Posted in Fanfiction, Fluff, Romance

In Love With My Best Friend

Title : In Love With My Best Friend

Cast : Choi SooYoung SNSD, Choi Siwon SUPER JUNIOR, Max Changmin DBSK,    Taeyeon SNSD.

Genre : Drama Romantic

Length : Oneshoot

Rating : PG-15

“Bagaimana kalau yang hijau itu? Yang itu…” Aku menunjuk sebuah baju hijau yang tergantung di etalase. Salah satu penjaga toko mengambilkannya untuk Changmin.

“Apa warnanya tidak terlalu mencolok?” tanya Changmin padaku.

Aku menggeleng. “Tidak. Kau tampan memakai apa saja.” Komentarku.

Changmin menatap sekali lagi baju itu. Matanya menyipit, aahh…aku sudah tahu, jika dia tidak suka dengan sesuatu, dia akan menyipitkan matanya. Baiklah, dia tidak suka baju warna hijau itu tapi tidak ingin mengatakannya secara langsung padaku.

“Mungkin yang warna biru lebih bagus.” ujarnya sambil mengambil yang warna biru. Aku hanya tersenyum dan mengangguk. Ya ampun, aku sudah sering melihatnya memakai baju biru dengan model yang berbeda-beda!

“Aku beli yang ini.” Dia memberikan baju itu pada pelayan. “Terimakasih ya, Sooyoung. Sudah menemaniku hari ini.” Changmin merangkulku.

Astaga, aku bisa pingsan melihat senyuman itu dan rangkulan hangat khas Changmin. Mungkin ini yang membuat Taeyeon bahkan tidak bisa melepaskannya, walaupun tampaknya dia sudah tidak mencintai Changmin.

Ponsel Changmin berbunyi. “Taeyeon. Aku angkat dulu ya.” Lalu Changmin pergi menjauh. Tapi, aku masih bisa mendengarnya.

“Halo, sayang. Ah, ya, aku sedang berbelanja baju. Apa? Ah, ya, aku bersama sahabatmu, Sooyoung. Terimakasih ya sudah memintanya menemaniku…”

Yap! Seperti yang kalian dengar, aisshh…aneh juga ya. Taeyeon memintaku untuk MENEMANI pacarnya membeli baju!! Kenapa tidak dia sendiri yang menemani?? Taeyeon sudah sering memintaku seperti ini. Entahlah, apa karena kami sahabat dan dia begitu percaya padaku? Apa dia tidak takut aku akan merebut Changmin darinya?

“Baju warna hijau?” Changmin memegang baju itu. “Menurutmu aku bagus mengenakannya? Baiklah. Aku akan membelinya.”

Astaga!! Apa yang baru dikatakannya? Padahal dia tidak suka baju itu dan tiba-tiba dia berubah pikiran dan membeli baju itu!! Hanya karena Taeyeon menyuruhnya!!

***

“Mana yang lebih kau sukai, tofu atau kimchi?”

“Kimchi.” Jawabku.

“Permen atau pudding?”

“Pudding.”

“Asin atau manis?”

“Asin.”

“Keju atau cokelat?”

Aku berhenti tiba-tiba dan Siwon menabrakku dari belakang.

“Siwon, hentikan!” ujarku sambil melihatnya membetulkan kacamatanya.

Jangan, Siwon. Jangan lakukan itu! Jangan menatapku dengan matamu yang berkaca-kaca dan bibir cemberut. Oh, temanku yang satu ini memang aneh. Tidak, dia sahabatku yang paling dekat, paling pintar, paling menyebalkan, paling kekanak-kanakkan, saking pintarnya dia menjadi sangat aneh. Pokoknya semuanya serba PALING, tapi dia memang temanku.

“Apa kau akan memarahiku?” tanyanya menundukkan kepala.

“Tidak, aku hanya…oh, ayolah, aku sedang lelah. Bagaimana kalau kita pergi minum ke warung sebelah. Aku akan mentraktirmu, oke?”

Dia tersenyum dan mengangguk. Aku tertawa lega dan kami pun pergi.

Dia memang unik.

***

Aku sangat lelah ketika pulang ke asrama tempat tinggalku. Kulihat Tiffany dan Taeyeon sedang mengecat kuku mereka dengan warna pink yang lucu. Oke, aku tidak akan melakukannya juga.

“Hai, Sooyoung. Kau baru pulang?” sapa Tiffany.

Aku membalasnya dengan seulas senyuman.

“Soo, tunggu.” Panggil Taeyeon, menahanku. “Besok Changmin ingin pergi ke pesta ulang tahun keponakannya, tapi aku tidak bisa menemaninya. Kau bisa kan menemaninya?”

Aku mendengus tanpa sengaja, membuat Taeyeon dan Tiffany menatap ke arahku.  “Taeyeon, aku ingin bertanya padamu satu hal, apa aku ini pacarnya Changmin?”

Taeyeon menatapku bingung.

“Begini ya, kau tahu? Setiap kali aku dan Changmin jalan bersama, semua orang mengira kami berpacaran. Apa kau tidak cemburu atau kesal?”

Taeyeon tertawa, “Ya ampun, Soo. Kau kan sahabatku. Buat apa aku kesal padamu atau cemburu? Aku percaya padamu, aku percaya pada Changmin. Kita semua saling percaya.” Ujarnya kembali fokus pada kuku-kukunya.

Astaga, Taeyeon…aku suka Changmin!! Aku suka pada pacarmu!! Puas??

***

Aku berjogging di pagi hari. Dengan celana pendek dan atasan ketat, aku berlari mengelilingi taman sebanyak tiga kali. Semua orang memandangku iri. Aku bisa melihat mereka terkesima melihat tubuhku yang indah ini. Bahkan seorang anak kecil pun menjatuhkan es krimnya saat aku berlari di depannya.

Aku bisa tersenyum senang menerima semua pandangan itu, namun ada satu orang yang tidak memandangku indah.

“Sooyoung!!” teriak Siwon dari seberang taman.

Astaga, apa yang dia lakukan pagi-pagi begini?

Akhirnya, kami duduk di bangku taman dan menikmati cokelat panas yang lezat. “Aku baru saja ingin datang ke asramamu.”

“Buat apa??”

“Kau tahu ada pesta dansa minggu depan?” Siwon menatapku dekat sekali.

Aku mendorongnya dan tertawa. Dia sungguh seperti anak kecil.

“Ya, ya, ya…aku tahu. Kenapa? Kau mengajakku?” Aku tertawa lagi. “Kau konyol, Siwon. Hah…kenapa kau selalu membuatku tertawa di saat masalah sedang mendatangiku?”

“Kau punya masalah? Masalah apa? Katakan padaku? Katakan, katakan…”

“Iya, iya, sabar sedikit dong.” Cekikikku. “Changmin. Tidak! Taeyeon lah masalahnya.” Jawabku.

“Kalian bertengkar?” tanya Siwon polos.

Aku menggeleng. “Tidak. Belum. Aku yakin suatu hari nanti hal itu akan terjadi.” Ya, pasti itu akan terjadi. Tapi entah kapan? Jangan dekat-dekat ini, aku berharap.

“Lupakan lah.” Tiba-tiba Siwon berbicara serius, sampai-sampai aku tidak mengenalinya. “Lupakan masalah itu dan bersenang-senanglah bersamaku.” Dia melemparkan senyuman pada akhir kalimat. Oh, dia lucu sekali!!

“Baiklah.” Aku merangkulnya. “Hari ini kita jalan-jalan kemana?”

Kami pun berjalan sambil berpegangan tangan. Kami sahabat yang paling dekat.

“Sooyoung…jangan pergi ke pesta dansa bersama Changmin.” Ucap Siwon.

“Tenang saja. Dia akan bersama Taeyeon. Lalu aku dengan siapa ya?”

Siwon hanya tersenyum dan menggenggam tanganku erat-erat.

***

Aku berada di tengah-tengah sekumpulan anak-anak kecil yang mengemut makanan mereka di mulut. Mereka berlari-lari dan aisshh…mengerikan sekali!! Disana ada salah satu anak yang muntah!!

Aku pergi ke pojok ruangan itu dan melihat Changmin datang padaku menggendong keponakannya. “Kau pucat, Soo. Apa kau sakit?”

Ya!! Aku sakit, muak berada di ulang tahun keponakanmu. Bawa aku pulang!!

            “Aku tidak apa-apa.” Jawabku bohong. “Hai, sayang. Changmin, sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu.” Kataku memegang tangan gadis kecil itu.

Dia mendekatiku.

“Sepertinya dia ingin menciummu.” Ujar Changmin.

Gadis itu mendekati mulutnya padaku dan aku berteriak dalam hati. Tidak!! Jangan kotorkan pipiku dengan bibirmu yang penuh saus spaghetti itu. Aku baru saja memoleskan bedak disana!!

 

Hoeeekkk…

***

Baiklah, ini malam yang paling mengerikan. Oke, gadis kecil yang serba pink itu memang tidak mencium pipiku, tapi dia MUNTAH diatas bajuku!! Catat dan garis bawahi itu!

Aku membersihkan bajuku sebersih yang kubisa, lalu pergi mencari taksi. Ya! Ini masih sore, bahkan matahari belum mengumpat di balik awan, tapi kemana semua taksi di seoul ini??

Aku mengeluarkan ponselku dan menelepon seseorang. Ugh…aku tidak ada ide. Taeyeon? Tiffany? Sunny? Hyoyeon?? Aduh, mereka pasti sedang bersenang-senang, sedangkan aku disini menikmati bau muntah keponakan Changmin.

Akhirnya, aku menelepon Siwon.

Dia seperti malaikat. Tapi dia tidak turun dari langit, dia turun dari bus. Siwon tersenyum padaku dan aku hanya bisa memberikan senyuman pahit untuknya.

“Jangan tanya mengapa aku bau dan berwajah masam seperti ini. Ayo, kita pulang. Sebelum aku muntah juga. Aigoo, baunya sungguh tidak enak.” Cerocosku, menggandengnya naik ke bus.

Kami tidak banyak bicara. Siwon juga tidak bertanya apa-apa padaku. Dia hanya menatap keluar jendela. Tuhan, untung aku mempunyai Siwon. Kalau dia tidak ada, mungkin aku akan mati di tempat itu dengan lumuran muntah bayi diatas tubuhku.

Yah…tidak seperti itu juga sih! Aku mencoba untuk melupakan hal itu dan tertidur di pundak Siwon. Hmm…nyamannya.

***

Siwon menatap Sooyoung yang tidur lelap. Siwon menyelipkan beberapa helai rambut yang terlepas dari ikatan. Bau muntah yang menyengat tidak membuatnya terganggu. Siwon bahkan terus menatapnya sampai di pemberhentian bus.

***

“Kenapa kau berdiri disana? Ayo duduk.” Ujar Changmin menepuk tempat kosong disebelahnya.

Aku takut sekali. Aku tidak tahu apa yang aku lakukan saat ini, tapi aku benar-benar tidak tahan lagi. Aku bukan manusia tanpa hati dan perasaan. Aku bukan robot yang bisa disuruh seenaknya, disuruh untuk mencintai lalu tiba-tiba disuruh untuk membenci.

Aku duduk disebelah Changmin dan menatap jauh ke dalam matanya. “Changmin, ada sesuatu yang ingin kukatakan.”

“Apa? Hei, jangan menatapku seperti itu dong. Kau seperti ingin memakanku.”

Ya! Aku memang ingin memakanmu dan memenjarakanmu di hatiku, biar Taeyeon tidak bisa menarikmu atau memanggilmu ‘sayang’ lagi.

 

“Aku…aku mencintaimu.” Bisikku ragu.

Changmin menatapku heran. “Kau mencintai pacar sahabatmu?”

“Sahabat? Sahabat apa?? Kami hanya tetangga sejak kecil dan begitu mendapatkan satu kamar denganku, dia menyebutku sahabat. Pacar?? Darimana kau bisa bilang kau ini pacar Taeyeon?? Aku yang selalu menemanimu kemana saja kau pergi. Taeyeon yang menyuruhnya dan kau tidak keberatan sedikit pun. Kau malah senang.” Cercauku tiba-tiba. “Kau mempunyai perasaan yang sama denganku kan? Kalau tidak, kau tidak mungkin ingin melakukan semuanya bersamaku…”

“Sooyoung!!” pekik Changmin menghentikanku. “Aku tidak mencintaimu. Kau hanya sahabat dari pacarku, okelah, dia memang bukan sahabatmu. Soo, aku melakukan ini semua karena Taeyeon yang menyuruh. Aku mencintai Taeyeon. Aku akan terjun dari lantai 20 jika dia menyuruhku, aku akan menikahimu jika dia yang meminta. Aku akan melakukan semua hal untuknya. Hanya untuk Taeyeon. Mengerti?”

Mengerti?

Aku sungguh tidak mengerti otakmu, Changmin. Kau melakukan semua itu hanya untuk…Taeyeon? Dia bahkan belum menjadi istrimu!! Kau sudah menganggapnya seperti dewi sejagat raya.

Aku beranjak dari kursiku dan menelepon Siwon. Lalu dia datang secepat kilat, menemukanku sedang menangis di atas trotoar.

“Soo, ada apa??”

***

Aku berdandan di meja riasku. Kulihat Taeyeon sedang ber-sms ria dengan Changmin. Dia tersenyum dan tampak cantik dengan gaun merah itu. Dia wanita yang beruntung. Cantik, gaun indah, punya pacar, dan yang lebih menyakitkan…dia punya pasangan untuk ke pesta dansa dan aku tidak!!

Apa yang kulakukan? Aku akan berdansa bersama angin disana. Apalagi sekarang aku menaiki mobil Changmin. Changmin dan Taeyeon saling memuji di kursi depan, sedangkan aku hanya bisa menatap mereka sedih. Menyebalkan!!!

Kami sampai di tempat itu. Aku menghela napas dan masuk ke dalam ruangan yang penuh pasangan berdansa. Aku bodoh, sungguh bodoh!

“Hai, Sooyoung. Kau cantik sekali. Datang bersama siapa?” sapa Sunny sambil menggandeng Onew. Hgh, dia kan adik kelas.

“Aku selalu iri dengan tubuhmu. Mana pasanganmu? Oh, hai ChangTae!” Hyoyeon menyapa kami.

ChangTae? Apa itu?

“Changmin Taeyeon. Romantis ya? Aku iri dengan kalian berdua.” Jawab Hyoyeon sebelum aku bertanya. Apa dia bisa membaca pikiranku? “Eh, Soo, kau datang bersama siapa?”

Aku bergerak gelisah di tempatku. “Aku…eumm, sebentar lagi dia akan datang. Dia terlambat.”

“Dia dari universitas lain? Ya ampun. Aku yakin dia pasti sangat tampan dan tinggi.” Komentar Sunny.

“Kau tidak bilang akan pergi bersama seseorang, Soo.” Ujar Taeyeon tiba-tiba, membuat Changmin mendengus kecil.

“Mungkin dia memanggil orang dari bulan, sayang.” Timpal Changmin.

“Ssstt, dia hanya bercanda, Soo.” Kata Taeyeon sambil menyikut Changmin yang kini tidak bisa menghentikan tawanya.

Aku tahu dia menghinaku. Changmin tahu aku tidak mempunyai orang lain yang kusukai selain dirinya. Keterlaluan!! Aku merasakan sesuatu yang hangat menggenang di pelupuk mataku.

“Aku…aku permisi dulu ya.”

Aku langsung melesat dengan sepatu high heels-ku yang sangat-sangat tinggi. Aku tidak boleh jatuh. Choi Sooyoung yang cantik ini tidak boleh jatuh dan menangis. Membiarkan mereka menertawaiku. Membiarkan Changmin dan Taeyeon mengasihaniku.

Ku sembunyikan diriku di pojok ruangan, diantara tanaman-tanaman pakis yang membuat kulitku gatal. Aku mengeluarkan ponselku. Air mataku jatuh diatas layar ketika aku mengetik pesan pada Siwon: Darurat! Aku di pesta dansa.

Biasanya Siwon cepat datang saat aku meneleponnya. Mungkin jika aku menambahkan kata ‘darurat’, dia akan lebih cepat datang dari biasanya.

Siwon, aku membutuhkanmu. Cepatlah datang.

***

Aku pergi ke sebuah gazebo dekat kolam renang. Gazebo itu sangat indah di hiasi lampu-lampu dan tanaman bunga merambat di pilar-pilarnya. Namun tidak ada orang disana. Aku berdiri disana saja sambil menunggu Siwon.

Ya!! Aku kedinginan. Kupeluk diriku erat-erat untuk mengusir dingin. Astaga, mengapa dia begitu lama datang? Apa terjadi sesuatu padanya? Apa dia kecelakaan?

Aku kembali mengeluarkan ponsel dan kini aku meneleponnya.

Dia mengangkatnya.

“Ya! Siwon! Dimana dirimu? Mengapa lama sekali?” suaraku bergetar.

Ada apa denganmu?

“Aku…ChanTae, maksudku si orang konyol itu membuatku menjadi orang bodoh. Cepatlah datang!! Kau tidak menerima pesanku?”

Aku sudah datang. Darurat katamu. Aku bahkan datang lebih cepat dari pemadam kebakaran.

“Dimana dirimu? Aku tidak melihatmu. Ya! aku seperti rumah yang sedang terbakar, cepat datang dan padamkan api ini!”

Siwon tidak menjawab.

Tiba-tiba ada seseorang yang melampirkan jas di tubuhku dan berbisik. “Aku sudah memadamkan apinya, Soo.”

Suara itu begitu lembut sampai aku terkesima mendengarnya. Aku tersenyum, membayangkan orang seperti apa yang ada di belakangku saat ini. Dia pasti lebih keren daripada Changmin.

Aku membalikkan tubuhku untuk melihat siapa orang itu dan betapa kagetnya aku.

Siwon!!

“Siwon??” pekikku sambil menutup mulut.

Siwon tersenyum padaku. Ini benar-benar dia. Tapi…tunggu, dimana kacamatanya itu? Dimana buku-buku tebal yang selalu dibawanya? Dimana kaus lusuh dan celana training yang selalu dipakainya? Dia bukan Siwon, tapi seorang pangeran.

“Siapa kau?” tanyaku terheran-heran.

“Kau baru saja menyebutkan namaku.” Jawabnya nyengir. Aku langsung tahu, dia memang Siwon.

“Bagaimana? Kau tampan, Siwon.”

“Kau juga cantik, Soo.” Siwon menggenggam tanganku dan menciumnya. “Kau yang paling cantik disini.”

Aku tidak bisa berbohong. Ya, aku terpesona olehnya. Siwon merapatkan jas yang ada ditubuhku, “Jangan sampai sakit hanya karena gaunmu yang cantik dan terlalu terbuka itu.”

“Siwon…aku…” tidak ada yang bisa kukatakan selain memeluknya erat.

Dia sahabatku, tapi perasaanku berubah. Bukan karena hari ini dia tampan dan berpenampilan layaknya pangeran. Tapi karena…aku sadar dia selalu ada untukku. Dia yang berada disisiku saat aku senang atau pun sedih.

“Tadinya aku ingin mengajakmu ke pesta dansa, tapi sepertinya kau lebih menyukai Changmin…”

“Dia bukan apa-apa lagi sekarang. Lagipula, dia dan Taeyeon, ChangTae…apa itu? Harusnya kau bilang padaku, ajak aku ke pesta ini.”

“Baiklah, lain kali aku harus cepat-cepat bilang. Tidak akan membiarkanmu pergi bersama orang lain.”

Aku tersenyum dan memeluknya. Lalu music mulai mengalun lembut. Semua orang berdansa di dalam ruangan itu, namun aku merasa sangat special malam itu.

Bayangkan, apalagi yang kurang!! Pasangan yang sangat sempurna, gaunku indah, aku cantik, aku manis, aku…

Eh maksudku, pasangan sempurna, aku cantik, kami berdansa di gazebo yang super mewah dan cantik, dan yang paling penting. AKU BAHAGIA!!!

# The End #

Penulis:

A Ridiculous Writer :)

9 thoughts on “In Love With My Best Friend

  1. changmin kenapa jahat sama sooyoung ;w; aku lebih dukung newon sih. atapi kalo sooyoung sama siwon juga nggak papa deh. atapi tetep maunya changsoo. atapi ini bagus. yaudah gitu. author lucu deh :3

    1. hahahaha jadi kamu maunya sama siapa nih? sooyoung-siwon? sooyoung-changmin? ato changmin-siwon-aku #eeehh
      hahaha, iya aku juga suka sama couple itu hihi

      aku lucu? O.o makasihhh (eh beneran kan aku dikatain lucu ini?) haha

  2. dira.. gak tau nih panggilnya apa.. cz gk tau umurnya btw aq udah bca lumayan bnyak lah ff u yg gk tau diksinya tu keren gila.. gk boringin dan penuh makna.. btw ada akun pribadi gk sihh…mau dong twitter atau ig jg ok

comment here please :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s