Minho sering berolah raga di luar, pagi maupun sore. Jonghyun chatting dengan Sekyung di kamar, Taemin menonton princess mononoke, Key memasak di dapur, dan Onew…

“Ini sudah yang ke-delapan kali. Rasanya aku mau mati.” ujar Onew memegangi perutnya sehabis keluar kamar mandi.

“Makan saja snack-snack itu! Aku yakin akan menghentikan diaremu.” teriak Key dari dapur. “Pergi ke rumah sakit sekarang juga!”

Onew terperanjat mendengar kata ‘rumah sakit’. Dia menggeleng dan melesat masuk kedalam kamar. “Key, aku sudah sembuh. Tiba-tiba sembuh!!”

Key menghela napas dan menyuruh Taemin untuk membujuk Onew.

“Hyung, ayo kita ke rumah sakit sekarang.” Bujuk Taemin. Onew tetap bersembunyi di bawah selimutnya. Bahkan dia tidak bergeming walau Taemin menunjukkan aegyonya.

“Kau tidak lucu!! Jangan ganggu aku! Tinggalkan aku!!”

***

“Aku tidak mau!! Hentikan mobilnya sekarang juga!!” teriak Onew meronta-ronta saat mobil diparkirkan di depan rumah sakit. “Aku tidak mau. Sekyung, tolonglah. Jangan lakukan ini padaku.” Onew memohon pada Sekyung yang saat itu membawa mobilnya.

“Oppa, kau harus ke rumah sakit. Nanti kau akan…”

“Aku tidak akan menyetujui hubunganmu dengan Jonghyun. Key, lepaskan aku!!”

Onew terus saja menjerit tidak karuan. Di sisi kanan kirinya ada Taemin dan Minho yang memeganginya. Key hanya bisa menatapnya sebal. “Ini semua karena kau selalu mengemil snack-snack busuk itu. Rasakan sendiri akibatnya.”

“Kau bisa merawatku di rumah, Key. Aku berjanji tidak akan makan…”

“Tidak bisa!!” teriak semua orang yang ada di mobil itu.

Sampai di rumah sakit…

Onew memang tidak banyak bicara, namun tubuhnya tidak mau diam. Dia menutup wajahnya dengan tangan. Tidak ingin mencium aroma rumah sakit yang baginya, sangat memusingkan dan membuatnya mual. Dia ingin cepat-cepat pergi dari sana.

Tapi kenyataan menuliskan hal lain…

Onew terbaring dengan infus tergantung. Semua member memandang dirinya dengan tatapan kasihan. “Hyung, kau tampak pucat.” ujar Taemin.

“Katakan sesuatu untuk menyemangatiku.”

“Rasakan, rasakan, rasakan. Puas?” celoteh Key datar. Onew menghela napas dan terlihat sangat sedih.

Tiba-tiba perawat masuk dan mereka kaget melihat Lee Minjung berpakaian serba putih berada di belakang perawat.

“Lee…Lee…Lee Minjung?” tanya Onew tergagap.

Minjung tersenyum. “Jangan bilang kalian baru tahu. Aku kan kuliah kedokteran. Aku menjadi dokter magang di rumah sakit ini. isshhh…jangan memandangku heran seperti itu ah. Memang aneh artis menjadi seorang dokter?”

Semuanya terpana melihat kecantikkannya. “Kami hanya kaget melihat dokter secantik dirimu.” ujar Jonghyun tak sadar. Sekyung langsung mencubitnya.

Minjung tertawa dan menyadari Onew yang terbaring disana. “Onew ssi, kau sakit diare? Ya ampun, memang kau makan apa?” Minjung memeriksa Onew dengan stetoskop dan itu membuat Onew gugup.

“Aku…tidak ingat makan apa. Aku rasa makanan Key…”

“Kau mau bilang aku yang menyebabkanmu menjadi seperti ini, heh??” Key maju untuk memukulnya, namun semuanya langsung menahan Key.

Minjung tersenyum. “Kau hanya kekurangan cairan saja. Infus dan makan yang banyak akan membuatmu cepat pulang. Itu kan yang kau inginkan?”

Onew menangguk senang.

***

Minjung datang saat Onew sarapan. Dia memeriksa suhu tubuhnya dan tinggal sejenak disana menemani Onew makan. “Apa kau sudah merasa baikan?”

Onew tersenyum. “Aku sudah merasa lebih enak.” Lalu dia ingin mengambil minum, namun tangannya tidak dapat meraih botol minum. Minjung pun mengambilkannya dan memberi minum Onew dengan sedotan.

Onew tampak terpana oleh hal itu. “Terimakasih.” katanya singkat.

“Sama-sama.”

“Kau…kau terlihat cantik memakai baju dokter itu.” ucap Onew tak sadar.

Minjung kaget mendengarnya, dia tertawa kecil. “Benarkah?”

“Eh, apa yang baru kuucapkan? Aku…” Onew menjadi salah tingkah. Minjung tertawa sambil mengelus kepala Onew. “Cepat sembuh ya.” lalu Minjung pergi.

Onew tersenyum mengelus kepalanya sendiri. Sepanjang hari dia tersenyum sampai-sampai perawat yang masuk ke kamarnya, ragu untuk member ijin pulang.

***

“Makan!!” Taemin melahap semua makanan yang ada di depannya. Dia sangat lapar. Tapi langsung berhenti ketika melihat Onew yang makan ayam dengan perlahan.

“Hyung, apa kau sakit lagi? Kau makan ayam tidak seperti biasanya. Tidak bersemangat sama sekali.”

“Aku baik-baik sa…Aduh!!” Onew memegang perutnya

“Onew hyung!!”

Onew kembali berbaring di UGD. Minjung kembali memeriksanya, tapi anehnya dia tidak menemukan penyakit apa-apa dalam tubuh Onew.

“Ah, senangnya aku tidak apa-apa.” kata Onew berjalan santai ke parkiran.

Key menatapnya curiga, lalu menahan Onew, “Apa kau sengaja kesini hanya untuk bertemu Minjung?”

“Tentu saja tidak!! Aku tadi benar-benar sakit. Kau tahu kan aku sangat tidak suka rumah sakit. Baunya tidak enak, huh.” Onew berjalan lagi. Menyembunyikan senyumannya.

***

“Aduh…aduh…cepat panggilkan dokternya!” keluh Onew berbaring di tempat tidur UGD. Para perawat pun berlarian memanggil dokter. Onew bisa membayangkan wajah Minjung yang cemas datang memeriksanya lagi.

“Dokter, ini pasiennya. Dia terus mengeluh sakit.”

Onew berbalik dan…

‘Teng’…dia bukan Minjung!! Dokter itu sudah tua dan kepalanya botak!!

“Ah, aku tidak biasa dengan dokter lain selain Lee Minjung. Panggilkan dia.” Onew membalikkan tubuhnya lagi.

“Tapi dokter Lee sedang tidak jaga hari ini.” jawab perawat itu.

Onew menatap perawat itu dan duduk tegak. “Ah, sudah sudah! Aku tidak jadi sakit.” Dia turun dari tempat tidur dan berjalan keluar dari UGD selayaknya orang sehat. Para perawat menatapnya heran.

Onew berjalan menuju pintu keluar, namun dia salah membaca dan akhirnya malah tersesat di dalam rumah sakit itu. “Hah, dimana aku? Aku tidak mau ke kamar mayat.” Ujarnya sambil terus berjalan menelusuri bangsal-bangsal.

“Kalau tahu begini, aku tidak akan kesini. Dimana aku?” Onew berjalan melewati sebuah kamar pasien yang terang. Pintunya sedikit terbuka, dan apa yang dilakukan Onew sangatlah bodoh!! Buat apa dia membuka pintu itu dan melihat apa yang ada disana?

Onew masuk ke dalam, tidak ada siapa-siapa disana. Dia menghela napas dan berbalik, tiba-tiba…

Seorang kakek baru saja keluar dari kamar mandi. Dia mempunyai wajah yang seram, dengan selang oksigen. Onew berteriak dan semuanya menjadi gelap.

***

“Onew ssi? Onew ssi?”

Onew membuka matanya perlahan dan langsung menarik selimut untuk menghindari silaunya lampu rumah sakit. “Aaaaa…” teriaknya.

“Onew, tidak apa-apa. Ini aku, Minjung.”

Onew cepat-cepat membuka selimut begitu mendengar suara lembut itu. Ada Minjung di sampingnya, menatapnya cemas. “Kau baik-baik saja?”

Onew mendesah dan tersenyum, namun dia kembali berteriak melihat ada kakek itu lagi di depannya.

“Onew, tidak apa-apa. Dia hanya seorang pasien. Dia yang menghubungi kami saat kau pingsan di kamarnya.” ujar Minjung menenangkan.

“Dia hantu.” bisik Onew.

Kakek itu langsung memukul kepalanya dengan tongkat. “Dasar kurang ajar!! Masuk ke kamar orang seenaknya dan pingsan disana!! Kau tahu kau pingsan dimana? Di atas tempat tidurku!! Aku harus berdiri selama tujuh menit menungu perawat datang mengangkatmu.”

“Maaf, kek.” Onew menunduk meminta maaf.

Lalu kakek pun pergi diantar perawat, meninggalkan Onew dan Minjung hanya berdua.

“Kata mereka, kau mencariku.” kata Minjung. “Tapi dengan cara yang aneh. Memang apa yang kau lakukan?”

“Eh, aku? Ah, tidak, aku benar-benar sakit tadi. Dan…awww!!” Onew tidak bisa menggerakkan tangan kanannya. “Tanganku…”

“Sepertinya saat kau jatuh, tanganmu terkilir. Tapi aku sudah memberinya obat. Tidak usah cemas, akan cepat sembuh kok.”

“Apa aku akan dirawat?” tanya Onew bersemangat.

Minjung tertawa. “Tentu saja tidak, Onew. Oh, iya aku akan menelepon Key…”

“Jangan!!” Onew menahan Minjung. “Aku pasti akan di ejek olehnya.” Minjung mendesah dan menutup ponselnya. “Aku tidak akan meneleponnya. Sekarang, aku harus pergi.” Minjung hendak pergi.

“Kau mau kemana?” tanya Onew.

“Bekerja, tentu saja.”

“Aku ikut.” Onew buru-buru turun dari tempat tidur.

“Tapi tanganmu sakit…”

“Aku tidak apa-apa. Ayo jalan. Aku ingin melihat apa artis terkenal seperti dirimu bisa menjadi dokter yang baik.”

Minjung tersenyum. “Apa kau mencurigaiku?”

Onew mengangguk. “Aku curiga kau menyembuhkan para pasien dengan senyumanmu itu.”

***

Ternyata Minjung bertugas di unit anak-anak. Onew hampir melompat ke kursi ketika melihat banyak anak kecil didalam bangsal itu. (Tahu sendiri kan, bersama Yoogeun saja dia tidak bisa dekat, apalagi sekarang ada berpuluh-puluh anak seperti Yoogeun)

“Dokter Lee datang!!” pekik seorang anak yang langsung turun dari tempat tidurnya, memeluk Minjung.

Lalu semua anak menyerbu Minjung, memeluk dan menciumnya. Onew bergidik ngeri di dekat pintu bangsal. Minjung menyuruhnya masuk, namun dia hanya tersenyum kaku. Pada akhirnya pun, Onew berhasil duduk di tengah-tengah anak-anak itu.

Dia berbisik pada Minjung. “Mengapa mereka semua kurus, pucat, dan botak?”

“Mereka sakit kanker.” jawab Minjung perlahan.

“Oohh, terus apa yang akan kita lakukan disini?”

Minjung mengeluarkan boneka tangan dan menatap Onew. “Saatnya drama.”

***

“Aduh, dokter, perutku sakit sekali.”

“Coba kuperiksa. Ah, kau terlalu banyak makan kimchi. Sebaiknya kau istirahat dan makan makanan yang secukupnya saja. Dan jangan lupa minum obat secara teratur.”

“Aku tidak mau minum obat!!”

Minjung berhenti memainkan bonekanya dan menatap Onew.

“Aku tidak mau minum obat jika dokter tidak menemaniku.”

Semua anak cekikikan dan menyoraki mereka berdua. Minjung tersenyum malu dan Onew juga tertawa memandang dirinya.

“Jika kau tersenyum, aku akan lebih cepat sembuh.” timpal Onew, membuat anak-anak kembali cekikikan.

“Onew, hentikan.” Minjung memukul Onew dengan bonekanya.

“Apa kau akan sembuh jika dokter menciummu juga?” tanya salah seorang gadis kecil yang sangat manis. Dan semua anak-anak meneriakkan, “Cium, cium, cium.”

Minjung tertawa. Wajahnya berubah menjadi merah muda, dia sangat malu, namun dia melakukannya. Dia mencium pipi Onew.

Semua anak bertepuk tangan dan Onew kembali berbicara dengan bonekanya, “Akan lebih baik jika dokter mencium pipi yang satunya lagi.” Dan Minjung menciumnya lagi

“Akan lebih, lebih, lebiiiih baiiikkk jika mencium di sini.” Onew menunjuk bibirnya.

“Onew ssi…”

“Hanya bercanda.”

***

Onew meluangkan waktu istirahatnya untuk bersantai di rumah. Sejak tangannya terkilir, dia menjadi seperti raja. Dia menyuruh semua member melakukan ini itu untuknya. Akhirnya, Taemin pun mengeluh.

“Aku lelah melakukan ini semua. Hyung, aku lelah.” Taemin berhenti memijat kakinya.

“Ya, benar. Aku bolak-balik harus mengambilkannya air minum. Padahal hanya tangannya saja yang sakit.” keluh Jonghyun.

“Aku harus menyuapinya setiap makan.” tambah Key.

“Tapi kan aku tidak bisa makan dengan tangan kiri.” balas Onew.

“Aku bisa.” Jonghyun menggerak-gerakkan tangan kirinya.

Key mendesah. “Itu karena kau kidal, bodoh.”

“Aissshh…kalian berisik sekali. Tanganku berdenyut kesakitan karena kalian. Ooh tanganku.” Onew memandang sedih tangannya. Lalu mereka semua kembali memijatnya.

Bel  berbunyi…

Minjung datang berkunjung ke dorm mereka untuk mengajak Onew jalan-jalan, namun ketika melihat tangannya masih dibalut, dia mengurungkan niatnya.

“Aku sudah tidak apa-apa, kok. Lihat.” Onew mengambil gelas untuk minum.

“Oh, ternyata sudah tidak sakit ya, heh?” Key meremas tangan Onew yang terkilir dan tangan Onew terasa terjepit sesuatu dan Onew kembali merasakan sakit ditangannya.

“Dia hanya berakting. Minjung ssi mau kemana? Bagaimana kalau kita berbelanja.” ujar Key. Jonghyun dan Taemin pun mendekati Minjung.

“Noona, mau jalan-jalan? Aku temani ya? Onew hyung masih sakit.”

“Minjung ssi, bersamaku saja. Bagaimana kalau ke café? Oh, juga ke taman.” Jonghyun merangkul Minjung.

“Isshh…mau kau kemanakan Sekyung noona?” celetuk Key sembari keluar dari dorm.

“HEI, KALIAAAAAAAAAAANNNNNNNNN!!!!”

# THE END #

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

5 thoughts on “Lovely Doctor

  1. Huahahaha.. Ngakak mulu aku bacany, ka..
    Aduh, onew.. Kmu lebeh bgt deh.. Ampe sgtunya..

    lucu bgt tuh, wktu onew blang g bsa makan pke tangan kri, trus si jonghyun blang dia bsa, eh si key nyeletuk ‘itu krna kau kidal, bodoh’.. Hahahaha lucu tau ka,😄😄
    *apany coba yg lucu? Nih anak aneh bgt!! Plakkk

    gud ff ka.. *nyengir jembar*

      1. Iya, onew pantes bgt di gtuin ama membernya.. Hahaha#ditinju onew

        hemm, tingkat comedyx emang udah agak menurun si.. Skarang tingkatx tingkat kegalauan mulu.. Tp bgus2.. ^^

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s